rara0894

All about TaeTiSeo and GG

2 Grand (Chapter 6)

31 Comments

Author : XoloveTaeyeon

Cast : Kim Taeyeon-Tiffany Hwang

Original Link : Here!

CHAPTER 6 : THE DEAL

Klub.

Setelah peristiwa yang terjadi sore hari itu di depan sekolah Tiffany, di mana Taeyeon mengambil teman-temannya dan meninggalkan dirinya berdiri di tempat tanpa kata-kata. Tiffany sudah berganti mengenakan seragam kerjaannya, pakaian ketat yang menunjukan lekuk tubuhnya. Dia berdiri di tempat yang berbeda hari ini, di depan meja panjang di mana para barista bekerja. Dia akan menyibukkan diri hari ini dengan belajar bagaimana untuk mencampur jus dan alkohol dan bukannya duduk-duduk dan dianiaya oleh seseorang.

Jarum panjang jam menunjuk pada nomor 6, dan sekarang sudah jam 9, ia tahu dalam beberapa menit, si pervert akan berada di sana. Dia marah padanya karena membawa teman-temannya pergi, dan juga pada teman-temannya, karena tidak membalas ataupun menelepon setelah semua panggilan dan pesan teks yang dia kirim pada mereka. Mereka benar-benar mengabaikan dirinya untuk bocah kaya itu.Telah hidup bersama mereka selama beberapa tahun, dia tidak pernah menyangka mereka akan berpaling dari dirinya, kecuali hari ini.

Ugh Freaking Taeyeon pervert!

Dia menggebrak meja kaca dengan tangan mengepal, mendapatkan banyak perhatian dari para pelanggan. Dia segera meminta maaf dan berjalan keluar dari  daerah barista, tidak ingin mengacaukan lebih banyak hal lagi setiap kali dia berpikir tentang Taeyeon. Ia berjalan lemas ke tempat dia biasanya berdiri, matanya kemudian tertuju kearah sudut ruangan, mencari dia, tapi dia tidak ada di sana. Hanya teman prianya terlihat dengan dua co-waitress.

Bagaimana jika … Bagaimana jika dia benar-benar mengajak Yuri dan Jess ke- Omo!

Dia terlonjak dan berlari ke ruang ganti untuk meraih ponselnya dan menelepon mereka. Tapi sebelum dia bisa, manajernya datang kepadanya dan mengatakan bahwa dia harus pergi menghibur beberapa pengusaha yang baru datang di klub. Dia menelan ludahnya, tapi mencoba untuk tidak menunjukkan rasa takut dan mengikuti manajer ke sebuah bilik dekat lantai dansa. Dia diperingatkan bahwa jika dia ingin tetap dengan pekerjaannya yang sekarang, dia harus memberikan ‘layanan’, duduk dengan laki-laki dan membuat mereka minum sebanyak mungkin alkohol yang mereka bisa. Tiffany, yang sedang bertanya-tanya apa maksudnya ‘memberikan layanan’ itu, dengan naifnya langsung setuju. Berkat peristiwa yang terjadi kemarin, di mana dia meninju seorang pria dan menyebabkan keributan, dia dipaksa untuk bekerja lebih.

“Annyeonghaseyo …” Dia membungkuk pada pak tua berjas yang duduk disana menunjukan perut bir-nya walaupun dia memakai setelan. Setiap dari mereka memiliki seorang gadis merapat di sampingnya yang dia rasa sangat menjijikan karena mereka terlihat tiga kali dari usia gadis-gadis itu.

“Pergi duduk di sebelah pria dengan setelan abu-abu, dan ingat apa yang sudah aku katakan.” Manajer berbisik di telinganya dan mendorongnya ke depan.

Saat ia berjalan melewati mereka untuk pergi ke ujung, di mana orang itu duduk, dia punya feeling bahwa mereka sedang meneteskan air liur saat melihat butt-nya dan sesungguhnya mereka memang begitu.

Sekarang adalah saatnya aku membutuhkan dia dan dia tidak di sini. Great.

Saat dia mau duduk di tempat di antara dua orang pria, laki-laki yang di tugaskan untuk duduk di sebelah Tiffany bergeser dan duduk di kursi Tiffany, yang membuat butt-nya mendarat tepat di atas paha pria itu. Matanya melebar saat  tangan pria itu menjelajahi pantatnya sampai ke paha mulus putihnya.

“Kamu sangat halus.” Dia menghembuskan napas baunya dan menyeringai dari belakang.

“Tolong … Jauhkan tangan Anda…” Dia bergumam pelan, menunjukkan ekspresi tidak nyamannya yang mana orang itu tidak bisa melihatnya.

Dia tersenyum lebar lagi sambil menggigiti bahu Tiffany, turun ke lengannya, sementara tangannya meraba-raba paha Tiffany.

