rara0894

All about TaeTiSeo and GG

2 Grand (Chapter 18)

27 Comments

Author : XoloveTaeyeon

Cast : Kim Taeyeon-Tiffany Hwang

Original Link : Here!

CHAPTER 18 : ADDING ON THE PAIN

Satu hari telah berlalu, tidak ada kabar dari Taeyeon, tidak ada panggilan, tidak ada pesan teks, TIDAK ADA APA-APA. Tiffany kesal  dan juga khawatir. Tiffany berpikir jika Taeyeon akan mengejarnya tepat setelah dia pergi tapi dia TIDAK mengejarnya, untuk apa Tiffany memikirkan ini.

Dia selalu memegang telepon di tangannya, menunggu pacarnya untuk meneleponnya, tapi tidak ada apapun. Dia membenci kenyataan bahwa dia tidak bisa bahagia tanpa Taeyeon, dia menjadi khawatir dan bosan. Taeyeon adalah udaranya untuk bernapas, dan sekarang, dia merasa tercekik, karena udaranya tidak berada dengannya. Meskipun ia marah pada gadis itu, dia benar-benar ingin melihatnya. Mengapa mereka harus bertengkar setelah mereka baru saja bebas dari ibu Taeyeon…

Membulatkan keputusannya, dia pergi ke apartemen Taeyeon.

Ini masih jam 7 tapi aku harap kamu terbangun dan memikirkanku.

Langit baru saja menerang di luar sana, sedikit berangin hari ini, Tiffany hanya memakai sweater tipis. Dia lupa untuk memakai jaket karena dia sedang memikirkan tentang Taeyeon bodoh itu sepanjang waktu.

Sementara itu Taeyeon, gadis itu juga sama. Dia sangat merindukan kekasihnya. Dia menyesal karena bertengkar dengan Tiffany hingga semua ini terjadi. Apa yang paling membuatnya marah adalah pria itu, tapi ia melihat jika Tiffany tidak begitu mempedulikan pria itu, dia merasa lega. Dia mempercayai kekasihnya, tentu saja dia percaya pada Tiffany, bahkan ketika Tiffany marah padanya, ia tidak akan bermain-main dan bertemu dengan siapa pun.

Saat itu, Taeyeon memutuskan untuk pergi bertemu kekasihnya dan menyelesaikan masalah mereka, ia membenci perasaan mengganggu ini ketika dia tidak memiliki Tiffany di dalam pelukannya.

Taeyeon berjalan perlahan ke lift, ia memutuskan untuk tidak menelepon karena dia ingin melakukan permintaan maaf kejutan untuk Tiffany. Dia menunggu di depan pintu yang tertutup. Dia menunggu.

DING!

Suara pintu terbuka. Taeyeon membuat langkahnya, matanya perlahan-lahan mendongak ke dalam dan melihat kekasihnya, dia bahagia pada sesaat, tetapi ketika Taeyeon melihat ke samping Tiffany, pria yang kemarin juga berada di sana. Dia melihat ke arah mereka dalam kemarahan sebelum berjalan pergi.

“Taeyeon!” Tiffany memanggil.

Tiffany hendak mengikuti Taeyeon tapi orang itu mencengkeram lengannya.

“Kamu mengenalnya?” Dia bertanya.

Tiffany mendorong tangan pria itu lepas dari lengannya dan mengejar Taeyeon tanpa berpikir panjang.

FLASHBACK –

Tiffany masuk ke dalam gedung secepat mungkin saat dia membutuhkan kehangatan, terlalu dingin di sini hingga bibirnya bergetar. Dia menjilat bibirnya ketika ia akhirnya berjalan di pintu masuk.

Saat ia berjalan menuju lift, seseorang meraih bahunya dari belakang.

“Hei, ingat aku?” Seorang pria bertanya.

“Apakah kau … Pria yang kemarin?” Dia bertanya. Dia tidak tersenyum, hanya terkejut mengapa pria itu akan datang padanya.

