rara0894

All about TaeTiSeo and GG

Love between Dreams (Chapter 25A)

56 Comments

Title        : Love between Dreams

Author   : 4riesone

Genre     : Romance, Gender bender

Cast        : 

 Jessica Jung

 Kwon Yuri

 Kim Taeyeon

 Girls’ Generation members and other

LxD cover 2

Decision

“Selamat, Tn. Kim.”

Taeng menjabat tangan orang tersebut dan tersenyum. “Terima kasih banyak, Tn. Choi. Saya mohon bantuannya.”

Pria tersebut tertawa. “Tentu saja, Tn. Kim. Anda tidak perlu memintanya. Hidup saya sudah saya kerahkan untuk Jeguk Corp.”

“Kami sangat beruntung kalau begitu. Anda memiliki salah satu individu yang sangat berperan dalam perkermbangan perusahaan ini.”

Tn. Choi tertawa lagi. “Saya akan terus berusaha untuk berkontribusi untuk perushaan ini dan juga mendukung anda, Tn. Kim.”

“Terima kasih sekali lagi, Tn. Choi.”

“Terima kasih kembali, Tn. Kim.”

Taeng tersenyum dan melanjutkan perbincangannya dengan partner perusahaan yang lain dan juga para pekerja.

Malam itu, Jeguk Corp. sedang mengadakan sebuah pesta untuk CEO terpilih mereka yang baru, yaitu Kim Taeng. Sebelum pesta tersebut, jajaran direksi sudah memberikan posisi Tn. Jung secara sah pada menantunya tersebut dan sejak saat itu pula Taeng secara sah memimpin salah satu perusahaan multinasional terbesar di Korea Selatan.

Taeng sendiri sulit mempercayai hal tersebut. Dia tidak menyangka dirinya dapat mencapai sejauh ini. Melihat kembali pada masa lalunya, Taeng tidak akan pernah berani untuk bermimpi berada di posisinya saat ini. Tentu saja, dia sedang berada di puncak karirnya saat ini, tapi tidak akan ada yang percaya apa yang sudah dilaluinya untuk menjadi dirinya saat ini. Dan melihat pada keadaannya saat ini, semuanya terlihat seperti sebuah ironi. Ketika pekerjaannya meluncur bagaikan meteor di angkasa, kehidupan percintaannya tenggelam hingga ke laut yang dalam layaknya kapal Titanic yang tenggelam ke dalam Samudera Pasifik.

Tetapi walaupun begitu, baginya, cinta itu tanpa syarat.

Memang benar bahwa ada kalanya Taeng berharap agar Sica dapat menerima cintanya dan mungkin saja membalas cintanya. Tapi itu tidak terlalu penting. Hal itu bukanlah yang terutama.

Cinta ini bukanlah sekedar emosi aktif dari makhluk hidup. Dia bukanlah ‘aku mencintaimu’ untuk alasan ini atau alasan itu, bukan ‘aku mencintaimu jika kamu mencintaiku juga’. Dia adalah cinta tanpa alasan, cinta tanpa syarat. Dia pun tidak akan musnah walaupun perasaannya tak terbalaskan. Karena yang memperkayanya adalah cinta itu sendiri seperti dimana ada cinta disana ada kehidupan. Karena cinta tidak pernah berhenti.

Ketika seseorang benar-benar mencintai seseorang, dia tidak akan mengharapkan cintanya terbalas. Sebaliknya, mereka yang sungguh-sungguh memuliakan rasa cintanya akan berbahagia untuk orang yang mereka cintai, walaupun kebahagian orang tersebut berarti bersama orang lain. Hal itu menyakitkan. Benar. Sangat menyakitkan. Begitu menyakitkan seperti api neraka. Tetapi cinta adalah ketika kebahagian orang yang dia cintai lebih penting dibandingkan kebahagiaan dirinya. Karena cinta sendiri ada untuk memberikan kebahagiaan. Jika orang yang dia cintai bahagia, hal itu sudahlah cukup. Bodoh? Yeah. Tetapi dirinya rela menjadi orang bodoh jika hal tersebut bisa membuat orang yang dicintainya bahagia.

