rara0894

All about TaeTiSeo and GG

Love between Dreams (Chapter 11)

64 Comments

Title        : Love between Dreams

Author   : 4riesone

Genre     : Romance, Gender bender

Cast        : 

 Jessica Jung

 Kwon Yuri

 Kim Taeyeon

 Girls’ Generation members and other

LxD cover 2

Breaking The News

“Hyung!” Seorang pria yang masih muda berteriak tepat di telinga pria berambut coklat yang ada di hadapannya. Dia sudah memanggil pria itu berulang kali namun tidak ada tanggapan sama sekali darinya. Pria berambut coklat itu sedang duduk di kursi, tubuhnya bersandar pada dinding di sebelahnya dengan mata yang tertutup. Pria muda itu tidak yakin apakah dia sedang tidur atau tidak, namun dia harus segera bangun. Mereka akan tampil sebentar lagi.

“Yah! Jae-woong!” Pria itu akhirnya membuka matanya dan refleks berteriak balik. “Mengapa kau begitu berisik?”

“Hyung tidak bangun-bangun sejak tadi,” pria bernama Jae-woong menjawab dengan terus terang. Dia adalah anggota band Yul. “Persiapkan dirimu, Hyung. Kita akan tampil dalam waktu lima menit.”

Yul merenggangkan punggungnya dan pergi ke kamar kecil. Hari ini adalah saatnya untuk kembali tampil di cafe bersama dengan teman-teman bandnya. Sebenarnya, Yul selalu bersemangat berada di tempat itu, karena bisa menyalurkan perasaannya melalui musik, melakukan sesuatu yang dia sukai. Namun entah mengapa hari ini berbeda.

Sejak 4 bulan yang lalu, Yul bisa merasakan ada sesuatu yang berbeda. Sica. Dia entah bagaimana tampak berbeda. Kencan anniversary mereka benar-benar gagal. Yul sudah menunggu selaa 3 jam, namun Sica belum juga datang. Oleh karena itu, setelah cafe itu tutup, Yul berpikir untuk menunggu saja di luar, tetapi ibunya menelepon sehingga dia pun harus segera pulang. Yul tidak pernah tahu apakah Sica datang atau tidak. Dia juga tidka bertanya. Dia lebih memilih jika Sica menjelaskannya terlebih dahulu, hanya saja Sica tidak pernah melakukannya. Hari itu pun tidak pernah muncul dalam perbincangan mereka lagi hingga saat ini.

Hal itu bukan masalah yang besar bagi Yul. Yul tidak pernah mengeluh mengenai hal-hal kecil seperti itu. Dia terlalu mencintai kekasihnya untuk bisa bertengkar mengenai hal-hal yang tidak penting. Mengesampingkan semua hal itu, apa yang mengganggu pikirannya adalah senyuman Sica.

Satu hal yang begitu dia sukai dari Jessica Jung adalah senyumannya yang seperti malaikat. Jika tatapan mematikan Sica bisa membekukan seseorang, maka senyumannya jauh lebih dari itu. Senyumannya mampu melelehkan seluruh es di kutub utara. Tentu saja Yul melebih-lebihkannya, tapi dalam imajinasinya itu memang benar. Senyumannya mampu mencerahkan hari terburuknya sekalipun menjadi hari yang penuh harapan, mengubah jiwanya yang lelah menjadi penuh semangat, menenangkan amarah di hatinya menjadi pikiran yang dingin dan rasional.

Saat ini tidak lagi seperti itu. Memang Sica bisa saja mencoba untuk menutupinya. Dia mampu bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi di hadapan Yul. Tetapi senyumannya tidak bisa berpura-pura. Dia tersenyum, namun tidak begitu dengan hatinya. Dan Yuri mengetahui hal itu. Dia mampu melihatnya, walaupun Sica tersenyum padanya, namun matanya tidak menunjukkan hal yang serupa. Hanya ada tatapan penuh kesedihan, jiwa yang begitu lelah di dalam tubuhnya.

