rara0894

All about TaeTiSeo and GG

Dear Mom (Chapter 19)

77 Comments

Title      : Dear Mom

Author : rara0894

Genre   : Family, gender bender

Cast      :

Seo Joo Hyun as Kim Joo Hyun

Tiffany Hwang/ Hwang Miyoung

Kim Taeyeon

Jessica Jung/ Jung Sooyeon

Kwon Yuri

And other cast

DM cover 2

       Dua orang wanita kini melangkah menuju apartemen pemilik  salah satu  dari mereka. Berjalan perlahan karena wanita yang lebih tinggi itu menuntun wanita bermaga Hwang menuju salah satu kamar tidur yang berada di apartemen mewah tersebut.

” Eonni seharusnya masih harus menjalani perawatan di rumah sakit. Kalau terjadi sesuatu bagaimana? ” Ujar dokter muda itu dengan sebal, namun tetap membantu kakaknya itu untuk berjalan.

” Aku tidak apa-apa Yoong. Tidak usah khawatir berlebihan seperti itu ” jawab wanita bermata cantik itu dengan kekehan kecil sehingga membuat matanya ikut tersenyum.

” Siapa yang tidak akan khawatir melihatmu seperti ini eonni? yang bersikeras meminta pulang dengan keadaan yang belum pulih seutuhnya? Kau benar-benar menyebalkan! ” Yoona mengerucutkan bibirnya yang membuat Tiffany tergelak sehingga membuat dokter muda itu semakin sebal. Tiffany begitu gemas hingga mencubit pipi Yoona.

” Yah! Appo! ” Yoona terpekik dan membuat Tiffany semakin tertawa keras.

” aiigoo..” Tiffany menghapus airmatanya yang keluar karena terlalu banyak tertawa.

” Bagaimana bisa seseorang yang sedang lemah bisa mencubit pipi orang lain dengan keras? Menyebalkan sekali! ” Yoona menatap Tiffany yang terus saja tertawa.

” Siapa yang menyuruhmu tertawa eonni? Ada yang lucu eoh? “

” You ” ujar Tiffany.

” Aiish terserah. lebih baik sekarang eonni istirahat. Aku akan membuatkkan makan siang untukmu dan setelah itu minum obat  ” ujar Yoona yang berbicara panjang lebar seperti seorang ibu.

” Arraseo, tapi kau harus menemaniku disini sampai aku tertidur ” Ujar Tiffany yang menatap Yoona yang menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Inilah kebiasaan baru Tiffany, selalu meminta Yoona mennemani dan menggenggam tangannya sampai dia tertidur. Inilah cara agar dia merasa tidak sendirian.

” Eonni tenang saja, aku akan disini sampai eonni tertidur ” Yoona menepuk dengan tempo seirama tangan Tiffany yang menggenggam tangannya.

Bersabarlah eonni. Aku yakin, air matamu yang terbuang sia-sia akan digantikan dengan kebahagiaan ” Yoona tidak sadar menitikan air mata seraya menatap sedih Tiffany yang kini sudah memejamkan mata. ” Taeyeon oppa, kau benar-benar keterlaluan menghancurkan wanita berhati emas ini. Aku tidak akan lagi membiarkanmu menyakitinya, tidak akan pernah ” Tanpa disadari Yoona menggenggam tangan Tiffany dengan erat.

Flash Back

“ EONNIII.. !! “ Pekik Yoona setelah membuka pintu ruang inap Tiffany dan melihat tubuh kakaknya itu terhempas kebelakang dengan mata tertutup, terbaring tidak sadarkan diri. Yoona dengan segera menekan tombol yang berada tidak jauh dari jangkauannya untuk memanggil perawat. Yoona kembali beralih ke Tiffany, dengan tangan bergetar dokter muda itu mengambil amplop yang ternyata berisi beberapa foto yang berada digenggaman Tiffany. Tangannya semakin bergetar setelah melihat foto tersebut. Foto Taeyeon bersama seorang wanita yang tidak dikenal Yoona, saling bercumbu yang membuatnya naik pitam. Mendengar langkah seseorang menuju ruangan itu, Yoona segera menyimpan amplop itu kedalam saku jas dokternya. Kemudian dengan dibantu perawat Yoona kembali terfokus pada Tiffany yang tidak sadarkan diri.

       Dua jam kemudian, Yoona terus menatap Tiffany  seraya mengusap punggung tangan Tiffany dengan lembut. Sudah hampir dua jam Yoona berada ruang inap Tiffany setelah apa yang terjadi.

” Eengh.. hiks.. ” Yoona berdiri dari duduknya untuk menenangkan Tiffany yang sepertinya menangis dalam tidurnya.

” Eonni, kau sadar? ” Yoona menggenggam tangan Tiffany  saat setitik air jatuh dari sudut matanya. Air itu kembali jatuh saat tiffany membuka matanya dengan perlahan.

” Yoong ” Suara Tiffany bergetar. “Dia.. di-dia- “

” Ssst.. aku tahu eonni. aku sudah melihatnya ” Yoona memotong perkataan Tiffany.

” Hatiku sakit Yoong.. begitu sakit ” Tiffany memukul dadanya yang terasa sesak. Dengan cepat Yoona menggenggam tangannya agar Tiffany tidak lagi menyakiti dirinya sendiri.

” Eonni.. jangan lagi. Jangan lagi membuat dirimu tersakiti. Please..  ” Yoona memeluk Tiffany dengan erat. Ikut menangis melihat Tiffany yang menangis keras

” Ini begitu sakit Yoong ” ujar Tiffany yang terus saja menangis.

