rara0894

All about TaeTiSeo and GG

Love between Dreams (Chapter 17)

69 Comments

Title        : Love between Dreams

Author   : 4riesone

Genre     : Romance, Gender bender

Cast        : 

 Jessica Jung

 Kwon Yuri

 Kim Taeyeon

 Girls’ Generation members and other

LxD cover 2

Another Chance

Ruangan itu dipenuhi cahaya yang terang dari segala sisi, menampilkan berbagai peralatan musik mulai dari mixers hingga subwoofers. Semuanya itu terlihat dari jendela bening berukuran besar di sisi sebelah kanan yang terhubung ke ruang editing.

Di balik kaca yang besar itu dapat terlihat seorang gadis yang tinggi dan langsing dalam balutan sebuah kaus putih bermotif garis-garis dan sebuah celana jeans denim sedang berdiri di tengah-tengah ruang rekaman, di depan sebuah mic. Sebuah headphone hitam terpasang di rambut coklat berkilau yang terurai sedikit lebih panjang dari bahunya. Mulutnya terbuka dalam gerakan yang sinkron sedangkan tubuhnya, terutama kepalanya, mengikuti ritme musik pengiring yang terdengar dari headphone yang dia kenakan.

Seorang pria sedang memperhatikannya dari sebelah ruangan. Telinganya tertutup oleh sebuah earphone yang memperdengarkan suara si penyanyi. Dia mendengarkannya dengan ekspresi yang serius dan memeriksa setiap nada yang dihasilkan oleh pita suara si penyanyi.

Suara ketukan pintu membuyarkan konsentrasi pria itu. Dia memalingkan wajahnya ke arah pintu dan menemukan seorang pria berkemeja biru sedang tersenyum sambil memasuki ruangan. Dia memberikan senyuman kecil pada pria itu sebelum mengembalikan konsentrasinya pada suara yang terdengar melalui earphone yang dia kenakan.

Pria yang baru datang itu mengambil earphone lain dan mengenakannya di kepala. Dia menarik sebuah kursi dan duduk disana. Sama seperti pria di sampingnya, dia mendengarkan suara si penyanyi dengan penuh perhatian.

Setelah sekitar dua menit, gadis di dalam ruang rekaman sudah selesai bernyanyi dan meletakkan headphone yang baru saja dikenakannya. Dia melihat ke arah kaca besar di sisi ruangan dan mendapatkan dua jempol dari pria yang lebih tua yang berada di ruangan sebelah. Gadis itu tersenyum tulus pada pria itu dan meninggalkan ruang rekaman.

“Suara aslinya benar-benar bagus,” pria yang lebih muda berkomentar.

Pria yang lain mengangguk menyetujui. “Baru mendengarnya untuk pertama kali?” dia mengangkat alisnya sambil bertanya.

“Yeah. Hanya mendengar yang sudah diedit saja. Wajar saja karirnya sangat baik.”

“Salah satu dari yang terbaik yang kita miliki,” jawab pria yang lebih tua sebelum dia berbalik dan melihat kedatangan si gadis penyanyi. Dia berdiri dan menyambutnya dengan pelukan.

“Yang kali ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Kerja yang bagus,” dia menepuk pundak gadis itu.

“Terima kasih, Jaewon oppa,” katanya sambil melepaskan diri dari pelukan. Matanya kemudian berhenti pada pria yang sedang duduk di kursi dengan nyaman di belakang Jaewon yang menampilkan senyuman di wajahnya.

Jaewon melihat pandangan gadis itu pada hoobaenya. “Ah, perkenalkan komposer terbaik sepanjang masa yang kita miliki, Kwon Yul,” dia memperkenalkan Yul seolah-olah dia itu seperti sebuah barang langka dan sangat berharga di sebuah pertunjukan.

Yul tertawa dari belakang melihat tingkah sunbaenya itu.

“Hello, aku Kwon Yul. Senang bisa berjumpa denganmu.” Dia mengulurkan tangannya sambil berdiri.

Gadis penyanyi itu menyambut tangannya dengan senang hati dan tersenyum kemudian. “Senang berjumpa dengamu juga, Kwon Yul-sunbaenim. Aku Im Yoona.”

Yul melepaskan jabatannya. “Panggil aku Yul saja.”

“Panggil aku Yoona kalau begitu.” Gadis itu membalas dengan ceria.

“Yul datang kesini hari ini untuk mendengarkan rekamanmu, Yoona,” Jaewon memberitahu Yoona.

“Aku ingin mendengar suaramu terlebih dahulu, sebelum kita bekerja bersama-sama,” tambah Yul.

“Oh benar. Manajer oppa sudah memberitahuku tentang itu. Aku kira kita tidak akan bertemu hingga jam 3 nanti.”