“Tolong hentikan.”

“Apa? Kamu ingin beberapa tip?” Dia tersenyum memamerkan giginya dan menyelipkan beberapa tip di celana pendeknya, lalu meremasnya.

**

“Di mana dia?” Tanyanya sambil bersandar di sofa, kaki disilangkan beristirahat di atas meja.

“S-Siapa dia, Ms. Kim?” tanyanya berdiri dalam posisi membungkuk dengan kedua tangannya menggengam satu sama lain.

“Gadis berambut merah.”

“A-ah! Gadis berambut merah? Aku akan mendapatkan seorang gadis berambut merah sekarang Ms. Kim.” Dia membungkuk.

“Tiffany.” Dia berkata kepadanya saat manajer berdiri. Memastikan manajer itu tahu gadis berambut merah mana yang ingin dia dapatkan.

Kembali ke Tiffany, dia sedang berdoa kepada Tuhan bahwa orang tua jahat ini akan berhenti melumurkan air liurnya yang kotor itu di lengannya dengan lidahnya. Dia sudah diperingatkan untuk tidak menggunakan tinjunya, atau dia akan dipecat, dia harus melakukan apa yang harus dilakukan oleh seorang waitress di sini, dia adalah salah satu dari mereka.

Tapi hal baiknya adalah, setelah setiap satu menit, ia akan menyelipkan tip di dalam celana pendeknya karena telah menjadi gadis kecil yang baik. Tetap diam dan menuangkan minuman untuknya. Kemudian manajernya membawa gadis lain ke meja dan mengisyaratkan dia untuk keluar dari bilik secepatnya. Untungnya, pria itu sudah setengah mabuk, jadi dia benar-benar tidak menyadari kepergian Tiffany, ketika gadis lain duduk di tempatnya tepat saat dia berdiri.

“Berapa banyak yang dia berikan padamu?” Manajer menyilangkan kedua lengannya, menatap tubuhnya dari bawah ke atas.

“T-Tidak ada … Dia tidak memberikan apa-apa …” Dia berbohong.

What? aku harus memberikan uang yang aku dapatkan padanya? Maaf tapi aku yang mendapatkannya, bukan dia.

“Cepat. Keluarkan. Sekarang.” Dia meminta dengan nada bossy-nya

Dia menundukkan kepalanya dan menempatkan tangan di celana pendeknya, sebenarnya, di dalam celana dalamnya dia mengambilnya dari balik punggungnya, kemudian menarik keluar 4 bill acak, tanpa tahu berapa jumlahnya.

“Hanya segini?”

“Itu semua yang dia berikan padaku! aku mengatakan yang sebenarnya!”

“Pergi ke meja 2. Kamu memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan.” Dia melotot padanya dan berjalan melewatinya, menempatkan uang itu dalam sakunya.

Begitu dia pergi, Tiffany menjulurkan lidahnya, menunjukkan wajah merong sebelum dia berjalan ke di tempatkan ia ditugaskan.

Dia jauh lebih bodoh dari yang aku pikirkan.

Tiffany berjalan dengan gembiranya ke meja, melihat seseorang bersandar dengan topi tentara hitam menutupi wajahnya membuat Tiffany berpikir orang tersebut sedang tidur dengan kedua kaki di atas meja.

“Permisi…”

“Butuh waktu lima menit untuk datang huh?”

“Yahh! Pervert! Ke mana kamu membawa teman-temanku pergi?!” Tiffany menyerang orang itu, yang tidak lain, tidak bukan adalah Taeyeon. Dia mendorong Taeyeon untuk telentang dan Tiffany duduk di atas perutnya.

Woah there. Aku membawa mereka makan malam kemudian ke dorm mereka okay? Tenang saja.”

“Kau tidak melakukan apapun yang aneh-aneh?!”

Nooo! Aku hanya ingin melakukan hal aneh-aneh denganmu. Mhmmwuah..” Taeyeon duduk dan mengecup bibir Tiffany sebelum memeluknya.

“Tidur di tempatku lagi malam ini?” Dia tersenyum pada gadis di atasnya dan mengecup lengannya.

“Ewwww. Apakah kamu barusan habis dijilat anjing atau apa? Lenganmu bau seperti … Ughh!” Taeyeon mengernyitkan hidungnya dan mendorong Tiffany lepas darinya.

“Karena … Karena pria itu …” Tiffany memalingkan muka, merasa malu. Dia merasa jijik dan kotor, mengingat pada orang tua yang menyelipkan tip ke dalam celana pendeknya, menjilati setiap inci dari lengannya dengan mulut baunya.

