rara0894

All about TaeTiSeo and GG

The One To Live For (Chapter 1)

50 Comments

Title               : The One To Live For

Author           : 4riesone

Cast                : Kim Taeyeon, Tiffany Hwang

Genre             : Romance, Gender bender

 

The One To Live For2

Chapter 1

 

Kilatan cahaya menerangi sesosok wanita yang sedang terbaring di ranjang, terlelap di bawah hangatnya selimut yang menghalau dinginnya malam. Tetes air hujan jatuh deras dari langit tak berbintang, menciptakan suasana sendu di malam itu.

Tepat pada pukul tiga pagi, suara keras gemuruh membangunkan wanita tersebut dari tidurnya yang lelap. Sontak dia terkejut dan menggapai ke sampingnya. Tidak menemukan apapun disana, dia pun dengan matanya yang masih sayu mencoba mencari sosok yang diharapkannya. Garis bibirnya dalam sekejap menurun. Dia pun menghela nafas panjang.

Seperti biasa, sosok yang dia rindukan belum juga pulang.

Sudah berbulan-bulan hal ini terjadi dan setiap harinya dia akan terlelap dalam kesepian, menunggu sosok tersebut pulang dan tidur bersama dengannya. Untuk sekali saja, dia berharap dirinya bisa kembali mengakhiri hari dalam pelukan orang yang dia rindukan itu.

Wanita itu memutar badannya kembali hingga dalam keadaan terlentang. Matanya menatap satu-satunya foto yang terpajang di dinding kamar tersebut. Sepasang wanita dan pria dalam balutan gaun pengantin putih dan jas hitam tersenyum sambil berpelukan mesra.

Itu adalah foto pernikahan Tiffany dengan suaminya, Kim Taeyeon, tiga tahun yang lalu. Ingatan mengenai hari itu masih terukir jelas di pikirannya. Betapa bahagia dirinya saat akhirnya dia dan pria yang sangat dicintainya mengikrarkan janji suci itu.

Tiffany memang sangat mencintai Kim Taeyeon.

Dia bahkan rela meninggalkan keluarganya yang kaya raya demi bersama dengan pria tersebut. Ayah Tiffany sangat menentang hubungan mereka. Wajar saja. Taeyeon bisa dibilang bukanlah pria idaman untuk dijadikan sebagai menantu. Dia memang berasal dari lingkungan berandalan, tidak berpendidikan dan ditambah sikapnya yang tidak sepadan untuk kelas sosial keluarga Hwang.

Namun Tiffany terlalu mencintai Kim Taeyeon. Entah dia mulai gila atau apa, tapi dia tetap memilih pria itu meskipun terkadang perlakuan kasarlah yang diterimanya. Taeyeon tidak segan-segan membentak istrinya itu jika Tiffany tidak menuruti keinginannya. Bahkan jika Tiffany memberanikan diri untuk melawan, pria itu bisa melayangkan tamparan di pipi lembut Tiffany.

Walaupun begitu, Tiffany tetap mencintai Taeyeon. Dia percaya suatu saat pria yang dicintainya itu akan berubah, seperti seseorang yang dia kenal dulu. Sosok yang membuatnya merasakan apa artinya jatuh cinta untuk pertama kalinya.

.

.

.

Tok…Tok…Tok…

Derap langkah kaki yang tergesa-gesa terdengar di rumah yang tidak begitu besar itu. Tiffany yang belum bisa kembali tidur sejak dia terbangun tadi segera melangkah ke arah pintu begitu mendengar bunyi ketukan pintu tersebut. Dia yakin itu pasti suaminya.

Tiffany pun membuka pintu dan mendapati suaminya sedang berdiri gontai di depan pintu. Wajahnya merah, rambutnya berantakan dan botol bir tergenggam erat di tangannya.

“Annyeong bidadariku. Apa kau lama menungguku, huh?” ucap Taeyeon sambil memeluk Tiffany. Bau alkohol menyeruak begitu pria itu membuka mulutnya.

