rara0894

All about TaeTiSeo and GG

SARANG (Chapter 4)

43 Comments

Tittle    : SARANG

Author : Siscataetae

Cast      : Kim Taeyeon – Tiffany Hwang – Im Yoona

Genre   : Family Life, sad, hurt & genben

sarang-cover

Episode Sebelumnya..

“Yoona….yoona….hikz….hikz..anak ku, Yoona hikz….”

“Yy..Yoona??”

“Dengarkan aku baik-baik, aku akan memberikanmu sedikit uang untuk kau membeli makan siangm sendiri.

“Ini 2000 won, beli lah apa yang kau suka”

“Tt..Tapi Yy..Yoona”

“Taeyeon-ah !! kau mau kemana?? Naiklah…palli !!”

“Akk..aku akan mm..emnunggumu pp..pulang Panny.”

“Ya Kim Taeyeon !”

“Tae…Yoona…Yoona menginginkan agar aku tinggal bersamanya”

“Ww..waeyo? Ww..waeyo Yy..Yoona? Ww..wae?”

‘Taeyeon-ah…..mianhae..mianhae Taetae…..’

*****SARANG*****

“Kita sudah sampai ..ibu” Tiffany mengangguk sambil matanya tak lepas memandang ke rumah mewah di balik jendela mobil.

“Selamat datang nyonya Hwang” Ujar paman Han selaku ketua pelayan di rumah ini kepada Tiffany.

“Paman Han, tolong antar ibu ke kamarnya” Laki-laki paruh baya itu pun membungkukkan tubuhnya lalu dengan segera menuntun Tiffany ke kamar yang telah di sediakan sebelumnya.

       Dengan mata sayu Tiffany terus memerhatikan ruangan persegi yang cukup luas dengan cat dinding berwarna putih. Tampak di ruangan itu sebuah ranjang tidur yang empuk dan terkesan mewah. Namun yang membuat Tiffany terkesima ialah terdapat beberapa foto dirinya sewaktu dulu masih melekat erat di setiap dinding-dinding ruangan yang tak lain ialah kamarnya sendiri.

       Seakan mengerti isi pikiran Tiffany, dengan penuh kesopanan paman Han menjelaskan prihal apa yang di lihat oleh wanita bermarga Hwang itu.

“Mr. Hwang memerintahkan kami untuk selalu membiarkan barang-barang kepunyaan anda tertata rapi di kamar ini nyonya.

‘Ayah….’

Tanpa di ketahui oleh pria tua itu, Tiffany menyunggingkan senyumnya saat mengingat kembali kenangan antara ia dan ayahnya.

.

.
Pagi yang begitu cerah membuat rasa bahagia di hati pria jakun bernama lengkap Choi Sooyoung itu terus berkembang. Bahkan saat ini ia berencana untuk membagi kebahagiaannya dengan orang-orang disekelilingnya termasuk para pekerja yang hampir beberapa tahun ini telah setia bekerja dengannya. Salah satu pekerja yang istimewa baginya ialah seseorang yang tampak bodoh tetapi memiliki hati yang baik. Siapa lagi kalau bukan Kim Taeyeon.

  Sambil terus melantunkan nyanyian, Sooyoung terus melangkahkan kakinya ke tempat di mana para pekerjanya saat ini tengah beristirahat untuk makan siang.

“Annyeonghaseyo !!!!!” Mendengar suara menggelegar dari Sooyong sontak saja membuat orang-orang di sekitar tempat itu langsung menoleh ke arahnya.

“Annyeonghaseyo Mr. Choi…” Sooyoung tersenyum setelah mendengar para pekerjanya membalas sapaannya dengan serentak.

“Semuanya….untuk hari ini, biar aku yang akan mentraktir kalian. Arra??” Semua orang disana saling menoleh satu sama lain dengan ekspresi yang berbeda-beda. Tidak ada yang dapat menggambarkan bagaimana bahagianya mereka mendapat pimpinan sebaik Sooyoung. Jarang-jarang ada seorang pemimpin yang sudi berbuat demikian bukan? Apalagi untuk orang-orang di bawahnya.

“Hei…kemana si pendek itu? Kenapa dari tadi aku tidak melihatnya..?”

“Hari ini ia tak masuk kerja Mr. Choi..” Sooyoung menggernyitkan kedua alisnya. Tidak biasanya Taeyeon seperti ini, tak masuk kerja tanpa memberitahunya.