Yul sudah mencoba untuk membicarakan hal itu dengan Sica, namun dia selalu mengubah topik pembicaraan mereka. Atau jika Yul bersikeras untuk membicarakannya, Sica akan selalu menggunakan alasan yang sama, pekerjaan dan pekerjaan. Tapi Yul tahu bahwa bukan itulah alasannya. Ini semua lebih dari sekedar masalah pekerjaan semata.

Hal itu pun terjadi lagi hari ini. Sebelum pergi ke café hari ini Yul bertemu dengan Sica di rumah. Sica masih mengunjungi ibu Yul secara teratur di antara jadwalnya yang padat. Kemudian Yul pun sudah harus pergi dan Sica yang mengantarkannya. Seperti biasa, Yul mengucapkan selamat tinggal sebelum dia pergi. Saat itulah. Yul melihatnya, tatapan penuh kesedihan saat Sica mengembangkan senyum di bibirnya.

Yul membasuh wajahnya dengan air segar. Dia menatap refleksinya di cermin. Yul bertanya pada dirinya sendiri apakah dia melakukan suatu kesalahan pada Sica, atau jika dia menyakiti hatinya, namun Yul tidak bisa menemukan jawabannya. Sica pun tidak memberikan jawaban sama sekali. Hal itu begitu membebaninya. Dia tidak sanggup melihat Sica bersusah payah seorang diri seperti itu.

Yul tampil bersama bandnya tidak lama kemudian. Mereka memainkan beberapa lagu yang sudah popular dan juga lagu yang digubah sendiri oleh Yul. Mereka selalu menyimpan lagu spesial mereka untuk penampilan terakhir. Pengunjung langganan di café tersebut menyukai penampilan mereka, terbukti dari wajah-wajah familiar yang selalu datang pada hari dan jam-jam penampilan mereka. Ada juga saat-saat dimana beberapa gadis mengajak foto bersama dengan band Yul. Walaupun mereka tidak terkenal, namun Yul dan teman-teman bandnya begitu menikmati pekerjaan mereka disana.

“Inilah penampilan kami hari ini, terima kasih atas perhatian kalian semua,” Yul menutup penampilan mereka. Penonton pun bertepuk tangan meriah, menyukai penampilan mereka. Yul mengambi gitanya dan berjalan menuruni panggung.

“Yul!”

Suara itu terdengar familiar.

***

“Aku tidak tahu kalau café ini memiliki makanan yang lezat,” Sunny berkata sambil memakan makanannya.

“Aku sering datang ke tempat ini sebelum aku pergi ke luar negeri. Dan baru sekarang aku berkesempatan untuk mengajakmu kesini,” balas Sooyoung.

“Pantas saja kau terlihat dekat dengan ahjussi itu.”

Sooyoung tertawa. “Yeah, dia adalah pemilik café ini. Ahjussi memberikanku beberapa inspirasi untuk resepku.”

“Benarkah?”

Sooyoung mengangguk. “Dia adalah seorang koki yang hebat.”

“Aku bisa menebaknya.” Sunny menyeruput minumannya sejenak. “Aku menyukai lagu ini.” Sunny menyenandungkan melodinya. Begitu mudahnya lagu itu memasuki pikirannya. Melodinya sangat mudah didengar dan begitu adiktif. “Tapi aku belum pernah mendengarnya, apa kau sudah pernah?”

Sooyoung mengangguk. “Pernah.”

“Benarkah? Lagu siapa ini?”

“Dia, vokalisnya,” Sooyoung menunjuk pada si penyanyi di atas panggung.

“Own composing?” Sunny tampak tertarik. Dia menaruh perhatianya pada band yang sedang tampil. “Raw but so appealing.”

“Betul. Itu juga salah satu alasanku mengajakmu kesini. Aku tahu kau pasti akan tertarik.”

“Nicely done, Soo. So nice,” dia mencubit pipi Sooyoung dan tersenyum lebar.

“Thank you, tapi tidak untuk cubitannya.”

