rara0894

All about TaeTiSeo and GG

Dear Mom (Chapter 22)

143 Comments

Title      : Dear Mom

Author : rara0894

Genre   : Family, gender bender

Cast      :

Seo Joo Hyun as Kim Joo Hyun

Tiffany Hwang/ Hwang Miyoung

Kim Taeyeon

Jessica Jung/ Jung Sooyeon

Kwon Yuri

And other cast

DM cover 2

” Joohyun”

            Sayup terdengar seseorang memanggil nama yang sudah lama dilupakannya. Kim Joohyun, nama yang tidak pernah lagi dianggapnya selama bertahun-tahun. Seolah diri itu sudah mati yang kini hanya ada seorang Kim Seohyun yang malang dengan hati yang begitu dingin. Ya, satu kata itu mungkin memang cocok untuknya. Kadang, dia seolah menertawakan dirinya sendiri dengan apa yang telah terjadi. Kehidupan yang kelam dan terasa begitu pahit untuknya. Apakah ini sebuah kutukan yang harus dia terima? Mungkin saja.

” Joohyun? ” Suara itu kembali terdengar, dia merasakan kehangataan yang menyentuh kedua pipinya. Seohyun berusaha membuka mata yang terasa begitu berat dengan perlahan, ingin memastikan siapa pemilik suara itu. Bisa saja itu adalah sebuah halusinasi karena keadaannya yang tidak stabil untuk saat ini.

” Ugh..” Saat kelopak matanya mulai terangkat, sakit di kepalanya terasa begitu menyengat sehingga membuat kelopak itu kembali merapat. Berusaha agar sakit yang terasa bisa mereda.

” Tidak apa-apa, jangan dipaksakan ” Tangan itu mengusap dahinya yang mengeluarkan keringat dingin. ” Minumlah” Tanpa membuka mata, Seohyun menuruti apa yang  dikatakan orang itu. Dia bisa merasakan tubuhnya mulai sedikit terasa ringan, namun matanya menolak untuk membuka. Entah mengapa dia merasakan kantuk yang begitu berat dan membuatnya tidak mampu untuk melawan.

” Tidurlah kembali ” Tangan itu mengusap lembut rambutnya yang membuat kesadarannya semakin tipis dan tertidur dengan napas yang mulai stabil.

” Mianhae.. Jeongmal mianhae ” Pemilik suara yang terdengar bergetar tersebut terus saja mengusap rambut Seohyun yang membuat gadis itu kini tertidur dengan begitu nyaman.

          Di bagian Amerika utara, tepatnya negara yang dikenal sebagai Dominion of Canada. Ya, negara Kanada dimana orang tua Kwon Yuri menetap. Bahkan saat ini Yuri bersama kekasihnya masih berada di kota dimana dia dilahirkan. Berhari-hari menghabiskan waktu di kota itu setelah hari dimana mereka mendatangi rumah orang tua Yuri, menikmati keindahan kota untuk melupakan sejenak masalah yang ada. Pergi ke tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi.

           Namun untuk hari ini, cuaca yang tidak memungkinkan untuk mereka keluar membuat sepasang kekasih itu hanya bermalasan di tempat tidur. Saling berpelukan memberikan kenyamanan yang membuat mereka terlihat begitu bahagia. Namun dibalik semua itu, ada sesuatu yang mengganjal dihati salah satu dari mereka. Itulah yang terjadi pada Jessica saat ini. Hubungan mereka membuatnya seperti orang yang frustasi walaupun bisa ditutupi saat Yuri berada di sisinya. Dia tidak ingin Yuri kecewa karena begitu menyadari jika kekasihnya berusaha mati-matian untuk selalu menguatkannya dengan apa yang sedang melanda hubungan mereka. Jessica tidak ingin membuat Yuri merasa gagal untuk membuatnya tetap tegar, tidak ingin sang kekasih juga merasa putus asa dan mulai menyerah. Tidak! Itu tidak akan terjadi. Kini dia bertekad akan berjuang seperti apa yang diperjuangkan Yuri saat ini.

“ Sooyeon-ah?” Panggil Yuri dengan lembut seraya mengusap rambut sang kekasih yang menjadikan bahunya sebagai bantal untuk mengistirahatkan kepalanya.

“ wae? “ Jessica mengarahkan pandangannya yang membuat mereka saling menatap dengan lekat. Yuri dengan perlahan semakin mendekatkan wajahnya lalu mengecup lembut bibir tipis wanita itu, Jessica tersenyum setelah apa yang dilakukan kekasihnya. “ wae?” Jessica kembali bersuara.

“ Nanti kita akan menghadiri jamuan makan malam di rumah orang tuaku “ Jessica melebarkan matanya  yang kini berubah posisi menjadi duduk menghadap Yuri yang masih pada posisinya. Yuri membuang napas berat. Dia tahu, ini akan menjadi hal yang berat untuk membuat Jessica menyetujuinya.

“ Ka-kau tahu-“ Jessica tidak tahu harus berkata apa seraya menatap Yuri yang kini sudah mengganti posisinya, duduk menghadap Jessica yang kini menatapnya dengan tidak percaya.

“ Please, kau percaya padaku  kan? Kau percaya jika aku akan selalu melindungimu?” Yuri menggenggam kedua tangan Jessica dengan erat yang membuat wanita itu merasa aman dan begitu nyaman. Jessica membuang napas beratnya sebelum memutuskan.

“ Arraseo.. kita akan menghadapi ini bersama. Aku tidak ingin kau berjuang sendiri untuk hubungan kita “ Yuri tersenyum bahagia. Untuk tekad yang sudah ditanamkan dihatinya, yang membuat Jessica mampu untuk berkata ‘Ya’.

“ Terima kasih “ Yuri memeluk Jessica dengan perasaan bahagia dihatinya.

“ Akulah yang seharusnya berucap kalimat itu. Terima kasih atas semuanya, atas perjuanganmu sejauh ini “ Ujar Jessica dalam pelukan Yuri yang begitu hangat.

***

            Seohyun masih saja tertidur dengan pulas. Wajahnya yang cantik dengan ketenangan yang terpancar dari wajah itu disertai balutan piyama cream  polos, membuatnya terlihat seperti seorang bidadari cantik yang dikisahkan dalam sebuah dongeng. Namun tidak memerlukan waktu yang lama, tidurnya kini mulai tidak nyaman saat  matahari semakin melihatkan kekuatan pancaran paginya. Tubuhnya yang awal diam tanpa pergerakan kini mulai melihatkan tanda jika gadis itu mulai tersadar dari alam mimpinya. Mata cantik yang tadinya setia menutup kini mulai terbuka dengan perlahan. Dikamar itu saat ini terdengar kicauan burung yang gembira bertengger di  ranting-ranting pohon, juga sedikit suara bising mesin kendaraan dari jalanan. Pertanda jika orang-orang sudah memulai kembali melakukan kesibukan mereka.

