rara0894

All about TaeTiSeo and GG


22 Comments

Remember Me (Chapter 18)

Title         : Remember Me

Author    : 4riesone

Genre      : Fluff, Romance, Yuri

remember me

Forever – Chapter 18

Ternyata, ‘selamanya’ itu hanya terjadi di dongeng saja.

Tidak ada satupun hal yang bertahan selamanya. Tidak sebuah kecantikan. Tidak sebuah kebahagiaan. Tidak sebuah janji. Tidak sebuah hubungan. Bahkan tidak pula Girls’ Generation yang beranggotakan sembilan member.

Sudah tiga bulan sejak perayaan hari ke-100 Yuri dan Jessica dan telah terjadi beberapa perubahan yang tak terduga dalam kehidupan mereka dalam rentang waktu yang singkat itu.

Pertama-tama, Jessica mendengar berita mengejutkan dari girl group favorit Yuri sekitar satu bulan yang lalu. Member favorit Yuri, Jung Soo Yeon, sudah tidak lagi menjadi member dari national girl group itu, tanpa ada penjelasan yang jelas tentang bagaimana hal itu bisa terjadi. Yuri meneleponnya dan menangis terus menerus karena hal itu saat pertama kali dia mengetahuinya. Continue reading


11 Comments

Remember Me (Chapter 17)

Title         : Remember Me

Author    : 4riesone

Genre      : Fluff, Romance, Yuri

remember me

Memory – Chapter 17

Ada yang bilang kalau diri kita dibentuk dari memori-memori yang kita punya. Memori lah yang menyimpan identitas kita, hubungan kita dengan orang lain serta keseluruhan hidup kita. Memori juga yang membentuk seseorang menjadi diri mereka saat ini ataupun diri yang mereka inginkan.

Jessica juga mempercayai hal itu, sehingga dia pun sangat menghargai memori. Baginya, memori itu seperti kotak harta karun dari sebuah pikiran dimana kehidupan disimpan dan dipelihara. Walaupun dia mencintai tidur, tetapi membuat kenangan-kenangan baru menjadi lebih penting baginya akhir-akhir ini. Dan seperti suatu harta karun, sebuah memori pun seharusnya adalah baik adanya dan itulah mengapa dia selalu mencoba untuk membuat kenangan yang baik, terutama ketika dia sedang bersama dengan Yuri.

Sudah seratus hari sejak Jessica dan Yuri bersama. Jessica senang karena mereka bisa mencapai hari ini tanpa ada masalah yang berarti. Cara baru untuk memberitahukan kondisi Yuri pun begitu efisien dan aman. Tidak ada yang terluka serta dapat dipahami dengan baik dan cepat. Continue reading


14 Comments

Remember Me (Chapter 16)

Title         : Remember Me

Author    : 4riesone

Genre      : Fluff, Romance, Yuri

remember me

First Date – Chapter 16

Click.

Click.

Click.

Jessica dengan lihai menggerakan mouse dan mengkliknya beberapa kali, memilih website yang berisi informasi yang diinginkan olehnya. Dia membacanya. Scroll. Membaca lagi. Menghela napas. Menutup tab. Berpindah ke tab lainnya. Satu siklus penuh itu. Lagi dan lagi.

Click.

Click.

Click.

Akhirnya dia berhenti dan meneguk minuman dinginnya.

“Kenapa ini begitu sulit?” Dia menghela napas.

“Apa yang sulit, Sica-yah?”

Suara itu membuat Jessica memalingkan wajahnya ke belakang.

“Fany-ah, Taeyeon-ah. Dia tersenyum menyapa kedua gadis itu. “Apa yang kalian lakukan disini.”

“Kami ingin makan siang.” Tiffany menjawab sambil mengambil tempat duduk di seberang Jessica. Taeyeon mengikutinya dan duduk di samping pacarnya itu.

“Apa yang kau lakukan disini sendirian, Sica-yah?” Gadis berkacamata itu bertanya. Continue reading


25 Comments

Remember Me (Chapter 15)

Title         : Remember Me

Author    : 4riesone

Genre      : Fluff, Romance, Yuri

remember me

Loop – Chapter 15

Jessica memicingkan matanya dan mengerjap beberapa kali hingga mendapatkan pandangan yang lebih jelas akan apa yang ada di hadapannya. Perlahan gambaran sebuah wajah berkulit coklat dapat dilihatnya setelah matanya yang baru saja terbangung berhasil memprosesnya. Dia tersenyum namun tak lama kemudian senyuman itu berubah muram.

