rara0894

All about TaeTiSeo and GG

Dear Mom (Chapter 16)

95 Comments

Title      : Dear Mom

Author : rara0894

Genre   : Family, gender bender

Cast      :

Seo Joo Hyun as Kim Joo Hyun

Tiffany Hwang/ Hwang Miyoung

Kim Taeyeon

Jessica Jung/ Jung Sooyeon

Kwon Yuri

And other cast

 CYMERA_20140711_052021

Tiffany Pov

       Aku tersadar dari tidurku yang mungkin saja hanya sebuah tidur singkat setelah Yoona memeriksaku. Namun mataku terasa berat, entah mengapa begitu sulit untukku membukanya. Mungkin saja ini efek cairan yang Yoona suntikan pada selang inpusku sehingga membuatku begitu mengantuk. Mungkin saja.. Aku hanya menerka. Aku tidak mengerti apapun tentang kedokteran. Hanya saja aku merasa mengantuk dan tertidur setelah Yoona melakukan serangkaian pemeriksaan. Aku terus saja berusaha untuk bisa memerintahkan kelopak mataku untuk bergerak. Dengan terus berusaha, akhirnya aku bisa membuka mataku. Aku bisa melihat Taeyeon dan Sooyoung duduk disofa yang disediakan dikamar rawat ku ini. Aku memperhatikan mereka, sepertinya mereka sedang membahas sesuatu hal yang begitu serius sehingga mereka tidak menyadari jika aku sudah terjaga dari tidurku.

 ” Aku akan mengatakan semuanya ” Aku yang akan membuka suara untuk memanggil Taeyeon akhirnya mengurungkan niatku setelah mendengar ucapan Taeyeon dengan suara yang begitu kecil, bahkan hampir seperti sebuah bisikan. Namun, aku masih bisa mendengarnya begitu jelas. Mungkin saja dia khawatir jika pembicaraan mereka membuat tidurku terganggu. Tapi.. Tunggu! Mengatakan semuanya, apa maksud perkataan suamiku itu?

 ” Ma-maksudmu? ” Kini Sooyoung bersuara, sepertinya dia juga bingung dengan apa yang dikatakan Taeyeon.

 ” Ya, aku akan mengatakan yang sebenarnya. Aku tidak akan bisa untuk berbohong ” mengatakan sebenarnya dan tidak akan berbohong? Aku masih saja belum mengerti dengan apa yang dikatakan Taeyeon. Otakku belum bisa mencerna apa masuk dari pembicaraan mereka. Tidak akan berbohong.. Apa Taeyeon menyembunyikan sesuatu? Apa itu? Jika benar, menyembunyikan apa dan kepada siapa? Semakin banyak pertanyaan yang muncul diotakku kini dan itu membuatku semakin penasaran. Aku terus menatap suamiku yang terlihat begitu berantakan dan sepertinya begitu banyak beban yang harus dihadapinya. Tentang apa yang mereka bicarakan? Aku beralih menatap Sooyoung yang kini bersuara.

 ” Apa tidak apa-apa? Apa kau tidak berpikir jika itu akan membuat Tiffany marah besar? ” Aku semakin mengerutkan dahiku, berusaha keras untuk mencerna semuanya.  Aku marah besar? Kenapa aku akan marah besar? Apa mungkin Taeyeon membuat kesalah padaku? A-apa Taeyeon menyembunyikan sesuatu dariku seperti apa yang mereka bicarakan tadi? Tapi apa, Apa yang disembunyikan Taeyeon dariku?

 ” Lebih baik aku mengatakan yang sejujurnya daripada aku harus membohonginya. Tiffany pasti akan lebih marah lagi jika aku membohonginya. Dua kesalahan yang akan membuatnya tersakiti, dan aku tidak akan menginginkan itu. Satu kesalah sudah terjadi dan aku tidak ingin menambahnya lagi ” Taeyeon memijit dahinya yang mungkin saja terasa sakit. Aku berusaha kembali mencera perkataan Taeyeon sebentar ini. Aku berusaha membuat otakku bekerja keras hingga kini aku merasakan sedikit sakit dikepalaku. Apa yang disembunyikan Taeyeon dariku? Dan kenapa dia begitu tega membohongiku? Dulu kami sudah berjanji untuk saling terbuka, tidak ada kebohongan. Saling berbagi kebahagian maupun kesedihan tanpa harus menutupinya. Tapi sekarang apa? Apa dia melupakan semua janji yang sudah diikrarkan? Aku memejamkan mataku saat kepalaku yang semakin terasa sakit, dan aku berusaha untuk terus menyimak semuanya. Aku harus tahu semua kebenarannya.

” Kalau kau mengatakan jika Joohyun berada di panti asuhan bersama ibunya bagaimana? ” Sooyoung sepertinya memberikan sebuah jalan kepada Taeyeon. Apa ini tentang Joohyun dan ada apa dengannya? Mengatakan jika Joohyun berada di panti asuhan bersama ibunya? Apa ide Sooyoung itu alasan yang akan dikatakan Taeyeon padaku? Tapi ada apa dengan Joohyun? Apa Joohyun baik-baik saja? Kini hatiku mulai gusar, aku khawatir jika terjadi sesuatu pada Joohyun setelah mendengar perkataan Sooyoung yang membahas tentang Joohyun pada pembicaraan mereka. Aku teringat, aku tidak melihat Joohyun sejak aku tersadar dari koma pagi tadi, bahkan sampai sekarang aku tidak melihat wajah cantik anakku itu. Teringat olehku jika aku juga sempat menanyakan keberadaan Joohyun, tapi belum ada jawaban yang kudapatkan dari Taeyeon. Apa sebenarnya yang terjadi dengan Joohyun? Bisa ku rasakan, ada sebuah keganjilan. Aku yakin, pasti terjadi sesuatu pada Joohyun.