Tiffany membawa Taeyeon masuk dan menutup pintu di belakangnya. “Dari mana saja dirimu, Tae? Apa kamu minum lagi?” Tiffany memandang pria itu dengan khawatir sambil perlahan mengusap pipinya. Ini bukan pertama kalinya wanita itu menemukan suaminya pulang dalam keadaan mabuk dan itu benar-benar membuatnya khawatir.

“Aku hanya minum sedikit, Ppany-ah…”

“Tapi Tae….Hhmmmmmmmppppttt…” ucapan Tiffany terpotong saat bibir Taeyeon mencium bibirnya. Dia bisa merasakan alkohol di mulutnya dan dia tidak suka itu. Namun Taeyeon terus saja menyerang bibirnya dengan kasar sambil mendorong tubuh istrinya itu hingga menabrak dinding. Dia menahan kedua tangan Tiffany di dinding dan memerangkap tubuh wanita itu di antara dinding dan tubuhnya.

Setelah beberapa menit Tiffany pun akhirnya menyerah dan membalas ciuman Taeyeon. Untuk sesaat, Tiffany merasakan ciuman mereka berubah menjadi lebih lembut dan itu membuat tubuhnya melemas. Sudah lama sekali dia merindukan belaian lembut suaminya itu.

Taeyeon memindahkan tangannya dari tangan Tiffany dan meraih pinggul istrinya. Ibu jarinya mengusap lembut daerah tersebut sebelum tangannya menyusup masuk di bawah pakaian tidur Tiffany. Kukunya menggores pelan kulit Tiffany saat tangannya itu bergerak ke belakang tubuh Tiffany untuk menariknya mendekat.

Tiffany tanpa usaha mengikuti keinginan suaminya itu. Tangannya meraih leher belakang Taeyeon untuk mempererat ciuman mereka. Dia pun membuka sedikit mulutnya dan membiarkan lidah Taeyeon bermain di dalamnya.

Erangan pelan keluar dari mulut Tiffany saat bibir Taeyeon mulai bergerak menurun menuju lehernya, meninggalkan ciuman-ciuman kecil sebelum mengulum titik nadinya. Seketika itu juga, kelembutan itu pun hilang.

Taeyeon kembali mencium bibir Tiffany dengan kasar dan kemudian menggigit bibir bawah Tiffany. “Aku sangat menginginkanmu, baby,” ucap Taeyeon setelah dia menghentikan ciumannya.

Sebelum Tiffany mampu berkata apa-apa, dengan sigap Taeyeon menggendong wanita di hadapannya ala bridal style dan membawanya menuju ke kamar tidur mereka. Taeyeon menjatuhkan tubuh Tiffany dengan kasar ke atas ranjang sebelum dia menindih tubuh wanita itu dan menciumi setiap inci leher putih istrinya tersebut.

.

.

.

Tiffany tersentak dari tidurnya. Matanya segera tertuju pada jam di dinding yang menunjukkan pukul tiga sore. Sudah delapan jam dia terlelap. Perlahan dia mencoba mendudukkan tubuhnya sambil memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing. Dia meringis saat merasakan nyeri di daerah selangkangannya akibat apa yang dilakukannya dengan Taeyeon pagi tadi.

Selama satu jam penuh Taeyeon melampiaskan hawa nafsunya pada Tiffany. Dan tidak sedetikpun dirinya bersikap lembut. Semuanya dilakukan dengan kasar, tanpa memperhatikan Tiffany sama sekali. Bahkan ketika Tiffany sudah tidak sanggup lagi karena sudah mencapai klimaks sebanyak empat kali, Taeyeon tetap saja memaksa untuk melanjutkan aktivitas mereka. Tiffany yang sudah kelelahan dan tidak berdaya hanya bisa merintih kesakitan dan menerima semua perlakuan Taeyeon.

“Tae?” gumam Tiffany saat dia melihat ke sampingnya dan hanya menemukan ranjang yang kosong.

