rara0894

All about TaeTiSeo and GG

DEAR MOM (CHAPTER 17)

112 Comments

Title      : Dear Mom

Author : rara0894

Genre   : Family, gender bender

Cast      :

Seo Joo Hyun as Kim Joo Hyun

Tiffany Hwang/ Hwang Miyoung

Kim Taeyeon

Jessica Jung/ Jung Sooyeon

Kwon Yuri

And other cast

 CYMERA_20140711_052021

“ apa kau mau mendengar ceritaku? mendengarkan penyesalanku? “ Nayeon mengerutkan dahinya, kemudian beranjak untuk duduk disamping Seohyun dengan senyuman hangatnya.

“ jika ada yang mengganjal dipikiranmu dan kau ingin meluapkannya, luapkanlah. Ceritakan jika kau ingin menceritakannya dan aku akan mendengarkannya. Tapi jika kau masih belum siap jangan dipaksakan “ Nayeon berucap lembut.

 

“ aku sudah siap menceritakan semuanya padamu. Tapi janji, ini hanya akan menjadi rahasia kita berdua saja “ Seohyun mengulurkan jari kelingkingnya menandakan sebuah perjanjian.

       Nayeon membalasnya seraya mengangguk. “ aku janji “.

“ Sebenarnya malam disaat aku tidak sadarkan diri didepan kedai appamu.. “ Seohyun menghirup udara sedalam-dalamnya sebelum kembali bersuara. “ aku baru saja melarikan diri dari keluargaku “ Nayeon membulatkan matanya, terkejut. Namun dia berusaha membunyikannnya.

“ Pasti sekarang kau menganggapku seorang gadis yang tidak baik bukan? “ Seohyun tersenyum mengejek, seolah menertawakan dirinya sendiri. Nayeon menggeleng, tidak sedikitpun terlintas dipikirannya seperti apa yang dikatakan Seohyun.

 “ aku tidak pernah berpikiran seperti itu padamu. Kau adalah gadis yang baik “ Seohyun tersenyum.

“ Terima kasih karena kau mempercayaiku. Kau ingin tahu kenapa aku pergi dari keluargaku? ‘ Nayeon pun mengangguk.

“ Karena aku membuat sebuah kesalahan besar dari banyaknya kesalahan yang pernah kubuat “ ujar Seohyun dengan tenang, berusaha untuk tidak menangis.

“ Ma-maksudmu? “ Nayeon tidak mengerti apa yang dikatakan Seohyun.  Saat ini Seohyun kembali bergelut dengan pikirannya, kembali memutar kejadian malam itu yang membuat bibirnya kini bergetar.

“ akulah yang membuat istri dari appaku terluka berkali-kali. Dan malam itu… Dia mengalami kecelakan dan koma. Semua itu.. adalah kesalahanku “ Seohyun mulai terisak, tubuhnya bergetar menahan tangisannya yang membuat Nayeon mengusap punggungnya. Berusaha untuk menenangkan sahabatnya yang rapuh. Nayeon belum berani untuk bertanya, bahkan untuk mengeluarkan suara sekalipun. Biarlah Seohyun mengungkapkan semuanya tanpa paksaaan.

“ kau tahu, aku adalah seorang anak broken home. Appa dan eommku bercerai disaat umurku menginjak 7 tahun. Dengan umur yang begitu belia aku harus melihat pertengkaran orang tuaku. Saling menghina, berteriak, bahkan dengan kekesaran yang tidak pernah kulihat. Aku begitu terkejut saat melihat appa menampar eomma saat itu. Aku tidak pernah melihatnya yang begitu kasar yang biasanya begitu lembut dan hangat. Sakit, sampai saat ini aku masih bisa mengingat dengan jelas bagaimana sakitnya hatiku saat melihat itu semua. Jantungku berdetak cepat saat mendengar mereka saling berteriak dan membentak. Napasku terasa begitu sesak hingga membuatku menangis tanpa henti. Lalu Appa mengatakan jika akan menceraikan eomma dan mengatakan jika aku akan tetap tinggal bersamanya. Tapi ternyata eomma sudah merebutku terlebih dahulu dan membawaku pergi dari rumah tanpa sepengetahuan appa karena eomma tidak ingin appa memisahkanku darinya. Aku yang waktu itu tidak mengerti dengan permasalahan mereka membuatku berpihak pada eomma. Saat itu aku membenci appa karena aku hanya melihat dari sisi kekerasan yang dia lakukan “ Seohyun meneteskan air matanya, mengalir perlahan di pipi putihnya. Namun dengan segera diusapnya air mata itu.

“ sebenarnya apa permasalahan yang terjadi pada mereka? “ Nayeon memberanikan diri untuk bertanya.

