rara0894

All about TaeTiSeo and GG

SARANG chapter 3

50 Comments

Tittle                : SARANG

Author             : Siscataetae

Cast                 : Kim Taeyeon – Tiffany Hwang – Im Yoona

Genre              : Family Life, sad, hurt, genben

.

.

.

**Episode Sebelumnya__

.

.

“Ppp..Panny-ah..Panny-ah…hehehhe..”

.

“Taetae, tenanglah…nanti kau bisa jatuh”

.

“Coba lihat si idiot itu. Tingkahnya makin hari makin membuatku muak.”

.

“Entah apa yang membuat wanita secantik itu mau hidup dengannya”

.

“Aku juga heran dengan Mr. Choi, mengapa ia tidak memecat si idiot itu ya? Bukankah dia sangat menyusahkan?? Ciihhh….”

.

“Tidak ada, aku hanya ingin berdua saja denganmu Taetae”

.

“Sekarang buka mulutmu Mr. Kim ! Dan katakana A…”

.

“Tuan muda, saya sudah menemukan alamat nyonya Hwang”

.

“Jinja, kalau begitu.. ku mohon lakukan sesuatu sekali lagi untukku”

.

“Annyeonghaseyo nyonya Hwang”

.

“Mm…Mr. Soo  !”

.

“Omo !!! Aigo..Aiishh…”

.

“Kakek percaya, suatu saat kau akan membawa ibumu kembali ke rumah ini”

.

“Ada apa mr. Kang?”

.

“Saya hanya ingin melaporkan bahwa saya sudah menemui nyonya Hwang, ibu anda tuan”

.

“Yoona baru saja ditinggal mati oleh ayah. Ayahku…ayahku meninggal tae..hikz..hikz..”

.

“Hikkzzz….hikz…..ayah…ayahku Tae..hikz..hikz…”

.

“Ibu. . .”

.

.

.

*****SARANG*****

Wanita paruh baya itu sontak menolehkan pandangannya ke asal suara yang memanggil satu kalimat yang telah lama tak ia dengar….. ‘ibu’.

Well, setelah sekian lama berpisah tak membuat ikatan hati ibu dan anak ini terlepas begitu saja. Buktinya walau Yoona kini telah tumbuh menjadi pemuda dewasa yang tampan namun Tiffany masih tetap bisa merasakan kedekatan yang sangat mendalam pada pemuda yang kini berdiri di hadapannya. Dan Tiffany yakin bahwa pemuda yang di hadapannya saat ini tak lain ialah anak kandungnya Kim Yoona.

.

Dengan gerakan perlahan Tiffany berjalan mendekati pemuda tampan itu, ia hanya ingin memastikan bahwa feelingnya tak salah.

“Yy…Yoona? Apakah kau Yoona, anakku?”

Dengan lembut Tiffany mengusap pipi kanan pemuda yang kini menatapnya dengan sendu.

“Iya Ibu, ini aku… anak mu.. Yoona”

Dengan tubuh gemetar menahan tangis wanita paruh baya itu memeluk erat sang anak yang sangat ia rindukan.

“Yoona….yoona….hikz….hikz..anak ku, Yoona hikz….”

Ratap Tiffany dalam pelukan anaknya.

“Apa kau masih mengenaliku nak?”

Yoona menganggukkan kepalanya dengan senyum tangisnya

“Kakek lah yang selalu menceritakanmu padaku ibu..”

Dengan lembut Tiffany peluk kembali anak semata wayangnya yang tak pernah ia temui selama 20 tahun ini.

.

“Yy..Yoona??”

Dua orang yang saling berpelukan itu sedikit tersentak saat mendengar suara gagap dari pria tua yang saat ini tengah berdiri kaku di belakang mereka.

“Ibu hampir lupa”

Ucap Tiffany sedikit melonggarkan pelukannya

“Ayo kemarilah”

Ujar Tiffany sambil menarik Yoona yang saat ini menatap datar pria tua yang sangat ia benci. Tiffany menarik Yoona untuk mendekat ke arah suaminya. Tiffany yakin Taeyeon pasti sangat senang karena hari ini bisa bertemu dengan anak laki-lakinya. Walau pun di moment yang tak mengenakkan, yaitu moment pada saat kematian Hwang Joon Hae ayah dari Tiffany.

“Taetae, lihatlah ! dia Yoona, Yoona anak kita Tae”

Sorak Tiffany begitu senang pada suaminya

“Yyyy…Yoona-a? Yy..Yoona?”

Perlahan Taeyeon mendekati anaknya lalu mengusap wajah pemuda tampan itu dengan sayang.

“Yy..Yoona? Yy..Yyoona?”

“Iya Tae, dia Yoona..”

Ucap Tiffany meyakinkan kembali suaminya

.

.

Dengan rasa senang yang tak terkira, Kim Taeyeon pun memeluk Yoona begitu erat. Namun sebaliknya, pemuda tampan itu tak membalas sedikit pun pelukan dari pria tua yang kini telah banyak di tumbuhi bulu-bulu halus di sekitar wajah keriputnya.

