rara0894

All about TaeTiSeo and GG

2 Grand (Chapter 5)

37 Comments

Author : XoloveTaeyeon

Cast : Kim Taeyeon-Tiffany Hwang

Original Link : Here!

CHAPTER 5 : TIFFANY’S MENTAL BREAKDOWN

Dua jam kemudian.

Itu sekitar jam 1 tengah malam, Tiffany benar-benar sudah lelap. Dia sangat lelah setelah dia mengatakan selamat malam untuk Taeyeon, dia tertidur satu menit setelahnya. Sementara Taeyeon meninggalkan lantai karpet tepat setelah melihat Tiffany sudah tertidur, dia menunggu gadis itu tertidur supaya dia bisa pindah ke tempat tidur.

Sekarang, mereka berdua tidur nyenyak, Taeyeon menarik Tiffany dalam pelukannya, membiarkan kepala gadis itu beristirahat di bahunya, dekat area dadanya, dia melingkarkan lengannya di bawah leher Tiffany memeluknya. Sesekali Tiffany akan menggeliat kecil, tapi tetap dalam pelukan Taeyeon dan merapatkan wajahnya ke lekukan lehernya, satu tangan memeluk perutnya.

“Taeyeon-ah~” sebuah suara memanggil dari luar dan suara cekikikan yang lainnya mengikuti.

“Kami membawa barang-barang cewekmu. Ayo sini Kim Taeyeon~” suara lelaki itu semakin mengeras dan membangunkan Taeyeon.

Aish gelandangan ini, tidak bisakah mereka meninggalkannya di situ lalu pergi?

Tidak lagi menunggu gadis itu untuk keluar, mereka berjalan ke kamar tidurnya dan memutar kenop pintu, beruntung tidak terkunci. Begitu mereka masuk, mereka berdua tersentak.

“Wow~ kamu sangat keren, gadis ini kelihatannya sangat sulit dan keras kepala. Bagaimana kamu bisa menaklukannya begitu cepat?” Myungsoo berjalan ke arah tempat tidur lebih dekat, dia menarik selimut dan melihat Tiffany hanya memakai kemajanya, selain pakaian dalamnya.

“Oooh bagaimana dia? Perawan?” Jonghyun menjatuhkan pantatnya di tepi tepat tidur dengan penuh semangat menunggu jawabannya.

“Kalian gila? Kamu pikir dia akan membiarkanku melakukannya begitu saja? kami masih belum melakukan apapun” Taeyeon menghebuskan napasnya dan menuduk pada gadis yang tertidur di dadanya.

“Aku kecewa padamu, kawan. Kamu bisa menaklukan semua gadis-gadis lainnya hanya dengan satu malam. Dan kamu sudah berada di sekitar gadis ini selama tiga hari. Tiga hari dan kamu masih belum bisa menaklukannya? Are you kidding me?” tanya Myungsoo dengan wajah frustasi.

“Kau tahu berapa banyak pukulan yang sudah dia tinjukan ke wajahku setiap kali aku mencoba untuk menyentuhnya?! Kamu bahkan tidak tahu bagaimana sulitnya ini… kurasa rahangku sudah tidak rata sekarang”

“Kalau begitu tinggal menyerah saja dengan yang satu ini, masih ada banyak gadis-gadis di luar sana”

“No! I called dips on this one”

“Terserahlah, ayo pergi Jjong”

Dan setelah itu mereka pergi. Taeyeon menghembuskan napasnya mengulurkan tangannya menggapai remote di bawah bantal dan menyalakan TV. Dia meletakan satu tangan di bawah kepala, lengan lainnya masih di sekitar tubuh Tiffany. Dia mengganti saluran, tidak ada banyak acara untuk di tonton, hanya berita pagi dan drama. Kemudian dia membalik ke saluran kartun di mana dragon balls sedang di tayangkan.

“Vegeta!” dia berteriak keras dengan semangat sambil melihat kartun favoritnya.

Dan sayangnya teriakan itu membangunkan Tiffany.