       Seohyun menatap langit-langit kamar dengan tatapan yang terlihat kosong, entah apa yang dipikirkan gadis itu saat ini. Dia menghela napas seraya memijit dahinya yang tiba-tiba saja terasa sakit.

” Mimpi  atau nyata? ” Ujarnya seolah berbisik. Keadaannya yang sempat drop membuatnya tidak bisa membedakan. Sekali lagi, heelaan napas yang terdengar berat. Gadis itu berusaha menenangkan perasaannya yang kalut. Kemudian tiba-tiba hidung mancungnya menangkap aroma yang membuat dahinya mengkerut,  dan lalu menatap jam dinding di kamar itu.

” Bukankah sekarang ahjussi dan Nayeon berada di cafe? ” Batinnya.  Degan gontai dia turun dari tempat tidur melangkah keluar kamar memastikan siapa yang kini berada di dapur rumah itu.

Deg!

Saat itu juga jantungnya seolah berhenti berdetak saat dia tahu siapa orang yang kini sedang sibuk dengan kegiatan memasaknya. Postur tubuh itu, dia begitu mengenalinya.

” Nya-nyata?” Batinnya. Kini otaknya seolah bekerja dengan keras sehingga dia tidak tahu harus bertingkah seperti apa.

” Argh!” Seohyun merasakan sentakan dikepalanya yang begitu sakit.

” Joohyun? ” Postur itu yang tadinya sibuk langsung membalikan tubuhnya setelah mendengar erangan kesakitan dari gadis kecil itu. Dengan segera dia melangkah tanpa memikirkan kegiatan yang sedang dilakukannya.

” Kau baik-baik saja?” Namun Seohyun tidak menjawab, masih berusaha melawan sakit yang menyerang kepalanya kini. Menutup erat matanya berharap mampu untuk mengurangi sakit yang begitu menyengat terasa.

” Ayo duduk ” Orang itu menuntunnya untuk duduk. Dapur itu sangat terlihat sederhana dengan meja makan berbahan kayu yang ukurannya cukup kecil dan dikelilingi dengan tiga kursi yang juga terbuat dari bahan yang sama. Sangat sederhana, namun kesederhaan yang ada dirumah ini memercikkan kebahagian yang luar biasa. Seohyun sempat berpikir bahwa dia begitu iri dengan Nayaeon. walaupun hanya ada sang ayah disisi gadis itu dan dengan kehidupan yang sederhana, namun kebahagiaan mampu diraihnya. Sedangkan dirinya? dia memiliki orang tua yang lengkap, namun kebahagiaan itu begitu sulit untuk didapatkan.

“Kwenchana?”  Seohyun baru menyadari tangan itu memijit lembut kepalanya dan begitu membuat nyaman, mengurangi rasa sakit yang masih dirasakan.

” Apa masih terasa sakit?” Suara itu kembali terdengar. Seohyun hanya mampu mengangguk tanpa bersuara sedikitpun. Dia kelu, tidak tahu harus bersikap seperti apa. Pergerakannya tidak ingin melakukan perintah dari otaknya. Dia menatap kebawah, tidak berani untuk menatap wajah orang itu yang hanya tersenyum sedih melihat sikap Seohyun terhadapnya. Dia berusaha sabar karena tidak ingin membuat kesalahan yang sama. Dia hanya ingin memperbaiki  tanpa harus ada kesalahpahaman yang nantinya akan berujung kegaggalan.

” Apa kau lapar?” Sekali lagi, Seohyun hanya mengangguk sebagai jawaban.

” Tunggu  sebentar ” Seohyun bisa merasakan orang itu mengusap rambutnya dengan sayang yang kemudian mengecup puncak kepalanya. Kepalan tangan itu semakin menguat yang berada dipangkuannya, menutup matanya seerat mungkin. Seohyun sendiri tidak mengerti mengapa dia menjadi seperti ini. Perasaannya begitu campur aduk, sehingga hanya keheningan yang tercipta diantara mereka. Tidak ada yang berani untuk bersuara.

Klik!

            Orang itu mematikan kompor kemudian melepaskan celemek yang menggantung di tubuhnya. Lalu meraih sendok makan untuk mencicipi makanan yang akan dihidangkannya.

” Mianhae” Tubuhnya kaku seketika saat mendengar suara yang terdengar lirih itu. Bahkan seperti sebuah bisikan namun mampu dengan jelas ditangkap oleh indera pendengarannya.

“A-appa..” Bahkan sendok yang tadinya digenggam jatuh begitu saja saat satu kata yang ingin didengarnya selama ini benar-benar menjadi suatu hal yang nyata. Tangannya bergetar, darahnya terasa berdesir sehingga suhu tubuhnya sedikit meningkat. Mata itu kini memerah yang kemudian dengan perlahan menjatuhkan  setetes air bagaikan permata yang tidak mampu untuk ditahan. Mengungkapkan perasaannya yang tidak mampu untuk diucapkan.

” Mianhaeyo, a-appa..” Seohyun kembali bersuara. Bahkan terdengar semakin lirih, memberikan tanda jika dia benar-benar menyesal. Seohyun beranjak dari duduknya lalu melangkah perlahan untuk mendekat dan dengan berani menatap punggung orang itu. Kim Taeyeon, sang ayah yang begitu dirindukannya. Pipi chubby itu dibanjiri air mata yang begitu sulit untuk ditahan. Dia benar-benar meluapkan perasaannya.

” Appa..” Seohyun mengucapkan  satu kata itu dengan sempurna tanpa terbata. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun. Taeyeon yang awalnya terdiam tanpa membuang waktu lagi meraih anaknya untuk masuk ke dalam pelukannya. Saat itu juga tangisan Seohyun pecah, dia tidak akan lagi menahan perasaannya. Tangisannya begitu keras mengungkapkan jika dia tidak bisa lagi untuk terlihat kuat. Dia ingin mengatakan kepada sang ayah jika dia rapuh, bahwa dia bukanlah gadis yang kuat. Mungkin benar untuk waktu sebelumnya, namun untuk sekarang tidak lagi. Dia tidak sanggup untuk tetap berlagak seperti gadis kuat yang mampu untuk menempuh jalanan berduri. Begitu sakit dan perih. Tidak lagi. Dia menyerah,  begitu melelahkan.

“ Mianhae appa.. mianhae “ Seohyun terus mengulang kalimat yang sama dengan tangisan yang semakin keras. Dia terlihat seperti seorang anak berumur lima tahun yang menangis keras seolah dimarahi sang ayah karena berbuat salah.

“ Sssst.. “ Taeyeon berusaha untuk menenangkan Seohyun seraya mengusap belakang kepala anaknya itu.

