rara0894

All about TaeTiSeo and GG

SICK ENDING

8 Comments

Tittle         : SICK

Cast          : Kim Taeyeon

Genre        : Genben, Thriller, hurt

 

 

“Tt..Taeyeon?”

Pria yang di panggil namanya itu tak menggubris, ia hanya mengumbar senyum seringainya pada pria yang sengaja ia ikat kaki dan tangannya pada bangku yang pria itu duduki.

“Kim Taeyeon, jadi..semua itu kau pelakunya?”

“………”

Sekali lagi, tak ada jawaban dari Taeyeon. Bahkan sekarang ia beranjak mendekat ke arah Siwon yang tak lepas memandangnya.

Siwon terus memperhatikan setiap gerak-gerik Taeyeon, ia merasa harus was-was pada setiap apa yang akan di lakukan oleh Taeyeon, pria yang sudah lama tak pernah ia temui.

Siwon menggernyitkan dahi saat ia melihat Taeyeon sedang berusaha mengambil sesuatu dalam kantong Hoodinya.

“Nah, ini dia” Siwon membelalakan matanya saat melihat Taeyeon memegang selembar Photo yang mana dalam foto itu terlihat jelas gambar seseorang yang sangat ia kenal.

“Tiffany?” Lirih Siwon sambil memandang lekat ke arah foto itu.

“Hahahaha…Mwo? Ternyata kau masih ingat Siwon-ah.”

“Taeyeon-ah…ap..apa yang kkk..kau inginkan dariku?”

Tanpa menjawab pertanyaan dari Siwon dengan amarah yang memuncak Taeyeon mendekatkan foto Tiffany ke wajah Siwon berharap agar Siwon dapat melihat foto itu lebih dekat.

“Kau lihat senyum nya? Dia…dia wanita yang sangat ku cintai”  Taeyeon beralih membelakangi Siwon lalu melanjutkan ucapan nya dengan nada gemetar menahan tangis. “Aku…aku mencintainya, itu ku sadari setelah kami menghabiskan waktu bersama. Tapi..tapi KAU..!!”  Teriak Taeyeon di akhir kalimatnya sembari membalikkan tubuhnya menghadap Siwon yang kini memandangnya dengan perasaan yang berkecamuk.

Taeyeon mencengkram dadanya yang terasa sesak lalu dengan perlahan ia melanjutkan ucapannya sambil memandang Siwon dengan tatapan tajam yang menusuk. “Kau..terus memaksaku melakukannya. Brengsek…KAU !” Tunjuk Taeyeon.

“KAU CHOI SIWON !! LAKI-LAKI BRENGSEK .. BAJINGAN !!”

BUUUK…BUUUKK….

Dengan amarah yang semakin tak terkendali Taeyeon menghadiahi Siwon dua pukulan yang cukup keras hingga menyebabkan sudut bibir Siwon mengeluarkan sebercak darah segar.

“Hhh..hhh…” Nafas Siwon memburu ia meludah untuk menghilangkan rasa anyir dalam mulutnya.

“Bukankah…kau sendiri yang menerima tawaranku bodoh?”

Taeyeon terdiam mendengar kalimat yang di katakan Siwon barusan, dengan kuat ia menggenggam kedua tangannya menahan emosinya yang semakin memuncak.

Perlahan Siwon mengarahkan pandangannya pada Taeyeon yang masih menatapnya dengan tajam. “Lalu, kenapa kau  hanya menyalahkanku dan teman-temanku?” Dengan tampang mengejek Siwon berkata “Kau juga sama brengseknya denganku Kim Taeyeon”

 

DEBUGG !!!

Habis sudah kesabaran Taeyeon, ia mengambil tongkat BaseBall yang kebetulan  terletak di bawah kakinya lalu dengan cepat memukulkannya berulang kali ke kepala Siwon hingga menyebabkan kepala pria bermarga Choi itu terluka cukup parah.

“AKU….BUKAN…SEPERTI MU !!!” Lagi, Taeyeon berteriak penuh penekanan sambil  terus memukulkan tongkat Baseball itu ke kepala Siwon. Sementara itu Siwon hanya bungkam dan menerima setiap pukulan yang di layangkan Taeyeon padanya. Mengingat kaki dan tangannya yang masih terikat.

.

FlashBack

.

“Khhhaahhh….”

Taeyeon menghirup udara segar pagi hari itu, hari ini ia berencana akan menikmati hari-harinya dengan bekerja paruh waktu sebagai pelayan di kedai kopi milik paman Kang. Ya, sudah hampir 2 bulan ia bekerja bersama paman Kang. Namun Taeyeon sadar bahwa gaji dari pekerjaannya tidaklah cukup untuk membiayai kuliah dan apertemen kecilnya. Sooyoung sahabatnya itu pun hanya dapat membantunya dengan uang seadanya yang ia punya, di tambah lagi Bu Nena selaku pemilik apertemen yang ia sewa hampir setiap harinya datang hanya untuk menagih uang sewa yang telah menunggak.

“KU BERI KAU WAKTU 1 MINGGU, JIKA KAU TAK SANGGUP BAYAR, MAKA ANGKAT KAKI DARI APERTEMENKU !!” Baik Taeyeon maupun Sooyoung hanya menundukkan kepala mereka tanpa menjawab bentakan dari ibu Nena, mereka berdua tak tau harus melakukan apa lagi.

.

.

“Ada apa Taeyeon?”Tanya pria paruh baya itu pada Taeyeon yang berdiri di hadapannya dengan pandangan tertunduk.

“Mmm..mianhae paman, tt..tujuanku kemari. Aku ingin mm..meminta bantuanmu”

Paman Kang menggernyitkan dahinya sambil menunggu apa selanjutnya yang akan di katakan oleh anak buahnya itu.

“Bolehkah aku meminjam uangmu paman?”

“Berapa yang kau inginkan Taeyeon?”

Perlahan Taeyeon mengangkat kepalanya lalu memandang paman Kang dengan penuh keyakinan. “Sekitar 2 juta won”

Mendadak paman Kang terdiam setelah mendengar penuturan Taeyeon. Jujur, sebenarnya ia ingin membantu Taeyeon, mengingat Taeyeon termasuk pekerja yang rajin dan jujur. Namun, mendengar jumlah uang yang ingin pemuda itu pinjam darinya, sungguh ia tak mampu mengeluarkan uang sebanyak itu.

“Maafkan aku Taeyeon, bukan aku tak mau membantu. Hanya saja…uang yang ingin kau pinjam itu termasuk jumlah yang besar dan aku tak punya uang sebanyak itu. Sekali lagi maafkan aku”

Lama Taeyeon terdiam bersama pikirannya. Mengumpulkan sedikit keberanian ia pun berusaha tersenyum memandang paman Kang.

“Baiklah, aku mengerti. Kalau begitu..aku permisi paman. Maaf telah menganggumu”

Taeyeon melangkah cepat meninggalkan paman Kang yang masih memandangnya dengan iba.

.

Hari sudah beranjak malam, Taeyeon masih berkeliaran di jalanan dengan perasaan yang berkecamuk di hatinya. Ia mengacak-acak rambutnya frustasi, pikirannya kacau saat ini, ia benar-benar tak dapat berpikir jernih saat ini.