“ karena.. perselingkuhan “ Seohyun menutup matanya sejenak sebelum kembali membukanya. “ eomma berhubungan dengan laki-laki lain. Aku masih teringat jika appa berkata ‘ dimataku sekarang kau hanyalah seorang wanita murahan’ Aku masih ingat dengan jelas kalimat yang dia tujukan pada eomma dan aku tidak mengerti apa arti dari kata-kata yang dilontarkannya. Aku tumbuh semakin besar hingga aku mengerti maksud dari kalimat itu yang membuatku semakin membenci appa. Bagaimana bisa appa mengatakan jika eomma seorang wanita murahan. Saat itu aku berjanji pada diriku tidak akan pernah lagi menemuinya dan menjalani kehidupan baruku di panti asuhan. Aku dan eomma tidak lagi memiliki rumah dan sahabat eomma dengan baik hati mengizinkan kami untuk tinggal di panti asuhan miliknya. Eomma mendapatkan pekerjaan sebagai bartender di sebuah club dan itu membuatnya mulai sibuk dengan pekerjaannya. Hingga kami tidak lagi memiiki waktu bersama hanya untuk mengobrol saja. Ya, aku mnegerti dengan keadaan. Kehidupanku yang keras membuatku bisa berpikir lebih dewasa. Aku tidak mempermasalahkan jika eomma tidak lagi memperhatikanku karena semua yang dilakukannya untuk meghidupiku. Aku tidak pernah protes ataupun marah. Memang, ada rasa kecewa,sedih dan merasa diabaikan. Tapi aku tidak pernah memperlihatkan kekecewaan dan kesedihanku pada siapapun. Dengan aku yang berusaha untuk menjadi seorang gadis yang berhati besar, tuhan memberikan jalan lain untukku. Aku bertemu dengan seorang wanita yang seumuran dengan eomma. Dia begitu cantik dan memiliki hati yang sangat baik. Aku merasa nyaman jika berada didekatnya. Kasih sayang yang hilang bisa kembali kurasakan. Dia begitu menyayangiku seperti anaknya sendiri “ Seohyun berhenti sejenak, dia tersenyum saat mengingat pertemuannya dengan Tiffany dulu kemudian kembali melanjutkan cerita kehidupannya.

“ dia selalu menyempatkan dirinya untuk menemuiku dipanti asuhan setalah pulang bekerja ataupun saat berangkat. Bahkan dia hampir setiap hari menemuiku “

” Hingga suatu kenyataan yang membuatku marah dan membencinya ” Seohyun kembali berhenti berkata.

” Apa? ” Tanya Nayeon yang begitu penasaran.

” Kenyataan jika wanita itu adalah istri dari appaku. Memang dia tidak ada salah, tapi aku membencinya karena dia adalah istri dari appa yang begitu aku benci. Sebenarnya bukan kebencian, namun sebuah kenyataan yang tidak bisa kuterima yang membuatku melampiaskan kekecewanku kepada mereka. Jujur, sebenarnya aku tidak bisa untuk membenci mereka, namun kekecewaanku yang membuat itu terlihat sebuah kebencian. Kekecewaanku semakin bertambah saat appa memenangkan hak asuh atas diriku yang membuatku harus terpisah dari eomma ” Seohyun terus menceritakan jalan kehidupannya, menceritakan semua kesalahan yang dilakukannya terhadapan Tiffany. Nayeon hanya bisa menutup mulutnya karena terkejut mendengar apa yang dikatakan Seohyun. Dia tidak menyangka jika gadis yang selama ini bersikap  baik dihadapannya adalah seorang gadis pembangkang. Namun dia tidak berpikiran buruk tentang Seohyun setelah dia tahu semuanya. Dia yakin, jika itu semua karena situasi yang membuat sahabatnya seperti itu dan dia juga yakin jika Seohyun sudah berubah, Seohyun sudah menyesali semua kesalahannya.

” Dan malam itulah penyesalan terbesarku ” ujar Seohyun.

” Malam saat kau tidak sadarkan diri dan ibu tirimu mengalami kecelakaan? ” Seohyun mengangguk.

” Kecelakaan yang terjadi saat itu membuatku benar-benar menyesal “. Seohyun kembali menjelaskan apa penyebab ibu tirinya itu mengalami kecelakaan, yaitu kerena pertengakaran diantara mereka dan dirinya yang berusaha kabur. Sekali lagi, itu semua karena dirinya yang begitu jahat. Nayeon hanya bisa menggenggam erat tangan Seohyun yang begitu dingin, berusaha untuk menguatkan Seohyun yang kini benar-benar mengeluarkan sisi lemahnya. Bukan lagi berlagak seperti seorang gadis yang kuat seperti yang dilihatkan sebelumnya. Dia mengerti dengan keadaan Seohyun yang membuatya tetap percaya jika Seohyun sebenarnya tidak ada maksud untuk mencelakai ibunya, hanya saja sahabatnya itu tidak bisa menerima keadaan yang harus dilaluinya saat itu.

” Nayeon-ah.. Apa yang harus aku lakukan? Apa yang bisa membuat penyesalan ini menghilang? Aku tidak kuat lagi. Penyesalan ini terus menghantuiku, seperti sebuah mimpi buruk untukku ” Seohyun sekarang meledakkan tangisannya. Dia tidak lagi menutupi. Dia sudah bertekat untuk membuka semuanya. Kali ini dia memperlihatkan sisinya yang begitu lemah dan rapuh dihadapan sahabatnya. Tidak ada kebohongan dan berlagak seperti gadis yang berhati baja.