Gadis itu perlahan-lahan bergerak. Lalu dia membuka matanya. Berkedip sekali, berkedip dua kali, berkedip tiga kali.

“Ya!!! Mengapa kamu tidur di kasur? M-memelukku? Apa yang kamu lakukan?”Tiffany segera bangun dan menutupi dadanya.

“Apa yang aku lakukan? Oh aku melakukan banyak hal…” Taeyeon tersenyum lebar dan duduk juga, kemudian mengulurkan tangannya dan melingkarkannya di tubuh Tiffany.

“Tubuhmu terasa luar biasa”

“Kau-kau bajingan! Kamu menipuku selama ini! kamu-“ Tiffany memukul dada Taeyeon berulang kali saat dia melampiaskan kemarahannya pada gadis itu, Taeyeon hanya duduk disana, menahan rasa sakit di dadanya.

“Babo-yah. Aku cuma bercanda” Taeyeon meraih lengan Tiffany turun untuk menghentikannya dari memukul dan menempatkan kedua tangannya di atas pipi Tiffany untuk menyeka air matanya.

“Aku tidak melakukan apapun selain memelukmu. Aku bersumpah demi Tuhan. jika aku melakukannya kamu tidak akan mengenakan pakaian apapun sekarang”

Oh… benar, aku masih memakai bajunya.

“J-jam berapa sekarang?” Tiffany berhenti menangis, dia membalikan tubuhnya ke arah lain untuk menghindari melihat wajah Taeyeon. Bagaimana caranya kamu bisa berhasil membuat Tiffany menangis?

“Um, 01:30,  kembalilah tidur” gadis brunette kembali merebahkan tubuhnya di atas bantal dan tatapan matanya kembali ke TV.

Tiffany perlahan berbaring juga, tapi menghadap ke arah lain

Pervert… aku memukulnya terlalu keras. Apakah dia baik baik saja? … ugh, kenapa kamu harus melakukan itu? Kamu suka jika aku memukulmu?

Setelah setengah jam, Taeyeon mematikan tv dan membalikan tubuhnya ke samping, menghadap punggung Tiffany. dia bertanya-tanya apakah Tiffany sudah tertidur, jadi dia bisa memeluknya. Dia tidak ingin meletakan lengannya di  gadis itu dan mendapatkan sikutan di perutnya.

Apa yang dia lakukan?! Apa dia sedang mencoba untuk-

Ketika Taeyeon baru saja meletakan tangannya di pinggang Tiffany, gadis berambut kecoklatan itu segera membalikan tubuhnya dan menangkap tangan Taeyeon yang menggantung di udara.

“Apa yang kamu sedang coba lakukan?”

“Memelukmu” Taeyeon menjawab dengan tenang dan menatap kembali mata Tiffany tanpa berkedip.

“Cuma mau tidur okay?” Taeyeon mendorong tangannya dari genggaman tiffany dan meletakannya di sisi pinggang tiffany, lalu menariknya lebih dekat membuat tubuh mereka saling bersentuhan satu sama lain.

“L-lepaskan aku.. aku akan memukulmu” Tiffany berkata dengan suara bergetar. Kenyataannya adalah bahwa dia menyukai bagaimana cara Taeyeon memeluknya, begitu lembut, dan hangat. Jauh yang lebih baik daripada bagaimana Taeyeon menyentuhnya dan menempel padanya secara seksual saat di klub.

“Ssst, pergi tidur dan aku akan mengantarmu ke sekolah besok”

“Jinjja?”

“Ya, dan menjemputmu juga”

“Siapa kamu? Kekasihku? Tidak perlu, cukup antar aku ke sekolah besok”

Taeyeon tidak terganggu bahkan untuk berdebat kembali dan dia sudah tertidur. dengan satu tangan di bawah leher Tiffany sementara yang lain memeluk longgar di pinggang gadis itu. Tiffany melakukan merong di depan wajah tidur si badass dan berbalik ke arah lain.