Entah sudah berapa lama Taeyeon duduk di sini sambil menghadap ke arah sungai Han yang terlihat tenang.

Sedikit demi sedikit ia teguk sekaleng bir di tangannya. Setelah habis satu kaleng maka dengan cepat ia meremas kaleng bir itu lalu melemparnya jauh di hadapannya. Kemudian ia melanjutkan kembali meneguk kaleng bir selanjutnya. Ia melepas rasa frustasinya hari itu dengan menegak beberapa kaleng bir yang ia beli.

“Aku baru tahu, pria sepertimu bisa meminum 5 kaleng bir sekaligus. DAE…BAAKK !!”

PROOKK..PROOK..PROOKK..

Taeyeon mengalihkan tatapannya saat mendengar suara pria yang femiliar di telinganya. Pria itu adalah Choi Siwon dan teman-temannya, mereka merupakan sekelompok pria yang terkenal dengan kenakalan dan keonarannya di kampus. Siapa yang tak kenal mereka. Namun, mau apa mereka menghampiri Taeyeon? Apa yang mereka inginkan? Apa mereka ingin menjadikan Taeyeon salah seorang korban bullyan mereka selanjutnya hari ini? Oh tidak, jangan sekarang ! Karena Taeyeon saat ini sangat tidak ingin di ganggu. Dengan kata lain ia ingin sendiri.

Tanpa menjawab ucapan Siwon dengan cepat Taeyeon mengambil tasnya lalu beranjak pergi dari tempat itu. Ia tidak ingin berurusan dengan orang seperti Siwon dan teman-temannya. Namun baru beberapa langkah salah seorang dari mereka menahan kepergian Taeyeon.

TAP…TAP..TAP..

Dapat Taeyeon dengar langkah kaki seseorang yang berjalan mendekatinya.

Perlahan Taeyeon mengangkat kepalanya untuk memandang seseorang itu yang kini telah berdiri di depannya.

“Apa yang kau inginkan Siwon? Ku mohon jangan ganggu aku” Belum sempat Taeyeon akan melangkahkan kembali kakinya, Siwon lagi-lagi berhasil menghentikannya.

“Aku sudah tahu bagaimana keadaanmu. Dan apa yang kau butuhkan sekarang” Ucapan Siwon berhasil membuat Taeyeon bungkam

“Kau ingin uang bukan?”

“Kau…bagaimana kau?”

“hahahahaha…..” Tawa Siwon yang di ikuti oleh teman-temannya

“Taeyeon..Taeyeon…”Siwon menghela nafas lalu melanjutkan ucapannya dengan wajah sumringah.

“Kau tau, sudah lama aku menginginkanmu. Sejak lama aku tertarik padamu”

“Apa maksudmu?”

“Tiffany Hwang…” Taeyeon menggernyitkan dahinya.

“Kau tau dia kan?” Cukup lama terdiam Taeyeon pun mengangguk

“Satu hari yang lalu aku menyatakan cintaku pada Tiffany di hadapan banyak orang. Namun kau tahu apa yang dia lakukan?”

.

Flashback in Flashbcak

.

Byyuurrr…

Siwon Shock atas apa yang ia terima saat ini di hadapan semua orang. Tiffany, gadis yang baru saja ia tembak itu telah berani menolaknya mentah-mentah dan tidak hanya itu, gadis itu juga berani menyiraminya dengan air jus yang ia pesan. Sambil mengucapkan satu kalimat yang membuat Siwon bungkam namun menahan beribu rasa kesal di hatinya. Ia sungguh tak dapat menerima perlakuan gadis itu padanya. Ini benar-benar memalukan.

“Pria brutal sepertimu sama sekali tak pantas bersanding denganku” Ucap Tiffany yang kemudian di sambut sorakan serta tepukan tangan dari mahasiswa-mahasiswa lainnya yang melihat kejadian itu.

Siwon mencengkram dadanya yang terasa sakit, perlahan ia menutup kedua matanya menahan emosi yang memuncak di elu hatinya. Sikap dan ucapan Tiffany padanya benar-benar di luar batas. Hinaan yang gadis itu lontarkan padanya tidak dapat ia lupakan dan sejak saat itu pulalah ia bertekat akan selalu menganggu kehidupan gadis itu bahkan tidak tertutup kemungkinan suatu saat ia juga akan menghancurkan hidup gadis bermarga Hwang itu.

.

Flashback in Flashback End

.

“Semenjak saat itu aku berencana akan membalas apa yang telah gadis busuk itu lakukan padaku. Aku terus mencari, siapa kira-kira yang dapat membantuku. Lalu satu minggu setelah kejadian itu aku melihat suatu kejadian yang tak terduga saat kau dengan gagahnya menolong gadis keparat itu dari seorang pencopet.”

Kemudian Siwon melangkah mendekat ke arah Taeyeon lalu membisikkan sesuatu kepada pria berkulit putih tersebut. “Dapat ku lihat dengan jelas, betapa gadis busuk itu langsung terpesona padamu Kim Taeyeon”

.

Flashback in Flashback

.

“Tolong !! Tolong…!! dompetku, tolong !!”

Tiffany terus berteriak meminta pertolongan pada siapa saja yang ada di sekitarnya dan tanpa menunggu waktu lama Taeyeon dengan cepat berlari mengejar pencopet itu. Beruntung pencopet itu tak sempat menaiki taksi di depannya karena Taeyeon telah lebih dulu menarik pencopet itu lalu melayangkan beberapa kali pukulan keras ke wajah pencopet itu hingga membuat pencopet itu menyerah lalu segera mengembalikan dompet yang telah ia curi.

.

“Igo” Tiffany menerimanya dengan cepat lalu segera memeriksa isinya takut-takut jika isi dalam dompetnya telah berkurang.

“Apa semuanya masih lengkap?” Tiffany menangguk lalu tersenyum pada Taeyeon

“Gomawo, sudah menolongku.”

“Nde, sama-sama” Balas Taeyeon lalu beranjak pergi, namun langkah Taeyeon terhenti saat tiba-tiba Tiffany menahannya.

“Ada apa?” Tanya Taeyeon bingung

“Tidak” Geleng Tiffany. “Hmm…Sepertinya aku pernah melihatmu..” Tiffany menggernyitkan dahinya sambil terus memperhatikan wajah Taeyeon dengan seksama.

PLAK dengan cepat Tiffany menepuk kedua tangannya, ia tampak baru saja mengingat sesuatu. Dengan senyum manisnya ia memandang Taeyeon yang kini terlihat semakin bingung.

“Bukankah kau salah seorang mahasiswa di Sunkyukwan?” Taeyeon mengangguk

“Ya ampun, ternyata benar itu kau” Tiffany tertawa sambil menepuk tangannya, sementara Taeyeon yang melihat itu hanya menggernyitkan dahinya bingung.

“Ehhm..perkenalkan aku Tiffany, Tiffany Hwang.” Ucap Tiffany sambil mengulurkan tangannya pada Taeyeon. “Aku juga mahasiswa Sunkyukwan, aku sering melihatmu di perpustakaan universitas. Kita sering bertemu tapi tak pernah saling menyapa. Hehehe..”