“Yy..Yoona-ah…Yy..Yoona, hehehehhe…..aa..ayah sangat ss..senang…Yyy..Yyoona..hehe”

.

Karena tak tahan dengan situasi ini membuat Yoona segera melepaskan pelukan ayahnya padanya, lalu beralih menatap ibunya.

“Ikutlah makan siang bersamaku bu”

“Tentu saja ibu mau Yoona, iya kan Tae?”

Dengan semangat Taeyeon menganggukkan kepalanya. Namun tanpa Tiffany & Taeyeon sadari saat ini  pemuda tampan itu memandang ayahnya dengan tatapan yang penuh kebencian.

.

.

*****SARANG*****

Tiffany tersenyum saat salah seorang bodyguard keluarga Hwang membuka kan pintu mobil untuknya. Dengan hati-hati ia pun memasuki mobil mewah itu.

Sebelum Taeyeon mulai memasuki mobil itu dengan cepat Yoona menghalangi langkah pria tua itu.

“Ww…waeyo Yoona?”

Tanya Taeyeon dengan raut wajah polosnya dan hal itu berhasil membuat Yoona semakin jijik melihatnya.

Perlahan Yoona mendekatkan mulutnya ke telinga Taeyeon seraya berbisik.

Tiffany yang melihat adegan ayah dan anak itu melalui kaca mobil pun tersenyum. Karena menurut pandangan Tiffany saat ini Yoona tengah terlhat akrab dengan ayahnya.

“Dengarkan aku baik-baik, aku akan memberikanmu sedikit uang untuk kau membeli makan siangmu sendiri. Kau tak boleh ikut aku dan ibu, jika kau membantah kau akan tau akibatnya.”

Dengan tatapan sinisnya Yoona mengambil beberapa lembar uang dalam dompetnya lalu memberikannya kepada Taeyeon yang tampak terlihat bingung.

“Ini 2000 won, beli lah apa yang kau suka”

“Tt..Tapi Yy..Yoona”

Dengan cepat Yoona mengarahkan jari telunjuknya ke mulutnya guna memberikan isyarat ayahnya untuk diam.

“Diamlah dan pergi…”

.

.

Tiffany terkejut saat melihat Taeyeon yang kini menundukkan kepalanya lalu membalikkan tubuhnya hendak pergi menjauhi mobil yang ia naiki saat ini.

Dengan cepat Tiffany membuka pintu mobil itu

“Taeyeon-ah !! kau mau kemana?? Naiklah…palli !!”

Mendengar teriakan khawatir dari istrinya membuat Taeyeon menghentikan langkahnya lalu perlahan laki-laki berkulit putih itu membalikkan tubuhnya untuk memandang istrinya.

Dengan sekuat tenaga pria tua itu mencoba tersenyum agar tidak membuat istrinya khawatir.

“Gg..Gwanchana Panny-ah….ak..akku ada urusan lain. Hehehehe….”

Perlahan Taeyeon melambaikan tangannya ke arah Tiffany yang tak henti menatapnya.

“Akk..aku akan mm..emnunggumu pp..pulang Panny.”

“Tapi Tae….”

Belum sempat Tiffany menyelesaikan kalimatnya salah seorang bodyguard menutup pintu mobil itu dan dengan perlahan mobil pun di jalankan, meninggalkan Taeyeon yang kini menatap sendu kepergian Tiffany bersama mobil simoulin yang membawanya.

“Pp..Panny-ah….Yy..Yoona…”

Lirih Taeyeon pilu. Ia benar-benar tak mengerti mengapa sikap Yoona berubah padanya. Yoona terlihat begitu membencinya di tambah lagi anak laki-lakinya itu tidak mengizinkannya ikut makan siang bersama.

.

.

.

*****SARANG*****

Saat ini Yoona dan Tiffany tengah berada di ruang makan dengan posisi mereka yang duduk berhadapan. Tiffany tak henti-hentinya menatap satu persatu pelayan yang bekerja melayani mereka di rumah kebesaran keluarga Hwang. Nyaris kondisi rumah pada saat Tiffany tinggalkan sampai sekarang tidak ada yang berubah. Hanya saja menurut Tiffany para pelayan di rumah ini hampir semuanya tidak Tiffany kenali.

“Sepertinya….banyak pekerja baru disini”

Yoona mengangguk seraya meminum segelas wine di tangannya.

“Mungkin… para pekerja yang dulu tidak begitu kuat untuk bekerja karena mereka kebanyakan sudah berusia lanjut. Maka dari itu kakek terpaksa mengganti seluruh pekerja yang sudah tak mampu lagi untuk bekerja dengan yang baru”

Tiffany mengangguk-anggukan kepalanya saat menyimak penjelasan dari anaknya.

.

“Ehhm…karena makanannya telah terhidang, ada baiknya kita segera menyantapnya bu”

Tiffany tersenyum mendengar penuturan dari anak laki-lakinya itu. Tiffany merasa bangga akan sikap santun dan wibawa yang di tunjukkan Yoona kepadanya.

