rara0894

All about TaeTiSeo and GG

2 Grand (Chapter 8)

53 Comments

Author : XoloveTaeyeon

Cast : Kim Taeyeon-Tiffany Hwang

Original Link : Here!

CHAPTER 8 : BABO, IDIOT, BABO, IDIOT

“Ke mana saja kamu dua hari ini huh, missy? Dan kenapa kamu dan pacarku berjalan bersamaan?” Taecyeon menyilangkan lengannya berdiri dalam posisi bossy sambil mengetukkan kakinya ke tanah. Kedua alisnya terangkat dan terlihat jengkel.

“Um … Aku pergi dengan… Teman… Bukan apa-apa Taecyeon-ah, jangan khawatir. Dan aku baru saja bertemu Wooyoung di luar.” Tiffany menunduk ke bawah sambil bermain-main dengan jari-jarinya, ia memberinya sebuah senyum penyesalan ketika dia mendongak menatap wajahnya. 

Jika Taec tahu aku tidur dengan seseorang yang aku temui di sebuah klub dia pasti akan membunuhku.

Klub.

Itu baru jam 8 dan Taeyeon sedang duduk di sudut seperti biasanya, tapi dia sendirian kali ini. Seperti bagaimana dia biasanya, kakinya di atas meja lagi, tangan memegang segelas minuman keras sementara matanya menatap tajam melalui kaca. Kemudian waktu itu akhirnya datang, apa yang sudah dia tunggu selama berjam-jam. Tiffany berjalan dengan tas tergantung di lengannya. Dia menatap gadis itu tanpa berkedip, gadis berambut kecoklatan itu berjalan lebih dekat dan lebih dekat ke dalam, kemudian matanya tertuju pada sudut ruangan. Anehnya, ia mendapati Taeyeon menatap ke arahnya.

Menunduk untuk menghindari lebih banyak kontak mata, Tiffany buru-buru bergegas ke ruang ganti, tampak seperti dia tidak ingin berhadapan dengan Taeyeon. Itu adalah kesalahan si pervert karena mendorongnya keluar mobil, dan mungkin aneh baginya untuk berpikir begini, tapi dia ingin sebuah permintaan maaf dari Taeyeon. Dia ingin Taeyeon setidaknya memberitahunya bahwa apa yang dia lakukan itu salah.

**

Setiap kali dia melewati tempat Taeyeon, gadis itu selalu terlihat tidak memiliki emosi apapun di wajahnya dan terus minum alkoholnya. Ada gadis-gadis yang duduk di sekelilingnya, tangan melingkar di tubuhnya, tapi Taeyeon benar-benar tidak peduli, dia terus menatap ke satu tempat dan nyaris tidak mengedipkan matanya. Melihat gadis di sekitar Taeyeon, anehnya hal itu menyakiti Tiffany. Dia tidak menyukai itu, mengapa Taeyeon tidak memaksanya untuk duduk bersamanya dan menyentuhnya sembarangan seperti dia biasanya? Dia merasa sakit hati, meskipun dia mencoba untuk menyangkalnya dengan akal pikirannya, hatinya terluka.

Ini bukan seperti Taeyeon selalu menginginkanku, dia telah bersama gadis-gadis bahkan sebelum aku datang ke sini. Mungkin dia bosan padaku karena aku tidak suka dia ‘melakukannya’. Tapi dia menjadikanku kekasihnya! Dan dia tidak seharusnya duduk dengan gadis-gadis itu jika ia sudah memiliki kekasih. Tapi kenapa aku merasa ‘sedikit’ sakit di bagian atas dadaku?

Membulatkan tekadnya, Tiffany berbalik dan berjalan ke tempat gadis brunette itu dan berdiri di depan mejanya.

“What?” Taeyeon menatapnya tanpa emosi, seperti mereka tidak pernah saling kenal sebelumnya, ini begitu menyakitkan bagi Tiffany, tapi dia memutuskan untuk tetap tenang.

“Kau telah banyak minum hari ini, berhenti sekarang sebelum kamu pingsan.” Tiffany mengatakan dengan matanya hanya pada Taeyeon, mengabaikan tatapan penuh kebencian dari dua pelayan yang menempel di lengan Taeyeon.

