rara0894

All about TaeTiSeo and GG

SARANG chapter 2

57 Comments

Tittle : SARANG
Author : Siscataetae
Cast : Kim Taeyeon – Tiffany Hwang – Im Yoona
Genre : Family Life, sad, genben

**episode sebelumnya—

“Ayah !!ayah !!…”
.
“Yoona-ah !!!!ANDWAE !!! Yoona-ah !!!!!”
.
“Ayah !!! TOLONG AKU !!AYAH !!!”
.
“ANDWAE !!ANDWAE !!! YO0NA-AH !!! YOONAAAA!!!!!!!!”
.
“Khhaahhh…khhhaaahhh…Kakek !!!”
.
“Kemarilah… nak..”
.
“Cucuku..lakukanlah sesuatu untukku..”
.
“Ibu….aku akan menjemputmu kembali”
.
.
*****SARANG*****

       Terik matahari siang itu tidaklah membuat seorang wanita paruh baya menghentikan aktivitas rutinnya, yaitu mengantarkan bekal makan siang untuk suami tercinta.
Wanita itu berjalan anggun ke arah para kumpulan pekerja bangunan itu. Ia tersenyum saat melihat suami yang sangat ia cintai itu melambaikan tangan ke arahnya dari kejauhan. Tampak jelas di matanya kebahagiaan yang terpapar di wajah laki-laki yang sudah hampir puluhan tahun hidup bersamanya.

“Annyeonghaseyo” Sapa wanita itu ramah kepada kumpulan pekerja bangunan tadi.

“Ppp..Panny-ah..Panny-ah…hehehhe..”

“Taetae, tenanglah…nanti kau bisa jatuh” Ujar Tiffany berusaha menenangkan suaminya yang tengah meloncat kegirangan saat menyambut kedatangannya. Berbeda dengan Taeyeon, para kumpulan pekerja lainnya yang berada disana malah memandang pasangan suami istri itu dengan tatapan tak suka. Bahkan ada di antara mereka yang memandang jijik.

“Coba lihat si idiot itu. Tingkahnya makin hari makin membuatku muak.”

“Entah apa yang membuat wanita secantik itu mau hidup dengannya”

“Aku juga heran dengan Mr. Choi, mengapa ia tidak memecat si idiot itu ya? Bukankah dia sangat menyusahkan?? Ciihhh….” Begitulah beberapa kalimat-kalimat menyakitkan yang keluar dari mulut mereka. Tiffany yang mendengarnya terang saja langsung segera membawa Taeyeon pergi menjauh dari kumpulan itu.

.

.

“Mm..mengapa kk..kau membawaku kk..kemari Panny?” Tanya Taeyeon polos

“Tidak ada, aku hanya ingin berdua saja denganmu Taetae” Laki-laki berkulit putih itu sontak mengembangkan senyumnya saat mendengar penuturan dari istrinya.

“Ayo Tae, sekarang waktunya kau memakan makan siangmu” Taeyeon semakin semangat saat Tiffany mulai mengaduk-aduk makanan hendak menyuapinya seperti biasa.

“Sekarang buka mulutmu Mr. Kim ! Dan katakan A…”
Dengan semangat 45 Taeyeon pun mengikuti arahan dari Tiffany.

“Nyymm..Nyyymm…..” (Anggap aja suara kunyahan bang Tatang) -_-

      Tiffany tersenyum saat dengan semangatnya Taeyeon menepuk-nepuk tangannya. Ia melihat kebahagiaan yang tulus dari raut wajah polos suami tercintanya itu.

Bagi Taeyeon, Tiffany ialah kebahagiaannya

Tiffany ialah tempat bersandar di kala ia sedih

Tiffany ialah sosok yang selalu ada untuknya

Tiffany ialah salah satu orang yang mencintainya dengan tulus

Tiffany ialah… … …

       Tidak ada kalimat yang dapat di ucapkan selain bahwa Kim Taeyeon sangat bahagia jika Tiffany ada bersamanya.
.
.
“Tuan muda, saya sudah menemukan alamat nyonya Hwang” Laki-laki tampan itu segera menolehkan pandangannya ke arah anak buahnya yang baru saja memberitahukan sebuah berita yang sangat ia nanti-nantikan.

