rara0894

All about TaeTiSeo and GG

TTS Mini Series – EP 2: My Little Seohyun

27 Comments

TTS Mini Series – EP 2

Title         : My Little Seohyun

Author    : 4riesone

Genre      : Fluff, Family, Gender Bender

Cast          : Taeyeon, Tiffany, Seohyun

Rating      : PG-13

”Fany-ah!”

Nada frustasi di suara Taeyeon membuat Tiffany terkekeh, tetapi wanita itu berusaha semampu mungkin untuk menahannya. Taeyeon sudah cukup frustasi tanpa perlu ditertawakan oleh istrinya. Namun sulit bagi Tiffany untuk tidak tersenyum melihat tangan Taeyeon yang biasanya sangat tenang kini tidak bisa berhenti gemetaran cukup lama untuk dapat mengancingkan lengan bajunya.

“Biar aku membantumu,” wanita berambut hitam itu menawarkan bantuan – meskipun sudah jelas bahwa Taeyeon memang memintanya. “Nah sudah selesai.”

“Terima kasih,” Taeyeon memberengut sambil sedikit menarik lengan bajunya hingga terlihat sempurna. Taeyeon adalah seseorang yang perfeksionis sehingga segala sesuatunya haruslah sempurna. Begitu pula dengan hari ini. Semuanya harus benar-benar sempurna.

“Jangan lupa untuk menarik napas, Tae,” ujar Tiffany sebelum mencium suaminya itu lembut.

“Bagaimana bisa kau setenang ini?”

Tiffany tertawa kecil tanpa berusaha untuk menutupinya kali ini. “Aku pun tidak setenang itu, Tae. Percayalah. Aku sama cemasnya dengan dirimu.”

Pria pendek itu menarik napas dalam dan menarik Tiffany mendekat kemudian melingkarkan lengannya di pinggang wanita itu. Dia meletakkan kepalanya di bahu wanita itu dan meringkuk ke lehernya. “Apa ini harus benar-benar terjadi?”

Tiffany memegang kedua pipi Taeyeon dan mengangkat kepala pria itu hingga mereka saling bertatapan. “Kita sudah membicarakan ini, Tae. Kau sudah memberikan restumu, bukan?”

Taeyeon menghela napas panjang sebelum melepaskan pelukannya dan berjalan kesana kemari di kamar tempat dia dan Tiffany bersiap-siap itu. Meskipun memang benar dia telah merestui hubungan putrinya, namun Taeyeon masih sulit menerima kenyataan bahwa putrinya semata wayang memilih untuk menikah dengan Yoona, putra dari rivalnya, Kwon Yuri. “Aku tahu, aku tahu. Mungkin aku sudah gila saat itu. Bagaimana bisa aku membiarkan Seohyun kecilku menikahi bocah itu? Seharusnya aku mengunci putriku di menara saja.”

“Taeyeon-ah.”

Pria itu tidak menghiraukan panggilan istrinya malahan tetap membicarakan rencananya. “Sekaligus membeli seekor naga untuk menjaganya. Dengan begitu dia akan aman dari bocah itu.”

“Taeyeon-ah.” Kini suara Tiffany lebih tegas dan dia pun menarik tangan Taeyeon agar pria itu berhenti dan menatapnya. “Berhentilah bicara yang tidak masuk akal.”

“Putri kita akan menikahi anak si Kwon sialan itu, Fany-ah!! Apa kau rela?!”

“Aku tidak masalah dengan hal ini. Kau tahu itu, Tae. Asalkan Seohyun bahagia dengan pilihannya, aku pasti akan mendukungnya. Kau juga begitu, kan?”

Taeyeon menghela napas berat sebelum melepaskan pegangan Tiffany. “Tapi bagaimana denganku, Fany-ah? Memikirkan bahwa nanti aku harus melihat si Kwon sialan itu saja sudah membuatku mual, apalagi jika harus berurusan dengannya seumur hidupku. Dan lagi, bagaimana jika Seohyun dipengaruhi oleh si tukang pamer dan wanita berdarah dingin itu hingga tidak lagi mengingatku? Aku tidak sanggup, Fany-ah.”