.

Denting sepasang sumpit yang bradu terdengar memecah kesunyian di antara mereka. Kedua mata Yoona tak henti-hentinya menatap kagum ke arah wanita paruh baya yang tak lain ialah ibunya itu. Walau wanita itu tidaklah berusia muda lagi, namun ia masih memiliki wajah cantik dan menawan.

“Ibu sangat cantik….”

Tiffany menghentikan aktivitas makannya lalu menolehkan kepalanya memandang ke arah Yoona yang kini tersenyum memandangnya.

Kini Yoona dapat melihat dengan jelas senyuman indah yang terpampang jelas di wajah ibunya. Pada saat wanita itu tersenyum, kedua mata indahnya pun juga ikut tersenyum membentuk sepasang bulan sabit.

“Kau sama seperti ayahmu Yoona, heehehhe…”

Setelah mengatakan hal itu Tiffany sedikit menggelengkan kepalanya seraya mulai menyantap kembali makan siangnya. Namun berbeda hal nya dengan Yoona, pemuda tampan itu terlihat memikirkan ucapan yang di lontarkan oleh ibunya. Sesungguhnya, ia benar-benar tak sudi apabila ia di samakan dengan pria idiot yang di sebut oleh ibunya tadi.

“Yoona…..”

Yoona menolehkan kepalanya

“Apakah kakek sering menceritakan ibu padamu?”

Terlihat kini perubahan raut wajah Tiffany yang tampak sedih. Bagaimana tidak sedih? Bukankah ia baru saja di tinggal mati oleh ayahnya? Ayah yang sudah lama tak pernah ia temui. Semenjak kejadian itu… kejadian yang sesungguhnya menyimpan luka di hati wanita paruh baya itu.

“Hampir setiap hari dan setiap saat, ibu lah yang selalu kakek ceritakan. Bahkan kakek berulang kali memperlihatkan foto ibu padaku. Sampai suatu saat kakek meminta sesuatu padaku..”

Yoona tampak berpikir sebelum melanjutkan kembali ucapannya.

“Kakek meminta apa padamu Yoona?”

“Kakek meminta ku agar ibu …….   Kembali kerumah ini”

.

.

.

Sore itu, cuaca begitu mendung. Membuat pria tua bertubuh tinggi itu berniat untuk singgah di kedai kopi langganannya. Namun, ia tak menyangka di tempat itu ia bertemu dengan salah seorang pekerjanya yang tak lain ialah Taeyeon. Dari kejauhan ia melihat pria idiot itu terlihat murung dan tak semangat seperti biasanya.

Akhirnya tanpa berpikir panjang pria jakun itu berjalan mendekati Taeyeon.

“Ya Kim Taeyeon !”

Taeyeon tampak sedikit kaget melihat kedatangan bosnya yang begitu mendadak.

“Mm..Mr. Soo..”

Ya, pria yang lebih tua satu tahun dari Taeyeon itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya seraya mulai mendudukkan dirinya di samping Taeyeon.

“Ya Kid…apa yang kau lakukan disini seorang diri huh?”

Tanya Choi Sooyoung sembari merangkul pundak Taeyeon dengan semangat.

“Tidak ada apa-apa…Mmm..Mr. Soo”

“Aigoo….ckckckkcck…lihatlah, kau sekarang mulai menyembunyikan sesuatu dariku huh?”

Dengan semangat pria jakun itu menarik Taeyeon untuk lebih mendekat ke arahnya

“Pali, ceritalah padaku kid, aku tau kau tengah ada masalah “

Tanpa sadar, kini kedua mata Taeyeon mengalirkan air mata. Namun dengan cepat pria berkulit putih itu menghapusnya.

“Ya..ya..ya….kenapa kau menangis? Siapa yang membuatmu menangis huh? Sudahlah jangan menangis Kid. Ckckckckck….apa kau tak malu dengan usiamu?”

Lama – kelamaan tangisan Taeyeon berubah menjadi sebuah ratapan, dan hal itu terang saja membuat Sooyoung takut, takut apabila ada orang yang salah paham dengannya.

“Ya..ya….berhentilah menangis ! Ini perintah arraseo?”

Bukannya berhenti malah kini Taeyeon semakin mengeraskan tangisannya. Bahkan kini orang-orang yang berada di sana mulai memerhatikan mereka berdua dengan tatapan aneh.

.

“Aiisshhh….sudah..sudah….uljima…”

Tanpa memohon izin pada Sooyoung Taeyeon segera memeluk pria jakun itu lalu menangis dalam pelukan tersebut. Sooyoung yang sebenarnya tak mengerti apa yang tengah di alami oleh adik angkatnya itu mulai luluh dan ikut menangis juga.

Well, walau pun Sooyong seringkali melontarkan kata-kata kasar pada Taeyeon namun  sesungguhnya Sooyoung memiliki hati yang penyayang pada Taeyeon. Maka dari itu, tak heran apabila Taeyeon merasa nyaman apabila bersama Sooyoung. Karena selama ini hanya Sooyoung lah yang membelanya selain Tiffany dari pembullian orang-orang padanya. Sooyoung adalah sosok kakak yang perhatian dan sayang padanya. Itulah yang Taeyeon rasakan.

