rara0894

All about TaeTiSeo and GG

2 Grand (Chapter 9)

62 Comments

Author : XoloveTaeyeon

Cast : Kim Taeyeon-Tiffany Hwang

Original Link : Here!

CHAPTER 9 : DONT EVER PAY ME BACK

Kemarin mengerikan, tapi setidaknya, Taeyeon tidak ingat apaun selain menabrak seorang pria tua dan seorang gadis yang familiar datang membantunya. Bangun perlahan karena kecerahan sinar di kamarnya, Taeyeon meringis karena sakit yang tiba-tiba saat dia menggerakan lengannya.

What the- Im Yoona tidur denganku?” Dia menyempitkan alisnya dengan mulut setengah terbuka, tangan mencengkram rambutnya sendiri di bagian belakang kepalanya.

“Yah… Kamu tidur denganku sejak tadi malam?” dia mencolek gadis yang tidur di bahunya.

Frustasi, Taeyeon menarik lengan Yoona ke arahnya membuatnya terbangun.

“Nghhg … Taeyeonie ada apa? .. Ungh aku ngantuk …” Yoona melepaskan diri jatuh ke depan dan mendaratkan kepalanya di pundak Taeyeon, kemudian memejamkan mata lagi.

“Hentikan dan jawablah aku!” Dia mendorong Yoona dan berdiri, menyilangkan tangan, dia menyadari dirinya memakai t-shirt berukuran besar. Memeriksa ke dalam, dia mengenakan pakaiannya yang kemarin. Melotot ke arah Yoona, dia melihat gadis itu juga sama.

“Oke aku tidur dengan kamu semalam. Terus kenapa? Ada masalah? kamu bisa tidur dengan siapa pun … Kita bahkan tidak bisa melakukan apa-apa karena kamu terlalu mabuk …” Yoona cemberut dan bergumam pada bagian terakhir.

“Itu bagimu. sialan, keluar dari sini.”

Yoona tahu membuat Taeyeon lebih jengkel lagi itu bukanlah ide yang bagus, setelah memakai pakaiannya dengan benar, dia pergi dengan wajah sedih. Taeyeon mendesah dan mengacak-acak rambutnya, mengambil telepon dari celana jeans-nya, Taeyeon mencari sebuah nomor dan menekan ‘call’.

“Yah di mana kamu? Apa kamu yang mengantarku pulang semalam? Apa yang terjadi?” Taeyeon bertanya sambil mendudukan dirinya di armrest sofa ruang tamunya.

“Well…”

– Flashback – (Seperti yang Myungsoo ceritakan.)

“Kau hanya pelacur murahan. Siapa kamu menjadi pacar Taeyeonie? Apa kamu sudah gila?” Yoona menatap lurus ke mata Tiffany sambil mencengkram bajunya.

“Aku pelacur murahan, tapi Taeyeon menyukaiku. Apa itu mengejutkan?” Tiffany melontarkan senyum ringan, kemudian meraih tangan Yoona dan melepaskan tangan Yoona dari bajunya.

“Kau-” Sebelum Yoona hendak melayangkan tamparan lain di pipi Tiffany, Jonghyun menahan lengannya kembali dan menariknya menjauh.

“Tidak lepaskan aku!”

Oh my god, hentikan saja.” Jonghyun menahan Yoona arat-erat di kedua lengannya tapi karena kekuatannya, dia bisa melepaskan diri dengan mudah dan langsung menyerang Tiffany.

Slap-slap-punch

Tanpa belas kasihan, Yoona memukul Tiffany saat dia berada di atas gadis itu.  Orang-orang tidak bisa menghentikannya. Tapi apa yang mengejutkan mereka, Tiffany hanya diam dan menerima semua pukulan dari gadis kasar itu. Mereka ingat bahwa Tiffany, dia bisa taekwondo, tapi mengapa dia tidak membela diri?

Setelah Yoona pikir dia sudah cukup puas. Dia melepaskan gadis itu dan memapah Taeyeon sebelum berjalan pergi. Myungsoo mengisyaratkan Jonghyun untuk mengikutinya, sementara Myungsoo tetap di tempat.

Kita dalam masalah besar …

“Tiffany-ssi, aku minta maaf… Aku akan membawamu ke rumah sakit sekarang.” Myungsoo membantunya berdiri dan membiarkan Tiffany duduk di sofa di dekatnya.