“Aku tahu aku tahu. Aku hanya ingin mengenal karakteristik suaramu sebelum kita mendiskusikan lagu barumu,” jawab Yul.

“Kalau begitu bagaimana jika kita mendengarkan rekamanku sekarang?” saran Yoona.

“Ide bagus,” ucap Jaewon. “Ini. Ini,” dia memberikan mereka masing-masih sebuah headset. Setelah itu, dia memutar ulang lagu yang baru Yoona nyanyikan beberapa waktu yang lalu dan mengenakan headset pada dirinya sendiri.

Suara merdu gadis muda itu mulai terdengar. Yul menutup matanya dan memperhatikan dengan sungguh-sungguh suara yang didengarnya melalui headphone.

Lagu tersebut merupakan tipe lagu pop yang sangat enak didengar dan akan langsung memenuhi pikiranmu sejak pertama kali kamu mendengarnya. Dan suara Yoona yang begitu lembut namun juga kuat dan penuh dengan keceriaan membuat lagu tersebut menjadi sangat nyaman untuk didengar.

Mulut Yul bergerak dalam gerakan teratur saat dia  menyanyikan lagu tersebut dengan pelan.

“Lagu ini sangat bagus,” Yul berkomentar setelah lagu itu berakhir. “Kamu hanya perlu menyanyikan bagian bridge dengan lebih mantap dan semuanya akan sempurna.

Jaewon mengangguk menyetujui komentar Yul. “Yep. Bagian yang lain sudah sempurna.”

“Okay, kita bisa menyelesaikannya hari ini juga, oppa.” Yoona menjawab, tidak lupa dengan senyumannya.

“Baiklah, baiklah. Kamu selalu bekerja keras, Yoona.” Jaewon menepuk pundaknya. “Kamu bisa beristirahat terlebih dahulu. Kamu sudah melakukan rekaman sejak pagi.”

“Bagaimana kalau kita makan siang saja?” Yul memberikan sarah. “Sekarang sudah saatnya makan siang.”

Yul menatap Jaewon dan melihatnya mengangguk, kemudian mengalihkan pandangannya pada Yoona, menunggu jawaban darinya.

“Aku akan memberitahu manajer oppa terlebih dahulu,” dia tersenyum sebelum meraih handphonenya.

Saat makan siang, Yul mengenal lebih banyak tentang Yoona. Kim Jaewon sudah berkerja bersama dengannya beberapa kali dan  menceritakan banyak hal tentang gadis itu, bahkan lebih banyak dari yang Yoona ceritakan sendiri. Yul hanya terkekeh atau tertawa setiap kali Jaewon membicarakan Yoona. Hyungnya itu terlihat sangat antusias mendiskusikan si penyanyi.

Im Yoona adalah seorang penyanyi wanita muda yan debut sekitar 3 tahun yang lalu ketika dia masih berumur 19 tahun. Menjadi seorang penyanyi wanita solo di industri musik Korea saat ini sama sekali tidaklah mudah. Masyarakat lebih memilih sekelompok orang dengan gerakan tarian yang bersemangat ditambah wajah-wajah yang cantik.

Tetapi Yoona adalah kasus yang berbeda. Walaupun dia bernyanyi sebagai seorang solo, tetapi dia memiliki lebih dari cukup untuk mendukung karirnya sebagai seorang penyanyi hingga sekarang. Suaranya yang ceria dan menawan, tarian yang penuh energi, wajah cantik yang tak bisa disangkal, dia memiliki itu semua. Setiap lagu-lagunya berhasil dengan baik di tangga lagu. Terlebih lagi, lagu terakhirnya sukses merai posisi pertama di berbagai tangga lagu. Popularitasnya pun menanjak terus menerus setiap kali lagunya dirilis.

Berada di bawah sorotan publik sama sekali tidak mudah. Dia harus memenuhi ekspektasi setiap orang bahkan di hari terburuknya sekalipun atau akan ada banyak komentar dan gosip buruk yang tersebar. Ketakutan akan kehidupan pribadinya terekspos ke publik pun bertumbuh terus-menerus tahun demi tahun. Menjadi perhatian publik sama saja artinya membiarkan privasimu terganggu dan waktumu terdikte. Begitu sedikit otonomi.

Tetapi, Yoona mencintai karirnya. Dunia entertainment memang benar kejam namun dia sudah memutuskan untuk melalui itu semua jika itu berarti dia bisa memenuhi mimpi yang sudah dia miliki sejak masa kanak-kanaknya.

Setelah makan siang, mereka kembali melanjutkan lagu yang sedang mereka kerjakan dan sedikit berdiskusi sebelum akhirnya memutuskan kalau semuanya sudah sempurna. Sedikit perbaikan pada musik pengiring dan lagu tersebut akan siap untuk diikutsetakan di dalam album.