“Mengapa kamu peduli? Ini bukan urusanmu, ini adalah yang aku lakukan setiap hari, menyingkir dari hadapanku.” Taeyeon mengumpat padanya dan meneguk segelas minuman keras yang dia pegang. Kedua gadis sebelah Taeyeon tersenyum gembira, mereka menyeringai pada Tiffany dan semakin meringkuk ke dada Taeyeon bahkan lebih, satu gadis mengecup di pipi Taeyeon. Pada saat itu mata Tiffany terbakar api, ia tidak bisa percaya Taeyeon bisa mengatakan hal seperti itu pada ‘kekasih’ nya. Apa lagi yang semakin membuat Tiffany kesal adalah gadis di kedua sisi Taeyeon, kedua pelacur itu.

“Aku peduli karena kamu bilang aku adalah kekasihmu dasar pervert idiot! Apa yang sudah aku lakukan hingga membuatmu marah? Orang macam apa kamu itu? Setelah kau begitu baik padaku dan terus menempel padaku, lalu kamu memalingkan wajahmu dan mengabaikanku seakan kita tidak saling kenal. Apa masalahmu?!”

“Masalahku adalah kamu! Wajah sialanmu, mata sialanmu- masalahku adalah KAMU! Kamu bertemu dengan seorang la-” Hampir mengatakan apa yang benar-benar ia ingin katakan pada Tiffany, masalah yang sebenarnya. syukurlah ia berhenti sebelum ia akan membiarkan Tiffany mengetahui sisi lain dari dirinya, kecemburuan. Dia kemudian berdiri, berjalan menuju Tiffany saat gadis berdiri di sana kebingungan. Dua pelayan itu kemudian berdiri dan berjalan pergi, meninggalkan mereka untuk berdebat.

“Because you don’t let me fuck you that’s the problem! Bukankah kamu seharusnya membiarkan aku melakukan segala sesuatu yang aku inginkan karena kamu adalah kekasihku?” Taeyeon berbohong, wajahnya  berjarak seinci dari gadis lainnya. Kemarahan itu apa yang terlihat jelas di wajahnya, meskipun mungkin ada perasaan lain yang lebih tersembunyi, Taeyeon tampaknya menyembunyikannya dengan sangat baik. 

Jadi selama ini. Semua yang kamu inginkan, adalah itu? … k-kenapa … bukan cinta? 

“Kamu- Kamu …” Tiffany sangat terluka hingga matanya mulai penuh dengan air mata. Air mata, dia menangis karena Taeyeon. Si brengsek.

“Ya, yang aku inginkan adalah seks. I wanted to fuck you. Your tight ass. I wanted to fuck the hell out of it. Bagaimana perasaanmu huh? Sakit? Apakah ini sangat menyakitimu? Salahkan dirimu sendiri karena kamu tidak seharusnya membiarkanku melihat itu, saat kamu sialan bertem- ” Sekali lagi, hampir saja.

Taeyeon mengepalkan tinjunya menghentikan dirinya untuk lebih banyak ‘omong kosong’ kecemburuannya akan terucap melalui mulut cerobohnya sendiri. Taeyeon tidak pernah membiarkan siapapun kasihan padanya dan tidak akan pernah ingin dikasihani oleh siapa saja. Dia mendapat apa yang dia inginkan. Bahkan gadis-gadis. Jika dia tidak bisa mendapatkan mereka dengan baik-baik, bahkan jika itu harus dipaksa, dia akan mendapatkannya, tidak peduli bagaimana perasaan orang lain. Itu saat sebelum dia bertemu Tiffany. kemudian dia berubah sangat cepat, Taeyeon bahkan tidak bisa percaya dirinya sendiri.

Pada titik ini, Tiffany menangis, banyak air mata yang terbuang. Dia memukul dada Taeyeon semakin berkali-kali sambil memegang bagian tengah dadanya sendiri, hatinya. Itu sedang terluka. Dia tidak pernah berpikir dia akan menjadi seperti ini di depan Taeyeon, karena Taeyeon.

“Kenapa? Kenapa kau melakukan ini padaku? Mengapa harus aku? Mengapa kamu membuat hatiku sakit?! You- you pervert idiot!” Tiffany menangis keras, dia tidak bisa memukul gadis itu lagi, ia begitu lelah, sakit, menundukan kepalanya di bahu Taeyeon, sementara tangannya masih memegang gadis itu. Dia menangis dan membasahi bahu Taeyeon dengan air matanya.