“Tidak… apa-apa… Oww… kamu harus pulang, ini sudah malam. Jangan khawatirkan aku, aku bisa menelepon teman-temanku untuk menjemputku.” Meskipun sakit karena luka memarnya, Tiffany berusaha tersenyum dan mengisyaratkan dia untuk pergi.

“Tidak bisa, Taeyeon akan membunuhku jika dia tahu kami membuat kamu terluka… Mari kita pergi sekarang. Aku harus mengambil tanggung jawab untuk ini.” Dengan itu, dia tidak punya pilihan selain setuju.

-End flashback-

“Jadi di mana dia sekarang?!”

“Aku akan ke sana… terima kasih.”

**

Benar-benar marah dan gugup, Taeyeon berjalan secepat yang dia bisa ke ruangan tempat di mana Tiffany di rawat sejak semalam. Dia memiliki luka memar di sekujur tubuhnya, sehingga dokter menyarankan dia untuk tetap di rumah sakit dan mendapatkan treatment khusus.

Jika ada sesuatu yang serius terjadi padanya, Yoona harus membayarnya.

Mendorong pintu samping, Taeyeon melihatnya tidur nyenyak di tempat tidur mengenakan pakaian rumah sakit. Wajahnya penuh dengan memar, bukan seperti memar serius. Bibirnya tampak benar-benar merah, sepertinya darah telah mengering selama berjam-jam dari situ.

Perlahan-lahan, ia mulai berjalan di dalam ruangan. Bibirnya bergetar saat ia meletakkan tangannya yang hangat di pipi kanan Tffany.

Aku merindukanmu …

Taeyeon terus membelai pipinya sedangkan matanya tidak pernah lepas dari Tiffany. dia duduk di sisi tempat tidur.

Yoona harus bertemu denganku ketika kamu keluar dari rumah sakit.

“Sudah… selesai menyentuh wajahku?” Gadis dengan mata tertutup itu membuka matanya dan menatap Taeyeon yang terkejut, dia tersenyum menyeringai ketika Taeyeon tidak bisa berkata apa-apa tapi wajahnya tampak memerah. Mulutnya sedikit terbuka, mencoba untuk mengatakan sepatah kata, tapi berakhir dengan menutupnya.

“Kita impas sekarang huh? Kamu pergi ke rumah sakit saat pertemuan pertama kita, sekarang di sinilah aku, di rumah sakit.” Tiffany tertawa, matanya berubah menjadi bulan sabit saat matanya menghilang.

“Bicara, Babo. Jangan menatapku seperti itu.”

“Hai sayang.” Taeyeon mencoba untuk tetap tenang dan bertingkah seperti bagaimana dia biasanya ketika dia bersama Tiffany.

“Tidak, bukan itu. Don’t try.” Tiffany memberinya lihat.

“Aku … Minta … Maaf … karena menyebabkan semua ini.” Taeyeon menundukan kepalanya rendah, malu, merasa bersalah, terluka untuk Tiffany.

Gadis dengan setelan pasien itu duduk perlahan, bergeser ke tepi tempat tidur, di mana Taeyeon berdiri, ia menatap wajahnya. Dia memegang lengan Taeyeon dan menariknya sedikit, menyuruhnya untuk duduk. Taeyeon duduk di tempat tidur, meninggalkan sedikit jarak di antara mereka. Gugup, kedua mata mereka tidak berani untuk saling menatap satu sama lain. Kedua kaki Tiffany tergantung di udara karena kakinya tidak bisa mencapai lantai, begitu juga Taeyeon.

Setelah sekitar 5 menit, Tiffany dengan malu-malu akhirnya membuat pergerakan. Bergeser mendekat ke Taeyeon, meskipun gadis lain merasakan pergerakannya tetapi dia tetap diam, menunggu untuk melihat apa yang akan dilakukan Tiffany. bahu mereka bersentuhan, Tiffany mendongak, Taeyeon juga, dia memberi gadis brunette itu sebuah senyuman. Tiffany pikir itu adalah sebuah persetujuan untuk apa dia akan lakukan, dia malu-malu, perlahan-lahan, memiringkan kepalanya ke sisi Taeyeon. Ketika hendak menyentuh bahu gadis itu, sayangnya, seseorang membuka pintu, mengganggu kedua gadis itu.

Aish, dia hampir bersandar pada padaku…

“Bagaimana keadaanmu sekarang Tiffany-ssi?” Dokter bertanya, memegang file di lengannya. Di belakang dokter itu ada seorang perawat,  mendorong cart-nya berisi obat-obatan dan injector di atasnya.