” aku mengerti eonni, aku sangat mengerti bagaimana perasaanmu. Tapi aku mohon, bertahanlah. Tetaplah menjadi wanita yang kuat. Jangan lagi membuat kondisimu kembali memburuk ” Yoona melepaskan pelukannya. Menatap Tiffany dimanik matanya. ” Eonni, dengarkan aku. Aku janji, aku tidak akan membiarkan seorangpun menyakitimu. Walaupun itu adalah Taeyeon oppa sekalipun. Aku tidak akan membiarkannya. Aku akan menjagamu eonni, aku akan selalu berada disisimu. Jadi tolong, jangan lagi seperti ini. Aku ingin kau cepat sembuh. Aku sedih mmelihatmu seperti ini ” Yoona meneteskan air matanya yang membuat Tiffany mengangkat tangannya dengan hati-hati dan menghapus air mata yoona dengan kedua ibu jarinya.  Lalu Tiffany menangkup kedua pipi Yoona yang putih dengan telapak tangannya. Tiffany berusaha melihatkan senyumannya agar Yoona tidak lagi menangis melihat keadaannya. Biarlah dia yang merasakannya sendiri, Tiffany tidak ingin Yoona ikut merasakan apa yang dirasakannya. Cukuplah dia menanggung semuanya tanpa harus melibatkan adik kesayangannya itu.

” Arraseo.. aku tidak akan menangis lagi dan bisa dipastikan jika aku tidak akan memperburuk keadaanku ” Tiffany sedikit marik  wajah Yoona kemudian dikecupnya kedua pipi Yoona yang putih itu.

” Janji? ” Tiffany mengangguk

” Aku janji ” Kemudian Yoona melihat jam tangannya dan kembali menatap Tiffany.

” Sekarang sudah waktunya kau makan siang dan minum obat ” Yoona berdiri untuk mengambil makan siang Tiffany yang sudah disiapkan dan kemudian mulai menyuapi Tiffany dengan telaten. Yoona merawat Tiffany dengan begitu baik hingga Tiffany pun tertidur dengan lelap setelah menghabiskan makanan dan meminum obatnya. Disaat seperti inilah Yoona meluapkan tangisannya walaupun tanpa suara dengan menutup mulutnya dengan salah satu tangannya yang kini bergetar. Dia tidak ingin Tiffany tahu jika dia menangis melihat Tiffany yang rapuh. Dia tidak ingin semakin menghancurkan hati Tiffany karena dialah yang seharusnya menguatkan, bukan semakin memperburuk keadaan.

Eonni.. aku akan selalu disisimu dan akan terus menguatkanmu. Aku sangat menyayangimu “ Batin Yoona, kemudian menghapus air mata yang membasahi pipinya. Lalu dia mengecup dahi Tiffany dan memutuskan untuk keluar dari kamar, tidak ingin mengganggu waktu tidur Tiffany.

Flash End

       Diruang kantornya, Taeyeon saat ini terus berusaha untuk menghubungi Yoona berkali-kali. Namun, tidak ada jawaban dari Yoona sampai sekarang. Taeyeon ingin menanyakan bagaimana keadaan Tiffany saat ini  dan dia tidak mendapat informasi dari dokter muda itu yang membuatnya kini khawatir. Bertanya-tanya kenapa Yoona tidak menghubungi atau mengangkat teleponnya, apa mungkin Yoona begitu sibuk? Namun Yoona tidak pernah seperti ini sebelumnya. Sesibuk apapun, dokter muda itu selalu berusaha untuk memberikan informasi tentang keadaan istrinya. Namun dari kemarin Yoona tidak menghubungi atau mengirim pesan sekalipun. Tidak juga mendapatkan kabar, Taeyeon akhirnya memutuskan untuk menemui Yoona di rumah sakit. Dia juga memantapkan hatinya untuk menemui Tiffany yang begitu dirindukannya. Apapun perkataan dan perlakuan Tiffany nanti, dia akan menerimanya.

       Taeyeon dengan segera meraih kunci mobil dan saat itu juga seseorang mengetuk pintu ruangannya.

” Mr. Kim anda-  “

” Batalkan semua pertemuan hari ini atau mintalah Mr. Kang  untuk menggantikanku ” Taeyeon memotong perkataan sekretarisnya, Min Sunye.

” Ta-tapi ” Sebelum Sunye menyelesaikan perkataannya, Taeyeon sudah meraih gagang pintu untuk keluar dari ruangan.

” Taeyeon-ah!  ” Sunye berusaha untuk menyusul Taeyeon seraya memanggil pria pujaan hatinya itu. Namun Taeyeon tidak menghiraukan dan terus saja berjalan dengan cepat keluar dari gedung kantor. Sunye membuang napasnya dengan kesal, heran kenapa Taeyeon sedikitpun tidak pernah tertarik padanya dan memperlakukannya lebih dari sekedar teman ataupun sebagai sekretaris. Cintanya bertepuk sebelah tangan. Sudah lama dia memendam rasa cintanya terhadap Taeyeon, tapi sedikitpun Taeyeon tidak pernah membalas dan dia tidak akan pernah menyerah untuk memperjuangkan cintanya.

       Dengan meengendarai mobil dengan kecepatan diatas rata-rata, akhirnya Taeyeon sampai dirumah sakit tempat dimana Tiffany dirawat. Dengan  segera dia memasuki gedung itu untuk menemui Yoona terlebih dahulu. Saat berada dilorong  menuju ruangan Yoona, seorang perawat baru saja keluar dari ruangan tersebut.

” Apa anda mencari Dokter Im? ” Tanya sang perawat saat Taeyeon berada dihadapannya.

” Dae, apa dia ada diruangannya? “

” Dokter Im tidak praktek untuk dua hari ini karena besok lusa beliau diutus untuk urusan pekerjaan disalah satu rumah sakit yang ada Busan Mr. Kim ” Taeyeon membulatkan matanya, bertanya-tanya kenapa Yoona tidak memberi tahunya.

” Ba-baiklah, apa Tiffany ada dikamarnya? ” pertanyaan Taeyeon membuat perawat itu mengerutkan dahinya.

” maksud anda Mrs. Kim Tiffany? “Taeyeon mengangguk.