Memunggungi gadis itu. tapi dia tidak melepaskan lengan Taeyeon dari tubuhnya. Seperti itu, mereka tertidur nyenyak hingga pagi.

7 A.M

“Taeyeon bangun atau aku akan terlambat ke sekolah!” Tiffany berteriak sekuat-kuatnya untuk ke sepuluh kalinya.

Dia telah terbangun setengah jam lebih awal dan telah menata wajah dan rambut dan segala sesuatunya tetapi kemudian ingat dia tidak punya pakaian lain untuk ganti baju, jadi dia membuka lemari Taeyeon dan memilih outfit pink kasual.

“Nghgg- jam berapa sekarang?” Taeyeon dengan malas duduk tapi kemudian jatuh di atas bantal lagi.

“Sekarang jam 7 bangun sekarang dan pergi bersiap-siap!”

“Jam berapa kelas pertamamu mulai?” Taeyeon bertanya lagi sambil malas-malasan berguling masih terbungkus selimut di tempat tidur.

“08:30.”

“Kau gadis gila, 08:30?! Satu setengah jam lagi? Mengapa kau membangunkanku sekarang oh my god. Aku hanya tidur 6 jam. Gosh Tiffany … ” Taeyeon mendesah dan menepuk jidatnya sendiri. Dia kemudian menarik selimut ke atas dan meletakkannya di atas kepalanya, menutupi wajahnya, kemudian jatuh ke belakang di atas bantal.

“Bagaimana jika kamu tersesat saat di perjalanan ke sana? kamu mungkin menghabiskan waktu satu jam untuk bersiap-siap … bangun sekarang pervert!” Tiffany menarik seluruh selimut itu lepas dari Taeyeon dan melemparkannya ke lantai, kemudian menyambar salah satu kaki gadis itu dan menyeretnya ke tepi tempat tidur.

“Aku akan bangun sekarang jika kamu memberiku ciuman.” Taeyeon duduk, dengan kedua lengan menopangnya.

“Tidak.”

“Pleasee?”

“Atau tidak usah sekolah. Dan kita bisa nongkrong seharian.”

“Ughhh. Kemarilah kalau begitu, aku tidak punya waktu.”

“Tidak, KAMU kemari.”

Taeyeon menyeringai saat Tiffany membungkuk ke bawah dan merangkak ke tempat tidur menuju Taeyeon dengan kedua lengannya. Dia memelototi wajah Taeyeon marah sebelum menekankan kecupan singkat di pipi gadis yang menyeringai itu.

Setelah banyak keluhan dan rengekan dari Tiffany, mereka akhirnya keluar dari apartemen, itu masih 07:30. Masih terlalu awal. Ketika mereka masuk ke lift, Taeyeon melingkarkan tangannya di pinggang Tiffany dan memegangnya erat-erat. Tiffany tidak takut pada sentuhan itu karena dia sudah semacam terbiasa dengan itu, tapi perlahan-lahan melepaskan tangan Taeyeon dari pinggangnya dan berdiri jauh dari gadis brunette itu. Taeyeon bersandar di dinding dan menatap ke atas dan ke bawah pada tubuh Tiffany. Kemudian dia menyeringai, berjalan ke arah Tiffany dan dia membungkuk ke depan.

*Zip*

“Betapa cerobohnya kamu” Taeyeon menyeringai dan bersandar sambil mengambil kacamatanya.

“Yah! Aku-aku l-lupa okay? Semua itu karena aku harus membangunkan kamu.” Dia menunduk dengan malu. Seperti bagaimana bisa dia lupa untuk menarik ritsletingnya? Seriously?

Aishh Babo urghhhh! Aku ingin sekali mencubit seringai di wajahnya itu! memalukan…

“Menyalahkan aku lagi …” Taeyeon mendesah dan menyilangkan lengannya, terlihat keren dengan kacamatanya.

Begitu suara *ding*  terdengar, Taeyeon berdiri tegak dan meraih tangan Tiffany di miliknya, lalu menarik gadis itu keluar dari lift. Baru saja Tiffany hendak berteriak padanya karena memegang tangannya, seorang pria dalam setelan putih datang ke mereka dan membungkuk 180 derajat pada mereka.