Taeng sudah memikirkan hal tersebut berulang-ulang kali. Untuk kebahagiaan orang yang dia cintai, apakah hal yang terbaik untuk dilakukan? Dia tidak yakin. Oleh karena itu, sekarang dia akan mencari jawabannya. Pada dia yang memulai segalanya.

“Hello, Sir—umm maksudku Dad.” Taeng segera memperbaiki perkataannya setelah melihat tatapan tajam pria tersebut padanya.

Pria yang dipanggil itu pun tersenyum. “Hi, Taeng. Masuklah.”

Taeng mengangguk dan menghampiri ayah mertuanya sebelum duduk di kursi di sebelah tempat tidur.

Tn. Jung sedang menjalani perawatan di rumah sakit karena penyakit yang sedang dideritanya. Dia tampak menyedihkan, tidak lagi seperti pria gagah yang dulu. Sekarang dia tampak lemah dan rapuh, berbaring di kasur tak berdaya. Tapi kehadiran Taeng dapat membuat dirinya tersenyum walaupun hanya seulas senyuman kecil.

“Bagaimana keadaanmu, Dad?”

“Seperti biasa,” jawabnya. “Selamat untuk posisi barumu. Aku minta maaf karena tidak bisa melakukannya untukmu.” Dia menepuk lengan Taeng lemah.

Taeng tersenyum sebagai balasannya. “Tidak apa-apa, Dad. Aku mengerti. Aku harap aku bisa melakukan yang terbaik untukmu.”

“Aku tahu kau pasti bisa.”

“Terima kasih Dad sudah mempercayaiku.”

Tn. Jung mengangguk lemah. “Jadi apa yang membawamu kemari, nak?”

“Aku ingin meminta maaf padamu, Dad.”

“Untuk apa?”

“Aku tidak bisa membuat putrimu bahagia. Aku minta maaf.”

“Benarkah begitu?”

“Aku bukan suami yang baik. Aku hanya bisa menyakitinya. Aku benar-benar minta maaf, Dad.”

“Baiklah kalau kau bicara seperti itu. Sekarang kau sudah kumaafkan,” pria sakit itu berbicara dengan santai. “Ada lagi?”

“Dad?” Taeng menatap dengan penuh kebingungan pada mantan atasannya itu.

“Kau sedang meminta maaf, bukankah begitu? Aku sudah memaafkanmu.”

“Tapi, Dad, Aku-“

“Berhenti menyalahkan dirimu sendiri, nak,” Tn. Jung memotong. “Bukan salamu jika putriku tidak bahagia bersamamu. Itu adalah kesalahannya sendiri karena sudah mengabaikan cintamu.”

“Itu bukan salahnya, Dad.”

Tn. Jung menutup matanya dan menghembuskan napas panjang. “Aku tahu dirimu adalah pria yang baik, nak. Tapi kau tidak perlu membela putriku di depanku. Aku tahu bagaimana sikapnya padamu. Aku benar-benar meminta maaf akan hal itu.”

Taeng menundukkan kepalanya, tidak tahu harus berkata apa.

“Dengarkan aku, nak. Mungkin memang benar kalau kau tidak bisa membuat putriku bahagia hingga saat ini. Tetapi aku percaya padamu. Aku percaya bahwa cintamu yang tulus dapa mencairkan hatinya yang beku. Aku tahu pada akhirnya kau akan bisa membuat putriku bahagia. Aku sudah mempercayakan dirinya padamu.”

“Dad, Aku…” Taeng menghela napas.