Kini giliran Tiffany yang menarik tubuh Taeyeon mendekat dan memeluknya. “Kau tidak perlu khawatir, Tae. Seohyun tidak akan melupakanmu. Kau tahu dia sangat mencintaimu, kan?” Tiffany membisikkannya di telinga Taeyeon sambil mengusap pelan punggung pria itu.

“Tapi…”

“Tenanglah, Tae. Aku tahu kau khawatir dengan Seohyun. Tapi percayalah pada putri kita. Keputusannya ini pasti sudah dia pikirkan baik-baik.”

Taeyeon terdiam sejenak, membiarkan istrinya itu menenangkannya. “Yah kau benar,” akhirnya Taeyeon bergumam. Dia melepaskan diri dari pelukan Tiffany sebelum kembali menghela napas. “Tapi apa menurutmu ini tidak terlalu cepat? Seohyun kecil kita menikah terlalu cepat. Sudah kubilang kan kalau membiarkannya pindah dari rumah sebelum usia tiga puluh adalah keputusan yang salah.”

“Hmm, kurasa begitu.”

“Dan lebih baik tanpa internet.”

“Ataupun handphone. Apa yang dulu kita pikirkan saat kita membelikannya handphone?”

Mereka pun saling bertatapan dan tersenyum.

Tiffany kini menempelkan dahinya di kening Taeyeon. “Seohyun kecil kita akan segera menikah.” Taeyeon hanya bisa mengangguk untuk membalasnya karena tiba-tiba saja tenggorokannya terasa tercekat, seperti ada sesuatu yang mengganjal, hingga dia tidak mampu berbicara.

Mereka berdiri seperti itu untuk beberapa waktu. Berdiam untuk mencerna dan mempersiapkan diri untuk kondisi yang ada di hadapan mereka seperti yang baru saja diucapkan Tiffany. Putri mereka, anak semata wayang mereka, akan segera menikah dalam waktu kurang dari satu jam.

“Aku akan mencari udara segar dulu. Aku akan menunggu di seberang altar,” akhirnya Taeyeon berbisik dan kini giliran Tiffany yang mengangguk.

Setelah suaminya pergi, Tiffany pun berjalan menuju ruangan tempat putrinya berada. Dari luar terdengar suara gelak tawa beberapa wanita. Tiffany menarik napas dalam dan mengetuk pintu di hadapannya. Suara gelak tawa itu pun segera tergantikan oleh keheningan.

“Siapa?” tanya salah satu dari mereka. Dia adalah salah satu dari para gadis pengiring pengantin sekaligus sahabat dekat Seohyun.

“Umma,” ujar Tiffany. “Apa aku bisa masuk?”

Gadis itu membuka pintu sedikit dan mengintip sebentar untuk memastikan apakah benar yang datang berkunjung adalah ibu Seohyun dan kemudian membuka pintu itu dengan lebar untuk mempersilahkan wanita tersebut masuk.

“Kami permisi dulu kalau begitu,” ujar sahabat Seohyun itu sambil tersenyum manis, kemudian memberi isyarat kepada kedua gadis lainnya untuk mengikuti dia. “Sampai jumpa lagi, Seohyun-ah.”

Seohyun melambai pada ketiga sahabatnya itu sebelum mengalihkan perhatiannya kepada ibunya.

“Bagaimana menurutmu, Umma?” tanyanya. Tangannya terentang dan dia sedikit berputar untuk memperlihatkan penampilannya pada ibunya. Tiffany seketika tersenyum. Dia sudah melihat gaun Seohyun sebelumnya, dia juga sudah melihat Seohyun memakainya, tapi itu semua sama sekali berbeda dibandingkan melihat putrinya itu dalam balutan gaun putih dengan sebuah mahkota di rambut coklatnya dan sebuket mawar merah muda di tangan pada hari pernikahannya.

“Kau sangat cantik, Seohyun-ah,” ucap Tiffany akhirnya. “Sudah sangat dewasa.”

“Umma sudah berpikir seperti itu sejak aku masih sepuluh tahun.”