“Jinja? kalau begitu..ku mohon lakukan sesuatu sekali lagi untukku”
.
.

        Tiffany tak henti-hentinya tersenyum saat membayangkan moment-moment ia bersama Taeyeon tadi siang. Tingkah Taeyeon yang begitu konyol lah yang membuat ia terus saja menyunggingkan senyumnya. Sungguh, hidup bersama pria seperti Taeyeon tidak pernah membuat Tiffany menyesal.
Setelah sampai di rumah kecilnya, langkahnya terhenti saat melihat beberapa orang pria lengkap dengan stelan jas hitam tengah berdiri di depan pintu rumahnya.
Salah seorang dari mereka berjalan mendekati Tiffany.

“Annyeonghaseyo nyonya Hwang”
.
.

*****SARANG*****

       Sore itu jam menunjukkan pukul lima sore. Waktunya untuk Taeyeon pulang ke rumahnya, namun… entah apa yang membuat laki-laki tua itu berjalan mondar-mandir di depan ruangan bosnya, Mr. Choi Sooyoung.

CEKLEK

“Mm…Mr. Soo !”

“Omo !!! Aigo..Aiishh…” Betapa kagetnya laki-laki jakun itu saat membuka pintu ruangannya tiba-tiba saja telah berdiri Taeyeon di depannya dengan wajah cemberut. Akibatnya, berulang kali Sooyoung mengelus dadanya karena kaget.

“Ya bocah !!!mengapa kau tak pulang huh?”

“Aa..ani..ak..aku mm..melupakan sesuatu Mm…mr. Soo”

“Mwo? Melupakan sesuatu? Memangnya apa itu?” Taeyeon tampak berpikir sejenak sebelum ia menjawab pertanyaan dari bosnya itu.

“Akk…aku lupa mm..memberikan uu..uang jajanku pada..Ttt..Tippany” Sooyong menganga setelah mendengar jawaban polos dari pekerjanya itu. Ternyata hanya masalah sepele seperti itu membuat laki-laki idiot itu gelisah dan tak pulang-pulang sedari tadi? Ah, yang benar saja?.

“Aigoo….ternyata hanya karena masalah itu Kid??” Sooyoung tampak menggeleng-gelengkan kepalanya geram dengan sikap polos dari laki-laki bertubuh lebih pendek darinya itu.

“Tt..tapi, tadi sewaktu Ttt…Tippany kk..kemari aakk..aku lupa untuk mm..memberikan uu..uang jajanku ss..seuai ppp..perintahmu mm..mr.Soo”

“Hhaaaahhhhh…sudahlah, kau tidak perlu khawatir, kau kan bisa memberikan uang jajan itu pada istrimu di rumah” Sooyong mnggernyitkan alisnya saat tiba-tiba Taeyeon menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.

“Wae?wae?wae? kenapa kau menatapku seperti itu huh?” Tanpa menjawab pertanyaan dari bosnya, pria imut itu segera memeluk Sooyoung yang saat itu lagi-lagi di buat shock atas ulah mendadak dari Kim Taeyeon.

“Ya,ya,ya Kim Taeyeon !! Apa yang kau lakukan ??”

“Gg..gomawo Mm..mr. Soo. Akk..aku lupa jj..jika aku bisa memberikan Pp,,pany uang jajan dd..di rumah..hehheheheh…”

PLETAK //

       Dengan keras laki-laki jakun itu memukul jidatnya akibat frustasi menghadapi laki-laki bodoh di hadapannya saat ini.
‘Oh Tuhan, mengapa laki-laki ini sungguh bodoh sekali…hikz..hikz..’
Ujar Sooyoung dalam hatinya.
.
.

 “Wah…cantik sekali, apa ini ibu?” Tanya seorang bocah laki-laki yang baru saja menginjak usia 9 tahun itu kepada laki-laki tua yang duduk di sampingnya. Laki-laki tua itu ialah kakek dari bocah itu.