“Nak,” pria tua itu melihat pada menantunya. “Aku mengerti kalau kau sudah menghadapi banyak kesulitan karena putriku. Aku benar-benar minta maaf sudah menyeretmu dalam kerumitan ini. Tetapi, aku memiliki alasan untuk memilihmu sebagai menantuku. Aku tahu orang seperti apa dirimu ini, Kim Taeng.” Dia berhenti sejenak untuk menarik napas sebelum kembali melanjutkan. “Ada sesuatu yang hanya dimiliki olehmu yang mampu membahagiakannya dan membuatnya menyadari betapa hidup ini sangat berarti.”

“Apa maksudmu, Dad?”

“Kau akan mengetahuinya kelak.”

“Mengapa kau begitu yakin dengan diriku, Dad? Aku bukanlah orang yang sempurna.”

Mertua Taeng pun tersenyum mendengarnya. “Tepat sekali. Karena kau sama sekali tidak sempurna. Tapi kau menyadarinya. Itu sudah lebih dari cukup. Kau menjadi yang terbaik dengan melampaui kekuranganmu, nak. Bukankah itu caramu menjadi dirimu yang sekarang?”

“Ya, Dad.”

“Lalu apa yang kau takutkan? Ada apa dengan mengasihani diri sendiri ini? Kau tidak seperti Kim Taeng yang percaya diri yang kukenal.”

“Aku hanya takut aku tidak bisa membuat putrimu bahagia, Dad,” Taeng menjawab sejujurnya.

Pria paruh baya itu tersenyum kembali, walaupun kali ini tampak lebih lemah. “Jangan khawatir. Kamu akan membuatnya bahagia.”

“Aku harap begitu, Dad.”

***

Bunyi nada piano terdengar di seluruh penjuru ruangan, mengisinya dengan nyanyian merdu. Musik itu dimulai dengan manis dan lembut namun kemudian perlahan-lahan menguat seiring perkembangan lagu, seperti ingin melambangkan bagaimana cinta itu dan apa artinya benar-benar mencintai seseorang.

Kelambatan lagu yang sempurna semakin memperkaya emosi sedih yang diciptakan oleh melodi lagu tersebut. Selain itu, perasaan sedih yang terkandung dalam lagu tersebut tampaknya ingin mengambarkan seseorang yang pilu dan kesepian berjalan pulang, mungkin setelah mengalami kehilangan yang menghancurkannya, baik dalam arti romantis maupun tidak.

Seiring setiap nada yang terdengar, melodi-melodi tersebut seperti mengikat seseorang untuk berhenti sejenak dan mendengarkan lagu yang indah tersebut. Nada-nada itu seperti menyusup ke dalam tubuhnya, memunculkan emosi-emosi dari lubuk hatinya yang paling dalam. Ketika lagu tersebut berakhir, pipinya sudah berlinangan air mata.

“Tadi itu benar-benar indah, oppa,” ucap gadis itu seraya dirinya mengusap air matanya dengan punggung tangannya.

“Oh Yoona, hi.” Yul menyapa tanpa semangat. Tubuhnya merosot pada ujung keyboard  dan dia meletakkan kepalanya di sana, sambil memandang tuts hitam dan putih yang tersusun rapih dalam urutan tertentu. Hitam di tengah putih. Sama seperti bagaimana kesedihan selalu menyela di tengah kebahagiaan.

“Halo juga, oppa.” Yoona menghampiri pria yang sedang bersedih itu. “Kau terlihat tidak bersemangat hari ini.”

Yul menjawab pahit, “Aku sedang tidak mood, Yoona.” Dia perlahan menekan tuts keyboard di hadapannya, satu setiap saatnya, menciptakan melodi pilu lainnya.

“Ini tidak seperti dirimu, oppa. Apakah ada sesuatu yang terjadi?” Yoona bertanya dengan hati-hati.

“Tidak ada apa-apa,” Yul berbohong.

“Hmm, baiklah.” Yoona tidak menggali lebih dalam karena dia tahu Yul tidak sedang ingin mendiskusikannya. “Apa judul lagu ini, oppa? Begitu indah dan penuh emosi.”

“Aku belum memberinya judul.”

“Ini lagu ciptaanmu?” Yoona bertanya dengan takjub.

