rara0894

All about TaeTiSeo and GG

SMOKING KILLS YOU

30 Comments

Tittle                : Smoking Kills You

Author             : Siscataetae

Cast                 : Kim Taeyeon- Tiffany Hwang – Seo Juh yun

Genre              : Sad Romance, gender bender

Shahrukh_Khan_Ra_One_Photos-Wallpapers-7

***Smoking Kills You***

“Nnngghh….”

Seorang laki-laki dengan wajah yang sedikit brewokan menggeliat saat ia merasakan ciuman manis di bibirnya. Ia tahu siapa yang tengah menciumnya saat ini, siapa lagi kalau bukan istri yang sudah ia nikahi  lima tahun yang lalu.

Dengan perlahan laki – laki itu membuka matanya dan dapat ia lihat dengan jelas wajah istrinya yang saat  ini tersenyum manis padanya.

“Selamat pagi Taetae..”

Laki-laki itu tersenyum lalu memeluk sang istri begitu erat.

“Selamat pagi juga Panny-ah..”

“Tae.. ayo cepat bangun ~”

“Ani, biarkan dulu seperti ini sayang ~~”

“Tae…”

“Aww..aw.. ss..sayang. hahahha.. kau curang kenapa mencubit perutku?”

“Itu salahmu sendiri, tidak segera bangun.”

“Panny~~ ayolah sebentar saja..hhehehe..”

Taeyeon berusaha menjangkau istrinya kembali namun Tiffany terus saja mengelak hingga akhirnya Tiffany mengambil selimut lalu menutup muka suaminya itu dengan gemas.

Dengan cepat laki – laki berkulit putih itu membuka kain selimut yang menutupi wajahnya. Namun…. Ia terdiam begitu melihat sosok wanita yang baru sebentar saja hadir menyapanya sudah tidak terlihat lagi dalam pandangan mata.

Tanpa terasa kedua mata Taeyeon berkaca-kaca, ia baru menyadari bahwa yang tadi itu hanyalah khayalannya. Karena istri yang sangat ia cintai itu telah tiada dua bulan yang lalu dan bodohnya.. ia masih menganggap bahwa istrinya masih berada di sisinya. Bukankah itu terdengar sedikit gila?

Tubuh Taeyeon bergetar menahan tangisnya. Dengan kasar ia menghapus butir-butir air mata yang mengalir membasahi kedua pipinya.

“Hikzz.hikzz.. PP..Panny-ahh~~..Ppp..panny-a… bb..bogoshipo.. hikz.z..hikz…”

Flashback

Pagi itu cuaca sangatlah cerah, tampak seorang wanita dengan gaun kasualnya tengah menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya.

Wanita itu tersentak saat sepasang tangan kekar memeluk pinggangnya dari belakang.

“Fiuuuhh..”

Dengan santai laki-laki itu menghembuskan asap rokoknya sehingga membuat sang wanita sedikit terbatuk.

“Tae… kapan kau bangun?”

“Dari tadi..”

Taeyeon semakin mengeratkan pelukannya pada istrinya dengan batang rokok yang masih menempel di mulutnya.

Well, sebenarnya Taeyeon merupakan salah seorang dari jutaan manusia yang suka bahkan menjadikan rokok sebagai suatu kebutuhan dan… beginilah keseharian ia bersama keluarga tercintanya, berkumpul, bercengkrama dan lain sebagainya dengan asap rokok yang selalu mengepul indah melalui mulut tipisnya.

.

“Hooekk..hooekk…”

“Tae, sepertinya Soehyun terbangun dari tidurnya.”

“Baiklah sayang… aku akan melihat baby kecil kita sebentar.. hehhehe.. mmuuacchh.”

Sebelum pergi Taeyeon mencium singkat bibir istrinya.

.

“Aiggo…anak appa sudah bangun.. cup..cup.. kemari sayang “

Dengan sayang Taeyeon menggendong anak perempuannya yang baru berusia tiga tahun. Namun ia tidak menyadari bahwa sedikit demi sedikit asap rokok yang ia hisap itu terhirup oleh hidung sang anak dan menjalar hingga ke paru-paru.

.

***Smoking Kills You***

“Tae.. matikan dulu rokokmu. Kita sedang makan”

Tiffany mengingatkan suaminya itu dengan nada suara yang lembut.

“Nde.. arraseo sayang”

Dengan cepat Taeyeon mematikan rokoknya lalu mencium pipi anaknya yang sedari tadi berada dalam rangkulannya.

Well, tetap saja asap rokok yang ia hisap masih menempel di mulutnya. Maka dari itu ketika ia mencium sang istri maupun anaknya kandungan dari asap itu menjalar pada objek yang ia cium. Itulah yang terjadi.. pembunuh berdarah dingin yang mereka tidak sadari ada di tengah-tengah keluarga kecil mereka.

.

Hari berganti hari, kehidupan Taeyeon dan keluarga kecilnya masih baik-baik saja. Bahkan mereka kini tengah menikmati liburan musim semi mereka di Pulau jeju.

“Sayang… apa keinginanmu di masa depan nanti?”