” Sssst.. Uljima ” Nayeon mengusap lembut punggung Seohyun yang bergetar. Berusaha untuk menenagkan sahabatnya yang kini mengangis dibahunya hingga membuat bajunya basah karena air mata. Nayeon terus saja melakukan hal yang sama hingga Seohyun merasa tenang yang kini hanya terdengar sebuah isakan. Setelah Nayeon merasa yakin jika Seohyun sudah merasa sedikit tenang, dia melepaskan pelukannya kemudian mengusap air mata Seohyun yang membasahi pipinya.

” Apa yang harus aku lakukan? ” Tanya Seohyun dengan lirih seraya menatap Nayeon dengan mata yang memerah dan bengkak.

” Jika kau ingin penyesalan itu menghilang, temui mereka dan meminta maaf. Katakan jika kau menyesali semuanya dan berjanji untuk berubah ” ujar Nayeon dengan lembut pada Seohyun yang kini menunduk dalam.

” Aku tidak punya muka untuk menemui mereka lagi. Aku malu karena aku seorang gadis bodoh yang jahat ” Seohyun masih saja terisak.

” Apa mereka pernah mengatakan seperti itu? ” Seohyun menggeleng.

” Lalu kenapa kau berkata seperi itu? Seohyun-ah, itu salah satu cara agar kau merasa tidak terbebani lagi. Aku yakin orang tuamu pasti merindukanmu. Terutama eomma tirimu ” Inilah kesempatan Nayeon untuk mencoba membujuk Seohyun untuk kembali ke keluarganya tanpa harus membuat sahabatnya itu merasa tersinggung.

” Aku akan menemui mereka, tapi tidak sekarang. Aku belum siap ” ujar Seohyun yang membuat Nayeon menghela napas.

” Baiklah, kau jangan menangis lagi ” Nayeon kembali mengusap air mata yang membasahi pipi putih Seohyun. ” Aku bangga memiliki sahabat sepertimu. Walaupun kau memiliki orang tua yang lengkap tetapi kau mempunyai masalah yang begitu besar yang harus kau hadapi, dan kau bisa menjalaninya. Mungkin saja aku tidak bisa sekuat dirimu jika aku yang mengalaminya ” Nayeon memeluk sahabatnya itu dengan erat.

“ terima kasih, sekarang aku merasa sedikit lega  “ Seohyun tersenyum walaupun Nayeon tidak bisa melihatnya. Dengan menceritakan semuanya membuatnya merasakan sedikit adanya kelegaan dihatinya, walaupun tidak berpengaruh banyak.

“ itu lebih baik. Kau tidak boleh menyimpan masalahmu sendiri. Memang, mungkin aku tidak bisa membantumu. Tetapi dengan kau menceritakannya kepadaku ataupun orang yang bisa kau percaya, itu bisa mengurangi sedikit bebanmu. Tapi aku berjanji, jika kau membutuhkanku, aku akan menolongmu semampuku “ Seohyun mengangguk setelah melepaskan pelukannya.

” Gomawo ” Seohyun tertawa kecil. ” Kau pasti tidak menyangka kalau aku  seorang gadis yang cengeng ” ujar Seohyun seraya menghapus air matanya.

” Yeah, kau gadis cengeng ” Nayeon meletakkan kedua jari telunjuknya di tulang pipinya seraya menjulurkan lidahnya. “ Huhuhu.. ” Nayeon menirukan suara seperti orang menangis tetapi dengan nada mengejek.

” Ya! ” Seohyun menjitak kepala Nayeon kemudian mereka tertawa bersama. Begitulah mereka sebagai sahabat. Menangis bersama jika salah satu dari mereka merasakan kesedihan, juga berbagi kebahagiaan jika dari mereka merasakan kebahagiaan. Itulah sahabat yang sejati, sahabat yang saling peduli dalam situasi apapun yang terjadi.

-Dear Mom-

       Taeyeon terus saja menggenggam tangan Tiffany yang kini masih tertidur dengan lelapnya. Mengusap kulit lembut seputih susu itu dengan ibu jarinya. Taeyeon berpikir apakah sikap yang akan ditunjukan Tiffany saat dia terbangun nanti setelah mengetahui semua kebenaran. Taeyeon khawatir jika Tiffany kembali marah seperti apa yang terjadi sebelumnya. Bahkan Tiffany menolak saat Taeyeon ingin menemuinya. Sakit, ya.. Itulah yang dirasakan Taeyeon atas penolakan yang ditunjukan Tiffany dan baru kali ini sang istri bersikap dingin terhadapnya. Apa yang harus dilakukannya? Apakah sikap yang harus diperlihatkannya jika Tiffany kembali meledakkan kemarahannya? Dia tidak bisa berpikir jernih. Mungkin dia hanya akan mengikuti arus saja, mengikuti apa yang akan terjadi. Sebagai seorang manusia, dia tidak akan pernah bisa menerka apa yang akan terjadi pada waktu mendatang.