Sunny membalas dengan tawanya yang unik. “Apa mungkin kau mengenalnya? Mungkin aku bisa membicarakan mengenai lagu ini?”

“Kau benar-benar tertarik ya?”

“Sangat. Aku tidak bisa menyia-nyiakan sebuah karya seni, Soo. Dunia harus mendengarnya,” jelas Sunny dengan penuh semangat.

“Baiklah baiklah. Dia adalah Yul, Sunny. Sahabatku,” Sooyoung tersenyum.

“Ahh, Jadi dia adalah Yul.”

“Yup.”

Inilah penampilan kami hari ini, terima kasih atas perhatian kalian semua,” Yul baru saja menyelasikan penampilannya.

“Yul!” Sooyoung memanggilnya begitu dia turun dari panggung.

Si vokalis memandan ke sekelilingnya hingga akhirnya menemukan Sooyoung dan Sunny.

“Hey, Soo!” dia memeluk Sooyoung. Dia pun menatap perempuan di sebelah sahabatnya. “Whooo, dan siapakah ini?” Yul tersenyum menyeringai.

“Dia adalah Sunny, kekasihku.” Sooyoung berkata dengan bangga, tersenyum menyeringai balik pada Yul.

“Hello. Namamu Yul?” Sunny menyambutnya dengan senyuman.

“Yes. His buddy,” Yul tertawa sambil dia duduk di tempat duduk di seberang Sunny.

“My dork buddy,” tambah Sooyoung.

“Lihat siapa yang bicara. You’re as dorky as I am, Soo.”

“Tidak, kau saja Yul.” Sooyoung mengepitnya di leher. Mereka pun tertawa atas tingkah laku mereka.

“Aku senang akhirnya bisa bertemu denganmu, Sunny.” Yul berbicara lagi setelah membebaskan dirinya dari cengkeraman Sooyoung.

“Aku juga. Dan sejujurnya, aku sangat tertarik dengan lagumu. Lagu terakhirmu untuk lebih spesifik.” Sunny berbicara langsung ke permasalahan, benar-benar seorang pebisnis.

“Ah benarkah? Terima kasih.”

Sunny mengangguk. “Iya. Sooyoung juga memberitahuku bahwa kau menciptakannya sendiri.”

“Kurang lebih seperti itu.”

“Itu adalah lagu yang luar biasa, Yul. Sebenarnya aku ingin membicarakan bisnis sekarang.”

“Bisnis apakah lebih tepatnya?”

Sunny mengeluarkan sebuah kartu dari dompetnya. “Aku adalah seorang direktur musik eksekutif di SM. Jika tertarik kau bisa datang ke kantorku besok.

“Apa kau serius, Sunny?” Yul menatap Sunny, lalu pada kekasihnya untuk mendapatkan konfirmasi bahwa ini semua memang nyata. Sooyoung mengangguk memberi semangat.

“100%,” Sunny tersenyum.

“Aku pasti akan datang. Thank you, Sunny. Thank you,” Yul menjabat tangan Sunny dengan kuat. Dia sangat bahagia. Mungkin inilah saat bagi mimpinya untuk terwujud. Inilah saatnya untuk membuktikan kalau dia bisa. Bahwa dia bisa hidup dengan musik, untuk musik, dan melalui musik.

***

“Masuklah.”

Taeng membuka pintu perlahan dan masuk untuk memberi salam.

“Oh, Taeng. Ada apa?”

“Laporan proyek sudah selesai, Sir,” Taeng memberikan dokumen-dokumen yang dibawanya.

Tn. Jung melihat dokumen-dokumen itu sambil mengangguk dan bergumam. “Kerja yang bagus, anak muda.”

“Terima kasih, Sir.”

Tn. Jung tiba-tiba terbatuk. Pria yang biasanya terlihat tangguh itu sekarang terlihat pucat, lemah dan lelah.

“Sir, apa anda tidak apa-apa?” Taeng segera mendekati bosnya itu.

Tn. Jung hanya mengibaskan tangannya. “Tidak apa-apa. Hanya flu saja.”