Taeyeon membelai rambut brunnete istrinya yang saat ini tengah bersandar di dada bidangnya. Saat ini mereka berada dalam kamar hotel bintang lima yang ada di pulau Jeju.

“Menyaksikan Seohyun tumbuh menjadi wanita dewasa yang cantik..”

“Seperti ibunya”

Perkataan Tiffany terpotong saat Taeyeon membisikkan satu kalimat di telinganya.

Mereka tertawa hingga akhirnya giliran Tiffany yang menanyakan pertanyaan yang sama pada suaminya.

“Kalau kau Tae? Apa yang ingin kau lakukan di masa depan?”

Sebelum menjawab Taeyeon menghembuskan asap rokoknya  ke samping.

“Aku ingin tetap terus bersama denganmu.. selamanya”

Tiffany tersenyum hingga kedua matanya membentuk bulan sabit yang indah. Perlahan Tiffany membalikkan tubuhnya lalu mengambil batang rokok yang sedari tadi bertengger di mulut pinky sang suami.

Tanpa permisi ia pun mematikan batang rokok itu di asbak yang berada tak jauh dari ranjang mereka.

“Aku merindukan  kehangatanmu Tae..”

Darah Taeyeon sedikit berdesir saat sang istri dengan lembut mengelus wajahnya lalu mendaratkan ciuman singkat di sudut bibirnya.

“Nado Panny…

Dan malam itu, ya… malam itu hanya suara desahan indah dari mereka lah yang terdengar. Mereka saling menyalurkan hasrat kerinduan yang tak terbendung lagi, dengan saling menjamah satu sama lain.

Namun, tetap saja masih ada pembunuh berdarah dingin yang mengincar nyawa mereka. Dan sayang mereka masih tak menyadarinya.

.

.

Desember,

Malam itu Taeyeon mengajak istri dan anaknya ke namsan Tower untuk merayakan tahun baru. Mereka kini telah berada di puncak tower tersebut. Cukup jelas sekali kegembiraan yang terpancar dari wajah mereka.

“Panny-a lihat itu ! “

Tiffany melihat ke arah yang Taeyeon tunjuk, senyum tak lepas dari wajah cantiknya saat melihat kembang api yang melayang ke udara di tambah suara-suara terompet yang berbunyi nyaring di telinga.

Taeyeon menggendong Seohyun dengan tangan kanannya dan merangkul pinggang ramping milik istrinya dengan tangan kirinya. Mereka benar-benar bahagia.

“Uhhuukk..”

Tiffany memohon izin sebentar.

Dengan cepat Tiffany menjauhi suami dan anaknya, ia merasa kepalanya pusing dan tenggorokannya sedikit sakit.

“Uhhuuhh..uhhhukkk…”

Tiffany terbatuk-batuk sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Perlahan Tiffany pun menyingkirkan tangannya itu dari mulutnya dan detik kemudian betapa kagetnya Tiffany saat ia melihat sebercak darah segar yang menempel di telapak tangannya yang ia yakini darah itu berasal dari tenggorokannya yang terasa sakit.

.

“Hahahaha…Seohyun-a… lihat itu sayang..ahahhahaa…”

Tanpa terasa airmata Tiffany mengalir saat ia melihat dan mendengar suara kegembiraan dari keluarga kecilnya. Saat ini Tiffany belum berani menghampiri sang suami dan anaknya, ia lebih memilih untuk memerhatikan mereka dari kejauhan.

‘Ya Tuhan… apa yang terjadi padaku saat ini?’

.

.

Esoknya Tiffany memberanikan diri untuk mengecek kesehatannya ke rumah sakit.

Tiffany terus mendengarkan dengan khusyuk setiap kalimat – kalimat yang di terangkan oleh dokter Park di hadapannya.

“Kanker paru-paru?”

Dokter Park mengangguk

“Tap dok… bagaimana bisa? Padahal aku selalu menjaga kesehatanku”

Tiffany masih shock dengan apa yang ia dengar saat ini. Kanker paru-paru? Yang benar saja. Bagaimana mungkin penyakit mengerikan itu dapat menggerogoti tubuhnya. Jujur Tiffany masih belum siap untuk mengakui kondisinya itu.

“Maaf nyonya Kim,  tapi memang begitulah adanya nyonya.”

“Hikzz..zhikzzz…”

Hanya menangislah yang dapat Tiffany lakukan saat ini. Ia tak dapat berkata apa-apa lagi, semua pikirannya berkecamuk saat ini antara memikirkan sang suami, anaknya yang masih begitu kecil dan keadaannya sekarang yang begitu memperihatinkan.

.

.

***Smoking Kills You***

Beberapa bulan setelah kejadian itu Tiffany memutuskan untuk tetap bersikap biasa-biasa saja di hadapan Taeyeon. Ia tidak ingin membuat suaminya itu khawatir.

Namun, karena asap rokok Taeyeon yang terus terhirup oleh indera penciuman Tiffany sehingga tanpa sadar membuat penyakit kanker paru-parunya semakin garang dan berbahaya.

.

“Uuhhuuukk..uuhhuukk..”