Kau memelukku dalam tidur.

Dia sangat menyukai perasaan ini. Tidak aneh jika dirinya bisa tidur dengan nyenyak kemarin malam meskipun perasaannya sangat buruk di hari kemarin. Dan walaupun dia menginginkan lebih dari ini, dia tetap tidak bisa. Yuri akan terkejut jika dia terbangun saat masih memeluk Jessica.

Gadis itu dengan hati-hati melonggarkan lengan yang melingkari tubuhnya dan beranjak dari sofa. Dia memandangi gadis yang tertidur itu. Yuri terlihat cantik dan damai, seolah tidak ada yang terjadi. Sekali lagi Jessica tersenyum sedih. Dia mengambil selimut dan memperbaiki posisinya di tubuh gadis yang lebih tinggi itu. Dia menyeka poni gadis berambut coklat itu agar bisa melihat wajah pacarnya tersebut dengan lebih jelas.

Dia pun mencium pipi Yuri.

“Terima kasih, Yuri-yah.” Continue reading


26 Comments

Remember Me (Chapter 14)

Title         : Remember Me

Author    : 4riesone

Genre      : Fluff, Romance, Yuri

remember me

I Don’t Know – Chapter 14

 

“Kenapa mereka ada disini?” Yuri memandangi dua temannya di kebun belakang. Mereka sedang bekejar-kejaran satu sama lain dengan kaki ayam di tangan yang berakhir pada posisi bergulat. Ini akan menjadi pergulatan ke-520 mereka.

“Ini adalah pesta penyambutanmu.”

“Pesta apa?”

“Pesta penyambutan. Kau baru saja keluar dari rumah sakit, ingat?”

Yuri mengedip sekejap. “Oh yeah, yeah.”

“Ada apa denganmu?” Tanya Tiffany.

“Tidak ada. Mungkin asap dari barbeque ini membuat pikiranku berkabut.”

Tiffany tertawa. “Sayang sekali. Padahal kau sudah punya otak yang lambat,” Tiffany menyeringai.

“Yah!!” teriak Yuri. “Aku tidak akan memberimu daging.”

“Aku bisa memanggangnya sendiri,” dia mengeluarkan merongnya.

“Haiisssh, kau!” Yuri sudah siap dengan posisi menyerangnya saat seorang gadis berambut coklat datang menyela.

“Apa yang terjadi?”

“Cewek berisik ini menggangguku.”

“Ya?! Siapa yang berisik!!” Tiffany memprotes.

Yuri dan Jessica segera refleks menutup telinga mereka.

“Kau itu berisik, Fany-ah.” Yuri mengkonfirmasi.

Tiffany akan memprotes kembali tetapi Jessica menyela lagi. “Apa yang dia lakukan?” tanyanya pada Yuri.

Yuri menatap Jessica. “Apa yang dia lakukan?”

“Iya. Apa yang dia lakukan hingga mengganggumu, Yuri-yah?”

“Ah itu,” Yuri berhenti sejenak. Dia tampak seperti sedang berpikir. “Ada sesuatu yang menggangguku.”

Mendengar jawaban itu, Tiffany refleks tertawa. “Apa kubilang? Aku benar soal otakmu, Yuri-yah.”

Anehnya, Yuri tidak membalas perkataan Tiffany. Dia seperti sedang tenggelam dalam pikirannya.

“Dan apa itu, Yuri-yah?”

Tidak ada jawaban. Continue reading


20 Comments

Remember Me (Chapter 13)

Title         : Remember Me

Author    : 4riesone

Genre      : Fluff, Romance, Yuri

remember me

Going Home – Chapter 13

“Kau tidak bisa lari dari ini, Kwon Yuri!!”

Merong.

“Sudah terima sajalah, Sica.”

“Tidak akan.”

“Ini bukan salahku, memang kuenya seperti itu.”

“Tapi kau menghinanya.”

“Aku hanya mengatakan yang sebenarnya,” Yuri mengeluarkan merongnya lagi.

“Jahat!!!”

Merong lagi.

“Kau akan mendapatkan hukumanmu sekarang, Kwon Yuri.” Jessica menunjukkan senyuman jahilnya.