Taeyeon mulai mengingat bahwa ia memang pernah bertemu dengan gadis di depannya ini. Tanpa ragu-ragu Taeyeon menerima uluran tangan gadis cantik itu.

“Kim Taeyeon, namaku Kim Taeyeon” Tiffany mengangguk dengan senyum manis yang masih melekat di wajah cantiknya.

“Senang bertemu denganmu Tae”

Mereka saling mengumbar senyum satu sama lain, tanpa mereka sadari seseorang telah lama memperhatikan mereka dari kejauhan dengan tatapan tajam dan perasaan amarah yang memuncak karena dendamnya yang semakin membara pada gadis cantik yang kini terlihat senang berbincang bersama pemuda yang sangat ia kenal, pemuda itu Kim Taeyeon, teman sekelasnya dalam beberapa mata kuliah.

.

Flashback in Flashback END

.

“Kau ingin aku melakukan apa pada gadis itu?” Tanya Taeyeon setelah dia mendengarkan penjelasan singkat dari Siwon tentang pertemuannya dengan Tiffany waktu itu.

“Gampang saja, aku hanya ingin kau melakukan 2 hal untuk ku.”

“2 hal?”

“Ya, 2 hal. Pertama aku ingin kau mendekati Tiffany dan buat dia semakin terpesona denganmu. Lalu kedua setelah tiba waktunya bawa gadis bodoh itu padaku”

Cukup lama berpikir, Taeyeon pun tersenyum mengejek lalu bersiap untuk beranjak dari tempatnya. Ia merasa apa yang di tawarkan padanya bukan hal yang penting yang harus ia lakukan. Dengan kata lain hal itu sesuatu yang sangat bodoh. Yang benar saja, banyak hal penting lainnya yang harus ia lakukan ketimbang menggoda seorang wanita.

“Mianhae, aku tak tertarik pada tawaranmu. Silahkan kau cari  orang lain saja”

Taeyeon berbalik meninggalkan Siwon namun langkahnya terhenti saat Siwon berkata jika ia akan membayarnya 5 juta won.

“Bagaimana jika aku membayarmu 5 juta won? Ani, tidak hanya 5 juta won, tapi aku juga akan membiayai uang kuliahmu setiap semesternya”

Menghela nafas Tayeon memutar tubuhnya hingga menghadap Siwon.”Ku katakan sekali lagi, aku..tak tertarik..dengan tawaranmu. Jadi silahkan kau cari orang lain saja. Arraso?” Jawab Taeyeon penuh penekanan. Mendengar Taeyeon terus menolak tawaran Siwon membuat Park Jun Su salah seorang teman Siwon yang berada di sana jadi memanas sehingga membuatnya hampir akan melayangkan pukulannya ke wajah pria berkulit putih itu. Namun hal itu segera di cegah oleh Siwon, pria bermarga Choi itu tak ingin rencananya gagal karena sikap temannya yang gegabah.

Maka hari itu, Kim Taeyeon dengan yakin menolak tawaran Siwon. Dan pada hari itu juga Siwon membiarkannya. Namun tak ada yang tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Dan pria bermata elang itu hanya akan menunggu waktu dimana Kim Taeyeon akan kembali padanya dan memohon atas tawarannya tadi karena Siwon tahu jika Taeyeon sangat butuh uang dan pria pendek itu pasti akan melakukan apa pun untuk mendapatkannya.

.

5 hari berlalu sejak kejadian itu. Taeyeon masih menjalani hari-harinya seperti biasa. Hingga pada suatu hari, saat  Taeyeon pulang ke apertemennya dengan shock ia melihat Sooyoung sahabatnya terkapar tak berdaya di depan apertemen mereka, dengan perasaan khawatirnya Taeyeon membantu sahabatnya itu masuk ke apertemen mereka.

“Ada apa Soo? Apa yang terjadi? Siapa yang memukulmu?” Tanya Taeyeon panik setelah kini mereka berada dalam apertemen.

“Bb..bu Nena..dia..dia datang lagi, kali ini dia membawa anak buahnya. Bu Nena mengancam akan mengusir kita dari sini jika besok kita tak melunasi hutang kita Taeng.” Taeyeon bungkam, ia tak menyangka jika ibu pemilik apertemennya ini akan melakukan tindakan anarkis seperti ini. Jika sudah seperti ini apa yang harus Taeyeon lakukan? Choi Siwon? Apakah dia harus mendatangi pria itu? Oh tuhan.. Taeyeon benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.

.

Choi Siwon tersenyum saat sore itu Taeyeon mendekatinya di kelas.

“Mwo?”

“Aku…hmm..akk..aku…” Siwon semakin menahan tawanya saat melihat Taeyeon gelapan. Sebenarnya ia tahu apa yang akan pria kulit putih itu katakan padanya. Namun Siwon tetap menunggu sampai pria itu benar-benar mengatakannya.

“Apa..tawaranmu waktu itu masih berlaku?” Tanya Taeyeon akhirnya dan itu sukses membuat Siwon tertawa bersama kedua temannya yang lain.Akhirnya apa yang ia nanti-nantikan beberapa hari ini terjadi. Taeyeon mendatanginya kembali lalu menanyakan tentang tawarannya waktu itu dan BINGO.. Semua yang ada di pikirannya waktu itu terjadi.

“Dan..apakah kau benar-benar akan memberikanku 5 juta won jika aku melakukan apa yang kau tawarkan?” Tanya Taeyeon lagi.

“Bukan hanya 5 juta kid, tapi aku juga akan membiayai uang kuliahmu per semesternya sampai kau lulus dari universitas ini.” Mendengar jawaban pasti dari Siwon membuat Taeyeon semakin yakin akan keputusan untuk menerima tawaran tersebut.

“Baiklah.. kalau begitu katakan apa langkah awal yang harus ku lakukan”

.

Siwon benar-benar memegang ucapannya, setelah Taeyeon menerima tawarannya dengan percaya diri dia langsung memberi uang tunai sebesar yang ia janjikan.

Tentu saja Taeyeon langsung menerimanya dengan senang hati karena saat itu ia juga sangat membutuhkan uang.

Ada dua misi yang harus Taeyeon lakukan, pertama dia harus memulai pendekatan dengan Tiffany lalu buat gadis itu terpesona padanya sehingga akhirnya ia bisa melanjutkan pada misi kedua yaitu membawa Tiffany pada Siwon dkk.

.

Langkah awal yang Taeyeon lakukan ialah berusaha menonjolkan diri di hadapan Tiffany hingga membuat gadis itu menyadari akan kehadirannya.

“Oh Taeyeon-ah, “ Taeyeon menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil berusaha mengukir senyum di wajahnya. Ini sudah kesekian kalinya ia bertemu dengan Tiffany di perpustakaan.

“Oh, haii Panny-ah, kau juga di sini” Balas Taeyeon sedikit canggung. Tiffany mengangguk lalu tersenyum. “Nde, aku ingin meminjam buku Sosiolinguistik, aku agak lemah pada mata kuliah ini jadi aku harus lebih ekstra mempelajarinya”

“Oh jinja?? Sayang sekali, padahal aku juga ingin meminjam buku itu. Hehehe…tapi sepertinya buku itu hanya tinggal satu”

“Oh mianhae..jika kau mau kau boleh meminjamnya lebih dulu” Ucap Tiffany sambil menyodorkan buku yang ia pegang ke arah taeyeon.

