rara0894

All about TaeTiSeo and GG

DEAR MOM (CHAPTER 18)

180 Comments

Title      : Dear Mom

Author : rara0894

Genre   : Family, gender bender

Cast      :

Seo Joo Hyun as Kim Joo Hyun

Tiffany Hwang/ Hwang Miyoung

Kim Taeyeon

Jessica Jung/ Jung Sooyeon

Kwon Yuri

And other cast

DM cover 2

    Sudah satu bulan berlalu, namun belum ada satupun penyelesaian tentang masalah yang dihadapi Taeyeon. Sampai saat ini belum ada perkembangan tentang keberadaan Seohyun dan begitupun dengan Tiffany yang sampai saat ini tidak ingin berkomunikasi dengannya. Jangankan bertatap muka, mendengarkan satu kata yang terlontar dari bibir Taeyeon saat menghubunginya pun Tiffany tidak sudi. Tiffany sudah begitu kecewa dengan suaminya itu, dengan semua sikap dan perkataanya yang menyakiti. Bagaikan ribuan jarum yang menghujam, dan Tiffany masih dengan sangat jelas mengingat bagaimana sakit dihatinya, bagaimana kekecewannya. Tiffany tidak lagi bisa bertahan, mungkin tidak akan lagi mempertahankan. Apakah dia harus melepaskan? Namun sampai saat ini dihatinya hanya ada kebimbangan, yang ada hanya sebuah dilema yang membuatnya terus diam. Tapi, dia harus membuat sebuah keputusan yang akan membuatnya harus dihadapi dengan sebuah pilihan. Namun apa yang harus dipilihnya? Apakah perkataan yang dilontarkannya terhadap Taeyeon adalah pilihan yang tepat? Sampai saat ini Tiffany belum memiliki pendirian walaupun dia begitu berani dan lantang mengucapkan sebuah kata perceraian. Tiffany bisa mengucapkan kata-kata itu karena sebuah emosi pada dirinya yang tidak terkendalikan. Amarah yang memuncak dihatinya mengalahkan akal sehatnya. Tapi sekali lagi, hanya sebuah pilihanlah yang akan membuat masalah ini bisa terselesaikan. Tidak akan ada titik terang jika terus saja diam dan larut dalam dilema yang akan terus membuatnya terjebak dalam lingkaran kepedihan.

“ Tuhan, apakah ini pilihan terbaik? “ gumam Tiffany yang kini bersandar ranjang ruang inapnya seraya mengusap wajahnya yang terlihat begitu lelah. Matanya sembab karena terus menangis. Bahkan sampai saat ini masih terdengar isakan Tiffany di ruangan yang ditempatinya saat ini. Tiffany menghapus air matanya, berusaha untuk menguatkan dirinya.

“ aku tidak boleh seperti ini, aku tidak boleh larut dalam kesedihan. Ini tidak akan menyelesaikan masalah yang terjadi. Aku harus membuat sebuah keputusan “ Tiffany memberikan sugesti untuk dirinya sendiri. Dia membenarkan duduknya, menegapkan punggungnya dan menghirup udara sedalam-dalamnya agar dirinya bisa lebih tenang dan berpikir dengan jernih sehingga dia bisa membuat pilihan yang tepat. Namun tiba-tiba saja kepalanya terasa pusing, kepalanya terasa begitu berat sehingga dia memutuskan untuk merebahkan tubuhnya. Matanya menatap lurus ke langit-langit ruangannya yang begitu sunyi. Bukan memperhatikan dengan teliti warna lembut yang ada dihadapannya, namun kini dia bergelut dengan pikirannya memikirkan keputusan apa yang harus dipilihnya. Setelah menimbang-nimbang yang membutuhkan waktu cukup lama, akhirnya Tiffany sudah bulat dengan keputusannya. sebuah pilihan yang menurutnya tepat untuk dijadikan sebuah keputusan.

“ oke, semoga pilihanku ini adalah yang paling tepat “ ujarnya kepada dirinya sendiri dengan setetes air mata yang jatuh dari sudut matanya. Diusapnya air mata itu dan kembali berusaha menenangkan diri untuk membuatnya lebih yakin dengan keputusannya. Kemudian dia meraih ponselnya yang berada di meja kecil disampingnya, menghubungi seseorang yang diyakini bisa membantu dalam menyelesaikan masalahnya.

“ Hello.. “

           Disisi lain, Taeyeon menyibukkan dirinya hingga larut malam. Bahkan dia rela untuk tidur dikantor berhari-hari hanya ingin melupakan masalahnya. Namun, tetap saja tidak bisa. Saat Taeyeon mencoba untuk melepas lelahnya dengan beristirahat sejenak, namun dia kembali teringat tentang masalah yang terjadi. Dibenaknya hanya ada gambaran wajah Tiffany dan Seohyun yang membuatnya merasa bersalah, khawatir, sedih, marah bahkan juga kekecewaan. Semuanya bercampur aduk sehingga dia tidak tahu lagi apa yang dirasakan hatinya. Semua seolah menyatu. Jika ada sebuah pertanyaan ‘ apa yang kau rasakan saat ini? ’ mungkin dia akan menjawab ‘ aku tidak tahu, aku tidak lagi mengenali rasa karena semuanya sudah menyatu ‘

***

      Taeyeon kembali meneguk minuman beralkohol itu. Entah sudah berapa gelas minuman itu masuk kedalam tubuhnya yang semakin kehilangan bobot berat badannya. Dia tidak peduli, saat ini dia hanya ingin melupakan sejenak masalah yang kini terus menghantui, yang terus membebani. Hanya ini yang membuatnya bisa melupakan walaupun hanya sementara.

        Awan semakin gelap, udara malam semakin terasa begitu dingin saat menembus tulang yang membuat Taeyeon semakin menjadi-jadi meneguk minuman itu untuk menghangatkan suhu tubuhnya sehingga membuatnya mulai hilang kesadaran.

“ Miyoung-ah.. “ Taeyeon mulai merancau, memanggil nama Tiffany berkali-kali “ kenapa kau begitu tega padaku eoh? “ Kini Taeyeon terisak, menayandarkan kepalanya yang begitu berat dipunggung sofa ruang kantornya.  Minuman mengandung alkohol yang masuk ketubuhnya itu kini seolah mengendalikan dirinya.

   Tanpa Taeyeon sadari, seorang wanita cantik kini memperhatikannya dari pintu ruang kerjanya. Seorang wanita yang menjabat sebagai sekretarisnya sekaligus sebagai seorang teman sejak mereka duduk dibangku sekolah. Min Sunye terus memperhatikan Taeyeon, dia tidak ingat lagi ini sudah malam keberapa Taeyeon melakukan hal yang sama seperti malam-malam sebelumnya. Dia begitu mengenal Taeyeon. Jika Taeyeon ditemani dengan beberapa botol wine seperti yang dia lihat dalam beberapa malam ini, dia bisa menerka bahwa Taeyeon memiliki masalah dan minuman beralkohol itulah yang menjadi pelariannya. Mata Sunye terus saja memperhatikan Taeyeon dengan tatapan seolah memiliki rasa yang membuat jantungnya berdegup kencang. Diamnya bukan berarti dia tidak melakukan tindakan apapun. Otaknya kini sedang bekerja untuk merencanakan tindakan apa yang harus dilakukannya. Sunye menarik napas sedalam-dalamnya kemudian melangkah perlahan mendekati Taeyeon yang kembali menuangkan minuman itu ke gelas kaca yang berada digenggamannya.