” Apa yang kau lakukan disini? ” Suara dengan nada yang begitu dingin itu membuat Taeyeon tersadar dari pikirannya. Taeyeon tidak menyadari jika Tiffany sudah membuka mata dan menatapnya dengan tajam. Terlihat tatapan kemarahan dari mata itu yang biasanya selalu tersenyum padanya yang menyalurkan kehangatan. Sekali lagi, sakit yang terasa dihatinya saat Tiffany menepis tangannya yang menggenggam tangan lembut istrinya itu.

” Keluar! ” Ujar Tiffany dengan tegas dan dalam. Walaupun bukan sebuah teriakan, namun itu membuat Taeyeon merasa sesak didadanya.

” Kenapa kau seperti ini padaku? Aku hanya ingin menemanimu disini. Aku mengkhawatirkanmu fany-ah ” ujar Taeyeon dengan suara yang bergetar. Tiffany terkejut melihat mata Taeyeon yang sudah berkaca-kaca, bahkan setetes air  keluar dari mata onyx suaminya itu. Namun Tiffany bisa mengontrol dirinya hingga Taeyeon tidak menyadari atas keterkejutannya, dan kemarahan dihati Tiffany mengalahkan hati nuraninya. Kemarahan yang mendominasi di dirinya membuat tatapan kebencian itu terlihat jelas oleh Taeyeon.

” Keluar! ” satu kata itu kembali terucap dari bibir Tiffany.

” Miyoung-ah ” Taeyeon mengulurkan tangannya untuk kembali menggenggam tangan Tiffany, namun Taeyeon kembali mendapatkan penolakan.

” Jangan sampai aku berteriak padamu Taeyeon-ssi ” Taeyeon membeku, baru kali ini dia mendengar Tiffany memanggil namanya secara formal setelah mereka menikah.

” Sekali lagi, keluar! ” Tiffany berusaha untuk tidak berteriak. Namun, Taeyeon tidak mendengarkannya. Dia akan keras kepala kali ini. Dia akan tetap berada di ruangan ini, akan terus berada disisi istrinya.

” Aku tidak akan keluar dan aku akan terus berada disini untuk menajgamu ” Taeyeon menjawab, juga dengan nada tegas yang membuat amarah Tiffany semakin meningkat.

” Jangan membuatku naik darah Kim Taeyeon! ” Kali ini Tiffany tidak lagi memiliki kesabaran tanpa sadar menaikkan nada suaranya.

” Jika kau tidak ingin seperti itu, maka jangan menyuruhku untuk keluar dari sini ” balas Taeyeon seraya menatap lekat istrinya itu, mengatakan jika dia tidak bermain-main dengan kata-katanya. Jika Tiffany bersikap keras kepala padanya, maka dia akan lebih keras kepala lagi.

“ KELUAR! “ Tiffany benar-benar meledakkan kemarahannya. “ keluar dan jangan pernah temui aku! “ Tiffany memukul tubuh Taeyeon berkali-kali kemudian mendorong laki-laki itu agar menuruti perkaatannya. Namun Taeyeon tetap berdiri tegap, mengeraskan tubuhnya saat Tiffany menghantamkan pukulan dan dorongan padanya. Taeyeon yang mulai merasa sakit karena pukulan Tiffany membuatnya harus berusaha menghentikan aksi Tiffany.

“ aku tidak akan keluar Tiffany. Please, jangan seperti ini. Keadaanmu bisa memburuk “ Taeyeon berusaha untuk mengunci tubuh Tiffany yang kini memberontak.

“ Aku tidak peduli! Aku benci padamu Kim Taeyeon! Keluar! “ Saat itu juga, Tiffany akhirnya terdiam karena Taeyeon berhasil mengunci kedua tangannya. Napasnya terasa sesak karena terlalu banyak bergerak untuk memukuli Taeyeon dengan keadaannya yang masih lemah.

“ kau tidak mau keluar? “ Tiffany bertanya dengan napas yang masih tidak beraturan. Taeyeon sedikitpun tidak bersuara untuk menjawab, hanya terus menatap Tiffany dan terus menggenggam tangannya.

“ Aaargh! “ Taeyeon mengerang kesakitan karena salah satu tangannya digigit oleh Tiffany.

“ Tiffany! “ Taeyeon sedikit meninggikan suaranya, namun sedikitpun Tiffany tidak merasa bersalah.

“ Eonnie, Oppa.. ada apa ini? “ Yoona masuk ke ruang inap Tiffany dengan tergesa dan khawatir karena salah satu perawat mengatakan padanya kalau ada keributan dari ruangan tersebut. Tiffany dan Taeyeon mengabaikan Yoona yang kini semakin khawatir melihat raut wajah pasangan suami istri tersebut.

“ Fine! Jika kau tidak mau keluar, biar aku yang keluar dari ruangan ini! “ Tiffany yang akan mencabut selang infusnya langsung ditahan oleh Taeyeon.

“ eonnie! Jangan lakukan itu “ Yoona yang terkejut melihat aksi Tiffany melangkah semakin mendekat, berniat untuk menghentikan aksi Tiffany yang murka. Untung saja dengan cepat Tayeon menghentikannya .

“ Baiklah. aku akan keluar “ Ujar Taeyeon dengan lemah. Taeyeon kembali mengalah. Biarlah, yang terpenting untuknya adalah Tiffany. Dia tidak ingin membuat keadaan Tiffany memburuk kembali karena pertengkaran mereka.

