rara0894

All about TaeTiSeo and GG

Love between Dreams (Chapter 15)

80 Comments

Title        : Love between Dreams

Author   : 4riesone

Genre     : Romance, Gender bender

Cast        : 

 Jessica Jung

 Kwon Yuri

 Kim Taeyeon

 Girls’ Generation members and other

LxD cover 2

Career

Sica menepati kata-katanya. Akhirnya dia sudah resmi menikah dengan Taeng. Dia sudah menjadi menantu keluarga Kim secara sah. Statusnya sekarang adalah istri Kim Taeng, putra Perdana Menteri Korea Selatan sekaligus kandidat CEO baru Jeguk Corp. Ya, ayah Sica sudah mengatur segala sesuatunya sesegera dan sehati-hati mungkin. Performa Taeng yang luar biasa baik di perusahaan pun tidak luput membantu rencananya. Mr. Jung akan segera meninggalkan posisinya dan itu berarti perusahaan akan berada dalam kontrol Taeng

Sejujurnya, Sica tidak begitu peduli dengna masalah perusahaan. Hidupnya sendiri sudah seperti neraka. Taeng pindah ke rumahnya, atas permintaan Sica sendiri. Dia berpikir kalau itu lebih baik daripada jika dirinya harus pindah dan tinggal di rumah Taeng. Akan membutuhkan banyak usaha untuk berpura-pura di balik topeng dalam berhadapan dengan orang tua Taeng setiap harinya. Bukan karena Taeng menyakitinya atau lainnya, tetapi hati Sica bukanlah untuknya. Belum pernah seperti itu.

Melihat ke belakang, hubungan mereka berdua sebelum pernikahan sudah sedikit menghangat, namun tepat setelah upacara pernikahan, Sica benar-benar mengubah sikapnya terhadap Taeng. Dia kembali menutup hatinya rapat-rapat. Hatinya mulai mendingin dan membeku.

Taeng mengetahui itu dan walaupun itu semua menyakitinya tetapi dia tidak ingin memaksakan apapun pada Sica. Mereka bahkan tidak berbagi ranjang di malam pertama mereka. Taeng tidak pernah lagi berada di dekat Sica, secara fisik, kecuali jika Sica yang meminta. Walaupun begitu, Taeng akan tetap selalu memperlakukan Sica dengan baik dan tulus. Dia masih berharap jauh di dalam lubuk hatinya agar suatu hari nanti Sica bisa mencintainya seperti dia mencintai Sica.

Sayangnya, Sica tidak pernah memberi perhatian pada “suami”nya itu. Dia kembali pada mode gila kerjanya beberapa bulan yang lalu. Hal yang dilakukannya hanyalah bekerja, bekerja dan bekerja. Tapi memang itu semua memberikan dorongan besar pada karirnya.

Sica sedang mengembangkan karirnya sebagai fashion editor. Dia sudah berkeliling ke luar Korea menghadiri berbagai fashion show disana untuk menganalisis mode-mode fashion yang ditampilkan dan menginterpretasikannya untuk pembaca. Dia juga seringkali berkomunikasi dengan para wartawan, designer, pembeli dan juga stylist. Perlahan dirinya mendapatkan nama di industri fashion, namun di lain sisi, kehilangan kesadaran dan kepekaannya akan orang-orang di sekitarnya.

Di lain pihak…

Yul pelan-pelan menata kembali hidupnya. Tidak lama setelah ceramah dari sahabatnya, kondisi Mrs. Kwon menurun. Yul benar-benar panik dan menyalahkan dirinya sendiri akan kejadian tersebut. Untung saja para dokter dapat menyelamatkan ibunya. Dokter menyampaikan bahwa ibunya tidak boleh berpikir terlalu banyak. Dia tidak boleh stress.

Ibunya adalah satu-satunya alasan Yul masih tetap hidup saat ini, di tengah-tengah depresi yang dialaminya akibat hubungannya yang kandas dengan Sica. Karenanya, Yul akan memakai topeng di hadapan ibunya, bersikap tegar seolah-olah tidak ada yang pernah terjadi, bahwa dia baik-baik saja dan sudah bisa melupakan segalanya. Namun di lingkungan luar Yul masih tetap hidup seperti zombie.