“ Mr. Kim “ Sunye menahan tangan Taeyeon saat akan meneguk wine itu kembali.

“ Ya! Jangan mengangguku! “ Taeyeon menepis tangan Sunye kemudian meneguknya dengan cepat. Saat Taeyeon ingin kembali mengisi gelasnya, Sunye langsung merebut gelas itu, kemudian menggenggam kedua tangan Taeyeon.

“ Taeyeon-ah, kenapa kau seperti ini? “ Taeyeon menatap Sunye dengan tatapan sayu. Matanya begitu berat untuk dibuka.

“ Mi-miyoung-ah.. “ Sunye terkejut saat Taeyeon menyentuh kedua pipinya, mengusapnya dengan lembut yang membuat darahnya terasa berdesir, jantungnya berdetak dengan tidak normal. Dimata Taeyeon, yang berada dihadapannya kini adalah Tiffany. Alkohol benar-benar membuatnya tidak lagi bisa membedakan. Dibenaknya kini hanya tergambar wajah Tiffany yang begitu cantik.

“ Miyoung-ah, mianhe “ Sunye membulatkan matanya saat Taeyeon kini memeluk dirinya dengan begitu erat. Sesaat kemudian dia membalas pelukan Taeyeon dengan senyuman yang tidak dapat diartikan. Tangan kirinya mengusap punggung Taeyeon seolah memberikan Taeyeon ketenangan, sedangkan tangan kirinya meraih ponselnya kemudian mengirimkan sebuah pesan teks kepada seseorang.

“ kau kenapa Tae? “ Tanya Sunye dengan begitu lembut.

“ Mianhe.. “ gumam Taeyeon semakin mengeratkan pelukannya. Tidak lama kemudian Taeyeon melepaskan pelukannya, menangkupkan kedua tangannya di pipi Sunye dan menatapnya. Sunye mengalihkan pandangannya kearah lain sesaat, kemudian kembali menatap Taeyeon dengan sebuah senyuman setelah mendapatkan sebuah kepastian.

“ Mianhe.. aku mencintaimu. Tarik kata-katamu untuk bercerai dariku Miyoung-ah “ kini Sunye tahu, apa penyebab yang membuat Taeyeon seperti ini.

“ Jadi Tiffany menginginkan perceraian? “ Batin Sunye seraya menganggukan kepalanya, mengerti apa situasi yang terjadi pada rumah tangga Taeyeon dan Tiffany.

“ Jangan bercerai dariku, aku tidak bisa hidup tanpamu “ Taeyeon kembali berkata, Sunye hanya diam dan membiarkan Taeyeon menelusuri wajahnya. Kemudian Taeyeon mendekatkan wajahnya sehingga Sunye bisa merasakan napas hangat Taeyeon menerpa kulit wajahnya yang membuat suhu tubuhnya terasa menigkat. Sesaat kemudian matanya yang cantik membulat saat Taeyeon mendaratkan sebuah ciuman dibibirnya. Sunye tidak menolak, dia akan mengikuti arus permainan Taeyeon. Ciuman itu semakin panas bahkan saling melumat. Taeyeon semakin tidak bisa mengendalikan dirinya dan bibirnya terus saja bermain di bibir lembut wanita yang disangkanya adalah sang istri. Disela permainan mereka, mata Sunye mengarah ke pintu ruangan Taeyeon, Bisa dilihatnya dengan jelas sebuah senyuman seseorang dari pintu tersebut. Dengan segera dia berusaha mendorong tubuh Taeyeon untuk menghentikan aksi Taeyeon yang terus mencumbunya.

“ Ugh! Taeyeon hajima! “ Akhirnya Sunye berhasil melepaskan diri.

wae? Apa kau tidak mencintaiku lagi? “ Sunye hanya diam, dia tidak tahu harus mengatakan apa.

“ Miyoung-ah, aku- “

“ Tae kajja.. kau harus pulang. Ini sudah larut “ Sunye berusaha menopang tubuh Taeyeon dengan sekuat tenaganya . Namun gagal, tubuhnya yang kecil tidak kuat untuk menopang tubuh seorang laki-laki. Ditambah lagi saat ini Taeyeon sudah tertidur karena pengaruh alcohol. Akhirnya Sunye memutuskan untuk menghubungi supir Taeyeon dan membawanya pulang.

    Pagi kembali menghampiri, Taeyeon masih merasakan kenyamanan dalam tidurnya hingga dia tidak menyadari jika cahaya matahari menerangi kamarnya yang sebelumnya gelap dengan sedikit penerangan dari lampu tidur yang berada dimeja kecil samping ranjangnya. Tidak lama kemudian, Taeyeon merasa jika tidurnya mulai terusik yang membuatnya harus kehilangan kenyamanan yang sebelumnya dirasakan. Dia mengerang kesal dengan mengacak-acak rambutnya yang memang sudah berantakan. Kepalanya masih terasa begitu berat saat dia berusaha untuk mengangkatnya. Kini perutnya terasa aneh, sesuatu ingin keluar dari perutnya yang terasa diaduk. Dengan sekuat tenaganya, Taeyeon berusaha untuk bangkit dan berjalan dengan gontai menuju kamar mandinya.

“ Tuan Kim? “ Shin ahjumma masuk kekamar Taeyeon dengan membawakan sarapan untuk majikannya itu. Namun Taeyeon tidak ada diranjang, diletakkannya nampan yang berada ditangannya dengah hati-hati di meja kecil samping ranjang Taeyeon setelah mendengar Taeyeon  yang muntah di kamar mandi.

“ Tuan, apa kau baik-baik saja? “ Teriaknya yang berdiri sedikit jauh dari pintu kamar mandi. Dia tidak ingin lancang untuk masuk walaupun dia sangat khawatir jika terjadi sesuatu didalam sana. “ Tuan? “ Akhirnya Shin ahjumma mendekat dan mengetuk pintu itu. Saat dia mengetuk untuk ketiga kalinya, pintu itupun terbuka dan terlihatlah Taeyeon yang lemas dan pucat. Dengan segera Shin ahjumma membantu Taeyeon untuk kembali berbaring.

“ Tuan, saya sudah menyiapkan sarapan. Apa tuan mau sarapan sekarang? “ Taeyeon menggeleng menjawab pertanyaan pelayan rumahnya seraya menutup sejenak matanya karena kepalanya masih terasa berputar.

“ baiklah, kalau begitu saya keluar “ pelayan itu berdiri dan mulai melangkah untuk keluar dari kamar Taeyeon.

Ahjumma “ Panggilan Taeyeon membuat Shin ahjumma berhenti melangkah dan membalikan tubuhnya untuk menatap majikannya itu.

“ Siapa yang membawaku pulang? Apa ahjussi? “

“ Dae “ Taeyeon mengerutkan keningnya, bertanya-tanya apakah ada orang lain selain dirinya saat berada diruang kantornya.

“ siapa yang menghubunginya saat aku berada dikantor? “

“ Sekretaris anda tuan, katanya beliau yang menemani anda di kantor “ Taeyeon membulatkan matanya.