“Mobil apa yang akan Anda kendarai hari ini Ms. Kim?” Dia meminta secara formal.

“Hmmm, bawakan aku AM.” Taeyeon mengatakan dan menarik Tiffany ke sofa lobi dan duduk, dengan tangan masih memegang Tiffany, tapi gadis lainnya berdiri di sampingnya bukannya duduk.

“Mari kita pergi untuk sarapan dulu baru kemudian ke sekolah okay?” Taeyeon mendongak ke arah gadis yang berdiri.

Siapa kamu … Kenapa orang itu harus tunduk kepada seseorang seperti kamu… Cih, kamu pikir kamu itu keren…

“Tiffany!” Taeyeon memanggilnya untuk yang ketiga kalinya. Tiffany sedang melamun, menatap wajah Taeyeon dengan alis terangkat, tampak agak kesal.

“Apa? Eh, tidak, terima kasih. Cukup antarkan aku di sana dan itu cukup.”

“Baiklah kalau begitu.”

Tiffany mengharapkan Taeyeon mengatakan sesuatu seperti “Tidak, kamu harus pergi denganku atau aku tidak akan mengantarmu ke sekolah.” atau “Sampai kamu selesai sarapan denganku, tidak ada sekolah untukmu.” tapi apa yang Taeyeon katakan itu benar-benar hal yang sebaliknya.

Baik. Baguslah kalau begitu. Bahkan melihat wajahmu saja menjengkelkan … Ugh. Segala sesuatu yang kamu lakukan itu  menjengkelkan. Sangat menjengkelkan!

Akhirnya, mobil tiba di depan pintu masuk, orang sebelumnya datang dan memberitahu Taeyeon. Dia bangkit, lalu menarik Tiffany dengan dia, mengejutkan, tangan mereka tidak pernah terpisah. Mereka masih berpegangan tangan satu sama lain sejak mereka keluar dari lift. Dan Tiffany bahkan tidak mendorong tangan Taeyeon dari miliknya. Mungkin dia melamun dan lupa jika Taeyeon memegang tangannya.

Mereka berjalan keluar, Taeyeon, jadi lebih cepat daripada kepala pelayannya, berjalan ke kursi penumpang dari mobil limited edition hijau kebiruan Aston Martin-nya. Dia kemudian membuka pintu dan mengisyaratkan Tiffany untuk masuk. Mata gadis lain itu kagum pada gadis gentle yang membukakan pintu mobil untuknya. Dan dia melamun lagi.

“Yah. Masuklah. Aku tahu aku sangat hot tapi kamu tidak perlu menatapku seperti itu.” kata Taeyeon.

Aishh, ada apa dengan Jessica’s effect padaku hari ini. Dia tampak begitu menjengkelkan aku tidak suka dia, dia begitu tidak menarik aku ingin sekali memukulnya!

Perjalanan yang cukup sunyi. Taeyeon tidak mengatakan apa-apa, membuatnya merasa lebih gugup.

“Hey aku-“

-♪ Young Nino, fuck a bitch in a pea coat

Carlito, Scarface, AL Pacino

Bun B do, Pimp C, R.I.P though

I goes deep in that pussy, Dan Marino ♪-

Sebelum Tiffany bisa mengatakan apa-apa lagi, Taeyeon menyalakan musik keras. Menggigit sudut bibir bawahnya, ia menggeleng-gelengkan kepalanya karena musik dan menurunkan kacamatanya sedikit turun di hidungnya, membuatnya terlihat begitu baddass dan hot.

Musik macam apa ini… goes deep in that pussy puss- apa?!

-♪ She wanna be the one, fuck her to my own single

Break a bitch heart, no future ms. Cleo

Snap back, au-au-automatic reload

Flyer than a fucking beatle, you can’t beat ’em ♪-

Taeyeon ngerapp di bagian berikutnya dengan ghetto sempurnanya. Menekan jari-jarinya di setir, Tiffany hanya menatapnya tidak percaya.