“Ah tidak perlu Panny. Kau yang lebih dulu menemukannya”

“Hmmm…” Tiffany tampak berpikir hingga akhirnya ia tersenyum lalu berkata dengan ceria. “Karena kita sama-sama membutuhkannya, bagaimana jika kita mempelajari buku ini bersama? Pasti sangat menyenangkan”

“Oh jinja?” Tiffany mengangguk

“Baiklah, sehabis pulang kuliah kita bertemu di mana?”

“Datang saja ke apertemenku. Kita belajar di sana” Taeyeon mengangguk lalu mereka tertawa bersama. Tak ada yang tahu bahwa saat itu seseorang tengah memperhatikan mereka dari tadi. Siapa lagi seseorang itu jika bukan Choi Siwon.

‘Kau melakukannya dengan baik kid’ Batin Siwon sambil mengukir senyuman licik ke arah gadis yang sangat ia benci saat ini.

.

Hari itu pada bulan agustus 2008, Siwon berencana mengganggu Tiffany. Gadis cantik itu terus berontak saat Siwon mencoba untuk menciumnya.

“Ya lepaskan Choi Siwon !”

“Ayolah sayang… sampai kapan kau terus menolak ku seperti ini huh?”

“Tingkahmu benar-benar membuatku muak Siwon ! Harus berapa kali ku katakan bahwa aku tidak memiliki perasaan apapun padamu !”

“Cih..kau sombong sekali huh?” Karena emosinya yang tak terbendung membuat Siwon siap melayangkan tamparannya ke wajah Tiffany, namun sebelum hal itu terjadi Taeyeon telah lebih dulu menahannya.

“Jjj..jangan mengkk..kasarinya ss..seperti itu !” Tak ada yang menyadari saat Taeyeon mengucapkan hal itu malah membuat Siwon tersenyum. Karena ya..memang inilah rencananya membuat Taeyeon seolah-olah menjadi pehlawan bagi Tiffany untuk kesekian kalinya. Dan Siwon yakin lambat laun Tiffany akan semakin jatuh dalam jebakannya melalui pesona dari Kim Taeyeon.

“Haiishh !! Ya pendek ! kau jangan ikut campur ! sebelum aku melayangkan pukulan ke wajahmu ada baiknya kau minggir dari sini !” Good Siwon, kau melakukan aktingmu dengan baik. Di tambah lagi satu pukulan yang Siwon berikan pada Taeyeon. Sukses membuat Tiffany benar-benar percaya bahwa Siwon benar-benar melukai Taeyeon yang hendak menolong Tiffany.

“Choi Siwon, kau benar-benar keterlaluan  !! Sebaiknya kau pergi dari sini ! Aku tidak  ingin melihatmu !!”

Good Job, akhirnya rencana Siwon berjalan dengan sukses.

.

Setelah kejadian itu Tiffany mengobati luka Taeyeon dengan hati-hati. Sampai akhirnya hal yang tak terduga Tiffany ucapkan berhasil membungkam Taeyeon.

“Taeyeon…aku benar-benar merasa nyaman jika bersama dengan mu” Mendengar itu entah mengapa membuat Taeyeon sedikit merasa bahagia, Pria tampan itu tersenyum lalu mengelus kepala Tiffany yang bersandar di bahunya.

.

Taeyeon tak henti-hentinya tersenyum membayangkan bagaimana romantisnya dia bersama Tiffany.

DREET..DREET…

Suara ponsel Taeyeon berdering, terlihat jelas bahwa yang menelpon saat ini adalah Siwon.

“Yoboseyo?”

“Nde, Siwon-ah. Waeyo?”

“Aktingmu lumayan kid, kerja bagus untuk hari ini”

Taeyeon menghela nafas, sebenarnya semakin lama Taeyeon semakin menyesali perbuatannya. Ia tak ingin melanjutkan rencana sialan ini, tapi .. jika dia menolak untuk melanjutkannya Siwon malah akan mengancam untuk menagih seluruh uang yang pernah ia berikan pada Taeyeon. Tentu saja Tayeon takut, karena dia tak akan mampu membayarnya.

“Oh iya, uang semestermu sudah ku transfer ke rekeningmu. Kau bisa cek sekarang. Dan satu lagi, aku minta maaf karena telah memukulmu. Itu ku lakukan agar akting kita tidak kelihatan kid, kau mengertikan?”

“Nde, arraso.Terimakasih nanti akan ku cek” Dengan begitu Taeyeon segera mematikan ponselnya, ia semakin merasa bersalah pada Tiffany. Oh tuhan..apa yang harus dia lakukan.

.

Hari demi hari berlalu dan ini sudah hampir memasuki bulan ke-12 di tahun 2008. Seoul pada saat itu di selimuti salju putih, malam tahun baru pada waktu itu merupakan puncaknya bagi Taeyeon untuk menyelesaikan misi pertamanya, yaitu membuat Tiffany jatuh cinta padanya. Dan apa kalian tahu? Malam itulah Taeyeon menyatakan cintanya pada Tiffany dan sesuai rencana Tiffany ternyata dengan senang hati menerima cinta itu. Dan hal itu sungguh membuat Taeyeon miris. Ia sedih dan kecewa pada dirinya sendiri, betapa teganya dia pada Tiffany, betapa sedihnya gadis itu nanti jika ia tahu bahwa semua ini telah di rencanakan oleh Siwon untuk menghancurkan Tiffany.

.

Kini Taeyeon telah resmi menjadi kekasih Tiffany Hwang, seorang gadis populer di kampusnya, gadis yang terkenal cantik, pintar dan ramah. Ya, semakin Taeyeon menjalani hari-harinya bersama Tiffany semakin Taeyeon merasa menyesal. Di satu sisi ia tak ingin melanjutkan rencana bodoh itu, kalau perlu ia akan jujur pada Tiffany dan berusaha meyakinkan gadis itu jika kali ini ia benar-benar telah jatuh cinta pada Tiffany dan akan menjauhkannya dari Siwon yang berniat untuk menghancurkan gadis cantik itu namun di sisi lain ia takut pada ancaman Siwon di tambah lagi saat ia tahu jika Siwon memiliki seorang kerabat yang merupakan kepala kepolisian di negara ini.

Pengecut?

Ya, kalian boleh mengatainya pengecut dan pecundang karena memang semua itu keyataan yang tak bisa Taeyeon indahkan. Nyalinya benar-benar ciut saat menghadapi Siwon.

.

And FINALLY

Akhirnya tibalah pada puncaknya, di mana Siwon meminta Taeyeon untuk segera menyelesaikan misi kedua mereka. Ya, hari itu Siwon dkk menunggu kedatangan Taeyeon di depan apertemen kecilnya.

“Akhirnya kau pulang juga kid?”

“Aku turut bahagia malam ini untukmu kid. Kau benar-benar menakjubkan.. tapi kau jangan lupa, pada perjanjian awal kita”

“Khhaaahhh…kaja teman-teman, kita pergi”

Taeyeon semakin bimbang, pikirannya kacau, dia tak tahu harus bagaimana.