“Huuaa..huuaaa…Mmm..Mr. Soo..hikz…hikz…”

“Hikz…hikz…menangislah Taeyeon…menangislah apabila itu bisa memberikanmu ketenanagan..hikz…menangislah adikku. Lalu setelah kau menangis, ceritakanlah semuanya padaku huh?”

Dapat Sooyoung rasakan Taeyeon mengangguk-anggukan kepalanya di pundak kekar pria jakun itu.

Dengan penuh perhatian Sooyoung mengusap lembut belakang kepala Taeyeon yang saat ini masih sesugukan di pelukannya.

‘Kim Taeyeon….entah apa lagi yang kau hadapi saat ini. Namun aku yakin kau pasti bisa menjalaninya. Aku akan selalu mendukungmu adik ku’

.

.

.

*****SARANG*****

Hari sudah semakin gelap, Seoul pada waktu itu menunjukkan pukul Sembilan malam, dan Yoona berniat untuk mengantarkan ibunya pulang.

Tidak ada percakapan di antara mereka selama di perjalanan, semuanya sibuk pada pikiran masing-masing. Terlebih lagi Tiffany, wanita paruh baya itu tak henti-hentinya memikirkan permintaan yang di sampaikan oleh anak semata wayangnya itu.

Permintaan yang benar-benar membuat ia dilema sekarang.

.

.

“Ibu….”

“………”

“Ibu….”

“Huh?Nn…nde?”

Yoona tersenyum saat melihat tingkah ibunya, ia tahu saat ini ibunya tengah memikirkan tentang percakapan mereka tadi siang hingga membuat ibunya tak mendengar panggilannya. Namun kembali lagi, bagi Yoona hal ini harus ia lakukan, mengingat ini merupakan permintaan terakhir kakeknya padanya.

“Kita sudah sampai”

“Hmm…”

Tiffany menganggukkan kepalanya lalu beranjak membuka pintu mobil. Namun sebelum itu suara Yoona menghentikan langkahnya.

“Ibu….”

Yoona menghela nafasnya lalu kemudian melanjutkan kembali penuturannya

“Ku mohon pikirkanlah kembali apa yang ku katakana tadi. Aku harap.. kau memaklumiku bu”

Tanpa menolehkan pandangannya ke arah Yoona, Tiffany pun menjawab dengan suara lirih.

“Berikan ibu waktu Yoona.”

Dengan begitu, dapat Yoona lihat kini ibunya telah pergi menjauh hingga tak terlihat lagi di pandangan matanya.

‘Aku akan menunggu….ibu’

.

.

*****SARANG*****

“Akk…aku pulaang……”

Dengan langkah gontai Taeyeon menuntun kakinya menuju kamar. Ia benar-benar lelah seharian ini. Di tambah tadi Choi Sooyoung mengajaknya pergi memancing. Yahh….walau pun Taeyeon tak tahu sebenarnya niat Sooyoung tak lain ialah hanya ingin menghibur suasana hati Taeyeon yang saat itu tengah sedih.

.

CEKLEK

Tiffany sedikit tersentak saat mendengar bunyi pintu kamar yang terbuka. Dengan cepat ia mengusap kedua matanya yang habis menangis karena ia tak ingin Taeyeon mengetahuinya.

“Taetae…. Kau sudah pulang?”

Taeyeon tersenyum lebar saat melihat istrinya kini telah duduk di atas ranjang tidur mereka untuk menyambutnya.

Dengan cepat Taeyeon berlari lalu segera memeluk istrinya begitu erat. Tiffany sedikit menggernyitkan keningnya. Tak biasanya Taeyeon seperti ini.

“Taetae…gwanchana?” Dengan hati-hati Tiffany menanyakan keadaan Taeyeon.

“Ggg..Gwanchana Panny-ah…aakk…aku sangat merindukanmu…hikz…hikz…”

Dengan lembut Tiffany mengusap punggung suaminya yang kini memeluknya begitu hangat.

“Aku juga sangat merindukanmu Tae..”

Perlahan Taeyeon melonggarkan pelukannya lalu dengan lembut ia menatap Tiffany

“Kkk….kau sangat cc..cantik. Hhehehhe…”

Tiffany terdiam saat Taeyeon mengucapkan pujiannya, ia teringat saat Yoona mengucapkan hal yang sama padanya. Lalu, sekilas percakapan antara dirinya dan anak laki-lakinya itu kembali terulang di ingatannya.

Dengan segera Tiffany menepisnya lalu dengan lembut ia mengusap wajah Taeyeon yang sudah banyak di tumbuhi jenggot dan kumis.

“Sepertinya aku harus melakukan sesuatu untuk suami tampanku ini”

Goda Tiffany yang membuat Taeyeon sedikit mengkerutkan wajahnya karena bingung

Melihat ekspresi bingung dari suaminya membuat Tiffany tertawa lalu dengan semangat Tiffany menarik suaminya agar mengikutinya.