Sebelum menjawab pertanyaan dari cucunya, mata putih itu mengusap lembut kepala bocah tersebut.

“Benar cucuku, dia adalah ibumu. Ibumu yang telah lama pergi dari rumah ini”
Tampak bocah tampan itu mendongakkan kepalanya ke atas melihat sang kakek yang kini memandangnya sendu.

“Mengapa Ibu pergi kek?”

“Ibu pergi karena ada laki-laki jahat yang membawa ibumu dan memisahkan kita darinya” Pria tua itu menyunggingkan senyum liciknya saat melihat bocah tampan itu mulai meremas kedua pergelangan tangannya kuat. Ia tahu bahwa saat ini bocah itu tengah menahan emosi dan amarah.
Well, itulah keinginan dari pria tua itu. Membuat sang cucu menjadi musuh nyata untuk ayahnya sendiri. Benar-benar kejam bukan? Menyadari seorang bocah sangat mudah untuk di pengaruhi pikirannya membuat ia selama beberapa tahun ini terus saja tidak henti-hentinya memutarbalikkan fakta mengenai apa yang terjadi pada kehidupan keluarganya  beberapa tahun silam.

“Aku sangat membenci laki-laki yang membawa Ibu pergi” Mendengar jawaban spontan dari cucunya membuat pria tua itu tertawa lepas sembari memeluk sayang sang cucu.

“Kakek percaya, suatu saat kau akan membawa ibumu kembali ke rumah ini”
.
.
.
“Tuan muda..” Suara dari mr. Kang asisten kepercayaan keluarga Hwang menyadarkan pria muda itu dari lamunan panjangnya. Lamunan saat ia mengenang kenangan antara ia bersama kakek tercintanya.

“Ada apa mr. Kang?”

“Saya hanya ingin melaporkan bahwa saya sudah menemui nyonya Hwang, ibu anda tuan” Perlahan pria tampan itu mendudukkan dirinya di kursi yang tak jauh darinya. Dengan anggun laki-laki itu melipat kedua kakinya seraya memandang ke arah sang asisten dengan senyuman arrogantnya.

“Lalu?”
.
.

*****SARANG*****

CEKLEK

“Aaa…aaku pulang…” Ujar Taeyeon setelah ia membuka pintu rumahnya.

“Pp…Panny-ah…!! Ppanny-ah….!!!” Taeyeon tampak bersemangat mencari keberadaan istrinya karena ia hendak memberikan uang gajinya itu.

“Kau sudah pulang Tae? Aku ada di dapur..” Mendengar teriakan istrinya membuat Taeyeon mengembangkan senyum bahagianya lalu dengan segera ia pun menyusul Tiffany yang berada di dapur.

“Pp…PP…Panny-ah….panny-ah…Ppp…Panny-ahh…..” Taeyeon tak henti-hentinya bersorak riang saat melihat Tiffany yang kini berdiri di hadapannya sambil membawa semangkuk sup yang baru saja ia buat.

“Kelihatannya kau sangat senang Tae?” Tiffany tersenyum melihat keceriaan dari wajah suaminya, lalu dengan lembut ia arahkan laki-laki kelahiran 73 itu untuk duduk di meja makan.

“Add..ada sesuatu yy..yang akk..aku mm..mau berikan padamu Pp…Panny..”

“Benarkah? Apa itu Taetae?” Tiffany terus memerhatikan Taeyeon yang tengah berusaha mengambil sesuatu dalam saku jaketnya. Tak berapa lama kemudian laki-laki imut itu mengeluarkan sebuah amplop coklat yang Tiffany tahu apa isinya.

“Uang jajan?” Tanya Tiffany dengan senyum manisnya

“Ii…iya…hehhehe…..UU…uang jajan dd…dari MmM…..Mr. Soo” Dengan malu-malu Taeyeon mengarahkan amplop itu ke hadapan Tiffany.