Perasaan melukai dirinya sendiri, Taeyeon berdiri di sana seperti sebuah stik, tidak bergerak satu inci pun, sehingga Tiffany bisa tetap menyandarkan kepalanya di bahunya. Tapi apa yang sudah dimulai harus diselesaikan. Mendorong Tiffany lepas darinya dengan cara yang lebih lembut sebelum membuat gadis itu menatapnya. Wajah gadis yang lebih muda itu merah, pipinya basah dan merah muda karena  untuk menangis begitu keras. Saat Taeyeon melihatnya, dia terus menangis tersedu-sedu, menyeka matanya sesekali ketika lebih banyak air mata keluar.

“So should you let me fuck you now? Karena Kamu mengatakan bahwa kamu adalah kekasihku dan kamu peduli padaku?” Taeyeon menumpahkan keluar kata-kata pahit itu saat ia menatap gadis itu tanpa emosi di wajahnya.

“Semua yang kamu inginkan dariku … adalah seks? …” Tiffany tampak begitu tersakiti, dua aliran air mata turun seperti hujan lebat.

Well, kamu membuat gadis-gadis itu pergi. Aku akan mendapatkannya dengan mereka malam ini. Tapi kamu, menghancurkan kesenanganku. Jadi tidak seharusnya kamu-“

SLAP

Tiffany menampar Taeyeon di wajahnya keras. Dia menyeringai, kemudian memegang di sisi yang memerah dengan tanda telapak tangan. Itulah yang benar-benar dia perlukan, sebuah tamparan dari Tiffany. Dia pantas mendapatkannya, karena mengatakan hal-hal seperti itu pada Tiffany, seseorang… yang berharga baginya. Meskipun mereka hanya bertemu selama sekitar 10 hari. Dia bertanya-tanya mengapa membiarkan impulsif-nya mengambil alih dan berpikir dengan bodohnya ketika dia bisa membicarakannya baik-baik dengan gadis itu. Oh benar, ia hanya tidak ingin terlihat menyedihkan.

“Kau brengsek! Bodoh! Pervert! Idiot! Bajingan! Aku membencimu!” Dengan tamparan terakhir di dada Taeyeon, Tiffany berlari ke pintu keluar dan menghilang.

Itu … Benar. Aku brengsek. Hal ini harus berakhir dengan cara ini. Aku tidak bisa membiarkanmu melihatku sebagai orang yang menyedihkan, yang- lupakan itu, hal ini sudah selesai.

**

Satu minggu berlalu, hanya tinggal tiga minggu lagi, yang akan jadi sebulan, untuk kesepakatan yang Taeyeon buat. Tiffany masih pergi bekerja beberapa hari terakhir, Taeyeon juga masih pergi ke klub. Tapi hal-hal berubah, Tiffany berhenti menatap Taeyeon. semua yang dia lakukan adalah menemani pebisnis tua selama beberapa jam. Tidak ada seks, dia hanya duduk dengan mereka, disentuh di sana-sini, tapi mendapatkan tip tinggi setelahnya. Menyimpan uang itu, itu hampir mencapai 2 grand, hanya tinggal 5 ratus dollar lagi, maka dia akan benar-benar selesai dengan Taeyeon, walaupun ini masih jauh dari sebulan.

Kemudian beralih ke Taeyeon, ia minum-minum seminggu penuh, tidak hanya di malam hari, tapi siang hari juga. Sepanjang hari, dia akan datang ke sini dan minum, kemudian tidur di tempat. Setiap kali dia mabuk, teman-temannya harus membawa pulang rumahnya, terima kasih pada seseorang. Walaupun kelihatannya dia sudah berakhir dengan Tiffany, membawa gadis setiap malam ke kamar lantai atas klub, semua gadis yang berhubungan seks dengannya, semua seperti Tiffany baginya. Wajah mereka berubah menjadi Tiffany, suara menjadi husky seperti gadis itu juga.

**

“Terima kasih telah menelepon, Tiffany-ssi, kami sedang dalam perjalanan. Tolong awasi bocah itu sementara ini, jika saja dia mungkin melakukan hal bodoh lagi.” Tiffany mendengar Myungsoo mengatakan melalui telepon, dia menjawabnya kembali dan menutup telepon. Matanya masih terpaku pada arah mana Taeyeon duduk dengan mabuknya. Gadis di pangkuannya, seperti biasanya. 

Dia ingat dua hari yang lalu, itu lucu, dan cute.