“ Mianhae.. “

“ Joohyun tidak salah, appa yang harusnya meminta maaf “ Ujar Taeyeon dengan lembut seraya mengusap air mata Seohyun yang terus mengalir deras di pipi putihnya yang sedikit pucat. Tidak dapat dipugkiri, pria itu juga sudah mengeluarkan air mata melihat anaknya yang menangis. Itu menyesakkan dada, begitu sakit melihat sang anak yang terlihat begitu rapuh dihadapannya. Seohyun tidak pernah seperti ini sebelumnya. Selama tinggal diatap yang sama, Seohyun hanya melihatkan sikap dingin dan seperti seorang gadis bengal. Seperti seorang gadis yang kasar dan pembangkang. Taeyeon kemudian mengangkat tubuh Seohyun dan mengubah posisinya untuk duduk dipangkuannya, benar-benar memperlakukan Seohyun dengan manja.

“ Mianhae appa.. “ Seohyun terus saja berucap, melihatkan jika dia benar-benar menyesal.

“ Hei, jangan seperti ini sayang “ Taeyeon semakin erat memeluk Seohyun yang kini menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang ayah. Taeyeon dengan setia terus mengusap punggung Seohyun hingga anaknya itu mulai merasa sedikit tenang, hanya isakan yang kini terdengar. Dengan perlahan Taeyeon perlahan melonggarkan pelukannya, berusaha membuat Seohyun untuk menatapnya.

Deg!

         Dia benar-benar merindukan tatapan polos sang anak yang kini terlihat nyata, sebelumnya hanya tatapan dingin dan tajam yang memancarkan kebencian. Dengan tangan yang sedikit bergetar, Taeyeon mengusap pipi Seohyun yang dibasahi air mata dan berusaha untuk tersenyum. Mata Taeyeon memerah, rasanya dia ingin menangis dengan kebahagiaan yang kini dirasa. Namun dia berusaha untu menahan karena tidak ingin Seohyun melihat air matanya. Dia tidak ingin membuat Seohyun semakin merasa bersalah, terus menyalahkan dirinya sendiri tentang semuanya. Yang lalu biarlah berlalu, untuk sekarang memulai  kehidupan dari awal dengan membuka lembaran baru tanpa melihat lembaran lama. Tanpa mengingat masa kelam yang seharusnya ditinggal dan dilupakan. Sekarang tugasnya menuliskan cerita bahagia bersama keluarganya. Hidupnya kedepan hanya untuk Seohyun. Ya, hanya untuk kebahagiaan sang anak. Apapun rela dia korbankan asalkan anaknya bahagia dan terus berada disisinya.

        Bagaimana dengan Tiffany? Haruskah dia juga berkorban untuk kembali meraihnya? Namun dengan cara apa? Jika hanya satu pihak yang menginginkan, apakah akan berhasil untuk didapatkan? Taeyeon bimbang, bahkan mungkin sudah menyerah. Ya. Menyerah untuk terus menggenggam. Apa gunanya digenggam jika Tiffany ingin melepas? Tidak ada gunanya. Mungkin ini memang takdir yang digariskan tuhan. Dia hanya mampu untuk melakukan skenario tuhan yang telah ditetapkan.

         Tanpa mereka sadari, Hyoyeon dan Nayeon juga menangis bahagia melihat mereka dari jarak yang tidak teralu jauh. Tanpa sadar anak dan ayah itu saling berpelukan untuk saling memberikan kenyamanan. Nayeon menatap ayahnya dengan lekat. Hyoyeon yang awalnya begitu terfokus memperhatikan Taeyeon dan Seohyun mengalihkan pandangannya ke arah sang anak. Dahinya mengerut.

“ Wae? “ Tanya Hyoyeon melihat sang anak yang tersenyum padanya.

“ Appa, gomawo “ Hyoyeon merasa bingung karena tiba-tiba sang anak berucap terima kasih padanya.

“ Untuk?”

“ Karena appa selalu bersamaku. Walaupun umma tidak lagi bersama kita namun tuhan tetap mengizinkan kita untuk menikmati kebahagiaan sampai sekarang “ Hyoyeon tersenyum mendengar kata-kata anaknya. Namun tidak lama kemudian ekspresi wajah Nayeon berubah muram yang membuat Hyoyeon bertanya-tanya.

“ Ada apa? “ Hyoyeon mengusap puncak kepala sang anak.

“ Tidak seperti Seohyun, walaupun orang tuanya lengkap namun dia harus berjuang untuk hidup. Aku begitu sedih melihatnya “ Nayeon kembali menjatuhkan air mata.

“ Hei, jangan menangis. Kau sudah lihat bukan? Perjuangannya akan terbalas. Kebahagiaan untuknya sudah didepan mata “ Hyoyeon kembali membawa Nayeon kedalam pelukannya.

“ Tersenyumlah karena sahabatmu akan menyampaikan cerita bahagia yang akan mereka ukir bersama “ Hyoyeon menatap Taeyeon dan Seohyun dengan senyuman bahagia.

***

        Jessica menatap jalanan yang tidak terlalu padat melalui jendela kaca mobil yang sedikit berembun. Tangannya digenggam oleh sang kekasih yang berusaha untuk menenangkannya. Hatinya resah karena begitu takut membayangkan apa yang terjadi nanti. Apakah kejadian seperti sebelumnya akan kembali terulang? Itu hanya akan menyakiti hatinya kembali, hanya membuat luka itu kembali terasa perih. Tapi haruskah dia terus seperti ini? Terus berpikir negatif  hanya akan membuat hatinya semakin ragu.

“ Tidak, aku tidak boleh seperti ini. Kau harus kuat Jung Sooyeon “ Batinnya seraya menghirup udara sedalam-dalamnya. Yuri yang berada disampingnya menyadari apa yang terjadi. Yuri semakin mengeratkan genggaman tangannya yang membuat Jessica beralih untuk menatap sepasang mata yang memancarkan cinta yang tidak dapat diungkapkan dengan kata.

“ Kau akan baik-baik saja. Kita akan baik-baik saja. Percaya padaku “ Yuri mengecup dahi Jessica yang kini tersenyum atas sikap Yuri terhadapnya.

“ Arraseo “ Balasnya lembut. Tanpa mereka sadari, mobil yang membawa mereka sudah memasuki gerbang kediaman orang tua Yuri. Saat mobil sudah berhenti, Yuri dengan segera keluar terlebih dahulu yang kemudian membukakan pintuk untu Jessica. Wanita cantik dengan balutan gaun yang terlihat elegan itu begitu merasa beruntung memiliki pria seperti Kwon Yuri.

“ Aiigo anakku.. “ Mrs. Kwon segera memeluk anaknya saat mereka melangkah memasuki mansion yang begitu mewah.

 “ Apa kabarmu untuk malam hari ini umma? “ Ujar Yuri membalas pelukan itu seraya mengecup dahi sang ibu dengan sayang.

“ Aku bahagia karena puteraku ada disini “

“ Umma berlebihan sekali “ Balas Yuri yang masih memeluk ibunya yang kini menatap Jessica.

“ Selamat malam Mrs. Kwon “ Ujar Jessica dengan sedikit gugup seraya membungkuk sopan.