Taeyeon terbangun dari tidurnya saat merasakan ranjang tidur mereka bergerak. Ia melihat Tiffany yang berlari ke arah kamar mandi. Dengan keadaan masih mengantuk Taeyeon mengikuti sang istri.

“Uuhhhhuukk…ohhhookk..uuuuhhhhkkkkhh…”

Taeyeon menggernyitkan matanya saat melihat sang istri yang terbatuk-batuk membelaknginya.

“Panny-a.. gwanchana?”

Tiffany terkejut saat mendengar suara suaminya sehingga dengan cepat ia mengusap mulutnya yang berdarah akibat batuk tadi dengan sapu tangan.

Tiffany tersenyum memandang ke arah Taeyeon yang telah berada di hadapannya.

“Gwanchana Tae.. maaf, aku membuatmu terbangun”

Taeyeon memeluk Tiffany dengan hangat dan di balas oleh wanita brunnete itu.

“Kau membuatku takut Panny-a…”

Dengan mata yang berkaca-kaca Tiffany mengelus lembut kepala bagian belakang Taeyeon.

‘Maafkan aku Tae… maafkan aku karena tak jujur padamu..’

Gumam Tiffany dalam hatinya.

.

.

Pagi itu Taeyeon terbangun dari tidur panjangnya. Ia sedikit menggernyitkan alisnya saat melihat Tiffany sudah tidak berada di sampingnya lagi. Dengan gontai ia berjalan mencari keberadaan sang istri.

“Sayang ..”

“Panny-ah~~….”

Berkali-kali Taeyeon memanggil istrinya namun tetap tidak ada jawaban. Dengan perasaan khawatir Taeyeon terus mengitari setiap ruangan rumahnya dari balkon rumah lalu menuju ke ruang tamu sampai ia mencari ke kamar anaknya namun tetap ia tidak melihat sang istri. Hingga akhirnya ia berjalan ke arah dapur.

Namun apa yang terjadi?

Dengan mata kepalanya sendiri Taeyeon melihat sang istri terbaring tak berdaya di lantai dapur dengan darah yang mengalir banyak dari mulutnya.

“Panny-ah !!!”

Taeyeon dengan cepat berlari menuju ke tempat dimana Tiffany terbaring. Tanpa basa-basi iapun dengan sigap menggendong istrinya dan membawanya ke mobil.

.

.

Dalam perjalanan Taeyeon tak henti-hentinya berdoa kepada Tuhan agar istrinya tidak kenapa-kenapa. Taeyeon mengusap airmata yang telah mengalir di pipinya, sambil sesekali melihat ke arah Tiffany yang tak sadarkan diri Taeyeon pun terisak.

‘Kau kenapa sayang?? Hikz..hikkzz.. jangan membuatku takut…’ Lirih Taeyeon di hatinya.

.

.

“Atas nama Tiffany Kim?”

“Iya dokter?”

Dengan cepat Taeyeon berjalan ke arah dokter yang menangani istrinya.

Dengan wajah lelah dokter itu membuka kacamatanya lalu memandang Taeyeon dengan ekspresi yang sulit di artikan.

“Bagaimana dengan istri saya dokter?”

“Huuuufftt…..”

Menghela nafas, dokter itu pun menjawab

“Istri anda mengidap kanker paru-paru dan sudah memasuki stadium akhir.”

“Kkk..kanker paru-paru?”

Betapa kagetnya Taeyeon setelah mendengar penjelasan dari laki-laki berjas putih yang saat ini berdiri di hadapannya. Kanker paru-paru? Tidak…tidak…tidak… dokter itu pasti salah bukan? Kenapa? Kenapa harus Tiffany? Kenapa?.

Dengan tubuh gemetar dan airmata yang sudah tak terbendung lagi untuk keluar, Taeyeon pun terjatuh sebelum akhirnya sang dokter menahannya lalu memapahnya untuk duduk di salah satu kursi yang berada di depan ruang ICU.

“Maafkan saya tuan Kim, pasti hal ini begitu berat untuk anda terima. Tapi….. begitulah kenyataannya.”

“Dokter, apakah……… masih ada kesempatan untuk istri saya bisa sembuh?”

Tanya Taeyeon tanpa memandang ke arah dokter itu.

“Maaf tuan Kim, kesempatan untuk sembuh hanya sedikit. Kami tidak bisa menjamin istri anda bisa sembuh total. Apalagi kanker itu telah bersarang lama dalam organ tubuh istri anda”

.

.

Hari itu, Taeyeon berjalan memasuki ruang rawat Tiffany.

Well, hari itu adalah hari ke 5 sang istri di rawat. Taeyeon menatap sang istri yang terbaring lemah di atas ranjang bernuansa serba putih itu, wajahnya begitu pucat dan tubuhnya pun terlihat semakin kurus.

Tidak ada lagi senyuman indah yang terpancar dari wajah cantik Tiffany..

Tidak ada lagi canda tawanya….

Tidak ada lagi suara huskynya yang menggoda…..

