rara0894

All about TaeTiSeo and GG

Remember Me (Chapter 1)

22 Comments

Title         : Remember Me

Author    : 4riesone

Genre      : Fluff, Romance, Yuri

remember me

Vampire – Chapter 1

 

Pagi itu terlihat cerah. Burung-burung berkicau di sepanjang jalan dan hangatnya mentari terasa bersamaan dengan sejuknya angin yang berhembus. Anak-anak perempuan dan laki-laki dengan pakaian santai mereka sudah berkumpul di sekitar bus, menunggu saatnya untuk masuk ke dalam.

Seorang perempuan berambut coklat muda memasuki salah satu bus dan mencari tempat duduk yang kosong di bagian belakang kendaraan berukuran besar tersebut. Bus itu sudah hampir penuh tetapi untung saja masih tersisa dua tempat duduk yang kosong di sisi sebelah kiri. Dia bergegas ke sana dan menaruh tasnya di rak atas. Lalu dia pun duduk di kursi kedua dari jendela dan menyandarkan tubuhnya.

Satu persatu, semakin banyak orang yang memasuki bus dan menempati kursi mereka. Perempuan itu tidak begitu peduli dengan sekitarnya, bahkan tidak menyapa orang yang sudah duduk disampingnya yang saat ini sedang bermain handphone. Dia mengeluarkan iPhonenya dan memasang earphonenya. Dia mulai menutup matanya setelah mengenakan earphone pada telinganya.

“Halo.”

Lagu pertama belum juga selesai, tetapi sudah ada orang yang mengganggunya. Dia berpura-pura tidak mendengar apapun. Dia kembali melanjutkan mendengarkan musik dan tetap menutup matanya.

“Halo.”

Gadis itu bisa merasakan lengan kirinya disentuh dan ada angin yang bergerak di depan wajahnya, kemungkinan karena orang tersebut sedang mengayunkan tangan di hadapannya.

“Aku tahu kau belum tidur.”

Akhirnya dia pun membuka matanya dan menoleh ke samping kiri, mencari sumber suara tersebut.

“Hi.”

Orang itu adalah seorang perempuan dengan rambut coklat panjang yang bergelombang. Dia sedang tersenyum lebar padanya.

“Aku Yuri. Kamu?” Wanita berambut coklat itu menawarkan tangannya untuk berjabat tangan.

“Jessica.” Dia menjabat tangan itu sebentar dan kemudian berpaling dari perempuan berkulit coklat itu.

Jessica kembali memfokuskan dirinya pada iPhonenya. Dia memutuskan untuk membuka Instagram miliknya dan melihat-lihat beberapa foto terbaru. Tidak lama kemudian dia bisa merasakan ada orang lain yang menyentuh lengannya.

Dia memutar kepalanya ke sebelah kanan dan menemukan perempuan lain yang juga berambut coklat panjang sedang tersenyum padanya.

“Hai. Aku Yoona.”

“Jessica,” jawab dia tidak antusias.

“Dari mana kamu berasal? Aku belum pernah melihatmu di SMP sebelumnya.” Sosok lain muncul dari kursi depan.

“Aku anak baru.”

“Wow. Wow. Wow.” Sosok itu berseru sambil menggoyang-goyangkan kursinya dengan semangat.

“Hentikan, Sooyoung! Kau membuat kami malu!” Gadis yang sebelumnya memukul lengan perempuan tinggi itu.

Jessica pun memutar matanya dan mengalihkan pandangannya kembali pada iPhonenya. Dia men-scroll layarnya tetapi tidak menemukan apapun yang menarik. Dia memutuskan untuk mengunci handphonenya dan menaruhnya kembali di kantungnya.

Jessica sangat jengkel saat ini.