“Ya, kemarin, aku sangat menyesal, aku ceroboh hingga menabrakmu, tetapi berkat itu aku bertemu gadis yang paling cantik yang pernah aku lihat dalam hidupku.” Ia mengatakannya, tersenyum malu-malu.

“Um … Terima kasih?” Dia memberinya sebuah senyuman kecil, dia tidak tertarik pada apa yang dia katakan dan hanya ingin bertemu Taeyeon sesegera mungkin.

“Aku tahu ini mungkin agak random tapi … Bisakah aku mengenalmu lebih?” Dia bertanya. Tangannya masih di bahunya dan Tiffany ingin dia untuk melepasnya.

“Uhh …” Dia merasa canggung dengan orang asing ini. Dia secara tidak sengaja menabrak Tiffany bukan berarti ia bisa berteman dengannya atau apapun itu yang dia sedang pikirkan sekarang.

“Maaf kalau itu mengejutkanmu…” ujarnya.

 lift terbuka, Tiffany melangkah masuk begitu juga dia.

“Tidak apa-apa, kamu tidak mengejutkanku.” Tiffany mengatakan sebaik mungkin.

Apakah dia mengikuti aku untuk bertemu Taetae? Bagaimana bisa dia muncul tiba-tiba …

“Nama aku Donghae, senang berkenalan denganmu.” Katanya sambil menatapnya dari samping.

“Aku Tiffany.” ujarnya singkat dan tersenyum kecil sebelum melihat kembali pintu lift.

-END OF FLASHBACK-

“Taetae!” Dia mengetuk pintu berulang kali tetapi tidak terbuka.

“Taeyeon-ah, buka pintunya! Biarkan aku berbicara denganmu”

“Kumohon, ini bukanlah seperti apa yang kamu pikirkan.” Tiffany mengetuk lebih cepat dan lebih keras.

Di dalam, Taeyeon menangis, aliran air mata mengalir di pipinya. Dia bersandar di pintu, dia menggeretakan giginya saat mengingat kilas balik ketika dia melihat Tiffany dengan pria itu. Dia adalah seorang pria yang menabrak Tiffany kemarin, namun mereka bersama-sama lagi hari ini, itulah yang membuat Taeyeon marah.

Di luar, Tiffany bersandar di pintu juga, air matanya menggenang di sudut-sudut matanya. Dia tahu kesalahpahaman Taeyeon dan dia ingin meluruskannya.

Donghae berjalan perlahan menuju Tiffany, dia melihat jika dia sedang menangis, ia mengambil sehelai tisu dan mencoba untuk menyeka matanya tapi dia menolaknya.

“Donghae-ssi, senang berkenalan denganmu tetapi kumohon tinggalkan aku sendiri.” ujar Tiffany.

“Oh … Maaf aku hanya-“

“Kumohon pergi.” Dia berkata.

Dia menunduk dan pergi.

**

 

“Hey Jessica.” Taeyeon berbicara melalui telepon, dia mencoba berbicara sepelan mungkin sehingga dia tidak akan membangunkan Tiffany.

“Bisakah kau datang dan membawa Tiffany ke rumahnya untukku?”

“Kumohon? Aku tidak mau menjelaskan apa-apa sekarang.”

“Terima kasih.”

Taeyeon menutup telepon dan menaruh ponselnya ke samping. Dia mendesah, gadis malang ini menangis terlalu banyak untuknya hingga dia kelelahan dan tertidur di depan pintu. Tiffany telah menunggu selama setengah hari. Taeyeon juga sedih, tapi dia tidak ingin penjelasan apapun sekarang, hatinya sakit dan itu memerlukan beberapa waktu untuk sembuh.

Bersandar di dinding, kepala Tiffany sedang beristirahat di pahanya, dia berharap agar Tiffany untuk tidak bangun dan melihatnya. Saat ia melihat Jessica berjalan ke arahnya dari jauh, Taeyeon membungkuk dan memberi kekasihnya yang tertidur itu sebuah ciuman lembut sebelum menyandarkan tubuh Tiffany di dinding.

“Taeyeonie! Ada apa?” Jessica bergegas saat ia melihat mata Tiffany terpejam, prasangka buruk mulai memuncak dalam Jessica.