” Aku tidak mungatakan seperti itu sedangkan Joohyun tidak berada di panti asuhan ” darahku berdesir, napasku terasa sedikit sesak setelah aku sedikit bisa menangkap apa inti pembicaraan mereka. Namun aku belum yakin sepenuhnya dengan setengah cerita yang kudapatkan. Tapi, entah kenapa hatiku semakin gusar dibuatnya jika mengingat tentang anakku. Joohyun tidak berada di panti? Lalu dia berada dimana? Aku tidak melihat putri kecilku itu disini. Apa dia masih berada disekolah? Aku melirik jam yang tepat berada didinding dihadapanku. Ini sudah siang dan seharusnya Joohyun sudah pulang dari sekolahnya. Apa Joohyun berada dirumah? Namun apa yang dibicarakan Taeyeon membuatku tidak yakin. Berpikir Tiffany.. Berpikir keras! Ya tuhan! A-apa Joohyun melarikan diri dari Taeyeon dan aku? Aku semakin terasa berat untuk menghirup udara dan sial! Selang oksigen yang tadinya masih melekat dihidungku kini sudah terlepas. Seharusnya itu bisa membantuku untuk bernapas. Arrgh Aku tidak peduli! Joohyun.. Joohyun yang terpenting untukku saat ini. Aku harus mendapatkan penjelasan dari Taeyeon tentang pertanyaan-pertanyaan yang kini bersemayam dibenakku.

” Dimana Joohyun Tae? ” Tanyaku pada Taeyeon yang terkejut setelah aku bersuara. Aku tidak lagi peduli jika aku memotong pembicaraan mereka yang begitu serius.

” Mi-miyoung-ah, k-kau sudah bangun? ” Aku terus memperhatikan gerak Taeyeon. Ya, terlihat jelas jika dia begitu gugup saat ini. Sepertinya memang ada yang disembunyikannya dariku.

 ” Tae- “

” Apa kau sudah merasa baikan? ” Dia memotong kata-kataku. Sudah sangat jelas, dan dia berusaha mengalihkan pertanyaanku. Aku tidak bodoh! Apa yang kau sembunyikan dariku Kim Taeyeon? Amarahku sedikit meningkat, aku kecewa padanya.

” Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu dariku Tae. Jawab pertanyaanku, dimana Joohyun? ” Tanyaku dengan penuh penegasan walaupun begitu sulit untuk mengeluarkan suara. Didukung dengan amarahku yang mulai meningkat.

” Joo-Joohyun.. ” Taeyeon belum juga menjawab, terlihat jelas wajahnya yang begitu tegang seraya menghirup udara sedalam-dalamnya.

” Katakan padaku Taeyeon ” aku menatapnya dengan tajam dan lekat. Aku begitu tidak sabaran dengan jawabannya.

” Joohyun.. Aku tidak tahu keberadaannya. Dia memutuskan untuk pergi dari rumah. Dari kita.. ” Mataku melebar mendengar jawaban yang begitu kutunggu-tunggu. Tapi jawaban itu,  sebuah jawaban yang membuat dadaku semakin terasa sesak, terasa seolah udara tidak bisa masuk kesaluran pernapasanku.

” Ka-katakan sekali lagi Kim Taeyeon, dimana Joohyun?! ” Suaraku mulai meninggi.

” Miyoung-ah ” Taeyeon yang mencoba untuk menggenggam tanganku langsung kutepis dengan kasar. Aku tidak peduli jika itu membuat tangannya sakit, hatiku lebih sakit berkali lipat.

” Bagaimana bisa kau tidak tahu keberadaan anakmu sendiri?! ” Aku berteriak. Aku tidak lagi bisa menahan amarahku yang sudah memuncak. Apa yang kutakutkan selama ini terjadi, Joohyun yang selama ini terus berusaha kabur akhirnya bisa membuatnya pergi dariku dan Taeyeon.

” I-ini.. ” Taeyeon memberikan sebuah kertas yang terlipat rapi dari dompetnya. ” Joohyun menitipkannya pada Yoona untuk diberikan padaku saat malam itu. Saat kau berada di Emergency room ” Dengan kasar aku mengambil kertas itu dan membukanya. Kertas ini penuh coretan tangan Seohyun yang begitu rapi. Sebuah surat yang dituliskannya untuk Taeyeon.

Author Pov

       Mata Tiffany terus membaca setiap kata yang dituliskan Seohyun malam itu dengan tangan yang begetar dan menangis, malam disaat dia harus bertaruh antara hidup dan mati. Inilah alasannya untuk bertahan dan kembali, agar bisa menjalani hari-harinya bersama Taeyeon dan Seohyun. Air mata Tiffany tidak henti-hentinya keluar setiap rangkaian kata itu dibacanya dengan seksama.

” Joohyun-ah.. Kenapa kau meninggalkan mommy? ” Tiffany yang kini menangis keras menutup wajahnya dengan kedua tangannya yang bergetar. Bahunya naik turun yang membuatnya sangat jelas terlihat rapuh dan menyedihkan.

” Miyoung-ah.. ” Taeyeon memeluk istrinya itu.

‘ Appa mengatakan kalau tidak lagi ingin melihatku dan appa sudah tidak lagi peduli padaku. Appa juga mengatakan sekarang keputusan terserah padaku saja. Jadi, aku memutuskan untuk pergi seperti apa yang kau inginkan appa. Aku berjanji tidak akan pernah lagi untuk melihatkan wajahku dihadapanmu ‘

 Kalimat-kalimat itu kembali teringat oleh Tiffany yang membuatnya mendorong tubuh taeyeon dengan kasar.

” Apa yang kau katakan padanya Kim Taeyeon?! ” Teriak Tiffany disela tangisnya.

” A-aku  “

” Bodoh! Kau bodoh Kim Taeyeon! ” Tiffany kembali berteriak seraya memukul dada Taeyeon berkali-kali.

” Ya tuhan! Tanganmu ” Taeyeon berusaha meraih tangan Tiffany yang mengeluarkan darah karena infusnya yang terlepas. Tiffany tidak peduli, dia terus memukul dada suaminya untuk melampiasan kemarahnnya.