“ be-benarkah? “ wanita paruh baya itu mengangguk. Kini Taeyeon bertanya-tanya, apa yang dilakukannya bersama Sunye? Apa wanita itu juga ikut mabuk bersamanya dan apakah terjadi sesuatu yang diluar kendali mereka? Itulah yang mengganjal dipikiran Taeyeon kini. Dia benar-benar tidak mengingat apa yang terjadi pada dirinya semalam. Yang diingatnya hanya ada dirinya diruangannya dengan botol-botol wine untuk menemaninya.

“ Tuan, apa kau baik-baik saja? “ suara pelayan membuat Taeyeon tersadar yang sedari tadi bergelut dengan pikirannya.

“ Aku tidak apa-apa ahjumma, tolong katakan pada ahjussi untuk bersiap-siap. Satu jam lagi saya akan ke kantor “ perintah Taeyeon yang membuat Shin ahjumma khawatir.

“ ta-tapi kau belum- “

“ aku baik-baik saja ahjumma, masih banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan “ Wanita paruh baya itu menghela napas beratnya. Dia menyadari jika majikannya itu sangat keras kepala sehingga dia tidak bisa untuk berdebat dengannya.

“ baiklah, tapi sebelum berangkat jangan lupa untuk sarapan terlebih dahulu “

dae, terima kasih ahjumma “ Taeyeon melihatkan senyumannya yang lemah. Setelah Shin ahjumma keluar, Taeyeon kembali bangkit untuk membersihkan diri dan bersiap-siap untuk kembali beraktfitas seperti hari-hari sebelumnya. Dengan tujuan hanya untuk melupakan masalahnya yang kini masih belum ada penyelesaian.

***

         Tiffany saat ini sedang menjalani rangkaian penyembuhannya untuk yang terakhir kali selama dirinya dirawat. Jika kesehatannya menunjukkan hasil yang semakin baik, Tiffany akan diperbolehkan untuk pulang dan hanya akan melakukan chek up sekali dalam sebulan. Setelah selesai menjalan serangkaian penyembuhan itu, Tiffany kembali dibawa keruang rawatnya oleh Yoona yang kini menemaninya.

“ apa sekarang kau merasa lebih baik eonnie? “ Tanya Yoona seraya menarik selimut untuk menutupi tubuh Tiffany yang kini berbaring.

Dae, aku sudah merasa lebih baik dan bertenaga sekarang Yoong. Tidak seperti sebelum-sebelumnya“ ujar Tiffany dengan senyumannya.

“ syukurlah kalau begitu, aku senang mendengarnya “ Yoona ikut tersenyum dengan kelegaan dihatinya. Namun hanya sedikit, masih banyak kekhawatiran yang dirasakannya. Bukan tentang kesehatan Tiffany, namun keadaan rumah tangga Tiffany dan Taeyeon yang kini tidak jelas, tidak ada penyelesaian dan bisa saja itu akan berpengaruh terhadap kesehatan kakaknya itu.

“ Sekarang lebih baik eonnie istirahat. Aku akan disini sampai eonnie tertidur “ Tiffany mengangguk mematuhi apa yang dikatakan Yoona. Tiffany pun menggenggam satu tangan Yoona untuk meyakinkan dirinya jika adiknya akan terus berada disampingnya sampai dia tertidur. Dengan cara itulah dia merasa tidak sendirian.

Gomawo “ Kemudian Tiffany menutup matanya setelah mengucapkan terima kasih pada Yoona yang sangat baik merawatnya selama di rumah sakit. Tidak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya Tiffany pun tertidur. Setalah Yoona benar-benar yakin jika Tiffany sudah berada dibawah alam sadarnya, dia pun dengan hati-hati melepaskan genggaman tangan Tiffany  lalu beranjak keluar ruangan setelah mengatakan kepada salah satu perawat untuk menjaga kakaknya itu. Yoona kembali keruangannya, kembali menyibukkan dirinya dengan berkas-berkas yang ada dimeja kerjanya. Tidak lama kemudian ponselnya berdering, dengan segera diambilnya benda tersebut dan melihat layar datar yang menampilkan nama Taeyeon. Ya, Taeyeonlah yang menghubunginya.

“ Oppa.. “

“ Yoong, apa kau sedang sibuk? “

“ Ani, aku sedang diruanganku “

“ syukurlah, bagaimana keadaan Tiffany? “ Yoona bisa merasakan kekhawatiran dihati Taeyeon dengan hanya mendengar nada bicara Taeyeon yang begitu menyedihkan oleh telinganya.

Oppa tidak usah khawatir, eonnie baik-baik saja. Bahkan semakin membaik “

“ Benarkah? “ nada suara Taeyeon berubah, terdengar sedikit lebih ceria. Ya, walaupun hanya sedikit.

Dae.. “

“ Yoong.. “ Suara taeyeon kembali berubah, kembali terdengar menyedihkan. “ Aku merindukannya “ Suara Taeyeon kini bergetar dan terdengar jelas oleh Yoona yang kini menggigit bibirnya yang juga merasakan apa yang Taeyeon rasakan.

“ Aku tahu oppa, aku mengerti jika kau begitu merindukannya. Tapi sekarang ini bukanlah saat yang tepat untuk menemuinya, bahkan untuk membicarakan masalah kalian. Kau mencintai eonnie bukan? “

Tentu saja, aku sangat mencintainya dan juga begitu merindukannya “ balas Taeyeon dengan lirih yang membuat Yoona menitikan air matanya. Dia begitu kasihan melihat Taeyeon jika mengadu padanya bahwa laki-laki itu merindukan istrinya.

“ bersabarlah oppa, jika suasana hati eonnie sudah membaik aku yakin eonnie pasti tidak akan lagi menolakmu untuk bertemu dengannya “ ujar Yoona yang berusaha mengontrol suaranya yang juga bergetar.

“ Arraseo.. Yoong, tolong jaga Tiffany dengan baik “

“ itu pasti, dan oppa juga harus menjaga dirimu sendiri. Perhatikan makan dan kesehatanmu oppa. Kau terlihat semakin kurus “

“ Dae, gomawo. Aku harus kembali bekerja dan nanti aku akan menghubungimu lagi “

Arraseo “ Yoona menghela napas beratnya setelah Taeyeon memutuskan sambungan.

“ apa yang bisa ku lakukan untuk mereka? “ Batinnya seraya memijit dahinya.

            Disebuah restoran mewah tepatnya di sebuah hotel berbintang, seorang pelayan sedang memandu pelanggannya menuju sebuah tempat yang sudah disediakan sebelumnya yang berada di rooftop dari gedung hotel tersebut. Pemesanan atas nama Kwon Yuri membuat para pelayan harus nemberikan layanan yang optimal agar tidak mengecewakan. Rooftop itu terlihat begitu indah dengan hiasan-hiasan yang membuat suasana terasa begitu romantis dengan lampu-lampu hias untuk penerangan karena kota seoul yang diselimuti langit gelap.

” Kita dimana Yul? Kenapa mataku harus ditutup seperti ini? “Tanya Jessica yang sedikit kesal karena kekasihnya itu menutup kedua matanya dengan sebuah sapu tangan. Yuri hanya tersenyum  yang terus membimbing Jessica menuju rooftop yang sengaja disewanya hanya untuk mereka berdua saja.

” Yul, kenapa kau diam saja? ” Ujar Jessica dengan kesal.

” Nanti kau akan tahu sayang, sekarang lebih baik kau menurut saja ” Jessica menggerutu namun tetap mengikuti instruksi Yuri.