“Iii…ini uu..untukmu PPp…Panny..” Cukup lama berpikir Tiffany akhirnya tersenyum sembari berkata

“Ani Tae, untuk kali ini biarlah kau yang menyimpan uang ini”

“Www…Waeyo Panny?” Taeyeon tampak sedikit cemberut karena kecewa Tiffany tak menerima pemberiannya.

“Sebenarnya ada yang ingin ku sampaikan padamu Tae” Tiffany terdiam sejenak, ia menghela nafas panjang sebelum melanjutkan penuturannya. Sementara Taeyeon, laki-laki itu tampak mulai serius mendengarkan apa yang hendak istrinya sampaikan.

“Yoona…..anak kita”

“Yy..Yyo…Yoona?? Yoona Ppp..Panny-ah?” Tiffany mengangguk sambil menahan airmatanya yang hendak keluar.

“Yoona baru saja ditinggal mati oleh ayah. Ayahku…ayahku meninggal tae..hikz..hikz..” Melihat Tiffany menangis membuat laki-laki bermarga Kim itu tak kuasa menahan rasa ibanya. Lalu dengan perlahan ia arahkan istrinya itu ke dalam pelukannya.

Dengan penuh kasih sayang ia usap punggung sang istri yang kini menangis di pelukannya sembari sesekali memberikan kecupan kasih sayang di dahi milik Tiffany.

“Sssstttt…..jj…jangan mmm…..menangis lagi Ppp….Pppanny. Akk…aku akan sedih jj..jika melihatmu menangis..”
.
.

*****SARANG*****

       Di sebuah pemakaman terdapat beberapa orang berpakaian serba hitam. Mereka semua menghadiri acara pemakaman yang sama, yaitu makam seseorang yang sangat mereka hormati dan segani. Siapa lagi kalau bukan Hwang Joon Hae, salah seorang konglomerat kelas kakap di Korea Selatan.

“Tuan muda…” Yang di panggil pun menoleh

“Nyonya Hwang sudah tiba kemari” Tampak laki-laki itu menyunggingkan senyumnya setelah mendengar seseorang yang dari tadi ia nanti-nantikan kehadirannya kini telah berada di sini. Hadir di pemakaman kakeknya, yang tak lain ialah ayah kandung dari orang itu.

“Benarkah? Apakah ia datang sendiri?”

“Tidak tuan, ibu anda melainkan hadir bersama laki-laki yang sepertinya ialah suami dari ibu anda”

       Kim Yoona, well….pria berusia 25 tahun itu mengepalkan kedua tangannya geram setelah ia mengetahui bahwa ibunya kemari tidak sendiri. Melainkan bersama seseorang yang sangat tidak ingin ia temui saat ini dan seterusnya. Yoona tidak habis pikir mengapa laki-laki idiot itu bisa ikut hadir juga kemari. Padahal sudah jelas-jelas ia hanya memerintahkan orang suruhannya untuk mengundang ibunya saja. Atau jangan-jangan ibunyalah yang mengajak laki-laki bodoh itu? Entahlah… Yoona tidak ingin terlalu larut dalam pikirannya. Yang terpenting saat ini ia bisa melihat ibunya secara langsung, sekaligus ia ingin melepas rasa rindu yang teramat dalam kepada orangtuanya setelah hampir 20 tahun tidak bertemu.
Wajar saja, karena pada saat usia balita berpisah membuat pria muda itu lupa akan memori bersama ibunya.
.
.
.
Tubuh Tiffany bergetar menahan tangisnya saat ia melihat pemakaman ayahnya dengan mata kepalanya sendiri. Tampak jelas di pandangannya sebuah figure ayahnya yang sengaja di letakkkan di atas pemakaman itu.
Sungguh, Tiffany tak menyangka mengapa ayahnya bisa secepat ini pergi meninggalkannya. Ia tak pernah dendam pada apa yang pernah ayahnya lakukan kepadanya di masa lalu karena bagi Tiffany, Hwang Joon Hae selamanya akan tetap menjadi ayahnya. Ayah yang sangat ia cintai.