“Umma sudah berpikir seperti itu sejak kau masih delapan tahun, Seohyun-ah.” Tiffany melangkah mendekat dan mengecup pipi Seohyun lembut. “Kau sempurna, Seohyun-ah.”

“Menurut Umma aku terlihat sempurna?”

“Menurut Umma kau itu sempurna, Seohyun-ah.”

“Umma…” Mata Seohyun perlahan mulai berlinangan air mata. Ibu dan anak itu saling bertatapan untuk beberapa saat sebelum Seohyun memeluknya erat, memberi kesempatan pada Tiffany untuk diam-diam menyeka matanya yang sudah basah.

“Umma mencintaimu, Seohyun-ah.”

“Aku juga mencintaimu, Umma.”

***

Suara ketukan pelan terdengar dari arah pintu. “Seohyun-ah, sudah waktunya.” Suara salah satu gadis pengiring pengantin terdengar dari balik pintu.

“Oke. Kami akan segera keluar,” balas Seohyun saat Tiffany dengan enggan melepaskan pelukannya.

Wanita itu membantu Seohyun menurunkan kerudungnya setelah memberi ucapan semangat dan mencium kembali pipi pengantin wanita itu.

Para gadis pengiring pengantin sudah bersiap di luar pintu ketika Seohyun dan Tiffany tiba. Mereka melambai dan memberikan ucapan semangat pada Seohyun sebelum pengantin wanita itu menuju ke arah ayahnya menunggu.

“Appa sudah siap?”

Taeyeon menatap wajah putrinya yang kini sedang tersenyum dan mengangguk. Dia mengangkat lengannya dan memberikan tangannya pada Seohyun. Senyuman di wajah putrinya itu semakin lebar dan dia pun menerima tangan Taeyeon kemudian menggenggamnya. Di saat itu pula suara organ terdengar, memainkan senandung lagu pernikahan, menandakan sudah saatnya bagi mereka untuk memasuki ruangan.

Seohyun menarik napas dalam sebelum melangkahkan kakinya menuju altar. Seohyun melangkah dengan perlahan bersama dengan Taeyeon di sisi kirinya. Genggaman ayahnya terasa kuat namun tidak terlalu kuat hingga menyakitinya. Seohyun tahu ini sulit bagi ayahnya itu, namun dia sangat berterima kasih Taeyeon tetap mendukung keputusannya ini bahkan setuju untuk mengantarnya berjalan menuju altar di hari pernikahannya.

Di ujung altar, Taeyeon membuka kerudung Seohyun dan menatap putrinya itu selama beberapa detik. Pandangan pria itu penuh dengan berbagai macam perasaan yang tak bisa dibaca oleh Seohyun. Dia kemudian mencium pipi pengantin wanita itu. Seohyun meremas pelan tangan Taeyeon sebelum ayahnya itu meninggalkan dia di altar dan menuju ke tempat ibunya menunggu – di bangku terdepan.

Taeyeon hanya terdiam setelahnya. Dia tidak marah, menggerutu bahkan mengernyit sekalipun. Padahal bukanlah suatu rahasia kalau Taeyeon tidak menyukai ide Seohyun menikahi pria di depan altar sana. Tetapi ada yang telah berubah dalam diri Taeyeon sejak putrinya itu menggenggam tangannya sebelum berjalan menuju ke depan altar.

Dulu Taeyeon akan memelototi atau menggertak setiap kali kekasih Seohyun atau ayahnya berada di sekitarnya. Tetapi kini Taeyeon tidak melakukan apapun pada kedua pria itu meskipun sudah satu jam berlalu sejak kedatangan mereka. Pria bertubuh pendek itu tetap tenang sambil memperhatikan imam di depan berbicara panjang lebar di hadapan kedua mempelai.

Di sampingnya, Tiffany tersenyum, bahagia bercampur sedih, sambil berlinangan air mata. Suara sedu sedan memenuhi ruangan tersebut, tidak hanya berasal dari keluarga namun juga teman-teman dekat mempelai. Suara isak itu semakin terdengar ketika kedua pasangan akhirnya selesai mengucapkan janji pernikahan mereka.