“ namun sebelum itu, kau harus tahu. Hatiku sakit dengan sikapmu seperti ini miyoung-ah “ ujar Taeyeon dengan suara bergetar dan serak yang kini berdiri sedikit jauh dari Tiffany. Mengepalkan kedua tangannya seraya menatap Tiffany yang tidak menatapnya sedikitpun. Taeyeon bisa melihat dengan jelas jika Tiffany menahan tangisannya. Ingin sekali dia mendekat dan merengkuh tubuh istrinya itu, tapi dia yakin jika Tiffany akan kembali menolaknya. “ Sakit sekali Tiffany “ Kini Tiffany menatap Taeyeon.

” Siapa yang lebih sakit sebenarnya eoh?! Bagaimana denganku? Tidak, kau tidak perlu memikirkan bagaimana perasaanku. Bagaimana dengan Joohyun?! Tidakkah kau bisa merasakan bagaimana sakit dihatinya saat kata-kata kasarmu itu terucap untuknya?! Dia masih kecil Kim Taeyeon! Bagaimana bisa kau menyuruhnya untuk pergi darimu?! ” Taeyeon terdiam. Tiffany benar, seharusnya Seohyunlah yang paling tersakiti disini.

” Aku tidak bernaksud untuk- “

” Kau bermaksud! ” Tiffany kembali berteriak. ” Ck, bagaimana bisa aku menikah dengan laki-laki yang tidak bertanggung jawab sepertimu ” Taeyeon melebarkan matanya saat mendengar kata-kata kasar Tiffany. Sedangkan Yoona hanya menutup mulutnya karena keterkejutannya.

” M-mwo? ” Taeyeon tidak bisa berkata-kata dibuatnya.

” Aku menyesal menikah denganmu. Aku menyesal menikah dengan seorang ayah yang tidak bertanggung jawab dan kasar. Aku tidak ingin anakku nantinya memiliki ayah sepertimu ” Taeyeon naik pitam karena kata-kata Tiffany yang membuatnya reflek berjalan mendekat kearah Tiffany seraya mengangkat tangannya.

” Berani sekali kau mengatakan itu padaku Tiffany! “

Plak!

” Oppa! ” Yoona berteriak seraya menutup telinga dan kedua matanya saat tangan Taeyeon mendarat di pipi Tiffany. Dia benar-benar tidak kuat melihat Tiffany yang ditampar oleh Taeyeon. Kemudian dia membuka matanya dengan perlahan, mengarahkan pandangan pada Tiffany yang kini menatap tajam  kearah Taeyeon seraya memegang pipinya yang sakit dengan napas yang tidak beraturan. Tidak ada sedikitpun rasa takut didiri Tiffany saat menatap Taeyeon yang kini membeku. Taeyeon tidak percaya jika dia sudah menyakiti istrinya dengan tangannya sendiri. Taeyeon kembali melakukan kesalahan yang sudah pernah dilakukannya sebelum-sebelumnya, lepas kontrol saat amarahnya memuncak. Sekarang Tiffanylah menjadi korban karena dirinya yang tidak bisa mengontrol diri. Benar-benar suasana yang menengangkan yang terasa saat ini diruangan tempat mereka berada. Napas mereka saling memburu dengan amarah yang besar.

” Lancang sekali kau menamparku Kim Taeyeon! ” Mata Tiffany berkaca-kaca karena menahan tangisnya yang terasa ingin meledak. Dia tidak percaya jika Taeyeon menampar pipinya yang kini terasa panas dan sakit. Sekarang dia tahu apa yang dirasakan Seohyun saat Taeyeon menampar pipinya. Begitu menyakitkan. Bukan saja di pipi, namun juga dihati dan bagaimana bisa Seohyun yang masih kecil harus merasakannya. Taeyeon tidak memiliki perasaan, dia benar-benar marah dan kecewa pada suaminya itu.

” Mi-mianhe, a-aku tidak- “

“ kau tahu, kaulah laki-laki pertama yang menyakiti pipiku “

“ Aku- “

” Ceraikan aku ” Ujar Tiffany dengan lantang yang membuat Taeyeon membeku.

” M-mwo? ” Lidah Taeyeon terasa kelu dan tidak tahu harus berkata apa.

” Eonnie.. Jangan berkata seperti itu ” lirih Yoona yang kini terisak. Dia juga tidak mengerti kenapa dia menangis, namun melihat rumah tangga Tiffany dan Taeyeon yang kacau seperti ini membuatnya sedih. Dia ingin rumah tangga mereka baik-baik saja, tanpa harus ada pertengkarandan kata perceraian yang kini didengarnya.

” Yoong, bisakah kau tinggalkan kami berdua? ” Ujar Tiffany dengan lembut tanpa menatap sedikitpun yang membuat Yoona gusar. Jujur, dia tidak ingin meninggalkan Taeyeon dan Tiffany berdua saja dengan situasi yang terjadi sekarang.

” Tapi- “

” Please ” Tiffany kini menatap Yoona dengan memohon. ” Kau tidak perlu khawatir ” kini Yoona mengangguk walaupun begitu berat untuknya menuruti perkataan Tiffany.

