rara0894

All about TaeTiSeo and GG

Sand Castle (Oneshoot)

15 Comments

sandcastle-hdr-beach-sandcastle-picture-photo-wide

S a n d  C a s t l e

Matahari terik di punggung kami begitu terasa. Pada suatu sisi aku berhenti dan membantu Taeyeon menempatkan lotion sunblock di hidungnya.

“Aku terlihat mengerikan!” protes Taeyeon berusaha menghindar ketika aku kembali mengoleskan lotionnya. Dia jauh lebih kekanak-kanakan daripada si kecil Seohyun. Seohyun bahkan sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari pasir pantai ketika aku memakaikan lotion padanya.

“Kamu akan terlihat lebih buruk jika tidak pakai ini” kataku, menaruh beberapa lotion di hidungku sendiri. Kami menoleh dan saling berpandangan satu sama lain dan tertawa.

Istana kami benar-benar terlihat lebih baik sekarang. Taeyeon sudah memulai untuk mengerjakan bentengnya. Dia menumpuk pasir dan membentuknya. Sementara si kecil Seohyun membantu menepuk-nepuk pasirnya agar semakin padat. Beberapa saat kemudian aku bangun dan meregangkan badan.

“Aku mau pergi ke kamar mandi” kataku pada Taeyeon.

“Aku akan segera kembali” ujarku kemudian. Taeyeon meraih dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang.

“Belikan kami beberapa makanan ringan, okey?” aku mengangguk.

Aku berjalan di tepi pantai melihat bagaimana tim lain bekerja. Aku terkejut dengan apa yang aku lihat. Istana yang sempurna!  Hampir sama besar dengan tumpukan buku-buku yang muncul dari tumpukan pasir basah. gadis muda di dalam tim itu tertawa dan berceloteh tetapi tetap bekerja dengan giat. Seorang anak kecil dan pria paruh baya masih berkutat mengerjakan bagian lainya, tetapi itu sangat menakjubkan bagaimana semua orang dalam tim bekerja bersama-sama.

Aku berhenti sejenak, menghantamkan kakiku pada busa, menggali jari jariku yang lelah ke dalam pasir. Aku tidak bisa menghentikan senyum yang memenuhi wajahku. Matahari menyinari menghangatkan tubuhku. Betapa indahnya menjadi istrinya, menjadi yang dicintai oleh Taeyeon.

Aku ingat kembali ke beberapa tahun yang lalu ketika aku hanya seorang mahasiswa tingkat kedua di sekolah, dan bertemu Jessica. Aku membantunya untuk proyek sekolah, dia mengatakan padaku rahasianya bahwa dia jatuh cinta pada laki-laki bermarga Kwon. Dia mengatakan padaku bahwa tidak ada, tidak ada apapun di  seluruh dunia yang seperti jatuh cinta.

“Bagaimana aku tahu ketika aku benar benar jatuh cinta?” aku bertanya padanya pada suatu saat, dengan segala kepolosan.

Dia tersenyum “Oh, kamu akan tahu” Jessica memberitahuku. Andai saja aku bisa menemukannya sekarang di antara kerumunan orang dan memberitahunya bahwa hal itu juga terjadi padaku. Aku tahu bagaimana rasanya sekarang.

Aku bergegas ke kamar mandi yang penuh sesak lalu berdiri di stand minuman ringan, dan mulai berbelanja, mengambil beberapa snack. cola dan susu pisang lalu kembali. sekarang hanya tinggal mecoba keluar dari kerumunan menghindari pembeli lain.

“Aku dengar itu menghabiskan waktu satu tahun latihan” ujar salah satu pembeli.

“Yeah, membangun istana pasir itu tidak semudah kelihatannya” ujar pembeli yang lain.

Aku segera bergegas kembali ke tempat kami. Taeyeon baru saja menyelesaikan bagian puncak salah satu menara ketika aku kembali. Aku mengambil susu pisang untuk Seohyun.

“ini waktunya istirahat” aku memberitahunya, mengambil sekop dari tangan Taeyeon. Dia tersenyum padaku, menghentikan pekerjaannya. Dia meraih cola dan duduk di sampingku.

“Bagaimana istana kita?” aku bertanya sembari menyeka pasir dari tangan Seohyun membersihkan beberapa pasir yang menempel sebelum memberikan susu.

“Sempurna” Taeyeon memberitahuku.