” Mrs. Kim sudah pulang sejak pagi kemarin. Apa Dokter Im tidak memberi tahu anda? “

” M-mwo? apa anda yakin? ” Ujar Taeyeon dengan jantung yang berdetak cepat. Bagaimana bisa Yoona tidak memberitahunya bahwa Tiffany sudah keluar dari rumah sakit, seolah Yoona menyembunyikan sesuatu darinya,  berusaha menjauhi Tiffany darinya. Bahkan Yoona tidak memberitahu dimana keberadaan Tiffany yang seharusnya sekarang sudah berada dirumah mereka.

” Dae, saya sangat yakin sekali Mr. Kim. Lebih baik anda mrnghubungi Dokter Im, karena dokter Im sendirilah yang mengantar Mrs. Kim. Saya masih ada pekerjaan, saya permisi ” Sang perawat membungkuk dengan sopan sebelum melangkah meninggalkan Taeyeon yang kini seperti es yang membeku. Dia tidak bisa berpikir dengan jernih. Sekarang apa lagi yang terjadi dihidupnya? apakah dia harus dihukum dengan cara seperti ini? Berkali-kali harus kehilangan orang dicintainya.

” Ya tuhan, ujian apalagi ini. Tidakkah aku dimaafkan? ” Gumamnya seraya mengusap wajahnya yang kini sendu. Terlihat sekali bahwa dia begitu lelah. Begitu banyak masalah yang datang bertubi-tubi padanya. Untuk menenangkan hatinya, Taeyeon memutuskan untuk duduk sejenak di bangku yang disediakan disetiap lorong rumah sakit seraya terus berusaha untuk kembali menghubungi Yoona. Namun Yoona tetap tidak mengangkat teleponnya. Karena tidak juga mendapatkan kepastian akhirnya Taeyeon memutuskan untuk pergi ke kediaman dokter muda tersebut.

       Dengan menempuh waktu setengah jam, Taeyeon kini sudah berada dikediaman Yoona.

“ Tuan Kim? “ Pelayan rumah Yoona sedikit terkejut atas kedatangan Taeyeon yang tiba-tiba, namun Pelayan itu berusaha untuk mengontrol dirinya. Namun Taeyeon tidak bodoh, dia bisa menangkap ekspresi pelayan tersebut, ada sesuatu yang sepertinya disembunyikan.

“ Apa Yoona ada? “ Taeyeon mengitari pandangannya kedalam.

“ Nona Im sedang tidak berada dirumah Tuan “ Sang pelayan terus berusaha untuk tenang

“ Anda yakin ahjumma? “ Mata Taeyeon mengarah ke garasi dan mobil Yoona ada disana, mata Taeyeon kembali mengarah kedepan, menatap lekat sang pelayan hingga wanita paruh baya itu menjadi gugup.

“ Dae. Nona tidak membawa mobil, tadi dijemput oleh temannya “

“ Anda tidak bisa membohongi saya Ahjumma “ Taeyeon menerobos masuk kedalam.

“ Tuan, apa yang anda lakukan?! “ Sang pelayan mengikuti langkah Taeyeon.

“ Yoona!! “ Taeyeon berteriak memanggil Yoona dengan emosi yang tidak lagi bisa ditahannya. “ Im Yoona!! “

“ Tuan, saya sudah katakan. Nona tidak berada dirumah “ Taeyeon tidak menghiraukan, dia berjalan menaiki tangga menuju kamar Yoona yang berada dilantai dua.

“ Im Yoona!! Aku tahu kau didalam “ Ujar Taeyeon setelah mengetuk kamar Yoona dengan sedikit keras. Taeyeon membuang napas beratnya. “ Kenapa kau tidak menghubungiku dan kenapa kau tidak mengangkat telepon dariku eoh? “

“ Yoona-ya.. aku tahu kalau didalam. Aku mohon, buka pintunya “ Kini suara Taeyeon melembut, berusaha untuk tenang dan mencoba membujuk Yoona untuk keluar dari kamarnya.

“ Yoona, kenapa kau seperti ini, eoh? Kenapa kau berubah drastis seperti ini? Apa kesalahan yang kulakukan padamu? “ Suara Taeyeon bergetar, mengetuk lemah pintu kamar Yoona.

“ Yoona, tidakkah kau iba melihatku seperti ini? Kau tahu jika aku tidak terlalu kuat untuk menghadapi semua ini, kenapa kau seperti ini padaku? Kau berjanji untuk selalu menguatkan dan membantuku. Tapi kenapa kau mengingkarinya? “ Taeyeon yang tidak kuat lagi, kini meluruh terduduk dilantai.

“ Yoona-ya.. jawab aku “ Taeyeon terisak. “ Jebal.. “ Pelayan rumah yang berada tidak jauh dibelakang Taeyeon menatap iba kearahnya. Sekalipun dia tidak pernah melihat Taeyeon yang rapuh seperti ini selama hidupnya.

“ Jangan membuatku bingung. Aku mohon, tolong jelaskan apa yang terjadi dan dimana keberadaan istriku. Aku sangat merindukannya. Kau tidak tahu bagaimana perasaanku, tolong jangan seperti ini “ Saat Taeyeon mengakhiri kata-katanya, tiba-tiba saja pintu itu terbuka. Ternyata Yoona sudah berada dihadapannya dengan wajah sedikit memerah karena menahan emosinya.

“ Yoo- “

“ Kau bilang aku tidak tahu bagaimana perasaanmu oppa? “ Tanya Yoona yang berusaha mengontrol dirinya. “ Dae! Aku tidak tahu bagaimana perasaanmu dan tidak akan pernah ingin tahu!! Tapi apa kau sendiri tahu bagaimana perasaan Fany eonni?! “ Taeyeon terdiam karena Yoona berbicara dengan nada yang begitu tinggi padanya, Yoona tidak pernah seperti ini sebelumnya.

“ A-apa maksudmu? Dan dimana keberadaan istriku? “ Taeyeon tidak mengerti, tidak bisa mencerna kata-kata Yoona.

“ Ck! Kau benar-benar egois! Kau sendiri tidak tahu bagaimana perasaan istrimu setelah apa yang kau lakukan, dan kau meminta orang lain untuk mengerti perasaamu?! Aku menyesal menjanjikanmu untuk bisa membuat eonni memaafkanmu! Lebih baik sekarang kau pulang oppa “ Yoona yang akan masuk kembali kekamarnya langsung ditahan oleh Taeyeon.