” Aku mohon, eonnie dan oppa jangan bertengkar lagi ” ujar Yoona  terisak. ” Kalian bisa membicarakannya baik-baik ” Tiffany yang tidak bisa melihat Yoona menangis membuatnya mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata Yoona. Kemudian menarik dokter muda itu untuk dipeluknya. ” Kwenchana.. ” Bisik Tiffany ditelinga Yoona kemudian melepaskan pelukannya.

” Arraseo, aku keluar ” Yoona melangkah keluar. Setelah pintu ruangan itu tertutup, Tiffany kembali menatap Taeyeon dengan tajam.

” Kau mendengarkanku bukan? Aku ingin kita bercerai ” Tiffany kembali berkata yang membuat tubuh Taeyeon mengeras. Bagaimana bisa Tiffany dengan mudahnya meminta bercerai darinya. ” Aku tidak ingin memiliki suami yang kasar dan suka main tangan sepertimu! Dan aku tidak ingin anakku nantinya merasakan apa yang aku rasakan karena tangan kotormu itu. Kau benar-benar berubah Taeyeon, aku sangat marah dan kecewa padamu. Kita akhiri saja semuanya ” ya, Tiffany sudah merasa begitu kecewa dengan sikap Taeyeon selama ini. Taeyeon seperti tidak memiliki hati.

” Kau pikir setelah berpisah dariku kemudian menikah dengan laki-laki lain, apa kau yakin bisa memiliki anak dengannya? “. Taeyeon seolah tersenyum mengejek pada Tiffany. Dia yang juga kecewa dengan Tiffany yang meminta berpisah membuatnya juga meluapkan kemarahannya. Sedangkan Tiffany menutup mulutnya mendengar kata-kata Taeyeon yang menusuk. Seolah sakitnya seperti dihujami beribu jarum yang begitu tajam. Taeyeon menyadari, jika semua ini adalah kesalahannya atas kepergian Seohyun. Namun apakah adil jika dia terus disalahkan bahkan harus mempertaruhkan rumah tangga mereka? Ini semua bisa dibicarakan dengan baik-baik, namun Tiffany begitu keras kepala dan terus menyalahkan Taeyeon hingga mereka berterngkar tanpa ada penyelesaian. Dimata Tiffany usaha Taeyeon begitu sia-sia untuk mencari keberadaan Seohyun yang membuatnya berpikir jika Taeyeon tidak serius untuk mencari anak mereka. Taeyeon yang juga keras kepala tidak ingin terus disalahkan oleh istrinya, bebannnya sudah begitu berat, pikirannya kacau, bahkan dirinya sendiripun tidak terurus selama  satu bulan lebih ini. Apakah dia pantas untuk terus disalahkan? Dan Taeyeon tidak bisa menerima itu semua.

” Ingat Tiffany, kita selalu gagal memiliki anak karena kekebalan tubuhmu yang lemah. Kau berkali-kali mengalami keguguran dan Dokter mengatakan begitu sedikit peluang kita untuk memiliki seorang anak.  Jadi jangan berharap kau bisa berpisah dariku dan memilih laki-laki lain untuk harapan menikah kembali dan memiliki seorang anak “

Plak!

       Taeyeon meringis kesakitan saat Tiffany menampar pipinya dengan keras. Tiffany menangis keras, benar-benar sakit terasa dihatinya dengan perkataan Taeyeon. Inilah perkataan yang paling menyakitkan untuknya, dihidupnya.

” Bagaimana bisa kau berkata kasar seperti itu padaku?! Bagaimana bisa kau menghinaku serendah itu?! Kau sangat keterlaluan! Kau benar-benar laki-laki tidak memiliki hati! Aku benci padamu Kim Taeyeon! ” Teriak Tiffany seraya menghantamkan pukulannya pada Taeyeon berkali-kali dan terus saja menangis disela kata-kata yang diucapkannya.

” Apa kau pikir kata-katamu itu juga tidak menyakitiku dengan mengatakan jika aku laki-laki bodoh dan meminta mengakhiri rumah tangga kita? Itu juga menyakitiku Tiffany! Bagaimana bisa dengan begitu mudahnya kau mengatakan kata-kata cerai, kau kira pernikahan itu main-main?! Beripikir dewasalah Tiffany ” Taeyeon juga meninggikan suaranya.

” Aku berkata seperti itu karena itu semua kenyataan! ” Mereka saling bersitegang. Saling berteriak saat membalas jawaban.

” Dan apa yang aku katakan juga kenyataan! ” Balas Taeyeon.

” KELUAR! ” Mendengar teriak Tiffany membuat Yoona kembali masuk. Dia tidak akan diam lagi dan menuruti perkataan Tiffany. Bukan tidak ingin ikut canpur dalam urusan rumah tangga mereka, namun keadaan Tiffany akan menurun jika Tiffany terus saja bersiteru dengan Taeyeon.

” Eonnie.. ” Yoona mendekati Tiffany yang memukul dadanya.