“Iya kan Hyun?” Taeyeon menoleh meminta pendapat putri kecil kami. Tentu saja Seohyun mengangguk.

“Tetapi Taeyeon, aku ragu. Lebih baik kita tidak berharap untuk memenangkannya. Lihat kita baru saja memulai, beberapa orang bahkan berlatih untuk satu tahun, jadi kita semacam amatiran” Seohyun terdiam terlihat depresi. Dia sangat ingin kami memenangkannya. Taeyeon meletakan cola-nya diatas pasir.

“Babyhyun~” Taeyeon memanggilnya mengusap puncak kepalanya lalu berkata “Mommy tidak bermaksud untuk membuatmu sedih, tapi ingat apa yang mama  katakan?” Seohyun berhenti diam. Lalu terdengar suara helaan nafas. Dia marah. Dia tidak pernah setuju dengan pribahasa kalah dan menang itu sama saja. Seohyun turun dari pangkuan Taeyeon dan mengambil sekopnya lagi. menunjukan bagian yang sejak tadi dia kerjakan

“Lihat mommy, aku membuatkan singgasana untukmu. sekarang beri Hyun sebuah pelukan!“ ujarnya dengan riang. aku menarik tubuh kecilnya erat, memeluknya di dalam kedua tanganku, dan menciumnya di puncak kepalanya. Aku tahu dia pintar, dia pintar menahan amarahnya dan selalu berusaha untuk mengerti.

Sorak sorai untuk tim yang berbeda menggema di udara sebagaimana istana yang semakin besar dan anggun. Sekali lagi, aku berjalan ke pantai untuk melihat istana yang lain, tetapi kali ini dengan Taeyeon di sisiku. Kami kagum. Seperti arsitek, mereka membuatnya dengan megah layaknya sebuah kerajaan untuk sang raja.

“Lihatlah betapa kerasnya mereka bekerja” aku mengatakan pada Taeyeon pada satu titik. Lalu Taeyeon mengangguk setuju.

“Tapi gelombang akan datang dan menghancurkan setiap dari kreasi mereka” ujarnya kemudian. terkekeh dengan kata-katanya sendiri.

“Amatiran hampir tidak pernah menang dengan sekali mencoba Ppany-ah tapi aku ingin sekali menang untuk Seohyun”

“Dia bekerja dengan giat” ujarku. Lalu kami berjalan di tepi pantai saling bertautan tangan diselingi dengan obrolan ringan. Memperhatikan istana-istana dari tim lain yang sangat menawan.

Ketika hari mulai meredup, air pasang datang semakin dekat. aku berkali-kali memperingatkan Seohyun agar tidak bermain terlalu dekat di tepi pantai. Kupikir air akan segera naik dalam beberapa jam lagi akan menyapu semua struktur yang indah ini.

Seohyun berada didekat kami sekarang, aku mendengar helaan napas kelelahan setelah berlarian di tepi pantai. Dia duduk di samping kiriku. “Hyunie haus?” tanyaku padanya menyisir rambutnya dengan tanganku. Dia menggeleng dan kembali bekerja membantu Taeyeon menyelesaikan struktur kami.

Kami hampir selesai!

Tanpa peringatan, jeritan mucul dari kerumunan di belakangku, prince muncul! talinya tertinggal dibelakangnya. Aku lupa jika prince ada bersama dengan kami sekarang. Prince melompat tanpa aba-aba. Lompatan pertama pada Seohyun, menjatuhkannya ke belakang, liar menjilati wajahnya, dan dengan gembira melompat ke Taeyeon. Taeyeon terkejut terdorong mundur, bagian dari benteng kita hancur ketika Taeyeon jatuh. Menara lain runtuh, dan kemudian aku berteriak juga.

Seketika semua menjadi kacau.

Aku berlari dan mencoba untuk mengambil alih, tetapi prince terlalu cepat bagiku. Ia berlari ke dalam lingkaran dan memekik dengan gembira. Pria lain menerjang keluar dari tim di samping kami. Dia berusaha menghentikan prince takut-takut prince juga akan menghancurkan istana pasir yang lain. namun lagi lagi anjing kecil itu melarikan diri. Jembatan kita runtuh, aku mendengar diriku menjerit lagi saat tangga kecilku juga ikut hancur.