Sikapnya yang seperti mayat hidup tersebut terutama dikenali oleh rekan-rekan kerjanya. Yul sudah mulai bekerja dengan teratur di SM Entertainment. Dia bertanggung jawab untuk menggubah lagu baru. Terkadang liriknya, di lain waktu musiknya, namun jarang sekali keduanya, karena mereka bekerja dalam tim. Timnya itu memberi label padanya sebagai seorang ‘socially awkward composer prodigy’. Lagu ciptaannya memang benar-benar luar biasa, namun sikapnya tidak sebaik lagu miliknya itu, bahkan buruk. Semua orang diperlakukan dengan dingin dan Yul akan selalu menjauhkan dirinya dari keramaian.

Namun walaupun begitu, sikapnya tidak terlalu mempengaruhi karirnya. Selama dia menghasilkan lagu yang menarik, semua orang akan mentoleransi dirinya. Faktanya, lagu hasil karya Yul berhasil cukup baik di tangga musik. Salah satunya adalah sebuah lagu ballad yang dinyanyikan oleh f(x), yang salah satu membernya adalah Krystal Jung, adik dari Jessica Jung.

F(x) sudah mendapatkan banyak popularitas setelah album pertama mereka diluncurkan. Album pertama mereka itu memiliki penjualan yang baik, begitu pula dengan lagu-lagu mereka. Lagu gubahan Yul adalah sebuah lagu yang menyentuh hati, berisikan rasa kekecewaan dan kesedihan yang dirasakannya. Lagu tersebut termasuk dalam album repackaged f(x) yang baru saja diluncurkan sebulan yang lalu.

Krystal sendiri sangat menyukai lagu hasil karya Yul itu. Dia seringkali menyebutkannya jika ditanya apa lagu favorit dari album terbarunya.

Sica benar-benar terkejut ketika mengetahui hal tersebut.

Krystal selalu memberikan album terbarunya pada kakaknya itu, tak lupa album repackaged terbaru mereka yang termasuk di dalamnya adalah lagu Yul.

***

“Ini, unnie. Aku harap kau menyukainya.” Krystal menyerahkan album itu pada kakaknya. “Sudah ditandatangani juga,” dia mengedip pada Sica.

Sica terkekeh melihatnya. “Terima kasih, Soojung-ah,” dia berkata sambil membuka album yang baru saja diberikan oleh adiknya itu. “Aku sebenarnya sudah mendownload lagu-lagumu. Sejujurnya, lagu ballad barumu sangat indah dan menyentuh,” Sica memberitahu adiknya.

“Jewel heart?”

“Yup,” Sica melihat-lihat album photobook dan mencari liriknya. “Aku penasaran siapakah yang menciptakannya.”

“Unnie…umm,” Krystal mencoba mencari cara yang tepat untuk memberitahukannya.

“Hmm?” Sica masih tetap mencari liriknya.

Brukk.

Sica menjatuhkan buku di tangannya setelah dia membaca siapa orang yang dicarinya.

Berbulan-bulan dia mencoba untuk melupakan tentangnya, namun tetap saja dia belum mampu untuk menghapus dirinya, memori yang mereka lewati bersama, dari pikirinnya dan terlebih lagi dari hatinya.

“Apakah ini benar dirinya?”

Krystal mengangguk sebelum mengambil photobook yang dijatuhkan kakaknya dari lantai.

“Apa kau baik-baik saja, unnie?” dia bertanya dengan cemas.

Bagaimana ini bisa terjadi? Mengapa itu dia? Sica bertanya pada dirinya sendiri.

“Hello? Earth to you?” Krystal bertanya sambil melambaikan tangannya di depan kakaknya yang sedang melamun itu.

“Whoa sorry Soojung-ah, just kind of blank out for a second,” Sica berkata gugup.

“Apa kau yakin kau baik-baik saja, unnie?”

“Mungkin hanya terkejut sedikit. Aku tidak tahu kalau dia yang menciptakan lagu itu. Tapi aku baik-baik saja, jangan khawatir,” dia menepuk bahu adiknya.

“Kau membuatku cemas, unnie,” gadis yang lebih muda membalas dengan tawa yang renyah. “Aku sendiri menyukai lagu itu, unnie.”