“ Selamat malam “ Balas Mrs Kwon dengan senyuman seadanya. Itu menyakitkan, namun Jessica berusaha untuk tetap tersenyum. Berusaha untuk menahan air matanya karena sikap dingin Mrs. Kwon terhadapnya.

“ Ayo, semua tamu sudah berada di ruang makan “ Mrs Kwon menarik Yuri untuk melangkah menuju ruang makan. Tahu apa yang akan terjadi, Yuri segera meraih tangan Jessica untuk melangkah berdampingan dengannya. Dia tidak ingin Jessica merasakan diabaikan.

            Tamu undangan sudah lengkap, merekapun menikmati makan malam dengan berbagai menu yang disajikan. Begitu banyak yang mereka bahas, tentang hari-hari mereka, menceritakan kesuksesan anak-anak mereka dalam pendidikan, hingga masalah bisnis perusahaan yang dijalankan. Jessica hanya diam, dia tidak begitu mengerti tentang pembicaraan orang-orang berada seperti mereka. Dia seolah terasingkan yang membuatnya merasa tidak nyaman.

“ Hei, kau melamun? “ Salah satu tangan Yuri menyentuh pipi sang kekasih yang membuat wanita itu tersadar. Dia merasa malu karena semua mata tertuju padanya.

“ A-ah maafkan aku “ Ujarnya dengan gugup

“ Kau baik-baik saja? “

“ Dae “ Balas Jessica dengan senyuman.

“ Apa makanannya tidak enak Jessica-ssi?” Jessica terkejut pertanyaan itu terlontar dari bibir ibu Yuri.

“ A-anniyo, ini sangat enak Mrs. Kwon “ Jessica berusaha tenang menjawab. “ Maaf atas sikap saya sebentar ini “ Jessica membungkuk dengan sopan.

“ Hei, tidak perlu meminta maaf seperti itu “ Ujar Yuri seraya mengecup dahi Jessica dengan sayang, dia tahu jika Jessica merasa tidak nyaman. “ Lanjutkan makanmu “ Jessica hanya mengangguk dan kembali melanjutkan kegiatan makannya.

“ Kau wanita yang beruntung untuk bisa menjadi kekasih dari anakku “ Tiba-tiba saja Mr. Kwon bersuara. Jessica tahu jika pernyataan itu untuknya. Kemudian dia menatap Mr. Kwon dengan kegugupan.

“ Dae Mr. Kwon, saya begitu beruntung menjadi kekasih Yuri. Dia adalah pria yang bertanggung jawab dan perhatian “ Ujar Jessica dengan pasti.

“ Kau tidak berniat untuk mengambil semua apa yang dimilikinya kan? “ Kalimat itu begitu menyakitkan namun dia berusaha untuk tersenyum. Menurutnya itu adalah sebuah hinaan dari ibu Yuri, namun inilah resiko memiliki hubungan dengan seseorang yang memiliki kuasa. Dia hanya seorang wanita yang tidak memiliki apa-apa untuk dibanggakan yang beruntung mendapatkan seorang pria seperti Yuri. Seharusnya dia sudah terbiasa dengan ini.

“ Umma kenapa berpikir seperti itu? “ Yuri sedikit emosi mendengar pertanyaan dari sang ibu. Namun emosinya meredam saat Jessica menggenggam tangannya.

“ Munafik jika dikatakan hanya cinta yang membuat saya menjadikan Yuri sebagai seorang kekasih. Setiap wanita pasti ingin memiliki kehidupan yang lebih baik kedepannya bersama pesangan hidupnya. Namun harta bukanlah point utama yang membuat saya memilih Yuri. Cinta, perhatian dan yang utama kebaikan hatinyalah yang membuat saya ingin memilikinya, juga bagaimana dia menghargai seorang wanita seperti dia menghargai anda Mrs. Kwon. Yuri adalah pria yang begitu baik dan saya tidak ingin melepas apa yang tuhan berikan “

“ dan apa yang bisa kau berikan untuk Yuri? ”

“ Umma “ Yuri kembali bersuara, namun Jessica kembali menahan.

“ Untuk harta benda, jabatan, ataupun sesorang yang berasal dari keluarga berada mungkin saya tidak memilikinya. Mungkin saya hanya bisa memberikan hidup saya sepenuhnya untuk Yuri. Berusaha menjadi wanita yang terbaik sebagai pendamping hidupnya. Saya tidak bisa menjaminkan apa-apa selain itu “ Untuk sebagian orang yang berada di ruangan itu menganggap kalimat Jessica begitu mengagumkan. Mereka menyadari begitu sulit berada di posisi Jessica yang harus berhadapan dengan orang-orang berada yang begitu menjunjung tinggi nama baik keluarga.

            Awalnya suasana menjadi hening setelah pernyataan Jessica tersebut, namun Mr. Kwon dengan cepat mengalihkan pembicaraan sehingga kembali normal. Tidak lama kemudian, jamuan makan malam selesai dan para tamu pun sudah meninggalkan kediaman orang tua Yuri. Kini hanya tinggal mereka berempat di ruang keluarga yang mewah itu. Jessica, Yuri beserta orang tuanya.

“ Yuri-ah, apa benar dalam minggu ini kau akan kembali ke Seoul?” Tanya Mr Kwon yang duduk berdampingan dengan istrinya sedangkan sepasang kekasih itu berada dihadapan mereka.

“ Dae appa, aku harus mempersiapkan segalanya jadi aku harus menyelesaikan pekerjaanku dahulu “ Ujar Yuri dengan senyuman yang mengembang. Dia melirik sekilas ke arah Jessica yang duduk dengan kegugupan. Menatap genggaman tangannya sendiri.

“ Kapan kalian ingin melaksanakannya? “ Tanya sang ayah kembali, kemudian Yuri menatap Jessica.

“ Nanti akan aku bicarakan terlebih dahulu dengan Sooyeon, appa. Tapi aku berusaha agar resepsi dilaksanakan secepatnya “ Tiba-tiba saja Jessica menatap Yuri dengan wajah bingung.

“ D-dae? “ Yuri tersenyum melihat wajah Jessica yang begitu lucu menurutnya.

“ Jadi dari tadi kau tidak menyimak apa yang kita bicarakan?” Tanya Yuri dengan menahan tawanya yang rasanya ingin meledak.

“ Bu-bukan seperti itu, a-aku hanya tidak mengerti apa yang dibicarakan” Ujar Jessica dengan segera sebelum terjadi kesalahpahaman.

“ Appa bertanya, kapan kita ingin melaksanakannya” Ujar Yuri yang sengaja membuat Jessica bingung.

“ Melaksanakan apa?” Tanya Jessica.

“ Pernikahan kalian “ Jessica membulatkan matanya mendengar apa yang dilontarkan oleh ibu Yuri. Seolah waktu berhenti berdetak begitupun jantungnya. Dia merasa suhu tubuhnya meningkat mengungkapkan perasaan yang tidak mampu diucapkan.

“ Hei, kau baik-baik saja?” Yuri sedikit mengguncang tubuh Jessica yang seolah beku.

