rara0894

All about TaeTiSeo and GG

[Translate Project] Stars (Oneshot)

5 Comments

Bintang-bintang sangat jauh untuk diraih, setinggi apapun kamu berusaha untuk menggapainya dan sejauh apapun kamu dari itu, mereka selalu jauh…

Mungkin 3 detik  jauhnya –tak peduli sedekat apapun kamu dengannya. Tidak ada cara bagimu untuk dapat menggapainya. Kamu masih terlalu jauh, air mata mengalir dari pipimu – itu sangat indah- sungguh sangat mempesona. Mengapa kamu tak bisa menggapainya?

Mengapa kamu tak bisa menggapai dia?

Yoona mengapa kamu begitu jauh?

**

Sebuah rumah yang sederhana, terhimpit di antara struktur bangunan beton raksasa, yang sepi di jalanan sibuk Kota Seoul. Tetapi di sana ada seorang wanita, duduk di teras, berjaga tentang apa yang akan terjadi, meskipun kelihatannya tidak termasuk di sini.

Dan baginya itu adalah rumahnya, bahkan sudah terlalu tua untuk tetap di tinggali, dia masih tetap tinggal. Inilah tempat mereka bertemu. Bagian, mungkin karena akan bersama lagi layaknya komet yang kembali di mana dia melihatnya sekali lagi, itu bisa jadi ribuan tahun.

Tetapi Seohyun akan tetap menunggu…

Bukan?

**

“Seohyun-ah!”

“Eh?”

Gadis kecil itu mendongak, dia mencengkam boneka keroronya erat dan menatap orang asing yang baru saja memanggil namanya. Dia ingat dia tak pernah mengenalkan dirinya kepada siapapun. itu sungguh tidak penting- siapa juga yang ingin tahu namanya?

“Im Yoona!” ujar gadis itu dengan senyum lebar, tangannya terjulur untuk berjabat tangan.

“Apa aku mengenalmu?”

Gadis itu bertanya, Seohyun ketakutan dan mengambil satu langkah ke belakang dari gadis bermata bulat itu.

“Tidak” ujar gadis itu sambil tersenyum, “tetapi kita bisa berkenalan”

Seohyun, anak yang terasingkan itu terkejut, ada yang ingin mengenalnya? Ini pertama kalinya terjadi, tidak ada seorangpun yang ingin berkenalan dengannya, bagaimana mungkin seseorang, yang sangat cantik, gadis ini, ingin berkenalan dengannya.

“Ayo Seohyun, ada sesuatu yang ingin aku tunjukan padamu”

Kedua tangannya diraih. Terkejut. Seohyun ditarik beranjak dari tempatnya, keluar dari taman bermain. Gadis itu ketakutan. Dia tidak menyukai segala jenis kontak fisik, dia mengingat jika segalanya yang dia sentuh selalu dingin.

Dan itu tenggelam dalam hatinya, keadaan dingin – kosong- seperti kekosongan yang tak akan pernah terisi. Meskipun banyak hal ditambahkan untuk membuatnya penuh. Sangat tidak mungkin untuk terisi penuh layaknya ruang di langit yang gelap dan hitam dengan berjuta bintang tetapi…

Semua itu hanyalah sebuah ruang kosong.

**

Seohyun ditarik. Dia tidak tahu kemana tetapi sekarang gelap, Yoona terus menggengam tangannya sepanjang waktu. Waktu yang cukup lama, dia bahkan merasa mati rasa, dia tidak bisa merasakan jari-jarinya lagi. Apakah ini lebih buruk dari rasa dingin?

Dia lebih memilih untuk tidak merasakan getaran ini sama sekali…

“Yoona bisakah kamu membiarkanku pergi?”

Tanya Seohyun dengan sopan, tapi Yoona sepertinya tidak memperdulikannya dia  terus melangkah dan menuju suatu tempat. Gadis kecil itu terbelalak, dia merasa hendak menangis, lagi-lagi dengan ketidaksukaan dirinya ini.

“Seohyun, jangan menangis”

Gadis itu mengangkat bahu.

Bukankah Yoona sedang memunggunginya?

“Bagaimana bisa-?”

“Kamu gemetar”

Yoona berbalik, bibirnya mengerucut.

“Kamu tidak terlihat cantik saat kamu gemetar”

“Aku-“

“Oh kita akan terlambat” Yoona terkesiap dan segera berbalik tajam menarik Seohyun bersamanya.

Berhenti…

Seohyun bergumam, “Apa ini?”