‘Tidak..tidak Taeyeon ! Kau tidak boleh bimbang ! Hanya tinggal satu misi lagi, setelah itu kau bebas menjalani kehidupanmu dengan normal’ Ujar Taeyeon mencoba meyakinkan dirinya kembali.

.

Tidak terasa hubungan Taeyeon dan Tiffany saat itu telah menginjak 1 tahun dan inilah akhirnya, akhir di mana Taeyeon harus menyaksikan pembantaian itu.

“Yoboseyo”

“Hari ini aku akan mengunjungi Tiffany di apertemennya. Jika kau ingin menyelesaikan misi kedua sebaiknya kau datang” Taeyeon segera mendial smartphonennya. Semakin kesini dia semakin gugup. Oh Tuhan, tolong lindungi Tiffany.

.

Ceklek

“Taetae” Seru Tiffany dengan ceria saat taeyeon telah datang ke apertemennya.

Entah mengapa melihat Tiffany saat ini meningkatkan hasrat dalam jiwanya untuk memiliki Tiffany seutuhnya. Ya, di satu sisi ia benar-benar telah jatuh begitu dalam pada pesona Tiffany. Dan hari itu juga mereka melakukan hal yang tak seharusnya mereka lakukan sebelum menikah.

.

Saat Taeyeon telah mencapai puncak kenikmatannya, tiba-tiba saja smartphonenya berbunyi menandakan ada pesan masuk. Saat tengah bercinta tanpa sepengetahuan Tiffany Taeyeon berusaha mengambil smartphonenya yang telah ia letakkan sebelumnya di meja samping ranjang Tiffany. Dan saat itulah ia membuka pesan yang masuk dalam smartphonenya.

FROM : SIWON

‘Kid sebaiknya cepat kau selesaikan kegiatan bercintamu bersama gadis jalang itu karena sekarang aku dan kedua temanku sudah berada tepat di balik pintu kamar Tiffany’

Taeyeon membelalakkan matanya lalu dengan cepat ia menyelesaikan kegiatanya dan segera melepas juniornya yang berada dalam kewanitaan Tiffany.

“Panny-ah.. tetaplah berbaring di sini”

“Kau mau ke mana Tae?”

“Panny-ah… apa kau menyesalinya?” Tanya Taeyeon datar setelah ia memakai seluruh pakaiannya kembali.

“Apa maksudmu Tae? Tentu aku tidak akan menyesalinya… karena aku mencintaimu”

‘karena aku mencintaimu’

‘karena aku mencintaimu’

DEG

Ungkapan tulus dari Tiffany berhasil meluluhkan Taeyeon, namun dengan cepat Taeyeon menepisnya lalu perlahan beranjak membelakangi Tiffany. Melihat gelagat aneh dari kekasihnya membuat Tiffany segera menghampirinya lalu memeluk kekasihnya dari belakang.

“Kau kenapa Tae? Sikapmu terlihat aneh, apa kau baik-baik saja?”

Taeyeon berusaha menahan airmata yang hendak keluar dari matanya.

“Mianhae Panny-ah…”

.

Dan saat itulah, mala petaka itu terjadi. Saat di mana Taeyeon membukakan pintu untuk Siwon dkk yang telah bersiaga di balik sana, saat di mana Tiffany terkejut akan kehadiran Siwon, saat di mana Tiffany mulai mengetahui semuanya, mengetahui bahwa semua yang terjadi antara dia dan Taeyeon hanyalan sebua kebohongan yang di ciptakan oleh Siwon si pria brengsek yang tak henti-hentinya mengganggu kehidupannya.

Tiffany sungguh kecewa, sakit, sedih dan hatinya benar-benar hancur setelah mengetahui kebenaran ini.

.

“Wae Tae? Wae?”

Taeyeon gemetar, dia menangis ketakutan saat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana dia menyaksikan Tiffany, gadis yang hampir 1 tahun lamanya telah banyak mengukir kenangan indah bersamanya harus menghadapi kenyataan buruk dalam hidupnya. Ya, Tiffany di perkosa secara brutal tanpa belas kasihan oleh Siwon dan juga teman-temannya. Mereka memperlakukan Tiffany bagai pelacur yang tak ada harganya.Awalnya Tiffany terus berontak sambil tak hentinya memanggil Taeyeon berharap kekasihnya itu akan menolongnya.

“Ttaeyeoon-ah….ttt..tolong aku !! akkkhhh….”

“Tae….Ttt..Tolong !!”

“Tae andwae !! Tae…!” Tiffany terus berteriak meminta tolong sembari mengulurkan tangannya ke arah Taeyeon berharap belas kasihan dari sang kekasih. Namun naas, Kim Taeyeon tetaplah seorang pecundang yang memilih untuk keselamatannya sendiri tanpa memikirkan Tiffany. Sampai akhirnya tak ada lagi teriakan meminta tolong dari gadis malang itu, Tiffany lelah dan tak berdaya. Untuk berteriak lagi saja dia tak mampu. Hati gadis itu benar-benar hancur, dia tak percaya bahwa kekasih yang amat ia cintai dan ia percaya selama ini tega menghancurkan hidupnya seperti ini. Hati Tiffany sungguh hancur berkeping-keping. Tak ada satupun yang tahu, betapa hancurnya perasaan Tiffany saat itu.

‘Kenapa Tae? Kenapa kau lakukan ini padaku? Aku mencintaimu dengan tulus..ku pikir kau berbeda dengan yang lain. Ternyata kau lebih kejam dari ketiga pria busuk itu. Aku kecewa padamu, hatiku hancur Tae, hatiku hancur saat kau enggan menolongku. Aku membutuhkanmu..di mana Taeyeon yang selalu ada untukku? Dimana Taeyeon yang selalu berusaha melindungiku dari apapun? Aku membencimu tapi … aku juga tak bisa berbohong jika aku masih mencintaimu. Aku mencintaimu Tae..Aku mencintaimu’ Batin Tiffany.

Siwon dan kedua temannya telah selesai bersenang-senang dan saat itu dapat Tiffany dengar dengan jelas bagaimana salah seorang dari mereka menyuruh Taeyeon untuk pergi.

“Kau boleh pergi Taeyeon. Ingat, hal ini jangan sampai ada yang tahu. Arraso?”

‘Andwae !! Taetae jangan..jangan pergi ! Jangan tinggalkan aku bersama mereka ! Aku takut Tae..hikz…hikz..ku mohon tetaplah di sini, tetaplah bersamaku.. hikz..hikz’ Lirih Tiffany dalam hatinya, gadis itu sungguh ketakutan, dia amat sangat mengenal Siwon. Laki-laki itu sangat nekad, dia akan melakukan apa saja untuk menghancurkan hidupnya.

Namun lagi-lagi hati Tiffany hancur berkeping-keping saat mendengar suara langkah kaki Taeyeon yang meninggalkan ruangan itu.

“Ah !!” Tiffany kesakitan saat dengan kasar Siwon menjambak rambutnya

“Bagaimana? Huh? Masih belagak sombong denganku?”

Tiffany berusaha meronta untuk melepaskan cengkraman Siwon pada rambutnya.