“Hmm, kurang lebih,” Yul menjawab sambil jari jemarinya tetap menekan tuts-tuts keyboard dalam lamunannya.

“Wow, kau tidak pernah gagal membuatku kagum, Yul oppa. Kau benar-benar berbakat,” ucap Yoona dengan penuh semangat meskipun tanpa respon dari pria yang diajaknya bicara.

Yul hanya bisa memaksakan senyuman. Berbakat? Dia mendesah. Apa arti di balik semua talenta yang dimilikinya ini? Apa arti di balik semua mimpi yang dia kejar ini? Jika tanpa cinta dan kebahagiaannya diantaranya? Ini semua bukanlah apa-apa. Semuanya terasa hampa.

“Terima kasih sudah memperbolehkanku mendengar lagumu, oppa. Aku harap aku bisa mendengarnya kembali lain waktu.”

“Sepertinya tidak,” Yul menjawab lemah.

“Kenapa, oppa?”

“Lagu ini untuk seseorang.”

“Untuk pacarmu?”

Yul menjawab dengan keheningan.

“Maaf, oppa. Aku tidak bermaksud untuk ikut campur.”

Yul tetap terdiam.

Yoona mengerti arti dari keheningan ini. Artinya Yul sedang tidak ingin bercakap-cakap dan juga memintanya untuk berhenti melanjutkan topik tersebut.

“Aku benar-benar minta maaf jika sudah mengganggumu, oppa. Aku akan pergi sekarang. Tetapi, aku benar-benar berharap bisa mendengar lagumu kembali, mungkin lain waktu. Karena lagu itu benar-benar lagu yang indah dan luar biasa.”

“Terima kasih, Yoona.”

Yoona mengangguk. “Bye, oppa.”

“Bye.”

Yul melihat Yoona meninggalkan ruangan dari posisinya yang belum berubah. Dia tidak bergerak sama sekali. Yang ingin dilakukannya hanyalah berbaring. Namun musik dapat memberikan penghiburan baginya, yang menjadi alasan baginya untuk memilih ruangan itu sebagai ruang ratapannya.

Pertemuan terakhirnya dengan Sica adalah tepat tujuh hari yang lalu, di kamar hotel. Mereka tidak bertemu lagi setelahnya dan hanya kadang-kadang bertukar pesan satu sama lain.

Yul sudah memikirkan mengenai hubungannya sejak saat itu. Dia yakin 100% bahwa cintanya untuk Sica memanglah benar adanya, bahwa Sica adalah satu-satunya orang yang dapat menjadi belahan jiwanya. Dia tidak memiliki keraguan bahwa dirinya akan melakukan apapun untuk cintanya.

Tetapi melihat beberapa hari ke belakang, hal itu tampaknya tidaklah benar. Ada sesuatu yang tidak bisa dia lakukan: melepaskan.

Bahkan setelah hampir delapan bulan berpisah dengan Sica, dia masih saja memiliki keinginan yang sangat besar untuk memiliki Sica disisinya. Walaupun dirinya sadar bahwa dia tidak boleh lagi mengejar Sica karena Sica bukanlah miliknya lagi, tetapi dia terlalu tidak peduli dengan kenyataan tersebut. Dia dibutakan oleh perasaan bahagia yang dia rasakan ketika Sica berada dalam pelukannya kembali. Yang membuatnya melupakan dunia yang lain, di luar dirinya dan Sica, dimana orang lain tinggal.

Dia mengabaikan kenyataan bahwa Sica sudah menikah dengan orang lain. Dia bertindak kasar pada sahabatnya sendiri yang bermaksud baik padanya. Dia menusuk seorang pria berhati baik dari belakang dengan berselingkuh dengan istrinya. Dan dia juga menyakiti orang yang dicintainya dengan memaksakan kehendaknya.