“Benarkah?”

Gadis tinggi itu mengangguk. “Sejak pertama aku mendengar lagu demonya. Entah bagaimana aku bisa mendapatkan perasaan untuk lagu ini dengan mudah. Tidak pernah semudah ini sebelumnya.”

“Lagu demo?”

“Yeah. Mereka menyanyikannya untuk kami mempelajarinya.”

“Pencipta lagunya?” tanya Sica.

“Yup.”

Apakah dia menyanyikannya? Pertanyaan tersebut benar-benar ingin diutarakan, tapi kata-kata tersebut berhenti disana, di ujung mulutnya, tidak pernah terutarakan.

Krystal mencari pemutar musiknya di dalam tas. “Apa kau ingin mendengarnya? Sepertinya aku menyimpannya di pemutar musikku,” Krystal bertanya pada kakaknya.

“Bolehkah?”

“Tidak apa-apa, unnie. Lagipula kau akan menyukainya,” kata gadis yang lebih muda itu lalu memberikan pemutar musiknya.

Sica mengenakan earphone dan menekan tombol play. Dia menutup matanya dan mendengarkan lagunya, untuk lebih merasakan emoi di dalamnya.

Alunan lembut dari piano memulai harmonisasi melodi dari instrumen-instrumen lainnya yang mengikutinya hingga suara dari penyanyi dapat terdengar. Suaranya begitu lembut namun juga begitu dalam.

Itu adalah suaranya.

Ketika Sica mendengar suaranya, dirinya serasa membeku. Dia tidak tahu bagaimana ataupun mengapa, tetapi lagu itu terasa begitu sempurna di telinganya, walaupun dia sudah pernah mendengarnya sebelumnya, namun mendengarkannya kembali, dengan orang yang menyanyikannya dengan penuh emosi membuatnya meneteskan air mata.

“Unnie, apa kau baik-baik saja?” Krystal bertanya setelah melihat kakaknya menangis. Tetapi Sica begitu terpana dengan lagu yang sedang didengarnya hingga tidak menyadari pertanyaan adiknya.

Lagu itu akhirnya berakhir namun Sica tetap terduduk di tempatnya. Dia tidak bisa mengangkat kepalanya atau bahkan hanya membuka matanya. Lagu itu membuatnya merasakan hal seperti ini, so unexplainable mixed emotions.

“Unnie?” suara Krystal kembali terdengar.

Sica akhirnya membuka matanya dan tersedu-sedu. “Sorry, lagunya begitu bagus.”

“Apa kau yakin kau baik-baik saja, unnie?” Krystal bertanya lagi.

“Aku baik-baik saja, Soojung-ah,” kata Sica sambil dia menyeka air matanya.

“Apa kau merindukannya?” Krystal tidak tahu mengapa dia menanyakan pertanyaan ini tapi dia merasa kalau kakaknya itu selalu menyembunyikan sesuatu mengenai hubungannya dari dirinya. Dia tidak bisa mengerti ketika Sica memberitahu bahwa dia akan segera menikah, tetapi dengan pria lain. Kakaknya tidak pernah menjelaskan sepenuhnya.

Sica benar-benar terkejut dan menengadahkan kepalanya dengan segera. “A-apa?”

“Yul oppa,” jawab Krystal. “Dia menyanyikan lagu itu. Aku yakin kau pasti mengenali suaranya. Bukankah begitu?”

“A…Aku…,” Sica berdeham.

Krystal meraih tangan Sica dan menatapnya dengan lembut. “Unnie, kau tahu bukan kalau kau bisa menceritakan apa saja padaku. Aku akan selalu berada di sisimu,” Krystal berkata dengan penuh ketulusan.

Sica mengangguk lemah. “Aku memang merindukannya, Soojung-ah. Tapi…”

Krystal menunggu Sica melanjutkan.

“Aku tidak seharusnya memiliki perasaan seperti ini.” Sica menggelengkan kepalanya. “Aku sudah menikah, ingat?”

“Aku tahu, unnie.”

“See? Aku tahu itu,” Sica memaksakan sebuah senyuman tetapi wajah adiknya tidak menunjukkan perasaan senang sama sekali.

“Kau sudah berubah,” Krystal berkata dengan terus terang.”