“Apa anda yakin? Kita bisa pergi ke rumah sakit, Sir.”

“Aku tidak apa-apa, Taeng. Jangan khawatir. Jadi hanya ini saja? Atau masih ada hal lain? Tidak biasanya kau memberikan sendiri hasil laporan proyekmu.”

Taeng mengambil beberapa langkah ke belakang. “Ada hal yang ingin aku tanyakan, Sir. Mengenai putrimu lebih tepatnya.” Taeng beralih ke kata-kata yang leih santai.

“Ada apa ini? Apa dia melakukan suatu hal buruk padamu?”

“Tidak, Sir. Dia tidak pernah melakukan hal buruk padaku.”

“Jadi, apa kalau begitu anak muda?”

“Aku hanya ingin tahu, Sir. Mengapa anda memilih aku untuk putrimu? Mengapa diriku? Diantara sekian banyak orang di luar sana?”

“Apakah kau bukan seseorang yang spesial? Aku selalu memilih yang terbaik, anak muda.”

“Aku tidak tahu, Sir. Bagaimana jika anda salah? Bagaimana jika aku bukan yang terbaik?”

Pria tua itu tertawa. “Kalau begitu buktikanlah kalau kau adalah yang terbaik.

“Sir.”

“Jangan mengecewakanku, anak muda. Kau sudah berjanji.”

Taeng memahami bahwa itu adalah isyarat baginya untuk segera pergi. Dia baru saja melangkah keluar dari ruangan dan ingin menutup pintu ketika dia melihat bosnya terjatuh ke lantai.

“Sir!!”

***

“Terima kasih, Sir.”

“Kami mengharapkan sesuatu yang baik darimu.”

“Jangan khawatir, Sir. Anda bisa mengandalkan saya.”

“Baiklah.”

Yul membungkuk pada pria bersetelan jas itu dan berjalan keluar dari ruangan. Senyuman lebar menghiasi wajahnya. Yul sangat bahagia. Dia bahkan menyapa setiap orang yang dia jumpai di gedung itu. Dia mengeluarkan handphonenya dan menekan sebuah nomor. Panggilan itu tersambung dengan kotak suara. Dia mencoba menelepon sekali lagi namun hasilnya tetap sama.

“Mungkin dia sedang rapat.”

Yul memutuskan untuk mengirim pesan saja.

Sica! Apa kamu sibuk siang ini? Aku ingin mengajakmu makan siang. Ada sesuatu yang ingin kusampaikan padamu. J Dan aku merindukanmu.

Kata-kata Sunny bukan gurauan semata. Dia benar-benar melakukan bisnis dengan profesional. Yul sudah melakukan pembicaraan mengenai hak cipta lagunya dengan SM. Direktur-direktur yang lain pun menyukainya sehingga merekapun tidak memiliki banyak masalah dalam memutuskan untuk membeli lagu tersebut. Bagi Yul itu adalah suatu permulaan yang baik. Harga yang dibayarkan pun bisa diterima sehingga dia pun setuju dengan sangat cepat.

Keberuntungannya tidak berhenti disitu. Sunny juga bertanya padanya jika dia memiliki lagu lain yang dia ciptaan sendiri. Setelah menunjukkannya pada Sunny, dia memiliki ide yang luar biasa. Mereka akan merekrut Yul. Yul akan bekerja di SM. Bekerja di bidang musik. Hanya memikirkannya saja sudah membuat Yul sangat senang. Dan dia ingin membagikan kebahagiannya ini pada orang yang dikasihinya.

Handphone Yuri berbunyi sepuluh menit kemudian. Dia membaca pesan yang masuk. Dari Sica.

Okay, Yul. Ada hal yang harus aku sampaikan padamu juga.

***

Lonceng di pintu bergemerincing saat dia memasuki café. Dia mencari ke sekeliling untuk menemuukan wajah yang familiar, namun tampaknya orang yang akan dia temui belum juga datang. Dia memutuskan untuk membeli minuman terlebih dahulu, berjaga-jaga jika saja dia akan datang telat.