Yul begitu mencintai Sica hingga tanpa sadar cintanya tersebut berubah menjadi obsesi, perlahan-lahan menggerogoti cinta tulusnya dan merubahnya menjadi cinta yang dipenuhi nafsu. Terlebih lagi, dia mulai menjerumuskan dirinya sendiri ke dalam lautan ketakutan dan kemarahan.

Yul masih dapat mengingat dengan jelas betapa terpukulnya Sica tujuh hari yang lalu. Dirinya tampak kosong dan terluka. Dia bahkan tidak berusaha untuk menutupi kesedihannya sama sekali. Rasanya seperti ada beban yang begitu berat di bahunya, sepeti ada batu yang sangat besar ditimpakan padanya hingga dia tidak mampu menegakkan dirinya ataupun menarik napas dengan layak. Dan cahaya dalam dirinya pun perlahan meredup oleh karena sakit hati yang membayang, oleh karena perasaan bersalah yang membayang.

Setetes air mata jatuh membasahi pipi Sica. Satu persatu, hingga akhirnya tetes air mata berubah menjadi derai air mata yang tak terhentikan dan dia pun terjatuh berlutu. Isak tangis mengguncang tubuhnya. Sica tidak pernah menangis sekeras itu di hadapan Yul. Bahkan tidak ketika mereka sembilan bulan yang lalu.

Melihat Sica terluka seperti itu benar-benar merenggut hatinya. Yang dia bisa lakukan hanyalah memeluk Sica dalam dekapannya, mencoba untuk mengurangi sedikit rasa sakit yang dirasakannya. Tetapi Yul tahu, semuanya sudah terlambat. Sudah ada lubang besar menganga dalam hatinya dan dia tahu tidak akan ada lagi yang sama.

Yul tidak ingin lagi terus menyakiti. Dia hanya ingin orang yang dicintanya bahagia. Dan kali ini dia akan melakukan hal yang seharusnya sudah dia lakukan.

Tepat ketika pikirannya sudah melayang jauh, suara dering dari handphonenya membawanya kembali ke saat kini. Dengan enggan dia menegakka tubuhnya dan menjawab panggilan tersbut.

“Yul.”

Suara yang familiar itu. Suara favoritnya. Salah satu sudut bibitnya tanpa sadar terangkat dengan sendirinya.

“Hi, Sica.” Yul menjawab dengan pelan.

“Apa kita bisa bertemu?”

“Kapan?”

“Apa kau memiliki waktu siang ini?”

“Baiklah. Ada yang harus kukatakan padamu juga.”

“Oke. Kita bertemu di pinggir sungai.”

“Oke.”

“See you then.”

“See ya.”

***

Yul sedang duduk di bangku di pinggir sungai. Tempat itu membawa banyak kenangan akan dirinya dan Sica. Termasuk bangku yang sedang dia duduki saat ini.

Yul ingat ketika dia pertama kali mengucapkan tiga kata-kata penuh arti itu pada Sica di hadapan bangku itu. Dan itu juga merupakan pertama kaliya dia mendengar kata-kata tersebut dari bibir Sica. Itu adalah sebuah kenangan indah yang tak terlupakan.

Hari ini, tempat ini akan kembali menjadi saksi momen tak terlupakan lainnya dalam hidupnya, hanya saja kali ini benar-benar kebalikan dari apa yang terjadi di masala lau. Tempat ini adalah tempat dimana semuanya bermula, dan di tempat ini pula semuanya akan berakhir.

Yul tidak menyadari ketika Sica sudah menghampirinya.

“Yul,” panggil Sica

“Oh,” Yul terkejut. “Hi”

“Maaf membuatmu menunggu.”

“Tidak apa-apa.”

Sica duduk di samping Yul di bangku tersebut, tetapi sedikit mengambil jarak dari tempat Yul duduk.

“Tempat ini tidak berubah sama sekali,” ucap Sica.

“Yeah, aku tahu itu.”

“Ah benar juga. Ini tempat favoritmu kan.”

“Kau tahu mengapa.”

Sica tidak mampu berucap apa-apa. Tentu saja dia tahu mengapa. Mereka memiliki alasan yang sama untuk menyukai tempat ini.