“Tidak! Aku tidak mau masuk! Ughh lepaskan aku oppa!” Dari luar ruangan, sebuah suara berteriak menggelegar, kemudian wajahnya muncul, Yoona mendorong kedua laki-laki ke samping dan hendak lari tapi ketika ia melihat Taeyeon duduk di dalam ruangan, matanya melebar begitu juga mulutnya, tidak menunggu untuk di tarik ke dalam, ia berjalan masuk dengan sendirinya.

“Taeyeonie? Apakah kamu mengusirku pagi tadi untuk datang ke sini dan melihat dia?” bertanya dengan ketidakpercayaan dan cemburu, Yoona memegang bahu Taeyeon.

“Ahh … Tiffany-ssi, kami membawanya ke sini untuk meminta maaf padamu, dia biasanya tidak sekasar ini, hanya saja-“

“Diam!” Sebelum Myungsoo bisa melanjutkan kata-katanya, Yoona berteriak di depannya.

“Tolong jangan berisik di rumah sakit, pasien lain-“

“Kamu jangan berisik juga!” Dia menoleh ke arah dokter dan menunjuk wajahnya.

“Pergi berdiri di depan pintu dan tunggu aku.” Taeyeon memberinya sebuah tatapan tajam dan dia menundukan kepalanya rendah, mengangguk, ia melangkahkan kakinya keluar ke pintu, di mana ia masih bisa melihat ke dalam.

Ruangan menjadi hening, Tiffany menatap ke luar ruangan, di mana Yoona menatap ke dalam ruangan, mengirimkan kebenciannya untuk Tiffany melalui matanya, tapi Tiffany tidak benar-benar peduli. Matanya kemudian tertuju pada Taeyeon, menemukan gadis itu menatap lantai, ia bertanya-tanya apa yang dipikirkan Taeyeon. Kemudian…

“Ahem … Jadi … Ms. Tiffany, kamu perlu mendapatkan suntikan-” Dokter mengangkat suntikan yang ‘tidak begitu besar’.

What?! no no no itu akan sakit.” menggelengkan kepalanya, dia menyembunyikan wajahnya di tangannya.

Baru saja dokter mengisyaratkan Taeyeon untuk meninggalkan ke kamar, Tiffany menahan lengan Taeyeon dan memberinya ekspresi puppy-scared. tidak bisa menolak ekspresi itu. Taeyeon melebarkan lengannya dan segera memeluk Tiffany.

“Ini akan baik-baik saja, kamu perlu mengambil obatmu. Aku akan berada di sebelahmu, oke?” Taeyeon memeluk Tiffany erat sambil berbisik padanya. Mendapatkan pelukan dari Taeyeon seperti ini untuk ketiga kalinya, mengejutkan, jantung Tiffany berdebar sangat keras kali ini.

Taeyeon mengisyaratkan dokter untuk melakukannya sambil menahan kepala Tiffany di dadanya, menempatkan kecupan di kepala gadis itu saat dokter menusukan jarum itu ke kulit lembut Tiffany. Wajahnya mengerut saat merasakan sedikit sakit melanda tubuhnya, tapi Taeyeon memeluknya, sehingga dia merasa bahagia, meskipun lengannya masih sedikit sakit ketika jarum itu di tarik.

“Lihat? Itu tidak sakit? … iya kan?” Taeyeon dengan hati-hati meniupkan udara di tempat yang disuntik, berharap untuk bisa mengurangi rasa sakitnya. Tiffany mengangguk dengan tersenyum malu-malu.

Karena kamu memelukku.

Setelah dokter menjelaskan kapan ia harus meminum obat, dokter meninggalkan mereka sendirian. Kemudian teman Taeyeon berjalan masuk bersama dengan Yoona.

“Taeyeonieee ~ Ayo kita pergi sekarang ~ Uhh? ~” Kata Yoona dengan suara merengek sambil menarik lengan Taeyeon.

“Kamu, Aku perlu melakukan sesuatu denganmu, ikut aku.” Taeyeon melotot pada Yoona dan berdiri, menarik tangan Yoona agak kasar, dia menariknya ke arah pintu, sementara sepasang mata cemburu menatap punggung mereka.

“Ah aku akan segera kembali, oke Fany?” Taeyeon berbalik dan berkata, tersenyum ke arah gadis itu.

Dia memanggilku… Fany … Tapi bagaimana bisa- hanya teman-teman dekatku yang tahu nama panggilanku.