“Kajja Taetae…. Ikut aku”

.

.

“Nahh….malam ini, biarkan aku mencukur habis kumis dan jenggotmu itu, oke”

Taeyeon tersenyum sembari menganggukan kepalanya.

Malam itu, mereka tengah berada di belakang rumah dengan posisi Taeyeon yang duduk bersandar di kursi dan Tiffany berdiri di depannya sambil memegang alat pencukur kumis.

Well, selama menikah Tiffany tak pernah absen dalam melayani suaminya. Termasuk salah satunya ialah mencukur bulu-bulu halus yang tumbuh di sekitar area wajah Taeyeon. Tiffany sangat senang melakukannya. Baginya mengurus Taeyeon merupakan pekerjaan mulia sebagai seorang istri. Bukankah tuhan sangat senang apabila melihat seorang istri yang taat, patuh serta senang melayani suaminya dengan baik?.

.

.

“Akhirnya selesai juga”

Tiffany menghapus peluh di wajahnya lalu dengan semangat ia memberikan kaca kecil pada Taeyeon.

“Igo… lihatlah dirimu sekarang Taetae. Kau sangat tampan bukan?”

“Ggg..gomawo Panny-ah…hehehhehe….”

Segera Tiffany memeluk Taeyeon. Entah mengapa ia malam ini ingin menangis. Ia benar-benar tak tahu harus bagaimana. Di satu sisi ia sangat senang dapat bertemu kembali dengan anaknya Yoona dan sangat berharap bisa tinggal bersama anaknya. Namun di sisi lain ia benar-benar tak sanggup apabila harus berpisah dari suaminya. Apalagi mengingat kondisi suaminya yang memiliki kekurangan mental.

“Aku sangat mencintaimu Tae…kau harus tau itu”

Taeyeon membalas pelukan istrinya dengan lembut ia berkata bahwa ia juga sangat mencintai Tiffany.

.

.

*****SARANG*****

3 HARI KEMUDIAN

Seoul pada hari itu tengah di landa hujan deras. Angin bertiup kencang hingga menyisakan rasa dingin yang menusuk.

Hari itu, tepat pada pukul delapan malam. Tampak seorang pria tua tengah berlari – lari kecil membiarkan hujan membasahi tubuh mungilnya.

Pria tua itu tak sabar untuk pulang ke rumah dan menemui istri tercintanya. Apalagi saat ini ia baru saja membeli makanan favorite sang istri.

Namun setibanya ia di rumah. Langkahnya terhenti saat melihat satu buah mobil mewah terparkir di halaman rumahnya. Dan ia masih sangat hapal siapa pemilik mobil itu.

.

CEKLEK

.

Tiffany segera berdiri saat mendengar suara pintu terbuka. Dapat Tiffany lihat Taeyeon saat ini tengah berdiri di hadapannya dengan keadaan basah kuyub.

“Tt..taetae..?”

“Hheheheheh….aa..ayo kk…kita makan malam bersama Panny”

Mata Tiffany berkaca-kaca saat melihat Taeyeon menodorkan dua kantung makanan ke arahnya.

“Ibu barang-barangmu sudah di siapkan. Ayo kita pergi”

Taeyeon terkejut saat melihat kedatangan Yoona yang tiba-tiba dari kamar mereka. Dan Yoona tidaklah sendiri, di belakangnya telah berdiri beberapa orang bertubuh kekar yang menggunakan stelan hitam.

“Yyy..Yoona?”

“Oh…ayah? Kau baru pulang?”

Ucap Yoona dengan tampang mengejek

Perlahan Taeyeon mendekat dengan tatapannya yang tak lepas memandang ke arah anaknya.

“Yy…yoona. Hehehehe..kk..kau akan tinggal di sini?”

“Ani….aku tidak akan tinggal disini” Jawab Yoona sekenanya.

“Ww…waeyo?”

.

Yoona tak menjawab pertanyaan Taeyeon.

Tiffany perlahan berdiri lalu merangkul kedua tangan Taeyeon. Air matanya kini mengalir begitu deras di pipinya.

“Taetae…hikz..mianhae. Aku belum meminta izin padamu”

Taeyeon benar-benar bingung dengan situasi saat ini. Mengapa Tiffany menangis? Dan mengapa tiba-tiba Yoona datang kemari bersama para bodyguardnya? Lalu barang-barang siapa itu? Siapa yang akan pindah? Kalau bukan Yoona yang akan pindah kesini lalu siapa? Apakah Tiffany yang akan pindah ke tempat lain? Andwae !! itu tidak mungkin.

“Tae…Yoona…Yoona menginginkan agar aku tinggal bersamanya”

“Jinja?? Panny..ak..aku akan siap-siap..aku jj..juga mm…mau tinggal bersama Yoona…Heheheh..”

