rara0894

All about TaeTiSeo and GG

The One To Live For (Chapter 3)

30 Comments

Title               : The One To Live For

Author           : 4riesone

Cast                : Kim Taeyeon, Tiffany Hwang

Genre             : Romance, Gender bender

 

The One To Live For2

Chapter 3

 

Akhirnya setelah berkonsultasi dengan psikiater, Taeyeon dan Tiffany memutuskan untuk melakukan rehabilitasi di rumah karena mempertimbangkan biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar tempat rehabilitasi. Tidak banyak lagi uang yang mereka miliki, mengingat uang tabungan Tiffany yang sudah habis setelah Taeyeon kalah berjudi. Asuransi Taeyeon pun sudah lama hangus sehingga rawat jalan adalah pilihan mereka satu-satunya.

Meski hal ini akan membebaninya, Tiffany mendukung Taeyeon sepenuhnya dalam program rehabilitasi ini. Dia berharap Taeyeon akan menjadi lebih baik setelah menjalani program ini dan tidak lagi terjerumus dalam alkohol di kemudian hari. Dirinya berjanji akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu suaminya terlepas dari penyakit yang dialaminya.

Taeyeon saat ini sedang menjalani proses detoksifikasi yaitu proses untuk menghilangkan sepenuhnya sisa-sisa alkohol dalam tubuhnya. Selama proses itu pula Taeyeon tidak diperbolehkan mengkonsumsi alkohol sama sekali. Sebagai gantinya, dia akan meminum obat untuk mengatasi gejala-gejala yang dialaminya akibat putus alkohol.

Malam itu terasa begitu dingin bagi Taeyeon meskipun dirinya sudah terlindung di bawah hangatnya selimut. Dia pun terbangun dari tidurnya dengan rasa sesak yang mencekat dada. Suara engahan nafas Taeyeon pun membangunkan Tiffany dari tidurnya.

“Hey, hey, Taeyeon.” Tiffany segera duduk dan memegang bahu Taeyeon yang sedang berusaha menarik lebih banyak udara melalui mulutnya.

“Tarik nafas, Tae. Ikuti aku, oke? Kamu pasti bisa.”

Taeyeon mengangkat kepalanya yang penuh dengan keringat dan Tiffany bisa merasakan tubuh Taeyeon sedang gemetaran.

“Lihat dan ikuti aku, oke? Tarik nafas dan buang,” Tiffany melanjutkan sambil menatap mata coklat Taeyeon.

Taeyeon mengikutinya sekali, namun tidak memberikan banyak dampak padanya.

“Jangan khawatir. Ayo kita lakukan sekali lagi.” Tiffany menunjukkan senyumannya untuk menenangkan Taeyeon. “Sekarang tarik nafas dalam-dalam.” Dia memberikan instruksi sebelum menghirup udara sebanyak yang dia mampu. “Lalu hembuskan.” Dia mengeluarkan nafas dari mulutnya.

Mereka melakukannya berkali-kali hingga nafas Taeyeon kembali normal dan tubuhnya tidak lagi gemetaran.

“Kau berhasil, Tae.” Tiffany tersenyum sebelum mengelap keringat di dahi Taeyeon dengan tisu yang diambilnya dari samping ranjang.

Taeyeon memberikan anggukan kecil. “Hanya karena dirimu.”

Tiffany tidak membalas perkataan Taeyeon tetapi dia mencium dahinya lembut dan membantu pria itu untuk kembali berbaring sebelum memeluknya hingga terlelap.

.

.

.

Sekarang Taeyeon sedang terbaring lemah di tempat tidurnya. Tiffany duduk di sampingnya dengan semangkuk sup di tangannya.

“Satu suap saja,” pinta Tiffany. “Please?”

Taeyeon menggelengkan kepalanya keras. Bahkan bau sup yang tidak begitu tajam itu pun membuat perutnya bergejolak kembali. Dia menarik nafas beberapa kali melalui hidungnya untuk mencoba menenangkan perutnya.

Dia kembali meringkuk dalam pelukan istrinya. Tubuhnya sudah basah oleh keringat namun dia juga gemetar kedinginan. Jika saja dia punya kekuatan untuk bangun lebih dari semenit, dia akan pergi dan mencari alkohol. Hanya sedikit saja. Hanya untuk menghilangkan rasa sakitnya. Dia ingin terbebas dari semua ini. Seluruh tubuhnya terasa sakit. Perutnya seperti dipelintir dan diremas serta kepalanya terasa akan segera meledak kapan saja.

Di saat-saat seperti ini, Taeyeon menyesali keputusannya.