Taeyeon meraih tangan Tiffany dan meremasnya pelan. Matanya terpejam sambil menahan rasa di dadanya. Perasaan yang begitu kuat memenuhi dirinya. Sesuatu yang tidak dia pahami namun jelas berbeda dari perasaan kesal terhadap keluarga menantunya ataupun rival abadinya.

“Dengan demikian saya perkenalkan kepada Anda semua, Tuan dan Nyonya Kwon Yoona!”

Pasangan pengantin tersebut berciuman kemudian menghadap ke arah para hadirin. Keduanya tersenyum bahagia, air mata membasahi mata Seohyun saat pandangannya bertemu dengan kedua orang tuanya. Tiffany segera membalas senyumannya, dan disusul oleh Taeyeon tak lama kemudian. Suara tepuk tangan pun menyeruak di seluruh ruangan sekaligus menandakan prosesi perkawinan tersebut telah selesai dan kini saatnya untuk merayakan hari bahagia ini.

***

Taeyeon dan Tiffany duduk berdampingan di mobil dalam perjalanan mereka menuju tempat resepsi pernikahan. Tiffany mengistirahatkan kepalanya di bahu Taeyeon sepanjang perjalanan yang dipenuhi keheningan itu.

Resepsi pernikahan tersebut diadakan di salah satu resort milik Yuri. Itu adalah hadiah pernikahan dari pria bermarga Kwon tersebut. Taeyeon sama sekali tidak senang dengan hal itu, tetapi ini adalah kesalahannya juga karena tidak mau terlibat dalam persiapan pernikahan putrinya ini. Oleh karena itu, saat dia mendengar kalau hanya butuh waktu tepat tiga detik untuk Seohyun menyetujui tawaran Yuri tersebut dengan cara memeluk calon mertuanya itu, Taeyeon tidak bisa menentang apapun. Di sisi lain, Tiffany pun ikut mendukung keputusan tersebut asalkan dirinya dilibatkan dalam persiapan pernikahan itu.

Taeyeon dan Tiffany mengakui kerja keras Yuri dan orang-orangnya saat mereka melangkah memasuki ruangan resepsi. Tempat itu terlihat begitu indah dan elegan, namun tetap terasa akrab dan sederhana. Tidak sama sekali terlihat seperti “Royal Wedding” seperti yang Taeyeon takutkan – dia tahu kalau keluarga rivalnya itu senang sekali dengan konsep ‘royal’ sedangkan dirinya lebih memilih sesuatu yang elegan namun sederhana. Semuanya terlihat sesuai dengan putrinya Seohyun.

Keduanya berjalan menuju meja yang telah disediakan bagi mereka dan Taeyeon pun duduk di samping Tiffany. Meja mereka bersebelahan dengan meja pasangan pengantin baru. Pria itu tidak memperhatikan buku menu yang ada di tangannya, konsentrasinya sepenuhnya terfokus pada putri kecilnya sehingga Tiffany pun harus memilihkan makanan baginya saat pelayan sudah menanyakan pesanan mereka. Helaan napas terdengar dari mulut pria berambut hitam itu di saat suara sendok dan garpu beradu terdengar di udara sembari para tamu undangan menikmati hidangan mereka – berbeda dengan Taeyeon yang tidak bernafsu makan saat ini.

Seohyun terlihat sangat cantik hari ini. Ini adalah pertama kalinya Taeyeon melihat gaun yang dikenakan putrinya itu dan dia benar-benar terpukau melihatnya. Putrinya terlihat seperti seorang malaikat yang bersinar dengan gaun putih bersih dan rambut coklat bergelombangnya.

Mata Taeyeon pun terbuka. Putrinya itu bukan lagi Seohyun kecilnya. Dia kini sudah berusia dua puluh tiga tahun dan resmi menjadi seorang istri. Sekarang dia adalah Kwon Seohyun.

Seohyun benar-benar bertumbuh terlalu cepat.