“Eung.” Tiffany mengangguk dengan eyesmile-nya

Sebelum mereka keluar dari pandangan, Yoona dengan kekanak-kanakannya berbalik dan menjulurkan lidahnya, menunjukkan wajah merong untuk Tiffany.

Kedua teman Taeyeon juga pergi, mengatakan mereka harus pergi, Tiffany berterima kasih pada mereka kemudian mereka pergi. Berdiri di dekat jendela, dia bersandar di dinding dan menyaksikan matahari terbit. Pemandangan yang indah, ada kupu-kupu terbang di sekitar di taman, orang sedang berjalan-jalan, dua orang gadis duduk di bangku, menghadap kearahnya. Dua gadis duduk di bangku? … Itu Yoona, dan si pervert. Mereka sedang bicara, marah saat dia melihat ekspresi wajah Taeyeon. Sejenis cemburu, dia menyembunyikan wajahnya sedikit di balik dinding, masih menatap taman, melihat kedua gadis itu.

“Jadi kamu memanggilnya pelacur, lalu memukulinya.” Taeyeon mengulangi apa yang dikatakan Yoona, tangannya mengepal erat sementara dia menyilangkan tangannya.

“Tepat sekali! Itulah dia! seorang pelacur, itu sebabnya ia bekerja di sana. Ughh, apa yang  dia miliki yang tidak ada padaku? Apa yang dia punya hingga kamu menjadi ketagihan dengannya? Bukankah aku jauh lebih baik?” Yoona menumpahkan amarahnya keluar.

Menghirup napas, kemudian menghembuskannya. Berusaha untuk tetap bersikap baik, Taeyeon menatap Yoona.

“Okay pertama, dia bukan pelacur. Aku ulangi, Tiffany, bukan, pelacur. Kedua, Tiffany adalah Tiffany, kamu adalah kamu, kamu tidak memiliki apa yang dia miliki, dan dia tidak memiliki apa yang kamu miliki, jadi jangan membanding-bandingkan. aku tidak ingin meninggikan suaraku padamu, aku juga tidak ingin membuat hubungan kita menjadi lebih buruk, jadi berhenti, berhenti mengganggu Tiffany. aku pasti akan menghajarmu sekarang jika saja kamu itu bukan Yoona. ” Taeyeon mangatakannya dengan jelas, sambil memegang bahu Yoona, menatap matanya.

“Lalu apa aku untukmu? Kamu tidak mencintaiku lagi?” Yoona bertanya dengan marah.

“Aku hanya menganggapmu sebagai teman dekat, adik perempuan lebih tepatnya. Jadi berhenti mengganggunya jika kamu masih ingin aku melihatmu.” kata Taeyeon.

“Aku benci kamu Taeyeonie! Lihat aku, aku tidak akan meninggalkannya begitu saja! Aku akan membalas dendam padanya, karena mencuri kamu.”

“Okay ingat untuk minum lebih sedikit alkohol dan makan makanan yang sehat! Atau aku tidak akan mau bertemu denganmu lagi.” Taeyeon berteriak pada gadis yang berlari itu.

1, 2, 3

Yoona berbalik dan berlari seperti yang Taeyeon duga dan melompat pada dirinya, melingkarkan kakinya di pinggang Taeyeon, tangan di bahunya saat dia menangis.

“Aigoo, kamu seperti bocah.”

**

Apa?! Mengapa dia memeluk Taeyeon … seakan … seakan dia melemparkan tubuhnya ke my pervert seperti itu ?! my pervert?! … Ada yang salah denganku … Sejak kapan aku peduli tentang Taeyeon seperti ini …oh aku perlu mendapatkan suntikkan lagi

“Hei sayang, apa yang kamu lihat?” Tiba-tiba, sepasang lengan melingkari perutnya, mengistirahatkan kepalanya di bahunya, menghirup aroma tubuhnya.

Saat itu, dia menyadari bahwa dia telah menatap ke luar jendela selama setengah jam bahkan setelah Taeyeon dan Yoona meninggalkan tempat itu.

“Ya- yah! Siapa yang membiarkanmu memelukku huh?” Dia berbalik dan mendorong orang itu -yang dia tahu itu adalah Taeyeon- ke lantai.

“Ap- apa yang kamu bicarakan … Ughh .. b-berhenti menatapku seperti itu …” Tiffany tersipu dan memalingkan muka.