“Got you!” Taeyeon akhirnya menangkap tali prince mencengkramnya kuat-kuat. Napasnya memburu. aku tidak pernah melihat Taeyeon begitu marah.

Helaan nafas tanda kasihan terdengar di pantai. Ketika aku melihat ke belakang ke istana kami, aku tidak melihat apa-apa lagi kecuali gundukan pasir. Jimmy -asisten Taeyeon- dalam hitungan detik dia telah mengambil prince dari tangan Taeyeon dan membawanya pergi.

“Tidak ada yang bisa kita lakukan sekarang” kata Taeyeon dengan letih. Istana pasir kami memang hancur total butuh lebih banyak kerja keras untuk membenahinya lagi dari awal.

“Ayo kita membereskan barang-barang kita dan kembali ke home stay” aku menggeleng, lalu membungkuk mengambil sekop tetapi Taeyeon membuangnya ke bawah lagi dan kemudian mengulurkan tangan untukku.

“Sebentar lagi laut akan pasang, bagaimanapun kita tidak bisa menang!” Taeyeon terlihat frustasi.

Aku yakin aku mulai mendengar suara tangisan. Seohyun. Kami berjongkok bersamaan, menyepadankan tinggi kami dengan Seohyun. Lalu tangisnya pecah, semakin jelas tetapi dia berusaha untuk meredamnya dengan menghambur ke pelukanku bersembunyi di lekuk leherku. Taeyeon mengusap puncak kepalanya pelan dengan senyum yang merekah

“Babyhyun, its okay! Kita masih punya banyak musim panas untuk ikut kompetisi lagi. Kita juga masih punya banyak musim panas untuk berlatih” Taeyeon menepuk-nepuk punggungnya pelan. Aku tersenyum. Itu artinya akan ada banyak istana pasir yang akan kami bangun bersama. kita akan kembali menghabiskan musim panas selanjutnya bersama. Akan kuhabiskan banyak hari untuk menemaninya lebih lama lagi, bersama keluarga kecil kami membangun banyak istana-istana pasir yang lain di musim panas selanjutnya.

Dan selanjutnya lagi, dan selanjutnya lagi, dengan bahagia.

The End

Author Notes: image credit here 

Advertisements

Author: 히러니

Your freakin' author @hireonie

15 thoughts on “Sand Castle (Oneshoot)

  1. wah akhirnya dirimu update juga ^^
    seneng ngeliat kim family menghabiskan waktu bersama, ya walopun mereka ga menang tahun ini, tp masih banyak kesempatan 🙂

    anyway, I’d love it more if you add more fluff to this hahaha.
    Ditunggu karya selanjutnya~

  2. Kim family yang selalu bahagia dan seneng banget ngeliatnya 😊
    Walaupun gak menang dalam lombanya yg penting msh bisa ikut dilain waktu, yaa walaupun pasti sedih buat baby hyun
    Ditunggu cerita kim family lainnya kak 😊 fighting !!!

  3. Selalu suka liat gimana interaksi kim family satu sama lain, gmn bahagia nya mereka klo lagi sama2, gmn manisnya pasangan suami istri itu kalo lagi berdua. Rumah tangga yg sangat di idam2kan. Sakinah mawadah warahmah😅😅

  4. lama tidak memaca ff kim family ssweet banget mungkin kalo realnya mereka seperti itu

  5. Aww selalu senang ngeliat Kim family yg bahagia dan sweet gitu 😍😘😍

  6. Seneng nya klo kim family lg kumpul, babyhyun jgn sedih, msh ada lain wkt ikut lomba bikin istana pasir, kim family keluarga yg harmonis

  7. manis sekali>.<

  8. Kim family so sweet banget walaupun istana pasirnya hancur yg penting kebersamaan mereka ga boleh hancur juga kkkkk….

  9. Aq baru engeh loh… Klo di wp Thor banyak taeny moment euyyy😆😆😆,, krna sy author baru Dan ijinkan sy membaca hasil tulisan author ^^ gomawo sebelumnya,,, salken Thor maqykim imnidha ^^

    • Wajar aja banyak, authornya aja ada empat 😀
      Udah upgrade jd author nih, selamat datang di dunia perfanfic-an semoga bisa jadi temen Hireon imnida 😀 😀

  10. awww..sweet banget sih kim family..
    😀
    😀
    😀
    😀

  11. Taeny familyyyyyy, yeeaaayyy…..
    😘😘😘😘😘

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s