**

Bintang-bintang tersebar luas di angkasa, terpisah jauh satu sama lain dalam jarak tahun cahaya, akan memakan waktu lama bagi cahaya untuk dapat mencapainya. Dan pada saat berhasil mencapai, bintang yang lain mungkin tak lagi hidup. Ini adalah jarak waktu,  seperti menonton film –dua momen bertabrakan- kemudian lenyap.

Hilang dengan remukan debu.

Remukan patah hati.

**

“Ini disebut cottage (pondok)“ jelas Yoona. “Aku tidak tahu mengapa ini dibangun di sini, tapi kelihatannya sangat cantik, bagimana menurutmu Seohyun?”

Gadis itu berdiri di sana tak bergerak, cottage itu dicat putih. Dengan jendela berwarna biru terang, teras berwarna abu-abu dan tangga dari kayu oak gelap mengarah ke dalam rumah. Atapnya hampir berwarna sama namun berbeda nuansa. Rumah itu tampak seakan dicelupkan ke dalam langit.

Biru dan bersinar.

Seohyun mengangguk.

“Aku senang jika kamu suka, aku juga menyukainya! Sepertinya kita memiliki selera yang sama!” Yoona berkata dengan gembira, dia melepaskan tangan Seohyun dan melangkah ke teras. Lalu dia duduk, menghadap Seohyun yang tersenyum cerah karena rumah itu.

“Ayo duduk, acaranya akan dimulai”

Seohyun memiringkan kepalanya, bingung –acara apa? Tidak ada apa-apa di sini, ini hanya hamparan ladang yang luas dan tidak ada apapun yang bisa dilihat sama sekali. Bahkan tidak  ada satupun kunang-kunang di tengah musim panas.

Gadis itu engan menatap sosok yang duduk itu, haruskah dia duduk di sana juga? Atau haruskah dia lari, inilah kesempatannya, layaknya dia sedang diculik oleh orang asing.

Iniah kesempatannya, pergi

Pergiah, lari, sejauh mungkin pergilah, pergi

Pikirannya berkata

Selamatkan dirimu

Dari apa? Dia bertanya

Lari saja

Tetapi dia terlihat baik-baik saja

Tidak, lari, ini tidak baik-baik saja

Tapi…

“Seohyun cepat!”

**

Bintang-bintang, tidak peduli seberapa jauh mereka darimu, mereka mempesona, membingungkan pandanganmu dengan cahaya yang berbeda-beda – itu mencerah kemudian meredup, itu membentuk sebuah bangun dan ukuran yang tidak diketahui. Tidak ada yang paham bentuk apa itu, tetapi, sejauh yang terhubung, itu tidak teratur. Tetapi tidak peduli seberapa buruk apapun penampilannya dari luar.

Itu bersinar.

Lebih terang dari apapun…

**

“Indah?”

Yoona mengeksplor keindahan langit, pada musim panas semuanya cerah, tidak ada awan dan memperjelas segalanya.

“Sangat”

Seohyun menjawab dengan takjub, dia duduk di teras bersama Yoona, jari mereka saling terkait.

“Apa kamu menyukainya?”

Yoona bertanya.

Seohyun mengangkat bahu.

“Aku pikir begitu”

“Benarkah?”

Yoona tersenyum.

“Apakah kamu ingin kemari dan melihat tempat ini setiap hari?”

Tempat itu seharusnya tidak terbengkalai, ini adalah tempat sekali seumur hidupnya yang bisa dia jumpai. Tentunya bagaimana gadis itu bisa menolak?

“Ya”

“Bagus kalau begitu”

**

Setiap hari, selanjutnya –entah berapa banyak hari-hari yang mereka tak pernah hitung. Yoona dan Seohyun datang ke cottage. Mereka hanya duduk di sana dan menatap ke langit, orang tua mereka bilang mereka gila, tetapi tidak. Di sana ada banyak hal yang mereka lihat dari langit. Kegelapan luas yang memukau Seohyun. Itu memikat seberapa besar itu –betapa kosongnya itu tetapi masih ada hal-hal di sana yang bersinar.

Akhirnya gadis itu tahu..

Meski satu sentuhan mungkin mendingin

Akan ada banyak orang lain yang membuatmu hangat…

**

“Seohyun mungkin kali ini adalah terakhir kalinya aku bisa melihat langit bersamamu”

Yoona berkata, dia bersandar di bahu gadis itu. seohyun kaget, dia tidak seharunya berkata apa-apa – tetapi seharusnya tidak seperti ini.

“Mengapa?”

“Aku akan pindah” bisik Yoona.

“Kemana?”

“Aku tidak tahu” Yoona menggeleng pelan.