Sebagian dari dirinya ingin menjauhkan Tiffany darinya, membuatnya pergi. Jika bukan karena Tiffany, dia tidak akan berada di situasi yang menyiksa seperti ini. Jika bukan karena harapannya untuk kehidupan mereka setelah Taeyeon terlepas dari alkohol, mungkin Taeyeon saat ini akan baik-baik saja. Memang dia masih akan menjadi seorang pemabuk dan pemarah, tapi dia akan merasa ratusan kali lebih baik daripada saat ini.

Tapi sebagian dirinya yang lain, bagian yang secara logis tahu bahwa semuanya akan menjadi lebih baik setelah masa-masa menyakitkan ini berlalu, tidak ingin melepaskan Tiffany. Bahkan sesungguhnya dia sangat bersyukur Tiffany masih berada di sisinya. Dia memiliki hak untuk pergi meninggalkan Taeyeon. Tidak ada seorang pun yang pantas mengalami hal yang dijalani Tiffany. Taeyeon tahu ini semua tidaklah mudah.

Tapi Tiffany tetap disini dan bertahan.

Dulu, saat Tiffany meninggalkan dirinya, Taeyeon benar-benar tidak mampu bertahan. Rasa sakit yang dia rasakan tanpa Tiffany dalam kehidupannya benar-benar menyiksa. Setiap hari terasa hampa, tiada berarti. Rasa sakit di dadanya terus menerus hadir, siang dan malam, tanpa peduli sudah separah apa luka yang dimilikinya.

Alkohol adalah satu-satunya teman baginya saat itu.

Perlahan-lahan dia tidak lagi merasakan rasa sakit itu setiap kali dia meminum alkohol. Rasa sakit itu tidak benar-benar hilang seutuhnya, tetapi alkohol mampu membuat dirinya mati rasa. Dia tidak perlu lagi merasakan betapa tersiksanya hidup tanpa Tiffany. Oleh karenanya, dia terus bergantung pada alkohol.

Namun ternyata, dirinya pun kembali dikhianati. Awalnya dia hanya membutuhkan beberapa gelas saja untuk bisa merasakan efek yang diinginkannya. Perlahan, jumlah alkohol yang harus diminumnya semakin bertambah. Satu botol. Dua botol. Tiga botol. Hingga dia tidak mampu lagi bertahan tanpa alkohol. Sehari saja dia tidak minum, tubuhnya akan bereaksi.

Hal itu membuatnya kehilangan akal sehat. Hal pertama yang ada di pikirannya bukanlah lagi Tiffany, tapi alkohol. Dia akan melakukan apa saja demi mendapatkan minuman itu. Bahkan dirinya sampai beberapa kali melukai Tiffany demi alkohol.

Saat dia pulang ke rumah di pagi hari, tubuhnya sudah dipenuhi alkohol. Pikirannya sudah tidak berjalan dengan baik dan biasanya hal yang sama akan terjadi. Dirinya akan melampiaskan hawa nafsunya pada Tiffany. Sebagian memang karena alkohol yang diminumnya, tetapi sebagian lagi memang karena Taeyeon ingin menegaskan bahwa Tiffany adalah miliknya seorang. Dia ingin Tiffany mengingat hal itu. Namun sayangnya cara yang dilakukannya bukanlah cara yang tepat, tapi hanya menyakiti Tiffany saja.

Lalu hari itu pun terjadi.

Tiffany akhirnya meragukan cinta Taeyeon padanya. Dia pun mengungkapkan ketakutannya akan kehilangan Taeyeon.

Saat itu, Taeyeon yang sudah babak belur mampu sedikit berpikir jernih karena efek alkohol yang diminumnya sudah mulai berkurang. Dan mendengar perkataan Tiffany seperti mendapatkan sebuah tamparan yang sangat keras di wajahnya yang seketika itu juga membangunkan dirinya.

Apakah dia siap untuk kehilangan Tiffany untuk kedua kalinya? Apakah dia mampu meninggalkan Tiffany begitu saja?

Selama Tiffany pergi, entah bagaimana, tapi Taeyeon mampu menahan dirinya untuk tidak minum dan hanya memikirkan Tiffany. Selama beberapa jam itu, dia mengingat kembali semua kenangan yang sudah mereka lalui bersama, semua janji yang sudah mereka buat untuk satu sama lain, dan semua pengorbanan yang sudah dilakukan Tiffany untuk bisa bersamanya. Setelah semua kekurangan yang dimilikinya, semua keterpurukan yang dialaminya, dan semua perlakuan buruk yang dilakukannya, Tiffany tetap kembali padanya dan bertahan di sisinya hingga saat itu.