Setelah sekian waktu berlalu, Taeyeon merasakan seseorang menyentuh lengannya. Dia pun menoleh dan bertemu dengan tatapan bola mata coklat istrinya. Tiffany menatap suaminya dengan penuh pengertian sekaligus menenangkannya. Taeyeon tidak perlu menunggu istrinya itu membuka mulutnya untuk mengerti apa yang ingin dia katakan. Saling mengenal dan mencintai selama lebih dari dua puluh lima tahun telah membuat Taeyeon mampu membaca istrinya dengan baik dan dia merasa terhibur dengan fakta itu. Sesuatu yang berharga di tengah-tengah perubahan besar yang sedang terjadi dalam hidup mereka ini.

“Aku tahu,” Taeyeon menghela napas sambil mengarahkan pandangannya ke piring di meja – masih penuh dengan makanan yang bahkan tidak dia pesan. “Aku sudah menerima semua ini, tapi… entah mengapa, melihatnya begitu bahagia membuatku berharap agar putri kecilku bisa kembali lagi. Gadis kecil yang memandangiku seperti dulu. Apa kau ingat itu? Seolah-olah aku adalah satu-satunya pria di dunia ini.” Suaranya terlalu pelan untuk dapat didengar oleh orang lain selain Tiffany.

“Tae,” Tiffany mulai bicara, tangannya meraih tangan pria itu dan menggenggamnya, “Seohyun adalah anak yang baik dan penyayang. Dia akan tetap menjadi putri kita selamanya,” Tiffany mencoba untuk menghibur suaminya itu, namun tetap menyelipkan kebenaran di dalam kata-katanya. Ini adalah salah satu alasan Taeyeon jatuh cinta pada wanita dengan senyuman indah itu. Dia bukan hanya membuat Taeyeon melupakan rasa sedihnya, tetapi sekaligus membuka matanya lebih lagi. Bagaimanapun juga, di dalam hati Seohyun dia masihlah putri kecil mereka yang akan berlari ke pelukan mereka jika dia tersakiti.

“Taeyeon, kini giliranmu!” Sooyoung, yang duduk tidak jauh darinya, menginterupsi dengan suara nyaringnya.

Mata Tiffany bertemu kembali dengan Taeyeon. Cinta dan kepercayaan terpancar dari balik bola mata coklat itu. Dia ingin meyakinkan suaminya itu bahwa dirinya akan selalu berada di sisinya untuk mendukungnya.

Taeyeon tersenyum melihat hal itu dan meremas pelan tangan Tiffany sebelum beranjak dari tempat duduknya. Dia pun berjalan menuju ke panggung di depan para hadirin. Setiap langkah kakinya menjadi pengingat baginya untuk melupakan segala perasaan mengganjal yang ada dalam hatinya. Ini adalah hal tersulit yang pernah dialami Taeyeon dalam hidupnya. Dia sangat menyayangi Seohyun dan tidak ingin melepaskan gadis kecilnya itu, terlebih lagi pada putra rival abadinya. Namun sekarang akhirnya dia akan mengalah. Untuk putrinya.

Sesaat sebelum dia memulai ucapan selamatnya, mata coklatnya bertemu dengan mata Seohyun – mata yang sama seperti mata Tiffany, hanya sedikit lebih gelap saja namun tetap memancarkan rasa cinta dan kebahagiaan yang serupa. Senyumannya pun tampak sangat tulus dan tidak dibuat-buat. Taeyeon tidak bisa membayangkan jika dirinya mengecewakan putrinya itu.

Taeyeon berdeham dan mendekatkan mic yang dia pegang ke mulutnya. “Halo semuanya,” suaranya langsung mengalihkan perhatian para tamu, “Aku adalah Kim Taeyeon, ayah dari mempelai wanita yang sangat cantik disana.” Dia menunjuk putrinya yang kini tersenyum semakin lebar. “Kurasa ini adalah giliranku untuk memberikan sepatah dua patah kata…”

“Jujur saja rasanya sulit bagiku untuk berdiri disini, di depan kalian semua. Bukan karena demam panggung tentunya. Dan bahkan jika aku demam panggung sekalipun, aku tidak peduli dengan itu karena putriku baru saja menikah hari ini. Tapi kalian semua pun tahu kalau ayah mempelai pria hari ini adalah rival abadiku, jadi… butuh waktu lama bagiku untuk benar-benar menerima semua ini.”