Yang ada hanya rintihan sakit, tatapan sendu dan senyuman yang terlihat di paksakan serta wajah pucat yang tak di polesi kosmetik apapun.

Keadaan Tiffany terlihat sangat memprihatinkan…

.

“Tae….kau datang?”

Ucap Tiffany dengan suara yang terdengar begitu lemah

Dengan lembut Taeyeon menggenggam tangan sang istri lalu membawanya untuk mengelus wajahnya yang kini telah di tumbuhi sedikit bulu-bulu halus di area dagu dan atas bibirnya.

“Nde… “

Taeyeon berusaha agar ia tak menangis di hadapan Tiffany.

“Mana Seohyun Tae….?

“Dia ku titipkan pada Jessica dan Yuri”

Hening…..

Tidak ada yang berbicara setelah itu sampai akhirnya Tiffany membuka kembali suaranya.

“Tae…. Jika seandainya aku pergi….tolong jagalah Seohyun untukku..”

Dengan cepat Taeyeon pun menggeleng lalu segera memeluk Tiffany dengan erat seakan-akan ia takut Tiffany benar-benar akan pergi meninggalkannya.

“Andwae Panny-ah… jangan berkata seperti itu..”

Dengan lemah Tiffany membalas pelukan Taeyeon. Dapat Tiffany rasakan tubuh Taeyeon yang bergetar karena tangisannya.

“Tae….. aku mencintaimu dan anak kita….”

Taeyeon melepas pelukannya lalu memandang ke arah Tiffany yang kini menatapnya dengan airmata kesedihan. Dengan sayang Taeyeon menghapus airmata itu dari kedua bola mata indah milik istrinya.

“Gomawo…. Taetae, atas cinta dan kasih sayang yang selama ini kau berikan padaku..”

Dengan lembut Tiffany mengusap wajah laki-laki berkulit putih di hadapannya. Jujur, Tiffany begitu takut pada apa yang akan terjadi kelak di masa yang akan datang. Ia takut tidak akan pernah bertemu dengan keluarga kecilnya lagi.

.

Oh Tuhan?? Apakah ini adalah akhir dari segalanya?

Haruskah begitu cepat kau memerintahkan malaikat-Mu untuk menjemput wanita malang itu?

Tak bisakah Kau berikan kesempatan untuknya sedikit saja merasakan hangatnya kebersamaan antara ia dan mereka yang ia cintai…

.

Namun, yang namanya kehidupan pasti akan ada kematian. Sesehat apapun kita, sehebat apapun kita, sekaya apapun kita, tetap … itu semua tidak akan pernah bisa menjadi jaminan untuk kita menunda kematian.

.

Perlahan namun pasti bagai slow motion Tiffany menutup matanya dan menjatuhkan tangan yang sedari tadi mengusap wajah sang suami dengan begitu lemah. Ya, Tiffany menghembuskan nafasnya untuk terakhir kalinya.

Melihat hal itu sontak saja membuat Taeyeon shock dan semakin terisak. Ia memeluk tubuh kurus Tiffany dengan erat seakan-akan takut tubuh itu tidak akan pernah bisa ia sentuh lagi.

“Hikkkzz..hikz,z,….andwae.. andwae..andwae Panny-ah !! kau tak boleh mati !! Kau tak boleh pergi meninggalkanku !!…….. Aaaarggghhhh !!!!!!”

Teriak Taeyeon frustasi sambil tangannya tak lepas memeluk erat tubuh kaku wanita yang selama bertahun-tahun menemaniya baik suka maupun duka.

Tiffany Hwang….

Mungkin ia hanya tinggal nama, namun .. setiap senyuman indah, suara seraknya dan segala kenangan bersama wanita brunette itu tidak akan pernah Taeyeon lupakan sampai kapan pun.

.

.

.

Flash back off

“Appa…..”

Taeyeon menghapus airmatanya setelah cukup lama ia mengingat kembali kenangan ia bersama Tiffany sewaktu masih hidup sebelum akhirnya ia mengalihkan pandangannya ke arah anak perempuannya yang kini menatapnya dengan cemberut.

Taeyeon berjalan menghampiri sang anak lalu dengan lembut menggendong dan membawanya ke pangkuannya.

“Ada apa sayang?” Tanya Taeyeon lembut sambil mengelus kepala anaknya dengan sayang.

“Seo lapar… Seo ingin makan ayah”

“Aiigoo… Seo lapar ya? Hheehhehe.. maaf ya sayang, ayah tidak sempat masak tadi. Hmm.. Seo mau makan apa? Biar ayah buatkan”

Dengan semangat sang anak pun mengatakan berbagai jenis makanan yang ia suka agar segera di masak oleh laki-laki yang kini wajahnya telah di tumbuhi kumis dan jenggot tipis.

.

Bulan berganti bulan dan tahun pun berganti tahun. Kini tepat delapan tahun kematian Tiffany dan selama itu pula lah Taeyeon tidak pernah mencoba untuk membuka kembali hatinya untuk wanita lain. Ia lebih memilih untuk tinggal berdua dengan anak perempuannya yang kini telah menginjak usia 11 tahun.