” Kita sudah sampai? ” Tanya Jessica karena langkah mereka terhenti.

” Tunggu disini sebentar, jangan dibuka sampai aku mengizinkannya. Oke? “

Wae~? ” Jessica merengek karena begitu penasaran dengan apa yang direncanakan Yuri untuknya.  Sedangkan Yuri hanya tersenyum dengan rengekan Jessica.

” Jangan membantah jika kau tidak ingin apa yang kulakukan ini gagal. Oke? “

Arraseo!

” Good girl ” Yuri pun mengecup cepat bibir Jessica yang kini wajahnya memerah seperti tomat.

” Yul.. “Panggil Jessica karena bisa merasakan jika Yuri tidak berada disisinya.

” Yul.. kau masih berada disampingku kan? ” Namun tidak ada jawaban dari Yuri yang membuatnya mulai takut. Ditambah lagi udara dingin yang terasa menerpa kulit membuatnya semakin ketakutan, suasana seolah terasa mencekam.

” Ja-jangan bercanda Yul.. Jika kau- ” Seketika dia terdiam mendengar suara dengungan microphone.

” Ehem.. Tes.. “ Jessica mengenali suara itu yang membuatnya kini tersenyum. Itu suara kekasihnya yang kadang suka bertingkah konyol.

” Sekarang kau boleh membukanya ” Jessicapun menarik sapu tangan yang menutupi matanya. Dia berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk kemata hingga pandangannya mulai jernih. Terlihatlah Yuri yang duduk disebuah bangku dengan sebuah gitar dipangkuannya. Tidak lupa sebuah benda pengeras suara itu berada dihadapannya. Jessica mengedarkan pandangannya kesegala arah, dia begitu kagum dengan apa yang dilihatnya, apa yang dipersembahkan Yuri untuknya.

” Jessica.. ” Jessica kembali menatap kekasihnya. ” Ku persembahkan sebuah lagu untukmu ” Yuri pun mulai memetik gitar yang berada dipangkuannya. Jessica hanya terus berdiri diam dengan terus menatap Yuri dan menikmati alunan alat musik tersebut.

          Jessica terus saja memperhatikan Yuri yang sedang bernyanyi. Suara yang merdu disertai penjiwaan Yuri saat bernyanyi membuat mata Jessica berkaca-kaca karena terbawa suasana. Seolah lagu itu sebuah rangkaian ucapan cinta Yuri untuknya. Jessica menutup matanya, terus menikmati alunan lagu itu hingga tanpa terasa lagu itu sudah berada dibait terakhir dan akhirnya musik pun berhenti. Jessica kembali membuka matanya saat seseorang menggenggam kedua tangannya. Dia terkejut, ternyata Yuri sudah berlutut dihadapannya.

” Yul, a-apa yang kau lakukan? ” tanya Jessica yang gugup karena sang kekasih menatapnya dengan lekat.

” Sooyeon-ah.. memang, aku bukanlah pria yang baik. Aku adalah pria yang sangat buruk. Seorang pria yang sering menyakitimu, yang terus menorehkan luka dihatimu, membuatmu menangis, membuat hidupmu terus berada dalam kepedihan. Aku menyadari itu Sooyeon-ah ” Jessica bisa melihat mata Yuri yang memerah.

” Tetapi aku sudah menyesali semua itu, aku sadar akulah penyebabnya. Aku  sudah bertekad pada diriku sendiri untuk mengembalikan kebahagiaanmu. Kau pernah mengatakan jika aku tidak akan pernah bisa mengembalikan kebahagiaanmu, tapi aku akan berusaha dengan sekuat tenagaku. Apapun akan kulakukan agar kau bahagia walaupun nyawaku sebagai taruhannya. Aku akan bersedia. Sooyeon-ah, aku ingin sekali membahagiakanmu, aku ingin menghilangkan kesedihanmu dan juga mengobati luka dihatimu akibat perbuatanku sendiri ” Yuri menghirup udara sedalam-dalamnya, dia begitu gugup saat ini dengan jantungnya yang berdegup kencang.

” berikan aku kesempatan lagi untuk membahagiakanmu, kesempatan untuk menemani kesendirianmu, untuk kembali mengisi hatimu. Sooyeon-ah.. ” Yuri kembali berhenti sejenak untuk memantapkan hatinya. ” Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Maukkah kau menikah denganku? maukah kau menjadi istri dan ibu dari anak-annakku kelak? Bersediakah kau untuk menjadikanku sebagai ayah untuk Joohyun? ” Yuri menatap lekat Jessica yang kini sudah menangis karena kata-kata Yuri. inilah moment yang ditunggu-tunggunya dan kini keinginnya menjadi kenyataan.

” Jessica Jung Sooyeon, will you marry me? ” Yuri mengulang kata-katanya dan Jessica pun menggangguk mantap yang membuat Yuri tersenyum haru.

“Yes, i do ” Usahanya selama ini tidak sia-sia untuk kembali mendapatkkan hati Jessica. Kemudian Yuri menyematkan sebuah cincin dijari manis Jessica lalu kembali menggenggam kedua tangan lembut kekasihnya itu yang sebentar lagi akan menjadi istrinya, yang akan menjadi pendamping hidup hingga akhir hayatnya.

” Terima kasih. aku berjanji akan membahagiakanmu. Sekali lagi Terima kasih ” Yuri pun berdiri dan memeluk Jessica dengan erat.

” Aku juga berterima kasih padamu Yul, aku mencintaimu ” ujar Jessica dipelukan Yuri.

     setelah sesi lamaran yang dilakukan Yuri, pria tampan itu membimbing kekasihnya untuk duduk disebuah meja dengan hidangan yang baru saja disediakan.

 “ Silahkan duduk Nyonya Jessica.. Kwon “ ujar Yuri setelah menarik kursi untuk diduduki Jessica yang tersenyum manis padanya.

“ Jessica Jung, bukan Jessica Kwon “ ujar Jessica untuk menggoda Yuri yang kini mengerucutkan bibirnya.

“ Tapi sebentar lagi kau akan menjadi nyonya Kwon “ balas Yuri yang mengecup pangkal kepala Jessica, lalu mendudukan dirinya dikursi yang berhadapan dengan Jessica yang terlihat begitu cantik dengan gaun sederhana namun terlihat begitu elegan. Yuri terus saja menatap Jessica yang kini mengitari pandangannya ke segala arah untuk menikmati pemandangan kota Seoul.

“ bagaimana? “ Jessica beralih menatap Yuri yang sedang menatapnya dengan penuh cinta.

“ bagaimana apanya? “ Jessica mengerutkan dahinya karena tidak mengerti dengan pertanyaan  laki-laki yang ada dihadapannya itu.

“ Suasananya “

“ hmm.. indah “ Jawab Jessica disertai senyuman.

“ apa kau menyukainya? “

Dae, sangat menyukainya. Gomawo

” Ayo makan, aku lapar karena gugup saat aku memberikan kejutan untukmu tadi ” Ujar Yuri dengan kekehan. Jessica juga ikut tertawa mendengar kata-kata kekasihnya itu.

” Ck, bilang  saja jika kau memang kelaparan. Gugup jangan kau jadikan alasan ” Mereka tertawa bersama, menikmati hidangan yang sudah disediakan.

” Sica, apa kau senang dengan kejutanku ini? ” tanya Yuri disela acara makan malam mereka.