“Kau ku beri 2 pilihan sayang, menerimaku sebagai kekasihmu atau kau akan kubunuh saat ini juga”

CUUIIH

Kali ini Siwon benar-benar marah saat Tiffany meludahi mukanya, tak ada pengampunan lagi untuk gadis itu, dengan kasar Siwon menampar Tiffany lalu mengambil sebilah pisau dalam saku celananya dan..

SREEKK

“Arrrggghhh !!”

Tanpa belas kasihan Siwon menusukkan pisau tajam itu pada kedua mata indah milik Tiffany.Tak ada yang dapat menggambarkan betapa sakit yang Tiffany rasakan  saat ini.

Dengan kasar Siwon menjambak rambut Tiffany lalu menyeretnya hingga jatuh dari ranjang tidur. Siwon memerintahkan kedua temannya untuk membantunya menyiksa gadis malang itu tanpa belas kasihan.

‘BUKA PINTUNYA CHOI SIWON !! APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA !!?” Teriakan Taeyeon di luar sana tidak mengindahkan Siwon untuk tetap melanjutkan aksi brutalnya pada Tiffany. Jiwanya saat ini telah di kuasai oleh setan.

“Andwae !! Hajima !! Ttt..tolooong !!”

Dan sekali lagi Siwon menusuk kedua mata indah itu berulang kali sampai mengeluarkan banyak darah.Tubuh Tiffany kejang-kejang menahan kesakitan.

BRAAK

Pintu baru saja terbuka karena di dobrak oleh Taeyeon, namun sekali lagi Siwon tak menanggapinya, malah kini dia dan kedua temannya  tanpa merasa jijik mencungkil kedua mata Tiffany hingga copot.

‘Mata ini, mata ini yang selalu memandangku dengan tajam dan mengejek. Akan ku lenyapkan dan ku hancurkan kedua bola matamu ini Hwang !’ Ujar Siwon dalam hatinya.

Sampai ke titik terakhir di mana Siwon membabi buta menusuk leher Tiffany berulang kali hingga menyebabkan darah keluar begitu deras dari yang dia tusuk.

“INI SEMUA SALAHMU TIFFANY !! SALAH MU KARENA SELALU MENOLAK KU ! JIKA AKU TIDAK BISA MEMILIKIMU MAKA TIDAK ADA SATU PUN YANG BOLEH MEMILIKI MU !! UNTUK ITU KAU HARUS MATI TIFFANY !!!! ARRGGGGHHH !!!”

Dengan tenang Siwon berjalan ke arah Taeyeon seraya berkata “ Kau..anggap kau tidak pernah melihat apa pun hari ini Kim Taeyeon”

.

‘Aku akan membalaskan rasa sakit yang mereka torehkan padamu Tiffany. Aku berjanji padamu’

.

Karena kuasa paman Siwon sebagai kepala kepolisian maka seluruh kasus yang berkaitan tentang kematian Tiffany di tutup dengan alasan bahwa Tiffany melakukan bunuh diri dengan membakar tubuhnya. Padahal kenyataannya Tiffany di bunuh oleh Choi Siwon dan untuk menghilangkan kecurigaan beberapa pihak terutama kedua orangtua Tiffany yang saat itu masih di Amerika mereka membakar mayat Tiffany hingga menjadi abu lalu mengamankannya. Kedua orangtua Tiffany menerima begitu saja berita yang mereka terima bahwa putri mereka benar-benar tewas bunuh diri dengan membakar tubuhnya. Mereka shock dan sedih mendengar berita memilukan itu. Keluarga besar Hwang menolak saat akan di lakukan otopsi pada abu Tiffany, biarlah semua ini terjadi, untuk itu mereka hanya akan meminta abu putri mereka untuk di bawa pulang ke Amerika. Mereka akan menguburkan abu Tiffany di sana.

.

Dua bulan setelah kejadian itu Taeyeon benar-benar melakukan upaya balas dendamnya. Langkah awal yang ia lakukan adalah menghilang dari orang-orang yang mengenalnya, menghilang dari Sooyoung sahabatnya bahkan ia juga menghilang dari Siwon dkk. Namun sebenarnya Taeyeon bukan benar-benar menghilang tetapi dia hampir setiap saat terus memantau Siwon dan teman-temannya. Dia benar-benar memilih waktu yang tepat untuk melakukan rencananya. Dan akhirnya waktu itu tiba. Taeyeon menentukan target pertamanya, yaitu salah seorang teman Siwon yang ikut membunuh Tiffany.

Berdasarkan informasi yang ia dapat, targetnya saat ini tengah berada di sebuah Club dan beruntungnya targetnya tersebut hanya seorang diri.

“Hahh..hhhahhh..hhaaahhh..”

 

Deru nafas Taeyeon dengan keringat yang membanjiri tubuhnya. Taeyeon membasuh wajahnya dengan air yang mengalir dari keran wastafel. Saat ini Taeyeon sudah berada dalam Club yang menjadi tempat tujuannya.

“Hari ini…. kalian semua akan mati !”

.

Tanpa menunggu waktu lama Taeyeon telah berhasil mengunci targetnya dan dengan hati-hati dia selalu mengintai setiap pergerakan dari targetnya itu. Sampai akhirnya di tengah perjalanan

“Arrggghhh !!”

Taeyeon segera menusuk pisau yang ia genggam sedari tadi ke punggung pria itu berulang kali, lalu dengan cepat ia membalikkan tubuh pria yang menjadi target pertamanya untuk menghadap ke arahnya. Pria itu masih setengah sadar saat melihat Taeyeon  yang kini mulai membuka topi jas hujan yang ia kenakan. Alangkah terkejutnya pria itu saat melihat jika pria yang berusaha untuk membunuhnya adalah Kim Taeyeon.

“Kkk..ka…Arrgghhh !!!” Belum sempat pria itu berbicara, Taeyeon telah lebih dulu menancapkan pisau tepat ke dalam kerongkongannya.

Taeyeon mengukir sebuah marga seseorang di pipi korbannya. Marga itu terlihat begitu jelas bertuliskan “CHOI”.

‘Tunggu Siwon, sebentar lagi giliranmu tiba’

.

“Permisi dokter”

Tampak seorang dokter lengkap dengan jas putihnya membuka kaca matanya lalu memandang ke arah seorang suster yang datang tiba-tiba ke ruangannya

“Ada apa? Mengapa kau tampak resah seperti itu?”

“Ada pasien yang baru masuk hari ini. Dia terlihat sangat kacau, dia tak mau tenang, berulang kali dia melakukan tindakan anarkis pada setiap orang yang hendak mendekatinya”

“Mwo? Sekarang dimana dia?”

Dengan cepat Kwon Yuri, nama dokter itu berlari menuju ke arah di mana pasien baru itu berada.

“Hei, MENJAUH DARIKU !! ATAU AKU AKAN MEMBUNUHMU !!”

Yuri berusaha berjalan dengan hati-hati menuju pasien itu, dengan cepat dia menahan kedua tangan pasien itu hingga membuat pria bertubuh pendek itu tak berkutik mengingat tubuh Dr. Yuri lebih besar dari tubuhnya.

“Kim Taeyeon?” Eja Yuri saat melihat sebuah nama yang tertulis di gelang khusus pasien yang di kenakan oleh pria berkulit putih itu.

.

“Kunci pintunya, pastikan dia sudah di beri obat penenang” Ucap Yuri pada salah seorang suster.