Dia menghela nafas pelan sebelum mengambil pakaiannya di lantai dan mengenakannya kembali. Dia pun berjalan ke meja riasnya dan mengambil semacam salep lalu mengoleskannya ke luka-luka di wajah dan lehernya. Luka itu adalah hasil perbuatan Taeyeon setiap kali mereka melakukan aktivitas seksual.

Tiffany menatap wajahnya di cermin, mengamati wajahnya yang tak lagi seperti dulu. Pipinya menjadi tirus. Luka menghiasi bibir dan pipinya. Matanya pun tak lagi bersinar seperti dulu.

Terkadang Tiffany tidak mengerti mengapa dia bertahan seperti ini. Memilih bersama pria yang lebih sering memperlakukannya sebagai boneka pemuas nafsu semata dibanding sebagai seorang istri.

PRAAAAANNNKKKK

Matanya membelalak ketika tiba-tiba terdengar suara kaca yang pecah dari arah dapur, menghentikan lamunannya. Segera Tiffany berlari keluar menuju tempat asal suara tersebut.

“Tae?”

Tiffany menemukan Taeyeon sedang meringkuk di sudut dapur. Pecahan gelas berserakan di sampingnya dan darah membasahi tangan pria itu. Wanita itu segera menghampiri Taeyeon dan memeluknya.

“Tae, gwaenchana. Jangan sakiti dirimu.”

Tiffany sudah menghadapi hal ini untuk kesekian kalinya. Suaminya, Kim Taeyeon, adalah seorang pecandu alkohol. Hal yang begitu memprihatinkan ini terjadi setelah mereka menikah.

Taeyeon yang saat itu mulai menata hidupnya demi Tiffany dan memulai bisnis kecil-kecilan, ditipu oleh sahabatnya sendiri. Semua uang yang sudah dikumpulkannya habis tak bersisa. Dirinya dipukuli oleh penagih hutang bahkan dirinya dituduh melakukan penipuan hingga harus menginap di dalam penjara.

Beruntung, Tiffany mampu membebaskan Taeyeon. Tiffany meminta-minta dan menangis di depan rumah ayahnya selama tiga hari penuh agar ayahnya mau membantunya. Taeyeon pun keluar dari penjara, semua hutangnya terbayarkan dan dia mendapatkan rumahnya kembali. Semua oleh bantuan ayah Tiffany. Namun dengan syarat, Tiffany meninggalkan suaminya itu.

Saat itu, Tiffany tidak memiliki pilihan lain dan dengan berat hati meninggalkan Taeyeon. Hal itulah yang menjadi pemicu keadaan Taeyeon saat ini. Frustasi akibat ditinggalkan oleh Tiffany, Taeyeon menenggelamkan kembali dirinya dalam alkohol yang sudah ditinggalkannya sejak dia bertemu Tiffany.

Selama dua tahun, Taeyeon hidup tanpa arah. Dia menghabiskan hari-harinya dengan berjudi dan minum-minum. Akhirnya tubuhnya membutuhkan semakin banyak alkohol setiap harinya. Taeyeon sudah tidak mampu lagi hidup tanpa alkohol. Dia sudah menjadi seorang pecandu.

Hal ini akhirnya diketahui oleh Tiffany. Selama berpisah dengan Taeyeon, tidak pernah seharipun dia tidak memikirkan suaminya itu. Suatu hari, dia baru saja pulang dari suatu bar ketika dia mendengar suara erangan seorang pria di lorong gang. Dia pun tidak sengaja melihat wajah Taeyeon yang terkena sinar lampu dan tanpa pikir panjang segera menghampiri pria yang dicintainya itu. Beruntung para lelaki yang baru saja menendang dan memukul Taeyeon sudah hilang dari pandangan.

Tiffany menemukan sosok Taeyeon yang sudah tidak berdaya dan sambil merintih kesakitan dia mengucapkan sepatah kalimat dengan pelan. “Ppany-ah. Aku mencintaimu. Jangan tinggalkan aku.” Dan setelah itu, Taeyeon pun tidak sadarkan diri.