“Ja, aku membelikanmu bubur, aku seharusnya membeli sesuatu yang lebih enak tetapi kamu harus makan dan meminum obat pada jam 9, jadi aku mengambilkan kamu makanan rumah sakit, aku harap ini tidak mengerikan? Hehe. duduk.”

**

Sudah satu jam lamanya, mereka duduk di bukit di belakang rumah sakit, di mana kamu hampir bisa melihat seluruh kesibukan kota. Mobil berjalan dari segala arah, orang-orang berjalan di sisi jalanan, semuanya, seperti semut. Beberapa saat yang lalu saat Tiffany mengatakan bahwa dia kedinginan dan Taeyeon menariknya kearahnya dan menempatkan Tiffany di pangkuannya, memeluk Tiffany dari belakang.

“Jadi, tidak ada yang ingin kamu katakan padaku?” tanya Taeyeon.

“Um … bisakah kamu turunkan aku sekarang, aku tidak kedinginan lagi.” ujar Tiffany malu-malu, menoleh kepalanya ke samping, ia bertemu wajah Taeyeon yang berjarak seinchi darinya.

“Pembohong, itukah yang kamu ingin katakan padaku?” Taeyeon mengecup di bibirnya, membuatnya terkesiap diam-diam.

“Aku…”

“Semuanya terjadi di klub beberapa hari terakhir, setelah aku mabuk setiap malam. Itu adalah kamu yang selalu merawatku”

“Bagaimana kau-“

“Aku tahu. Aku hanya tahu.”

Tiffany mengangguk, ia menoleh kembali dan menikmati pemandangan di depannya sambil kepalanya bersandar di bahu itu, merasakan hangatnya.

“Kamu khawatir padaku.”

Tiffany mengangguk pelan.

“Kamu cemburu ketika gadis-gadis lain menyentuhku.”

Ragu-ragu, Tiffany mengangguk pada saat itu.

“Kamu merasa terluka saat itu aku mengatakan hal-hal yang tidak seharusnya aku katakan padamu.”

Bahwa, dalam hatinya, Tiffany sangat setuju, ia sakit hati, sangat sakit hati. Tetapi untuk membuatnya tidak terlihat jelas, dia mengangguk pelan di bahu Taeyeon.

“Kau mencintaiku.”

Dia mengangu- tunggu. Cinta?

“Tidak…”

“Tidak?” Mengatakan dengan suara husky-nya yang lembut, Taeyeon tampak terluka, teringat kembali, mengapa tidak?

“Masih belum. Tapi kamu bisa katakan … I fell for you, perlahan-lahan, mungkin suatu hari, I will love you, dan waktu itu, kamu tidak bisa mematahkan hatiku. Atau aku-“

“Jika aku mematahkan hatimu. Bayar aku lagi 2 grand.” Taeyeon mengatakan, tersenyum dalam kebahagiaan. Ini, hanya Tiffany dan dia yang tahu. kesepakatan bodoh mereka, kesepakatan bodohnya.

“Apa?…”

membayarmu lagi, jika kamu menghancurkan hatiku? … Oh, jika aku memiliki cukup uang untuk membayarmu kembali, artinya, aku tidak berutang apa-apa, artinya, kita tidak akan melihat satu sama lain setelah itu, kami tidak akan berbicara, kita akan berpura-pura tidak pernah mengenal satu sama lain, kita akan jadi… tidak saling kenal.

“Mengerti sekarang?” Taeyeon mengencangkan lengan ke perut waitress-nya, menenggelamkan wajahnya di punggung gadis itu.

“Kemudian aku akan menggunakan semua tabunganku, supaya aku tidak harus membayar kamu lagi.” Tiffany mengatakan tersenyum.

“Aku hampir punya cukup uang untuk membayarmu, Kau tahu? Aku takut. Apa yang akan aku lakukan denganmu setelah aku tidak berutang apa-apa lagi.”

“Jangan, pernah, membayarku kembali. Sebagai imbalannya, kamu memiliki hatiku.” kata Taeyeon. Membalik tubuh Tiffany, dia berada di atas Tiffany dan menjepit kedua lengan Tiffany pada rerumputan.

Tersenyum, Tiffany menarik kepala Taeyeon ke bawah dan bibir mereka bersentuhan. Kali ini, mereka merasakan sesuatu pada ciumannya.

“Aku masih bisa mencicipi darah pada bibirmu. Pasti sangat sakit ya?” Taeyeon mengatakan setelah mereka menarik diri.