Pekerjaan Yoona tidak berhenti disana. Dia masih harus mendiskusikan lagu barunya bersama dengan Yul dan timnya. Kali ini, Yoona akan menyanyikan lagu ballad. Yoona jarang sekali menyanyikan lagu ballad tetapi agensi yakin kalau dia pasti bisa melakukannya dengan baik juga. Maka tim Yul pun dipilih untuk menggarap lagu tersebut. Mereka adalah yang terbaik di bidang genre ini.

Yul dan timnya sudah menyiapkan sebuah lagu berjudul Wings. Mereka mendiskusikan lagu tersebut dengan Yoona, memberitahunya segala sesuatu yang dia butuhkan untuk menyanyikan dengan sempurna. Terutama arti di balik lagu itu sehingga dia bisa mendapatkan emosi yang tepat dan menyalurkan dengan baik pada lagu yang akan dinyanyikannya nanti.

“You gave me wings and taught me to fly?” Yoona bertanya tentang liriknya.

“Yes, that’s the symbol how your dear one not only stopping you from giving up or picking you up when you’re down, but to the extend where they give you the wings so you can fly higher and higher. Being much more better than you already are,” jelas Yul.

Yoona mengangguk. Dia lanjut mendengarkan penjelasan dan beberapa kali akan bertanya jika merasa ada yang tidak jelas.

Setelah berdiskusi dan mendengarkan lagu demo, yang lagi-lagi dinyanyikan oleh Yul, selama dua jam, Yul menginterupsi.

“Sepertinya pertemuan hari sudah cukup sampai disini.”

“Wow. Ini cepat, Yul. Biasanya kau selalu menahan kami lebih lama di ruangan ini,” kata salah satu rekan kerjanya dengan bercanda

“Yeah aku tahu aku tahu. Aku harus pergi segera,” jawab Yul ringan.

“Menemui wanitamu?” yang lain berkata menggoda.

Yul tertawa. “Aku hanya perlu melakukan sesuatu.

“Oh, Yul-sunbaenim sudah memiliki pacar?” tanya Yoona polos.

“Dia punya, Yoona. Tapi dia selalu menyimpan pacarnya untuk dirinya sendiri. Dia tidak pernah memberitahu kita siapa dia.”

“Wah, oppa. Aku jamin dia sangat cantik,” jawab Yoona.

Yul tertawa lagi. “Apa yang kau bicarakan.” Dia menjawabnya dengan kekehan lagi. “Okay okay, berhenti mengggodaku kalian semua. Kalian sudah bisa pulang ke rumah sekarang. Sampai jumpa lagi esok hari.”

Semua rekan kerja Yul pun pamit padanya dan meninggalkan hanya Yul dan Yoona di dalam ruangan.

“Aku kira kau sedang terburu-buru, sunbaenim?” Yoona menghampiri Yul.

Yul memalingkan kepalanya ke arah Yoona. “Ya benar, aku hanya perlu memeriksa segalanya sudah dicatat dengan baik. Lalu aku bisa pergi.”

“Aku tidak pernah melihat komposer lain sepertimu. A perfectionist but passionate one.”

Yul mengangkat bahu. “Aku hanya ingin membuat lagu terbaik, mungkin ituah alasannya.” Dia menambahkan tawa sesudahnya.

“Terima kasih untuk hari ini, sunbaenim. Senang bisa bekerja denganmu dan tim.”

“Sama-sama, Yoona. Kebanggaan bagi kami bisa bekerja sama dengan seseorang sepertimu.

Yoona terkekeh mendengarnya. “Aku akan pergi kalau begitu. Manajer oppa kemungkinan sedang menungguku sekarang.”

“Oke. Sampai jumpa.”

“Sampai jumpa.”

***

Setelah meninggalkan tempat kerjanya lebih awal, Yul pegi menuju bangunan lain di tengah kota Seoul. Yul tidak bisa menunggu lebih lama untuk menemui gadisnya. Sudah tiga hari sejak pertemuannya dengan Sica dan dia tidak bisa menahan dirinya lagi untuk menemuinya. Dia tidak peduli apapun lagi. Dia tahu kalau Sica masih mencintai dirinya walaupun memang Sica tidak berkata apa-apa. Ciuman mereka membuktikan segalanya. Dia tidak butuh hal lain.

Yul memeriksa waktu di handphonenya. Sudah waktunya bagi Sica untuk meninggalkan tempat kerjanya. Yul sedang bersiul ceria hingga dia melihat sosok familiar berjalan menuju ke arahnya.

“Sica!”

Mulut wanita itu menganga ketika dia melihatnya. Dia terkejut mendengar suara yang sangat familiar dan ketika melihat Yul berdiri di depan mobilnya dengan senyuman lebar di wajahnya. Tentu saja Sica tidak menyangka Yul akan seberani ini. Sica segera menghampirinya.

“Hey,” sapa Yul gembira.