Namun, tahukah kalian bahwa sampai saat ini laki-laki berkulit putih susu itu masih saja bersahabat baik dengan pembunuh berdarah dingin yang mungkin saja dahulu telah membunuh sang istri tanpa ia sadari?.

Ya, pembunuh berdarah dingin itu ialah benda berasap yang selalu ia simpan di kantong celananya. Bahkan Taeyeon tidak sungkan-sungkan menyimpan belasan atau puluhan bungkus rokok di dalam lemari khusus yang berada di kamarnya.

Hari – hari Taeyeon lalui dengan asap rokok yang selalu ia kepulkan dari mulutnya. Sampai-sampai ia tak sadar bahwa asap itu telah terhirup oleh orang-orang disekitarnya bahkan anak tercintanya pun menghirupnya. Dan tahukan kalian bahwa kandungan asap rokok telah teridentifikasi mengandung lebih dari 4000 bahan kimia yang diantaranya sangat beracun dan bersifat radioaktif dan lebih dari 40 kandungan kimia didalamnya menyebabkan kanker yang mematikan. Dan asap pembunuh itu lah yang hampir setiap harinya Taeyeon dan anaknya hirup.

Maksud Taeyeon dan anaknya hirup bukan berarti Seohyun juga melakukan hal yang sama seperti apa yang ayahnya lakukan. Melainkan Seohyun disini ialah seorang perokok pasif yang secara tak sadar telah terkena dampak dari bahaya asap rokok yang di keluarkan ayahnya.

Mengapa demikian?

Karena para perokok pasif adalah seseorang yang tidak merokok secara langsung namun menghirup asap rokok dari orang-orang yang merokok di sekitarnya dan hal inilah yang hampir setiap harinya Tiffany dan Seohyun lakukan selama Taeyeon melakukan aktivitas merokoknya di hadapan mereka.

Meski tidak langsung merokok, perokok pasif bisa turut terkena dampak buruknya juga. Makin sering seseorang terhirup asap rokok, makin tinggi pula risiko gangguan kesehatan yang di alaminya. Tidakkah itu memprihatinkan? Karena secara tak sadar Taeyeon telah membunuh orang-orang yang ia cintai, ia tidak sadar telah menyebar racun mematikan pada orang-orang yang selama ini selalu ia jaga dengan cinta dan kasih sayangnya.

Menyesal?

Mungkin suatu saat Taeyeon akan menyesal.. ya, suatu saat nanti.. ketika ia menyadari kesalahan yang selama ini telah ia perbuat.

.

.

***Smoking Kills You***

Seoul, 13.00 KST

Saat itu Taeyeon dan anaknya tengah menikmati liburan musim semi dengan menonton acara favorite mereka yang tayang di salah satu stasiun televisi.

“FIIIUUUHHH….”

Taeyeon terus saja menghembuskan asap rokoknya. Selama menikmati tontonan yang ia tonton bersama sang anak yang duduk di pangkuannya, selama itu pulalah ia telah habiskan hampir lima batang rokok.

“Uuhhuuukk..uhhukk…”

Seohyun mulai tak kuasa menahan batuknya saat untuk kesekian kalinya ia tak sengaja menghirup asap rokok dari ayahnya. Karena tidak kuat menahan batuknya, akhirnya gadis kecil itu memilih untuk beranjak dari duduknya menuju kamar yang terletak di lantai atas.

.

Kini tinggallah Taeyeon seorang diri dengan aktivitas merokoknya.

“Panny-ah.. sayang.. tolong ambilkan aku air minum. Panny…”

Tanpa sadar Taeyeon mengulangi hal yang sama yang pernah ia lakukan beberapa hari yang lalu, saat ia merasa bahwa istrinya masih hidup. Namun dengan cepat pula Taeyeon sadar bahwa seseorang yang ia panggil itu tidak akan pernah menyahutinya. Toh, ia sudah tidak berada di dunia ini lagi.

Dengan lemah Taeyeon mematikan batang rokoknya lalu membaringkan tubuhnya di sofa.

Dan untuk kesekian kalinya airmatanya mengalir saat mengingat kembali bagaimana rupa menawan dari seorang Tiffany Hwang.

.

Hari itu di sekolah Seohyun terus saja terbatuk-batuk ditambah lagi wajahnya yang mulai pucat.

“Seohyun-ah.. gwanchana?”

Tanya Yoona seorang namja yang menjadi teman sebangkunya.

“Gwanchana Yoona-ah. Uhhukk..”

“Omo !! kau berdarah Seohyun !”

Laki-laki itu kaget setelah ia melihat sebercak darah yang keluar dari mulut Seohyun saat ia tebatuk tadi.

“Seohyun? Gwanchana?”

Suara kaget Yoona tadi tanpa sadar terdengar oleh orang-orang di dalam kelas itu, terutama guru Lee yang saat itu tengah menerangkan mata pelajaran di depan kelas sontak menghentikan kegiatannya lalu beralih menanyakan keadaan Seohyun yang saat itu terlihat buruk.