TOK..TOK…TOK..

     Ketukan pintu membuat seorang pria tua tersadar dari tidur panjangnya. Dengan malas ia bangkit dan berjalan kearah pintu yang terasa akan di dobrak oleh orang yang mengetuknya saat ini.

“Uh? Mm..mr. Soo?” Tampak pria tua bertubuh tinggi itu tengah mengatur nafasnya. Sementara Kim Taeyeon, pria yang sedikit lebih pendek itu terdiam dengan matanya yang terus memerhatikan pria tua di hadapannya saat ini.

“Ii..igo Mr. Soo” Sooyoung menerima segelas air mineral yang diberikan oleh Taeyeon. Akan tetapi tatapannya masih tak lepas memandang pria tua idiot itu.

“Hei, bisa kau jelaskan kenapa kau tidak bekerja hari ini?” Bukannya menjawab Taeyeon malah nampak semakin murung dan terlihat tak semangat. Melihat itu membuat Sooyoung semakin penasaran akan apa yang tengah dihadapi oleh Taeyeon saat ini. Karena tidak biasanya pria tua itu bertingkah demikian.

“Yy..Yoona….” Sooyoung melebarkan kedua matanya saat mendengar Taeyeon menggumamkan nama seseorang yang ia tau bahwa seseorang itu ialah seseorang yang sangat berharga bagi sahabat sekaligus adik angkatnya itu.

Cukup lama terdiam, Taeyeon pun menolehkan kepalanya kearah Sooyoung yang duduk disebelahnya lalu dengan suara yang bergetar ia melanjutkan ucapannya.

“Yyoo…Yoona..dia….dia kk..kembali”

Bingo !

      Bukankah itu hal yang membahagiakan untuk didengar? Kenapa tidak. Karena seorang anak yang telah lama menghilang dari kehidupan kita kini kembali. Namun yang membuat Sooyoung jadi bingung ialah saat ia melihat ekspresi dari pria tua yang saat ini telah ditumbuhi kumis dan jenggot tipis itu.. ia yakin, pasti ini bukanlah menjadi kabar gembira lagi untuknya.

*****SARANG*****

“Kau benar-benar melakukannya?” Pria yang tengah duduk di singgasananya itu segera memandang kearah wanita yang baru saja masuk tanpa permisi keruangannya. Mendengar pertanyaan dari wanita itu membuatnya tersenyum lalu dengan perlahan ia pun berjalan mendekati wanita itu.

“Sudah ku katakan dari awal. Bahwa aku hanya ingin bersamanya, sampai saat itu tiba”

“Tapi kenapa kau harus memisahkan mereka?” Dengan menyunggingkan senyuman lembutnya pria itu menjawab kembali dengan tenang tanpa ada paksaan yang bermain di dalamnya.

“Karena mereka …. pantas untuk dipisahkan Seo Juhyun”

.

.

“Aigo…. kenapa Yoona tega sekali memisahkanmu dari Tiffany ?!”

“Aa..aku tt…tidak tau..mm..mr.Soo..hikz..hikz..”

“Aigo….sudahlah, kau tidak perlu menangisi anak tak tau diri seperti dia Kid” Dengan lembut Sooyoung membawa Taeyeon kedalam pelukannya. Ia tak habis pikir kemana akal sehat seorang Kim Yoona? Dan kemana hati nuraninya? Mengapa ia begitu tega mencampakkan ayah yang selama ini merindukannya dan mencintainya dengan tulus. Jika Sooyoung diberi kesempatan untuk bertemu dengan pria brengsek itu, ingin sekali ia menghajarnya.

Flash Back..

“Agghhhhh !!! Uuhhh….ogghhhh!!”

“Tenang nyonya, tarik nafas anda perlahan lalu hembuskan. Yak…terus seperti itu” Dr. Park yang saat itu membantu Tiffany untuk melahirkan anak pertamanya terlihat begitu semangat. Ia berharap proses persalinan hari ini tidak gagal.

“Pp..Pannya-ah” Dengan nafas yang tak beraturan, Tiffany yang saat itu masih berusia 25 tahun berusaha menoleh dan tersenyum kepada pria muda dengan rompi kodoknya. Pria itu dengan lembut mengusap keringat yang bercucuran di wajah cantik istrinya. Kedua matanya tampak berkaca-kaca melihat istri tercintanya kesakitan seperti itu.