“Tentu saja.”

“Sekarang kamu tahu bagaimana yang aku rasakan ketika kamu memukulku…” Taeyeon bergumam.

“Apa katamu?”

N-nothing … Hehe ..” jawab Taeyeon gugup sementara Tiffany meraih bajunya, tampak curiga dengan cara yang menggemaskan.

“Cium aku, Pervert.”

Mereka berdua, Tersenyum, Taeyeon membungkuk dan menempatkan bibirnya pada bibir yang lembut, menciumnya perlahan, penuh gairah. Tapi ketika dia mulai menggigit bibir bawah, Tiffany menendang di antara selangkangannya.

“Oww, Tiffany~ Hehe, I don’t have balls, sehingga tidak akan menyakitkan seperti bagaimana seorang pria rasakan ketika kamu menendang mereka. Jadi, jika kamu sedang mencoba membuatku merasakan sakit seperti itu, itu tidak akan-“

“Apa yang kamu bicarakan pervert..” Tiffany bergumam, mendorong Taeyeon, ia duduk.

“Aku hanya ingin menghentikanmu sebelum kamu keterusan.”

“Bagaimana jika aku keterusan?” Taeyeon menyeringai, menggunakan tangannya di pinggang Tiffany, dia meremas di bagian bawahnya.

“Yah! Itu, Aku tidak akan mengizinkannya… Masih belum.” Gumamnya pada kata terakhir, tapi Taeyeon mendengarnya.

To be Continued…

Advertisements

Author: 히러니

Your freakin' author @hireonie

62 thoughts on “2 Grand (Chapter 9)

  1. “Yah! Itu, Aku tidak akan mengizinkannya… Masih belum.”
    Teruss kapan si tae di kasih izin..😅
    Kasian tuh si tae..😅😅

  2. Yang manis lewat. . .
    Eyak yg udah jadian. Manisnye. . . .

  3. yoong hebat banget bisa buat pany sampai masuk rumah sakit,,,,,, berarti taeny sudah real kan????? di tunggu moment manis’y taeny

  4. pany gx bisa nolak pesonanya taeng, dulu benci tp sekarang udah mulai suka tuh ama taeng

  5. Akh….
    Akhirnya sweet moment….

  6. Sbar ya taetae, ntr juga indah saat sudah mnjd boleh..

    Gk punya itu ajh semlam jlnny cwo bngt.. Aplg pas taeyeon lepas earphoneny duh laki bngt..

  7. 😂😂😂 ya jelas lah taeyeon ngak memiliki bola itu pany 😂😂😂 si taeyeon mah emang suka keblablasan jadi orang tapi aku suka tae yang kayak gini

  8. ‘Masih Belum’itu brarti????😃😃😃😃neng fany mah bkin gemezzZ😄😄😄

  9. Aya aya wae euyyyy😃😃👍👍

  10. Fany qm yak.. Menikmati jg.. Fany bukan ny d bls tu c Yoong Malah diem ajj.. Ap pngen d perhatiin Tae y.. Sabar tae akn nikmat pd wktu ny ko..yg penting jinakin ajj dlu fany ny

  11. Cie cie apakh taeny skrang bnar” udh official hhhaa seneng liat nya …

  12. Diabetes parah liat TaeNy. Oh.. Kayaknya aku juga perlu di suntik deh, taeeeee peluk, biar gak sakit kayak pany.. Hahaa

    Mbak yoona kasian amat deh!
    Dan brasa aneh kalo liat yoontae. Gak dapet feel. Lebih pantes jadi mantunya aja.. Hoho

    Thor, katanya mau up 2-3x sminggu?
    Ato up 3x shari.. Wkwk Ayoookk palliiiiiiiii

    Kurangggggg nih *ngiler

    • Hey, you back~
      Soal update 2 kali seminggu kayanya masih belum bisa. Sowwie~

      • Hey, you back~
        (Hey, you back~ ‘saturday’ doang! *author)

        Males aah.. Ketemu sabtu doang! *kyk backstreet
        Gak di maapin!!!!!!!!!