“ Uh? “ Jessica benar-benar bingung harus berkata apa, ini begitu mengejutkan untuknya sehingga otaknya sedikit lambat untuk merespon. “ Ah, aku baik-baik saja “

“ Jadi bagaimana?” Mr. Kwon kembali bersuara. Kemudian wanita paruh baya yang berada disampingnya melangkah lalu menduduki dirinya disamping Jessica, tangannya yang mulai terlihat keriput menggenggam kedua tangan kekasih anak lelakinya itu. Sudah berkali-kali Jessica merasa seperti seseorang yang mendapatkan serangan jantung, ini benar-benar di luar dugaan.

“ Aku minta maaf apa yang terjadi sebelumnya “ ujar Mrs. Kwon.

“ D-dae?”

“ Saat pertama kalinya kau datang kerumah ini bersama Yuri “ Kini Jessica mulai bisa berpikir dengan normal.

“ Kwenchanayo Mrs. Kwon, aku  bisa memakluminya dan seorang ibu pantas melakukan yang terbaik untuk anaknya “ Mrs. Kwon menggeleng tidak menyetujui pendapat Jessica.

“ Tidak, seharusnya kami tidak bersikap seperti waktu itu padamu. Kami benar-benar minta maaf” Ujar Mrs. Kwon dengan tulus. “ Aku tahu itu begitu menyakitkan untukmu, aku juga seorang wanita, dan aku begitu menyadarinya”

“ Benar apa yang dikatakan istriku, tidak seharusnya kami bersikap yang membuatmu tersakiti. Kami menyadari jika kau adalah wanita yang baik dan wanita yang tepat untuk menjadi istri Yuri. Kami menyetujui hubungan kalian dan kami ingin kalian segera menikah “ Tanpa sadar Jessica meneteskan air mata, ini merupakan hadiah yang begitu berharga yang diberikan tuhan untuknya. Perjuangannya bersama Yuri tidak sia-sia, apa yang mereka perjuangkan membuahkan hasil yang begitu tidak disangka.

“ Terima kasih Mr. Kwon, terima kasih banyak” Jessica membugkukkan badannya berkali-kali sebagai rasa terima kasihnya dengan suara yang bergetar. Air matanya berkali-kali jatuh menandakan jika dia begitu bahagia saat ini.

“ Kau tidak perlu berterima kasih seperti itu “ Wanita paruh baya yang berada disampingnya segera menghentikan apa yang dilakukan Jessica.

“ Terima kasih banyak Mrs Kwon” Ujar Jessica seraya menggenggam tangan ibu Yuri.

“ Kamilah yang harusnya berterima kasih padamu “ Wanita itu menghapus air mata Jessica. “ Yuri sudah banyak bercerita tentangmu dan kami begitu berterima kasih karena kau sudah mengubah hidup Yuri menjadi lebih baik. Maaf kami terlambat untuk menyadarinya” Mrs. Kown tersenyum dengan penyesalan yang terlihat. Pernyataan dari wanita itu membuat Jessica mengalihkan pandangannya untuk menatap Yuri, seolah mencari suatu jawaban.

“ Kau ingat beberapa kali aku meninggalkanmu sendirian di hotel dan mengatakan jika appa menyuruhku ke kantor karena ingin membahas tentang pekerjaan?” Jessica mengangguk.

“ Sebenarnya aku ingin menemui appa dan umma untuk meyakinkan mereka jika kau adalah wanita yang tepat untukku“

“ Gomawo “ Jessica mengecup cepat pipi Yuri karena dia begitu malu jika harus melihatkan kemesraan merekan di depan orang tua kekasihnya. Yuri merentangkan tangannya agar wanita itu masuk kepelukannya. Tanpa mengulur waktu Jessica melakukan apa yang diinginkan kekasihnya itu, sedang orang tua Yuri menatapnya dengan senyuman bahagia.

” Ta-tapi, Mr dan Mrs. Kwon.. Saya tidak ingin menutupi ini, sebelumnya saya sudah pernah menikah- “

” Kami sudah tahu, sudah menikah dan memiliki seorang anak itu tidak menjadi sebuah masalah untuk kami berdua. Jika kau adalah jodoh yang ditakdirkan tuhan untuk Yuri, kami harus menerima dan kami begitu berterima kasih karena tuhan memberikan wanita yang tepat untuk Yuri ” Pernyataan Mr. Kwon membuat Jessica merasa lega, ini salah satu yang mengganjal dihatinya. Dia sempat berpikir bagaimana dia harus menjelaskannya kepada kedua orang tua Yuri. Dia takut jika kedua orang tua Yuri tidak menerima dengan statusnya sebagai seorang janda yang memiliki seorang anak perempuan sedangkan anak mereka belum pernah menikah sekalipun.

“ Mr dan Mrs Kwon terima kasih, saja berjanji akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Yuri nantiya” Jessica kembali membungkuk dengan sopan.

“ Sooyeon-ah “ Panggil ibu Yuri yang kembali menggenggam tangannya. “ Mulai sekarang terbiasalah memanggilku umma. Kau itu calon istri dari anakku “ Wanita paruh baya itu memeluk Jessica dengan sayang.

“ Terima kasih umma “ Yuri dan sang ayah menatap dengan senyuman melihat moment manis Jessica dan Mrs Kwon. Jessica tidak berhenti mengucap syukur kepada tuhannya, ini merupakan suatu kebahagian yang begitu luar biasa. Mungkinkah ini pintu gerbang menuju kebahagiaan? Apakah dia akan selalu mendapatkan jalan menuju kebahagiaan seperti ini? Siapa yang tahu rencana tuhan, yang pasti kebahagiaan itu sudah di depan mata.

“ Tuhan, terima kasih “ Ujarnya yang masih berada dalam pelukan Mrs. Kwon.

***

            Seohyun menatap punggung Taeyeon yang begitu fokus dengan kegiatannya saat ini. Ada keraguan di hati gadis itu untuk memanggil pria yang tidak menyadari kehadirannya. Matanya yang cantik terus menatap dengan lekat kemudian menghela napas. Dia tidak mengerti dengan hatinya yang selalu gugup jika berhadapan dengan sang ayah. Mungkin hubungan mereka yang sempat rusak berdampak terhadap batinnya. Bagaimana tidak, mereka saling berdebat bahkan dengan teriakan seolah tidak ada yang namanya batasan antara anak dan ayah. Ini begitu hal yang memalukan bagi Seohyun. Bagaimana bisa dia bersikap tidak semestinya terhadap sang ayah. Sekali lagi, penyesalan besar terus saja menyelimuti ruang hatinya.

“ Joohyun? “ Seohyun akhirnya keluar dari ruang pikirannya saat Taeyeon kini sudah menatapnya dengan kebingungan. “ Kenapa berdiam di situ? Kau ingin sesuatu?” Seohyun menggeleng sebagai jawaban.