“ Apa maksudmu? Apa yang telah ku lakukan hingga kau bersikap seperti ini padaku?! “ Taeyeon juga tersulut emosi hingga menaikan nada suaranya.

“ Bukankah itu egois? Kau sendiri tidak menyadari apa kesalahan yang sudah kau lakukan dan sebelumnya kau sudah melakukannya berkali-kali. Kau mengatakan jika menyesalinya dan ingin berubah. Tapi kau terus saja melakukan kesahan itu! “

“ Aku benar-benar tidak mengerti, kesalahan apa yang kulakukan sekarang? “ Taeyeon berusaha mengontrol suaranya.

“ Lebih baik sekarang oppa pulang, pikirkan apa kesalahan yang oppa lakukan kali ini “

“ Tidak! Aku tidak akan pulang sampai kau memberi tahu dimana keberadaan istriku! “ Taeyeon menggenggam pergelangan tangan Yoona dengan erat sehingga wanita muda itu merintih kesakitan.

“ Oppa! Lepaskan tanganku. Ini sakit! “ Yoona berusaha melepaskan genggaman Taeyeon dipergelangan tangannya, namun tenaga Taeyeon yang kuat membuatnya tidak bisa melawan.

“ Cepat katakan, dimana istriku?! Dimana Tiffany, Im Yoona?! “ Teriak Taeyeon yang kini kehilangan kendali.

“ O-oppa “ Rintih Yoona karena Taeyeon semakin mengeratkan genggamannya.

“ Maaf Tuan, anda sudah mengusik dan melukai Nona Im. Lebih baik anda pulang “ Dua orang Security berusahan melepaskan Yoona dari genggaman Taeyeon.

“ Ya! Aku tidak ada urusan dengan kalian! “ Taeyeon yang kedua tangannya ditahan oleh dua orang itu berusaha melepaskan diri.

“ Yoona! Katakan padaku dimana Tiffany?! “ Taeyeon terus berteriak seraya diseret dengan tidak sopan keluar dari kediaman Yoona. Sedangkan pemilik rumah itu hanya bisa terduduk didepan pintu kamarnya setelah Taeyeon menghilang dari pandangannya. Disatu sisi dia begitu iba melihat Taeyeon, namun disisi lain dia begitu marah dengan apa yang dilakukan Taeyeon, menyakiti Tiffany berkali-kali.

“ Mianhe.. “ Isak Yoona yang belum beranjak dari posisinya.

*****

       Yuri dan Jessica sudah memantapkan hatinya untuk menemui orang tua Yuri, bahkan pasangan ini sudah berada diperjalanan menuju kediaman orang tua Yuri yang harus menempuh satu jam perjalanan dari bandara. Didalam mobil, Jessica duduk dengan tidak tenang, terus saja gelisah karena begitu gugup yang dirasakannya. Sebentar lagi dia harus berhadapan dengan orang tua Yuri. Pikiran negatif terus saja muncul dibenaknya. Bagaimana jika orang tua Yuri tidak menerimanya? Dia bukanlah orang yang  berada seperti keluarga Yuri, bagaimana jika orang tua kekasihnya itu memintanya untuk berpisah karena statusnya? Jessica benar-benar takut jika akan terjadi nantinya. Saat Jessica terus bergelut dengan pikirannya, dia meraskan sebuah genggaman ditangannya yang erat namun dia merasa begitu terlindungi. Siapa lagi kalau bukan sang kekasih yang duduk disampingnya. Menatapnya dengan penuh cinta.

“ wae? “ Tanya Yuri dengan lembut.

“ A-ani “ Jessica berucap dengan gugup seraya berusaha mengalihkan pandangannya karena Yuri menatapnya dengan lekat, itu membuatnya semakin gugup.

“ Apa kau gugup? “ Jessica hanya mengangguk yang membuat Yuri memeluknya dengan erat. Menarik kepala Jessica untuk bersandar didada bidangnya. Itu sangat menenangkan buat Jessica, rasa gugupnya terasa sedikit berkurang karena perlakuan Yuri yang juga membuat wajahnya memerah. Namun dia tidak tahu, mungkin saja dia akan semakin gugup jika sudah berada dihadapan orang tua Yuri nantinya.

“ Kwenchana.. “ Bisik Yuri ditelinga Jessica yang membuat wanita itu menutup matanya. Merasakan dengan seksama kehangatan pelukan yang diberikan Yuri padanya. “ Aku akan selalu berada disisimu, seperti janjiku sebelumnya “ Jessica mengangguk dan semakin mengeratkan lingkaran tangannya di pinggang pria yang dicintainya itu.

       Mereka sudah menempuh satu jam perjalanan, akhirnya mereka sudah berada didepan kediaman orang tua Yuri. Mereka saling menggenggam tangan.  Saling memberi kekuatan, dengan genggaman itu membuat Jessica meresa terlindugi. Meyakinkan dirinya jika dia akan baik-baik saja.

“ Kau sudah siap? “ Jessica mengangguk yang membuat Yuri tersenyum. Tangan Yuri kemudian terulur untuk menekan bell yang tidak jauh dari jangkauannya. Tidak perlu menunggu lama, seseorang membukakan pintu utama rumah tersebut.

Oh, my son! I miss you so much “ seorang wanita paruh baya yang terlihat masih muda memeluk Yuri dengan begitu erat.

“ Aku juga sangat merindukanmu eomma. Bagaimana dengan kesehatanmu? “ Tanya Yuri yang terus memeluk ibunya itu.

“ Seperti yang kau lihat. Aku wanita kuat, kau tahu itu “ Ujar sang ibu dengan santai kemudian mengecup kedua pipi anak laki-lakinya itu yang membuat Yuri malu dibuatnya. Jessica yang berada disamping Yuri tersenyum lebar melihat kemesraan ibu dan anak tersebut.