Semenjak saat itu, Tiffany bertekad untuk terus berada di sisi Taeyeon dan membantunya untuk sembuh dari kecanduannya. Dia kembali meninggalkan keluarganya dan tinggal bersama dengan suaminya itu. Namun semua sudah berubah, Taeyeon bukan lagi pria penyayang seperti dulu.

Hidupnya sudah dikontrol oleh alkohol.

Taeyeon akan benar-benar marah dan menyiksa dirinya sendiri jika dia tidak bisa mendapatkan alkohol. Akal sehatnya sudah hilang.

Sudah berkali-kali Tiffany mencoba membujuknya untuk berhenti namun semua itu dihiraukannya. Ajakan untuk pergi rehabilitasi pun selalu ditolaknya mentah-mentah bahkan Taeyeon tidak segan-segan memukul Tiffany jika dia mengungkit hal itu kembali.

“Ppp…Ppany-ah….”

Hati Tiffany tak sanggup mendengar rintihan Taeyeon. Tapi dia juga tidak bisa memberikan apa yang diinginkan oleh suaminya itu. Dia tidak mau Taeyeon lebih terjerumus.

“Tae, lihat aku!!” Dia mengarahkan wajah pria itu untuk melihatnya.

“Ppp…Ppany-ah, berikan aku satu botol saja,” suara dan tubuh Taeyeon gemetar dalam pelukan Tiffany. “Aku mohon…aku…bb…benar-benar tidak sanggup. A…aku mohon. Sakit sekali rasanya…” Tetes air mata mulai berjatuhan dari mata coklat Taeyeon.

“Maafkan aku, Tae…” Tiffany menggelengkan kepala pelan.

Taeyeon pun melepaskan diri dari Tiffany dan dengan kasar memukul-mukul kepalanya yang terasa sakit sekali.

Tiffany kembali menarik Taeyeon dalam pelukannya agar dia berhenti memukuli dirinya sendiri. “Tae…aku mohon. Berhentilah. Tinggalkan minuman itu. Aku tak sanggup melihatmu terus menerus seperti ini,” ucap Tiffany sebelum akhirnya air mata jatuh membasahi pipinya.

Sekali lagi Taeyeon melepaskan dirinya dari pelukan Tiffany dan menatap istrinya itu dengan tajam. “Andwae! K-kau tidak mengerti!”

“Tae…” Tiffany memanggil pelan saat Taeyeon berdiri dengan tubuh gemetarnya dan berjalan menuju ke arah kamar. Tiffany tahu apa yang akan dilakukan suaminya itu. Dan benar saja, saat Tiffany tiba di kamar, Taeyeon sedang membongkar isi lemari. Dengan kasar dia mengeluarkan semua yang terdapat di dalam lemari itu hingga akhirnya menemukan apa yang dia cari. Dia mengeluarkan amplop coklat dan mengambil uang yang ada di dalamnya. Itu adalah uang tabungan Tiffany yang selama ini dia simpan untuk keperluan darurat.

“Andwae!! Tae! Jangan, Tae! Kumohon kembalikan uang itu! Jangan lakukan ini.” Sambil menangis, Tiffany mencoba menggapai uang yang ada di genggaman pria yang sebenarnya lebih pendek darinya itu. Namun Taeyeon mendorong tubuhnya kasar hingga terjatuh ke lantai.

“DIAMLAH TIFFANY! Kau bisa meminta kembali uang pada keluargamu yang kaya itu bukan?!”

“Tae, aku mohon,” Tiffany merintih sambil menatap lantai yang telah basah oleh tangisannya.

Tanpa melihat wanita yang tersungkur di bawahnya itu, Taeyeon melangkahkan kakinya keluar dengan cepat dan meninggalkan Tiffany seorang diri.

“Ddd…daddy…mm..mianhae…mianhae….”