“orang tuaku tidak memberitahuku”

Seohyun mengangguk.

“Tetapi kamu akan kembali bukan?”

“Aku tidak tahu”

Yoona berkata lagi, “Aku tidak yakin”

Seohyun berdiri menatap gadis itu, frustasi.

“Lalu apa yang kamu tahu?!” dia marah, kenapa begitu mendadak? Mengapa Yoona tidak mengatakannya lebih awal? Ini akan lebih baik jika dia tahu lebih dulu, ini tidak bisa di atasi”

“Aku…”

“Apa yang kamu tahu?!”

“Seohyun tenang”

“Yoona hentikan” Seohyun bergetar, air mata menetes di pipinya. “Apa menurutmu aku ingin seperti ini? mengapa kamu tidak memberitahuku lebih awal?!”

“Aku tidak ingin kamu tahu…”

“Lalu mengapa kamu memberitahuku sekarang?!” Seohyun mengguncang Yoona pada bahunya.

“Apa menurutmu aku ingin mendengarnya?”

“Seohyun dengarkan aku…” Yoona berdiri dan menggapai gadis itu.

Seohyun, terkejut, melangkah selangkah ke belakang.

“Tidak…”

“Seohyun…”

“Menjauh dariku!”

Hancur, Yoona pergi, mengapa dia peduli padanya sekarang?! bukankah mereka hanya bersama untuk melihat langit? Konyol!

“Tolong dengarkan aku dulu Seohyun”

“Tidak!”

Sambil melangkah mundur, Seohyun menoleh pada cahaya terang di sekelilingnya lampu terang dari sisinya mendekat dengan suara nyaring.

Hal berikutnya yang dia tahu…

**

Cahaya bergerak cepat, dari satu titik ke titik lainnya dalam hitungan detik. Tetapi dari bintang ke bintang itu bisa berlangsung dalam waktu yang sangat lama.

Tetapi itu akan tercapai.

Meskipun bintang itu tidak akan ada lagi, cahayanya masih bergerak, kemanapun bisa. Itu tidak akan hilang hingga tujuannya akhirnya tercapai.

Bahkan saat itu telah pergi.

**

“Yoona!”

Seohyun menggengam tangan Yoona erat, gadis itu berbanjirkan darah, terbatuk-batuk dan membutuhkan udara. Yoona tidak terlalu bergerak tetapi dia terengah-engah.

“Hey jangan berteriak aku ada di sini”

Sebuah bisikan, begitu lembut…

“Aku berada di sini bersamamu…”

**

Dan Yoona telah pergi, dia pergi jauh –ke suatu tempat. ke tempat di mana Seohyun tidak tahu layaknya bintang-bintang, mungkin Yoona berada di sana dengan bintang-bintang. Kamu bisa melihatnya namun tak bisa menyentuhnya, terasa sama namun ada sesuatu yang hilang. Layaknya bagian puzzle yang hilang tetapi kamu tahu puzzle itu tetap bisa di selesaikan.

Seohyun duduk di teras, tetapi hari ini dia sendirian. Yoona tidak berada di sisinya lagi dan saat bintang bersinar terang. Dia sekarang tahu, seberapa jauh mereka terpisah.

Bintang itu tetap bersinar dengan terang

Sangat terang

Itu yang dikatakannya,

Kita tinggal dibawah langit yang sama

Meskipun aku tidak bersamamu

Tetapi  kata-kata dari bibirku tidak pernah terlupakan

“Yoona, itu sangat indah”

“Aku tahu Seohyun mereka indah, sama sepertimu”

Aku sangat merindukanmu

 

– END –


Notes:

Untuk FF ini gue belum dapet izin untuk menerjemahkannya. Karena gue gak tau gimana cara untuk menghubungi authornya. FF ini di publish 7 tahun yang lalu kalian bisa cek sendiri di link di bawah. Gue cuma ingin berbagi cerita ini dengan kalian. Itu aja. Dan, Translate Project masih belum berakhir. Masih ada 6 judul lagi yang bakal publish dan pairingnya masih berkutat di Taeny dan Yoonhyun. Tunggu aja.

Original link: http://soshipops.livejournal.com/245321.html

 

Advertisements

Author: 히러니

Your freakin' author @hireonie

5 thoughts on “[Translate Project] Stars (Oneshot)

  1. Masih bingung dengan jalan ceritanya. T_T

  2. Btw, kak rara hiatus kah?

  3. Siapa yang menaruh bawang di sini T.T

  4. Hmm.. Sesuatu yg gk bs digapai?

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s