Hal itu membuat Taeyeon sadar betapa berartinya Tiffany dalam hidupnya.

Kemudian dia pun mendengar suara langkah kaki yang menandakan bahwa Tiffany sudah pulang. Saat itu juga dirinya tahu apa yang harus dia lakukan dan dia bertekad untuk memenuhi janjinya itu.

Demi Tiffany, Taeyeon menjalani program rehabilitasi ini. Dia tahu program ini tidak akan mudah, tapi dia memberanikan diri untuk menghadapinya.

Taeyeon menghentikan lamunannya dan melihat Tiffany mencelupkan handuk di tangannya ke dalam baskon di samping ranjang lalu mengusap wajahnya dengan lembut. “Kamu harus mencoba, Tae. Kamu akan merasa jauh lebih buruk jika kamu tidak makan apapun sama sekali,” ucapnya pelan.

Hari ini baru hari ketiga Taeyeon menjalani rehabilitasi. Jika dia terus seperti ini, Taeyeon yakin dirinya akan lebih dahulu mati oleh karena putus alkohol sebelum alkohol mampu membunuhnya. Dan dia tidak ingin hal itu terjadi. Dia tidak mau meninggalkan Tiffany begitu cepat.

Meskipun seluruh tubuhnya memintanya untuk diam, Taeyeon akhirnya mengangguk dan mengangkat kepalanya pelan. Tiffany membantu Taeyeon menopang tubuhnya dan mendekatkan sesendok sup ke bibir Taeyeon.

Taeyeon merasa sangat menyedihkan, seperti seorang anak kecil yang tidak bisa mengurus dirinya sama sekali.

Dia berhasil meminum beberapa sendok sebelum perutnya kembali memprotes. Dia mengatupkan bibirnya dan menarik diri menjauh dari sendok yang dipegang Tiffany, menggelengkan kepalanya sebagai tanda menolak untuk mencoba lebih jauh. Dia menyesali gerakannya tersebut yang semakin memperparah rasa sakit di kepalanya.

Tiffany pun tidak memaksanya lagi. Dia mengambil segelas air beserta sedotan sebelum memberikannya pada Taeyeon. Air itu terasa dingin di tenggorokan Taeyeon yang begitu kering dan dia pun meminum beberapa teguk sebelum perutnya kembali bergejolak.

Yang membuat semua usahanya ini senilai adalah belaian Tiffany di rambutnya. Gerakannya begitu lembut dan menenangkan dan itu mengingatkannya pada masa-masa bahagia mereka, ketika Tiffany akan membiarkannya berbaring di pangkuannya, membelainya lembut dan berbicara berjam-jam tentang berbagai hal.

“Tidak seharusnya kamu ada disini,” ucap Taeyeon kemudian.

Walaupun dia sendiri yang mengatakannya tetapi kata-kata itu terdengar tidak masuk akal bahkan untuk telinganya sendiri.

Tanpa Tiffany, Taeyeon tidak akan mampu menghadapi semua ini. Mungkin saja dia bisa mengambil minumannya lagi beberapa jam dari sekarang, tetapi kemungkinan dirinya mati karena tidak bisa merawat dirinya sendiri jauh lebih besar dari itu. Tapi bukan berarti Taeyeon menginginkan Tiffany menanggung semua ini. Tiffany berhak untuk menjalani hidupnya tanpa harus merawat suaminya yang menyedihkan.

Sebagai balasan Tiffany hanya tersenyum. Senyuman tipis. Tergambar rasa lelah di dalamnya. Taeyeon menyadari hal itu. Sudah dua hari Taeyeon tidak bisa tidur dengan nyenyak dan begitu pula Tiffany. Dia akan berjaga bersama Taeyeon, menemaninya hingga dia mampu terlelap kembali. Namun tetap saja itu adalah senyuman yang indah.

“Aku ingin berada disini. Kau membutuhkanku, Tae.”

“Aku bisa bertahan,” Taeyeon mencoba menyangkal, walaupun keduanya tahu itu hanyalah sebuah kebohongan belaka.

Tiffany menggelengkan kepalanya sebelum berbaring di samping Taeyeon. Tanpa mengucapkan sepatah katapun, dia menarik tubuh Taeyeon mendekat. Untuk pertama kalinya selama beberapa hari terakhir, demam yang Taeyeon rasakan sedikit menghilang. Dia mencoba menikmatinya dan bergerak mendekat, membenamkan kepalanya di bawah dagu Tiffany.

Untuk beberapa saat kesunyian menyelimuti mereka dan mata Taeyeon sudah mulai terasa berat. Mungkin dia akan bisa tidur untuk beberapa jam sebelum gelombang rasa sakit kembali menyerang.