Yul membaca menu yang digantung di atas meja kedai. Dia mencoba membaca daftar yang terdiri dari nama-nama yang eksotik dan deskripsi dari lusinan hal yang baginya hanyalah “jus”. Dia melangkah ke remaja yang bertugas di bagian kasir.

“Hmm,, berikan saja aku minuman favorit disini.”

“Okay.” Remaja itu memasukkan pesanan ke komputer dan memberitahukan harganya. Yul mengeluarkan dompetnya dan membayar minuman tersebut. Dia memilih meja di sebelah jendela untuk menunggu kekasihnya. Café itu tidak begitu ramai dan suasananya begitu nyaman. Dia menyukainya walaupun itu adalah pertama kalinya dia berkunjung.

“Suara dari lonceng di pintu bisa terdegar ketika seseorang memasuki café iu. Yul melihat ke arah pintu dan tersenyum saat mengetahui siapa orang itu.

“Maaf, aku telat.” Sica terengah-engah. Benar-benar terengah-engah.

Yul mengernyitkan dahi. “Apa kau berlari kesini?”

Dia hanya membalas dengan anggukan.

Ini aneh. Sica tidak pernah berlari.

“Minumlah dulu. Ini,” Yul memberikan minumannya pada Sica.”

“Terima kasih,” Sica meminum minuman itu untuk menghilankan rasa hausnya.

Yul mengambil beberapa lembat tisu. Dia ingin mengelap keringat Sica. Dia sangat berkeringat. Namun Yul terkejut pada reaksi yang diberikan oleh Sica kemudian.

“Tidak perlu, Yul. Aku bisa melakukannya sendiri.” Sica menghindari tindakan Yul dan mengambil tisu tersebut dari tangan Yul.

“Ah baiklah. Aku hanya ingin membantu. Aku tahu kau tidak suka berkeringat.”

Sica hanya tersenyum mendengarnya.

“Jadi, Sica. Aku memiliki kabar baik untukmu,” Yul tersenyum sangat lebar.

“Aku diteri—“

“Let’s break up, Yul.”

 

To be continued…

Hayo hayo dikomen~ mungkin ada yang seneng, mungkin ada yang sedih, mungkin ada yang kesel, ato mungkin ada yang lain, mari dikomen saja ya… See ya, have a nice day ^^

Advertisements

Author: 4riesone

SONE. Follow me on Twitter @4riesone for updates and questions

64 thoughts on “Love between Dreams (Chapter 11)

  1. Jujur gua seneng yulsic putus KALAU sica nya bisa nerima taeng & endingnya bakal jadi taengsic ,tapi kalau sica nya gk bisa nerima taeng & gk bisa lupain yul ya gua gk suka mereka putus.
    Biyar aja taeng gk ama sica nanti taeng sama pany ,ayeayeeee~ hahaha xD *ok gua taeng bias hahaha*

  2. Yah yul udh senang sama impiannya, sicanya minta break up..poor yuri:-(

  3. Annyeong !!!!! ….
    Drama d mulai nih ….
    Aduuuh, akhirnya YulSic Break up ….
    Sigh,ini chap pling sesuatu dah ,Nyesek bgi YulSic ship nih, … sica udah memutuskan dah ,menyerah untuk Yul.. poor Yul ..
    Cri aja yng laen papa Yul … wkwk
    Tpi pdhl Yul mau jdi artis , sukses dah ..
    Penasaran next chap nyah nih,.. dtunggu aja deh ….
    SEMANGAAAAAAAAT!!!