“Gg..gwanchana Panny?” Tiffany menganggukkan kepalanya dengan lemah, ia berusaha menggapai wajah suaminya lalu menghapus airmata yang baru saja lolos dikedua mata milik pria tampan itu.

“Ak..aku baik-baik saja …Tt..Taeyeon-ah..Karena kk..kau ada disini”
Dengan erat Taeyeon terus menggenggam tangan Tiffany seakan takut tangan itu akan terlepas dari genggamannya.

“Argggghhhhhhh !!!! Arrrhhhhhhhhhhhhttt!!!! “
Dengan segenap tenaga yang ia miliki, Tiffany terus berusaha memberikan dorongan dari rahimnya, berharap agar bayi yang saat ini berada di rahimnya segera lahir kedunia ini dengan selamat.

“Uwweee……uweeekk……!!” Akhirnya, perjuangan tiffany tidaklah sia-sia…hari itu, tepat pada pukul 9 malam. Seorang bayi laki-laki lahir ditengah-tengah keluarga kecil mereka.

“Selamat tuan, anak anda laki-laki” Taeyeon tak dapat membendung airmata bahagianya saat itu. Ia…ia akan menjadi seorang ayah. Bukan, tapi sudah menjadi seorang ayah.

“Tt..Tae…terimakasih” Taeyeon mengangguk lalu memeluk istrinya. Tuhan, terimakasih untuk karunia yang Engkau berikan padaku dan keluarga kecilku.

.

.

     Tiffany mengkerutkan keningnya heran saat melihat Taeyeon yang baru saja masuk ke ruang rawatnya sambil membawa beberapa mainan dan 5 batang coklat yang ia beli tadi di minimarket yang tak jauh dari rumah sakit. Wajar saja apabila Tiffany heran saat ini, karena mainan yang dibeli oleh suaminya adalah mainan untuk anak berusia balita. Sementara anak mereka saat ini masih bayi dan belum bisa melakukan apa-apa.

“Tae..mainan itu?”

“Iya Pp..Panny, in..ini untuk anak kita. Dan coklat ini jj..juga untuknya. Pp..pasti anak kita saat ini tengah laparkan?” Tiffany benar-benar tidak dapat menahan tawanya mendengar penjelasan polos dari suaminya itu. Benar, ia mengerti bahwa keadaanlah yang membuat suaminya bertingkah seperti itu. Dan ia tidak akan mengejeknya atau memarahinya. Dengan lembut Tiffany menaruh bayinya untuk berbaring disampingnya.

“Taeyeon-ah..kemarilah” Tiffany memeluk Taeyeon hangat. Ia mengusap belakang kepala milik pria itu dengan penuh cinta dan kasih sayang.

“Kau mau menyimpan mainan itu sampai bayi kita dapat memainkannya suatu saat nantikan Tae? Karena saat ini bayi kita masih sangat kecil dan ia belum bisa melakukan apapun selain menangis untuk meminta susu..heheheh” Taeyeon melepas pelukannya lalu memandang Tiffany dengan wajah meneyesalnya.

“Jj..Jadi aku kecepatan untuk mm..membelinya ya?”
Tiffany tidak menjawab, malah ia mengusap lembut kepala Taeyeon dan hal itu membuat Tayeon merasa nyaman.

Tiffany memperhatikan suaminya yang kini mulai duduk disamping ranjangnya. Dan ia mulai menatap sendu lima batang coklat yang ia beli tadi.

“Coklat juga belum dapat dimakan oleh bayi kecil kita Tae..Tapi kau dapat membaginya denganku” Ucap Tiffany lembut sambil mengulurkan tangannya pada Taeyeon di akhir kalimatnya. Taeyeon mengembangkan senyumnya lalu membagi coklat itu pada istrinya. Tiffany memang selalu bisa mengembalikan mood suaminya menjadi lebih baik.
.
“Yoona….” Tiffany menoleh saat mendengar suaminya menyebut satu nama yang asing ditelinganya.

“Kk..Kim Yoona…bb…bolehkan nama anak kita ii..itu Pp..Panny” Tiffany tersenyum mengetahui bahwa suaminya telah memberikan nama yang indah untuk anak mereka. Dengan penuh keyakinan Tiffanypun mengangguk tanda setuju dan hal itu membuat Taeyeon tersenyum bahagia.

Falsh Back Off..

“Ibu…” Tiffany tersadar dari lamunannya. Dengan segera ia menoleh kearah seorang pemuda yang entah sejak kapan telah duduk manis dihadapannya.