-Flashback-

Dia begitu mabuk hingga dia tidak bisa berjalan lurus. Menabrakkan kepalanya ke punggung seseorang saat ia mencoba untuk pergi ke pintu keluar. Kemudian sialnya, Taeyeon menabrak seorang pria paruh baya yang berjalan dari seberang, dia jatuh tapi kemudian berdiri, melihat pria itu dengan cara mabuk. lalu tertawa, dia menunjuk orang itu, kemudian menampar wajahnya dengan lucunya sebelum mulai berbicara.

“Kau anjing, kam-u… Kamu anjing bau- … Kau terus menjilati Tiffany-ku! Eerk .. dasar bau .. baaaauuu…”

“Ada apa denganmu? mau dipukul supaya bangun?” Dia menatap gadis mabuk itu jijik, sebelum ia bisa menghajar gadis itu, Taeyeon mencondongkan tubuh ke depan dia dan muntah di bajunya.

What the fuck! Hajar dia!” Dia mendorongnya kuat dengan jijiknya membuat Taeyeon jatuh.

Sebelum pria berotot itu meluncurkan tinjunya di wajah Taeyeon, Tiffany berlari ke arah mereka dan memegang lengan orang itu, membuatnya berhenti.

“Kumohon, jangan! Dia mabuk, dia tidak tahu apa-apa, aku minta maaf atas perilakunya, jangan memukulnya.” Tiffany memohon saat dia berdiri dalam posisi membungkuk.

“Ahh Tiffany, mengapa kau harus meminta maaf untuk pemabuk ini? Dia harus dipukuli supaya dia bangun. Tapi karena kamu bilang begitu, kau adalah teman favoritku di sini, aku akan memaafkannya. Sampai jumpa besok baby.” Dia tersenyum dengan mesumnya dan meremas pantatnya sebelum pergi.

Lihatlah dirimu, Babo. Hampir dipukul, jika aku tidak datang tepat pada waktunya. Sekarang aku harus membereskan kekacauan ini untukmu.

Tiffany meraih leher Taeyeon dengan lengannya, kemudian entah bagaimana dia membuat gadis itu berada di punggungnya dan mem-piggyback dia ke sebuah tempat duduk. Menempatkan dirinya di atas sofa. Tiffany menggunakan sapu tangannya dan menyeka noda darah di bibir Taeyeon yang dapatkan ketika ia menabrak wajah orang itu.

“Idiot …”

Tiffany mengeluarkan ponsel Taeyeon dan menelepon nomor temannya, sebuah nama familiar Myungsoo yang sebelumnya beberapa kali Tiffany dengar dari Taeyeon.

Sambil menunggu temannya datang, Taeyeon tiba-tiba jatuh ke sisi kirinya, di mana Tiffany sedang duduk, kepalanya mendarat tepat di pangkuan Tiffany. Sedikit terkejut, tapi gadis tidak mendorong pemabuk itu, sebagai gantinya, dia meletakkan tangannya di pipi gadis itu dan membelainya.

Kenapa kau tidak menjadi pervert padaku lagi. Idiot. Kamu tahu betapa aku merindukanmu … andai saja kamu tahu …

“Tiffanyyy… I don’t want girls.. Tiff-… Tiffany-…ku orrgh!” Taeyeon bergumam, kemudian kepalanya tersentak saat ia cegukan.

Waitress itu tertawa, waktu yang sangat langka seperti ini saat dia bisa melihat sisi cute dari si pervert. Mengatakan bahwa dia mengingkan Tiffany.

“Katakan kepadaku saat kamu tidak mabuk. Kamu harus mengatakan itu. Jadi aku akan memaafkanmu. Idiot.” Tiffany mencolek ujung hidung Taeyeon, kemudian tetap diam seperti itu dengan matanya tidak pernah lepas dari wajah Taeyeon sampai teman-temannya datang.

-End Flashback-

Saat Taeyeon mengisyaratkan gadis-gadis untuk pergi dengan mendorong mereka. Gadis-gadis itu dengan sedihnya berjalan pergi, sedih karena mereka tidak bisa mendapatkan lebih banyak tip. Melihat idiot itu hendak pingsan lagi. Tiffany bergegas ke sisinya, menempatkan dirinya duduk di kursi sebelah Taeyeon dan membenarkan kepalanya untuk berisitirahat di punggung sofa supaya lehernya tidak pegal.