“Apa yang kamu lakukan disini?” Sica berkata untuk mendiamkannya.

“Menjemputmu,” Yul tersenyum lebar.

“Kau tidak perlu melakukannya, Yul. Aku bisa menyetir sendiri.”

“Tidak apa-apa, Sica. Lagipula aku sedang luang. Ayolah.” Dia berjalan menjauh yang membuat Sica menjadi bingung.

“Kamu ingin pergi kemana?”

“Ah, aku lupa memberitahumu,” dia berpaling. “Aku membawa mobilku sendiri,” katanya sambil membukakan pintu mobil. “Ayo,” dia menelengkan kepalanya.

“Aku bisa menyetir sendiri, Yul.” Sica berdiri diam di tempatnya.

“Aissh,” Yul menarik lengan Sica dan menariknya menuju mobilnya. “Biarkan aku memberimu tumpangan untuk kali ini.”

Sica akhirnya menyerah dan masuk ke dalam mobil tersebut. Memang mobil tersebut tidak sebagus miliknya, tetapi masih tercium aroma baru.

“Bagaimana bisa kamu? Ini?” tanya Sica. Jelas tidaklah mrah untuk membeli sebuah mobil baru.

“Terkejut, huh?” Yul merasa sedikit tersinggung.

Sica menyadari nada bicaranya. “Ah, tidak. Aku tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja…” Bagaimana aku menjelaskannya?

“Aku mendapatkan penghasilan cukup banyak bulan-bulan yang lalu. Juga akan lebih memudahkan untuk umma.”

“Apa yang kau lakukan sekarang?” Sica mengernyitkan dahi.

Ekspresi Yul berubah sedih. “Kamu tidak ingat?”

“Kita tidak kontak satu sama lain hampir selama 8 bulan, Yul,” Sica menciba untuk berdalih.

“Aku memberitahumu ketika kita putus.” Yul terlihat jauh lebih sedih ketika dia mengatakan kata terakhir.

Sica mengerutkan dahinya. Dia tidak begitu memperhatikan saat itu.

“Sekarang aku bekerja di SM, Sica,” Yul akhirnya memberitahu.

“Benarkah?”

“Jadi kamu benar-benar tidak memperhatikanku.”

“Maaf,” katanya pelan. Pikirannya saat itu benar-benar kacau. Dirinya dipenuhi ketakutan atas rencananya untuk memberitahu Yul berita buruk dan hanya itulah satu-satunya hal yang dia perhatikan pada pertemuan kali itu.

Yul tertawa kecil. “Itu tidak penting lagi. Jangan khawatir.” Yul mengenyahkan perasaan tidak menyenangkan dalam hatinya dan memasang sabuk pengaman.

“Kamu menulis lagu!!” Tiba-tiba Sica berteriak. Akhirnya segala sesuatunya jelas. Bagaimana bisa dia melupakannya? Terapi syok pertama yang dia alami adalah karena lagu yang ditulis oleh Yul.

Yul terkekeh. “Akhirnya kau mengingatnya. Apa yang salah dengan otak cemerlangmu, Sica?” godanya.

“Aku hanya tidak bisa berpikir dengan baik disampingmu.” Apa?! Sica memukul dirinya sendiri dalam pikirannya. Dia tidak bisa percaya akan apa yang baru saja dikatakannya. Dia tidak terbiasa terbuka seperti ini.

Yul tersenyum menyeringai. “Nervous?”

“Tidak…tidak…tentu saja tidak. Siapa yang nervous? Aku baik-baik saja,” dia berbicara tidak karuan yang hanya semakin menunjukkan kegugupannya terlebih lagi.

“Kamu masih tetap lucu seperti biasa,” Yul mengacak-acak rambut Sica yang membuat si gadis mencebil.

“Aww, so cute.” Pria di kursi pengemudi tidak berhenti menggodainya.

“Yah, Yul! Mengapa kita masih disini juga? Bukankah seharusnya kita pergi sekarang?” protes Sica.

Yul tertawa akan kelucuannya. “Alright. Alright. You’re just too cute,” dia tertawa untuk terakhir kalinya sebelum menyalakan mesin mobil.

“Kemana kita akan pergi?” tanya Sica.

“Apa kamu sudah makan?”

Sica menggelengkan kepala. “Belum.”

“Bagaimana kalau makan malam? Aku yang traktir kali ini.”

***

Yul dan Sica pergi makan malam lagi hari itu. Untung saja karena godaan sebelumnya, atmosfer diantara mereka berdiri tidak secanggung malam sebelumnya. Sica sudah melunak dan berkontribusi seimbang dalam perbincangan mereka.

“Kamu bertemu dengannya?” Mata Yul melebar ketika Sica memberitahunya mengenai pertemuannya dengan artis internasional. Mereka baru saja selesai makan malam dan sedang kembali menuju mobil Yul.