“Yoona? Kau sudah pulang? Sejak kapan kau ada disini?”

“Dari tadi ibu” Tiffany sedikit merutuki dirinya, hanya karena melamunkan masa-masa indahnya saat pertama kali melahirkan anak laki-laki satu-satunya itu ia sampai tidak menyadari Yoona yang entah sejak kapan berada didekatnya.

“Apa yang kau lamunkan bu? Tampaknya itu sesuatu yang menyenangkan”

“Ibu hanya mengingat saat pertama kali ibu melahirkanmu”

“Oh benarkah?” Yoona menegakkan tubuhnya, sepertinya ia mulai semangat saat mendengar ibunya yang mulai menceritakan apa yang baru saja beliau lamunkan. Namun.. saat kedua telinganya mendengar satu kata yang sangat ia benci ‘ayah’, ditambah lagi saat dengan begitu bahagianya ibunya menceritakan bagaimana untuk pertama kalinya ayahnyalah yang memberikan nama Kim Yoona padanya. Membuat ia benar-benar semakin muak lalu tanpa rasa hormat ia berdiri lalu melempar benda-benda yang terletak rapi diatas meja kecil dihadapannya termasuk secangkir teh milik ibunya, Tiffany Hwang.

       Tiffany sontak menghentikan ucapannya dan melihat Yoona dengan penuh kebingungan dan ketakutan. Dapat Tiffany lihat melalui kedua matanya, sosok Yoona yang saat ini bukanlah sosok Yoona yang selalu berbicara penuh kesopanan dan kelemah lembutan padanya, Yoona yang saat ini tampak seperti monster yang begitu menyeramkan.

“Aku……tidak…. suka……jika ibu menyebut namanya lagi” Setelah mengucapkan satu kalimat yang penuh penekanan disetiap katanya itu kemudian Yoonapun membalikkan tubuhnya lalu mulai melangkah pergi sampai akhirnya suara ibunya yang memanggilnya berhasil membuat langkahnya terhenti sesaat.

“Mengapa…kau begitu membenci ayahmu? Apa yang membuatmu membencinya Yoona? Karena…ayahmu…tidaklah pantas untuk kau benci. Dia begitu mencintaimu” Yoona berusaha menahan emosinya. Tanpa membalikkan tubuhnya dan menjawab ucapan dari ibunya itu, ia melangkah pergi begitu saja.

       Sementara Tiffany, wanita paruh baya itu, tubuhnya tampak bergetar menahan tangisnya. Entah sejak kapan kedua matanya kini telah basah karena air matanya.

“Hikzz…Ay..ayah… apa yang ayah ajarkan kepada anakku?? Hikzz…”
.

.
“Nahh…. kau harus duduk manis disini bersama suamiku tuan Kim, aku akan memasak makanan yang lezat buat kalian. Heheheh..” Baik Sooyoung maupun Taeyeon sama-sama merasakan kehangatan yang diberikan oleh Lee Sunny yang kini berganti nama menjadi Choi Sunny karena statusnya yang kini menjadi istri dari Choi Sooyoung.

       Hari ini Sooyoung membawa Taeyeon kerumahnya, ia tidak ingin pria idiot itu terus menjalani hari-harinya dengan kesedihan. Maka dari itu ia bertekat untuk selalu membagi kebahagiaan yang ia punya pada pria malang itu. Taeyeon tampak senang dan bahagia saat bagaimana istrinya menyambut kedatangan mereka dengan tangan terbuka. Untung saja ia memiliki istri yang baik seperti Sunny bukan?. Sooyoung berharap Taeyeon segera melupakan masalah yang ia hadapi saat ini.

“Wahhh…ee..enak Nn..noona” Sunny tersenyum hangat lalu menolehkan tatapannya kearah suaminya yang dibalas anggukan oleh suaminya itu. Sunny senang jika makanan yang ia masak tadi dapat diterima baik oleh Taeyeon.

“Hei, masakan siapa dulu huh?”

“Ss..sunny noona” Jawab Taeyeon sekenanya sambil mengunyah makanan yang masih penuh dalam mulutnya.

“Taeyeon-ah…. mulai sekarang, anggaplah aku dan istriku ini sebagai hyung dan noonamu. Arra?” Taeyeon menatap haru kearah dua orang yang selama ini selalu baik dan peduli padanya. Ia tak menyangka bahwa masih ada orang yang peduli padanya selain Tiffany.