Dengan khawatir guru Lee melangkah mendekati Seohyun yang terus saja terbatuk-batuk bahkan kini darah yang ia keluarkan tidaklah sedikit melainkan keluar dalam jumlah yang banyak persis seperi apa yang dulu pernah di alami oleh ibunya.

“Kau harus segera di bawa ke rumah sakit Seohyun”

Dengan cepat guru Lee menggendong Seohyun lalu membawanya ke mobil. Dengan perasaan iba guru Lee membawa mobilnya ke rumah sakit yang sekitar 40 menit dari sekolah.

.

.

Taeyeon berlari-tergesa-gesa di sepanjang koridor rumah sakit. Baru saja ia mendapat kabar dari pihak sekolah bahwa anaknya tengah sekarat dan telah di bawa ke rumah sakit untuk di tangani.

Kini Taeyeon telah berada di hadapan dokter yang menangani sang anak. Dengan nafas yang tersengal Taeyeon menanyakan keadaan putri semata wayangnya, namun hal yang tak terduga yang di sampaikan dokter itu membuat Taeyeon membelalakkan matanya. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya akan apa yang ia dengar saat ini. Seohyun.. tidak itu tidak mungkin terjadi.

“Maafkan kami tuan, tapi anak anda telah meninggal..”

Ucap dokter itu dengan raut wajah menyesalnya.

Dengan gemetar Taeyeon menangis, ia tak kuasa menahan airmatanya. Oh Tuhan… kenapa Kau ambil lagi orang yang ku sayangi? Tidak cukupkah dahulu Kau sudah mengambil istriku? Lalu sekrang Kau tega mengambil anakku? Kalau begini aku benar-benar tidak sanggup…

Begitulah rintihan suara hati milik Kim Taeyeon. Ia benar-benar terpukul dengan apa yang terjadi pada keluarga tercintanya. Dengan lemah ia langkahkan kakinya ke dalam ruangan tempat anaknya berada. Dapat ia lihat tubuh anaknya yang kaku di atas ranjang rumah sakit.

Ia mendekati tubuh kaku itu dengan lembut ia mengusap wajah kecil milik gadis bernama lengkap Kim Seohyun yang telah memucat.

“Mmm..maafkan ayah sayang.. maafkan ayah.. hikzz.zz..hikzz.z.z.”

“Tae…. Jika seandainya aku pergi….tolong jagalah Seohyun untukku..”

Taeyeon semakin tak kuasa menahan kesedihannya saat ia teringat ucapan yang pernah istrinya lontarkan padanya.

“Hikkzz..z…hikzzz… maafkan aku Panny-ah… hikzz…”

Rintih Taeyeon begitu pilu.

.

.

***Smoking Kills You***

Setelah pemakaman Seohyun usai kini Taeyeon melangkahkan kakinya dengan gontai menuju mobilnya.

“Uhhuukkk…”

“Darah….?”

Taeyeon menggernyitkan alisnya saat ia melihat darah yang keluar dari mulutnya.

“Uhhukk.uhuuuk…”

Bahkan kali ini darah itu keluar dengan jumlah yang banyak. Dengan masih terbatuk-batuk Taeyeonpun tumbang sebelum akhirnya seseorang yang berada tak jauh darinya segera menahan tubuhnya.

“Omo..!! Gwaenchanayo?”

Tanya orang asing tersebut, menyadari tak ada jawaban dari Taeyeon membuat orang asing itu berteriak meminta tolong pada orang-orang yang berada di area itu.

.

Satu minggu kemudian,

TOK..TOK…TOK

“Masuk !!”

Seru suara seseorang dari dalam.

CEKLEK

Pintu pun terbuka menampilkan sosok laki-laki yang wajahnya kini telah pucat dan tubuhnyapun terlihat begitu kurus.

“Masuklah Taeyeon…”

Seru laki-laki yang mengenakan setelan dokternya.

Dengan lemah Taeyeon pun mendudukan dirinya di kursi yang berada di hadapan sang dokter yang selama ini mengurusinya di rumah sakit.

“Bagaimana keadaanmu Taeyeon?” Tanya dokter itu ramah

“Mengapa kau menyuruhku datang keruanganmu dokter?’ Tanya Taeyeon tanpa menjawab pertanyaan dari Dokter Choi itu.

“Hmm… sebenarnya… ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu Taeyeon-ah..”

“Apa itu?”

“Apa kau suka mengkonsumsi rokok?”

.

.

———————-

Taeyeon berjalan gontai ke ruang rawatnya sambil ingatannya terus berputar-putar bagaikan tayangan film di kepalanya. Ya, baru saja ia mendengar secara jelas apa dampak berbahaya dari rokok yang selama ini telah menjadi teman hidupnya.

.

.

Flashback

“Ketika di hembuskan olehmu, asap rokok tidak hilang begitu saja. Asap rokok dapat bertahan di udara sekitar dua hingga tiga jam. Asap rokok akan tetap ada meski tidak terdeteksi oleh indera penciuman manusia maupun penglihatanmu tuan Kim. Dan itulah yang selama ini kau dan keluargamu hirup setiap saat.”