        But.. Tetep aja aku selalu menunggumu……….(Taeny) di hari sabtu *jangan GR yaa, menunggu 2grand bukan author
        Wkwkwkwk *piss

      • Udah biasa di gr-in, aku sudah kebal 😂
        Ini reader mesti ‘rusuh’ kalo muncul haha jadi ga tega mau gue kacangin wkwkw *piss

      • Ehm, aku merasa sedikit tersindir dengan kata “rusuh”.
        Lebih tepatnya itu ‘rame’ thor kayak pany yg gak bisa diem seperti pig *eh

        Ehm, ato apa habis ini aku jadi sider aja thor?
        Kayak tae ‘diem2’ tapi byun *oh

        Btw belom jawab prtanyaanku yg kmaren loh!
        Siapa couple+bias snsd nya author? *khunfany ya? Baekyeon ya? Omo omo omo!!!

      • Kan udah dikasih tanda petik jadi dilarang tersinggung tuh 😄
        Couple sih kayanya masih Taeny sm Yoonhyun dan ehm akhir-akhir ini gue suka baca ff gtae sama seohan haha
        Walaupun tiffany semakin tua, menawan, dan menggoda alhamdulillah biasku masih tetap seohyun 😂

  13. Udah jdian ni?? Cieee taeny
    Hufff akhirny yoona beres jg
    Aku tnggu tggal fany nyerahin diri aja sma tae haha
    Thorr update 2x seminggu dong
    Ini slah stu ff andalan aku

  14. Akhirnya update juga hehe 😁

    Ini salahsatu ff favorit aku,setiap aku buka Wp aku, Ff nih yang pertama aku cari. Aku ber Terimakasih sama kamu Thorr udah bikin ff ini.. 😃 👍👍

    Author… Saranghae ❤😉 Hehe 😁

  15. Benar” gadis yg baik mah si fany.dihajar ama yoong cuma pasrah.pdhl kan fany jago tekwondonya..
    Hhmmm…taeny romantis eeuuuyy…😃😃😍😍😍

  16. Taaetae udah kepengen banget😂 sabar yaa ygb
    penting kalian harus official dulu pervert yg membuat tiffany jatuh cinta

  17. Ya ampun, pasangan byun..
    Ga mau kali tuh yah kalo ada yang ngintip kekeke
    Suka tapi malu -malu kucing..
    Fany manis banget di tanyain tae cuman ngangguk 😂😂😂

  18. Sabar taetae masih lampu merah sabar aja yah? 😀 nanti juga dikasih lampu hijau sama si fany :v

  19. taeng mah ambil kesempatan dlm keluasan :D:D .

  20. Muahahaha.. akhirnya Fany jinak juga.. 😂😂😂. Untung masalah ama yoong ga panjang.. 🙂

  21. Kisseu kisseu 😍😍
    ‘Masih belum’ ngahahaha itu artinya sabar dikit Tae xD

  22. Sebenernya yoong itu siapa dah? Taeny resmi nih jadian? Kalo gitu kan lebih kelihatan sweetnya

  23. daebak…si pervert beraksi godain tante fany akhirnya luluh jga.tiff hati*awas byun akut muncul ntar kejebol loh.. wwwkkkk.

  24. Anyong thor^^ ada kelanjutanya 😆 yesss akhirnya pany mau di kiss tae loh.. ampe ketagihan gitu ia

  25. Holy butt,
    Masih belum. 😂
    Taeyeon udah berani ya

  26. avh….. terlalu singkat… mesti na lanjutin langsung ke NC .. hhahaha…… semangat tae tux dapetin dedek fany hahhaha

  27. fany kasih izinnya kapan nih?

  28. hahahahahaaa
    fany akhirnya luluh juga,,
    taeyeon deabak,,,,
    bisa nahlukin tiffany….
    next chapter pasti tambah seruuu,,,
    g sabar banget

  29. Wahhhhhhh akhirnya mereka udah ngungkapin perasaanya yg sebenernya satu sama lain. Jadi penasaran apa yg akan mereka lakuin wkwkwk 😂😂😂😂

  30. Annyeong thor 🙋
    Eiii apa” ini…emak2 rempong pada berantem,tapi yang lain cuma nontonin doang dan ga misahin mereka…kasihankan wajah cantik pany jadi bonyok gitu! 😑😒
    Si dokter mah tau waktu aja nih buat ngerusak sweet momen taeny… 😕🔫, kan jarang” mpo pany mau maju duluan?Yah walaupun masih harus shy shy cat gitu 😄😄😂
    Emang yoong thu lebih cocok jadi adiknya tatang aja, kalau jadi cewek genit gitu yang suka ngegodain tatang jadi lucu ngebayanginya😂😂, mending yoong genitin seohyun aja..kan COCOK?😙😜😆😆
    Taeyeon sabar aja dan tahan byunmu dulu…akan ada waktunya kok pany nyerahin dirinya ke kamu wkwkkwkwk😂😂😂🔫