“Aku bilang pergi! Berhenti menyentuhku dasar pelacur! Aku bilang cuma Tiffany yang boleh menyentuhku. Orrgh!” Taeyeon mendorong tangan yang memperbaiki posisi yang tidak nyamannya duduk dan cegukan.

“Babo, sampai kapan kamu akan jadi seperti ini?” ujar Tiffany, mencoba untuk membuat Taeyeon meletakkan kepalanya di pangkuannya, seperti dia selalu lakukan selama dua hari terakhir ini. Ketika dia menyadari bahwa Taeyeon benar-benar tidak bermaksud dengan apa yang dikatakannya ketika dia mabuk. Dia membocorkan beberapa rahasia yang tidak dia katakan saat itu ketika mereka bertengkar. “Aku menyukaimu Tiffany, aku benar-benar menyukaimu.” , “Maaf, aku tidak bermaksud mengatakan itu. Aku merindukanmu, aku menginginkan kamu.” , hal-hal semacam itu dan seterusnya. Itu terus memutar di kepalanya sampai dia benar-benar tahu bahwa dia merindukan Taeyeon juga. Dia hanya berharap gadis itu akan mengatakan hal-hal itu padanya ketika dia tidak dalam keadaan mabuk.

“Stoppppp, aku bilang jangan sentuh aku! Siapa kamu, Tiffany? Cih. Pergi dariku.” Taeyeon, dengan mata tertutup, dia mendorong tangan waitress dan malam membiarkan dirinya jatuh.

Tersenyum, Tiffany mendapati gadis mabuk ini begitu lucu. Bagaimana dia cemberut, dan mengerucutkan bibirnya. Bagaimana dia bertingkah. Sangatlah lucu! Tapi kemudian dia mendengar beberapa teriakan dari belakang sebelum seseorang meraih kerah bajunya.

“Berhenti Yoona!” pria itu berteriak tapi terlambat, gadis itu diluncurkan tinjunya di wajah Tiffany, memukul tepat di bibirnya, darah segera keluar karena dia bisa merasakan rasa logam itu dari bibirnya.

“Siapa kamu? Mengapa kamu menyentuh Taeyeon-ku?” 

“Aku kekasihnya.”

To be Continued…

Advertisements

Author: 히러니

Your freakin' author @hireonie

53 thoughts on “2 Grand (Chapter 8)

  1. Ya ya ya.. Yoona mukul Fany😱

    Hiks hiks.. yoona JAHAAAT 😭😭😭 Aku gak terima Fany di pukul😢
    YOONA Awass Ya Kamu 👊😠

  2. Akhirnya Tiffany tau perasaan Taeyeon….walau dengan cara yang begitu……tae kalau cemburu gitu ya … hmmm…
    Eh tiba-tiba Yoona datang…penasaran apa yang terjadi selanjutnya…..

  3. ditutupi tapi kebongkar juga, dasar babo taetae..
    oh NO…. paannnnyyyy aahhhh….

  4. Yoona wkwkwkwkkw lah mukul mukul patini. Ateng omongannya pedes banget dah. Nah kan tuh taeny udah saling suka sekarang…

  5. Yg dipukul itu fany??? Aaaahh nga suka yoona dsni
    Tae sii knpa nga jujur ajalah
    Dtnggu updateannya lg thor

  6. Halo… Readers baru…. Salam kenal…

  7. Halo… Readers baru…. Salam kenal…

  8. Fany akhirnya mulai menyukai taeyeon ya..
    Nie yoona dtg sebagai kekasih taeyeon, slm ini koq cm fany yg ada di otak taeyeon.
    Bocah di larang mabuk tae, minta susu ama fany sana!

  9. Readers baruuuu salam kenal 😊

  10. Kasiiian my fany d tonjok Yoong.. Sama sama membutuhkan tp saling gengsi..

  11. “Katakan kepadaku saat kamu tidak mabuk. Kamu harus mengatakan itu. Jadi aku akan memaafkanmu. Idiot.”
    (Yampunn berhati besar bgt sih tippany.. Ada gak yaa pany kedua di dunia ini? Aku pengen punya dia.. Haha)

    Kuraangg nih thor.. Kenapa gak setiap hari aja sih updatenya? Wkwk *i wish

    Can’t wait next chap thor!

    • Pinginnya sih tiap hari, tapi karena gue takut nantinya gue malah kelimpungan sendiri buat publish hehehe sabar aja mungkin bentar lagi bakal up jd 2 atau 3 kali seminggu. Tergantung respon kalian juga sih 😌

      • 3x sehari juga gak apa2 kok thor, Omoo.. obat kali ah!