“Apa maksudmu?”

“Aku bisa melihatnya, unnie. Kau selalu berusaha untuk tersenyum di depanku ketika sebenarnya kau terluka di dalam hatimu. Jangan kira kau tidak menyadarinya.”

“Soojung-ah…”

“Kau tidak perlu memalsukan perasaanmu di hadapanku, unnie.”

“Sorry. Aku hanya tidak ingin membuatmu cemas, Soojung-ah.”

“Unnie,” Krystal meremas tangan kakaknya. “Kau tidak perlu tampil kuat di hadapanku setiap saat, unnie. Kau bisa bersandar padaku juga. Aku akan ada untukmu.” Krystal menatap mata kakaknya tulus.

“Soojung-ah…”

“Aku tahu kau tidak sedang baik-baik saja sekarang ini, unnie. Memang benar Taeng oppa adalah pria yang sangat baik hati. Tapi kau lebih bahagia bersama Yul oppa. Kau lebih bahagia sebelum ini,” Krystal akhirnya mengutarakan kekhawatirannya. Dia hanya ingin kakaknya bahagia walaupun dia tidak tahu apa yang sebenarnya sudah dialami oleh kakaknya itu.

Sica tersenyum pada adiknya. “Terima kasih. Aku tahu kau bermaksud baik, Soojung-ah. Tapi orang bertumbuh dan berkembang. Begitu juga dengan tanggung jawabnya.” Dia melepaskan tangannya dari genggaman adiknya itu.

“Huh?” Krystal mengernyitkan dahi.

“Bukan apa-apa. Aku dan dia sudah berakhir, Soojung-ah.”

“Kenapa?”

Sica hanya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan adiknya. Dia memeluk erat tubuh adiknya untuk terakhir kalinya sebelum kemudian melepaskannya. Dia mengembalikan pemutar musik pada Krystal. “Thanks. Ayo kita makan. Aku sudah lapar.”

Krystal menghela nafas. Lagi-lagi.

“Baiklah kalau begitu. Ayo kita pergi makan!” Krystal merangkulkan lengan mereka. Dia hanya berharap agar kakaknya akan segera menceritakannya masalahnya.

***

Lampu-lampu dipadamkan menyelesaikan penampilan mereka malam itu. Stadium segera dipenuhi dengan sorak-sorai dan tepuk tangan dari para fans.

“Kerja yang bagus,” setiap staff mengucapkan selamat pada para member yang baru saja turun dari panggung. Hari itu adalah konser solo f(x) yang paling pertama di Seoul. Respon terhadap konser mereka sangat baik. Tiket terjual habis dan konsernya terasa begitu hidup. Mereka menyelesaikannya dengan sukses.

Ada banyak bunga-bunga dan ucapan selamat yang dikirimkan ke tempat konser mereka. Keluarga para member sudah menunggu mereka di ruang backstage, tidak sabar ingin mengucapkan selamat pada anak atau saudara mereka.

“Soojung!!”

Seorang gadis berambut coklat segera menyambut Krystal setelah dia memasuki ruangan. Krystal memeluk gadis yang lebih tua darinya itu.

“Selamat!! Aku begitu bangga padamu, Soojung-ah,” Sica berkata setelah melepaskan adiknya dari pelukan.

“Untukmu,” Taeng memberikan sebuah karangan bunga pada adik iparnya itu.

“Terima kasih, oppa.”

“Benar-benar bangga padamu, Krys.” Taeng tersenyum.

Krystal balas tersenyum pada pria di hadapannya. Taeng dan dirinya hanya pernah bertemu beberapa kali. Taeng sangat baik padanya dan juga pada kakaknya. Krystal tahu akan hal itu. Tapi dia masih menjaga jarak dengan oppa pendek itu. Sister could have favourite oppa too, couldn’t she?”

Setelah perbincangan singkat dengan Krystal dan member yang lain, Sica dan Taeng akhirnya mengucapkan selamat tinggal pada artis-artis itu dan meninggalkan ruangan backstage. Tamu-tamu lain sudah menunggu untuk mengucapkan salam pada bintang yang sedang naik daun itu.