“Menghirup asap rokok dapat berdampak buruk, baik secara sementara maupun dalam jangka panjang.  Terpajan asap rokok dapat langsung menimbulkan gejala mata merah, sakit kepala, dan batuk-batuk.”

“Asap rokok yang tersebar mengandung lebih dari 7000 jenis bahan kimia. Ratusan diantaranya telah terdeteksi berbahaya, seperti karbon monoksida dan ammonia. Selain itu, asap rokok mengandung lebih dari 50 bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker, seperti arsenic, nikel, cadmium, dan formaldehida.”

“Apakah… karena hal itu yang membuat istri dan anakku terserang penyakit yang sama dokter?” Tanya Taeyeon lemah

“Mungkin saja iya Tuan Kim, karena bagi perokok pasif yang senantiasa menghirup asap rokok dapat meningkatkan risiko seseorang terserang kanker paru-paru sebanyak 25 persen. Asap rokok yang di hirup berdampak buruk pada dinding pembuluh darah dan membuat darah menjadi lebih gampang untuk menggumpal.”

Tanpa sadar Taeyeon menangis saat mengingat kembali bagaimana dengan santainya ia menghembuskan asap rokok itu di tengah-tengah keluarga kecilnya. Dengan tampang tidak berdosa ia bahkan hampir setiap harinya selalu menyuguhkan asap rokok itu pada mereka, kedua manusia yang sangat ia cintai.

‘Aku yang telah membunuh mereka.. aku yang telah membuat mereka berdua pergi dari dunia ini.. hikzz..hikz… Panny-ah..Seohyun-ah..hikzz..maafkan aku…’ Rintih Taeyeon dalam hatinya.

Flashback Off

.

.

1 Tahun kemudian . . .

Malam itu cuaca begitu dingin namun tidak mengindahkan niat laki-laki yang bernama lengkap Kim Taeyeon itu untuk melakukan apa yang sudah ia rencanakan selama ia masih di rawat di rumah sakit. Selama satu tahun ia berusaha untuk meninggalkan kebiasaanya merokok, memang awalnya terasa sangat sulit baginya namun karena tekad yang kuat hingga akhirnya ia mampu menjalaninya bahkan sampai ketitik ini. Ketitik dimana ia sudah benar-benar meninggalkan benda-benda beracun yang tak layak untuk di konsumsi oleh siapa pun. Bahkan benda itu juga tidak layak berada di dunia ini.

Well, malam itu Taeyeon membakar semua rokok-rokok yang ia punya di halaman belakang rumahnya.

Sempat terlintas kenagan demi kenangan saat ia masih bergembira ria bersama istri dan anak tercintanya sampai akhirnya sang pembunuh berdarah dingin. Ya, berbatang-batang rokok dengan beringasnya merenggut nyawa mereka, istri dan anaknya.

.

Taeyeon memandang ke sisi kanannya saat ia merasakan seseorang memegang tangannya. Melihat sosok transparan yang berdiri di samping membuat Taeyeon tersenyum manis dan sosok wanita cantik itu pun juga tersenyum memandang ke arah Taeyeon, senyum kerinduan.

“Kau melakukan hal yang benar Tae….” Ucap sosok itu

“Panny-ah.. aku sangat merindukanmu”

“Aku juga…. Taetae..”

“Appa…”

Dengan cepat Taeyeon mengalihkan pandangannya ke arah sosok gadis kecil yang kini berada di sisi sebelah kirinya. Dan gadis cilik itu juga tersenyum memandangnya.

Dengan penuh cinta, Taeyeon merangkul kedua orang yang sangat ia rindukan itu. Walau sosok itu hanyalah sebuah ilusi…

.

.

Sekali lagi, berhentilah merokok sahabatku…

Karena rokok bukanlah temanmu…

Ia bukanlah sesuatu yang harus menjadi candu untukmu…

Ia hanya berupa suatu benda yang tiada bermanfaat untukmu…

Bahkan ia hanya perusak masa depanmu…

Merusak kehidupanmu…

Dan merusak kehidupan orang-orang di sekelilingmu…

.

.

Just say with me… that Smoking Kills You. . .

THE END

Annyeonghaseyo para readers yang hatinya baik apalagi yang setia memberikan komen-komennya .. hehehhe..

Gimana?? Ngefeel nggk ama ff aku kali ini?

Hmm…. Sory ya, kalo ceritanya mungkin banyak typo-typo yang bertebaran. Oh iya, cerita ini nggk bermaksud apa-apa kok selain untuk memberikan pencerahan bagi kita semua gimana bahayanya asap rokok yang selama ini tanpa sadar kita hirup hingga nempel di paru-paru kita. Yahh… semoga aja ff gue bermanfaat untuk aku terkhususnya dan para readers pada umumnya.

Oh iya, untuk ff SICK ending aku kemungkinan bakalan lama aku post. Soalx aku untuk beberapa bulan kedepan bakalan fokus untuk KKN dulu. Biasa .. maklumin aja eike kan udh semester tua.. Ouupss… heheheheheh….

Udah segitu aja cuap-cuap dari aku. Lebih dan kurang I say sorry and Good Bye….