        Eehh thor, ada rekomen gak taeny (yuri) yg lain???

        Btw, gomawo uda sering reply my coment.. Padahal aku baru masuk kemaren2, hehehe

      • Boleh boleh 😄
        Rekomendasi? Hmm gue biasanya baca di aff. Ada piece of cake, call me your wife, the lone star, blood pact sm white lies itu yg akhir2 ini aku re-read.
        Gue sebenernya seneng balesin komen tp kebanyakan komen yg masuk juga bikin bingung sendiri mau balesnya gimana. Jadi yaa gue balesin yg menurut gue perlu di bales 😌

      • Ehh thor, di aff itu emang bahasa asing semua yaa?

        Yg author sebutin tadi juga bahasa inggris?

        Gimana cara kita buat bisa baca di aff yg bahasanya indo? Ribeett ahh kalo inggris semua isinya!

      • Aku dari dulu itu pengen bgt bisa baca2 di aff, kayaknya bagus2 gitu ceritanya, tapi selalu bahasa asing yg muncul thor.. Huuffttt *curhat

      • Semua yang aku saranin emang bahasa inggris. susah sih cari yang bahasa indonesia bukan berarti nggak ada, cuman jarang aja.

  12. Tae…katakan itu pada tifany saat kau tdk mabuk.gak usah gengsi tae.kalian sama” sayang…

  13. arrgghh kenapa yoona mukul pany? Yoona kan bukan siapa siapanya tae nyebelin banget pake mukul fany segala, balas aja pany perlakuan dia

  14. Idih tae cemburu sama cowo cucok😂 kenapa pas mabuk aja selalu jujur ?kenapa tae ga memberitahukan yg sejujurnya saja padahal taeny udh saling mencintai😊 rasanya pasti sakit ada orang datang tiba-tiba memukul mu yg kita tidak tahu apa-apa poor fany

  15. Ijin baca yh kak, salken juga,😊

  16. Yoona baby knpa kau maen nonjok ajh syang.. Please itu bukan gayamu hhaaha

    Taeny mah sama2 rindu sentuhan msing2 tp malu ngakuin.. Hihi author apa dinext chap nanti bkl ada nc an ??

  17. Wehehee taeyeon mulutnya berbisa bener yaaa. Uh ternyata fany rindu juga yaaa hahaha

    Mampus tuh taeng krna egonya liar biasa jadi ilang tuh cinta amuuu wkwkkwk

    Aih tiffany masih aja perhatian.. co cuiiittt

    Eits ganggu banget tuh yoona dateng mukul pulaaaa

  18. Emang deh kata2 orang yang lagi mabuk itu pasti bener, soalnya mereka ga sadar ngungkapin hal yang sebenernya,, dan salah satu contphnya itu si tatang yang udah telerrr😂😂😂
    Nah si yoong kenapa main nonjok pany aja dan ga nanyak baik2 dulu…,belum tau apa kalau pany udah marah dan ngeluarin jurusnya, kamu ga bakalan bisa lihat matahari lagi😜😝🔫 haha..
    Tebakan kita pada salah semua sepertinya, dan lelaki cucok itu adalah wooyoung bukan oke 😅
    Yang ngaku kekasinya taeyeon itu…pany atau yoong thorr??

    • Hehe komentarmu memecahkan rekor saat ini, good job.
      Kayanya kedua duanya sama nih ngaku-ngaku jd pacarnya. siapa yang dia pilih akan terjawab di chap selanjutnya 😂

  19. Wuaa aku tidak bisa membayangkan reaksi yoona ketika tau tiffany itu kekasihnya taeyeon 😢
    Apa nanti mereka akan berkelahi dan tiffany mengeluarkan jurus beladirinya thor?
    Lalu siapa yang akan dipilih taeyeon? Tiffany? Yoona? Atau dua-duanya?

  20. Suka sesih berasa bentar banget kalo baca nya ga sebanding sama nunggu nya 😢😢😢 but gomawo author udah update ❤ btw apa yang akan terjadi selanjutnya yah apakah tae milih tiffany apa yoona😂😂😂

    • gue juga sebenernya pengen cepet2 beresin translate yg ini supaya bisa up lebih sering lagi. Sabar aja yaaa *puk *puk
      Tp kalo penasarn banget kan bisa baca yang english version. Bahasanya gak terlalu sulit kok asal lu gak idiot idiot amat ya pasti paham kok.