“ A-aku hanya ingin membantu memberisihkan dapur “ Jawabnya seraya melangkah mendekati Taeyeon yang terus memperhatikannya.

“ Jangan!” Seohyun sedikit terperanjat saat Taeyeon menolak dengan suara agak keras dan pria itu menyadarinya saat melihat ekspresi yang ditunjukkan Seohyun. Dengan segera dia raih sang anak untuk dipeluknya.

“ Aigo, appa minta maaf. Appa tidak bermaksud untuk membuatmu terkejut “ Ujar Taeyeon dengan tertawa kecil karena ekspresi wajah Seohyun yang lucu. Awalnya tubuh Seohyun terasa tegang, untuk saat ini dia belum terbiasa menerima pelukan Taeyeon. Namun, tidak dapat dipungkiri jika inilah yang dirindukannya selama ini. Berada dipelukan sang ayah membuatnya merasa dilindungi dan begitu terasa nyaman. Dengan sedikit keberanian, Seohyun membalas pelukan sang ayah yang membuat Taeyeon tersenyum merasakan sesuatu yang erat melingkari pinggangnya.

“ Lebih baik Joohyun berbaring di kamar, suhu tubuhmu masih sedikit panas “ Satu tangan Taeyeon merasakan dahi Seohyun yang sedikit panas.

“ Obatmu sudah diminum?” Taeyeon kembali bertanya setelah pelukan itu terlepas yang membuat Seohyun sedikit kecewa, dia masih ingin merasakan pelukan Taeyeon yang sudah lama dirindukannya.

“ Dae.. “

“ Good girl “ Taeyeon sedikit mengacak lembut rambut sang anak yang tersenyum padanya. Awalnya Taeyeon terdiam, ini adalah hal yang baru untuknya setelah bertahun-tahun lamanya. Seohyun tersenyum dan ini sebuah kebahagiaan tersendiri baginya.

“ sekerang kembalilah ke kamar, ini tidak banyak. Sebentar lagi appa juga akan selesai membersihkannya “ Taeyeon membalikkan tubuh seohyun kemudian mendorongnya untuk kembali melangkah menuju kamar. Akhirnya Seohyun mengalah dan melangkah menuju kamar Nayeon yang kini menjadi tempatnya sehari-hari. Kemudian dia membaringkan tubuh kecilnya itu dan menatap ke arah langit-langit kamar berwarna lembut yang begitu menyejukkan hati untuk dipandang. Tanpa sadar senyuman terukir jelas diwajah cantiknya yang masih terlihat sedikit pucat. Kini otaknya memutar kembali moment manis saat dia berada di dapur bersama sang ayah. Hatinya terasa ingin meledak merasakan kebahagiaan yang tadi dirasakan.

“ Haah.. “ Seohyun menutup matanya seraya merentangkan kedua tangannya dengan senyuman yang tidak juga hilang dari wajahnya. Tubuhnya terasa begitu ringan, tidak seperti sebelumnya yang terasa begitu berat dan ringkih.

“ Hei, kenapa kau tersenyum seperti itu?” Seohyun membulatkan matanya saat sadar jka Taeyeon sudah berada di hadapannya dengan alis yang mengerut.

“ A-anniyo.. “ Seohyun yang malu langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Dia tidak ingin Taeyeon melihat wajahnya yang memerah seperti tomat.

“ Hei! “ Taeyeon tertawa dengan sikap Seohyun yang aneh. Dia menegerti mengapa sebuah senyuman terukir di wajah cantik anaknya. “ Baiklah, appa tidak akan menertawaimu “ Taeyeon berusaha membuat Seohyun menetapnya.

“ Joohyun-ah, appa ada keperluan. Tidak apa-apa jika appa tinggal? “ Ujarnya dengan mengusap lembut rambut sang anak yang kini menatapnya dengan tanda tanya.

“ A-appa mau kemana? “ Ujarnya dengan gugup, dia masih sedikit canggung dengan panggilan ‘Appa’.

“ Ada pekerjaan yang harus appa selesaikan di kantor. Tapi tenang saja, appa akan kembali saat makan siang. Joohyun ingin appa bawakan apa saat kembali nanti? “ Taeyeon tersenyum menatap wajah lucu Seohyun saat serius berpikir.

“ A-aku mau ice cream. “

“ Ice cream? “ Seohyun mengangguk dengan penuh harapan jika Taeyeon mau menuruti keinginannya. Namun wajahnya terlihat lesu saat Taeyeon menggeleng.

“ Kau belum sehat, bahkan tubuhmu masih terasa panas. Bagaimana kalau appa belikan donat? Atau pizza? “ Seohyun menimbang.

“ Aku mau goguma saja “ ujarnya dengan senyuman yang merekah. Itu adalah salah satu cemilan favoritnya dari kecil.

“ Arraseo” Taeyeon mengangguk dan kemudian memicingkan matanya. “ tapi Appa tidak tanggung jawab jika tubuhmu berubah warna dan bisa dipastikan jika kentutmu akan menghasilkan bau yang semerbak “ Perkataan Seohyun membuatnya mengingat masa kecilnya dulu, saat dia memakan ubi manis dengan porsi yang berlebihan membuat kulitnya yang putih berubah warna seperti warna ubi tersebut.

“ Appa~ “ Seohyun menutupi wajahnya yang memerah.

“ Baiklah, appa tidak akan menggodamu lagi “ Taeyeon berusaha menjauhi kedua tangan gadis itu menjauhi wajahnya. Taeyeon tertawa kecil melihat anaknya yang malu karena godaannya. “ ya sudah, appa harus pergi sekarang. Lebih baik kau istirahat sampai appa kembali. Tidak bolah ada kegiatan apapun yang membuatmu kelelahan, Arrachi?” Seohyun mengangguk mematuhi apa yang dikatakan sang ayah.

“ Good girl” Taeyeon melangkah keluar dari kamar itu setelah mengecup dahi sang anak. Seohyun terus menatap punggung pria itu hingga menghilang dari pandangannya dengan senyuman yang merekah. Lalu dia kembali menghempaskan tubuhnya, berbaring dengan hati yang seolah ingin meledak karena kebahagiaan yang membuatnya tidak mampu untuk berkata.

            Di sisi lain, saat ini Tiffany disibukkan dengan pekerjaannya yang begitu banyak. Menjadi seorang designer terkenal begitu menyita waktunya. Banyak hal yang harus diselesaikan dengan waktu yang sudah ditentukan. Tiffany begitu seorang pekerja keras, bahkan bisa tidak memikirkan dirinya sendiri asalkan pekerjaan yang dia lakukan mampu membuat semua client-nya tersenyum puas dengan apa yang sudah dipercayakan kepadanya.

          Tiffany kini terus terfokus pada kegiatan yang dilakukannya tanpa memikirkan lingkungan sekitar yang akan membuat pikirannya terpecah,  hingga akhirnya seseorang mengetuk pintu ruangan yang membuat wanita itu mengalihkan pandangannya.