“Tidak ada, dia hanya tertidur. Bawa dia ke rumahnya untukku.” Taeyeon berkata pelan.

“Mengapa dia tidak tetap tinggal di sini denganmu? Kalian bertengkar?” Jessica bertanya polos dengan nada tingginya yang bisa membangunkan gadis yang tertidur itu.

“Semacam itu… Cukup bawa dia pulang sekarang, Sica-yah.” Ujar Taeyeon, dia menghela napasnya.

“Awww Taeyeonie, mengapa kalian bertengkaaar?” Jessica merengek dan menunjukan ekspresi sedihnya saat dia mempoutkan bibirnya dan menangkup pipi Taeyeon dalam telapak tangannya, Jessica gemar akan skinship dengan teman-tamannya dan semua orang tahu akan hal itu.

“Mhnn …”

Kedua gadis itu menatap kearah mana suara itu berasal. Mereka menatap Tiffany, gadis berambut merah itu bergerak, dia mendengus dengan lucu sebelum membuka matanya.

Aish, Jessica Kamu membangunkan dia!

 

“Tae? … Sica?” Tiffany menatap mereka, tangan Jessica masih menangkup wajah Taeyeon, dia melepaskannya dan pergi ke sisi Tiffany sementara Taeyeon menatap ke arah lain.

“Mengapa kamu di sini?” gadis dengan rambut merah bertanya, dia tampak tidak senang setelah melihat Jessica memegang wajah kekasihnya

“Taeyeonie memintaku untuk datang menjemputmu.” Jessica menunjuk Taeyeon dengan polos seperti anak kecil.

“Taetae …” Tiffany memanggil nama kekasihnya, dia ingat mereka masih bertengkar, dia berdiri dan menarik-narik lengan Taeyeon dari belakang.

“Jessica, bawa Tiffany ke rumah, dia perlu tidur.” Taeyeon mengabaikan puppyface-nya dan sebaliknya dia malah menatap Ice Princess.

“Taetae, mari kita bicara dulu.” Tiffany merengut, dia merasa air matanya kembali menggenang.

“Tidak sekarang, kumohon pergilah, Fany-ah.” Taeyeon melepaskan tangan Tiffany dari lengannya.

“Tae-“

“Pergi!” Taeyeon berteriak.

“Jebal …” Nadanya melemah, ia mengalami kesulitan juga.

Tiffany menyeka air matanya, dia menatap kekasihnya untuk terakhir kalinya sebelum berjalan pergi, air matanya keluar tanpa bisa dia hentikan, ia tidak bisa berjalan dengan benar, hatinya sakit sekali.

Mengapa dia tidak menginginkanku? Dia membenciku sekarang? Aku hanya ingin menjelaskannya … Tapi Taetae tidak ingin aku menjelaskannya…

“Fany-ah!” Jessica mengejar gadis yang menangis itu.

Taeyeon mengamatinya dari belakang saat ia merasa hatinya berdenyut-denyut, dia membuat Tiffany menangis lagi …

Berjalan seperti orang tanpa jiwa, Tiffany menabrak seseorang. Taeyeon melihat kekasihnya jatuh berlutut, dia mengambil selangkah maju, tapi sekali lagi, seperti kemarin, dia berhenti.

Chaesunghaeyo! Aku benar-benar minta maaf!” ujar wanita itu dan segera membantu Tiffany berdiri.

Tidak menjawab apa-apa, Tiffany mendongak untuk melihat siapa itu. matanya melebar saat ia melihat orang yang tidak ingin dia lihat. kemarahan bangkit dari dalam dadanya.

“Cola?” ujar Taeyeon dari kejauhan.

Tiffany kembali menatap kekasihnya dari jauh, kemudian kembali berjalan dengan Jessica mengikutinya.