” Uugh.. ” Tiffany tiba-tiba saja merasa pernapasannya begitu sempit. Begitu sulit untuknya menghirup udara hingga membuat keadaannya kembali lemah.

” Fany-ah, kwenchana? ” Taeyeon cemas melihat Tiffany yang menghirup udara dengan susah payah.

” Ke..luar.. ” Ujar Tiffany seraya memejamkan matanya, saat ini begitu sulit baginya untuk berbicara. Tiffany masih saja keras kepala dan menepis tangan Taeyeon yang mengusap dahinya. Yoona dengan segera memakaikan selang oksigen yang memang sengaja disediakan jika sewaktu-waktu  Tiffany kembali sulit dalam bernapas.

” Fany-ah maafkan aku.. Jangan seperti ini. Kau membuatku sedih “

“ Keluar.. “ Tiffany terus saja menangis yang membuatnya semakin sulit bernapas.

“ Lebih baik oppa menunggu diluar dahulu, biar aku yang menjaga eonnie “ Yoona memutuskan untuk menyuruh Taeyeon keluar dari ruang rawat Tiffany. Yoona tidak ingin membuat keadaan Tiffany semakin memburuk dengan mereka yang terus saja beradu mulut.

“ tapi- “

“ oppa tidak ingin keadaan eonnie memburuk bukan? “ Taeyeon mengangguk cepat kemudian menghela napas beratnya.

“ arraseo “ ujar Taeyeon dengan suara lemah dan bergetar. Diusap wajahnya yang terlihat begitu lelah dan pucat walaupun dia sendiri tidak menyadarinya. Yoona bisa melihat itu dengan jelas, matanya juga ikut memanas melihat mata Taeyeon yang berkaca-kaca . Yoona begitu iba melihat keadaan Taeyeon yang berantakan.

“ kau harus kuat “ Ujar Yoona dengan air matanya yang sudah jatuh membasahi pipinya. Sedangkan Taeyeon hanya mengangguk lemah kemudian berbalik untuk melangkah keluar.

Apakah semuanya harus berakhir seperti ini? Apakah rumah tangga mereka yang sudah dibina bertahun-tahun harus berakhir karena sebuah kata perceraian?

 To be Continued..

hai hai.. i’m baaack!! hehehe.. sorry yaa gue lama #nyengirpolos

woow woow.. rumah tangga taeny diterjang badai hayoo hayoo.. siap kan payung, peluk erat tiang bendera biar ga terbang kayak iklan susu bubuk pengggemuk badan.. yang itu looh.. gue ga mau promosiin.. ckckck

kali ini masih belum gue protect karena banyak yang ninggalin jejak di chapter sebelumnya. yaaa walaupun tidak sebanyak chapter 15. tapi gpp. terima kasih banget untuk readers yg udah komen di chap sebelumnya.. maaf karena gue sampai sekarang belum bales komen kalian.

okee gue ga mau banyak bacot, gue takut diamuk readers karena lama update.. mending gue kabur duluan daripada muka gue ancur duluan. 

okay..sorry for typo dan jangan lupa tinggalkan komentar setelah baca..karena komen kalian semua ada penyemangat gue untuk tetap melanjutkan ff ini.. DM CHAP 18 TUNGGU AJA, gue ga mau buat janji karena gue takut mengingkari . byebyeeeee…!!!!

Advertisements

112 thoughts on “DEAR MOM (CHAPTER 17)

  1. tiffany org ketiga yg ditampar taeng stlah sica dan joohyun…. aish taengpa, lo favorit gue tp kasar bgt.. aigooo gak bsa redam emosi.

    bagaimana dgn yulsic ya?? huwaaaaa T.T pertemukan joohyun dgn sica dong thor. pasti mrka saling kangen

  2. Yulsic ga ad temuin sica sm seohyun ya

  3. lanjutkan, gw sampe lupa terakhir gw gw baca chap brp, jangan bikin mereka bercerai, panjangin dikit bole, wkwk trs kalo bisa next chap seohyun nemuin mereka. Gw tau love itself bukan author yg tulis smpeiin juga dong untuk update jg ff nya, makasi ^^

  4. jgn smpai brcerai..
    ntar klo seo tau pasti dia mrsa brsalah bgt..
    d tnggu lnjutannya..
    please, jgn lma2 ya..

  5. arghhhhhh bner2 frustasi abis ama nih ff. seosic moment kapan thorrrrrr.

  6. Aduh kasian thor udh lh langsung aj tmuin gw jd g tega nih. Seo skt fany sm tae mw cerai waw complicated bgt

  7. Huaaaa tambah ribet nih rumah tangga taeny seoo cepetan gih ketemu ama fany

  8. badai taeny tambah kenceng aja….kasian banget dooh….gpp deh asal tar bisa happy ending aja, ok next thor^^

  9. Gw nggak suka banget sama taeyeon di ff ini dia terlalu menyebalkan…

  10. Timbul tenggelam timbul tenggelam ni author ny..
    Ih Tae pedes bgt ucapan ny.. semarah ap pun jgn lah ngom kaya gto.. itu menyakit kn d banding sakit akibat tamparan.. sakit akibat tamparan bisa sembuh sehari.. tp klo udh sakit hati bisa membatin dan menjalar kmna2..
    Yulsic thor blom ad part ny ni..