“Kamu tahu apa artinya itu?”

“Hmm, bagaimana dengan kamu beritahu aku? Kamu orang Amerika, bukan?” Taeyeon menyeringai dan melirik sekilas pada gadis berambut cokelat.

“Ini … tidak pantas.”

“Apakah liriknya membuatmu terangsang?”

“Tidak!”

“Kau itu seperti-“

“Yeahhh! Urghhh! Ini dia.”

-♪ But to her I’m God

I’m faded faded faded

My nigga I’m faded faded faded

My nigga I’m faded faded faded ♪-

Dia bernyanyi bersama dengan nada yang lebih keras, Tiffany hanya menggeleng dan beristirahat kembali di kursi. Lalu tiba-tiba dia merasa angin bertiup di wajahnya. Taeyeon melihatnya bersandar jadi dia menurunkan kaca mobilnya, membiarkan angin meniup langsung ke wajah Tiffany, mengacaukan rambutnya sedikit.

“Yah!”

“Udara segar. Nikmati udara segar. Baik untuk kesehatan.” Taeyeon tertawa di akhir kalimatnya sendiri.

Aku bersumpah aku akan memukul kamu hari ini di klub. Wait. Mengapa aku berbicara seakan aku akan pergi duduk bersamanya di klub dan kemudian ya dan ya dan … Apa? Miyoung kau sudah gila.

Setelah sekitar tiga lagu ‘tidak pantas’ diputarkan, seperti bagaimana Tiffany menyebutnya. Taeyeon tiba di sudut gerbang universitas. Dia menghentikan mobilnya. Mendapatkan banyak perhatian dari orang-orang dan mahasiswa berdiri di sekitar daerah itu, pasti karena musik yang keras, dan mobil yang mewah.

“Tunggu ini hanya gerbang. Aku akan mengantarmu sampai ke dalam, tetap duduk.” Dia dengan penasaran melihat di depannya, mengabaikan semua mata yang melihat mobilnya.

“Tidak, tidak, tidak, Its okay! terima kasih aku akan turun sekarang.” Saat Tiffany hendak melepaskan sabuk pengaman, Taeyeon memegang tangannya.

“Ini baru 7:50, bagaimana kalau kita makan sesuatu dulu sebelum masuk?” Taeyeon menyarankan dengan senyum.

“Tidak, terima kasih aku baik-baik saja lepaskan tanganmu supaya aku bisa melepaskan sabuk pengamannya.” Tiffany mengatakan tidak tertarik sambil menatap tangannya yang menekan di kursi.

 “Pleasee?”

“Ayo aku sudah mengantarmu kemari. Menurutlah sekali saja, please?”

1 2 3!

Tiffany mendorong Taeyeon mundur di kursi kemudinya dan dengan cepat melepas sabuk pengaman dan berlari, bahkan tidak menutup pintu penumpang ketika dia keluar.

“Terima kasih untuk tumpangannya!” Dia berteriak karena dia dekat gerbang sudah dan meniupkan flying kiss untuk Taeyeon, berharap itu akan bisa membuat gadis itu kesal.

Gadis aneh ini benar-benar. Sok jual mahal? Well, aku akan bertemu kamu di klub malam ini.

“Aku akan menunggu di sini untuk menjemput kamu nanti baby.” Taeyeon mengatakan sambil memunculkan kepalanya keluar jendela.

Semua orang menatapnya, lalu menatap kembali pada Tiffany sambil berbisik sesuatu. Gadis berambut coklat itu malu dan tidak nyaman sehingga dia lari ke dalam, tidak melihat kembali ke Taeyeon.

Setelah sekolah.

Aku berharap dia hanya bercanda, please aku tidak ingin orang-orang itu menatapku lagi.