 

To be continued…

 

Advertisements

Author: 히러니

Your freakin' author @hireonie

27 thoughts on “2 Grand (Chapter 18)

  1. Udah deh putus aja, tidak ada rasa percaya. Dasar tae menyebalkann

  2. Hahh! Masih bertengkar. Sgralh baikan. . .

  3. duh atang nyebelin bnr dah hrus’a yg marah bgt tu patini krna prtama dia dicuekin trs disuruh pergi pas g cemburu ma cola ditambah ga ada kbar g pas marahan. nah atang marah bgt cma krna patini ktemu g sama tu cwo, mikir atuh atang suratang, patini lbh sakit dri pd ente oii

  4. Ko mkin ribettt y ..
    taeyeon cemburu buta ..jhhhh

  5. Lanjut thor 😀

  6. Kok mereka bertengkar ,
    Taeyeon egois, kapan sweet nya 😂

  7. Aduuuhh taetae kok gituuu
    Cepat baikan yaaa,,bikin moment sweet yg bnyak kekkkekkk

  8. Tambah ruwit nie masalah . Tdk ada titik pencerahan untuk mrka damai
    Pany ma donghae taeng cmburu
    Taeng ma cola pany cemburu
    Sklian aj nda ush baikan
    end selesai #typothor. Wkwkwkwk

    Cptlah damai aku kangen kemesraan kalian seolah dunia milik kalian brdua . Hehehehe

  9. Wih sengaja bener si donghae sialan ini. Taeng kekanak kanakan banget dah dah fany bisa dapet yg lebih baik kalo gitu, mesti dipancing banget siii, kenapa gak beneran aja ada cowok yg suka banget sama fany. Masa iya fany cantik gak ada yg mau. Huuu tuh softdrink dateng juga ngapain.

  10. Tmbah complicated nih taenyyy

  11. Aduhhhh makin berabe ajaaaa tae orangnya cemburuan udh gtu emosian pula sedangkan fany orangnya terlalu polos lg udh tau permasalahan nya gra” cwo itu tp masih aja diladenin, sebel gue klo ada orang ke 3

  12. Hiks…. Fani-ah 😭😭😭

    Taetae jahat hiks hiks… 😭😭😭

  13. Salah paham truuss taeny

  14. Udah mulai banyak konflik sedikit lagi mereka akan baikan tapi eh ada saja yg mengganggu

  15. Tae salah paham
    Fany jg slah pham gra” chola datang hmmm
    Mkin ribet ini

  16. Kekanak kanakan ga sih hehehehhe? Kasian fany sampe tidur gitu capek nangis itu dia. Udah capek nangis masih aja belum di maaf in ya Elah sabar mpook

  17. Ihhhhhhh keselllll ko makin rumit sih, donghae apaan lg gatel bgt udh tau fany punya taeyeon. Dan parahnya cola dateng di saat2 seperti ini. Duhhh tau dah gmna kelanjutan tar😂😂😂

  18. gaya bgt lu tang nyuruh2 tipany pergi segala,diputusin mewek lu ntar dibawah pohon pisang tang..tang 😂😂😂

  19. Wkwkwkkw
    Hdehh
    Sma2 lgi ad org2 buat badai nih
    Wkkwk

  20. Gak selesai2 nih masalahnya kalau gini. Udh donghae yg datang ehh skrg coca cola pula lagi yg datang
    Weleeeh weleeeeh

  21. Fany yang ganjent atau tau yang nethink sihh ??
    Gregetann 😕😕😕

  22. Fany yang ganjent atau tae yang nethink sihh ??
    Gregetann 😕😕😕

  23. Sama sama egois … tae jangan sok kuat deh putus beneran banjir apartemen lu 😂…

  24. Iaelah thor partnya masa mewek mulu biasanya mrk ber2 sllu nemepel kayak lem gitu lah sekarang saling jau gitu.. ahh tae sensitif bwgd sih bang

  25. Tae kekanakan sekalee…cemburunya berlebihan.gak mau dengerin penjelasan tiffany…kan jdi gak slesai” deh masalah mereka.ditambah lgi fany ketemu cola..makin ruwet nih pasti masalahnya…

  26. Kapan sweet nya klo berantem teruss. kelamaan berantem, rasa saling percaya makin menghilang dan kebiasaan gak berdua lagi, tiati putus beneran. Gak kebayang banjir brp meter klo putus beneran

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s