Pertama-tama, dia harus bangun pagi-pagi sekali agar datang tepat waktu untuk ‘perkemahan pembukaan tahun baru’ ini. Kedua, satu-satunya teman yang dia kenal tidak datang ke perkemahan ini dan itu berarti dia akan sendirian selama tiga hari ke depan. Ketiga, dia sangat lelah dan begitu ngantuk. Dia sudah merindukan kasurnya yang nyaman di rumah. Dan terakhir, dia benar-benar ingin tidur saat ini. Tetapi kemudian ada tiga perempuan yang terlihat sangat mirip yang datang entah dari mana, menganggunya dan merusak kondisinya yang sudah hampir terlelap.

Kenapa mereka tidak bisa meninggalkan sendiri untuk tidur? Aku hanya ingin tidur sebentar saja. Tidak lebih, pikirnya.

Jessica menyilangkan lengannya dan kembali menutup matanya, mencoba untuk mendapatkan kembali moodnya untuk tidur. Tubuhnya sudah memanggil-manggil untuk istirahat, seluruh otot-ototnya terasa sangat pegal dan otaknya pun sudah lelah. Tidak perlu waktu lama baginya untuk bisa masuk ke dunia mimpi. Dia tertidur dengan tenang, tidak mempedulikan keadaan sekitarnya. Yang dia tahu hanya satu hal yaitu tidur.

***

Yuri sedang menunggu temannya, Yoona, untuk datang. Hari itu, Yuri dan semua murid baru di SMA Seoul akan pergi berkemah. Hal itu sudah merupakan tradisi di sekolah tersebut dan semua murid baru akan pergi berkemah satu minggu sebelum sekolah dimulai.

Yuri sudah menantikan acara ini. Dia dan teman-temannya bersekolah di SMP Seoul dan sudah mengetahui tentang hal ini sebelumnya. Semua senior yang dia kenal mengatakan bahwa perkemahan ini sangat menyenangkan. Yuri, dengan sangat semangatnya, datang lebih awal untuk mengambilkan tempat duduk di bagian belakang dan sekarang sedang menunggu temannya sambil bermain game di handphonenya.

Dia begitu fokus dengan gamenya hingga dia tidak menyadari ada seorang perempuan sedang mendekati tempat duduknya dan sudah duduk di sebelahnya. “Aaahhh…tunggu…tahan…..arrrrrhhhhh….Damn!” Yuri berteriak frustasi karena gagal mencetak rekor baru. Gamenya berakhir saat dia hanya membutuhkan 10 poin lagi untuk mencetak nilai tertinggi yang baru. “Haish,” dia mengacak-ngacak rambutnya sendiri. “Sedikit lagi aku bisa mencetak rekor baru.” Yuri menutup gamenya dan menaruh handphonenya ke kantungnya. Kemudian dia melihat ada lengan yang lain di samping lengannya. Dia memalingkan wajahnya ke sebelah kanan. Disana ada seorang perempuan sedang duduk di kursi yang seharusnya menjadi milik Yoona.

Hmm, siapa dia? Yuri memperhatikan perempuan di sampingnya itu dengan hati-hati. Perempuan itu sedang menutup matanya. Earphone terpasang di telinganya. Sepertinya dia sedang mendengarkan musik, pikir Yuri. Lamunannya kemudian terpotong oleh kedatangan temannya.

“Yuri,” bisik Yoona. “Siapa dia?” gumam Yoona dengan tampang yang sangat kebingungan sambil menunjuk heboh pada perempuan di sebelah Yuri.

Yuri mengangkat bahu. “Aku juga tidak tahu,” gumamnya balik. “Maafkan aku. Kau bisa duduk di bangku bagian luar,” Yuri menambahkan dengan tatapan meminta maaf. Untung saja, Yoona tidak banyak mengeluh dan duduk di kursi yang tersisa yaitu di sebelah perempuan yang tidak dikenal tersebut.

Perempuan berkulit coklat itu kembali memperhatikan perempuan di sampingnya. Dia tidak pernah melihat perempuan itu sebelumnya. Dia yakin sekali.