“Can we just cut all the small talks?” tanya Yuri. Dia tidak perlu diingatkan akan kenangan mereka bersama. Sudah menyakitkan tanpa perlu mengenang-ngenang kembali. Dan semakin lama mereka tinggal di tempat yang sama, semakin buruk hal yang akan terjadi. Yuri tidak yakin sampai berapa lama dia mampu membuat dirinya tetap waras untuk membuat keputusan yang tepat.

“Oke, maaf. Aku pikir kita butuh lebih santai sedikit.”

“Tidak perlu minta maaf. Dan kita berdua tahu kalau kita tidak bisa santai juga.”

“Begitulah.”

“Jadi? Apa yang ingin kau bicarakan, Sica?”

“Bukankah kau juga ingin membicarakan sesuatu?”

“Ya, tapi kau bisa bicara duluan.”

“Aku bisa menunggu.”

“Kau yakin?”

Sica mengangguk.

“Jadi?”

Yul menarik napas dalam dan memutar tubuhnya untuk menghadap Sica. “Sica,” panggilnya agar Sica menghadap dirinya.

“Apa kau akan menceraikan dia?”

 To be continued…

Ya akhirnya author kembali lagi setelah sekian lama~ Adakah yang masih mengingat cerita ini? I hope so hahaha

Ngomong2…chapter selanjutnya akan bener2 diproteksi yaa… Supaya bisa menarik keluar kalian para reader yang malu2 haha See ya in next chapter… It will come really soon ^^

Cara mendapatkan password untuk chapter2 selanjutnya… (copy paste milik arara0894 haha XD)

ID Line  : 4riesone

Twitter   : 4riesone

Email      : 4riesoneforlife@gmail.com

Jadi untuk dapetin pw, reader harus menyebutkan id nya..  seperti dibawah ini

Nama ID :

 

Oh ya, jgn lupa.. dengan kata2 yg sopan y readers. Karena kita sbg manusia hrus sling menghargai 🙂 satu lagi, jgn sampai ngaku2 dgn memakai id readers lain. karena gue bakalan tau koq

Dan yang paling penting, gue bakalan kasih pw bagi readers yang sudah mengomentari ff love between dreams minimal 2 komen -> ga susah kan?

okaay.. selamat membaca bagi readers yg udh dapat pw dri guee, yg pling penting jgn lupa komen stelah baca yaa 😀

Advertisements

Author: 4riesone

SONE. Follow me on Twitter @4riesone for updates and questions

56 thoughts on “Love between Dreams (Chapter 25A)

  1. Waaaa lu kemana aja thor!! Gua selalu mampir ke wp lu buat cek ini ff dan finally bisa lanjut lagi ,please thor jangan di tinggal lagi yak???? Huhuhu haha

  2. -_- msa sica mau ceraiin tae
    Kesian tae
    Wkakakaka
    Omgg cpt thorr next chapp penasarann
    Lanjut2

  3. bugus, FF nya!! and sukses bikin, aku nangis…
    penasaran chapter selanjutnya.

  4. Apa maksudnyaa menunggu,, aissshhh

  5. Jangan sampai jessica menceraikan taeyeon thor kasian dia udh banyak menderita,,,bikin sica jatuh cinta sm taeng ya

  6. Ini Bu dokter semedix d gua mana Yah lama bgt baru nonggol… Ini ceritanya yulsic atau taengsic kalau taengsic patah hati ini jadinya

  7. Lah yul??gue kira dia mau ngelepasin sica buat tae, tapi kok…
    Apa ini akhir dari perjalanan yulsic haha
    Duhh ga rela deh kalo yulsic mesti pisah tapi apa boleh buat klo takdir berkata lain. Yg terbaik aja buat semuanya. Taeng kasian juga sih…