Tiffany berjalan dengan sahabatnyanya Yuri dan Jessica, mereka berencana untuk pergi ke tempat favorit mereka untuk makan dan mungkin mengerjakan PR di sana. Sementara Yuri dan Jessica sedang mengobrol sambil bergandengan tangan, Tiffany menutupi wajahnya dan terus melihat di sekitar gerbang, berharap tidak menemukan sebuah mobil sport mahal, karena itu berarti Taeyeon yang sedang menunggunya.

“Tiff ada apa?” tanya Jessica.

“Tidak ada. Aku hanya … Eh, berpikir tentang tempat yang akan kunjungi. Aku lapar sekarang, mari kita pergi ke tempat deokbokki lagi!” Dia menyarankan dan menarik pergelangan teman-temannya dengannya.

“Kenapa kau bersikap seperti ada sesuatu yang salah? Pelan-pelan Fany-ah!” Yuri berteriak saat ia mencoba untuk mengejar ketinggalan dengan kecepatan Tiffany.

Dia menarik mereka keluar gerbang, melihat ke kiri, tidak ada mobil sport, lalu ke kanan. Seorang Taeyeon berdiri di depan mobilnya dengan lengan disilangkan, kacamata yang sedikit di atas hidungnya, bersandar di mobil.

Oh my god, why~

“Hai sayang!” Taeyeon melambai dan menembaknya dengan senyum cerah.

Tiffany berbalik, menutupi wajahnya dengan tangannya, menggumam suara-suara alien. Jessica memiringkan kepalanya melihat penasaran pada si badass yang kaya raya sementara Yuri hanya menatap mobilnya yang begitu cantik membutakan matanya dengan cover abu-abu perak.

“Aku melihatmu tidak perlu sembunyi.” Taeyeon berjalan ke mereka. Berdiri di belakang Tiffany, dia melingkarkan lengannya di pinggang gadis itu dan mengecup bibirnya.

“Eeh!” Tiffany gemetar pada sentuhannya tetapi mendorong Taeyeon segera.

“Siapa ini Fany-ah?” Yuri bertanya pada Tiffany tapi matanya menatap Taeyeon dari atas dan ke bawah, dan dia melihat gadis ini pasti tidak selevel dengan mereka untuk bergaul. Mungkin dari beberapa keluarga kelas tinggi atau semacamnya.

“Umm .. Dia-“

“Pacarnya.” Taeyeon tersenyum bangga dan melihat dua orang teman dari Tiffany.

“Senang bertemu kalian.” Dia menempatkan tangannya di depan, dan Yuri menjabatnya segera, tapi tidak terlalu kasar. Kemudian diikuti oleh Jessica yang masih penasaran.

Tiffany telah berbalik, menghadap wajah smirk bahagia dari Taeyeon.

“Aku akan membawanya untuk makan malam lebih awal. Kalian ingin ikut?” Taeyeon bertanya dengan sopan.

“Tidak it’s o-” Tiffany berbicara tetapi dipotong.

“Masuklah ke dalam mobil.” Taeyeon tersenyum pada dua teman dan mengisyaratkan mereka untuk pergi.

Jessica berjalan ke mobil dan langsung masuk, menyukai bagaimana baiknya ‘Pacarnya Tiffany’ ini memperlakukan mereka. Sementara Yuri berjalan perlahan, matanya menatap mobil itu kagum.

“Apakah ini Karma? Oh my god mobil ini sangat cantik…” Yuri memuji saat ia menyentuh pintu mobil.

“Iya, Karma. Terima kasih, kamu bisa meminjamnya kapan saja kamu mau. Jika kamu punya SIM tentu saja.” Taeyeon tertawa pada gadis yang kagum seakan dia belum pernah melihat mobil sebelumnya.

“Benarkah?!”

“Ye-” Sebelum Taeyeon harus menyelesaikan kalimatnya. Tiffany menarik tangannya kembali dan tinggal jauh dari mobil.

“Apa yang kau lakukan?! Apakah kamu mencoba untuk menarik teman-temanku ke dalam perangkapmu juga?” Tiffany bertanya tampak seperti dia sedang merajuk.