“Terima kasih sudah mengajakku,” kata Taeng. Dia memang tidak menyangkanya namun tetap merasa bersyukur sudah diberikan kesempatan untuk menemani Sica dan terlebih lagi bertemu dengan adik iparnya.

“Yeah. Aku hanya ingin dia lebih sering bertemu denganmu.”

“Kau benar. Kami masih canggung.”

“Begitu juga dengan kita,” Sica berkata terus terang.

Taeng tertawa garing. “Yeah, kau benar lagi.”

Setelah beberapa saat, keheningan menyeliputi mereka. Yang satu tidak ingin berbicara begitu banyak, yang lain tidak tahu topik apa yang harus dia bicarakan.

Dalam perjalanan mereka kembali, Sica melihat seorang pria familiar datang ke arah mereka. Detak jantungnya meningkat terus menerus seiring semakin mendekatnya pria itu. Dia ingin menghindari pria itu tetapi mereka sedang berada di sebuah koridor yang berarti tidak ada jalan keluar. Tidak mungkin juga untuk melarikan diri. Hingga akhirnya pria berkulit kecoklatan itu melihatnya juga. Mereka berhenti berjalan di saat yang bersamaan.

“Sica?” Taeng terkejut ketika orang yang berjalan di sebelahnya berhenti secara tiba-tiba. Ketika dia melihat ekspresi wajahnya dan memperhatikan arah pandangan matanya, dia mengerti.

“Umm…Aku akan pergi dahulu. Sampai jumpa di mobil.” Taeng meninggalkan mereka disana. Dia tidak tahu siapa pria itu tapi Taeng lebih dari yakin bahwa ada sesuatu di antara istrinya dan pria yang berdiri di seberangnya itu, jadi dia pamit untuk pergi terlebih dahulu.

“Ooh…okay…sampai jumpa,” kata Sica.

Saat itu hanya ada mereka berdua di koridor tersebut, namun keduanya begitu tenggelam dalam dunia mereka masing-masing, saling menatap satu sama lain.

“Hi,” Yul memutuskan untuk memecahkan keheningan di antara mereka. Suaranya terdengar canggung ketika dia menyapa gadis yang terus menerus keluar masuk dari pikirannya selama berbulan-bulan.

“Hi.” Sica membalas sama canggungnya seperti Yul.

“Lama tidak berjumpa.”

“Yeah.”

“Bagaimana kabarmu?”

“Baik, kamu?”

“Baik.”

“Oh.”

Semuanya berakhir dengan keheningan kembali. Mereka begitu canggung satu sama lain dan bahkan lebih buruk untuk si pria, dia berkeringat sangat banyak juga. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan Sica disana. Dia ingin mengucapkan selamat pada f(x) untuk kesuksesan konsel solo perdana mereka, terutama dia ingin berterima kasih karena mereka memilih lagunya untuk dinyanyikan. Tetapi kemudian dia melihatnya, berdiri di jalannya bersama dengan seorang pria yang sedikit pendek namun terlihat rapih dan tampan. Menurut perkiraannya, pria itu adalah suaminya, Kim Taeng.

“Aku kira aku sebaiknya pergi, bye,” Sica berjalan pergi. Dia ingin melarikan diri dari kecanggungan di antara mungkin secepat mungkin. Setelah berjalan beberapa langkah melewati pria tinggi itu, Sica berhenti tiba-tiba setelah merasakan pegangan yang erat pada tangannya. Dengan pandangan penuh tanya, dia menoleh ke arahnya.

Yul menggaruk kepalanya yang jelas-jelas tidak gatal. “Bisakah kita bicara?” Dia sebenarnya tidak tahu apa yang bisa dibicarakan, namun dia benar-benar rindu mendengarkan suara yang begitu dia kagumi itu. Dia menunggu sebuah jawaban.

“Sorry…” Sica memandang tangannya yang sedang digenggam oleh Yul. “Aku harus pergi sekarang.”

Yul menyadari arah pandangan Sica. “Ah, sorry.” Dia melepaskan tangannya. “Bagaimana kalau besok?”

Sica tidak segera menjawabnya. Dia masih tidak yakin. Haruskah dia? Bolehkan dia? Dia menengadahkan kembali untuk melihatnya.

“Hanya perbincangan diantara sesama teman, Sica.” Yul tanpa sadar mengucapkan nama Sica begitu lembut, seperti bagaimana dia biasa memanggilnya saat mereka masih bersama.