  8. Yah lama amat sh nunggunya,bkin kesel,sica yg konsisten donk,yuri ya yuri,tae jgn di abaekan gtu2 suami lo kali,blom dsentuh suami mlah udah dluan ma yul,lok gak suka tae biarin tuk pany ja,ckck ko gw jd emosi gni ya pdhal pany gak da di ff ini,
    dprotek ya thor,gw mw komen sbrp bxk pun,gw gak bsa dpt pw cz gak pnya yg nmx twit imel n bentuk akun medsos lnx,jd yah gak dpt bca deh,oya dear momx dtnggu pake bnget thor

  9. Duh ilah thor ini ff lama banget dah kaga update, dan masih tetep ngarepin taengsic bersatu hahahaa
    plisss tae udah banyak pake banget berkorban tuh buat jessie. sekali2 pemeran utama gak bersatu gapapa kn, kn bisa jadi sama pemeran kedua pria hahahha
    next ya

  10. ya ampun gue ngefans sama tuan jung.. ah gue mulai bodo amat sama yulsic. yang penting taeng bahagia aja gue udah senang. kasian oppa satu itu, dia udah berusaha habis2an dan gue suka sama pemikiran taeng di cerita ini. karakternya itu bagus bgt. ya cinta itu memang tanpa syarat. ^^

  11. Sy punyanya no hp doank hehe

    • Ya kalo emg mau, bsa di sms nanti

      • Mw bnget thor,sy yg tulis nomer dsini ato author?

      • km aja ^^ nanti langsung kuhapus kalo udh dicatet

      • Oke udh dicatet ya nomernya.. kalo mw passwordnya jgn lupa baca caranya ya ^^

      • Sy udah bca tp kok jd bingung ya,lok dah bgini berasa bnget sy bodohnya hahaha:-D,
        maksudnya author itu hrus minta lewat yg ditulis kyak twit imel kn?,n brhbung sy gak punya,sy langsung dsni ja ya thor,

        QOTAE, boleh minta pw yang LBD 25Bnya tidak thor?

      • Oh bukan..syaratnya kan harus komen min 2x di ff LBD. Km bru komen 1 chapter ^^

      • Pengen ketawa dlu hahaha ketauan jga wkwk,jjr ja sy ikutin lbd ne mulai chapter 24,gak trtarik krn liat castx yulsic tp sy trtrikx pas bca lgi di chapter itu,n sy mulai kenal wpmu dr ff RSL tu pun yg prtngahan chapter,oke deh thor stlah bka puasa sy akan ubek smua ff mu tp lbd dlu,bkn hanya 2 komen tp smuanya,liat ja hehehe,

      • Wkwk oke sudah kukirim pwnya..
        btw, rsl, dm dan lbd itu beda2 author semua kok hahaba

  12. annyeong
    yaelahhh gue ktinggalan nech,hbis ny lo klmaan semedi ny cuy wkwkwkk,,,,deuhhhh rbet ye,,,yul kya ny bnrran ngak bsa psah dri sica,,,cb ad mommy alay kan bhgia jga daddy unyu hadeuhhh,,pkk ny yg trbaek aj dech bwat mrka,,,
    Ok siiip
    Ttap smngatttt
    Gomaomao,,,

  13. Patah hati Terhebat…!!! 😦 . sukses bikin aku, sedih ….

  14. “Cinta ini bukanlah sekedar emosi aktif dari makhluk hidup. Dia bukanlah ‘aku mencintaimu’ untuk alasan ini atau alasan itu, bukan ‘aku mencintaimu jika kamu mencintaiku juga’. Dia adalah cinta tanpa alasan, cinta tanpa syarat. Dia pun tidak akan musnah walaupun perasaannya tak terbalaskan. Karena yang memperkayanya adalah cinta itu sendiri seperti dimana ada cinta disana ada kehidupan. Karena cinta tidak pernah berhenti”

    Betul, Bgt!!!tuh. yang, sabar yah, Tuan Kim Taeyeon. percayalah pasti ada jalan 🙂 ( Habis gelap terbitlah terang)
    *ada makna di balik cerita 🙂

  15. kayak nya cinta yul dah berubah jd obsesi buat dapetin sica….
    emang cinta yul k sica tulus, tapi yul kyk nya cuma mikirin dirinya sendiri aja.
    tp g bisa nyalahin yul aja sih,
    sica jg salah sih karna g ng jelasin dlu hubungan dia sma taeng.
    jd nya malah nyakitin taeng…..
    g tau ah mau yulsic apa taengsic ending nya.
    tp aq msh berat k yulsic sih hehe.