  31. Wahwah….
    Seru pengen lihat taeny akur lagi kedepannya.
    Saling cinta
    Lanjut in please

  32. Waduh yoong kuat jg ya bisa bikn ppany babak belur, untung tuh gk di bales sm ppany, bisa babak belur jg ntr si yoong.
    Senengnya kl liat taeny udh mulai mesra2an kyk gitu, ppany udh mulai suka tuh sm taeng, bagus deh kl taeng nganggep yoong cm adek.
    Sabar aja tae, ntr tunggu saat yg pas baru bisa ngapa2in ppany hehe

  33. Aku suka kata2 ini ‘Tiffany semakin tua, menawan, dan menggoda’
    jinjja thor.. Tae juga semakin tua, semakin cool.
    Omooo.. Mataku, otakku, bener2 ternodai, semuanya byun. Apa yg uda mereka lakukan pada hatiku? Sampe gak bisa pindah ke lainnya.. Daebak! *lebay dikit

    Author suka gtae + seohan?
    Aku gak bisa dapet feel deh kalo bukan taeny.. Wkwk

    Chit chat sama authornya, sambil nunggu taeny ‘every saturday’..
    Ehm, masih lama yaaaaa *time machine pliiisss

    • Okay okay lo emang lebay, tenang aja you’re not alone, banyak bgt kok locksmith hardcore di luaran sana.

      Sampe segitunya nungguin beginian wkwkwk

      • Uda khabisan stok ff thor soalnya. Jadi bingung mau ngapain kalo pas ada waktu kosong, huft
        Minta rekomen ff sama thornya malah dikasih yg bhs.inggris hayoo.
        Aku masih penasaran sama ‘falling for u again’ belum selesai translate, eh wp nya malah tutup warung gak update2

        Tadi saking terpesona nya sama taeny, sampe aku lupa gak balas di ‘reply’ thor hahaha mianhae

      • Makanya gue bingung kok balesnya kemari wkwkw gue juga tetep balesin aja karena ga ada kerjaan 😄
        Coba baca back for good, udh ada yg nerjemahin di wp mana gitu lupa

      • Okey nanti aku cobak nyari. Semoga gak ada yg di pw hahaa *wish

        Mau menghilang ah abis ini, biar thor nya gak semakin bosen sama aku, gak mau dikatain ‘rusuh’ lagi hhhmmm

        Okeeeyyy bye!
        Sampe ketemu sabtu depan *iihh kayak janjian ngdate deh wkwk
        #jangan #bosan #bosan #sama #aku #yaa

        Don’t say no.. Seolady

  34. akhirnyaaa fany luluh jugaa sama tae.. nikmati ciumannya wkwkwk
    indah pada waktunyaa bener² harus sabar taee
    taeny udah beneran jadian ini teh ?

  35. Wiihhh akhirnya sama2 jatuh cinta dan skrg udah bersama wkwkw senangnyaaa

  36. Akhirnyaa, tippany mulaiii jatuh ke pesona tae 😝😝😝😝

  37. Duhhh asiknya yg lagi mesra2an, serasa dunia milik berdua hihihi. Akhirnya kan fany ngakuin perasaannya ke taeyeon. Sabar yeon butuh dipoles dikit lagi fany juga bakal cinta sama lu eaaaa
    Yoona kuli apa gimana mukulin anak org bisa sampe masuk rumah sakit wkwkw

  38. Duhhh asiknya yg lagi mesra2an, serasa dunia milik berdua hihihi. Akhirnya kan fany ngakuin perasaannya ke taeyeon. Sabar yeon butuh dipoles dikit lagi fany juga bakal cinta sama lu eaaaa
    Yoona kuli apa gimana mukulin anak org bisa sampe masuk rumah sakit wkwk

  39. Maasi blm ksi ijin…
    Tpi bsk udh bole la
    Wkakakakakkakaa
    Akhirnya taeny sweet ga ribut2
    Wkakakakaka
    Lnjuttt

  40. Sabar tae…kata tiffany masih belun.. Sabar.udah sabar ajja yang penting dapet hehwhw

  41. Ciieee tiff hatinya udah kebuka … syukurlah … XD

  42. Salah fokus dgn “Yah! Itu, Aku tidak akan mengizinkannya… Masih belum.” cie keknya ada niat nih haha

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s