“ Aigoo.. Eomma sudah tidak muda lagi, untuk sekarang waktu istirahatmu harus lebih banyak “ Yuri menasihati ibunya.

“ Aiish.. kau tak perlu khawatir “ Kemudian matanya mengarah ke Jessica yang melihatkan senyuman gugupnya seraya membungkuk dengan sopan.

“ A-anyeonghaseyo Ahjumma “ Jessica tidak tahu harus berkata apalagi karena dia begitu gugup saat ini.

“ Siapa namamu? “ Tanya ibu Yuri dengan nada yang sedikit dingin dan wajah yang serius.

“ Je-jessica imnida “ Jessica membungkuk sekali lagi yang membuat Yuri tersenyum karena dia tahu jika Jessica saat ini benar-benar gugup.

“ eomma, tidakkah kau mengizinkan kami untuk masuk terlebih dahulu? “

“ Aigoo.. kajja “ Sang ibu menarik Yuri seolah mengabaikan Jessica yang berada dibelakang mereka, mengikuti ibu dan anak itu dengan wajah yang sedih. Sepertinya ibu Yuri mengacuhkannya dan mungkin saja tidak akan menerimanya. Yuri menatap Jessica dengan wajah bersalah, namun Jessica berusaha melihatkan senyumannya. Memberi sinyal jika dia baik-baik saja.

“ Duduklah, eomma akan memberi tahu appa bahwa kau sudah datang “ Sang ibu melangkah menuju ruangan dimana suaminya berada.

“ Tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja “

“ Sepertinya ibumu tidak menyukaiku yul “ Ujar Jessica dengan lirih.

“ Jangan berpikir seperti itu, aku yakin eomma pasti akan menyukaimu “ Yuri menggenggam kedua tangan Jessica yang mengepal.

“ A-apa kau yakin? “

“ Aku sangat yakin “ Yuri mengecup dahi Jessica. Saat mereka berpandangan, terdengar suara langkah menuju kearah mereka yang membuat Jessica menjaga jarak dengan Yuri dan laki-aki itu pun mengalihkan pandangannya kearah suara langkah tersebut.

“ Appa! Bogoshippo “ Yuri pun berdiri yang diikuti oleh Jessica, namun tetap pada posisinya. Memandang Yuri yang melangkah untuk memeluk sang ayah.

“ Aiigo.. aku juga merindukanmu “ Mr. Kwon menepuk punggung Yuri berkali-kali seperti seorang sahabat.

“ Bagaimana dengan kesehatanmu appa? “ Tanya Yuri.

“ Seperti yang kau lihat sekarang “ Ujar sang ayah seraya bergaya seperti binaragawan.

“ Aiigoo.. Cukup appa, ada Jessica “ Bisik Yuri ditelinga sang ayah.

“ Jessica? “ Mr. Kwon mengalihkan pandangannya, menatap Jessica yang masih berada  pada posisinya.

“ Appa, kenalkan ini Jessica “ Yuri kembali berada disamping Jessica yang membungkuk sopan ke ayahnya.

“ A-anyeonghaseyo Ahjussi, Jessica imnida “

“ Silahkan duduk “ Mereka pun duduk kembali dengan Mr. Kwon yang juga bersama mereka.

“ Jadi, apa yang ingin kau beritahu padaku Yuri-ah? Kenapa harus pulang? Tidakkah pekerjaanmu banyak di Korea? Kau kan bisa menghubungiku saja “

“ Ini masalah serius appa, maka dari itu aku memutuskan untuk pulang “

“ Apa itu? “ Sang ayah mengerutkan dahinya melihat wajah Yuri yang begitu serius.

“ Hmm.. aku kemari untuk meminta restu “ Kemudian Yuri mengarahkan pandangannya ke Jessica yang kini menunduk seraya menautkan kedua tangannya. Yuri mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Jessica yang membuat wanita itu menatapnya.

“ Aku ingin menikahi Jessica “ Kedua orang tua Yuri membulatkan matanya.

“ A-apa? “ Mrs. Kwon bersuara.

“ Dae, aku ingin menikahi Jessica “ Suasana menjadi begitu berbeda. Yuri sebelumnya tidak memberi tahu jika dia ingin menikahi Jessica. Bahkan kedua orang tua Yuri belum tahu jika Yuri memiliki kekasih kembali.

“ Aaaah.. nanti kita bicarakan lagi. Kalian pasti belum makan siang bukan? “ Mr. Kwon berdiri dari duduknya. “ Kajja, pelayan sudah menyiapkan semuanya. Kalian pasti lelah berada di pesawat berjam-jam “ Yuri menghela napas beratnya. Dia tahu jika kedua orang tuanya  begitu terkejut dengan apa yang dikatakannya. Yuri menggenggam tangan Jessica dan menariknya untuk melagkah mengikuti ayah dan ibunya yang melangkah lebih dulu.

“ Silahkan, jangan sungkan-sungkan “ Merekapun makan dengan tenang. Suasana benar-benar terasa begitu canggung.

“ Jessica “ Ibu Yuri akhirnya bersuara.

“ Dae ahjumma “ Jessica menatap Mrs. Kwon dengan gugup.

“ Apa kau berasal dari Korea? “

“ Dae Ahjumma, tapi saya lahir di San Fransisco “ Ujar jessica dengan senyuman ramahnya.

“ oh pantas saja, ibu dan ayahmu menetap di korea? “ pertanyaan itu membuat Jessica menatap Yuri.

“ orang tua Jessica sudah lama meninggal eomma “ kali ini Yurilah yang menjawab pertanyaan wanita paruh baya itu. Jessica hanya menunduk, bukan karena teringat dengan kematian ayah dan ibunya namun takut dengan pertanyaan-pertanyaan yang akan dilontarkan wanita dihadapannya itu.

“  Maaf, saya tidak bermaksud “

“ tidak apa-apa “ Jessica berusaha tersenyum.