“Yah, yah, yah. Apa yang akan kau lakukan??” Yuri tampak ketakutan dengan Jessica. Dia tidak bisa pergi kemanapun saat ini karena IV yang menancap di tubuhnya. Dia sedang dalam posisi yang sulit bergerak.

Jessica tertawa puas. “You will suffer my wrath.”

“NO NO NO NO NO!!” teriak Yuri. “Menjauh dariku!!” Yuri berusaha mati-matian untuk menjauhkan Jessica dari dirinya, tetapi gadis berambut coklat itu tidak mundur sejengkal pun.

“Got you!!” Jessica meluncurkan serangan penuh pada pinggan Yuri. Dia menggelitiki gadis bertubuh tinggi itu dengan segenap tenaga.

Yuri tidak mampu menahan tawanya lagi. “Hentikan, Sica. Hentikan. Geli.”

“TIdak akan. Ini baru permulaan,” Jessica tertawa semakin puas.

“Hentikan, Sicaaaa…. Tolong aku!!” Yuri berhasil bicara di antara tawanya.

Hal itu membuat tawa Jessica semakin keras.

“Sica.” Suara seorang wanita menghentikannya.

Jessica menoleh ke belakang dan melihat kedua orang tua Yuri di pintu. “Oh, Ahjumma, Ahjussi.” Dia cepat-cepat berdiri tegak. Continue reading


28 Comments

Remember Me (Chapter 12)

Title         : Remember Me

Author    : 4riesone

Genre      : Fluff, Romance, Yuri

remember me

Wake Up – Chapter 12

Jessica sedang duduk di sofa, menunggu dokter dan para perawat menyelesaikan pekerjaan mereka. Mereka sedang melakukan beberapa pemeriksaan pada Yuri, untuk memeriksa fungsi motoriknya, kemampuan sensoriknya dan terutama adalah ingatannya. Jessica menunggu dengan khawatir bersama ibu Yuri di sisinya. Wanita itu pun tidak tampak santai sama sekali. Jessica melihat bagaimana wanita itu terus menerus mengetukkan kakinya sejak tadi sambil terus menatap tegang pria dalam balutan jas putih di seberang ruangan. Sayangnya, ayah Yuri dan kakaknya harus sudah kembali ke Goyang karena urusan pekerjaan mereka.

Jessica segera beranjak dari tempat duduknya saat akhirnya dokter menyelesaikan pemeriksaannya pada Yuri. Dengan cepat dirinya telah menghampiri dokter tersebut, diikuti oleh ibu Yuri.

“Bagaimana kondisinya?” Tanya ibu Yuri.

“Dia baik-baik saja. Semuanya berfungsi dengan baik.” Dokter itu menjelaskan.

Jessica dapat merasakan semua perasaan tegang dalam dirinya meluluh seketika mendengar kata-kata tersebut. Tetapi masih ada satu hal lain yang dia perlu konfirmasi sebelum bisa tenang sepenuhnya.

“Bagaimana dengan ingatannya, Sonsaengnim?”

“Ingatannya juga baik. Walaupun sepertinya dia tidak bisa mengingat kecelakaan itu. Tapi itu masih normal mengingat benturan yang terjadi pada otaknya. Kami akan terus memantau kondisinya untuk memastikan lebih lanjut,” ucap pria itu.

Dokter itu melanjutkan penjelasan mengenai kondisi Yuri saat ini dan pengobatan yang dia butuhkan ke depannya yang terutama ditujukan kepada ibu Yuri. Jessica pun tidak terlalu memperhatikan. Saat itu, yang diinginkan Jessica adalah berlari dan memeluk gadis yang terbaring itu. Dia sangat bahagia. Pertama-tama, Yuri sudah bangun. Dan kedua, Yuri baik-baik saja. Tidak ada hal buruk yang terjadi. Saat itu, dia harus benar-benar berusaha sekuat tenaga untuk mengontrol dirinya agar tidak bertingkah gila di depan keluarga Yuri, dokter dan para perawat.

Dia menunggu hingga dokter dan para perawat pergi dan kemudian menunggu lagi giliran ibu Yuri untuk berbicara dengan putrinya. Dia berusaha untuk tetap tenang, walaupun dia tidak mampu menahan dirinya untuk terus tersenyum sepanjang waktu. Continue reading