” Ppany-ah.. Jebal.. ” Akhirnya Taeyeon berhasil meraih tangan Tiffany.

” Lepaskan! Kau tidak usah pura-pura peduli padaku! ” Tiffany memukul tangan Taeyeon yang menggenggam tangannya.

” Ppany-ah! ” Pekik Taeyeon seolah tertahan saat melihat Tiffany yang berusaha menghirup udara dengan susah payah. ” Sayang, kau kenapa? ” Tanya Taeyeon dengan panik seraya merangkul tubuh Tiffany yang kini lemah. Tiffany terus berusaha bernapas dengan raut kesakitan. Melihat Tiffany yang seperti itu membuatnya menekan tombol intercom berkali-kali dengan tidak sabaran. Dia takut sesuatu yang buruk terjadi pada istrinya, takut jika keadaan Tiffany kembali menurun. Tidak sampai dalam hitungan menit, Yoona dengan beberapa perawat datang memasuki kamar rawat Tiffany dengan wajah yang tidak berbeda dengan Taeyeon.

 ” Ada apa dengan eonnie, oppa? ” Tanya Yoona.

 ” Nanti ku jelaskan. Sekarang tolong Tiffany ” ujar Taeyeon dengan suara bergetar. Yoona dengan segera memeriksa Tiffany setelah menyuruh Taeyeon untuk menunggu diluar.

***

       Jessica melangkah dengan santai keluar dari panti asuhan. Dia akan pergi menuju tempat kerjanya yang jaraknya cukup jauh dari kediamannya yang berada dipinggiran kota. Memang jam kerjanya masih lama, namun sebelum itu dia harus pergi untuk berbelanja untuk kebutuhannya. Jessica terus saja melangkah menuju halte seraya memainkan ponsel yang berada ditangannya.

“ Hei “ sebuah suara menghentikan langkahnya dan membuatnya menatap sesosok tubuh yang kini berada dihadapannya yang membaut matanya melebar

“ Yul? “ Yuri hanya melihatkan senyumannya. “ kenapa kau kemari? “ tanya Jessica yang bingung. Jessica mengingat-ingat, mereka tidak ada janji untuk bertemu hari ini.

“ Memangnya kenapa? Apa aku tidak boleh menemui kekasihku? “ Goda Yuri seraya mencubit ringan dagu Jessica yang membuat wanita itu tersipu malu. “ ya! Kenapa wajahmu memerah? Apa kau termakan dengan godaanku honey? “ Yuri semakin menggoda Jessica dengan tawanya yang kini lepas. Itu berhasil membuat Jessica kesal yang tadinya merasa melayang.

“ Ya! “ Jessica menatap  tajam Yuri.

“ Oh tuhan, aku membeku! “ Yuri mengelurkan sisi kekanakannya yang akan membuat orang orang tertawa lepas jika melihat tingkahnya. Sayang sekali, tidak ada orang disekitar mereka. Sedangkan Jessica berusaha mempertahankan rautnya, sebenarnya dia ingi tertawa melihat tingkah pria tampan namun kekanakan yang kini kembali menjadi kekasihnya.

“ Kwon Yuri! “ Yuripun benar-benar membeku dibuatnya. Jika Jessica sudah memanggil nama lengkapnya, itu berarti Jessica benar-benar akan membuatnya mati membeku. Dia harus segera mencairkan es itu.

“ hehe.. Peace “ Yuri membentuk jarinya seperti huruf V untuk simbol perdamaian. Namun raut Jessica masih seperti sebelumnya kemudian berjalan melewati Yuri yang mulutnya kini menganga. Tanpa disadari Yuri, Jessica tersenyum menyeringai karena berhasil menjahili Yuri yang tadi menggodanya.

“ Honey.. “ Yuri merengek seraya meraih pergelangan tangan Jessica. Merengek seperti anak kecil dan menghentakkan dua kakinya ketanah. Jessica terlihat seperti seorang ibu yang memiliki anak balita dengan bertubuh besar.

“ Ya! Berhenti memanggilku honey dan jangan bertingkah kenakan seperti itu! apa kau tidak malu jika orang melihatmu? “ Jessica kembali mengeluarkan jurus andalannya. “Tampan tapi bertingkah seperti balita “ Jessica melipat kedua tangannya kemudian kembali berbalik dan melanjutkan langkahnya yang tertunda. Sedangkan Yuri hanya tersenyum dan mengikuti Jessica dari belakang. Dia mengakui jika Jessca benar-benar pantas mendapatkan julukan Ice Princess dari teman-teman sekolah mereka dulu.

“ Sicaaa.. “ Yuri kembali melangkah dengan cepat, kemudian memeluk Jessica dari belakang agar kekasihnya itu berhenti melangkah.“ Mianhae “ bisiknya seraya mengecup pipi Jessica yang kini merasa merinding.

“ Ya! Lepaskan aku Yul! Bagaimana jika orang-orang melihat kita “ Jessica berusaha melepaskan lingkaran tangan Yuri diperutnya seraya mengedarkan pandangannya takut jika orang-orang melihat adegan mereka, namun Yuri menguncinya dengan erat membuatnya tidak bisa melawan.

“ Aku tidak akan melepaskanmu jika kau belum memaafkanku. Aku hanya bercanda Sica “ Yuri kembali merengek yang membuat Jessica memutar bola matanya. Benar-benar kekanakan, tapi bagaimanapun dia tetap mencintai ‘ Pria tampan bertingkah balita’ itu. Kemudian Jessica tersenyum seraya megusap pipi Yuri yang menyandarkan dagunya di bahu Jessica.

” Baiklah, aku memaafkanmu “

“ Gomawo “ Yuri mengecup bibir Jessica setelah dia membalikan tubuh kekasihnya itu untuk menatapnya. “ I love you “

“ Love you too “ balas Jessica seraya tersenyum hangat.