“ Oppa? “ Seorang pria tersenyum setelah membuka pintu kaca tersebut. Pria itu adalah Nichkhun, mantan kekasihnya.

“ Apa kau sibuk?” Ujarnya seraya menlangkah menuju meja kerja Tiffany kemudian menduduki diriya dihadapan wanita yang bingung dengan kehadirannya.

“ Bisa dikatakan seperti itu? “ Ujar Tiffany seraya tertawa kecil.

“ Ku tidak lihat sekarang sudah waktunya makan siang?” Apa yang dikatakan Nichkhun membuat Tiffany menatap jam yang bertengger di dinding ruangannya.

“ Aku baru menyadarinya” Balas Tiffany.

“ Bagaimana kalau kita makan siang di luar?”

“ D-dae?” Sebelum Tiffany melanjutkan apa yang ingin dikatakannya, Nicole mengetuk pintu kemudian memasuki ruangan Tiffany.

“ Maaf, aku menganggu sebentar. Fany-ah, ini sudah waktunya makan siang-“

“ Ah, bagaimana kalau kita makan siang bertiga di luar?” Nichkhun memotong perkataan Nicole yang kini bertukar pandangan dengan Tiffany. Seolah mengatakan apakah sahabatnya itu setuju dengan ajakan pria yang kini menunggu jawaban dari mereka.

“ Baiklah “ Jawab Tiffany yang berusaha tersenyum, dia tidak ingin membuat Nichkhun merasa kecewa jika dia menolak. Itu akan membuatnya merasa tidak enak.

“ Nicole? “ Pria itu kembali bersuara menatap sekretaris dari wanita yang pernah menjadi kekasihnya dulu.

“ Baiklah, aku tidak keberatan” Balas Nicole. Kemudian mereka meninggalkan kantor dan melesat pergi dengan menggunakan mobil pria itu menuju salah satu restoran favorit Tiffany.

            Saat mereka memasuki restoran itu, terlihat Nichkhun yang sedikit kesal saat beberapa orang pria menatap kearah Tiffany. Siapa yang tidak akan terpesona dengan kecantikan Tiffany? Dan itu membuat Nichkhun menatap tajam ke pria yang terlihat genit dimatanya. Kemudian mereka memilih meja yang memberikan pemandangan jalanan yang begitu padat. Setidak membuat mereka merasa lebih fresh dengan melihat dunia luar yang mengagumkan. Nichkhun memanggil seorang pelayan untuk memesan menu makan siang yang mereka inginkan. Seraya menunggu, mereka membahas apapun yang mencul dibenak mereka. Membahas masalah apapun yang terjadi di dunia ini. Bahkan saat menyantap makanan pun pembicaraan tetap berlanjut, sesekali diiringi tawa dan candaan dimana membuat mereka begitu menikmati waktu yang tersisa sebelum mereka kembali dengan kegiatan yang akan menguras otak dan tenaga.

“ Aku ke toilet sebentar “ Nicole beranjak dari duduknya yang kemudian melangkah menuju toilet yang tidak jauh dari tempat mereka saat ini. Saat itu juga, suasana antara mereka berdua menjadi sedikit canggung. Tiffany hanya diam seraya terus menikmati makanannya yang sebenarnya tidak begitu dia nikmati, wanita itu tidak tahu harus berbuat apa agar suasana yang menyelimuti mereka saat ini segera menghilang. Sedangkan Nichkhun, agar tidak terlihat canggung ia memainkan smartphone-nya seolah sedang sibuk dengan kegiatannya sendiri. Namun, ini benar-benar begitu awkward.

“ Hmm.. Tiff? “ Nichkhun mencoba untuk mencairkan suasana.

“ Dae? “

“ Sebelum ke kantormu, aku ke toko perhiasan. Aku membelikan satu set perhiasan untuk kado pernikahan adikku. Menurutmu bagaimana? “

“ Itu hadiah pernikahan yang sangat tepat oppa. Aku yakin, adikmu pasti akan senang mendapatkannya. Siapa wanita yang tidak akan senang menerima satu set perhiasan? “ Ujar Tiffany yang tertawa kecil.

“ Kalau begitu, kau juga salah satu dari wanita itu? “ Ujar Nichkhun dengan candaan,

“ Bisa dikatakan seperti itu “ Tiffany kembali tertawa dengan perkataannya sendiri. Dia juga berusaa agar tidak canggung saat bersama mantan kekasihnaya itu. Nichkhun tersenyum melihat Tiffany yang tanpa sadar melihatkan bulat sabit yag terbentuk dari mata cantiknya saat tertawa. Kemudian pria itu meraih sebuah kotak kecil yang ada di saku celananya kemudian dia membuka benda berbentuk kubus itu, dan terlihatlah sebuah gelang dari koleksi merek terkenal di dunia.

“ Apa gelang ini cantik menurutmu? “ Ujar Nichkhun seraya melihatkan perhiasan tersebut pada Tiffany.

“ Wah, ini sangat cantik oppa. Ternyata seleramu cukup bagus dalam memilih “

“ Benarkah? “ Tiffany mengangguk.

“ Tangan kirimu “ Ujar Nichkhun yang membuat Tiffany mengerutkan dahinya.

“ Dae?”

“  Kemarikan tanganmu, aku ingin melihat apakah cantik saat dipakai “ Tanpa berpikir panjang lagi Tiffany mengulurkan tangannya, membiarkan Nichkhun memakaikan gelang tersebut di pergelangan tangannya. Dia mengira jika Nichkhun hanya ingin memastikan apakah gelang itu cocok diberikan kepada wanita yang akan menerima perhiasan tersebut. Kemudian pria itu tersenyum puas saat gelang itu menggantung di pergelangan Tiffany. Tanpa dia sadari tangannya kini menggenggam tangan Tiffany yang memperhatikan perhiasan tersebut

“ Memang benar, ternyata sangat cantik saat di pakai “ Ujarnya.

“ Dae, ini sangat cantik. Ini juga hadia untuk adikmu oppa? “ Ujar Tiffany yang penasaran.

“ Aniyo, ini untukmu” Tiffany membulatkan matanya.

“ U-untukku? “ Nichkhun mengangguk dengan senyuman yang terukir diwajahnya. “ A-aku tidak bisa menerimanya oppa “ Nichkhun mengeratkan genggamannya saat Tiffany ingin melepaskan gelang itu dari pergelangan tangannya.

“ Tuan Kim? “

“ Tuan Kim Taeyeon? “ Tiffany  membeku saat mendengar nama itu. Dia mengalihkan pandangannya ke arah suara pelayan yang memanggil pria yang kini menatapnya dengan raut yang tidak mampu ditebaknya.