Yuri tidak bisa menahan rasa ingin tahunya tentang perempuan berambut coklat muda itu.

“Halo.”

Yuri ingin bersikap ramah tetapi perempuan itu tidak bereaksi sama sekali.

“Halo.”

Dia mencoba sekali lagi. Kali ini, dia juga mengayunkan tangannya di hadapan wajah perempuan tersebut.

“Aku tahu kau belum tidur.”

Perempuan itu akhirnya membuka matanya dan menatap Yuri.

“Hi.” Yuri menyapa perempuan itu sekali lagi dengan senyuman lebar di wajahnya. Yuri tidak tahu mengapa bibirnya tanpa sadar membentuk lengkung tersebut. Tetapi dia yakin, perempuan ini begitu cantik dalam jarak sedekat itu.

“Aku Yuri. Kamu?” Dia menawarkan tangan kanannya pada perempuan itu.

“Jessica.” Yuri bisa merasakan sensasi menggelitik ketika perempuan itu menjabat tangannya. Dia begitu terpana setelah efek tersebut dan tidak menyadari perempuan bernama Jessica itu sudah mengalihkan perhatiannya kembali pada iPhonenya.

Jessica. Nama yang begitu indah datang dari seseorang yang begitu cantik.

***

“Baiklah, anak-anak. Kita akan istirahat disini sebentar,” Guru Park mengumumkan setelah bus berhenti di area istirahat. Para murid segera bergegas keluar dari bus yang penuh sesak dan pergi ke toilet ataupun ke mini market untuk membeli beberapa cemilan, kecuali satu orang. Jessica. Dia terlalu lelah untuk pergi keluar sehingga dia memutuskan untuk tetap tinggal di dalam bus saja.

Yuri, di lain pihak, segera pergi keluar bersama dengan Yoona tidak lama setelah Guru Park selesai berbicara. Dia sudah menahan diri untuk ke toilet sejak 30 menit yang lalu. Dia minum banyak air sebelumnya dan juga udara dingin di dalam bus semakin memperparah rasa kebeletnya.

“Aaaahhh….Lega sekali rasanya,” Yuri membentangkan lengannya dan tersenyum lebar segera setelah dia menyelesaikan urusannya di toilet.

“Berhenti tersenyum seperti itu. Menggangu sekali tau,” ucap Yoona sambil dia melempar kantung plastik dari cemilan yang baru saja dibelinya di mini market.

“Yah!” Yuri langsung mengambil kantung plastik dari wajahnya. “Apa ini?” Dia menyodorkan kantung plastik tersebut pada Yoona yang memasang tampang sok polos di wajahnya yang sempurna.

“Kantung plastik,” Yoona membalas sepolos anak-anak.

Yuri memutar matanya. “Tentu saja, Im Yoona. Semua orang tahu itu.”

“Lalu kenapa kau masih bertanya padaku?” Dia masih saja bicara dengan nada polosnya.

“Aiissh, kau ini,” Yuri mengetuk kepala Yoona yang membuat gadis itu mengeluarkan suara kesakitan. “Dari mana kau dapatkan ini?” Yuri mengalihkan perhatiannya pada cemilan di tangan Yoona.

“Dari mini market.”

“Kenapa kau tidak mengajakku? Aku juga mau,” rengek Yuri.

“Kau langsung berlari ke toilet segera setelah kita turun dari bus, Yuri. Bagaimana aku bisa mengajakmu?”

Yuri menyeringai. “Ah yeah, maaf. Aku sudah tidak sanggup menahannya.”

“Aku sudah bilang padamu untuk berhenti minum. Itu akibatnya jika kau tidak mendengarkanku,” Yoona bicara to-the-point.

“Yeah, yeah, madam. Maadkan aku. Tapi bukankah di dalam begitu dingin, apa kau tidak merasa demikian?”