” Bukan hanya senang, aku juga bahagia dengan kejutan yang kau berikan. Aku tidak akan pernah melupakan hari ini ” Ujar Jessica dengan senyuman tulus diwajah cantiknya yang juga membuat Yuri ikut tersenyum.

” Sica “

” Wae? “

” Aku akan mengenalkanmu pada orang tuaku dan secepatnya kita ke Canada untuk menemui mereka ” Jessica membulatkan mata karena katerkejutannya dengan apa yang dikatakan Yuri. Dia belum siap, takut jika Orang tua Yuri tidak mau menerimanya, tidak menyetujui hubungan mereka. Jessica sangat menyadari jika dia bukanlah siapa-siapa. Dia hanya seorang wanita yang tidak memiliki apa-apa. Mereka seperti langit dan bumi. Yuri memiliki segalanya dan berasal  dari keluarga yang terpandang. Sedangkan dirinya tidak ada satupun yang bisa dibanggakan. Bahkan dirinya tidak memiliki kerabat yang bisa dikatakan sebagai keluarga dekatnya.

” A-apa kau yakin Yul? apa orang tuamu akan menerima wanita sebatang kara sepertiku? aku tidak memiliki apa-apa yang bisa kubanggakan pada orang tuamu ” ujar Jessica yang kini menunduk. Yuri menghela napasnya, dia begitu tidak suka jika Jessica merendahkan dirinya sendiri. Apakah untuk hidup bersama harus mempermasalahkan status? Cinta bukan memandang materi, tetapi perasaan yang ada didalam hati, yang disebut sebagai cinta sejati.

” Sica, jangan mulai lagi. Aku tidak ingin makan malam kita hancur karena memperdebatkan hal ini kembali ” ujar Yuri yang menggenggam tangan kekasihnya yang masih menunduk menahan air matanya.

” aku takut Yul ” Lirih Jessica.

” Apa yang kau takutkan hmm? ” Jessica tidak menjawab.

” Dengarkan aku Sooyeon-ah. Hilangkan rasa takutmu. Apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Tidak akan lagi, aku akan selalu berada disampingmu. ingat itu ” Yuri berusaha untuk meyakinkan kekasihnya agar tidak lagi pesimis  dengan apa yang akan terjadi kedepan.

” kau berjanji? “

” Aku berjanji ” Yuri berhasil meyakinkan Jessica yang kini tersenyum lembut.

” Terima kasih “

” Aku tidak ingin kau mengucapkan terima kasih padaku karena akulah yang seharusnya berterima kasih padamu  ” Jessica tersenyum menggeleng. Mereka kembali diam menikmati hidangan hingga Jessica kembali bersuara.

” Yul “

” hmm  “

” aku merindukannya ” Yuri mengerutkan dahinya karena tidak mengerti dengan pernyataan Jessica. ” Aku merindukan Joohyun ” Jessica menghela napas beratnya kemudian menyandarkan tubuhnya dipunggung kursi, matanya menatap langit yang gelap. ” Apa dia bahagia bersama ayahnya? apa Taeyeon dan istrinya merawat Joohyun dengan baik? apa Joohyun sekarang semakin tumbuh dengan baik dan semakin cantik? ” kata-kata itu keluar disaat bersamaan dengan setetes air matanya yang jatuh.

Uljima.. ” Yuri yang sudah berdiri disamping Jessica menghapus air mata yang mengalir di pipi putih itu. Yuri memeluk kekasihnya itu dari samping, berusaha memberikan kehangatan dan ketenangan.

” Aku sudah tidak apa-apa ” Jessica menepuk lengan Yuri yang melingkar dilehernya. dia melihatkan senyumannya seraya menghapus jejak air matanya agar Yuri tidak lagi khawatir. Yuri pun ikut tersenyum kemudian kembali keposisi awalnya setelah memberikan kecupan di kening sang kekasih.

” Yul, aku berencana untuk menemui Joohyun dan akan mengenalkanmu padanya. Aku sudah siap dan apapun yang terjadi nanti aku akan berusaha menerimanya “

” Kau sudah yakin? ” Yuri bertanya untuk meyakinkan apakah Jessica benar-benar sudah memantapkan hatinya untuk menemui Seohyun.

” Sangat yakin, kita akan menemui Joohyun secepatnya ” Yuri tersenyum atas jawaban yang didapatkannya. Semoga apa yang mereka rencanakan adalah sebuah kebahagiaan yang sudah disiapkan tuhan. Sebuah lembaran baru, kehidupan yang akan mereka lewati bersama baik dalam keadaan apapun yang akan terjadi nanti. Satu genggaman akan membuat mereka kuat dan mampu. Aral  melintang yang menghalangi mereka akan mampu mereka sisihkan nantinya.

” Aku bahagia dengan  dirimu yang sekarang ini Sooyeon-ah. Wanita yang optimis dan kuat. Teruslah seperti ini, lihatkanlah senyuman cantikmu ini pada dunia “

Arraseo ” Jessica kembali tersenyum yang membuat Yuri semakin jatuh hati padanya.

” kita akan mulai dari awal, aku akan memperbaiki semuanya. Kau harus berjanji padaku jika kau selalu ada disisiku, mendampingiku sampai ajal yang memisahkan kita. Tegur aku jika aku membuat kesalahan. Kau harus berjanji padaku Sooyeon-ah, apapun yang terjadi kita akan  selalu bersama. Jika kita saling menguatkan, aku yakin kita akan bisa melaluinya ” Kata-kata Yuri membuatnya merasa terlindungi, membuat kekuatan dihatinya semakin tumbuh. Membuatnya mulai optimis untuk bisa melalui kehidupannya yang keras yang akan dijalaninya.

Gomawo ” Yuri menggelengkan kepalanya. kemudian mengecup tangan Jessica yang digenggamnya.

” aku yang seharuanya berterima kasih padamu “

***

     Wajah Tiffany sudah terlihat lebih segar dari sebelum-sebelumnya. Sekarang tidak ada lagi alat-alat medis yang menempel ditubuhnya yang akan membuat pergerakannya terbatas. Senyuman merekah tergores diwajah Tiffany karena tim medis mengatakan jika kesehatannya semakin membaik. Bahkan tidak ada efek apapun yang akan membuatnya khawatir setelah kecelakaan yang dialaminya. Semua itu karena kegigihannya dalam menjalankan segala rangkaian pengobatan dengan satu alasan, hanya demi Seohyun. Hanya ingin sembuh untuk mencari Seohyun yang sampai saat ini belum ditemukan. Jika teringat Seohyun, air matanya begitu sulit dikendalikan. Tiffany akan terus menangis karena tidak tahu sedikitpun bagaimana keadaan Seohyun saat ini.

        Kadang pikiran negatif terlintas dibenaknya. Sebuah pertanyaan diotaknya yang akhirnya selalu berusaha dia tepis. Sebuah pertanyaan yang membuat tulangnya terasa begitu lemah tak berdaya. ‘ Dimana Joohyun tinggal diluar sana dan apakah dia makan dengan benar? Bagaimana keadaannya sekarang? Siapa yang menjaganya di luar sana? Apakah Joohyun bersama orang-orang yang baik yang akan melindunginya? ‘ Itulah berbagai pertanyaan dibenak Tiffany yang sering membuatnya menangis karena kecemasannya terhadap Seohyun. Bahkan Tiffany berpikir lebih buruk dari itu. ” Apakah Joohyun masih berada didunia ini? ” Namun pertanyaan yang begitu bodoh menurutnya itu selalu ditepisnya. Dia tidak ingin berpikir macam-macam. Dia tidak ingin meperburuk keadaannya sendiri dan itu akan membuatnya semakin tidak ada peluang untuk menemukan Seohyun.