NB : JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK !! ^_^

Advertisements

Author: siscataetae

Lo semua bisa panggil gua dengan author Sisca aja atau Author boo. Yahh.. gua klepek2 gmna.... gtu pas denger nyaak gua Tapatini manggil babe gua Taetae dgn sebutan Boo. Hohoho... jd kepengen di panggil gtu juga. #PLAAK Gua salah satu orang yg punya segudang imajinasi yg gua coba salurin melalui tulisan. Salah satu tokoh ff yg paling gua demenin ialah TAENY, maka dari itu gua akan dgn senang hati selalu menciptakan karya dgn menggunakan TAENY sebagai bintang utamanya. #senyumcool Oh iya, gua juga sangat berharap sekali para reader yg baeek hatinya agar mau ninggalin jejak yg indah #ahhaaayy di ff yg gua buat. Terserah mau berupa pujian kek, cacian kek, desakan pgn cepet update kek. Pokoknya kalian udh mau komen dan like d ff gua, gua udh seneng bgt. and about my privasi? Sorry, just ALLAH yg tau. see u. #tebarbunga

30 thoughts on “SMOKING KILLS YOU

  1. Wkwkwkwk
    Thorrrr
    Knp sad gni ._.
    Bkin sequel thorr
    Tae ktmu org yg sma kek fany 😂😂😂😂😂
    Wkakakkakakaa
    Cnda2
    Kerwm thorr ff nya
    Emg rokok bahaya
    Pling mls klo ad org ngerokok dkt2
    WKAAKAKAKAKAA

  2. Likey likey…
    emang deh rokok tuh bener2. kalo narkoba ato alkohol palingan menghancurkan diri sendiri. kalo rokok, ga cuma menghancurkan diri sendiri, tapi jg orang2 di sekitarnya. #geleng2
    tapi sama aja kaya alkohol dan narkoba, rokok juga bikin kecanduan. ya walaupun efeknya ga sekuat narkoba, tp tetep aja zat adiktif. makanya orang susah melepaskan diri dari merokok, apalagi di Indonesia rokok itu dilegalkan. #ampundeh #susahkaloudahurusanekonomi
    anyway, this is a nice story. semoga bisa membuka mata lebih banyak orang tentang bahayanya merokok.
    ayo kawan semua, jauhi rokok!!! dan ingatkan orang2 tercinta kita untuk berhenti merokok,
    jangan sampai terlambat seperti yang terjadi pada taeyeon di cerita ini :’)

  3. Sedih banget ga bisa bilang apa” yg sabar aja ya tae

  4. Jgn Tanya ngefall apa kga thor.. 😢jika hati sy lagi bahagia Mungkin sy tidak menyatu dgn ff ini.. Di krnakan hati sy lagi retak.. Mungkin penyatu hati sy hanya ff ini😢😢 …ngerasa bwgd klo sy pernah di pos is I tae wlpun Blum ada korban.. Itu setaun yg lalu sy penikmat rokok .. Jdi resah gini ngeliat tae tidak baca resiko yg tertera di bungkus rokok tsb.. Jgn same ada tae yg laen merenggut keutuhan sebuah kel dgn 1 batang rokok. . mengerikan..

  5. Yaaa thor sedin endingnya, tae jd sndirian, dbikin kek ketemu sm miyoung gitu hahahaha

  6. hiks hiks sad, dapet banget feelnya
    secara tidak sadar taeng membunuh istri dan anaknya

  7. Hmm pasti nyesel banget nih taeyeon akibat kebiasaannya berakibat meninggalnya orang-orang yang dicintainya 😭

  8. kok sedih ceritanya..
    ceritany bener bener beda sama yg lain. yg baca semoga tersadar

  9. Malang sekali nasib mu tae, mesti berakhir dgn jadi seorang duda. Duren lah yaa wkwk. Klo kesepian panggil saja diriku, pasti dateng wkwk
    Kzl bgt emng sama org yg ngerokok gatau tempat. Suka egois gak mikirin gmn dampaknya buat org lain-_-

  10. Roko sesuatu yg d sepelekan tp sangat berbahaya.. Tao deh orng2 lebih memilih meroko drpd mkn.. Bnyk contoh ny..bnyk abang abang d luar sana yg ga pnya duit memilih meroko d banding kn membeli beras buat keluarga ny.. Hadeh

  11. Seorang perokok emg sulit untk dihentikan!
    Yaelah, tae menduda lgi…

  12. Ff ini bisa menyadarkan orang2 buat berhenti merokok dan tau merokok sangatlah berbahaya. Heheheh tapi lucu ja keluarganya tae meminggal karena hal yang sama heehe

  13. Jd duda keren ni si taeyeon wkwkwk but sad ending gitu seofany nya udah g ada hiks 😦

  14. kyaaa sedih bangett
    kenapa harus sad huhu
    penyesalan selalu datang di akhir , menyebal kan kk
    fany sma seo nya meninggal hiks.. hiks..

  15. ide ceritanya bagus thor ^^ dan pesannya juga.

  16. knp hrs dibuat sedih . termewekmewek bcnya .

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s