Karena keterbelakangannya membuat Taeyeon tak bisa dengan mudah mencerna setiap ucapan yang di lontarkan oleh Tiffany. Dengan kesabaran Tiffany mencoba menjelaskan kembali kepada suaminya itu hingga akhirnya membuat Taeyeon mengerti.

“Hanya aku Tae..tanpa dirimu”

“Ww..waeyo? Ww..waeyo Yy..Yoona? Ww..wae?”

Kini air mata mengalir membasahi kedua pipi laki-laki idiot itu. Hatinya benar-benar hancur, mengapa Yoona tega tidak mengikutsertakan dirinya? Apakah Yoona malu dengan keadaannya? Ani..itu tak mungkin, padahal sewaktu kecil Yoona sangat akrab dengan Taeyeon. Apakah Yoona tak mengingat sedikit pun kenangan indahnya bersama sang ayah?. Hingga ia benar-benar berubah 160 derajat sekarang.

“Mianhae…aku tak bisa menjelaskannya padamu. Dan aku yakin kau pun juga tak akan mengerti pada apa yang ku katakan padamu”

“Ayo ibu…kita pergi”

Dengan segera Yoona menarik ibunya agar mengikutinya.

Tiffany tak lepas memandang sedih ke arah Taeyeon yang menatapnya dengan gelinangan air mata. Ia benar-benar tak tau harus bagaimana. Namun ia berjanji pada dirinya. Ia berjanji akan selalu mengunjungi Taeyeon. Ia sengaja memilih untuk tinggal bersama Yoona semenjak ia mengetahui keadaan Yoona saat ini. Ia terpaksa harus memilih untuk meninggalkan Taeyeon sementara waktu. Bukan karena ia sudah tak cinta lagi. Namun, karena ia juga harus berlaku adil pada keluarnya, terlebih lagi pada anak semata wayangnya yang sudah hampir 20 tahun tak pernah ia temui.

‘Taeyeon-ah…..mianhae..mianhae.. Taetae…..’

.

.

.

.

.

.

.

.

.

T__B__C

SO….SAD…..and Hurt…

Maybe…

Oke seperti biasa dont be silent reader…please tinggalin komen + kritik dan saran..

Annyeong

Advertisements

Author: siscataetae

Lo semua bisa panggil gua dengan author Sisca aja atau Author boo. Yahh.. gua klepek2 gmna.... gtu pas denger nyaak gua Tapatini manggil babe gua Taetae dgn sebutan Boo. Hohoho... jd kepengen di panggil gtu juga. #PLAAK Gua salah satu orang yg punya segudang imajinasi yg gua coba salurin melalui tulisan. Salah satu tokoh ff yg paling gua demenin ialah TAENY, maka dari itu gua akan dgn senang hati selalu menciptakan karya dgn menggunakan TAENY sebagai bintang utamanya. #senyumcool Oh iya, gua juga sangat berharap sekali para reader yg baeek hatinya agar mau ninggalin jejak yg indah #ahhaaayy di ff yg gua buat. Terserah mau berupa pujian kek, cacian kek, desakan pgn cepet update kek. Pokoknya kalian udh mau komen dan like d ff gua, gua udh seneng bgt. and about my privasi? Sorry, just ALLAH yg tau. see u. #tebarbunga

50 thoughts on “SARANG chapter 3

  1. sedih banget lht Taeyeon
    Yoona yg sdh di cuci otaknya ama sang Kakek jd benci bgt ama appanya
    koq tega ya Fany ninggaln suaminya
    siapa yg masak buat Taeyeon nanti
    ndk kebayang hdp Taetae tanpa Fany

  2. Hah kok sedih ya. Kasian ateng Yoona ntr lu nyesel lo udah berbuat kayak gitu sama bokap lu sendiri

  3. Sngny ud update lg,cz lngsung siapkn tisu…
    g tega bgt lht Tae hrs ditgl sndri,ntr siap yg urus Tae. Fany q hrp g menyesal kptsanmu.
    n knp jg Yoona g igt akn Tae,pdhl Tae sgt syg Yoona ankny. ap Fany g bisa bujuk Yoona.
    omg g bisa bying Tae hrs hdp sdr jauh dr ank n istriny yg sgt dicintai.bikin baper bgtT_T
    jgn lm2 updateny thor…

  4. Sdih bgt thor bca’a…
    Tga bgt yoong ma fany,mlah skrng fany ml tinggal ghy ma yoong…duh nyesek ngeliat taeng jdi’a

  5. Haduhhh kenapa jadi gini dahh 😩
    Kasian gw ama taeng 😭😭
    Yoona udah napa jadi anak durhaka
    N sebenarnya karna alasan apa fany ninggalin taeng karna kondisi yoona?apa yoona sakit?