.

Dalam ruangannya Yuri mulai membaca dokumen yang berisi mengenai biografi tentang pasiennya yang bernama Kim Taeyeon itu.

“Universitas Sunkyukwan?”

“Nde Dokter. Berdasarkan informasi yang kami dapatkan pasien bernama Kim Taeyeon merupakan alumni dari Universitas Sunkyukwan”

“Lantas apa yang menyebabkan dia bisa masuk ke dalam rumah sakit ini?”

“Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah kami lakukan. Pasien bernama Kim Taeyeon positif mengidap Skizofrenia Dokter. Berulang kali dia berhalusinasi bahwa ia telah membunuh seseorang dan akan segera membunuh seseorang lainnya. Padahal berdasarkan informasi dari masyarakat setempat yang mengenal pasien ini menyatakan jika tak ada sama sekali kasus pembunuhan yang terjadi. Bahkan.. ada salah seorang dari mereka yang mengaku melihat pasien bernama Taeyeon itu menusukkan pisau pada sebuah guling sampai guling itu hancur hingga menyebabkan kapas-kapasnya berserakan. Saat di tanya dia akan menjawab bahwa dia telah membunuh seseorang sambil tangannya menunjuk ke arah guling itu dokter. Itu informasi yang kami dapatkan”

‘Skizofrenia?’ Batin Yuri

Seperti yang kita ketahui bahwa Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis yang menyebabkan penderitanya mengalami delusi, halusinasi, pikiran kacau dan perubahan prilaku. Kondisi yang biasanya berlangsung lama ini sering diartikan sebagai gangguan mental mengingat sulitnya penderita membedakan antara kenyataan dengan pikiran sendiri. Dan itulah yang selama ini Taeyeon alami.

Semenjak kejadian beberapa tahun silam membuatnya tak dapat berpikir logis, dalam halusinasinya ia telah melaksanakan rencana balas dendamnya yaitu dengan membunuh Siwon dan teman-temannya yang terlibat dalam pembunuhan itu. Namun kenyataannya semua hal  itu hanyalan berdasarkan halusinasinya semata. Di mulai ketika ia mendatangi sebuah Club untuk membunuh targetnya di sana, kemudian menyelinap ke dalam mobil target keduanya lalu melakukan aksi membunuhnya. Semua itu tidak nyata terjadi tetapi melainkan hanya sebuah delusi. Di mana keyakinan Taeyeon yang salah karena bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya. Kim Taeyeon tak dapat membedakan mana kenyataan dan mana yang merupakan halusinasi. Namun karena ketromaannya pada masa itu, masa di mana dia menyaksikan sendiri pembantaian yang di lakukan Siwon pada Tiffany membuatnya kehilangan akal sehatnya hingga pikirannya menjadi tak terkendali. Sampai akhirnya Kim Taeyeon benar-benar menjadi orang yang tak waras.

Dan untuk Choi Siwon, kejadian saat di mana Siwon bersama pamannya yang menjabat sebagai kepala kepolisian berhasil menutup kasus pembunuhan Tiffany sehingga membuat mereka membakar jasad Tiffany sampai akhirnya abu milik Tiffany di bawa oleh pihak keluarga untuk di kebumikan dan lagi-lagi semua itu bukanlah kenyataan, karena semuanya berasal dari halusinasi yang di ciptakan oleh Taeyeon.

Kejadian yang sebenarnya ialah Paman Siwon yaitu Choi Hangnim saat mengetahui bahwa keponakannya telah membunuh seseorang membuatnya sangat marah lalu dengan terpaksa dia melaporkan Siwon tanpa mempedulikan status kekeluargaan mereka.

Dan berdasarkan bukti-bukti yang ada akhirnya Choi Siwon dan kedua temannya harus mempertanggung jawabkan apa yang telah mereka lakukan. Mereka mendekam di penjara selama batas waktu yang di tentukan berdasarkan Undang-Undang yang berlaku di negara itu.

Jadi kesimpulannya, Choi Siwon dan kedua temannya masih hidup sampai saat ini. Kejadian saat mereka di bunuh oleh Taeyeon semua itu tidak benar karena semuanya hanya sebuah delusi. Delusi di mana taeyeon berpikir jika dia telah membunuh mereka. Namun pada kenyataannya itu tidak benar.

Setelah mengetahui kenyataan ini kalian semua pasti merasa sulit untuk percaya bukan? Tapi tak dapat di pungkiri bahwa memang beginilah kenyataannya. Semua yang terjadi dari awal pembunuhan yang di lakukan Taeyeon sampai dia menculik Siwon lalu mengikat pria bermarga Choi itu di sebuah kursi semua itu sekali lagi hanya sebuah DELUSI dan bukan KENYATAAN.

.

FLASHBACK END

.

“LAKI-LAKI BRENGSEK .. BAJINGAN !!”

BUUUK…BUUUKK….

“AKU….BUKAN…SEPERTI MU !!!”

.

“Khhaahhh…” Kwon Yuri, dokter spesialis jiwa itu terlihat lelah melihat salah seorang pasiennya terus melakukan sesuatu yang berulang-ulang. Kebencian, cacian, sampai akhirnya pasiennya itu bertindak seolah-olah tengah melakukan pembunuhan. Entah harus berapa kali mereka memberikan obat penenang untuk pasien tersebut. Namun jika ia sadar maka ia akan kembali berulang melakukan apa yang menjadi kebiasaannya, berperan menjadi seorang psikopat.

“Siapa kali ini Sunny?” Tanya Yuri pada suster yang ikut menyaksikan bagaimana pasien tersebut melakukan perannya sebagai seorang psikopat. Ya, saat ini Kwon Yuri dan beberapa pihak medis lainnya tengah menyaksikan apa yang di lakukan pasien mereka dari balik dinding kaca yang menembus ruangan pasien tersebut.

“Choi Siwon, kali ini korbannya ialah Choi Siwon dokter” Jawab Sunny

.

Setelah melihat jika pasien mereka sudah agak tenang, barulah Yuri yang di ikuti oleh beberapa rekannya bergegas masuk ke ruangan pasien itu.

Yuri berjalan tenang mendekati pasiennya lalu berusaha ikut dalam permainan pasiennya itu.

“Jadi, Semuanya sudah mati sekarang?”

Tampak pasiennya itu mengalihkan pandangannya ke arah Yuri lalu tersenyum, senyum yang amat sinis.

“Kau bisa lihat sendiri, aku telah berhasil keluar dari rumah sakit sialan itu lalu dengan mudah aku mendapatkan pria brengsek itu. Heheheh” Jawab pasiennya yang di akhiri dengan tawa puasnya. Yuri yang mendengarnya hanya tersenyum tenang. Dia sudah mengerti tindakan apa yang harus dia lakukan jika bersama pasiennya ini.

“Itu berarti tugasmu sudah selesaikan? Kalau begitu sudah waktunya kau untuk istirahat tuan Kim Taeyeon”

“Ya, kau benar. Aku harus segera menemui Tiffany lalu mengatakan yang sebenarnya jika Siwon yang menyuruhku untuk mendekatinya lalu pria brengsek itu akan berencana untuk menghancurkan hidup Tippany. Tidak, aku tidak akan biarkan hal itu terjadi. Aku akan menghentikannya”

“Khhhaaahhh….”Lagi, Taeyeon akan terus mengulang setiap adegan yang ia mainkan seperti sekarang yang bisa kalian lihat. Dan itu benar-benar melelahkan.