“Ggg..gomawo mm..mr. Soo” Ucap Taeyeon dengan mata berkaca-kaca

“Hei ! Sudah ku katakan panggil aku Hyung. Karena aku lebih tua darimu Kid” Dengan perasaan haru Taeyeon menganggukkan kepalanya, lalu segera memeluk pria jakun disampingnya itu.

“Gomawo….Hh..Hyung…hikz..hikz…”

“Sudah..kau jangan menangis. Kau cengeng sekali” Sooyoung berusaha untuk terlihat tegar dihadapan Taeyeon yang menangis pilu di pelukannya. Ia sangat menyayangi Taeyeon seperti adiknya sendiri.

       Sunny melihat dua orang pria dihadapannya yang saat ini sama-sama menangis dalam pelukan mereka hanya menatap mereka penuh haru. Ia bangga mempunyai suami seperti Sooyoung yang ia tahu sangat peduli pada semua orang termasuk pria idiot yang selalu dibangga-banggakan oleh suaminya selama ini. Bukankah seharusnya setiap orang harus seperti itu? Memiliki rasa peduli dan kasih sayang pada setiap orang. Terutama seseorang yang berada dekat di kehidupan kita. Karena setiap orang butuh dicintai dan dikasihi.

*****SARANG*****

DRETT..DRET…

       Pria muda yang saat ini tengah berada dalam kamarnya itu tampak terdiam saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Ia menghela nafasnya sebelum mengangkat panggilan itu. Ia lelah…benar-benar lelah mengingat kondisinya saat ini.

“Hallo…” Ia mencoba tenang saat mengangkat panggilan itu.

“Kau…dimana kau sekarang? Bisakah kau menemuiku hari ini?”
.

.

Tok..tok…

“Masuklah…” Pria itu membuka daun pintu berwarna putih itu setelah mendengar teriakan dari dalam. Perlahan ia menutup kembali daun pintu itu. Dengan mata sendunya ia melihat seorang pria lengkap dengan jas dokternya tengah duduk manis di ruangannya.

     Well, saat ini pria muda itu berada di ruangan yang bercat tembok putih. Tak lupa pula beberapa alat medis dan buku-buku tebal yang tersusun rapi di raknya. Terletak manis di ruangan itu.

“Duduklah….” Perlahan pria itu mendudukan dirinya di hadapan Dr. Han, yaitu dokter yang selama ini setia membantu untuk menangani penyakit yang selama ini ia derita.

“Dengarkan penjelasanku kali ini tentang transplantasi jantung yang harus kau jalani suatu saat nanti.” Pria itu membuang nafasnya kasar. Jujur.. ia benar-benar bosan tentang semua yang akan di terangkan oleh Dr. Han. Namun, mau tak mau ia tetap harus mendengarkannya karena ini juga demi kebaikannya. Itulah yang sering di katakan oleh dokter itu.

“Transplantasi jantung adalah usaha pemungkas jika semua pengobatan penyakit jantung yang dilakukan olehmu tidak memberikan hasil. Proses ini adalah usaha terakhir dalam memperbaiki kesehatanmu.” Pria tampan itu tampak mulai memasang wajah seriusnya saat mendengar penuturan demi penuturan yang di lontarkan oleh dokter paruh baya itu.

“Prosedur ini termasuk langkah aman selama kau tetap menajalani pemeriksaan secara rutin. Maka dari itu, kau harus mengetahui segala sesuatu yang akan kau hadapi nantinya.”

“Langkah-langkah untuk melakukan transplantasi jantung. Yang pertama adalah menemukan donor yang tepat. Memang, bukanlah perkara yang mudah untuk menemukan donor yang tepat. Biasanya donor jantung yang berasal dari orang yang baru meninggal, namun kondisi jantungnya baik. Misalnya karena kecelakaan lalu lintas atau karena kerusakan otak dimana organ-organ lain masih prima. Perpindahan jantung dari donor kepada penerima tidak boleh lebih dari enam jam… Dan…”

“Sudah, cukup. Aku tidak ingin mendengarkannya lagi !! Kepalaku semakin pusing dibuatnya” Dokter Han sedikit kaget mendengar ucapan tiba-tiba dari pasiennya itu. Memang, pemuda dihadapannya ini termasuk pasiennya yang keras kepala dan tak mau mendengar ucapannya. Namun, mau bagaimana lagi, mengingat penyakit yang di hadapi pria muda itu sudah memasuki puncak kritisnya.