  6. 😢😭😭sedih banget part ini.
    Mulai Yoona yg tak memperbolehkan Tae ikut sampai TBC air mata terus mengalir .
    Chayoo tuk next cepter. 😊

  7. Hikss yoong knpa kamu bgtu tega???
    Kasihan kan taeng 😦
    Ppany-ah jngn tinggalin taeng seorang diri *hikksss
    Soo tolong slalu jaga dan ada disamping adik angkatmu …

  8. Yoong tega bnget sama Tae, tae kan appa mu yoong

  9. Gpp Tae d tinggal sendiri.. Masih ad aqoh yg siap buat tmnin Tae.. Fany Dosa lho ninggalin suami.. Yoong Semoga GA menyesal d kemudian Hari

  10. Jgn2 Yoona ngaku kalo dia lg sakit Apa gitu ya.. Tiffany tega amet.. bukannya Taeyeon dibawa… apa susahnya…lah Dia pun ga tau apa2… Yoona awas lo kualat. tar jd idiot jg Baru tau, lol. ITU nangung banget Yoona nya berubah 160 derajat.. nape kagak 180 aja sekalian 😂😂

  11. 😢😢😢
    tae mendingan lu tinggal di rumh mr.choi aj hahaha
    apa alasan tiffany ninggalin tae? bkannya marah ke yoong krna gk biarin tae tinggal bersma jg eh malah fany ikutan ninggalin tae wkwk

  12. kampretttt banget sumpah 😠😠😠 w jd pengen njedotin kepala nya yoona ke tembok biar sadar dan fany jg sebagai istri kenapa tega mau ninggalin tae sendiri… bener2 enek sumpah tae diperlakuin gitu😭😭😭 rs nya pgn bener2 w hajar noh sih yoona durhaka lo yoona… sedih banget sumpah nih ff bikin w baper banget 😢😢😢

  13. Waeeeee? Aku ga tega sama taetae… Kenapa yoona tegaaaa? Gimana sama tae? Siapa yg ngurus dia klo bukan fany? Kenapa dia nggak mikir keterbatasan ayahnya. Kalo Fany tau dia pasti kecewa punya anak kaya kamu yoong 😭😭😭

  14. Aku harap mereka akn mnyesal nanti nya dan aku sih pngen tae berubah mnjadi seorang yg normal stelah ditinggalkan fany

  15. Wah tiffany tega banget ninggalin taeyeon sendirian dan lebih milihntinggal bareng yoona duh taetae kasian amat hidupmu

  16. Sad bgt ini. Yoona emang brubah gegara kakeknya. Lmayan kcewa sm kputusan tiffany tp y apa blh bt klo author udh nulis haha. Apa crta ini trinspirasi dr ssuatu thor? Soalnya rasa2 prnh baca novel/nntn film yg critanya bgini tp lupa jg sih

  17. ya ampun ini bikin baper banget hikz hikz
    yoong ko kamu tega banget melakukan itu terhadap appamu sendiri, suatu hari nanti kamu pasti nyesel pernàh memperlakukan taeng appa kaya gitu
    pany kamu ko jg mau ninggalin taeng, kasian taeng klo di tinggal sendirian kan selama ini cuman pany yg selalu memperhatikan taeng, gx kebayang kehidupan taeng setelah di tinggal ama pany apakah taeng nanti bisa ngurus hidupnya sendiri setelah di tinggal pany

  18. sumpah authornya tega bnget misahin taeny hiks hiks
    makin yakin kalo yoong bkal ‘menyukai’ fany bukan seperti anak pada ibunya
    kenapa fany setuju lagi, itu kan permintaan ayahnya kenapa harus dituruin dan ninggalin tae

  19. Fany apa yg di blang ma yoong sampai kmu tega ninggalin taetae sndirian
    yoong kmu bnar2 anak yg jahat

  20. Mas tatang malang-nya nasif mu, ditinggal pergi sama anak dan istri, dan kau mbak fany knp kau menghiyanati cinta mu dangen mas tatang?

    Aku harap fany bakal menyelas dengan keputusan yang dia ambil saat ini

  21. gue nangis thor,,,,sedih banget gimana nnti hidup tae tae tanpa miyoung x,

  22. Gue cuma bisa nahan airmata gue yg mau turun pas baca part yoona dengan teganya misahin Tiffany dari Taeyeon 😭😭😭😭😭
    Gue juga terharu bgt sama kedekatan sooyoung dan taeyeon 😥😢

  23. Yaampun taeyeon sedih banget ngeliatnya 😭😭 udah dipisahkan dari anaknya dulu dan sekarang anaknya benci sama dia, ditambah lagi fany ninggalin dia.
    Pengen liat gimana taeyeon dengan kondisi mental yg terganggu harus hidup sendirian 😭

  24. Mkin hari kik pnderitaan tae mkin nambah y, skarang tae mlah di tinggal ma fany ntar tae knapa2 baru nyesel.

  25. Tae oppA
    Aku bersedia memngisi kekosongan PPany kok
    Hahaha

  26. Ish.. dasar anak durhaka.. sedih ginie ia.. jadi inget bpk sy huff😧.. sesombong itu kah seorang anak tega memisahkan orang Yg dicintainya..