Sica mengangguk kecil. “Saat peragaan busana di New York. Tunggu,” dia mencari handphonenya. “Aku ada selfie dengannya juga.”

“Wow, Sica.” Yul adalah penggemar berat artis tersebut, terutama karena aktingnya di salah satu film fiksi fiksional yang merupakan favorit Yul.

“Ini.”

Yul ternganga melihat foto yang ditunjukan oleh Sica. Dia sedang star struck.

“You’re drooling, Yul,” kata Sic dingin. Dia tidak suka ketika Yul melongo karena wanita lain. Dia terbiasa menjadi satu-satunya princess bagi Yul.

Yul melihat ke arah gadis di sampingnya. Jika dia tidak tahu lebih baik, jalanan di depan Sica akan sudah berlubang saat ini karena tajamnya tatapan yang ditampilkannya. Yul tidak bisa menahan tawanya.

“Apa kamu cemburu?” dia menyenggol Sica dengan sikutnya untuk menggodanya.

“Tidak,” Sica membalas masih dengan sikap dinginnya.

“Itu bukan apa-apa, Sica. Kamu tidak perlu cemburu dengannya,” Yul menggodanya lagi.

“Aku tidak cemburu!!”

Yul menyeringai. Dia merindukan ice princess. “Kau tahu, kamu satu-satunya princess bagiku, Sica. Tidak ada yang bisa mengubahnya. Bahkan tidak dirinya,” ucap Yul tulus. Dia berjalan untuk bertatapan dengan princessnya itu. Dia memberikan tatapan lembut pada si gadis.

Sica menelan kata-katanya. “Yul..I..”

“Ssshh,” Yul meletakkan salah satu jarinya di bibir Sica. “Jangan katakan apa-apa lagi.” Dia berjalan mendekat dengan perlahan ke arah Sica yang membuatnya mundur hingga punggungnya menabrak mobil.

“Apa yang kamu lakukan?” Sica bertanya padanya, matanya menghindari tatapan lembut dari Yul.

“Aku menginginkan kesempatan yang lain, Sica,” Yul berkata dengan tenang. Dia meletakkan kedua tangannya di sisi mobil, menjebak Sica diantaranya. Matanya tertuju pada bibir Sica.

“Apa yang kamu maksud?” Sia terbata-bata seraya dia mencoba untuk menenangkan diri. Tatapan Yul padanya terlalu dalam. Sica tidak pernah membayangkan dirinya bisa menjadi begitu gugup seperti ini lagi di hadapan Yul. Bagaimanapun, mereka sudah biasa sedekat ini di masa lalu.

“Aku masih mencintaimu, Sica,” Yul menjawabnya.

Sica terkejut ketika dia melihat Yul mencondongkan tubuhnya. Dia panik. Dia belum siap untuk mengulangi apa yang terjadi tiga hari yang lalu. Melakukan apa yang tidak seharusnya dia lakukan. Dia ingin mendorong Yul menjauh, tetapi dia menemukan dirinya menutup matanya mengantisipasi aksi Yul. Tubuhnya tidak bekerja sama dengan pikirannya, lagi.

Yul sebenarnya mengincar bibir Yul, tetapi seelah melihat reaksi panik Sica, dia tersenyum dan mengecup dahinya saja. Dia mencium dahi Sica untuk beberapa saat sebelum memandang kembali Sica yang sekarang sedang tercengang.

“Aku tahu kau juga masih mencintaiku, Sica. Kondisi kita memang tidak sepenuhnya ideal. Tapi aku akan menunggumu. Aku akan mengusahakan yang terbaik untuk membuatmu bahagia.” Yul tersenyum pada gadis di hadapannya.

Sica merasa bodoh setelah ciuman yang tidak diperkirakan tadi. Dia sejujurnya berpikir ciuman itu akan berakhir di bibirnya namun ternyata hanya di dahinya. Namun ciuman tadi begitu manis dan penuh ketulusan hingga Sica mampu merasakan sesuatu bergejolak di dalam perutnya.

Setelah tdak mendapatkan balasan apapun dari Sica, Yul berjalan mundur dan menuju kursi pengemudi. “Aku akan mengantarmu pulang,” kata Yul.

Sica masih berdiam diri di tempatnya, tercengang. Tapi kemdian, suara klakson mobil mengagetkannya. Jendela penumpang pun terbuka. “Apa kamu akan masuk atau tidak?” Yul bertanya dari dalam mobil.

“Ah iya.”

Sica sampai di rumahnya dengan selamat dan langsung menuju kamar tidurnya. Dia merasa lega karena tidak ada siapapun yang sedang menunggunya malam itu.