Di saat seperti ini, Tiffany mulai menyesali pilihan yang telah diambilnya. Apakah pilihannya untuk berada di sisi Taeyeon adalah keputusan yang tepat? Dia benar-benar meninggalkan segalanya untuk Taeyeon namun hanya rasa kecewa dan sakit hati yang kini dia dapatkan. Namun terkadang hati terlalu buta untuk memilih karena di lubuk hatinya, Tiffany benar-benar berharap bahwa Taeyeon akan berubah dan kembali menjadi Kim Taeyeon yang membuatnya jatuh hati.

To be continued…

 

A/N: Annyeong semua!!! I’m back mwahahaha cerita ini sebenernya terinspirasi dari one-shot salah satu co-author di wp ini, yaitu siscataetae. Judul ff nya “The Addicts” dan kalian bisa cek versi aslinya disini: The Addicts. Mostly karena aku ga suka sad ending, jadi aku bikin versi happy endingku sendiri buat cerita ini hahaha FF ini juga akan lebih panjang dr versi aslinya soalnya aku ga ahli bikin oneshot, pasti pengen dipanjang2in hahaha tp ga akan panjang2 juga, mungkin kurang dari 10 chapter aja. Oh, dan tenang aja, aku juga udah minta persetujuan authornya untuk publish ceritaku ini.

Anyway, happy to be back after a long hiatus. Jangan lupa komen ya. I love comment hahaha ^^ Sampai jumpa besok dengan chapter yg baru. Annyeong~

P.S: Siapa yg udah ga sabar dengan comebacknya Taeyeon??? Oh yeah, me too!!!

Advertisements

Author: 4riesone

SONE. Follow me on Twitter @4riesone for updates and questions

50 thoughts on “The One To Live For (Chapter 1)

  1. Baru kak baca awalan nya seperti kaya perna baca ff ni.. Dan pada akhirnya mank the betul .. Baguslah kalau mank tae bisa berubah dan mudah2an aja tae gak bunuh diri seperti yang d one shoot.. Jadi pencandu alkohol mank susah untuk berubah tapi kalau didukung dengan org yang syg dan mau terapi pasti bisa kok.. Aduhhh kasihan bgt sih panny sudah mendapat kekerasan seksual blm lagi mendapat tekanan batin.. Butuh kesabaran yang Extra untuk menghadapi org kata tae.. Dede ola keren mau buat yang happy end👏👏👏👏👍👍👍👍

  2. cepet juga updatex La… keren…keren… gue izin save dulu ya la… heheh..

    XD

  3. Wkwkwkwkwkw
    Pantess
    Pas baca kek pernah liat ni ff
    wkakakaka
    Yesss mau buat happy endingg
    HAHAHAHAHAA
    kerennn ditunggu thorrr

    Yyoyoyoyo tae comebackk
    Wkakakakaka
    Woohooo

  4. Happy ending bolehlah. Suruh tae nya buruan sadar. Tinggalin lg aja dulu. Kali aja kalo pany tinggalin dia jafi berhenti candu. Hahahaha.
    Ditunggu kelanjutannya la !! Jangan terlalu lama kek DM !! (Poke si punya wp) hahaah 😂

  5. Ohh pantesan perasaan aku udah pernah baca, baguslah klo mau dibikin chapter semoga aja tae bisa sembuh tentunya selalu ada fany disampingnya

  6. Seru…… fany yang tabah yah taee pasti berubah lagi…

  7. Bagus nih ceritanya apa lagi dengan taeyeon yang pecandu minuman, fany harus lebih sabar lagi nih. Ya kalo bisa buat taeyeon nyesel sama perilakunya yang sekarang, walaupun sifat dia yg sekarang akibat ulah fany juga yaa.
    Ditunggu updatenya 😊 fighting !!!