“ kajja, aku akan mengantarmu kemanapun kau mau “ Yuri menarik tangan Jessica untuk kembali melangkah menuju mobilnya. “ namun sebelum itu temani aku makan terlebih dahulu “ Yuri membukakan pintu mobil untuk Jessica sebelum dia memasuki mobil dan melesat menuju restoran yang ingin mereka tuju.

            Dirumah sakit,  Taeyeon terus saja menunggu didepan kamar inap Tiffany. Sudah satu jam berlalu, namun Yoona belum juga keluar dari kamar tersebut.

” Yoong, Joohyun dimana? ” Tanya Tiffany seraya menangis. Dihidungnya kembali bertenggeng selang oksigen untuk membantunya dalam bernapas.

” Eonnie jangan menangis lagi, please.. ” Mohon Yoona dengan suara bergetar seraya menghapus air mata Tiffany. Dia begitu sedih melihat Tiffany yang terus saja menangis. ” Kau akan semakin sulit bernapas kalau terus seperti ini “

” Aku tidak peduli ” Tiffany menggeleng, air matanya terus saja mengalir dari sudut matanya. ” Katakan padaku, Joohyun dimana? “

” A-aku tidak tahu eonnie, Joohyun hanya meninggalkan surat itu ” ujar Yoona yang membuat Tiffany menangis keras.

” Jadi dia benar-benar pergi? ” Tiffany seolah masih belum percaya jika Joohyun benar-benar pergi dari kehidupan mereka.

” Eonnie tenang saja, oppa sudah menyuruh orang untuk mencari Joohyun. Bahkan oppa juga ikut mencari satu bulan ini “

” Dia benar-benar bodoh! Aku tidak akan pernah memaafkannya jika terjadi sesuatu pada Joohyun ” Ujar Tiffany dengan raut yang terlihat marah dan kecewa. ” Bagaimana bisa dia membiarkan anaknya pergi tanpa siapapun bersamanya? “

” Eonnie tidak boleh berkata seperti itu. Oppa tidak mungkin membiarkan Joohyun pergi. Tidak sepenuhnya ini kesalahannya ” Yoona berusaha untuk meredamkan kemarahan Tiffany terhadap Taeyeon. Dia tidak ingin hubungan Tiffany dan Taeyeon memburuk dengan masalah yang terjadi.

” Ini semua salahnya Yoong! Kalau saja dia bisa mengontrol emosinya, semuanya akan baik-baik saja. Joohyun tidak akan pergi! ” Tiffany kembali merasakan dadanya yang terasa sedikit sesak yang membuat Yoona panik.

” Eonnie please.. Jangan seperti ini ” ujar Yoona seraya mengusap dahi Tiffany yang berkeringat.

” Aku ingin mencari Joohyun. Aku khawatir, selama ini dia tidur dimana? Makan apa? Bagaimana jika ada orang jahat yang menganggunya Yoong? Ba-bagaimana jika ada yang ingin mencelakainya? Aku takut Yoong.. ” Semua pikiran negatif itu membuat Tiffany gusar, jantungnya berdetak tidak normal karena kekhawatirannya terhadap Seohyun.

” Eonnie, dengarkan aku. Kau tidak boleh berpikir negatif seperti itu. Yakinlah jika Joohyun baik-baik saja, Tuhan pasti akan terus berada disisinya untuk menjaganya eonnie ” Yoona terus berusa memberi pengertian dan kekuatan. ” Eonnie ingin mencari Joohyun bukan? ” Tiffany mengangguk.

 ” Kalau begitu eonnie harus segera sembuh. Jika eonnie melakukan semua prosedur penyembuhan dengan teratur, eonnie akan segera sembuh dan pulang secepatnya. Jadi kau bisa mencari Joohyun ” Tiffany terlihat berpikir, menimbang-nimbang apa yang dikatakan adiknya itu. Yoona benar, jika dirinya sembuh, dia bisa untuk mencari Joohyun secepat mungkin. Perkataan Yoona membuat semangat didirinya tumbuh untuk kesembuhannya dan tentu saja juga untuk mencari Seohyun.

” Benarkah? Apa saja prosedur yang akan ku jalani selama penyembuhan? “

” Salah satunya eonnie harus menjalani fisioterapi ” ujar Yoona.

” Baiklah ” jawab Tiffany yang membuat Yoona tersenyum lega.

” Okay, kalau begitu eonnie harus makan sekarang dan setelah itu tidur kembali agar kau lekas sembuh. Aku akan memanggil Taeyon- “

” Shireo! ” Yoona terkejut saat Tiffany memotong perkataannya seraya menahan pergelangan tangannya saat dia ingin menemui Taeyeon diluar.

” Wae? ” Yoona bingung dan Tiffany hanya menggeleng.

” Apa kau sibuk? ” Tanya Tiffany. Yoona berpikir sejenak.

” Tidak juga, wae? “

” Kau yang akan menemaniku disini “

” Ta-tapi “

” Tidak ada tapi-tapian Yoong. Aku tidak ingin bertemu dengannya ” ujar Tiffany dingin.

” Eonnie- “

” Suapi aku, tanganku rasanya lemas sekali ” Yoona menghela napas, bisa menebak jika Tiffany dan Taeyeon sedang bertengkar. Dia juga tahu, pasti ini semua tentang Seohyun.

” Joohyun-ah, kau dimana? Apa kau baik-baik saja? “ Batin Yoona seraya mengambil mangkuk bubur yang berada di meja kecil samping ranjang Tiffany.

       Yoona pun mulai menyuapi Tiffany yang berusaha untuk menelan bubur itu dengan susah payah. Bubur itu terasa pahit bagi lidahnya yang membuatnya tidak bisa menghabiskannya. Namun Yoona tidak memaksakan, setengah dari semangkuk bubur tersebut sudah cukup untuk mengisi perut Tiffany. Itu wajar karena Tiffany sedang sakit hingga membuatnya tidak memiliki nafsu makan. Setelah selesai Tiffany meminum obatnya, Yoona menemani Tiffany hingga tertidur. Setelah memastikan Tiffany benar-benar sudah berada dialam bawah sadarnya, diapun melangkah keluar meninggalkan Tiffany yang tertidur dengan tenang..