“Ah ya. Kau benar. Apalagi di bagian sebelah kiriku,” Yoona menambahkan ketika dia dan temannya itu mengunyah cemilan yang baru saja dibeli Yoona tadi.

“Aku pun di bagian sebelah kanaku. Apa kamu memikirkan apa yang aku pikirkan?” Yuri memutar kepalanya perlahan tetapi juga dengan begitu dramatis pada temannya itu dengan mata yang membelalak.

“Vampir!!!”

“Ssssshhh!!!” Yuri cepat-cepat menutup mulut Yoona dengan tangannya.

“Hmmmmmphhhh—“

“Apa kamu tidak bisa pelan-pelan sedikit? Orang-orang akan berpikir kalau kita ini aneh,” bisiknya.

“Tapi itu benar-benar mencurigakan, tahu,” Yoona berkata lagi setelah Yuri membebaskan mulutnya. “Kemari dan lihatlah,” dia menarik pergelangan tangan Yuri dan bergerak mendekati arah bus mereka. “Lihat?” Dia memberi isyarat pada Yuri untuk melihat jendela bus.

“Dia bahkan tidak meninggalkan bus. Dan yang dilakukannya hanya tidur saja sejak tadi.”

“Sudah kubilang,” ujar Yoona dengan tatapan horror. “Dia itu vampir.”

“Oh my god oh my god oh my god, kita duduk di sebelah vampir!!!” Kali ini giliran Yoona yang menutup mulut Yuri dengan tangannya. “Yah!! Kau lebih aneh daripada aku tahu!” ucap Yoona sambil dia berusaha menghentikan temannya yang sedang panik itu.

“Ummphhmm.” Yuri berusaha membebaskan diri dari tangan Yoona tetapi gadis itu tidak mau melepaskannya begitu saja.

“Hey, kalian berdua, apa yang kalian lakukan?” Seorang perempuan bertubuh tinggi datang dan memeluk mereka.

Melihat Sooyoung mendekat, Yuri tidak melewatkan kesempatan itu untuk membebaskan dirinya dari genggaman Yoona. “Fiuuhh, dari mana kau dapat kekuatan seperti itu, Im Yoona?”

Yoona mengeluarkan tawa alligator unik miliknya. “Itu adalah rahasia dari Him Yoona,” tambah dia diikuti dengan sebuah merong.

“Yah, kalian berdua, apa kalian sedang mengabaikan aku?” protes Sooyoung sambil cemberut.

“Ah, Soo,” Yuri memeluk bahunya, “jangan cemberut seperti itu. Alligator ini baru saja menyiksa aku tahu.”

“Kau yang memintanya,” Yoona mengeluarkan merongnya lagi.

“Okay, okay, okay,” Sooyoung berdiri diantara mereka berdua. “Berhenti bertengkar bocah-bocah. Sekarang ayo kembali ke bus. Aku sudah lapar.”

“Yah, kau tidak seru, Soo,” ujar Yuri sambil mengeluarkan suara ‘pfft’ pada temannya yang tinggi itu.

“Yeah, tidak seru,” Yoona bersatu dengan Yuri dan menghadap Sooyoung dengan tampang ‘kau-tidak-seru’.

“Haish, kalian ini. Ayolah. Aku lapar!!” Sooyoung menarik kedua temannya itu ke arah bus. Kedua gadis itu tidak berbicara lagi karena mereka tahu Sooyoung yang sedang lapar sangat menakutkan untuk diganggu gugat. Sooyoung adalah yang pertama mencapai bus, diikuti oleh Yuri dan Yoonalah yang terakhir.

“Yoona.”

“Hey, Luna, ada apa?” Yoona berhenti sejenak untuk mengobrol dengan temannya sedangkan Sooyoung dan Yuri terus berjalan ke belakang bus. Sooyoung sudah mencapai tempat duduknya saat Yuri berhenti dan melihat sesuatu di hadapannya. Disana dia melihat salah satu dari murid laki-laki sedang membagikan kotak makanan.