    Buat comebacknya taeyeon beeeeh udah gak sabar nih nunggu releasenya hehe 😆

    • semacam lingkaran setan gitu ya. gara2 fany, taeyeon jd begini. gara2 taeyeon, fany jadi begini. muter2 aja trus hahaha
      hari ini udh update kok ^^

      sama, udh ga sabar banget.. sehari lagi………

  8. Astaga yaeng kok gitu skli sih ma fany kan ksian fany rela tinggalin kluargay demi dia
    Huuuu

  9. jd sedih dengan keadaan taeng yg kaya gitu, pany jg tertekan karna kelakuan taeng yg sudah keterlaluan
    semoga nanti taeng sadar dan berubah

  10. Awalannya aja udh tersakiti gituu. Itu covernya ceritanya hamil ya yg cewe?gue fikir fany jg lagi hamil. Tp untung nya kagaa, kasian entar bayi nya. Semoga fany bisa sabar dan kuat ngadepin tae:( emng nih bener2 si bocah masih kecil udh kecanduan alkohol, gmn gedenya wkwkwk

    Gahhh gue gasabar bgt sama kambek nya teyon. Sangat menantikan!!!!💜💜

    • ngga2 wkwk itu covernya si cewe lagi bawa tas XD
      eh taeyeon udh ga bocah lagi o.o wkwk
      mari tunggu sehari loga… semoga daebak :))

      • Kirain lagi hamil, perutnya keliatan melendung wkwk
        Muka bocah ah, ga cocok jd org dewasa wkwk
        Yeaaay fightaeng!!

      • tp kan elakangnya juga nonjol wkwkwkwk
        hahaha iya sih, muka bocah selalu dy mah XD

  11. Dulu fany ninggalin tae slm 2th, akhirnya tae jd kejanduan alkohol, mg tae sadar, kasian fany jd sasarn, serem klo tae lg ngamuk

  12. Pantes thor… Aq sudah merasa baca jdi rada Paham… Emang versi sebenernya sad ending sih n aq gak begitu suka sad ending… Mudah mudahan ini menjadi happy end n taeny tetep nyatu😆

  13. lama gak kunjungi wepe ni. banyak epep baru..
    ceritanya bakal bikin mewek kayaknya. fany kasian bgt,tae kok gitu ma istrinya. sadarlah tae,,,

    • lagi liburan jd update haha
      hmm, gtw jg sih klo bikin mewek ato ngga, ngga berencana bikin yg sedih2 haha
      tae ada di bawah pengaruh alkohol sih 😦 semoga ya cepet sadar 🙂

  14. tae kasar bngt sma fany. semoga aja tae segera bertobat wkwk 😁

  15. Ey c Tae bnr bnr dah.. Perasaan udh pernah baca ni ff.. Metong kn c Tae akhir ny.. Bagos deh lebih baik mati drpd idup tp ga berguna

  16. Wuahh bagusss ceritanya la,aduh taeng bisa” nya nyakitin pany,awas nyesel ntar loh
    udah lama banget ga k wp ini,ternyata banyak cerita barunya heheheheee
    D tunggu happy endingnyaaaaa laaa

  17. Tae jd kasar? Oh andwe. . .
    Pany… U can do it!

  18. Hai hai new readers baru baca nih ceritanya. Awalnya udh bgus bgt semoga nya makin bagus yaa.

  19. Ff rekomen dr tmen,mau lanjut bacacany hehehe .itu taeyeon kasar bgy sm fany 😤😤😤😤 macem2 ama mommy gue awas aja lu , kim 😠😠

    • Wah makasih udh mw sempetin baca, makasih jg buat temenmu yg sudah rekomen ^^ ya awalnya memang nyebelin si taeyeon, tp aslinya ngga kok 😄

  20. kyaaa sedih banget baca ff ini huhu
    aigooo kenapa tae milih alkohol di bandingkan tiffany
    gak ridoo kalau tiffany gue di siksa mulu sma si kim taeyeon .
    bad boy bangett s tae di sini
    ehh anyeong thor ? aku readers baru ^^

  21. aishhh..aq gak suka tae main kasar sama tiffany..tae stress banget masa tiffany di kasarin gitu..
    gak sanggup..
    😥
    😥

  22. keren, alurnya dapet banget. penggambaran tokohnya juga bagus. pembaca bisa masuk ke dalam ceritanya, keren thor…

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s