  27. Huaaa sedih banget ceritanya thor kenapa fany tega baget ninggalin taeyeon kan kasian taeyeon jadi sendirian
    pokoknya ditunggu next chapnya thor

  28. Ini tae, knapa idiot banget yah, kasian dia 😂😂😂😭😭

  29. Huuuhuhhuh…mewek gua baca y thor.
    Yonna jahat bener yha ama tae. Kagak tega gua thor lihat tae kayak gitu.
    Udah prnh ditinggal yonna sekarang ditinggal fany.
    Sendirian dah…gara” appa hwang sih…tae jd mndrita

  30. Kampret nih FF bikin nangis Malem Malem. Mata gue sembab nih

  31. Kenapa part ini begitu sedih .aish berharap taeyeon bisa kuat menjalani kehidupannya …tega jg yoona pasti gara gara kakeknya yg meracuni otaknya

  32. Sedih lihat tae digituin sama anaknya sendiri 😭😭,knp anak nya benci banget sma bapaknya??? Apa salah tae??? Knp ayah tiffany juga benci sma tae??? Yg sabar ya tae ,semoga mereka dapat balasan apa yg telah mereka buat sma taetae

  33. Uh oh…
    Kasihan Taetae

  34. Sedih banget dipart ini…. Gimana nasib taeng nanti ditinggal fany.

  35. Yallah ini cerita apa , taeyeon idiot ,….. ijin baca part yg terlewatkan 😀 …

  36. Wwkkww gtw knp suka tae di gniin
    Wkakakakakaaa
    Jdi sad ny kluarrr
    Tpi buat tae bahaagiaa ntii thorr
    Wkwkwkwkwkw
    Yoona slh jalan dh u
    Ahahahahahaha
    Lanhut

  37. Sedih bgt….😢😣
    Yoona tega ih….
    Tp itu sebenernya bkn salah dia jg, gara2 kakeknya yg udh nyuci otak yoona biar dia benci ama tae…
    Smoga yoona cpt sadar yaa

  38. Tae bener2 di uji di chapter ini…Tapi tenang aja Tae, Fany tuh tetap cinta ama lo…Huffttt, semua ini gegara kakek Hwang yang sudah mencuci otak Yoona

  39. Fany harus ninggalin taeyeon karena keadaan nya yoona, emng yoong kenapee. Sedih dahh, makin gak karuan dah hidupnya taetae ditinggal sama fany. Gue urusin dah si taetae drpd tinggal sendiri hahaha

  40. Ya ampun kasian bgt Taeng digituin. Lgian knp sih Yoona tingkahnya begitu? Jahat bgt siii

  41. hy salam kenal aq rider baru,,,bagus bagat ceritax aq bacarx sampe nages loh…kenapa panny ga milih tingal sma tae
    kan kasihan tae harus tinggal sendiri tanpa panny

  42. Kok gw jd sedih ya ngeliat nasib tae
    Fany jg knp lbh milih tinggal sma yoona
    Kesel gw sma sikap nya yoona dsn 😡

  43. Duuhh elaaahh babang tatang nasibnya di sini miriss amat yak, ppani lagi ngapain setuju aja buat ninggalin taeyeon ettdahh ngga kasian apa
    yoong hati2 kau akan menjadi anak durhaka nak jika seperti ini hiks hiks😢

  44. Mengharu biru💔 but i like it!
    Good job!

    • Itu doang??? Saran dan kritikannya gimana?

      😁😁😁😂😂😂😀😀😀😀😀😀😀🔫🔫🔪🔪

      • itu di previous chapt sudah dikomen sepanjang itu😂😂😂😂
        aku greget sih sama taeyeon
        kpn dia mau man up
        ya pasti ada satu momen dimana dia akan berubah, well selama itu sih kaya gtu dari cerita yg aku baca dgn ide cerita seperti ff kaka ini
        dulu di aff ada ff yulsic yg idenya sama kaya gini cuma aku lupa judulnya apa
        kalau ga bener sih judulnya ‘Brain’
        itu sampai dibuat brp season ya aku lupa
        disitu si yuri yg idiot
        kebangetan idiotnya😂
        ada smut-nya juga sih😂😂😂
        sica jadi dokter disana yg nanganin yuri
        eh tapi ada spin off-nya juga dimana kebalik, jadi sica yg idiotnya😂😂
        lupa deh alur cerita detailnya cuma ya begitu… akan ada satu moment si hero bangkit hahahaha
        tapi ide cerita kaka sih aga beda, bawa genre family juga jadi terharunya lebih dapet atau entah mungkin aku yg ingin segera berkeluarga😂

  45. 😥
    😥
    😥
    sedih banget..
    fany ko tega ninggalin tae sih..yoona jahattttt

  46. Thor ceritanya sedih banget masa tipany ninggalin tae si yoong juga tega banget sama appanya

    sedih banget di chap yang ini thor

  47. YOONG MENJADI JAHAT SEBAB KERANA NGOMOMG DATUK NYA SUPAYA MENBENCI AYAH KANDUNGNYA SENDIRI DAN MENGAMBIL BALIK IBU NYA DARI AYAH NYA SENDIRI.JAHAT SEKALI YOONG NI…

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s