Tanpa diketahuinya, sebenarnya Taeng tadi sedang berada disana menunggu dirinya. Taeng masih terjaga ketika dia mendengar suara ban bergesekan dengan aspal di depan rumah. Dia penasaran dan melihat dari jendela hanya untuk melihat Sica keluar dari sebuah mobil yang bukan miliknya.

***

Dia membuka matanya dan hanya bisa melihat langit-langt putih. Pergelangan tanganya kebas akibat jarum yang ditusukkan disana. Dia mencoba untuk menopang tubuhnya untuk duduk di kasur ketika seorang wanita berpakaian putih datang membantunya. Dia menggumamkan “terima kasih’ pada wanita itu setelahnya.

“Apa anda masih merasa pusing, Sir?”

“Hanya sedikit.”

“Baiklah kalau begitu.”

Wanita itu pamit pergi ketika dia melihat sekelompok orang dengan kemeja putih memasuki ruangan.

“Selamat pagi, Tn. Jung.”

Pria sakit itu hanya mengangguk.

“Baiklah, mari kita periksa kondisi anda terlebih dahulu.” Dia memerintahkan perawat di belakangnya untuk mengerjakan tugasnya. Perawat itu pun segera memerika tekanan darahnya dan kemudian memeriksa matanya. Setelah mendapatkan laporan mengenai kondisi pasien, dokter yang terlihat lebih tua dalam kelompok tersebut, kemungkinan adalah dokter kepala, datang mendekati pria yang sedang berbaring di ranjang itu.

“Tn. Jung. Saya sudah mendapatkan hasil dari tes kemarin. Saya minta maaf karena harus menyampaikan hal ini, tapi kami harus melakukan concurrent chemoradiaton kembali.” Dokter itu berhenti bicara untuk mengantisipasi reaksi pasien.

Pria yang sudah terbaring lemah itu hanya mengangguk. “Lanjutkan saja. Aku tidak apa-apa.”

Dokter itu pun melanjutkan penjelasannya mengenai kondisi Tn. Jung. Sembari berita dari dokter itu terproses di pikirannya, Tn. Jung hanya bisa menutup matanya. Dia sudah memperkirakan hal itu.

Suara batuk yang kencang memotong penjelasan yang sedang dilakukan.

“Sir?”

Tn. Jung mengibaskan tangannya, memberitahu kalau dia baik-baik saja, namun tangannya yang lain sedang menutupi mulutnya. Dia dapat merasakan cairan hangat di telapak tangannya.

“Kami akan segera mengambilkan obat. Jangan khawatir,” kata dokter ketika seorang perawat sedang mengusap cairan merah dari tangan Tn. Jung.

“Berapa lama?”

“Maaf, Sir?”

“Berapa banyak waktu yang masih saya miliki?”

Dokter itu tampak ragu-ragu.

“Katakan saja padaku,” Tn. Jung bersikeras.

“Sekitar satu tahun, Sir.”

Si pasien tidak terlihat terkejut mendengarnya bahkan dia melanjutkan berbicara. “Apakah aku masih memiliki kesempatan?”

“Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menolong anda,” dokter itu tidak ingin mengecewakan pasien namun dia pun tidak yakin.

“Saya mengerti.” Dia menutup matanya. “Bisakah aku meminta sesuatu?”

“Apapun, Sir.”

“Biarkan hal ini menjadi rahasia. Terutama dari putri-putriku.”

To be continued…

Ternyata gadis itu adalah Im Yoona!!! Deng dong, bukan Tiffany ya 😛

Hemm, Yulsic makin mendekat aja nih lama-lama, gimana nasib Taeng ya reader-reader sekalian?? Sepertinya Taeng membutuhkan dukungan dari kalian nih >.<

Oh ya, mau numpang promosi dulu ya… Bagi yang berminat dengan ff fluff dalam bahasa inggris bisa baca On Your Shoulder dan Remember Me di AFF. Mungkin kalian tertarik ^^

Anyway, Merry Jolly Christmas bagi yang merayakan ^^ Dan selamat berlibur di akhir tahun juga hahaha jangan lupa beliin oleh2 buat author ya #ngarep 😛

Advertisements

Author: 4riesone

SONE. Follow me on Twitter @4riesone for updates and questions

69 thoughts on “Love between Dreams (Chapter 17)

  1. Gabisa bahasa english thank you
    Tae sama akuh ajahh wkakaka
    Kirain fany kenapa ga fany kenapa hrus yoona bkn fany *dilemparabisini
    Canda thorr
    Kesiantaetae
    Lanjut

    • gila loh cepet banget ini responnya XD
      kemaren udah nyoba ngerekrut fany, eh dianya nolak, katanya lagi sibuk banyak kerjaan. jadilah yoona yang dikontrak buat gabung wkwkwk