“Baiklah Kim, temui gadis itu lalu katakan yang sebenarnya”

“BINGO !!! HAHAHHHA…. Aku sudah tahu di mana pria brengsek itu sekarang. Dia saat ini berada di Club, aku harus kesana, aku akan segera menghabisinya.”

Saat Taeyeon hendak melakukan aksinya kembali dengan cepat Yuri menangkap tubuh pasiennya lalu menahannya dengan erat, Taeyeon sempat berontak namun dengan cepat Yuri memberi isyarat pada susternya untuk segera menyuntikkan antipsikotik ke tubuh Taeyeon yang mana antipsikotik ini merupakan sejenis obat yang bekerja untuk mempengaruhi zat neurotransmiter di dalam otak (sorotonoin dan dopamine). Pada penderita Zkizofrenia obat ini bisa menurunkan agitasi dan rasa cemas, menurunkan atau mencegah halusinasi dan delusi, serta membantu menjaga kemampuan berpikir dan mengingat.

Finally, tak lama setelah Taeyeon menerima suntikan antipsikotik di tubuhnya membuatnya mulai hilang kesadaran. Dan saat itulah Yuri bersama pihak medis lainnya dapat menidurkan Taeyeon ke ranjangnya kembali.

“Sudah ku katakan Taeyeon, ini waktunya kau untuk beristirahat.”

“Dokter, ini” Yuri menerima sebuah buku yang di berikan oleh Sunny, Yuri tersenyum saat mengetahui jika buku itu merupakan diary pasiennya, Kim Taeyeon. Lalu dengan hati-hati Yuri manaruh buku diary itu ke sisi Taeyeon. Ia berharap saat sadar nanti Taeyeon dapat melihat dan mengenal buku diary miliknya lalu membacanya. Satu yang di inginkan oleh Yuri yaitu dia ingin pasiennya Kim taeyeon segera sembuh dan kembali menjalani kehidupannya dengan normal. Ya, hanya itu.

Namun … tetap saja, hari ini dan hari esok hanya Tuhan yang tahu. Kita sebagai manusia hanya berupaya melakukan yang terbaik.

Semoga apa yang menimpa tokoh Taeyeon di sini dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita. Bahwa, segala perbuatan pasti ada pertanggung jawabannya…

 

.

.

 

 

THE_____END

Akhirnya selesai juga, alhamdulillah…. oke guys, thakns banget yang udah mau bersedia buat baca ff abal-abalku ini. Saranku apa yang baik di ff ini ambil lah namun sebaliknya apa yang buruk di ff ini maka tinggalkan dan ambillah pelajaran darinya.

 

SAYA siscataetae Undur diri, sekian dan terimakasih..

 

Advertisements

Author: siscataetae

Lo semua bisa panggil gua dengan author Sisca aja atau Author boo. Yahh.. gua klepek2 gmna.... gtu pas denger nyaak gua Tapatini manggil babe gua Taetae dgn sebutan Boo. Hohoho... jd kepengen di panggil gtu juga. #PLAAK Gua salah satu orang yg punya segudang imajinasi yg gua coba salurin melalui tulisan. Salah satu tokoh ff yg paling gua demenin ialah TAENY, maka dari itu gua akan dgn senang hati selalu menciptakan karya dgn menggunakan TAENY sebagai bintang utamanya. #senyumcool Oh iya, gua juga sangat berharap sekali para reader yg baeek hatinya agar mau ninggalin jejak yg indah #ahhaaayy di ff yg gua buat. Terserah mau berupa pujian kek, cacian kek, desakan pgn cepet update kek. Pokoknya kalian udh mau komen dan like d ff gua, gua udh seneng bgt. and about my privasi? Sorry, just ALLAH yg tau. see u. #tebarbunga

8 thoughts on “SICK ENDING

  1. Nggak kuat pas baca siwon dengan brutalnya kaya gitu sama fany.. Dan dengan taeyeon yg dengan perasaan bingungnya sendiri diem di tempat ngeliat orang yg dicintai dibrutalin… No komen thor, yg pasti klo aku jd tae aku bakal bertindak. Setidaknya merekam kejadian buat bukti dan lapor penanggung jawab apartemen klo polisi pun tunduk sama siwon. Uang bisa dicari dan banyak jalan buat ngedapetin uang tp kehidupan seseorang? Yahh inilah kenapa aku nggak bisa baca/ nonton genre thriller… Hehehe tp aku kasih appreciate karna bisa buat ff kaya gini… Semoga jd pelajaran yang berharga 😊😊

  2. Jujur q msh bingung. Tp mng bisa jd pljrn yg bgs utk kita ttg mslh sprt yg Tae almi. Kita tdk blh meremehkn suatu keadaan seseorg.
    Bentengi diri dgn agama n Tuhan.
    Crt yg haru sekaligus menykitkn.

  3. Wuuiiiihhh kereeennn….. Tp sadis pas part bagian pembantaian Tiffany. Ngilu gw bacanya….
    Sempet ngira Taeyeon bener2 balas dendam dan jd psikopat kaya Siwon…
    Kasian ya org yg jd gila krn trauma parah ditambah dendam kesumat, bs bkin stres dan berujung hilangnya akal sehat. Siapapun di luar sana yg mengidap “penyakit” spt itu smoga dia lekas sembuh dan bs menjalani hidup dgn baik. Amiin.

  4. Gila.. Jujur Aku gk kuat bacanya, terlalu berat bawaannya.. Jd aku skipp.. Sorii.. Ntarr klo uda kuat, aku baca lg aku coment lg,

    Tp kok bisa ada y org kek gitu… Hadeee

  5. Wow. Akhirnya tamat juga 👏👏👏 congrats for the author.
    Sedikit lega krn trnyata Taeyeon ngga bner2 ngelakuin semua penyiksaan itu ke siwon dkk. Seram rasanya ngebayangin apa yang bisa dilakukan oleh seseorang utk orang yg dia cintai. Mereka bisa rela membunuh demi org tsb. Sama halnya dgn kasus Taeyeon, meskipun disini dia lebih dulu menjadi gila sblm berhasil menjalankan niatnya. Walaupun wajar memang knp Taeyeon bs jadi gila. Krn pada dasarnya semua yg menimpa Tiffany tjd krn dia memperbolehkan hal itu tjd. Rasa bersalah dan penyesalan yg teramat dalam adalah salah satu pemicu tersering gangguan jiwa.
    Anyway, nice story. Ditunggu cerita selanjutnya.

  6. Kenapa tae ga bener2 ngebunuh siwon dkk wkwk
    Setidaknya dia bisa bales dendam dalam pikirannya huft
    Gua masih nyayangin fany mati kek gitu:(

  7. Sumpah siwon kejam bgt disini 😩
    Taeyeon saking syok nya jadi kena gangguan jiwa gitu 😭😭😭

  8. Gila ini, endingnya mind blowing banget. Keren authornya, bisa bikin reader berpikir kalo semunya nyata. Sukses terus thor

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s