Sica sadar kalau dirinya tidak seharusnya menerima tawaran itu, tapi melihat wajahnya dan mendengarnya memanggil namanya seperti itu membuatnya tidak bisa berpikir dengan jernih. “Okay.”

“Makan malam kalau begitu.”

Sica melihat Yul tersenyum dan dia menyadari kalau dirinya sudah dengan ceroboh mengikuti hatinya lagi ketika dia sudah berjanji untuk menutup hatinya seutuhnya. Dia tidak seharusnya memulai sesuatu yang dia sendiri betapa buruknya itu pada akhirnya. Tetapi tubuhnya tidak mau bekerja sama dengan pikirannya.

“Baiklah, see you.” Dia tersenyum canggung. Pada akhirnya, dia tidak melakukan apapun juga untuk mencegahnya.

“See you soon.”

***

Makan malam mereka begitu sunyi atau jika mereka berbicara pun, lebih banyak dilakukan oleh satu pihak saja. Yul yang lebih banyak berbicara. Sedangkan sica hanya mengangguk atau menjawab ‘hmm’ atau berbicara ketika memang dirinya sangat perlu untuk berbicara. Makan malam itu berjalan begitu canggung.

Merasa tidak begitu puas dengan makan malam tersebut, Yul mengajak Sica untuk menikmati angin malam. Tidak disangka olehnya, Sica tidak menolak tawarannya melainkan menyetujuinya dengan begitu mudah. Dia memutuskan untu pergi ke bukit dimana jalan raya kota Seoul tampak jelas darisana. Mereka bisa melihat lampu kota dan juga begitu banyak mobil-mobil berpacu dengan cepat di sepanjang jalan raya. Pemandangan disana begitu indah, sedikit ironis dibandingkan dengan kondisi dua orang disana.

Mereka berbincang kemali, sama seperti sebelumnya, kebanyakan usaha dilakukan oleh si pria. Dia begitu merindukan Sica, jadi walaupun hanya malam itu, dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

“Aku merindukanmu, Sica. Sangat merindukanmu.”

To be continued…

Nah loh O.O

Advertisements

Author: 4riesone

SONE. Follow me on Twitter @4riesone for updates and questions

80 thoughts on “Love between Dreams (Chapter 15)

  1. iissh gregetan dh bc nya,,,thor bkin yul move on y g tega bc kalo yul tlalu berharap.bkin sica nyesel thor

  2. Akhrnya nongol jg kleanjutan ff nya #fiuhhhh 😀
    izin save dl author 🙂

  3. huft ikt sakit ni hatinya *peluk yul,
    yul sabar yah, ga tau dh ini cerita ntar gimana ga bisa ditebak. masalahnya sica udah nikah, kalo pernikahan agak susah buat sica balik ke yul, tp kalo yulsic ga bisa nyatu guenya yg ga relaaaa

  4. akhirnya chingu update juga..
    keren yul oppa uda mulai bekerja kembali, ciptain lagu lagi..
    sica onnie uda nikah sama taeng oppa tapi, sica onnie kayam masih jaga jarak sama taeng oppa..
    om my gid, lagunya yul oppa dinyanyikan sama f(x) , groupnya krystal..
    apa itu suatu kebetulan ??
    aduh yul oppa sama sica onnie kembali bertemu, ayo yul oppa jangan terlalu terlihat merindukan sica onnie, nanti yul oppa sakit lagi..
    chingu, keluarin fanny onnie, kan keren to, saingannya sica onnie to fanny onnie..
    lanjut chingu..
    selalu ditunggu ini cerita..
    see you, semangat..