“Hikkzzz….hikz…..ayah…ayahku Tae..hikz..hikz…” Taeyeon tidak dapat berkata apapun selain hanya terus mengusap punggung istrinya dengan sayang. Ia berharap dengan itu istrinya sedikit merasa tenang dan tak menangis lagi. Mungkin Taeyeon tak terlalu mengerti dengan keadaan seperti ini. Namun, yang pria tua itu yakini adalah orang  telah mati sebenarnya ia tak benar-benar mati. Namun melainkan mereka masih hidup, hidup di alam lain yang hanya Tuhanlah yang mengetahuinya.
.

.

.

       Yoona menghela nafasnya sesaat setelah ia berada di dekat seseorang yang ia yakini ialah ibunya yang berdiri menghadap ke arah pemakaman kakeknya sehingga membelakangi dirinya.

Dengan jantung yang berdebar-debar, pria muda itu berusaha mengumpulkan segala keberaniannya untuk menutupi kegugupannya saat ini. Bertemu dengan seseorang yang sangat di rindukan setelah lama berpisah membuat ia tak dapat membendung rasa gugupnya. Walau ia tahu sosok itu ialah ibunya, ibu kandungnya.
Setelah merasa cukup kuat, laki-laki tampan itu memberanikan diri memanggil wanita paruh baya itu.
.
.

“Ibu. . .”
.

.

.

.

.

.

.

T_B_C

Akhirnya gue update juga…hohohoho…..

gimana? gimana? gimana?

ada masukan atau kritikan?

silahkan tinggalkan komentarnya ya sodarah….sodarah..

SEKIAN & TERIMAKASIH

Annyeong

Advertisements

Author: siscataetae

Lo semua bisa panggil gua dengan author Sisca aja atau Author boo. Yahh.. gua klepek2 gmna.... gtu pas denger nyaak gua Tapatini manggil babe gua Taetae dgn sebutan Boo. Hohoho... jd kepengen di panggil gtu juga. #PLAAK Gua salah satu orang yg punya segudang imajinasi yg gua coba salurin melalui tulisan. Salah satu tokoh ff yg paling gua demenin ialah TAENY, maka dari itu gua akan dgn senang hati selalu menciptakan karya dgn menggunakan TAENY sebagai bintang utamanya. #senyumcool Oh iya, gua juga sangat berharap sekali para reader yg baeek hatinya agar mau ninggalin jejak yg indah #ahhaaayy di ff yg gua buat. Terserah mau berupa pujian kek, cacian kek, desakan pgn cepet update kek. Pokoknya kalian udh mau komen dan like d ff gua, gua udh seneng bgt. and about my privasi? Sorry, just ALLAH yg tau. see u. #tebarbunga

57 thoughts on “SARANG chapter 2

  1. Aduh ini kenapa coba yoong benci sama ateng segala kan itu bokapnya. Awas di kutuk lu yoong. Fany sama taeng udah pada tua ya, kasian ih ateng di bully di tempat kerja.

  2. Kasian mas tatang dibully, duh yoong mau aja diracuni pikirannya sama mr hwang. Fany jangan tinggal mas tatang ya, kasian mas tatang kalau samapai mbak fany ninggalin mas tatang

  3. Tbc nya ngaco thor
    Wkakakakakakaa
    Aduh ksian tae di gtuin
    Yoong slh percya org -_-
    Itu bapak u sendiri jg
    Wkakakakakkaa
    Lanjut

  4. Aku takut ah baca next chap, takut yoong misahin taeny btw yoong ga tau ya klo tae itu ayahnya.. Semoga yoong nggak bakal jadi hwang jonhe kedua deh 😪

  5. Haa sejak yoong kecil udah diracuni pkirannya sma mr hwang..
    Jngan pisahkan orang tuamu yoong 😦
    Aaahhh tbc disaat yg tpat 😦
    Always fighting buat nulis ff thor sis 🙂

  6. awas ya yoong klo nyakitin taeng appamu sendiri nanti nyesel

  7. aduh yoong oppa ku yg ganteng … jgn pernah benci sma tae appa yg imut dan polos itu … aku bener2 gk kuat bt bc part selanjut nya klo tae appa menderita .. apalg yg melakukan nya anak nya sendiri. taeny moment nya bikin aku senyum2…

    and finally fany is back nongol depan publik lg yeaaaaa….