” Bagaimana dengan Tiffany Yoong? Kenapa kau lama sekali didalam? ” Tanya Taeyeon dengan raut khawatir.

” Eonnie tidak apa-apa oppa, hanya saja dia merasa shock dengan keadaan. Saat ini dia sedang tidur, eonnie juga sudah makan dan minum obatnya. Oppa tenang saja, aku sudah membujuknya dengan alasan agar bisa mencari Joohyun jika dia sembuh dengan cepat “ Kini Taeyeon dapat bernapas lega, namun belum sepenuhnya.

“ Apa dia marah padaku? “ Tanya Taeyeon dan membuatnya murung setelah Yoona menjawab pertanyaannya dengan anggukan.

“ tetap kuat oppa. Aku yakin oppa bisa menyelesaikan masalah ini. Aku juga akan membantumu untuk mencari Joohyun dan juga untuk kesehatan eonnie. Jika membutuhkan sesuatu oppa bisa mengatakannya padaku “ Yoona memberikan Taeyeon pelukan hangat untuk memberikan semangat.

“ Gomawo karena kau selalu menguatkanku “ Yoona hanya mengangguk.

“ Aku harus kembali bekerja. Oppa lebih baik kedalam “ ujar Yoona setelah melepaskan pelukannya, kemudian meninggalkan Taeyeon yang kini membuka pintu kamar rawat Tiffany dengan hati-hati. Dia tidak ingin menganggu tidur istrinya itu. Tanpa suara dia melangkah kemudian menduduki dirinya dibangku samping ranjang Tiffany. Menggenggam tangan istrinya itu dan mengecupnya.

“ Miyoung-ah, mianhae.. aku janji, aku akan menemukan Joohyun secepatnya, aku akan membawanya kehadapanmu. Tolong, jangan sampai kau menyakiti dirimu sendiri. Aku tidak kuat saat melihatmu kesakitan. Aku tidak kuat.. “ Beginilah Taeyeon jika dia berada disamping istrinya, terus mengeluarkan airmatanya melihat keadaan istrinya yang begitu lemah dan kesakitan.

***

            Nayeon saat ini berusaha untuk membujuk Seohyun yang tidak ingin makan. Nanyeon menghela napasnya dengan Seohyun yang begitu keras kepala. Dari semalam perut Seohyun belum terisi makanan sedikitpun. Seohyun sudah tiga kali muntah karena makannya yang tidak teratur. Bahkan yang ketiga ini hanya cairan saja yang keluar hingga membuatnya kekurangan cairan dan lemas.

” Seohyun-ah.. ” Nayeon menyodorkan sendok yang berisi makanan kearah mulut Seohyun, namun Seohyun hanya menggeleng dan Nayeon terus mendapatkan penolakan dari sahabatnya itu.

” ayolah.. kau dari semalam belum makan “

” aku tidak lapar ” Seohyun menaikan selimutnya hingga kebahu karena merasa kedinginan.

” bagaimana kau bisa sehat jika tidak makan uh? ” tanya Nayeon seraya menatap Seohyun yang kini menutup matanya. Bukan karena mengantuk, namun karena menahan air matanya yang ingin keluar dan dia tidak ingin Nayeon mengetahuinya. Entahlah, bagaimana dengan perasaannya saat ini. Dia juga tidak mengerti kenapa sekarang dia begitu merindukan Taeyeon dan Tiffany yang dulu selalu diabaikannya. Dia merasa bodoh, dia sendiri tidak tahu bagaimana bisa sikapnya menyakiti dan melukai Tiffany hingga berbulan-bulan. Hingga puncaknya saat malam itu, malam yang mencekam yang sudah satu bulan berlalu. Kini dibenaknya kembali merekan peristiwa malam itu, dimana matanya melihat dengan jelas saat tubuh ramping Tiffany dihantam oleh sebuah Mobil. Melihat bagaimana cairan merah itu keluar dari tubuh Tiffany, melihat bagaimana Tiffany yang masih tersenyum padanya disaat keadaannya yang tidak dalam keadaan baik dan menahan kesakitan,dan bagaimana Tiffany berpesan pada Taeyeon untuk menjaga Seohyun. Dalam keadaan seperti itu Tiffany masih mempedulikannya, masih memikiran dirinya yang begitu jahat. Satu penyesalan lagi kembali muncul kepermukaan hingga membuatnya merasa dirinyalah seorang gadis yang paling bodoh.

” kau gadis bodoh Kim Joohyun! Benar-benar bodoh! “ batinnya, dia mengutuk dirinya sendiri.

” hiks.. hiks.. ” Seohyun perlahan kembali membuka matanya saat mendengar isakan yang tidak jauh dari dirinya.

” Ke-kenapa kau menangis? ” Seohyun melebarkan matanya dan merubah posisinya menjadi duduk saat melihat Nayeon yang terisak seraya menundukkan kepalanya. ” kenapa kau menangis Nayeon? ” Tanya Seohyun yang khawatir kemudian menggenggam kedua tangan sahabatnya itu.

” a-ku se-dih ” Seohyun mengerutkan dahinya yang terus menatap Nayeon yang berbicara disela isakannya. ” aku sedih melihatmu seperti ini. Aku merasa aku bukanlah sahabat yang baik karena aku tidak bisa merawatmu dengan baik hingga kau sakit seperti sekarang ” Nayeon terus saja terisak yang membuat Seohyun menarik sahabatnya itu untuk dipeluknya.

” Ssst.. jangan menangis dan jangan bicara seperti itu. Kau adalah sahabatku yang terbaik Nayeon. Kenapa kau bicara seperti itu uh? Siapa yang mengatakan jika kau tidak merawatku dengan baik? ” Seohyun meregangkan pelukannya dan mengusap air mata Nayeon yang bisa merasakan jika telapak tangan Seohyun terasa begitu dingin.