“Aku sudah lelah dengan semua ini Dr. Han. Aku lelah…..”

“Tapi….kau…” Dokter Han tak dapat melanjutkan ucapannya saat melihat pria itu berdiri lalu tanpa permisi melangkahkan kakinya pergi meninggalkan ruangannya.

“Haaahhhh….” Menghela nafas Dr. Han menggelengkan kepalanya melihat tingkah pria muda itu yang tak pernah mau mendengarkannya.
.
.

    Pria muda itu membanting kasar pintu mobilnya hingga membuat supir yang setia mengantar jemputnya itu kaget dan segera menegakkan tubuhnya. Dapat supirnya lihat melalui spion mobil bagaimana lelahnya tuannya itu saat ini.

“Tuan..mau saya antar pulang tuan?”
Lelah untuk menjawab, pria muda itu menganggukkan kepalanya tanpa memandang kearah supirnya itu.
.
.

   Siang sudah berganti menjadi malam yang dingin. Tampak seorang pria berjalan sambil sesekali meneguk secangkir kopi hangat yang ada ditangannya. Entah mengapa hari ini ia begitu senang karena Sooyoung mengajaknya untuk menikmati berbagai tempat indah yang tak akan ia lupakan. Hari ini pula ia mulai menyadari akan kepedulian orang itu padanya.
Namun, langkah pria tua itu terhenti saat melihat sosok wanita yang selama ini ia rindukan, sosok wanita yang memilih untuk meninggalkannya dan memilih untuk tinggal bersama seorang anak yang tidak menganggapnya ayah lagi. Sosok itu….. ialah istrinya.

“Tt…Tipp…Tippany?” Well, wanita itu segera berdiri untuk menyambut kedatangan suami yang sangat ia rindukan. Malam itu tanpa sepengetahuan anaknya Tiffany pergi untuk mengunjungi suaminya di rumah mereka. Ia juga tak lupa membawa berbagai macam bahan masakan untuk ia masak dirumah itu. Dengan alasan ia tak mau suaminya mati kelaparan, mengingat bagaimana keadaan suaminya.

“Tae…” Pria tua itu berjalan mendekati istrinya, dengan airmata yang mulai mengalir ia memeluk wanita paruh baya itu dengan sayang. Ia menumpahkan segala kerinduan yang ia pendam dalam pelukan itu. Dan wanita itu tidak tinggal diam, ia juga membalas pelukan itu dengan lembut.

“Aku mm..merindukanmu…Pp..Panny-ah~.. hikz..hikz..”

“Nado….sayang, aku juga sangat…sangat merindukanmu” Perlahan mereka merenggangkan pelukan itu dan saling menatap satu sama lain.

“Malam ini aku akan memasak makanan kesukaanmu.” Pria tua itu mengangguk senang lalu dengan semangat membukakan pintu untuk istrinya.
.

.
Cinta itu buta…

   Mungkin itu memang benar, karena kalian dapat melihat bagaimana seorang wanita cantik, cerdas dan memiliki kekayaan harta yang melimpah namun rela meninggalkan semua itu hanya demi satu orang pria yang memiliki mental lemah dan ya…mungkin juga sedikit bodoh.

      Well, melihat bagaimana mereka bisa saling mencintai membuat banyak orang bertanya-tanya bagaimana awal kisah mereka itu? Dan apa yang membuat si wanita bisa begitu mencintai pria idiot itu? Semuanya akan terjawab pada episode selanjutnya.

.

.

.

.

To be Continued. . .

Oke guys, gue kembali lagi dengan membawa ff abal-abal ini. Hmm….. makin ancur aja kayaknya cerita di part ini. Wkwkwkwkw…..

Dan, hmmmmm…… ada satu hal yang mau gue sampein untuk para readers tercinta, berhubung skrg gue udh semester akhir kuliah jadi gue bakaln di sibukkan ama Proposal + Penelitian + skripsi yang dijadiin satu bagai gado-gado di otak gue. Kemungkinan gue bakalan lama buat update. Tapi elo-elo pade kagak usah kuatir klo gue ada waktu dan kesempatan serta ijn dari Allah yang maha kuasa. Eaaakkk….. gue pasti bakaln update. Dan nggk hanya Sarang aja yg gue update, melainkan ff-ff gue yg udah bersarang laba2 juga bakalan gue update kok.