  11. badai topan angin puting beliung tornado!! sumpah dah ini taeny meledak2 semua ya >.< maen kata2 + tangan pula duh duh duh ga tega baca taeny yg saling menyakiti seperti ini huhuhuhu
    sudahlah, aku menunggu saja supaya taeny cepet mendinginkan kepala… berharap kapal mereka ga akan kandas di tengah jalan. ngga lah ya, the ship will sail for a long time. hahaha believe in taeny!! wkwkwk

  12. hwaaa….
    pasti taeng sakit di perlakukan begitu sm fany, Semoga taeng ada tenaga and harus extra sabarnya biar prnikahan mereka tdk terancam bubar..
    jangan pisahkan TaeNy Ye Thuer…

  13. Aishhhh…….. Taeyeon-ah!!!!!! Tolong jaga emosimu. Kau bisa kehilangan orang yg kau cintai lagi nanti. Aigo…. pedes amat sih kata2mu, taeng. Kasian tiffany pasti jleb bgt deh dikatain kyk gitu.
    joohyun, tunggu apa lagi? Mending cepetan pulang deh sblm terlambat.
    Author-nim, ditunggu chapter selanjutnya ya. Ditunggu juga saat2 kebahagiaan utk keluarga Kim ><

  14. taeny jagan cerai dong,kalian kan saling mencintai….d’sini sebebarx yg paling tersakiti i2 tae.tae udah bayak berkorban tapi panny ga gerti keadaanx tae ,seo cepat pulang selamatkan fumah tangga ortu

  15. Ya ampun.. rumah tangga TaeNy di terjang badai nih,, dan knpa Tae kasar bgt sih,, coba ajja lembutin Fanny,, kn dia bakalan luluh kalo di gituin mh. ^^
    Ishh.. Mga ajja Hyunie cepet balik ke rumah Tae deh.. Biar rumah tangga TaeNy ga jdi di terjang badai nya.
    Semangat terus ^_^

  16. Ah, baru berpeluang baca. Ribut rumahtangganya yulsic.

    Temukan sica dan seohyun please. Biar seohyun jelas yg sica sgt menyayanginya.

  17. taeyeonnya disini yg salah egois dan emosiannnn…, bukannya malah nenangin malah mangkin dipancing tae tae

  18. thor … dmn dirimu?? next chap dong!!

    gg tega liat kluarga kim terserang tornado.. kpn mreka bahagia???

  19. Njiirrr gw baru bc nih ff . Keren gilaaaa :3
    taeyeon kasar bgt jd lakik pantesan pd ga kuat sm dia . Udh seohyun disatuin sm yulsic aj . Drpd sm taeyeon yg main tangan mlu . Gw jg kesel sm lakik ke gtu :3

  20. Njiirrr gw baru bc nih ff . Keren gilaaaa :3
    taeyeon kasar bgt jd lakik pantesan pd ga kuat sm dia . Udh seohyun disatuin sm yulsic aj . Drpd sm taeyeon yg main tangan mlu . Gw jg kesel sm lakik ke gtu :3 ditgg chap selanjutny

  21. Thor kpan ne dilnjuti ne ff
    Pnasarannnnnnnn

  22. Gak sanggup lihat taeny saling menyakiti.
    Kasihan bngt si taeny.
    Kapan pemasalaha ini menjadi akhir yang bahagia.
    Di tunggu kelanjutan’y thor.
    Thx.

  23. Badai berkpanjangan nich kluarga taeny, kapan happy’ny ??
    Nyesek bgt bcany ..

  24. Wohhhhhh,!!! smkin buruk saja. gwe gk nyangka taetae main kekerasan trus…sdh 3 wanita yg dimkn tangannya…gila taengo…
    klo kdrt trus bisa gwe tuntut loeee aischhh…

  25. Yang jangan sampai cerai dong taeny 😭😭😭
    Joohyun harus cepet” ketemu taeny biar semua masalahnya cepet kelar 😥😥😥

  26. Ih fany keras kpala juga ya, tae jg gak mau ngalah , cr anknya kek biar fany sembuh

  27. Aduh kok jd gini
    Tp wataj taeyeon d ff ini emang bkin gue gedek juga
    Wkwkwkwk

  28. OMO knp jd runyam bgini Taeny tlg jgn emosi ayo bcr dgn kpl n hati yg dingin.Tae knp qm ulngi lg perbuatanmu,kata2 sgt kasar.ap qm lupa dgn emosimu qm udh sbb kn 3 wanita yg qm cintai terluka.fany sprti itu krn dia sgt syg am seondrh dagingmu sndiri. smg bisa selesai.
    seo hrsny dr dl qm cerita biar tak jdi bbn hdpmu.ayo seo qm gds yg kuat…

  29. yaaaa..tae berani nampar fany..gak bagus nih..taeny bertengkar..sama sama gak ada yang ngalah..keras kepala..
    jgan sampe cerai deh..

  30. YaLord thor mereka berantem besar disini:( kok tae kasar sih:’
    Yulsic apa kabar?
    Kalo seo ketemu yul gimana ya

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s