  2. Yess akhrnya author nongol jg 😀
    Ehhh da yoona? 😮 ishhh sng bgt da yoona hohohoho :* soalnya sk bgt c m yoona XD #plakk sp jg yg nny m u
    jd yg ngasih sapu tangan it yoona?tp qo mereka g ingt y klo mereka prnh ktm???
    Aduhh aduhhh yuri makin gencar j deketin sica lg 😀
    Biarin dh c Tn.Jung terhormat it segera “pergi” g ush nunggu amp setahun.kelamaan ngotorin dunia yulsic j dy :@ #eitttz tng jgn mrh2
    Btw hepi christmas author XD

    • haii haii seneng nih ada yang kangen wkwkwk
      biasnya yoona kah? hahaha
      wkwk jangan jahat gitu dong sm appanya sica, walaupun dia jahat, tpi …… emmm #mikirdulu tapi tetep jahat sih wkwk XD

      • Iyalahh kgn bgt abzn updatenya lm bgt tp wlwpun lm gw ttp nungguin u qo thor wkwkwk 😀 #hahh paan ni 😮 abaikan saja org gila ni..
        Weww iy donk biasnya yoona jd krn it gw setuju bgt klo nh ff jd yoonyul hahahaha #maksa.com.. I LUV U YOONA :* 😀
        Biarin jahat krn c Tn.Jung terhormat it jg jahat krn ngerasa plg kaya grrrr :@

      • asik tetep ditungguin wkwk
        jadi dukung yulsic ato yoonyul nih? hahaha

      • Krn dsni da yoona jd gw amat sgt dukung YOONYUL biar sica bz kebuka matanya krn cinta it lbh penting dr apapun hahahaha 😀

  3. Yahhh knpa hruss yoona knpa ga fany aja .

  4. Ow ada yoona,ehm apa bakal ada yoonyul couple????? Tuan jung yg terhormat cepatlah pergi biar sica bisa bebas,hahaha

  5. ihh sica selingkuh…..
    trus skrang taeng gmna….
    kasian…
    knapa pas mau bka ff di atas gak masuk2 ya….

  6. Yoona sm yuri aj ga papa biar taengsic tetap nbersm dan bahagia

  7. siyal ,sica jangan gitu please!!! taeng kasian cuma bisa liatin istrinya balik di anter cowo lain T.T.
    Yaaaaahhhhhh kirain pany ,eh semoga jadi yoonyul deng ,dan semoga sica bisa sadar sama ketulusannya taeng amin

  8. aaak jadi galau ini mau yulsic, tp kalo yoonyul jg gapapa banget hahaha
    abisnya sica udah merit sih.

    yah pengen baca yg di AFF tp english gue payah 😦

  9. berharap ada Taengsic moment tp hasilnya nihil. baiklah…. T.T
    hah?? itu Yoona. yes, mgkn aja bisa jadi yoonyul. kekekeke 😀 ngarep banget. habisnya di DM udah yulsic, jadi disini Taengsic dong thor. please ^^ semoga sica bisa membuka hati buat taeng…. kasian taengpa :((

  10. Gw masih pengen ini jadi yulsic tpi gw jga kasian sama taeyeon

  11. Ah ternyata yoona. Ciee solo karir, dikehidupan asli juga dong, debut solo eaaa :3
    Fany nya munculin dong thor, buat menemani kegelisahan dan kegalauan taetae haha
    Ciee yulsic makin hari makin deket aja. Balikan balikan balikan!! *teriakpaketoamesjid
    Appa jung sakit apa??kalo appa jung meninggal berarti taeng sama sica bisa cerai dong terus sica balik ke yul dan taeng menemukan tambatan hati yaitu tiff xD /anjir gue jahat yee wkwkwk/

  12. Dihh sial tuh si yul,,, ngenes jg tug sma si jenong,,
    Poor BabyTae come to me honey,,,

  13. Annyeong,,,,,,,
    Hadeuhhhhh knpa bkn fany aj,,tau nya yoong,,,,,apkh brkhir yoonyul ya bapak anak tu,,,yulsic mki lngket,,yul jga mkin agrsif,,tp ksian taeng tu,,,klw yeoja itu fany kn ad hrpn untuk taeny,,hahahahaha
    Ok siip
    Next d tunggu
    Tetap smngattttt
    Gomawo,,

  14. Kirain fany gk taunya yoona. Yulsic msh cinta tpi kyk gtu. Mery chrismas thor.

  15. posisi sica jadi serba salah apalagi si taeng tambah serba salah
    udh deh kali ini dukung taengsic aja ._.v
    yulsic ny kapan” klo alurnya sica afair mah ga rela

  16. Yey update juga,. Yaaah ternyata yoona knpa bukan tiffany saja th0r.. YULSIC YULSIC YULSIC..

  17. Yulsic mkn hmmm…. Udh deh sica sm yul aja, jd tae kasih aja sm pany thor hehehehe

  18. hmm knp pas yulsic putus n stlh mnikah mrk dket lg, itu hny akan mnyakiti yul dgn pnolakn sica nntinya,,,yul m yoona j dh thor biar sica nyesel dh mutusin yul,ksian kn taengny hehe