  16. Keren banget kak
    Dilanjutkan ya
    Fighting ^ ^

  17. Hy thor, sbenarny sih ga ska cast’ny taengsic mkany ga bca dri awal, tpi abis bca chap ini jadi pnasaran yg jadi yulsic apa taengsic..

  18. haduuuhh akhirnya nongol jg nih epep, lama bngt semedinya, nih yg nungguin smpe karatan hehehe
    whooaa tuan jung emng sosok appa yg keren, trharu gw sm tutur katanya tuan jung
    bingung nih, gak mo yulsic pisah tp kasian jg sm taeng, udh bnyak bngt dia mengalah tp sica gak prnah sdikit pun ngeliat taeng
    apa yul udh rela ngelepas sica

    • Wkwk maapkan daku ya, sini kuampelas dulu dirimu, biar mengkilap lagi hahaha
      iya, sayang putrinya tidak menyadari hal itu 😦
      Soal yulsic dan taengsic, itu memang dilema haha

  19. lanjut thor,kerennnn…

  20. hehee sorry ya thor baru komen soalnya baru balik nih
    ini bakal jadi taengsic apa yulsic thor tapi knp gw lebih ngarep ke taengsic yaa soalnya kasihan juga sama taeng, semoga yg terbaik aja buat mereka lah

  21. Pegal jg baca nya huh tp kenapa tidak taengsic aka thor terus apa yg disembunyikan appa jung

  22. hmm taeng sm gw aj sini
    hm bikin nguras air mata ni chap authour
    maaf krn gk srg coment authour

  23. seperti’y uda ketinggalan jauh -_-

  24. Duh degdegan kalo yulsic kepisah, sedih aing

  25. Saya penasaran alasan mr.jung mmilih taeng jadi minantu ny?
    apa yg mmbuat mr.jung ykin bangetz jika taeng bisa buat sica bahagia..
    mudahan2 ini taesic ya thor…,,

  26. Maaf mau nanya thor..bagi yg ngk punya ID line atau twiter gimana thor, soalny saya hanya punya email thor..
    trus gimana carany mendapatin pw chpter 25B ny thor ? thanks atas perhatiannya…,,

    • haiii, maaf buat balesan yang sangat2 telat, baru sempet buka wp lagi.
      kalo pake email jg boleh kok… email aja ke 4riesoneforlife@gmail.com. nanti dapet passwordnya 🙂
      btw, makasih komennya, udah dibaca satu2, cm maaf blom bisa dibales semuanya ya hehe. makasih sudah menyempatkan baca ff ini :))

  27. wow q setuju bgt thor akan arti cinta.taeng qm pasti bisa….

  28. yul.. emang udah dibutakan cinta. bukan cinta lagi tapi terkesan menjadi sebuah obsesi. lama-kelamaan gua lebih ketuju ke taeng deh, dari awal taeng udah menderita. biarkanlah taeng mendapat kebahagiaan yang semestinya, yul, sica juga harus bahagia dengan semestinya.

  29. skarang gak dukung yulsic lagi deh *maafin reader mu yang plin plan ini thor*
    taeng kasianbanget..berkorban demi cintax..demi kebahagiaan sica..

  30. aku bingung , aku pikir yul akan melepaskan sica, karna seperti nya dia sdh menyadari kesalahan nya, dan bertindak egois dgn orang lain.
    tapi waktu yul bilang, : apa kau akan menceraikaan dia ??.
    aku ga tau lagi mau ngomong apa?. 😔

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s