    • annyeong jg!!
      sica udh ga bsa tahan2 lebih lama lagi T.T
      cari sapa dong Yul nya? hahaa
      okeey, next chapter minggu depan kok~

  4. Yahh break up ,kasian jg sih ma yul tapi gmana nanti ma taeng .. klo sica terpaksa nerima taeng lbh kasian jg lbh baik ga ma siapa siapalah )’

  5. Kesian yul jugaa
    Udh seneng impian dpt eh tiba2 sica minta break up behh
    Tpi suka taengsic (?) *digebukin wkwkwk
    Lanjut deh drama nyaa

  6. Sica lo mau putus dari yul??ahhh kenapa sih, kenapa gak coba jujur dulu sama yul jangan main putus2 gitu aja. Entar nyesel baru tau rasa. Seandainya sica jujur dari awal pasti dari awal juga mereka bakal selesaiin masalah perjodohannya, gak asal main putus aja…hufttt

  7. ia putus aj tuh yulsic na tp kshan jg ma yul
    abiz putus sica trma taeng kan thor???dan bnran cinta ma taeng

  8. o ooo sica minta putuuus ?

    dan yul mga brasil jd komposer hbt
    dan mgkin bsa ngmbil sica blik ?

    tp berharap taeng uga bahagia….?
    ada panny mungkin ??

  9. kok sica mnt putus knp? gak kasian sm yul nya, taeng udh cari yg lain aja, sica udh pu yul..

  10. yah yulsic jangan putus

  11. Aduh sica kenapa bilang yg menyakitkan dlu. Kasian yul nya 😦

  12. Akhirnya sica nyerah juga dan nurutin maunya daddy jung
    Kayaknya perjuangan taeng bakal makin berat nich

  13. padahal awal2 pengen taengsic tapi kok???? kok sedih yaa waktu sica bilang lets break up. ampuuuunn deh T.T melelh nih airmata. hemmm sica benar2 cinta sama yul begitu sebaliknya tp taeng juga cinta bgt sama sica cuma sicanya yg blm cinta.. aaargh, bingung deh gue. yg penting smua pihak bahagia aja deh

  14. aaahh ga tau lah terserah authornya aja, udah lelah hati ini yang penting mereka bahagia. sekarng cm mau meluk abang Yul aja pukpukin

  15. mnding ky gn thor dr pd nyakitin yul trus smg j sica ngomong jujur klo dy di jdohin dr pd tw dr org lain. sica jht wlaupun trpksa

  16. sbg fans couple selingkuhan .. kk seneng yulsic putus cuma kayanya ini endingnya bakalan RF deh heheee

  17. plsssssss vote to snsd for mama award plsssss

  18. Yaak sica baru saja yul mau bilang dia di terima tapi knapa kamu huaaa sedih yul kmu harus jadi penyanyi terkenal

  19. Anyeong thor^^, gue komen disini aje yee. Baru nemu ni wp 😀 .. sicaa yakin tu minta putus sma yul? Ato lg khilaf.. Sbg RS gue mau nii ff endingnya YULSIC ye thorr.. Pleasee

  20. apa ini kenapa ini kenapa ini kenapa ini bagaimana ini…. pasti ini gara2 pelanggaran yang terstruktur, sistematis dan masif dari anak sang tokoh ternama berinisial taeng 😥

  21. haduh sica loe gak kasian sm yul, udh bs ngeraih mimpinya eh loe malah mnta putus
    jgn main putus aja donk, ngomng dlu kn bs

  22. Y ampun yuri mw kzh tw klo dy ktrima d SM tp sica ngajakin break hhhhh
    kasian bgt yuri

  23. Woooww gda angin gda ujan lsg bilang “Let’s BreakUp ” itu naudzubilah nyeseknyaaaa

  24. Olalala pa yg trjdi,disaat yul sneng di saat ntu jga sica bilang…;-(

  25. Nah yul udh mulai merasa ada hal aneh ke sica yg tbc nya gk pas let’s break up ?benarkan yulsic akan putus

  26. Huahuahuahua..
    Sica apa yang ada diotakmu..
    Saya tidak bisa terima..buhuhhuhuhu

  27. gubrakkkk….. eng ing eng…. yg gue tkut terjDi 😥

  28. apa konflikny mulai thor?ap yg terjdi dgn ayah sica?lanjut…

  29. yul lagi seneng sica malah putusin dia. kasian yul.

  30. ya ampunn..yuri kasi berita baik ehh sica kasih berita buruk..
    pasti krna appax sica tuh..

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s