“Aku tidak akan membiarkanmu menjalani ini seorang diri, Tae. Aku akan ada disini untukmu,” Tiffany membisikkan kata-kata itu pelan sebelum akhirnya mereka berdua terlelap dan melupakan yang telah terjadi untuk sementara waktu.

To be continued…

 

A/N: Annyeong semuanya! Ada yang senang dengan fast update ini?? hahaha semoga kalian suka chapter ini ya ^^ Update selanjutnya akan dipublish segera, ditunggu ya 😀 Oke, skrg aku pamit dulu, mau mempersiapkan diri untuk fangirling MV taeyeon nanti malam. Bye~

And HAPPY TAENY DAY!!!!

Advertisements

Author: 4riesone

SONE. Follow me on Twitter @4riesone for updates and questions

30 thoughts on “The One To Live For (Chapter 3)

  1. ahhhh my guardian angel panny.. tae sudah berusaha untuk terapi dan mudah2an bisa .. bagaimanapun dukungan org terdekat adalah yang paling penting bagi org yang pencandu… semangat tae demi panny… happy taeny day .. mari kita tunggu MV taetae

  2. Semoga… Tapatini dapet ngerubah Taetaex seperti dulu lg.
    Emg daahh.. yg namax alkohol kagak pantes utk d konsumsi..

    wajar aja d haramkan dalam agama. Wong kerjax hny membawa mala petaka d kehidupan manusia..

    -_-

  3. Seneng bgt lahh, klo apdetnya cepet kek gini. Harapan semua reader sepertinya haha
    Semangat tae, rasa sakit yg dirasain skrg bakalan terbayar di masa depan nanti. Rada ga tega liat tae kesakitan tp itu demi kebaikannya dia. Fany jgn nyerah yaa ngurusin tae apapun yg terjadi. Kekuatannya tae itu cuma fany….
    Happy TaeNy Day💕💕

    • hahaha kebetulan aja lg senggang jd bisa cepet.
      ya bener, menderita sekarang, berbahagia2 di kemudian hari. ya itu sulitnya lepas dari alkohol/narkoba. sakit kalo udh putus zat, makanya yg ada orang makin ketagihan 😦
      iya tanpa fany kayanya taeyeon butiran debu deh hahaha #plak

  4. Fany dgn setia merawt tae, ayo tae pst bs sembuh, jgn nyerah fany selalu ada dsmpg tae kok, fany semangat ya buat hubby nya

  5. semoga tae berhasil melewati rehabilitas trs punya anak happy ending wkwk
    #happytaenyday ❤💙💚💛💜

  6. Wwkwkwk sweet nyaaa….
    Untungg tae tetep bertahan demi fanyy
    Kgk uring2ngan (?)
    Ahahahaha
    Lanjutt

  7. Kesetiaan dan kesabaran yg fany punya untuk taeyeon semoga mendapatkan hasil yg baik dan taeyeon cepet sembuh dari kecanduan alkohol

  8. pany baik banget ya ngerawat taeng dengan setulus hati, semoga taeng dapat melalui masa2 sulit terapinya dengan pany di sampingnya

  9. 😢 sedih sih. . sllu sad bisakah taeny melewatinya tanpa penuh duka thor.. Emang sakit rasanya melihat suaminya menjalankan terpi pemusnah alkhol .. N bodohnya tae hingga terjatuh n menikmati barang haram begitu.. Pilu rasa thor😐

  10. Alur ny sedikit d beda in.. Tae akhir metong ga c.. Kasian Fany.. Sabar y Fany kuat sllu

  11. Fany emang malaikat pdahl dia disakiti dan dipukul ma tae tapi dia tetap stia ma dan
    Mau merawat taeng dengan sepenuh hati
    Ditunggu klanjutany thor

  12. Ahaiiiiiiiii oooooo sooooo sweeet sekali melihat mereka mesra seperti iniiii
    Taeng akan menjalani apapun yg tiffany inginkan krn takut d tinggalin ppany nyaaa,
    Ppany sabar banget ngehadapin tae,walaupun taetae jadi pecandu alkohol gara” ppany juga sihh,
    Semoha taetae cepat sembuhhhhh dr kecanduannya

  13. Kim taeyeon semangat! Pany.. Bertahanlah sdkt lgi.

  14. huwaaa fany istri yang baik
    selalu ada di samping suami kkkk
    walaupun di rehab menyakitkan, tapi taeyeon bertahan demi sang istri kkk

  15. ayo semangat tae..jangan putus asa…
    😀
    😉
    😀

  16. uwaaahh terbawa banget dengan suasana ceritanya, keren thor ^^

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s