           Tiffany yang sedang bergelut dengan pikirannya kini tersadar setelah mendengar seseorang yang mengetuk pintu ruang inapnya.

” Masuk ” Sahut Tiffany sehingga pintu itu dibuka oleh seorang wanita yang Tiffany kenali. Min Sunye, Sekretaris Taeyeon.

” Selamat pagi Mrs. Kim ” Sunye membungkuk dengan sopan. Tiffany berusaha untuk mengontrol dirinya, kenapa? karena dia tahu jika Sunye sering mancari perhatian Taeyeon. Bahkan wanita yang ada dihadapannya ini sering memunculkan pertengkaran kecil antara dirinya dan Taeyeon. Tiffany sadar jika dia sering cemburu saat perempuan lain mendekati suaminya dengan cara apapun. Salahkan Taeyeon yang memiliki kharisma yang akan membuat wanita-wanita manapun akan jatuh hati padanya. Tiffany takut jika Taeyeon berpaling hati darinya karena Taeyeon dikelilingi oleh banyak wanita. Namun Taeyeon juga yang membuatnya percaya jika suaminya itu tidak akan pernah bermain dibelakangnya.

” Selamat pagi ” Tiffany berusaha tersenyum.

” Ini saya bawakan buah-buahan untuk anda ” ujar Sunye seraya menaruh keranjang buah itu dimeja samping ranjang Tiffany.

” Terima kasih Sunye-ssi, anda tidak perlu repot-repot “

” Oh tidak, tidak mmerepotkan sama sekali. Bagaimana keadaan anda Mrs. Kim?  “

” Seperti yang anda lihat, keadaan saya sudah semakin membaik “

” Syukurlah kalau begitu, saya senang mendengarnya ” Sunye melihatkan senyuman palsunya dan Tiffany tahu itu.

” Ck, wanita ini benar-benar tidak tahu diri “ batin Tiffany. Keheninganpun terjadi. Tiffany pun tidak ingin memulai untuk bersuara. Hingga akhirnya Sunye membuka suara.

” hmm.. Mrs. Kim, saya boleh mmenanyakan sesuatu? ” Tiffany mengerutkan dahinya.

” Apa? “

” A-apa hubungan anda dengan Mr. Kim baik-baik saja? ” Tanya Sunye dengan sedikit gugup.

” Apa maksud anda Sunye-ssi? apa urusan anda menanyakan kehidupan pribadi saya? ” Suara Tiffany mulai meninggi karena tersulut emosi yang dari tadi ditahannya. lancang sekali wanita dihadapannya ini.

” Bu-bukan apa-apa. hanya saja Mr. Kim tidak terlihat baik belakangan ini  “

” Maksud anda? “

” Hampir setiap malam Mr. Kim mabuk-mabukkan dikantor. Belakangan ini keadaannya juga sangat kacau dan kadang juga menangis diruangannya. Dia menyibukkan dirinya dengan pekerjaan hingga pagi dan tidak memperhatikan waktu makannya. Bahkan Mr. Kim bermalam di kantor. Maka dari itu saya ingin memastikan ” Mata Tiffany memanas, jujur dia sangat khawatir dengan keadaan Taeyeon, tapi keegoisan membuatnya bertahan untuk tetap keras kepala.

” Oh, tapi Mrs. Kim tenang saja. Saya akan menjaga Mr.  kim dengan baik selama anda berada disini  ” Tiffany semakin panas dengan kata-kata Sunye. Dia tahu makna dibalik kata-kata wanita penggoda suaminya itu.

” Maaf, saya perlu beristirahat, bisakah anda keluar dari sini sekarang?! ” Tiffany menekankan suaranya dengan penuh emosi.

” Kenapa? apa anda baik- “

” Tidakkah anda mendengar apa yang saya katakan? jadi silahkan keluar atau anda ingin saya memanggil- “

” Tidak perlu, saya bisa sendiri ” Sunye berjalan keluar dengan kesal.

” Kurang ajar sekali wanita itu ” kesal Tiffany seraya kembali membaringkan tubuhnya. Kedatangan Sunye membuatnya tubuhnya terasa lemah. kegusaran dihatinya semakin terasa setelah apa yang dikatakan Sunye tadi. ” Apakah ini benar-benar akan berakhir? “ Batinnya Tiffany yang kemudian menutup matanya untuk beristirahat sejenak. Mencoba menghilangkan emosi didirinya.

Keesokan Harinya…

       Cahaya matahari yang masuk menembus kaca membuat ruang inap Tiffany terang benderang sehingga tidur wanita itu terasa terusik. Dengan perlahan dia membuka matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk kematanya. Merasa ada seseorang yang berada disampingnya membuatnya menoleh, ternyata perawat yang sedang mengecek tabung infusnya. Kemudian matanya tertuju pada sebuket bunga dan sebuah amplop di meja kecil samping ranjangnya. Sang perawat yang menyadari jika Tiffany sudah terbangun dari tidurnya dengan cepat membungkuk kecil.

“ Selamat pagi Mrs. Kim “ Perawat itu melihatkan senyuman ramahnya yang membuat Tiffany membalas dengan senyumannya yang cantik.

“ suster, itu dari siapa? “ Ujar Tiffany yang berusaha untuk duduk dengan dibantu oleh perawat itu.

“ Oh, tadi seorang pengantar bunga mengantarkan bunga dan amplop ini untuk anda Mrs. Kim “ Perawat itu memberikan amplop itu ke tangan Tiiffany yang mengerutkan dahinya.

“ Atas nama siapa? “

“ Saya tidak tahu, tadi saya sudah menanyakan pada pengantar bunga tersebut tapi beliau mengatakan jika pengirimnya tidak mau memberikan identitasnya “

“ Baiklah “

“ Saya permisi sebentar Mrs. Kim “ Perawat itu kembali membungkukkan tubuhnya dan keluar dari ruang inap Tiffany.

kenapa pengirimnya tidak menuliskan namanya? Batin Tiffany seraya menatap amplop tersebut. Dengan perlahan dia membukanya  kemudian menarik apa yang ada didalamnya.

“ ya tuhan.. “  sesaat tangannya bergetar hebat hingga benda itu jatuh dipangkuannya. Begitupun dengan tubuhnya yang juga bergetar. Matanya terasa panas hingga setetes air jatuh mengalir dipipi putihnya itu, bahkan semakin mnjadi-jadi. Hatinya benar-benar hancur. Dadanya terasa begitu sesak sehingga membuatnya sulit untuk menghirup udara. Seolah hidupnya sebentar lagi akan berakhir karena tidak mampu untuk bernapas. Sakit yang terasa didadanya membuatnya semakin menangis hingga dadanya juga semakin terasa sakit. Tiffany tidak kuat lagi untuk menanggungnya, tubuhnya tidak mampu untuk tetap bertahan. Tubuhnya terasa semakin lemah hingga kelopak matanya pun terasa begitu berat.

“ EONNIE.. !! “ Pekik Yoona setelah dia membuka pintu ruang inap Tiffany dan melihat tubuh kakaknya itu terhempas kebelakang dengan mata tertutup, terbaring tidak sadarkan diri.