    • iyaaa akhirnyaa 😀
      kebetulan atokah kebetulan?? hahaha everything happened for a reason ^^
      hayayaya fany unnie masi jalan2, baru pulang dr hongkong abis dr MAMA hahaha 😀

  5. Annyeong,,
    Hadeuhhhhhh ini smkin bkin psing,,,,taengsic sdh mnkah tp sica kmbli dngin dngan taeng,,,,huffttt ksian jga taeng klw cnta nya sllu sphak ngak prnh d bls sica,,,,,,,ettttt yulsic ktmu lg,,mrka sm skitnya tu,,,ckckckckck mnculkan aj fany,,,jd adil taeny dan yulsic#plakkkkkkkk
    Hehehehehe next d tunggu,,,,,ttp smngaaaatttttt
    Gomawo,,,,

  6. Huh lagi2 hrs sakit nahan rindu. Dunia emang sempit, denger lagunya udh bikin nangis apalagi liat orgnya.

  7. aduh thor kasian banget sih liat taeng cintanya sepihak gitu, tp kasian yul jga ..
    ini ff ceritanya susah ditebak, kalo boleh berharap udah deh thor taengsic aja bahagia trs munculin fany buat yul deh biar bisa move on.

  8. jangan sampe chapter selanjutnya seperti bayangan gua thor nanti sica yuri saking kangennya sampe ngelakuin nc taenya tar gmna mending ada tiffany gt thor kasian tae

  9. Kesian sma yultae (?) Wkwkwk
    Kan taeng jg gasalah kali kalo suka sica *greget
    Tambahin cast thor hahaha
    Lanjut

  10. Annyeong 🙂
    bru bca part bagian ini jdi keinget lagu rossa yg cintai aku.,,
    pas banget lgu itu dgn crita ini.,, walaupun tdk sepenuhnya 🙂
    oke nice story.,,
    Yul bangkitlah dan tunjukkan yg terbaik pada smua org termasuk Sica 🙂

  11. Bingung gw mau dukung yulsic apa taengsic gw suka dua”x sih…

  12. kasian ngeliat yulsic, krn sbenarnya perasaan mereka gak prnah berubah, yulsic msh sling mencintai
    tp keadaannya udh brubah, sica udh merid dn yul gak bs brbuat apa2, sbnarnya kasian jg taeng, udh merid tp sica gak prnah cinta

  13. Aduh thor jgn nyakitin yul terus donk,klo emang masih saling suka jgn pisahkan yulsic jgn maksain taengsic karna semua akan terluka.yulsic jjang

  14. Waduh kok jadi kaya begini ?????
    Dipikirnya sicca bakal baek2 aja ama taeng tapi kok ???????

  15. Aihhh jd gemes bgt aq bacanya >.<
    Author jgn bqn yuri sedih trll lama napa,aq jd g tega ngeliatnya 😦

  16. Tau ah gelap .hahaha
    Ko jadi gini sih ,gue kasian ma taeng )’
    Udahlah taeng ma gue ajah .haha
    Berikan yg terbaik lah buat yul jgn ngusic sica lagi 😀

    • Nih biar terang.. #nyodorinlampu
      hahaha semua jg mau lah kalo dikasih taeng, sica aja yg nolak gara2 udh cinta sm yul duluan hahaha

  17. Annyeong ……
    Omg ini knpa ama yulsic …. ckck
    Ksian yul nya nih,cariin cwe lain buat yul please,, bgimnapun sica udh jdi istri orang udh gk mngkin d miliki lagi -_-
    Soo, yul cari wanita laen lah …. wkwk
    Pencerahan please ,next chap ….
    #tunggu aja
    SEMANGAAAAAAAAAT

    • siapa cewenya?? author aja boleh ga? wkwwk
      soo jadi gong minyoung lg aja kali ya.. biar jadi dating agency buat yul haha
      tunggu ya.. in progress~

  18. Ya ampun yulsicnya ksian..mereka msih sling suka…
    Taeng udah deh nyerah aja..
    Lah itu si yul mo nglakuin apa??
    D tnggu nextnya thor

  19. Hayo loohhh yul,,,
    Duuhhhj sica inget Taeng SUAMIMU,,

  20. kshan bgt taeng setelah menikah perlakuan sica ternyata justru semakin parah,,,,hiks
    thor bikin sica lama2 jatuh cinta ma taeng donk!!!!
    yul bodo amat

  21. Kasian sama yul nya jadi menderita banget gegara putus sama sica. Ini semua gara2 perjodohan itu, mereka jadi kaya gitu-,- pengen sica balik ke yul tapi taeng kasian…