  19. Hallo, aku new reader.. (:
    Bagus cerita nya thor

  20. hadehh tae udah ama aku aja wkwk ternyata bukan fany salah tebakan saya hmhm gmna ya tar kelanjutannya masa tae sakit hati terus adain tiffany gt thor ya ya biar papi aku gk sedih hehehe

  21. Annyeong ……
    Yeahhh Yoonyul moment likeee !!! Apkh dia wanitanya ?????
    So,yul please lupkan jessica and lnjutkan khidupan baru yng bhagia ><
    Meski gk rela yulsic gk brsatu,tp bgni mkin gk rela -_- …
    Taeng tbhkan hatimu,im here for u …*alah
    Aih msh complicated,msti ada sdikit pencerahan …kkke
    Dtunggu next chap nyah …
    SEMANGAAAAAAAAT

  22. Oow ada yoona?jgn sampe jdi yoonyul deh
    Seneng liat yulsic yg mkin dkt lg,sering2 aj deh klian ktemu kaya gtu..
    APAA??tuan jung sakit?bagus deh hahaha#evillaugh mdah2an rasa sakit tuan jung cpt ilang deh gk setaunan sgala#adamaksudtersembunyi err brasa jhat bgt gwe,tpikan tuan jung dluan yg jhat..
    Ampun taeng ksian bgt,udh deh taeng lepasin aj sica trus kmu cari fany..

  23. mga yulsic bsa balikan thor trus tae ktm ma pany pany tippany nya hehe

  24. Jjang thor 🙂 lanjut!!! 😀

  25. yaelaah sica selingkuh segala nasib taeng bagaimanaaaa

  26. gue kira in beneran fanny onnie yang jadi cewek itu…ternyata malahan yoona onnie, tapi kagak apa jugak sih..
    ceyeh yoona onnie penyayi solo ni yeh..
    yul oppa apa dirumu selalu memaafkan sica onnie ??
    tapi aku kasihan sama oppa, aku harap sica onnie gak meninggalkan oppa lagi ya..
    yul oppa apapun pilihan mu aku mendukung aja, itu demi kebahagian diri oppa sendiri..
    akankab terjadi cinta segitiga ??
    taeng opla yang sabar ya, cari aja fanny onnie yang jadi pendaping oppa, biar sica onnie dan yul oppa bersatu..
    lanjut chingu..
    jangan lama-lama ya update nya chingu..
    selalu ditunggu ceritanya..
    see you and fighting..

  27. thor ad sedikit typo tuh bagian yul sebenarna mengincar bibir yul,,,hhe
    aduh sica gmn cey???taeng jg ga ad peran na d sini
    bnyakin peran taeng dund thor!!!

  28. aseeekkkkkkkkk ada yoona…
    gw harap ntar si yul nikah ma yoona jg…
    kgk rela gw yul dpt bekasnya taeng,,,
    ambil dah noh sica..

  29. nah lho yg nongol malah si yoong, waduh ntr jadinya yoonyul donk
    yulsic mkin lengket aja, seneng sih liatnya krn mereka msh sling mncintai
    tp kasian taeng jg gak prnah dpt prhatian dr sica, lha wonk sica cintanya sm yul doank

  30. Kok jd yoona sih,trserahlah

  31. Wow yulaic kembali bersatu kah tanpa sepengetahuan taeng daebakk kasian taeng sica kenapa jahat banget

  32. Yeyeye yulsic ada kemajuan.. Wah gara2 sakit itu ya.. sica harus nikah sama taeng.. hehehe kalok boleh request..cepet di matiin aja deh thor.. bapaknya.. hehehe

  33. perselingkuhan sdg terjadi,sbr taeng.bisa-bisa yul jadian am yoona.hi..hi..

  34. ternyata yang nongol si deer yoong. kirain yang bakalan ikut ramein nih ff si fany. yasudahlah. duh… sweet yulsic mulai lagi, nasib taeng gimana nih? diselingkuhi istrinya yang makin dekat sama mantan pacar. appa sica kenapa? dia sakit apa sampe umurnya cuma sisa setahun? waduhh.. makin rame aja nih ff.

  35. ada yoona..kirain fany..tapi biar dehhh..
    nasibx tae di selingkuhin istrix sndri..
    ehhh appax jungsis sakit apa tuh kok umurx tggal 1 tahun..

  36. ingin rasanya ngeculik taeng oppa, biar aku aja yg ngebahagiain taeng oppa. Jessica jung jahara bangaaaaattttt…. uri oppa tersakiti.
    cast baru udah muncul and ternyata uri unnie yg super manis IM YOONA. jadi yoong cewek di cafe ntu?.

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s