  8. Haduhhhh udah metong aja masih nyimpan benci buat taeng hhhh padahal kan taeng cinta banget ama fany n yoong malah termakan omongannya aki2 tua itu hhh 😤 n lagi seru2nya malah tbc hufft

  9. TBC NYA GAK TEPAT,,,, yoona jangan benci tatang, tatang bapak mu

  10. Taeng dibully sama temen” ditempat dia kerja karena ketidaksempurnaan dia. yoong jangan benci taeng, padahal taeng terpukul banget pas yoong dibawa pergi sama Mr.Hwang.
    Please jangan pisahin taeny😭😭

    And Fany is back in public🙌🙌🙌

  11. Tbc nya bkin greget thor. ..Ga ngerti mau ngmmg apaha kekeeke 😒😒😒plak# abaikan..

    Itu si taetae kuq gitu ama idiot nya ,dia kan aslinya cool gitu 😂😂😂

  12. ini yg plg q tggu2, blm bc udh bikin mencelos hati.udh siap2 mewek n br di ff nih…emg daebak bgt nih author👍
    yg bisa dilht bkn krn mental Tae, tp ketulusan n keikhlasanny dlm hpd n trm ap yg udh diTakdirkn utkny.
    bgt bsr cinta ksh Tae utk Fany n Yoona. utk Fany jg sgt hbt. bhw hdp tdk hny harta tp ksh syg n ikhlas.
    jgn pshkn mrk,mrk patut bhgia^^
    smg Yoona bs lht ktlsan n ksh syg ortuny terutm ayahny.

  13. Disini tae ksian amet y dah idiot, di bully dan dibenci ma anaknya sndiri comeplete amet kya lagu’y snsd.

  14. Tbc dimomen yang bikin deg-degan
    Yaampun kayaknya tae akan hidup sendiri nih kalo sampe fany tinggal sama yoong, apalagi yoong benci banget sama tae yang padahal appa nya sendiri
    Gak tega banget ngeliat taeyeon kayak gini bikin nyesek 😭😭😭

  15. kl ketemu lgsg ama appanya yg polos gt apa yoona msh benci ya ?
    baik hati bgt Fany biarpun suaminya pny kekurangan tp ttp setia
    awas lho Yoong , berani nyiksa appa sendiri itu dosa banget
    mdh2an Taeyeon tdk di siksa ma Yoona

  16. yoong jgn benci tae kasian tae udh idiot mau yoong pisahin lgi sma fany wkwk
    yg sbar ya buat mr.choi ngadapi tae yg idiot gk ketulungan 😂

  17. Gimana coba hidup taeng klo sampai yoong misahin dia dari tiffany

  18. Yoong jangan jahat sama appa mu sendiri, jangan trmakan omongan kakek mu, jangan dendam dan menyalahkan appa mu. Taeng benar benar menyayangimu, tolong jngan pisahkan taeny sudah cukup semua derita yg mrk jalani selama ini :((((

  19. Perasaan gw aja apa emang bener klo ff ini lbh pendek?? Hehehe….

    Akhirnya Yoona bisa ketemu ama emaknya..
    Happy for you Yoong…
    Kakeknya Yoona kok jahat amat yaa? Untung dia udh metong, jd lbh mdh bagi Taeny utk buktikan cerita yg sebenarnya ke Yoona.