“Terima kasih.”

Itu adalah suara si gadis vampir. Dia akhirnya bangun dan menerima kotak makanan dari murid laki-laki itu. Yuri berjalan pelan ke arah mereka dan memperhatikan dengan seksama.

“Sama-sama. Selamat makan,” laki-laki bernama Sukjin itu tersenyum sebelum memberikan kotak makanan ke murid yang lain. Yuri sedikit terkejut melihat perempuan itu balik tersenyum pada Sukjin. Senyuman yang sangat rupawan, hampir seperti bidadari. Bibirnya membentuk senyuman yang begitu indah terukir di wajahnya yang menawan.

Haish. Tidak tidak tidak tidak. Yuri mengingatkan dirinya. Damn it. Ini pasti karena pesona vampirnya. Tidak mungkin manusa bisa secantik dan sesempurna itu. Yoona benar. Dia pasti seorang vampir. Tanpa sadar, sambil berpikir demikian, Yuri menggeleng-gelengkan kepalanya kalut yang menarik perhatian Sooyoung.

“Hey, Yuri. Apa kau baik-baik saja?” Sooyoung bertanya dari tempat duduknya.

“Engg, a-apa?”

“Apa kau baik-baik saja?”

“Ah, ya. Aku baik-baik saja,” jawab Yuri cepat.

Tatapan Sooyoung pun berubah menjadi tatapan ‘apa-yang-salah-denganmu’.

“Aku tidak apa-apa. Jangan khawatir. Teruskan saja makan siangmu,” Yuri menyeringai malu-malu. Sooyoung mengangkat bahunya dan tidak membicarakannya lagi, malahan melanjutkan makan siangnya yang tertunda.

“Maaf, kau lupa minumanku.”

Yuri sekali lagi mendengar suara gadis itu berbicara atas kemauannya sendiri, dan bahkan dia berdiri dari tempat duduknya untuk mendekati laki-laki bernama Sukjin itu. Ada sensasi membara dalam perut Yuri saat itu. Wajahnya berubah masam dan dia menatap dingin pada dua orang di hadapannya tersebut sambil menggertakkan giginya.

Bagaimana bisa dia begitu baik padanya tetapi begitu dingin padaku dan teman-temanku? Sungguh tidak adil dasar gadis vampir. Yuri mengeluh di dalam pikirannya.

Apa sih yang spesial dari cowok itu? Kami bersikap ramah padanya tetapi hanya mendapatkan balasan singkat darinya. Aku bahkan hanya mendapatkan satu kata darinya. Satu kata!! Aku ulang lagi, SATU KATA!!! Bukankah itu menyedihkan??? Yuri jadi frustasi karenanya.

Tapi sekarang dia berbicara padanya, satu kalimat penuh!! Dan catat juga. Atas inisiatifnya sendiri!! Haissh!! Dan senyuman itu! Senyuman itu! Dia tersenyum lagi padanya! Dia pikir dia sedang apa? Ini begitu tidak adil. Aku tersenyum tulus padanya dan tidak mendapatkan balasan apapun sedang cowok itu dengan mudahnya mendapatkan senyuman darinya. Apa-apaan ini?!

“Apa yang kau lakukan disini?” Yoona yang sudah selesai mengobrol dengan temannya datang dengan tatapan bingung ketika melihat Yuri berdiri terdiam tidak jauh dari tempat duduk mereka.

“Huh?” Yuri terkejut dengan kedatangan Yoona. Dia begitu tersedot dalam pikirannya mengenai dua orang yang sedang mengobrol soal makan siang di depannya.

“Mengapa. Kau. Berdiri. Disini. Kwon Yuri???” Yoona mengeja setiap kata untuk menekankan pertanyaannya pada temannya yang aneh itu. “Ayo kembali ke tempat duduk kita,” dia menarik tangan Yuri dan berjalan menuju kursi mereka tetapi kemudian terkejut ketika mendapatkan penolakan dari temannya.