“Kenapa kau biarkan dia? Dia memberimu tip tinggi?” Taeyeon merendahkan suaranya meninggalkan ekspresi menggodanya saat dia melihat Tiffany menatap ke bawah, suaranya tidak sekuat seperti sebelumnya, suaranya terdengar terluka.

“Aku tidak punya pilihan. Aku butuh uang itu.”

“Well, aku bisa memberikan kamu-“

“Taeyeon-ah, aku tahu kau menempel padaku seperti ini hanya karena aku berhutang padamu. Aku akan mencoba untuk mendapatkan uang itu secepat mungkin, sehingga kamu tidak harus mengikutiku lagi. Dalam sebulan, aku akan berjanji untuk mendapatkan uang itu.” Dia mengatakannya dengan serius sambil melihat Taeyeon. Gadis itu, untuk pertama kalinya, memiliki wajah yang serius pada percakapan empat mata dengan Tiffany tanpa sentuh-menyentuh terlibat.

Jadi dia pikir aku mengejarnya karena uang itu?

Well, fine by me. Tetapi sebelum itu tiba. Kamu harus menjadi kekasihku.” Taeyeon menyeringai dan mendekati Tiffany. Melingkarkan lengan di pinggang gadis itu.

Tiffany tetap diam. Apakah dia tidak benar-benar serius? Apakah Taeyeon bercanda? Dia memang tidak membenci Taeyeon lagi, tetapi dia tidak ingin berada dalam patah hati setelah ini. Dia tahu orang macam apa Taeyeon itu, dia adalah seseorang yang hanya ingin bersenang-senang

“Kamu tidak punya pilihan lain, baby. Kau kekasihku sekarang, mari kita rayakan!”

Sebelum Tiffany bisa berbicara, Taeyeon mengambil botol anggur di atas meja dan menarik Tiffany dengan dia, menuju ke arah belakang klub.

“Myungsoo oppa? Apakah Taeyeon-ku ada di sana?” Sebuah suara feminin bertanya melalui telepon.

“Uhh … Umm .. T-tidak? Dia belum … ke sini sementara ini” Myungsoo tergagap berteriak dalam diam dan melotot ke Jonghyun yang duduk di depannya.

“Oppa kau berbohong padaku?! Aku sedang dalam perjalanan ke sana sekarang” ujar gadis itu, ketakutan terlihat dari wajah Myungsoo. Dia melemparkan ponselnya di kursi dan panik. Kedua tangan menjambak rambutnya sendiri.

“Dia akan mati, mampus. Mampus kau Kim Taeyeon! Yoona akan… uh aku merasa kasihan pada waitress itu jika Yoona menemukan mereka.”

“Aku lihat mereka pergi lewat pintu belakang. Dia tidak akan menemukan mereka … kuharap sih begitu.” Jonghyun juga tampak ketakutan dan meringkukkan dirinya sendiri.

“Berdoa, berdoa, berdoa. Mari kita berdoa untuk mereka. Sini, sini, pegang tanganku.”

Dua orang konyol itu menutup mata mereka rapat sambil saling berpegangan tangan, berdoa untuk Taeyeon supaya tidak ketahuan oleh gadis itu.

**

“Ini… perayaan?” Tiffany bertanya dengan suara tidak menyenangkan saat Taeyeon menuangkan anggur di lengan kirinya, kemudian lengan kanannya. Mencuci keduanya dengan cairan ungu itu.

“Karena kedua lenganmu sudah terinfeksi kuman kotor dari yang orang tua jelek itu. Itulah mengapa aku harus mencuci kamu terlebih dahulu sebelum kita melakukan perayaan. Kau tau?” Taeyeon tersenyum lebar.

Setelah Taeyeon berhasil mencuci lengan Tiffany. Dia menariknya ke tempat parkir di mana ia memarkirkan mobil putih Soleil Anadi-nya dan mendorong Tiffany ke dalam segera setelah dia membuka pintu.

“Perayaan kita akan jadi, kamu, dan aku, di tempat tidurku, melakukan sesuatu.” Taeyeon menyeringai dan menyalakan mesin mobilnya.

“Apa?! Kau mau mati?”

“Hey hey, tidak ada kekerasan terlibat di sini, itu bagian dari kesepakatan yang sudah disetujui. Atau kamu berikan aku uangnya sekarang.” Taeyeon mencibir lagi, lalu mencondongkan dirinya ke kursi Tiffany dan memberi gigitan kecil di telinganya.

“Jangan khawatir. Aku tidak akan mengecewakanmu.”