“ lalu sekarang kau tinggal sendiri atau bagaimana? “

“ Sendiri ahjumma “

“ Kau bekerja? “

“ Dae “ Jessica semakin gugup dibuatnya, haruskah dia berkata jujur mengenai pekerajaannya jika Mrs. Kwon menanyakan lebih spesifik lagi? tapi dia tidak akan pernah berbohong. Dia memantapkan hatinya untuk menerima apapun yang akan dikatakan Mrs. Kwon nantinya.

“ Bekerja dimana? “ pertanyaan yang tidak diinginkan Jessica akhirnya terlontar.

“ eomma- “ Saat Yuri ingin berkata, Jessica langsung menggenggam tangan Yuri, memberikan sinyal biarlah dia yang menjawabnya dan Yuri hanya bisa diam.

“ Saya bekerja di sebuah club malam sebagai bartender ahjumma “ kedua orang tua Yuri membulatkan matanya dengan penuturan Jessica yang kini hanya menunduk. Tidak berani menatap kedua orang tua Yuri yang menatapnya dengan keterkejutan.

“ Bartender? “ Mr. Kwon memastikan dan mendapatkan anggukan dari Jessica yang masih menunduk. Kemudian mata Mr. Kwon mengarah ke Yuri, begitu juga dengan Mrs. Kwon. Yuri hanya terdiam, karena tidak tahu harus mengatakan apa. Suasana terasa begitu tegang, Jessica menahan air matanya. Dia juga tidak tahu kenapa dia harus menagis.

“ Eomma- “

“ Hello uncle, auntie! “ Saat Yuri ingin berkata, tiba-tiba saja seorang wanita cantik bertubuh tinggi dan langsing melangkah memasuki ruang makan kemudian memeluk Mrs. Kwon.

“ Vic? Sejak kapan kau datang? Kenapa tidak menghubungi auntie terlebih dahulu “ ketiga orang tersebut terkejut dengan kedatangan Victoria kecuali Jessica yang hanya bingung. Bertanya-tanya siapa wanita cantik dihadapannya kini.

“ Baru saja, aku ingin memberikan kejutan dan juga menyambut kedatangan Yuri “ Victoria menatap Yuri seraya tersenyum manis. Itu membuat Jessica sedikit cemburu.

“ Hei Yul, bagaimana kabarmu? “ Victoria melangkah kemudian memeluk Yuri dengan mesra yang membuat Jessica semakin cemburu.

“ Ba-baik. Kau bagaimana? “ Yuri berusaha melepaskan pelukan Victoria.

“ Aku sangat baik, seperti yag kau lihat. Kau semakin tampan saja “  Kemudian mata Victoria mengarah kepada Jessica. “ Ini siapa? “ Victoria berkata dengan santainya seraya mengerutkan dahinya. Kelakuan Victoria begitu tidak sopan, mungkin karena dia dibesarkan dengan cara yang salah. Membuatnya angkuh dan menganggap orang sebelah mata.

“ Oh, namanya Jessica “ Jawab Mrs. Kwon.

“ Hei, perkenalkan aku Victoria. Tunangan Yuri “

Deg!

Jantung jessica seolah berhenti berdetak, begitu juga darahnya yang seolah berhenti mengalir. Tubuhnya terasa beku dan napasnya pun terasa begitu berat. Tunangan? Bagaimana bisa? Yuri mengatakan jika ingin menikahinya, bahkan sudah membawanya kehadapan orang tua kekasihnya itu dan bagaimana bisa dia memiliki tunangan? Perasaan Jessica kini bercampur aduk. Tidak tahu apa yang dirasakannya kini. Sakit, sedih, kecewa, amarah dan semuanya menyatu. Dia ingin berkata, namun sedikitpun bibirnya tak bergerak. Dia ingin protes namun lidahnya begitu kelu untuk mengungkapkan. Apakah dia harus menangis dengan keras? Namun tangisannya tertahan. Haruskah dia berlari menghilang dari hadapan semua orang? Namun kaiknya pun tidak bisa digerakkan. Apa yang harus dilakukannya? Saat ini hanya air matanya yang mengalir dikedua matanya yang memerah. Mengalir dan terus mengalir. Bagaimana dengan Yuri? Dia hanya terdiam. Dia juga terkejut setengah mati mendengar apa yang dikatakan Victoria. Dia menatap Jessica yang juga menatapnya dengan air mata. Dia ingin menghapus air mata itu, namun tangannya tidak bergerak sedikitpun. Pikirannya melayang entah kemana.

“ I-ini maksudnya apa? “ Yuri akhirnya bersuara dengan menatap keuda orang tuanya dengan emosi yang tertahan.

“ Begini Yuri-ah, sebenarnya kami sudah merencanakan pertunanganmu dengan Victoria. Kami sudah berdiskusi dengan kedua orang tuanya, dan memutuskan pertunangan kalian akan diadakan bulan depan “

Deg!

Sekali lagi, Jessica merasa dilukai dengan perkataan Mr. Kwon.

“ Sa-saya permisi “ Jessica membungkuk kemudian memutuskan untuk pergi.

“ Jessica! “

*****

            Seohyun dan Nayeon kini sibuk menolong salah seorang karyawan Hyoyeon yang ditugaskan untuk menyapu dan membersihkan seluruh yang ada didalam kedai agar terlihat lebih bersih, karena sebentar lagi akan dibuka sama seperti biasanya. Kadang dua sahabat itu saling bercanda saat membersihkan meja-meja yang tertata rapi yang membuat salah satu karyawan Hyoyeon tersenyum menggeleng melihat tingkah mereka. Ya, begitu menggemaskan.

“ Aiigoo.. kenapa bercanda, kalian mau semua berantakan kembali? “ Mendengar suara Hyoyeon membuat dua gadis kecil itu berhenti.

“ Mianhaeyo ahjussi hehe “ Ujar Seohyun seraya melihatkan gigi putihnya agar Hyoyeon tidak memarahi mereka. Sebenarnya Hyoyeon tidak marah, hanya berpura-pura marah saja. Hanya ingin sedikit bermain dengan kedua gadis kecil itu.

“ Appa marah? “ Tanya Nayeon.