  20. yoong kmu sesat klw ngikutin kata2 kakekmu tentang taeng appa

  21. Ehhhh kirain tae udh ga idiot thor ternyta msih tohh ..
    Aku kepo nihh knpa taeny bsa langgeng udh gtu bsa pnya anak lg pdhl tae nya idiot koq bsa gtu ya
    Aduhhh yoong salah kaprah ini mahh ,,, semua ini karena daddy nya fany …

  22. yoong tae itu bapkmu, jgn prcaya aja sm mr hwuang,

  23. Sayang bngt ya tippany sm tae, meskipun tae ada kekurngan fisik tp gak mengurangi rasa sayang dn cintanya bwt tae, smpe rela ninggalin keluarganya. Tp kl smpe ntr ppany ntr pisah sm tae gmn ya?haduh yoong jgn pisahin appa sm umma mu, mo gmn pun jg tae itu appa mu, dosa lho ntr kl berani sm ortu

  24. kenapa gue mikir yoong bkal suka sama fany ya hahahaha
    wah yoong salah paham nih, dia pasti bakl misahin fany sama tae trus entar yoong malah jodohin ibunya sama rekan kerjanya lagi

  25. Gilaaaaaa…pantesan Yoona benci ama Tae. Ternyata dari kecil otaknya udah direcoki cerita yang ga bener dari kakek Hwang.
    Gue salut ama Soo. Meskipun dia tahu keadaan Tae yang sebenarnya menyusahkan mereka seperti kata pekerja2 yang lain, tapi Soo tetap memperlakukan Tae dengan baik. Bisa jadi itu karena Soo melihat kalau dibalik kekurangan yang Tae miliki, Tae mempunyai rasa tanggung jawab yang besar terhadap keluarganya walaupun Soo (mungkin) ga tahu banyak tentang keluarga Tae

  26. Iaelah thor.. baru mau tau kelanjutannya sudah tbc aja.. tp kereenn lah.. sosok pany yg sabar dgn keadaan tae yg kurang dr kt normal selayaknya namja macho😃😂

  27. Yahh si yoong idiot idiot gitu itu babe lau yoong masa iya tega pisahin teyon yg imut gitu dr pany

  28. Yoong jng misahin taeny donk…kasian papa taeng yg dia pnya cma fany aja…dah jng dngerin kakek’a

  29. Aigoo taeyeon emang polos bgt dah ya 😁😂😁
    Kakeknya yoona emang jahat bgt dah yak, ngehasut yoona biar benci sama ayahnya sendiri 😭😭😭
    Akhirnya yoona ketemu juga sama taeny 😊

  30. Parah tuh emng si kakek tua, anak kecil dibohongin begitu. Jadi dendam sama ayah nya sendiri-_-” udah lah yoong gausah dengerin si tua ituu, kenyataan nya gak begitu

  31. Kan yoona jd benci sma tae. Smg ja yoong cepet sadar klu tae ga jahat hehe

  32. konflik mulai berkembang secara perlahan and you’re doing a good job develop it.
    cuma mungkin aku merasa kurang nyaman saat kk menambah suara tangisan dlm percakapan “…” hehehe
    tapi balik lagi selera orang beda” dan mereka juga menemuka kenyamanan yg berbeda saat membaca
    aku lebih penasaran sama flashbacknya taeny sih
    knp fany bisa sampai cinta sama tae
    ya.. aku tau kadang cinta itu bisa tiba” datang tanpa alasan yg jelas (the reason is😁)
    tapi untuk cerita yg kaka buat ini, akan lebih bagus kalau ditambah background story knp si fany bisa nerima keadaan tae apa adanya, apa lagi sampai ninggalin semua yg dia punya☺
    dan entah knp aku merasa akan lebih seru kalau ada romantic interest antara sang anak dan ibu yg sudah lama berpisah.
    mungkin hal itu bisa jadi jalan baru yg pada akhirnya membuat yoona sadar bahwa ia sudah melakukan kesalahan dgn mencintai ibunya dan membenci ayahnya

    well.. balik lagi itu cuma saran ya.
    kamulah penguasa cerita ini☺
    jadi… aku akan menunggu kelanjutannya
    nah mungkin itu

  33. Uhhh gara gara mr hwang taeng jdi di benci sama yoong,

    kasian tae udh di bully di benci sama anaknya huaa thorr

  34. KENAPA MR HWANG BENCI SANGAT TAENG RAPAT DEKAT FANY TU SEBAB DIA MISKIN ATAU PENYAKIT FIZIKAL MENTAL NI…OK

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s