“Tidak. Aku akan menunggu saja diluar.” Yuri melepaskan tangannya dari genggaman Yoona sambil dia berkata demikian dan kemudian meninggalknan bus, menghilang dari pandangan Yoona.

“Heh? Apa yang salah dengan gadis itu? Aku hanya meninggalkannya sebentar saja dan dia sudah jadi seperti itu. Aneh sekali,” Yoona bergumam pada dirinya sendiri.

To be continued…

***

A/N: Ya jadi begitulah pertemuan Yulsic untuk pertama kalinya. Gimana pendapat kalian? Prediksi ke depannya? Kalau mau kasih kritik saran juga boleh. Ayo tinggalin komen kalian di bawah ya ^^

Untuk chapter 2 ditunggu aja ya, mungkin akan diupdate setelah chapter 5 TOTLF. Oke deh, have a nice day semuanya. Annyeong~

Advertisements

Author: 4riesone

SONE. Follow me on Twitter @4riesone for updates and questions

22 thoughts on “Remember Me (Chapter 1)

  1. Wkakakaka
    Sica disangka vampirrr
    Kocakk liat yulyoonsoo
    Emg sica diinginn 😅😅😂😅😂
    Mkin pensarann
    Lnjut thor

  2. C Yul keki sendiri dy.. Kacian skli Yul d cuek in Jessie.. Pngen ngakak sendiri jd ny

  3. Trio kocak bersatu, kurang hyoyeon aja tuhh bakalan jadi grup komedian di bus lol
    Yawlaa yoonyul kebanyakan nntn twilight kali tuh sampe ngira sica vampir wkwk. Eaa yuwre jeless, ceritanya love at first sight nih yul xD

  4. Itu mahh ice princess efek 😂 dan poor yoonyul yang di abaikan sama Sica 😂 awas loh sica, kalo yuri udah ngeluarin karismanya sebentar luh bisa kesemsem (?) sama yul seobang 😂

  5. Kasin jessica dikatain vampir ma yuri cs, jdi buat kdepannya moga ajan yuri bisa naklukin jessica.

  6. hahaha yoonyulsoo kocak banget … apalagi yul … mentang2 sica sempurna ajja disangka vampire 😀😀😀
    yul udah jatuh cinta ke njess nih 😁😁

  7. Yul kbnyakan liat twilight kali ya sampek mkir gitu…pdhl jess kan cm ngantuk nlh dkora jutek hahaha

  8. Hi thor, aku reader baru. Salam kenal n ijin baca ffnya yak 😁😁😁😁
    Yoonyulsoo emang selalu kocak, 😀😀😀😀
    Wah yuri jatuh cinta pada pandangan pertama nih kayaknya 😄😄😄

  9. karena aurax yang dingin di sangka vampire..wkwkwkwkwk..ada ada aja yoonyul..
    gak tau apa yg ddk di sebelah mereka itu ice princess..
    🙂

  10. Hahahaha, duo kkab bersatuuu..
    😝😝😝😝
    Seru bgt baca pertengkeran bodoh antara yoona sm yuri. Mereka bnr2 gokil klw udh b2, hkhkhk

  11. Wow, baru chap 1 tp yurinya udah cemburu blm lg nanti di chap selanjutnya perasaannya yuri jd gimana lg tuh…wkwkwkwk…

  12. hai autor, baru nemu nih ff dan mulai membacanya. jadi gitu pertemuan pertama yulsic, eum agak dingin yah sic ke yuri akaka… seperti kebanyakan, jalan ceritanya begitu 😁
    wow yuri cinta pada pandangan pertama, ajegile, cepetnya jatuh cinta dia 😆
    bakalan kaya apa yo yoonyul ke sica secara mereka nyangka sic itu vampire 😄

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s