Dia berhenti sejenak dan menatap ke arah Tiffany. Wanita itu memberikan anggukan menyemangati dan Taeyeon kembali mengarahkan pandangannya pada Seohyun.

“Pagi ini, aku melihat putriku dalam balutan gaun pernikahannya. Itu adalah saat dimana aku menyadari bahwa dia bukanlah putri kecilku lagi. Aku mengatakan ini pada diriku sendiri, ‘Dia bukan lagi Seohyun kecilku. Dia adalah seorang wanita yang sudah siap untuk melangkah memasuki babak baru kehidupannya’.” Dia merasa matanya memanas. Mengucapkan semuanya ini dengan lantang ternyata sangat berbeda dengan mengucapkannya dalam hati. Semua ini menjadikannya terasa nyata.

“Melihat Seohyun begitu bahagia membuatku sadar kalau aku tidak bisa menahannya. Aku tidak sanggup membayangkan jika aku mengingkari janji yang aku buat saat dirinya lahir ke dunia ini,” Taeyeon berhenti bicara lagi. Kini air mata sudah menggenang di pelupuk matanya.

“Ketika aku menggenggam tangan kecil itu tepat setelah persalinan yang panjang, aku bilang pada diriku sendiri kalau aku akan melakukan apapun agar putri kecilku selalu bahagia. Dan jika pria ini,” dia menunjuk ke arah Yoona, “Adalah orang yang bisa membuat putriku bahagia, lalu siapakah aku ini hingga menghalangi mereka berdua? Appa mencintaimu, Seohyun-ah. Appa hanya berharap agar kau masih akan tetap berlari pada Appamu ini saat hidup terasa sulit.” Taeyeon mendongak sejenak untuk melawan air matanya.

“Bersulang untuk pasangan bahagia ini!” Pria itu mengakhiri ucapannya dan mengangkat gelasnya.

Setelah semua meneguk minuman mereka masing-masing, Taeyeon pun kembali menuju istrinya yang sudah menunggu. Mata putrinya bertemu dengan miliknya ketika dia duduk dan Seohyun mengucapkan, “Aku mencintaimu, Appa.”

“Aku mencintaimu juga,” Taeyeon membalas, mengangguk dan tersenyum.

Tiffany meraih tangan Taeyeon dan mencium pipinya lembut. “Kau melakukannya dengan baik, Tae.”

Taeyeon tahu Tiffany benar dan membiarkan dirinya terhibur oleh kata-kata Tiffany. Dia sudah melakukannya dengan baik untuk dirinya sendiri, dan untuk Seohyun kecilnya.

The End.

A/N: Annyeong!!! Yak untuk episode kali ini adalah prequel dari ep 1 kemarin, yaitu hari pernikahan Seohyun. Di episode ini author lebih mencoba menggali feelingnya dibanding komedi. Semoga kalian tetep suka ya 😉

Nah untuk episode selanjutnya akan diupdate 2 minggu dari sekarang dan setting waktunya juga akan mundur dari episode kali ini ato bisa dibilang sbg prequelnya. Kira2 apa nih? Silahkan ditebak sendiri hahahaha oke oke?

Sekarang author pamit dulu. Kalo suka ep ini silahkan komen ato like ato share ceritanya. Thank you semua! Annyeong~

Advertisements

Author: 4riesone

SONE. Follow me on Twitter @4riesone for updates and questions

27 thoughts on “TTS Mini Series – EP 2: My Little Seohyun

  1. Jd baper. Aku mendptkn feelnya.

  2. Hahaha ttp ada komedi nya ko thor lucu .. seru.. dpt bngt feel nya .
    _TTS jhaangg.

  3. Kayaknya aku baru kenal nih wp. Ijin baca ye Thor. Taeny nyang sabar aja. Semangat!

  4. Ikut terharu sama kata2nya taeyeon. Mengesampingkan ego nya demi anak tercinta nya. Semoga yoong bisa ngebahagiain seohyun dan gabikin taeng kecewa. Ikut seneng dehh sama wedding nya yoonhyun, cepet2 punya momongan dehh😁
    Buat chap selanjutnya berarti flashback pas seohyun masih kecil yaa dan tetep dengan berantem konyol nya yultae sebagai rival??wkwk. Ditunggu lah pokoknya👍🏻