“ Tae-taeyeon.. “

To Be Continued…

OMG OMG OMG!! kayaknya Taeny ga ada harapan lagi???

hmm.. gue minta maaaaaf lagi karena lama update, huh mungkin maaf dari gue ga bakalan diterima lagi ya 

oh ya, readers menyadari ga tulisan gue yang mungkin terlihat gimanaaaa gitu? gue menyadari jika ada beberapa kata yang ga konsisten. Seharusnya kalau membuat naskah kita harus konsisten kan? Dan gue menyadari banget, akibatnya mugkin tulisan gue terlihat ga rapi dan mungkin sedikit membingungkan. Gue minta maaf lagi, beberapa kata yang ga konsisten itu salah satu faktornya karena gue jarang nulis dan kalian tau  kan gue jarang update. itu membuat gue sedikit lupa dan gue lagi males buat baca ulang. jadi maapin yak #wink

gue bakalan berusaha lebih baik lagi untuk ff2 selanjutnya..

kenapa ga jadi gue protect?? gue lagi baik hati jadi ga mau nyusahin readers huahaha, tapi untuk chapter 23 kemungkinan bakalan gue protect jika komennya lebih sedikit dari postingan2 sebelumnya #ngancem

jadi intinya, jangan lupa tinggalkan komentar setelah baca dan di like juga postingan gue bagi yg suka ceritanya.. thank uuuu 

byeeee #ting #ilang

Advertisements

143 thoughts on “Dear Mom (Chapter 22)

  1. Setidaknya masalah taeyeon dan seohyun udh selesai. Sekarang mah tinggal tiffany nya ajaa mau nya gimana, pdhl teyon udh nyoba buat nyari jalan tengah nya tp tetep aja fany keras kepala-_-salah paham deh ahh, nikon jgn anggep fany lebih dari temen yaa. Inget fany udh ada yg punya, jgn main rebut2 bini org
    Ceilehhh yulsic kapalnya gajadi karam, terus melaju pakkk wkwkw

  2. Maaf thor aku baca nya ngebut dan komentar langsung dipart ini,dan aku jg ga dpt pw yg part 5.selalu terharu tiap ada moment juhyun dan apanya,akhirnya hubungan mereka baik walopun tidak dg hubungan taeny yg kyknya semakin susah utk diperbaiki ya,tae jg salah paham tuh.hubungan yulsic jg udh baik bgt dan akhirnya disetujuin sm kel kwon.

  3. Taenyy berbaikanlah, ini hati udah porak poranda. Elu si tae pake ngusir anak lu dulu. Eh tapi salah tiffany sih tae udah minta maaf malah gitu. Lanjut thor mantap!

  4. Wkwkwkw hdehhh thorrrr
    Yulsic udah dpt restu
    Seohyun dah balik sma taeyeonn
    Tinggal hub taeny
    Wkwkwkwkw
    Wduh tae liat tuh keknya
    Si fany sma khun
    Wkwkwkw
    Au ah
    Moga2 happy dah
    Akkakakakakaa

  5. Akhirnya seobaby sama mas tatang bertemu kembali :’)) tapi badai belum berlalu taeny sudah tak bisa bersatu 😣😣😣😣

  6. aku reader baru nih,ijin baca ff nya yah

  7. momen appa n anak yg manis..seo malu malu manggil appax..
    nickhun nyari gara gara nih..gmn reaksi taeyeon tuh.
    😀

  8. Makin menjadi dehh. Jangan sampe cerai aja. Joohyun uda ketemu tuh. Tinggal minta fany balik dan jadi keluarga bahagia. Tapi keknya badainya makin menjadi deh. Ckckckk

  9. disaat hubungn taeyeon-seohyun sudah baik2 saja, trharu aq liat moment ayah n anak nih mreka bgtu sling mrindukn satu sma lain wlw mreka bgtu canggung…
    kebahgiaan jessica-yuri yg akhir’y mreka direstui juga o rgtua yuri tp sedih deh knp hubungn antara taeyeon n tiffany mlh makin ga da harapan sja mreka c’nikun lg ngapain dia ngambil kesrmptn dlm kesempitn😤😤😤

  10. Btw thor ff ini next chapnya masih lama kah ? Aku udah ga sabar nunggu next chapnya hehe

  11. Eonni kapan ff ini dilanjutin lagi gak sabar pengen liat bagaimana kelanjutanya,eonni tolong dong chp 23 jngan di password
    #jebal

  12. Eonni kapan mau ngepost part 23 aku harap gak ke protect kalaupun ke protect aku ntar minta pw
    #jebal

  13. Penasaran kapan jessica ketemu ama seohyun terus apa seohyun bakal benci ama jessica gak yah tolong dong eonni cepet” bikin pertemuan jessica ama anaknya

  14. Waiting ff dear mom chp 23
    #author is the best

  15. Authorrrrrrrrrrr longgg timmeeeeee no seeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee duarrrrr…
    Fiuhhh u akhirnya update juga ff favorit gw ni..kangen banget nungguin kelanjutannya
    Haru banget hyunnie ketemu ama bokapnya lagi n gw tau gimana canggungnya hyunnie ama taeng. Gw juga pengen hyunnie, fany n jessica ketemu juga. Seneng karna akhirnya yulsic direstuin tinggal nunggu taeny aja bersatu tp cecunguk nickhun selalu nongol bikin mereka salah paham mulu hhhhh

  16. Hai thor aku reader baru, aku izin jelajahi ff dear mom ya thor

  17. Thorr masih lama kan rilis nya chapter 23 😭😭 ga sabarr thor ngga sabarr 😭😭😂

  18. thor ini gimana kok ada tbcnya :’3..
    udahlah tipalay ame teyeon ajin :3
    seohyun udh sama bapak nye tinggal bininya yg blm…
    thor bls dunggss komen akuu
    icikiwirrr :v
    ga bls g pp sih :v
    yg penting apdet teruzzzz

  19. author nya za bilang taeny gak ada harapan,,
    gemana kita readernya..
    sedihnyaaaa…………….
    btw q masih setia nunggu chapter 23, authorniim

  20. Ya ampun hubungan taeny kayaknya sedikit rumit ya si nick menggangu rumah tangga orang aja dan fany pun terlalu mementingkan egonya semoga aja hubungan mereka kembali seperti dulu lagi 😊

    Ditunggu next nya ya thor ☺

  21. Badai lagi badai lagi, taeny kapan hidup bahagianya sih, badai mulu ..
    Ra buruan update dong, buat critany taeny bahagia..

  22. baday taeny kapan selesai 😦

  23. Kak Rara dimanakah kau berada????? 😭😭

  24. selalu TBC di saat yang greget TT_TT jangan lupa di lanjut yaa thooorrrrrrr….

  25. KAK RARA KAU DIMANAAA???? 😭😭😭😭😭😭😭😭

  26. Setelah sekian lama ga bka” wp. Liat ada ka rara update. Langsung cuss baca ya walupun telat. Gapapa kan ka 😣😣😣

  27. Gilsss gua seneng bangett yulsic direstuin sama ortunya yul😍😍😍MAKASIH THOR

    Taeny ga ada harapan lagi ya?:’)

    Ditunggu chapter 23nya ya thor:) ku kan menunggu

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s