“Apa perangkap? Aku hanya ingin membawa mereka ke makan malam. Apa yang salah dengan itu?” Taeyeon menjelaskannya polos.

“Makan malam dan kemudian ke hotel? kamu pikir kamu bisa terbebas dari pandanganku begitu saja? Orang-orang seperti kamu itu hanya …”

“Apa kamu… Apa kamu cemburu sekarang jika aku mungkin membawa mereka ke hotel dan itu bukan dirimu?” Taeyeon menyeringai dan terus berjalan menuju Tiffany saat gadis mundur.

Well… kalau kamu tidak ingin ikut… sampai jumpa nanti di klub. Girlfriend.” Taeyeon menyeringai dan mencium pipi Tiffany sebelum berjalan pergi menuju mobilnya. Meninggalkan gadis itu tercengang.

Pada awalnya Tiffany berpikir si pervert itu hanya bercanda, tapi kemudian dia benar-benar menghidupkan mesin mobil dan melaju ke jalan utama. Dengan teman-temannya masih berada di dalam mobil.

Dan teman-teman bodohnya itu, mereka hanya dengan bodohnya setuju untuk masuk ke dalam mobil Taeyeon meninggalkan dirinya begitu saja. Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan bagaimana perasaan Tiffany. Teman-temannya benar-benar lupa padanya, Taeyeon benar-benar meninggalkannya di sana dan membawa teman-temannya untuk makan malam. Teman-temannya! Bukan teman Taeyeon. Dan mereka bahkan baru  bertemu beberapa menit yang lalu.

To be continued…

Advertisements

Author: 히러니

Your freakin' author @hireonie

37 thoughts on “2 Grand (Chapter 5)

  1. taeny jadi pasangan yg bnr manis. tae dpt cara trs buat dktin pany. taeri jadi tmn dork 🙂

  2. bukan taeng loh yg jahat jadinya. Hahaha malah si fany yg keliatan jahat. Dih udh deh fany terima aja hot tajir gak nyerah lagi. Cusss lah ke hotel lagi *eh

  3. Suka kesel kalo si panul udah jual mahal, tapi dalam hati nya suka wkwkw, Thor update nya aga cepetan dong penasaran 😂😂😂

  4. Behahahha.. Ngakak ngeliat kelakuan taeny.. Tp Mrka unyu jg klo udh bertengkar bertengkar manjaaaaaaah gto..

  5. Hahaa mantap,cepetan official taeeennyyyy😍😘😘

  6. Berantem tapi sweet…TaeNy emang Terbaik !!!!

  7. Biasalah.. Taeny mana bisa jauh dri kata sweet wkwkwk 😂
    Paling ya cuma berantem manja2 kiyodd 😂😂🔫

  8. Akhirnya ada kelanjutannya jg^^ chukae thor, blum ada kemajuan buat pany nerima tae sebgai kekasihnya.. tiap hari hanya berantem dan tae pun sllu ngalah😊

  9. Xexexe.. suka liat taeny berantem kaya gini gemes sendiri 😂😂

    Kirain yulsic bakal ngoceh macem2 taunya langsung setuju toh..

  10. Tiffany jgn trlalu jual mahal ah, lihat taeyeon pergi kam hhaa yulsic mah lgsung masuk ajh.. Gimna ya klnjutan taeny.. Dipart ini gk ada kata2, vulgarwkkwm cuma lagu doang

  11. Hahaha… ga mau ga mau tapi mau si fany mah, ditunggu kelajutannya thor ✌

  12. yulsic lucu banget disini
    ngakak lihat kelakuan yuri yang dgn mobil taeyeon sedangkan jessica main setuju aja tuh masuk mobil taeyeon.

    sedangkan tiffany ditinggalin deh. makanya jgn sok jual mahal.

  13. Hahaha.. taeyeon blm puas aja nggodain ppany😂🔫
    Ntr, klo dpt bogem lagi gimana lho..
    Nah? Loh?

  14. tae ngeselin sumpah. pany tanpa sadar jd terbiasa sama perilaku tae, eeeaaaakkkk…
    part terakhr, kasih tae bogem pannyyy aaaahhhh, NGESELIN!!