“ Bagaimana appa bisa marah dengan kalian berdua eoh? Hyoyeon mengacak rambut Seohyun dan Nayeon secara bersamaan.

“ Appa.. “ Nayeon merengek seraya memperbaiki rambutnya yang sedikit berantakan, begitu juga dengan Seohyun.

“ Appa sangat rapi sekali hari ini, Appa mau kemana? “ Tanya Nayeon yang mengerutkan dahinya melihat penampilan ayahnya yang tidak biasa.

“ oh, kita mendapatkan pesanan yang begitu banyak untuk dua hari kedepan “

“ Benarkah?“ Nayeon begitu gembira begitu juga dengan Seohyun.

“ Appa diminta menemui mereka pagi ini “ Nayeon dan Seohyun hanya mengangguk mengerti. “ jadi selama dua hari kedepan kita harus bekerja lebih keras lagi, oke? “

“ Oke! “ jawab kedua gadis tersebut dengan serentak.

“ Oh ya, Seohyun nanti temani Eunhye Eonnie untuk keperluan dapur dan Nayeon tetap disini untuk membantu yang lainnya, oke?

“ Oke “ mereka kembali menjawab bersamaan.

“ Kalian seperti anak kembar saja. Anak kembar saja tidak seperti itu “ Hyoyeon menggelengkan kepalanya melihat tingkah Nayeon dan Seohyun.

“ Kami sehati “ Mereka kembali berucap bersamaan yang membuat Hyoyeon terkekeh.

“ Ya sudah appa berangkat. Anyeong “

“ Anyeong “

       Disisi lain, Taeyeon memasuki gedung kantornya dengan wajah yang begitu muram. Tidak ada sedikitpun senyuman saat para karyawan menyapanya. Dia hanya terus berjalan menuju ruangannya dengan wajah datar dan terlihat kelelahan. Saat dia memasuki ruangannya, Sunye baru saja ingin keluar dari ruangannya tersebut.

“ Tae? “ Sunye sedikit terdorong saat Taeyeon masuk ke ruangannya kemudian wanita itu mengikutinya dari belakang.

“ Tae, kwenchana? “ Sunye bertanya khawatir.

“ Dae, bagaimana dengan persiapan untuk gathering yang akan diadakan? “ Tanya Taeyeon dengan nada datar.

“ Hmm.. sampai saat ini tidak ada masalah. Kau tenang saja, akan ku pastikan semua berjalan dengan lancar hingga acara selesai “

“ Baiklah, aku pegang kata-katamu “

“ Apa saja yang harus kulakukan hari ini? “ Tanya Taeyeon, dan Sunye pun menyampaikan scedule yang sudah disusunnya dengan baik dan teliti. Salah satunya adalah pertemuan-pertemuan yang sempat Taeyeon batalkan sebelumnya.

“ Baiklah, kau bisa kembali keruanganmu sekarang “ Ujar Taeyeon dengan santai, tidak tahu jika wanita yang dihadapannya kini begitu kesal dengan kata-katanya.

            Taeyeon kembali menyibukkan dirinya dengan file-file yang bertumpuk dimejanya. Dia berusaha untuk fokus namun begitu sulit dilakukannya. Sama seperti sebelum-sebelumnya, dibenaknya kini hanya ada bayangan Tiffany dan Seohyun. Dengan waktu yang cukup lama, akhirnya Taeyeon bisa berkonsentrasi penuh melakukan pekerjaannya hingga dia tidak menyadari jika dia sudah bergelut dengan pekerjaannya berjam-jam, hingga seseorang mengetuk pintu ruangannya.

“ Masuk! “ pintu pun terbuka, ternyata Min sunye.

“ Ada yang ingin bertemu anda Mr.Kim “ Ujar Sunye dengan sopan.

“ Siapa? “

“ Pemilik catering yang akan menyediakan hidangan nantinya “

“ Baiklah “ Sunye pun memanggil seseorang yang ingin bertemu dengan atasannya itu.

“ Taeyeon? “ Taeyeon mengalihkan pandangannya dari kertas-kertas yang berada dimejanya, menatap orang yang menyebut namanya.

“ Hyoyeon? “

To be continued…

HAHAHA

HYOYEON?? TAEYEON MENGENAL HYOYEON?? HYOYEON YANG MANA??

Anyeooong..I’m Back!! okeeh gue mau cuap2 kali ini..

sebelumnya gue mnta maaf lagi karena lama banget buat update hehehe.. tapi ini ga sampai loh 3 bulan, yaa bisa dikatakan lebih cepat dari sebelumnya hahahah. 

kenapa gue janji update di tanggal 10 kepada readers yg sering nanyain DM?? because today is my birthdaaaaay!! yeheeeeey.. ayoo manaa kadoo buat guee?? haha. abaikan..

sekarang kita bahas mengenai ff ini, maaf banget kalo ceritanya semakin ngaur dan ga jelas, karena hanya itu yang ada dibenak gue. gue bukan author yang hebat yang bisa membuat ff dengan alur dan cerita yang bagus seperti author2 lainnya, gue hanya author abal-abal yg tidak memiliki wawasan yg luas.  maka dari itu gue hanya bisa memberikan seperti yang udh kalian baca dan ceritanya bisa dikatakan mudah ditebak. jadi maaaaf banget kalo tidak memuaskan.. gue hanya khawatir kalau kalian jadi bosen baca ff dear mom ini. gue udah mikirin, kalo misalnya endingnya dicepetin, nanti takutnya jadi ga ada yg special waktu endingnya. kalau terlalu lama ya gini jadinya, ngaur, ga jelas dan mungkin membosankan. sama seperti kata2 author yg lain, memulainya memang mudah namun saat mengakhirinya begitu sulit. begitu sulit membuat ending yang berkesan dan ff itu akan lebih baik lagi jika ada sebuah pesan bukan?? itu yang begitu sulit buat gue. jadi untuk readers, berikan gue semangatnya, berikan kritik dan saran agar gue bisa lebih baik lagi. maaf gue banyak cuap-cuap yaa.. sesekali gpp laah XD

kenapa gue ga jadi protect di chapter 19 ini?? karena hari ini hari spesial buat gue, dan gue lagi kumat ingin berbaik hati hari ini dan juga belum ada yang WOW yang bakal membuat kalian penasaran di chapter ini.. dan mungkin pada chapter 20.. maka dari itu jangan lupa untuk tinggalkan komentar pada chapter ini. rulesnya sama seperti sebelumnya, cuap2 gue di chapter 18 yaa dan masih ada clue yg lain heehe

oke sepertinya cuap2 gue bakalan makin panjang, dan lebih baik gue hentikan sekarang.. sekali lagi, jangan lupa tinggalkan komentar setelah baca yaa terima kasih banyaaaaak