” lihatlah sekarang, jika aku bisa merawatmu dengan baik pasti kau tidak akan sakit seperti ini ” Seohyun menghela napasnya dan melihatkan senyumannya. Nayeon tidak suka melihat senyuman terukir diwajah Seohyun yang pucat, itu membuatnya merasa bersalah.

” Dengar, aku sakit bukan karena kau tidak bisa merawatku Nayeon. Itu karena diriku sendiri. Jadi jangan merasa bersalah seperti ini “

” kau hidup bersamaku dan appa, jadi jika kau sakit itu karena kami tidak bisa merawatmu dengan baik ” Nayeon kembali menambahkan. Seohyun menggeleng keras menagatakan jika dia tidak setuju dengan apa yang diakatakan sahabatnya itu.

” aigoo.. aku sudah katakan padamu bukan? ini bukan salahmu. Aku yang tidak bisa merawat diriku sendiri “

” kalau begitu kau harus bisa merawat dirimu sendiri agar tidak sakit seperti ini dan untuk membuatku tidak merasa bersalah dan sedih. Aku benar-benar sedih melihatmu yang terus saja muntah, kesakitan dan wajahmu terlihat pucat. ” Kemudian Nayeon menggenggam kedua tangan Seohyun. ” lihatlah, tanganmu juga terasa dingin Seohyun-ah ” Nayeon terus menggenggam kedua tangan Seohyun agar dingin yang terasa ditelapak tangan gadis yang tengah sakit itu sedikit berkurang.

” kau harus janji padaku kalau kau akan segera sehat dan tidak sakit lagi ” ujar Naeyeon yang mengulurkan jari kelingkingnya yang membuat Seohyun tersenyum.

” aku janji ” uajr Seohyun seraya melilitkan jari kelingkingnya pada jari Nayeon kemudian menyatukan ibu jari mereka.

” kalau begitu sekarang kau harus makan ” ujar Nayeon yang kembali meraih mangkuk yang tadi ditaruhnya.

” aku tidak lapar Nayeon ” Seohyun mengerucutkan bibirnya.

” tadi kau sudah janji padaku “

” Tapi- “

” jadi kau ingin melihatku merasa bersalah dan sedih? ” Nayeon kembali melihatkan wajah murungnya.

” Ne? aniyo ” Seohyun menggelengkan kepalanya kemudian meraih mangkuk yang berada dipangkuan Nayeon. ” baiklah, aku akan memakannya. Jadi kau tidak boleh bersedih lagi ” ujar Seohyun yang kini memasukan sesendok bubur kemulutnya. Nayeon tertawa melihat tingkah Seohyun yang menggemaskan.

” jadi tadi hanya aktingmu? ” Seohyun menyipitkan mata bulatnya seolah mencurigai sahabatnya itu.

” aniyo ” Kini Nayeon yang mengerucutkan bibirnya karena Seohyun menuduhnya.

” lalu kenapa kau tertawa? “

” aigo.. ya! Makan saja, jangan banyak bertanya ” Seohyun tertawa melihat Nayeon yang kesal. Kemudian dia melanjutkan suapan yang kedua dengan susah payah. Lidahnya terasa pahit sehingga makanan apapun yang akan dimakannya pasti akan berasa sama.

” Seohyun-ah, aku benar-benar mengkhawatirkanmu. Aku tidak bohong ” Wajah Nayeon kembali sendu yang membuat Seohyun segera menelan bubur yang masih berada didalam mulutnya.

” Kenapa rautmu kembali seperti itu? kau mau terlihat seperti gadis buruk rupa? ” Seohyun mencoba untuk menggoda sahabatnya itu.

” Ya! Aku tidak bercanda! ” Nayeon memukul lengan Seohyun karena kesal. Seohyun hanya terkekeh seraya mengusap lengannya yang sedikit terasa sakit. ” lanjutkan makanmu ” Seohyun mengangguk. Kemudian melanjutkan makannya. Saat beberapa suap bubur berhasil ditelannya, Seohyun menyerah. Perutnya tidak lagi bisa menerima.

” aku tidak kuat lagi , aku mual” Seohyun berkeringat dingin . Nayeon yang mengerti memgambil mangkuk bubur yang berada ditangan Seohyun dan memberikan dua butir obat yang harus Seohyun telan. ” minum obatmu lalu kembali tidur ” Seohyun kembali menurut dan meminum obatnya.

” kenapa kau menatapku seperti itu? ” Nayeon tersadar saat Seohyun kembali mengeluarkan suaranya.

” Ne? A-ani. Tidurlah kembali ” Nayeon  tersenyum, sebenarnya ada yang mengganjal dipikirannya saat ini. Tentang Seohyun yang kini berbaring dan menutup matanya. Nayeon tidak berniat keluar dari kamar, namun dia juga tidak ingin meganggu tidur sahabatnya itu. Akhirnya Nayeon memutuskan untuk duduk di meja belajarnya. Kembali berbaur dengan pikiran dan pertanyaan-pertanyaan yang sudah lama mengganjal dibenaknya mengenai Seohyun. Ya, sampai saat ini Seohyun tidak bercerita tentang keluarganya dan bagaimana dia bisa tidur dijalanan malam iu. Malam disaat dia menemukan  Seohyun yang tidak sadarkan diri didepan kedai ayahnya.

“ Nayeon-ah.. “ Sepuluh menit berlalu, Nayeon terus bergelut dengan pikirannya hingga akhirnya dia tersadar saat mendengar suara Seohyun. Kemudian dia membalikan tubuhnya dan terlihatlah Seohyun yang duduk diranjang seraya menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa Nayeon terka.

“ wae? “ Nayeon bisa melihat jika Seohyun menghela napasnya dengan berat.