Terakhir gue mohon doanya ya readers tercintaku. Mohon doain gue supaya cepet wisuda, karena gue udh enek ama nih kampus + orang-orangnye. Buuahahahahhahaah…….

Oh iya, jangan lupa kritik dan saran yang membangun untuk gue baik dr segi penulisan atau unsur cerita yg mungkin alurnya kecepetn. Karena gue masih dalam pembelajaran.

Akhir kata gue ucapkan…
Arigato Gojaimass…..
Sayonara………………………………..

#Lambaikantangan

Advertisements

Author: siscataetae

Lo semua bisa panggil gua dengan author Sisca aja atau Author boo. Yahh.. gua klepek2 gmna.... gtu pas denger nyaak gua Tapatini manggil babe gua Taetae dgn sebutan Boo. Hohoho... jd kepengen di panggil gtu juga. #PLAAK Gua salah satu orang yg punya segudang imajinasi yg gua coba salurin melalui tulisan. Salah satu tokoh ff yg paling gua demenin ialah TAENY, maka dari itu gua akan dgn senang hati selalu menciptakan karya dgn menggunakan TAENY sebagai bintang utamanya. #senyumcool Oh iya, gua juga sangat berharap sekali para reader yg baeek hatinya agar mau ninggalin jejak yg indah #ahhaaayy di ff yg gua buat. Terserah mau berupa pujian kek, cacian kek, desakan pgn cepet update kek. Pokoknya kalian udh mau komen dan like d ff gua, gua udh seneng bgt. and about my privasi? Sorry, just ALLAH yg tau. see u. #tebarbunga

43 thoughts on “SARANG (Chapter 4)

  1. Smua’a karna appa’a fany….gra2 dia yoong jdi benci ma tae…ksian kan dah tua mlah pda di psahin…

  2. Astaga😿 sedih sekali Thor..

  3. Yoona sangat sangat kejam… Mungkin karna didikan mr hwang.. 😬😬😬

  4. wah semgt y Sisca…✊
    g th magic ap yg diberukn am Sisca,blm bc sll turun nih air mata….
    siap nih mistery guestny?pnsaran bgt…
    fany sdkt terbk pkrnny akn bgmn berubhny skp yoona.
    Tuhan g akn biarkn hmbny yg tulus n baik akn menderita. Tuhan krm Sooyoung utk Tae yg akn lindungi Tae kl hrs sndiri….
    Ap yoona yg skit?omo….
    Tuhan pst pny mistery urk tiap prjln hdp hamba2Ny..
    ditggu trs nih next storyny^^ fighting

  5. Yoong kejam banget sama taeng gara2 percaya sama perkataan ayah fany…

    Siapa yang sakit jantung???

  6. Yoong jd segitu bencinya sma taeng, ntar nyesel lho Yoong.
    Jgn blg yg sakit jantung itu Yoong thor.??

  7. Nih ff yang paling gue tungguin update dan pas update beeeh seneng banget 😆

    Tetep aja selalu nyesek baca tiap chapternya, yoona cepetan sadar deh kalo taeyeon itu gak seperti yg diceritain kakeknya 😭
    Gak tau kenapa selalu sedih kalo liat taeyeon di ff ini

    Semangat kuliahnya kak 😊 semoga cepet lulus 😊 fighting !!!

  8. Yoona msh aja bnci sm appa taeng, kpn taeny bersatu

  9. Jgn bilng yg skit jntung taeyeon 😂😂😂
    Wkakakakaa
    Jht bngt u yoong
    Ntar jg nyesel
    Hdeh
    Ksian tae wkwkkww
    Lnjutt

  10. terharu banget bc adengan sootae. enak banget pnya boss kyk sooyoung dan istrinya sunny jg baik banget. di balik segala kekurangan Taeyeon, ada cinta yg begitu dalam dr istri dan perhatian yg lebih dr sang boss. mdh2an fang bs buat yoona sadar kl appanya sngt menyayanginya

  11. Sweet banget tapi yoona disini agak jahat ya apa yg akan direncanakannya selanjutnya padahal jika dilihat kasian taeng disini

  12. Jadi pengen nangis bareng taeyeon 😭😭😭 Untung ada sooyoung yg baik banget sama tae 😥
    Akhirnya Tiffany ngunjungin tae juga, jadi penasaran sama kisah cinta mereka berdua 😣