To be Continued…

 

Advertisements

Author: 히러니

Your freakin' author @hireonie

31 thoughts on “2 Grand (Chapter 6)

  1. Ey Dikit bnr y update ny.. Kmrn sabtu kga update pdhl aqoh Nangkring in ni WP.. Ngarep update sabtu kmrn.. Eh kga update update trnyta.. Double update dunk Thor hri ini..Nawar crta ny

    Laki tua tu Minta d potong Lidah ny berani berani ny jilat jilat fany aqoh.. Bukan ny d Ketemuin Itu taeny sama Yoong biar jd Perang dunia ke 3 kn seru tu

  2. Ad ap dg update 2 ni?
    Sampai rumah bersihin lg t tangan pany, ahjussi itu!

  3. Uuhhh…taeyeon agresif bener dah…
    Tifany nya nurut” aja…😃😃😃

  4. Wkek mandiin sekalian tae pany-nya.. Makin seru dah apkh akn ada pryaan diatas ranjang..

  5. Perayaan apa ya? Hahaha 😂😂
    Tiffany sok jual mahal padahal ujung2nya mau juga wkwkw

  6. So jual mahal pani-ah awas hukum karma berlaku loh 😀

  7. Gue gak tau kalo ada yg ketinggalan, gue baca chap 7 dulu tapi chap 6 blum, pantes kaya ada yg anehh wkwkwk

  8. Perayaan apa tae?? Perayaan pergantian tahu kaah??harusnya kan perayaan pergantian tahun tuh rame, tp kuq cmn berdua ama fany??
    Hayooo.. Byun bgtt 😂😂😂

  9. Dikira tiffany tulang sampai dijilat gitu dasar pak tua ,lebih baik dgn taeyeon kan mainnya wkwwk inivtiffany tidak peka ya padahal taeyeon sudah suka dgn nyatapi mungkin toffany trauma jatuh cinta ,siapa yg pernah menyakiti hati tiffany

  10. Waahhhhh mau bkin apa tuh tae sma fanyy jangan”

  11. Tae mah kalo soal kayak gini cepet perayaan tae mah beda dari orang lain tapi ku suka dengan sikap tae yang kayak gini

  12. Taeyeon klo masalah begituan eemang cepet aksinya.😅😂

  13. Yahh thor masa Ia pany di kasi om om tua gitu.. klo om omnya kaya tae sih okey okey aja ini maah ommm tololettt om 😃😂

  14. Tae lo mau ngrayain apaan sih, btw itu yoona pcr tae ya

  15. seru melihat mereka bertengkar terus . lajutt thor

    and happy new year author

  16. Wkwkwk duhh
    Semoga taeny bsa bnr2 pacaran dgn baik dh
    Berantem mlu
    Wkakakakakkaa

  17. Sekalian cuci tuh tangan pake tanah terus pake bunga 7 rupa wkwk. Kokk gue maunya malah taeny ketemu yoona yaa, penasaran sama apa yg bakal terjadi klo mereka ketemu…
    Bagusnya sihh tawaran taeng yg minta fany jd pacarnya jgn diambil hati dulu sama fany, takutnya kan taeng cuma buat main2. Tau sendiri liat pantat sedikit langsung lirik 😂😂

  18. pany gx bisa nolak apapun yg di katakan taeng

  19. Wah wah jgn2 mau diapa2in?? Bneran nih?

  20. Pany dijilat anjing tua bangkotan 😂😂😂
    Pany jangan dicuci pakai anggur tae…, masukin aja dia ke mesin sterilisasi biar semua kuman dan virus dari pak tua itu musnah dan ga ada yang tersisa satu kuman pun..😆😅
    Kalau yoona ketemu pany pasti bakalan seruh nii😏😏🔫, tapi yoona itu ada hubungan apa sih sama taeyeon?? apa mereka pacaran??

  21. (Dia mendorong Taeyeon untuk telentang dan Tiffany duduk di atas perutnya)
    Omooooooooo…. Tippany

  22. Iyuhhhh fany hidup mu menyedihkan sekali gabisa berbuat apa” saat ddigituin sma ahjussi gila itu mendingan rela diapa”in sma tae aja drpd hrus sma orang lain …
    Cie fany udh ga benci sma tae tp masih ttp sebel sma dia

  23. Errrr,, tippany udh kena rabiees om om tua tuuuh
    Mesti cepat dikasih vaksin anti rabies 😤😤😤

  24. Taken taken taken!!
    Woaa taeyeon buat tiffany jatuh cintaa
    Supaya perjanjian kalian ga akan ada.
    🔫

  25. ihh fany kamu udah ternodai kkkk
    untung ajah ada s tae yang mau membersihkan bau busuk di lenganmu wkwkwk.
    taeny udah jadian.. mereka mau apa coba..

  26. Langsung meluncur ke chapter selanjutnya ah~ mau liat taeny ngerayain entah itu apaa~~~

  27. Perayaan yaa ??? Yoona siapanya tae ???Haha masih misteri kayak lagunya hyo … XD

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s