“ apa kau mau mendengar ceritaku? Apa kau mau mendengarkan penyesalanku? “

To be continued…

Hai.. i’m back!! walaupun ditengah malam yang sunyi senyap.. hiiiii

wow!! badai bakalan terjadi niih di kehidupan taeny, terbalik dengan yulsic yg lagi manis-manisnya. sedangkan Joohyun?? huuft ga tau deeh ckckckck

oke, untuk chapter 16 ini gue posting segitu dulu  yaa, sebenernya sih masih ada sambungannya tapi akan gue jadiin chapter 17. jadi chapter 17 mungkin bisa dipublish lebih cepat. seperti yg gue gatakan sebelumnya, gue ga berani lagi buat janji sama kalian, jadi tunggu aja kapan chap 17 publis 🙂

ternyata chap ini ga d protect hehe, awalnya sih pengen gue protect. tapi ga jadi, karena ini sebagai tanda terima kasih gue buat readers yg udah koment hingga 88 komentar. gue senang banget.

dan bagaimana dengan chapter 17?? jadi gini, untuk chapter 17 di protect atw engganya tergantung pada koment di chapter ini. sebelumnya kan ada 88 komentar tuh, kalo chapter ini komennya lebih meningkat dari sebelumnya, maka chapter selanjutnya ga gue protect. tapi kalau lebih sedikit komennya dari chapter sebelumnya maka chapter selanjutnya bakalan gue protect. gue kasih bocoran dikit ya, di chapter selanjutnya tiffany bakalan minta sesuatu pada Taeyeon yang akan mempertaruhkan rumah tangga mereka. apakah itu?? hehehe kita tunggu ajaa

jadi, jangan lupa dikomen chapter 16 ini walaupun cerita tidak menarik dan kayaknya ga jelas banget. and sorry for typo. maklumi aja, soalnya gue ngedit tengah malam dengan matanya gue yang super duper beratnya.

 okeeh hanya itu cuap2 gue kali ini. gue mau bocan dulu karena pagi2 harus berangkat keluar provinsi. makanya gue harus publish yang ini malam ini juga karena gue bakalan berada disana untuk 2 hari kedepan. disana juga ga bakalan bisa browsing dan bbm gue ga bakalan aktif ckckckck. sinyalnya diluar jangkauan ciing!!

Dear Mom chapt 17.. Coming Soon!!

byebye

Advertisements

95 thoughts on “Dear Mom (Chapter 16)

  1. kpn seo ny plg ya..
    fany dh khawatir gt kn kasian..
    btw g ad crita ny thor seo ktemu sica gitu?

    smngt trus y bwt ff nya..
    gomawo dah update..

  2. ini taeny sm yulsic tukeran banget sih.. kemaren2 yulsic yg berantakan, taeny yg manis2, eh skarang begini huhuhu T.T
    smoga taeyeon bsa cepet nemuin seohyun deh, sedih ngeliat keluarga mereka terus terpecah belah kaya gini…
    btw thank you ka updatenya ^^ sorry baru bisa lanjut baca lagi hihihi
    wish you luck~

  3. akhirnya keluar jga chpter 16 nya..
    aku t trus nunggu klnjutan dear mom..
    pnsaran soalnya..
    chpter 17 jgn d protect dong..
    please. ..

  4. Makin keren thorrr, seohyun semoga cepet balik ya. Ke taeny or yulsic gapapa, kasian pada nyariin 😥

  5. Chapter ni kurang panjang thor. Sial nya bkn na nemu titik terang malah bt makin pnsrn. Secepatnya pusblish y

  6. Fanny lg ngamuk ngamuk sma taeng…
    Kira2 apa tu thor, permintaan fanny sama taeyeon…
    Kayak’a bakaLan badai lagi chap brikut’a..

  7. waahhhh seo udah mulai terbuka sama sahabatnya, bagus bagus jd seo gak dingin lagi sama orang, dan trus nutupin smua masalahnya itu, bakal stres tuh seo kalo harus mendem semuanya sendirian, nayeon perhatian bgt ama seoo, 🙂
    aigo aigoo, ahhhhhh jangan sampe deh fany minta cerai, jangan sampe rumah tangga mereka ancur, masalah seo ajah bloma selesai masa mau ada masalah baru lagi? yg ada taeyeon bunuh diri ituuu,
    lanjut lagi thorr di tunggu chap 17 nyaaa, fightingg (y)

  8. nah sekarang gantian taeny yg kena badai… yulsic adem ayem duh

    fany segitu perhatian dan khawatir ya sama seo duh bener bener deh ya :’)

    seo beneran nyesel deh ini… udahlah seo balik pulang kasian tuh fany mommy sedih

  9. jangan sampe Tiff minta cerai thor jangan ..
    seo kanapa keras kepala banget sih, sedih sih liat dia sakit. kalo emang seo ngerasa bersalah balik kek ke taeny kan kasin tiff
    next kayanya bakal lbh complicated banget ini ya

  10. Sandex smua ibu tiri kyk pany,hmm psti mnynngkn

  11. tuhh kan apa..saat fany bangun dan tau seo gak ada.. akhir nya marah2,..jangan sampe TaeNy harus Cerai. 😦

  12. jangaaan berantem dooong taeny nyaaa mending nyari babyseo nya barengbareng aja

  13. Gk tau psti alur ceritanya,
    Ngikutin aja arusnya smpe pham sama jalan ceritanya,

  14. Akhirnya update jga chap 16
    Yulsic makin romantis niih…beda dgn Taeny makin banyak masalah.
    Smoga kim family bsa bersatu lgi n bahagia.
    Chap 17 d.tnggu yaa…

    Selamat hari NATAL yaa bgi yg merayakn
    + MERRY CHRISTMAS +

  15. duuuuuh mkin complicated!!!!!!!