    Lanjut deh lanjut

  22. Kasian yulsic thor!!
    Bwt yulsic bhagia,
    cinta yul hax untk sica,
    begitupun cinta sica hax untk yul.
    Gah baik loh thor maksain sica untk jatuh cinta ke taeng,
    udah taeng jadi duda ajeuh,
    yulsic kn jodoh hidup semati :v

  23. Udah aggh Sica ama yul aja!

    Yul gak gangguin kebahagiaan org,
    sicanya kn kgak ada perasaan apa2 sma taeng,.
    Taeng gak papa koq cri yg lain,
    berkorban demi 2 orang yg saling MENCINTAIKAN itu adalah hal yg terbaik,
    gak baik jga memisahkan 2 org yg mencintai hanya krn kepentingan diri sendiri,
    itu hanya membuat 2 org itu menderita.
    Mending 1 org aja yg menderita jgn yg 2 org itu. Hihi
    YulSic JJANG!

  24. Author pewleasee satukan yulsic kembali,
    Saya tdk tega yul dan sica lama2 menderita,
    udah taengg cri yg lain aj,
    kalo perlu tu tippachan keluarin aj (?)

  25. Walaupun Aku taengsic shipper,tpi aku lebih suka yulsic di ff ini 🙂
    taeng percuma menikah sama njess.kalo cmn cinta sepihak,ga akn ada kbhagiaan.
    Mnding author satukan yulsic dan bwt mereka bhagia.
    Ga baik loh thor bkin para riders2 lama2 mati penasaran :v

    • wahh, terharu ada taengsic shipper dukung yulsic :’)
      hahaha aku ga sejahat itu kok sampe membiarkan para readers mati penasaran 😛

  26. Yulsic! Ayo Yulsic Fighting!
    Yul ayo jgn menyerah memperjuangkn Cintamu 🙂
    Sica sadarlah dirimu bahwa Menikah dgn org yg tdk kau cintai akan menjadi bencana yg besar #plakk #digamparTaeng u.u

    taeng lu cri pany ajah,siapa tau dy ada lgi bersembunyi #pfft

  27. Makin gah waras ajh nie cerite :v
    udah ah yulsic aja,..
    Taeng? Bodoh amat dah :3

  28. Moga yulsic happy ending 🙂

  29. Yul appa bwah sica umma pulang 😦

  30. Taengsic huaaa sedih knpa sica lebih memilh menikah sama tae sih, kasian yul kamu harus kuat yul ,sem0ga nanti jessica menyesal tidak memilih mu yul yulsic berakhir tidakkk.

  31. Waaah kasian taeng,,, di aff kok lbh dulu di update, napa gk serempak thor? Dtunggu taengsic momentlah,,,masa’ yulsic dr awal >_<

    • soalnya ff ini originalnya dalam bhs inggris bkinnya. kmaren lagi sibuk banget jd blom sempet translate, makanya telat hahaha XD
      sabar yee taengsic shipper, author lagi menikmati momen2 yulsic dahulu 😛

  32. Lohh lohh lohhh qo red silky line d protect c 😮

  33. yulsic elah yulsic

  34. Yahyah mulai deh da pnyelewengan,tae q kcian pdamu nak

  35. Berani bermain dibelakang taeng padahal sepasang suami istri tp sica jg tidak aalah wajar jika dia merindukan orang yg dicintai ini kisah percintaan yg ironis akibat perjodohan

  36. Gak bisa move on ya… thor cepet keluarin fany..

  37. yuhuuu…. aroma perselingkuhan trrvium 😀 yulsic clbk 😀 hahayde :p #ngimpisiangbolong

  38. come on sica move on kn udh ad taeng.kykny hrs diksh sesuatu nih biar sica sdr klo taeng cinta am sica.kirim fany thor..

  39. ahhh.. dilema banget deh kalo gini jadinya. gua setuju” aja kalo taengsic, tapi kalo baca moment yulsic lagi rasanya pengen yulsic couple aja yang jadi pairingnya disini. mereka benar” membuat hati galau.

  40. gak sanggup kalau yulsic cuma diam2 an kayk gitu..
    tae ngerti banget kalau sica lgi terpana sama yul..

  41. nah lo. gimana nich, jangan sampe yulsic jadi pasangan selingkuh, kasian taeng yg udah baik banget. yg mau ngertiin sikap sica terhadap taeng.

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s