  21. Dih jagoan bwgd yoona mukul pany.. astaga yoong bisa kali ahh di tahan dulu emosinya😧 gak kasian sm pany gitu

  22. Ihh.. Kuq panu di pukul?? Jahat nya si yoong 😒😒😒😱😱😠😡😤

  23. hai..hai… q sebelum na cuma suka baca yulsic… tapi tux ff taeny yg 1 nie q suka alur na…. bisa gk ea. itu dibuat yulsic version? 🙂

    • Aduh mana bisa orang aku cuma translate doang, kalo aku yg nulis mungkin bisa dibuat yusic version

      • ea udh tulis ulang gie… yulsic ver… hehehhehe

      • Aku bantuin jawab ya thor.. Hoho

        @Fitri226 kamu kan tinggal bayangin aja tae itu yuri + fany itu sica. Simple kan? Dari pada authornya nulis lagi? ribettt jadinya *peace v_v
        Ini aja juga belum selesai ceritanya.
        Dan juga kalo ini yulsic kurang feel deh, soal nya mereka gak bgitu byun bgt kyk taeny.. Hahaha
        Mereka itu lebih pas buat yg romance2 gitu loh.. Duduk2 dipantai, nglamar2, dan smacamnya itu, hoho

        Btw.. Buat author, bias + couple nya siapa di snsd?

  24. Tae kebnyakkan dosa u
    Nipu mlu
    Wkakakakakaa
    Ksian fany lah
    Yoona nya lgi seteroongg disni yee
    Wkwkwkwkw
    Penasaran
    Lnjut

  25. Tae jd rebutan yoona sm fany,

  26. Nah lho si yoong main tonjok aja, waduh rame nih ntr, pada berebut tae, tp kyknya sih tae sukanya sm ppany. Tuh kn jd tau kl sbnernya tae suka sm ppany

  27. Cieeee..fany mulai suka sma taeyeon! Wohoo baguslah baguslah

  28. aigo aigo . monster yoong cemburu klau brangnya disentuh org . main tinju aja pany . smg dicapther slnjutnya taeng bisa ungkapkan prsaannya kepany . dan putuskan yoong scptnya *plak* mian yoong eonni

  29. Tae udh tau perasaan fany, maybe .. tp knpa sih hrus bgtu loh omongan tae kyanya cma php aja pdhal fany udh anggap itu serius ..
    Fany jga skrang udh tau klo tae jga ska sma dia gara” ocehan dia pas lg mabuk, jujur beda sma omongan dia wktu ditampar sma fany …

  30. akhirnya Tiffany ketemu ama Yoona.. perang dan perang..

    taeyeon bocah banget 😂😂😂

  31. Si Yoona kok maen tonjok2 ppany segala😐
    jgn nonjok ppany yoong, mending Tonjok gue aja😂🔫

  32. Tae gengsi e.e pedes lgi klo ngomong..
    Percuma tae nutupin klo akhirnya dia sendiri yg buka wkwkkw 😂😂

  33. Perang Dunia FF,,,,
    yoona berantem sama fany,,,,
    aigoo,,, kenapa taeyeon jadi kayak gini?

  34. akhirnya patini ada rasa jg ama taeng, tampa babibu yoona main tampar patini aja

  35. wahh thoooor, tega lu yaaa…
    Masa gadis gadis cantik lu buat saling tonjok, ckckckckck
    Bonyok dah 😝😝😝😝😝

  36. Taecyeon sama wooyounf cucokk bgt ihh, otot gedee tapi gaya kemayu wkwkw
    Ohmygoshh yoona serem jugaa dateng2 langsung mukul. Nahlohh gimana tuh, taeng kebanyakan pacar sihh. Coba atuh digilir biar sama2 adil wkwk. Lucu yaa klo taeng lagi cembokur, tinggal bilang aja cemburu apa susahnya XD

  37. cieee fany udah suka samaa tae alias cinta wkwkwk
    yeyy yoona gilaa main pukul ajah kasian fany gue.

  38. Nah kan tiffany mulai suka sm taeyeon.. Wah yoona garang ya disini hajaha

  39. Tolong yoona diamankan …tae sama tiff egonya tolong dikendalikan … sama* mau kok malah gengsi … kapan baikannya ??? 😥

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s