  15. Lah kocak njir taeny. Gila ya si ateng tajir nya sebagimana sih? Kerja apaa sihh? Yulsic cengo juga 😂😂😂

  16. hohohohohoho tae bener” yaaa sok cool banget

  17. Tiffany gapernah ilang sok jual mahalnya ekek

  18. Gua suka bgt gaya y sitatang….yulsic mah mau” aja.
    Ah..sifany blm luluh jga.
    Semangat taeng

  19. Fany mulai merasa ga ska sma tae yg sesaat tidak seperti biasanya meng Iya kan apa yg fany minta ..
    Aku harap tae ga main” sama fany ntar giliran fany bneran jd ska ehh trnyta tae cma main” aja sma fany kan ga lucu …

  20. Akhirnya yh dtnggu” update jga
    Taeny kpan pacarannya ya haha
    Crtnya makin seru 😍

  21. Ciee.. 😆😆
    Knpa pany d tinggal kan kasian.

  22. Ga ngebayang kesel nya jadi fany kekeke
    Si tae pinter ngomong 😂😂

  23. Ngakakk
    Moga2 yul sma tae jdi sahabat
    Wkwkwkw
    Yulsic lupa sma fany 😂😂
    Dh lah fany trima tae aja sih
    Akakakaka

  24. Hotel kajja 😂😂😂
    Fany sih masih sok menolak Tae. Sadar oiiii, diri lo udah mulai jatuh cinta ama Tae. Bahkan tanpa lo sadari, udah dari chapter2 sebelumnya lo selalu aja mengharapkan bantuan Tae saat lo lagi kesulitan atau dalam masalah. Ckckckck mungkin Fany masih gengsi buat ngakuin perasaannya

  25. Kemudian tae meninggalkan tiffany sambil menekan klakson mobil mewahnya… TELOLET…TELOLET 😝😝😝😝😝

  26. Thorrr ini kapan mau update lagi ko lama amat udah ga sabar😂😂😂

  27. fany masih jual mahal nih..pdahal pelukan dan pegangan tangan udah gak marah2..
    kasiiiannnn di tinggalin..
    😀
    😀
    😀

  28. Hahaha fany jgn jual mahl lah, tae jg bukn org jahat kok

  29. Fany perlahan mulai terpesona nih sama taeyeon. Emng gaada yg bisa nolak sentuhannya taeng, sekali disentuh bakal ketagihan apalagi pelukannya, dijamin gabakal mau lepas wkwkwk

  30. pany pasti kesel banget ama taeng, yg se’enaknya ama dia

  31. Ngakak deh lihat tingka taeny disini.., apa lagi si taeyeon yang suka buat pany keselll😂😂
    Yulsic temen yang baik banget dahh.. sampai” pany ditinggalin sendiri dan merekah malah pergi sama taeyeon👍😆😆, tapi salah pany juga sih yang terlalu jual mahal sama ajakan taeyeon😪😪

  32. (Aishh, ada apa dengan Jessica’s effect padaku hari ini.)
    Wkwk kenapa jessicA effect di bAwA2 (?) DasArrrr pAnyyy

    Btw, itu lagunyA siapA yaaa? Hhhhhhh

  33. Taeyeon bandel banget yaa
    Pervet lagi -_-
    Tiffany ditinggalin ckckckck

  34. serius fany jual mahal banget kkkk
    dia udah suka kayanya sama perlakuan s tae..
    temen² nya fany kocak bgt apalagi yuk wkwkwk

  35. Yaelaaah udaah lah tiffany jangan jual mahal lageeee~ kurang apalago siyyyy si taeyeon! Hahahha

  36. Tiff jual mahal … sok*an nggak mau padahal menginginkan … wkwkkk

  37. Fany jangan terlalu benci dengan tae, nanti jadi cinta loh eh tp emng itu sih yg ditunggu

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s