  5. Entah kenapa pas taeyeon kasih sambutan bener2 bikin terharu jadi inget ayah… Tae sayang banget sama seohyun sampe2 rasanya berat bgt ngelepas anaknya buat nikah

  6. Taeyeon berat banget mau lepasin seohyun buat nikah apalagi sama yoong

  7. Y Tuhan nangis Aq baca ny.. Beruntung ny seobaby Masih punya appa d waktu pernikahan ny .. Bisa mendampingi..

  8. Masa mudanya yultae pas saingan thor trus tae ktemu fany 😀

  9. Dapet banget feel nya thor…
    Dimata tae, seo mah ttep putri kecilnya…
    Pas sambutannya tae bikin terharu…
    Bner2 blum bisa ngelepas seo ya tae nya

  10. yoonhyun nikah , jujur gw kurang srek sama yoonhyun yg langsung nikah*gw di pihak tae😂😂*,.. sabar ya tae , buat debay baru gih biar gk kesepian

  11. Waktu memang cepat berlalu, seohyun mlah udah nikah disni,,
    Feel nya ngenah thor,,,
    Tae appa sedih bgt kyknya untung ada fanny umma,,,

  12. prequelnya? mungkin tentang cinta segitiga yuri, sica, tae & akhirnya tae ketemu fany? atau pas awal yoonhyun jatuh cinta & ditentang tae?
    hehe terlalu banyak kemungkinan thor

    btw, hapter ini bikin terharu, dapet banget feelnya, tae kelihatan banget sayang sama seohyun 🙂

  13. trharu sma kta”nya tae

  14. Fany emang istri yg luar biasa. Kegalauan Taeyeon segera lenyap krn sentuhan tangan sang istri. Seohyun ttp sayang ama appa Tae kan?. Appa Tae lg cemburu tuch krn anak kecilnya nikah

  15. Semua ortu pasti merasakan hal semacam itu jga melepaskan anak yg diurus dr bayi smpe dewasa pd saat mereka sudah menikah ..
    Sedihhh jd ngebayangin jga …

  16. terharu bacnya thor. saking sygnya tae ma seohyun dia enggan mau mlepaskan seo . mungkin klau bukan nasehat dari pany tae tdk akan rela berbesan sma rivalnya . sdkt dorky appa tae 😀 . thor sequel thor . goamawo

  17. Seohyun tetap jadi putri kecil kim family ,jngn takut tae ,fany lembut bgt yah dampinin taee..
    Sweett

  18. tae lebay sumpah hahaha

  19. taeng pasti susah melepasin anak semata wayang yg masih di sayang menikah ama anak musuh bubuyutan dia

  20. Aku ko nangis ya thor??😢😭😭

  21. ^^ akhirnya update jg thor ..

    Klo yg pertama tentang masa kehamilan seo dan part ini tentang tae melepaskan seo sebagai istri syahnya kwon yoona mungkin gw berharap itu tentang taeny dan seo pas lahir kedunia ini😃😂 klo bener itu jg

  22. Seru banget niih dan dapet feelnya berasa sedih sekaligus bahagia juga. Taeyeon sayang banget sama putri kecilnya seohyun sampe dia rada gak rela gitu nikah sama anak rivalnya hahaha

  23. Gue menitihkan air mata pas bagian akhir 😭😭😭
    Dapet bgt feel nya 😥😢

  24. Kim family so sweet dah
    Wkakakkaa
    Tae syng bngt2 sma seo 😍😍🤗

  25. seoarang ayah akn merasa takut ketika anak gadis’y memperkenalkn seorng pria kepd’y tp sekrng seohyun akn memulai kehidupn baru dg pria pilihn’y belahn jiwanya. aah taeyeon lebay ya.. tp d sini taeyeon menggambrkn sosok seorng ayah bgt yg merasa bgtu berat hrus melepaskn putri kecilnya putri kesayangnnya demi laki2 yg sangt d cintainya..
    ooh trharu gwe😢😢😢

  26. haru nya moment keluarga KIM.

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s