  13. Kok yoona nya jahat bngett ya, kasian taeng appa nya di gituin sama anak nya sendiri

  14. Akhirnya ff ini balik juga tapi sedi banget ngeliat taeng kaya gitu tapi untung ada sooyoung dan sunny yang masih peduki ama taeng terus yoona jahat banget padahal taeng itu ayah yang baik semuanya gara-gara mr hwang ngomong yang engga baik tentang taeng.. pokoknya di tunggu next chapnya thor haha fighting

  15. Yeey akhir nya yang ditunggu udah keluar juga tapi kenapa yoona jahat banget sama si taeng padahal taeng kan sayang banget sama yoona 😭 untung aja ada sooyoung sama sunny yang maish peduli sama keadaan taeng terus kenapa fany ga balik lagi aja tinggal sama taeyeon thor, tapi intinya aku suka banget sama ff ini fighting thor

  16. Bikin Yoong Mewek Mewek Bombay.. Bikin jg Yoong menyesal semenyesal mungkin.. Taeny tu d takdir untk berjodoh.. Mao kaya Apa pun keadaan.. Ya gto deh

  17. sukur deh pany gx bener2 ninggalin taeng, pany jg masih menemui taeng walau secara diam2
    yoong kenapa kamu menci amat ama taeng
    yoong kan yg kena penyakit jantung itu ?

  18. penasaran sma masa lalu taeny ampe mereka jdi nikah. untung aja tiffany msih peduli ama tae
    yoona jdi ank durhaka bngt itu yg punya penyakit yoona ya?
    semangat thor buat skripsinya hehe
    ditunggu trs kelanjutannya

  19. Semoga cepet lulus ya thor….

    Makin seru nih ceritanya. Yg sakit jantung siapa? Yoona kah?
    Kasian taeyeon…udh idiot skrg tggl sendirian pula. Untung soosun baik2 bgt ama dia. Sabar ya taetae…sini peluk.. hahaha

  20. Iya bner thor aku jga pnasaran sma kisah taeny ko bsa ya seorang tiffany yg bsa diktakan sempurna bisa jtuh hati sma seorang yg idiot kya tae soalnya ga mungkin dsini pke pelet”an hhhaaaa ….
    Aku sihhh pngennya tae itu berubah thor bisa ga

  21. Itu yg butuh transplantasi jantung yoong kah?
    Bener2 dahh bpknya pany jahat bgt, berhasil bgt ngeracunin otaknya yoong biar benci sama teyon pdhl mah teyon nya juga gatau apa2-_-
    Aseekkk next chap flasback awal ketemunya taeny uhuyyy

  22. heumh typonya cukup banyak ya😁
    tapi selebihnya bagus ko!
    itu yg sakit jantung Yoona ya?
    kayanya parah tuh
    cuma masih ga ngerti knp yoona benci bg sama ayahnya padahal sebentar lagi dia mau dijemput Tuhan hahaa.
    Dan.. siapa seohyun disini?hehehe
    semangat nulisnya ya PARTNER!

  23. yoona sakit jantung???trus ko masih jahat aja sama ayahnya..
    kasian banget tae..untung aja ada soosun..
    😀

  24. Thor yang sakit jantung itu yoona ya.??

    Trus ada seo nya tadi .-. Kok masih bingung

    soo sayng banget sama tae hehe
    si tipalay akhirnya pulang liat taetaenya 🙂

  25. Aduhhhh ojaannnnn, hayati kesel n sedih jadi satu baca ff ni..
    Kesel karna yoong masih benci ama bokapnya. Sedih karna kayanya yoong juga sakit. Taeng n fany yg pisah huhuhu

  26. aku membaca Ini ingin ketawa jg nyesek jg dll.
    Entahlah gimana prasaan aku dengan FF ni.
    aku bingung hehehe.
    sebenatx Aku siperx jeti aja 😀
    bagus sih thor tp syng mbak tiff di buat tua 😀

  27. Ku kra komenku gk masuk 😦

  28. MEMANG NYA YANG SAKIT JANTUNG TU YOONG KE.KENAPA YOONG BENCI SANGAT TAENG .APA SALAH DIA NI .FANY TAK TAHU KE ANAK YANG SAKIT NI…

  29. Kenapa yoong kesel sama tae?
    Kenapa yoong sakit jantung?
    Kenapa taeny pisah?
    😢😢😢😢😢😢😢

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s