To be continued…

JENG JENG JENG !!! BADAAI BADAAI BADAAAI..

TAENY DILANDA BADAI…

YULSIC BIKIN DIABETES

curhat dikit yaaa selama gue ga update 3 bulan ini.. apa yang terjadi dengan gue?? hidup gue terancam!! berbagai ancaman datang dari readers di grup bbm dan line karena gue ga muncul2 kepermukaan. gue hampir disantet!! gue hampir dibunuh!! #liriksantetcouple yang sering ngancem gue

oke oke.. abaikan saja curhatan diatas. kita lanjut ke ceritanya.. 

Bagaimana chapter 18 ini? ga bagus? jelek? gaje? tolong dikasih tau ya dengan cara tinggalin komentar hehehehe komentar kalian adalah vitamin yang membuat gue semangat dalam menulis. 

oh ya, ada yang baru ga? yeaah covernya yang baru wkwkwk #promosidanabaikan

gue juga minta maaf karena belum bisa membalas semua komentar kalian.. tapi gue baca koq.. Terima kasih yang udah mau jadi readers setia gue. terima kasiiih banyak.. maaf kalian semua menunggu lama karena gue yang update ngot2an

untuk chapter selanjutnya, kemungkinan bakalan gue protect, dan gue akan memberikan clue bagaimana bisa dapetin passwordnya. salah satu syaratnya adalah setiap readers yang meminta pw harus ninggalin jejak di chapter 18 ini, dan syarat2 lainya bakalan gue posting sebelum DM chapter 19 di publish.. okay?? sorry gue banyak bacot wkwkwk

oke gue mau ngilang dulu.. pengen pergi ketemu soshi di alam mimpi

CHAPTER 19 COMING SOON!! Tunggu yaaaa

Bye Bye…..

Advertisements

180 thoughts on “DEAR MOM (CHAPTER 18)

  1. Taeny badai2an..
    Yulsic so sweet2an .,kekeke
    penasaran reaksi sica law dia tau seo hilang…

  2. yeeeeyyyy akhirnya yul ngelamar sica, senengnya liat yulsic brsatu, moga ortunya yul bs nrima sica
    aigooo yul romantis jg hehehe, chukae yulsic
    haduh taeny lg kena badai besar nih, miris bngt liat taeng smpe sgitunya
    tippany dpt amplop dr sp ya, trus isinya apaan?kok panny smpe bgitu
    badainya jgn klamaan thor, kasian tuh taeny, moga aja seo bs cpt ktemu

  3. Buat taeny balikan lagi dong thorrr

  4. Taeny makin bnyak konfliknya…jgn buat sampe cerai ya thor.
    Yulsic makin bnyak romantisnya…smoga yulsic jdi nikah.
    Aduh jdi pnasaran isi suratnya…smoga aja bukan surat kabar buruk utk kluarga taeny.

    Thor clue nya jgn yg susah2 yaaa.

  5. Waaah..udh nympe chap 18 aja ye,ketinggalan jauh drqu.
    Maap ya thorr bru muncul kprmukaan..
    Crtanya mantep..karakter seo jg kereeen..
    Jd gak sbar nugguin momen seofanny sma seosic ketemuan.
    Bnjirr air mata psti*sotoy..
    Next chap jgn klmaan y thor..
    Tp kira2 aq dpt pw gak yaa..*ngarep
    Mdh2n..amiiiin..hehee

    • hahaha jgn lupa baca love between dream jg ya 🙂 komentar juga jgn lupa
      thank you #jd terharu
      okee tunggu aja chap selanjutnya dan terima ksh sdh mampir.. utk dapat pw nnti di ksh tau 🙂

  6. Gue mesti mikir ulang pas baca ini
    Huft
    Apalagi pas yulsic -_-
    Kayanya amplopnya itu isinya foto taeyeon ama sunye ya?
    Bener ga sih?

  7. badai bener” datang
    OMG … gk sabar nunggu chapter 19…

  8. smoga TaeNy ngga jdi bercerai dan bisa hidup bahagia srperti dulu lge: D
    Emm Yulsic so sweet bnget 😊
    Eonni update DM chapter 19 nya jngan lama2 yah eon.. hehe :v

    • iyee.. diusahain cepet update, doain yaa dm chap 19 cepet kelar, doain biar otak gue encer terus jadi pas nulis ga mentok hahah
      terima ksh sdh mampir 🙂

  9. yoyo gue gabisa komet yulsic mereka lg adem. nah ini taeny badai terus kapan kelarnya?kasian mereka sama-sama menderita.
    amplopnya dari seo apa dari sekertarisnya taeng ngirim gambr tak senonoh? ah gue penesaran thour

  10. Aduh apa lagi tuh isi amplopnya sampai bikin tiffany jadi drop gitu, jgan” itu ulah sunye…

  11. waduuhh taeny dabaiii… -_- pasti tuh amplop brhubungan dngn taeng apa engga seo #sotoybgt

  12. Akhirrrnya lho uptade jga thor sampai lupa gue ma critay …
    Yulsic sweet …
    Taeny kok blum klar2 suh badaiy thor ksian seo gk dicari2 klw msalah taeny blum slesai
    Ne apalagi yg mmbuat fany pingsan ???

    • hehe sorry, gue semedi di gue 3 bulan 😀
      itu aja badainya blm yg wooow, ppanynya terharu baca surat cinta dr gue, makanya lsg pingsan hahaha
      terima ksh sdh mampir, tunggu chap selanjutnya ya 🙂

  13. akhir ny lo update jg thor. gw bnrn ampe nyerah kalo bkalan lnjutin nih epep lol

    oh yeahhhhh akhirny si kwon ngelamar si mamih jg xD
    gw dr dulu cmn nuggu si joohyun ktemu ama sica thor… owalahhh ditggu next chapter ny deh yaaa

    • “gw bnrn ampe nyerah kalo bkalan lnjutin nih epep” #mikirkeras ini mksdnya apaan ya?lol hahaha
      terima ksh sdh mampir, tunggu chap selanjutnya ya 🙂

  14. omaigat telat baca,,abis author updet nya luama bingit…peace thor^^v
    ck author nih tega amat sama taeny,,di badai mulu..
    omo!!tuh ppany dikirim apaan??jgn” poto taeng pas kissue sunye?!omona!!
    yulsic bentar lg merit tuh,,,jgn lupa ngundang yah*abaikan

    tuh cover baru nya keren thor,,,ehhh iye ntar jgn lupa bagi” pw yah thor,,,
    di tggu next nya,,,fighting

    • gue lagi semedi makanya lama kwkwkwk
      thank youu.. huaaaaa lu doang yg memuji cover gue.. thank you so much #siniguekecupbasah 😀
      okee tunggu chap selanjutnya ya, terima ksh sdh mampir 🙂

  15. Ahhh… taeny masih blm baikan jga….
    yulsic makin romantis aja…

    Wahhh… napa pula si fany pingsan.. dri siapa kira2 surat itu….. penasaran…

    lanjut thor….