DEAR MOM CHAPTER 20 COMING SOON!! anyeoooong..!!! *bow

Advertisements

77 thoughts on “Dear Mom (Chapter 19)

  1. Wah kenapa cpt sekali. Sbnr namemang sdh lbh baik ending krn kasian tae .tp masalah demi msalah dtg terus gmn t

  2. makin ribet aja.. Sica patah hati tuh wkwk, smpai skrg pun dia gk tau anaknya hilang, malah sibuk sama asmaranya -_- dari awal emg udh curiga, kayaknya hyo dan tae saling kenal habisnya marganya sama

  3. Aduh ini taeny kok makin ribet aja deh mana yulsic ikut”an kena badai lagi tpi kya’x bntr lagi seo bakal ketemu nih krn hyo sama tae saling kenal..

  4. Yoona salah paham … kasian dah taeng menderita tapi lebih kasian fany nya .
    hal yang paling gua tunggu” itu kapan sica ketemu seohyun .
    Nah si taeng ada peluang ketemu seo … udah ketemu hyoyeon .

  5. Wow.. Jessie kacian skli.. Jessie ga ingat ap yak sama anak ny.. Hyo ternyata kenal sama Tae wah pasti bntar lg ketemu ni sama anak ny.. Gue hrs nunggu brp lama lg lo updet Thor.. 1bln,,2bln.. 3bln..atw lebih dri itu.. Gue jabanin..
    Happy birthday to u.. Semoga Tuhan selalu senantiasa melindungi mu.. Amen

  6. Ya ampun.. Beneran mau end nih Thor. Tpi happy ending yah Thor.. Kasian liat TaeNy kaya gtu.
    Dan happy birthday buat loe Thor. Semoga makin lebih” lahh segalanya,, dan tercapai apapun yg loe mau. ^^
    Semangat terus ^_^

  7. taeny makin kena badai kece dan yulsic mulai kena badai kece. huhuhuhu T.T #pelukJuhyun

  8. Baru update lagi nih thor………….
    Gk ada TaeNy moment sedihhh…kenapa mereka harus berantem?
    Dan ngemeng-ngemeng dimana seohyun???

  9. wahhh…. semoga tae dan hyo emg ada hubungan, jd tae bisa secepatx bertemu seo..dan tiffany bisa luluh dan memaafkn tae.. hihihi… semoga aja deh.

  10. saking lama ny thor..
    gw lupa critany.. n lupa dh coment di ff lu yg ini atw gk..
    haha..

  11. makin complicated aja problem taeny…
    mg seo cpt kmbli bersm lgi sm taeny..!

  12. makin best jalan cerita nye..penuh dengan persoalan…tak sabar nak tau ending nye camne…

  13. kok hyoyeon sama taeyeon kaya udh saling kenal sebelumnya?

  14. makin penasaran aja nih….
    g sabar nunggu kelanjutan ny….

  15. Buruan thooorr..di update lg..
    Gak sabar nugguin moment seofany nti klo ktmuan.
    Author fighting!…

  16. Tolongyaaaaaaaaa ampun deh nichapter bkin jeddarjedder xd thorr cepet dilanjutt jeballya
    Semoga taeny tetep aman deh

  17. Akkhhh pusinggg hub taeny gtu mlu ga Ada perubhan kyanya klo do nation stu bkln kelar day critany

  18. Tua dijalan klo ky gini nunggu in tae tiff sm seo kembali bersatu ㅜㅜㅜㅜ setidaknya tiffany maafin tae,
    Happy born day thor 😄😄😄

  19. Ternyata tae dan hyo saling kenal 😂😂😂
    Keep update ya Thor, dan please jangan ada lagi drama”an 😭😭😭

  20. Baru mampir lg,jd sedikit lupa sama ceritanya 😁

  21. Thour kontak bbm koc hilang ya??
    Kemana sich.
    Sms ke no aku y 085659535353
    Pin nya,klu uptude kan tau.hehe

  22. MEMANG NYA TAEYEON MENGENAL SIAPA HYOYEON ITU NI.

  23. Wanjiiiirrrrrr
    Kenal

  24. aduh mslh aplg ini yg dihdpi Taeny.tae selingkuh???OMO tmbh kencang ad nih badai,ato itu cm fitnah aj?
    dunia sempit y trnyt Kim hyoyeon n Kim taeyeon bertmn,smg ini jln utkntae bs ktm seo.
    ap Yulsic g dpt restu dr ortu yuri?kasihn sica udh bnyk menderita,
    g sbr next chap..

  25. Ya ampun thor kasian banget sama tae. Tp lbih kasihan lagi sama tiffany. Itu sunye jahat banget sih. Kok gitu banget cinta nya sama tae. Sampai2 buat tiffany dan yoona benci sama taeyeon..
    Kasian jessica, semoga yuri tetap sama jessica dan victoria gak jahat kayak sunye..
    Semoga itu hyoyeon yg nemuin seohyun, biar tae bisa ketemu seo lagi dan bisa buat taeny baikan lagi..
    Ok ok thor akan selalu nungguin author update chap selanjutnya. Dan jgn yg susah2 ya thor pw nya 😃😄
    Semangat nulisnya thor..

  26. kejutaaaaannn..hyo n tae udah saling kenal..
    omoooo…yuri udah di jodohin..trus sica bagaimana..gak bagus banget peran mu di ff ini sica..hehehe

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s