  16. sudah dipastikan tiffany bakalan marah banget,, coba aja taeyeon pas itu bisa jaga emosinya, pasti joohyun gak akan pergi 😦

  17. Haduuuh sedih bgt liat taeny bertengkar. SEohyun plng y nak kasian mommymu.
    Yulsic suuuit2….

  18. Sianan tiffany lg sakit gtu mash mikirin joohyun 😭,yulsic lg adem ayem skrg taeny yg lg konflik, sabar y taeng..
    Thor jngan ampe tiff mnta cerai dr taeng dh, *miris.
    Cepet update lg yaak 😊

  19. Fany good stepmother … beruntung banget dah seo .
    Hmm sekarang taeny yang bermasalah … yulsic adem ayem .

  20. di chapter nee kgk dapat feel nya,, walaupun ada sehh sedihnyaa,,
    tp d bandingin part yg lalu,, yg nee kurang …

  21. kasihan taeyeon di cuekin fany
    apa permintaan fany ama taeyeon kira2 ?
    membawa plg seohyun baru fany mau baik lagi ma taeyeon
    jgn trs siksa tayeon fany ah
    kasihan

  22. jangan2 kalo seohyun kagak ketemu, pany minta cerai lagi.. O_o
    tpi seohyun udah mulai terbuka sama nayeon, mudah2an aja nayeon bujuk seo buat ketemu pany..
    kutunggu chapter 17 nyaa, jangan sampe bebulan2 yaa…..

  23. Thor Sica kpn ketemu seo ?

  24. Huaaaaaaaaaa,,,joohyun,kasian dirimu nak,.masih kecil,udah menghadapi masalah sesulit ini,yg sabar ya,,
    AraaaaaaaaaA,,,plisssssss jangan bikin rumah tangga taeny jadi ancurrr,,awas aja klo dirimu bikin taeny terjadi hal2 yg tdk d inginkan,,bakalan gw jadiin lu sate buat tahun baru,hahahahahahahhahaha
    Semoga taeyeon tetep sabar menghadapi tiffany,klo udah ga sabar,gw mau kok nampung taeyeon d pelukan gw,hahahhahahah
    Yulsic makin lengket ye,walaupun d dunia ff,tak apalah,hahaahahah sorry baru komen skrng,soalnya gw langsung loncat aja k chap ini,hehehhe

  25. aigooooo yulsic udh mesra2an lg, seneng liatnya
    tuh kn fanny marah besar krn taeng gak bs jagain seo, jgn berantem trus donk
    fanny cpt sembuh biar ntr bs sama2 cariin seo
    seo udh mulai trbuka tuh sm sahabtnya, moga seo cpt mo blk lg ke taeny

  26. seo mau ngaku sama nayeon ya?
    ahirnya, dia ngerasa bersalah jga ma tiffany. smoga chap dpn seo mau plg. lnjuuuut…..

  27. duhh…. taeny lagi badai nih…. but gue suka…kekekekekkeke
    semoga seo cpet balik, biar ppany gak marah lagi ma tae…
    yulsic cpetan nikah gi…..

    next thor, ditunggu…. jgn lama, pleaseeeeee

  28. Badai pasti berlalu , tapi g tau kapan berakhrnya :/
    cepet bikin seo pulang ka ara kashan tuh , duh taeny jangan dbikin cekcok lah ka sayang bnget ,
    Yulsic cpet kawinin aja lah 😀

  29. Keliatan bgt Fany momy sayang banget ke Seo.. Kasian tuh Tae smpai dimarahin
    Yang ibu kandung siapa.. Yg ibu tiri siapa. Disini sica mesraan mulu ama Yul, gk tau apa anaknya hilang -_-

  30. wow makin menarik
    thor cepet publis part 17 ok !!!!

  31. Yulsic bersatu taeny nya badai 😁
    Apa seo mau menceritakan masalalunya?

  32. Woyyy badai kencang sekarang lagi menghantam pasangan tiffany dan taeyeon wkwkwk.
    Tiffany bener2 marah sama taeyeon ya sampe2 gamau ngeliat tae gitu yaampun, trs joohyun nya juga sakit gara2 mikirin penyesalannya itu.
    Ahhh ditunggu next chapt nya thor hehe

  33. Kapan nih ngelanjutinnya min? Udh bolak balik tetap aja blm ada lanjutannya kkk

  34. baru ngeliat kelanjutan chapter ini author hehe
    kapan chapter 17 di post ?? hehe udah gak sabar soalnya hihihi 😁

  35. Tetap blm dilanjut jga. Kapan dilanjutnya min? Udh penasaran apa yg akn terjadi pada TaeNy

  36. Cie cie…… yang udah pacaran. Happy bgt ya, yul. Udah bisa dapetin jessica.
    Tapi kasian ah taeyeon sama tiffany malah berantem. Taeyeon juga sih yg salah gak bisa ngontrol emosi.
    Joohyun, kapan mau pulang dirimu? Segera lah pulang sblm rumah tangga taeny nanti hancur ><

  37. Sma chapter sblum’y pendek.
    Tp gak apa” 😁
    Yeaahh yulsic lgi bahagia,taeny yg di ujung tanduk.😭

  38. seo cpat pulang dungg….mommy fanyah kangen tuh….kasian dia sangat merindukanmu….
    appa tae jg…jng hukum mreka….:'(
    palng suka yulsic kalo sudah milai manja”‘an lagi dasar babo 🙂 🙂 🙂

  39. Kasian tae, miyoung marah bgt kayanya 😭😭😭
    Akhirnya joohyun mau cerita juga ke nayoen 😢

  40. Wooaaahhh
    Seobaby udh mau cerita tuh

  41. yulsic sweet bgt mentng2 udh baikan😝😝
    seo qm hrs sehat jgn biarkn nayeon jd kwtir,qm hrs brtrm ksh udh btmu dgn org yg bsik n mjgamu.
    fany akhirny mrh bsr am tae.tae sndiri sih knp pake emosi sgl.tmbh penasaran..

  42. pertengkaran hebat taeny..fany marah bnget..
    ya ampun joohyun sakit juga..
    😥
    😥

  43. seobaby pulang dong biar ga ada badai buat taeny

  44. Thor pulangin seo dong:( kasian fany ga sembuh2 ntar:( kasian juga tae diomelin

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s