  16. Wooowww authooorrrr long time no see,,,
    Uugghhh sial itu si Sunye,,, itu yg diterima panny pasti poto tae yg lg ciuman ituuu,,, sialan juga tuh seo kaga muncul muncul sekalian mati ajjj lahhh klo ntar muncul tapi pas ibu bapaknya cere hancur berantakan akibat ulah dia,,,
    Ugghhhh YulSic sweeeeettt abeeesss,,,

  17. annyeong thor aku reader baru,,,ffnya emng bner2 bkin greget apalagi sma pasangan taeny badai trus yg mereka hadapi,,,jgn di ksih badai trus dong thor sma tuh pasangan kan ksian#terserahAuthordongFFAuthorygbuat#plakkkk,,,,,dan buat pasangan yulsic emng so sweeeetttttt bner dah tak terkalahkan,,,
    di tunggu ye thor DM 19,oh iya cara minta pwnya gmana thor?
    annyeongggggg

    • salam kenal ya 🙂 hahah iyaa dong terserah otak authornya 😀
      pw nanti dikasih tau gmn dapetinnya. oh ya, jangan lupa komen ff lainnya ya
      terima ksh sdh mampir, tunggu chap selanjutnya 🙂

  18. Yeahh long time no see, gue udah komen apa belom yah perasaan kemaren udah. Udahlah yg jelas gue udah komen, rasanya nungguin elu apdwt tuh yaa ampe lumutan loh. Si juhyun kaga muncul nih ? Kasian emaknya sampe segitunya

    • hahaha bingung sendiri 😀
      maaf lama menunggu, si joohyun lagi lanjutin semedinya, kemaren kan gue semedi bareng sama dia #plaaaak
      tunggu chap selanjutnya ya, teirma ksh sdh mampir 🙂

  19. Hmm jangan” itu foto terakhir taeng sama sunye lagi -_- .
    Yulsic udah mulai bahagia 🙂 .

  20. thor ini cuma masukan dari gue ya
    ,,menurutku sih ni cerita masih belum ketemu solusinya bahkan udah sampai chapter sejauh ini,sebaiknya jangan kepanjangan jg bisa bikin bosen sama ceritanya
    sorry thor kalau comment dari gue kayak gitu itu cuma masukan aja
    jangan marah ma gue ye
    lanjut deh

    • gpp.. malah komen kayak gini yang buat gue semakin terpacu buat perbaiki diri.. thank you yaa sarannya 🙂 gue sebelumnya jg mikir gitu, gue lagi mikir gmn biar ceritanya jelas padat dan tidak ngaur.. hahaha makasi banyak 🙂

  21. Author cantik jangan ada badai lg dong tuk rumah tangga taeny, kan kasihan liat panny nangis mulu.. Author ngak kasihan apa liat pannyku yg selalu tersakiti.. Aku ngak tau lg mau komentar apa lg thor, lupa sm jln ceritanya karna author kelamaan cari ilhamnya hahahahahaha.. Lanjut deh thor yg semangat buat ff nya jgn kelamaan..

  22. di tunggu oart 19 yah thor 😀

  23. maaf thor ridhers baru , baru bsa komen…,,
    ff ny keren thor . kira2 apaan tu ya isi amplot ny ? taeny jgn smpai cerai dong baikan aj , khn ksihan dgn tae ! mudah2an ja joohyun cpat dtemukan , dan kluarga Kim kmbali brsatu…!!!
    lanjut thor…,, dtunggu chapter slanjut ny.

  24. huaa complicated banget baca ini, di satu sisi gak tega liat keadaan taeny yg hubungan nya terancam hancur, tapi disisi lain seneng banget liat yulsic yang akhirnya soon-to-be-married-couple, yul kok sweet banget sih lamaran nya.. tapi kayanya sica belom tau kalo juhyun ilang, gimana reaksi nya ya ntar pas tau anaknya ilang, nyalahin taeng kah?
    itu amplop isinya apa sih nyampe bikin fany nya shock gitu? dari juhyun kah?

    ditunggu next chap nya authornim, fighting!! 😀

  25. hihihihi senang banget sama yulsic klo dii DM. ciyeee yul ngelamar juga akhirnya. tapi taeny mulai menghadapi badai besar… cepet selesai deh, cuma si sunye tiba2 muncul dan bikin riweh suasana. urrgh!!
    ya ampun dari sekian moment, gak tau knpa gue senang bgt waktu sica blg rindu juhyun. kyaaa semoga ibu dan anak itu segera ketemu.. kangen moment seosic T.T

  26. Akhirrrrnyaaaa dilanjut jugaaaa, 😁lama nih nunggu kelanjutan ff ini,
    Kasiann taeng jadi berantakan bgt begitu, tp kenapa masih blom ada tindakan jg???? Udh sebulan lohhhh apa msih gak mau nyari seohyun sendiri??? Haisshhhh. Tuhhh sunyee jg alamakk jangan makin memperkeruh suasana dong, 😨
    Tiff dapet bunga dri siapa yah? Kenapa sampe shock bgt gituuh, joohyun kahh? Lanjutannya di tunggu loh thor 😀

  27. Itu isi suratnya apa ya ? Sampe tiffany pingsan segala 😁
    Kasian liat taeny badai mulu,beda sama yulsic yg berbahagia ..

  28. ahhhhhhh lama juga ni gue gak buka wp ni…. dan “dear mom” apdet
    seneng banget…. jujur gue penasaran ama keadaan joohyun dimana diaaaaaaa
    tu surat pasti isinya foto sunye ama tae pas mabok….
    ayo kak jgn lama2 apdetnya…..tar kelupaan gue hehehehe

  29. demi apa pun kemana aja lho mengghilang thuer? smpai pd lumutan raider nngguin lho up date…
    mending tae happy2 sm sunye aja toh fany jg ga mau maafin taeng
    #timpuk rame2 hehehe V
    semangka thuer….

  30. Hmmm . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
    #taeny lg bdai
    #hati.q jg lg bdai
    #pas bgt thor kau bkin hti.q tmbh nyesek 😥

  31. Aduh tae kenapa dimanapun kamu slalu jad rebutan??????senang fanny sembuh tapi sedihnya fanny lag benci ma taeT-T thor lanjut penasaran ma apa yg dibaca fanny trus bikin dia shock,,,

  32. yahhh..smoga jah bukan badai angin topan.thor,,,
    bisa” nanti benar” hancur n gak berbentuk…yg ada hnya banjir air mata…huftt…sesak rasanya dada…

  33. Hehehehe maaf thor ternyata sebelumnya aku lom baca chap ini pantesan di chap 19 ada kejadian yg bener gak paham awalnya gimana wkwkwk
    Sekali lagi maaf yah thor baru komen
    Ditunggu next updatenya thor….

  34. Yulsic so sweet taeny kena badai terus2an kayaknya nih…joohyun blm ketemu sekarang ada orang ketiga pula kasian nih keluarga kim

  35. Omo drama nya kog gak kelar” ya Thor 😭😭😭😭😭

  36. BILA CHAPTER 20 NAK TAYANGKAN NI SAYA NAK TENGOK KESUDAHAN .PLEASE SECEPAT MUNGKIN OK.

  37. Itu pasti foto tae ciuman sm sunye

  38. OMO yulsic sweet..sweet akhirny sica mw nikh ama yuri.tp berbnding terblk dgn Taeny yg hrs berthn dlm badai RT mrk.

  39. cieee yang udah di lamar..yulsic sweet banget sih..
    ehhh taeny kena badai topan..siapa lagi tuh yang mau hancurin kehidupan taeny..

  40. Asikk yulsic udah lamaran semoga aja ortu yul sama seo nerima mereka
    Author suka bett bikin badai buat taeny:”

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s