rara0894

All about TaeTiSeo and GG

Love between Dreams (Chapter 8)

38 Comments

Title        : Love between Dreams

Author   : 4riesone

Genre     : Romance, Gender bender

Cast        : 

 Jessica Jung

 Kwon Yuri

 Kim Taeyeon

 Girls’ Generation members and other

LxD cover 2

Ahjussi

“Sunny, aku membawakan beberapa cemilan malam ini.”

Sunny sangat terkejut ketika dia melihat Sooyoung memasuki ruangan. Dia segera melepaskan pelukannya pada Taeng. Taeng mengikutinya kemudian.

“Jangan salah paham, Sooyoung. Ini hanya pelukan pertemanan saja,” Sunny cepat-cepat menjelaskan untuk menjelaskan situasi.

Tetapi reaksi Sooyoung kemudian benar-benar membuat mereka berdua terkejut.

“Tidak apa-apa, Sunny. Aku tidak menuduh apapun padamu,” Sooyoung tersenyum. “Aku akan menunggu di dapur saja. Makanan-makanan ini juga berat,” dia berbicara dengan begitu santai sambil menunjukkan tas plastik yang dibawanya.

“Ah, baiklah,” kata Sunny dengan canggung.

Sooyoung tersenyum lagi sebelum menghilang ke dapur.

“Maafka aku. Aku berharap semoga dia tidak salah paham,” kata Taeng akhirnya.

“Tidak masalah. Sepertinya dia bisa memahaminya,” Sunny menepuk-nepuk pundak Taeng.

“Aku harap demikian,” kata Taeng sambil tersenyum. “Sebaiknya kamu segera menghampiri dia. Aku akan menyusul. Butuh kamar mandi terlebih dahulu,” Taeng menyeringai seperti orang bodoh.

Sunny terkekeh atas tingkah laku sahabatnya itu.

Taeng bangun dari tempat duduknya dan pergi menuju kamar mandi, namun sedetik kemudian dia kembali lagi dengan senyuman menyeringai di wajahnya. “Di mana kamar mandimu?”

Sunny tertawa kembali. “Di sebelah kiri, pabo dork.”

Taeng membalas dengan merong baru kemudian menghilang untuk menyelesaikan ‘bisnis’nya. Sunny menonton sahabatnya itu dan terkekeh sendiri. Dia kemudian pergi ke dapur dan menghampiri Sooyoung yang sudah menyiapkan makanan di meja.

“Sooyoung,” dia memeluk pria itu dari belakang. “Tadi itu bukan apa-apa, oke?” dia ingin memastikan kalau kekasihnya benar-benar tidak salah paham.

“Iya, aku tahu. Aku percaya kamu, Sunny,” Sooyoung berputar dan berhadapan dengannya. “Dia adalah sahabatmu dan aku adalah kekasihmu. Aku tidak bisa cemburu dengan teman baikmu.” Sooyoung tersenyum.

“Terima kasih, Soo.”

“Jangan bicarakan hal ini lagi. Lebih baik kita makan saja. Aku lapar,” pria tinggi itu tersenyum menyeringai.

“Dasar shikshin!” Sunny mengeluarkan tawa khasnya. “Tapi aku mencintaimu, my shikshin,” dia menambahkannya tidak lama kemudian dan tersenyum malu.

“Aku juga mencintaimu, my bunny,” Sooyoung tersenyum dan mencium kekasihnya.

Taeng berdeham ketika dia memasuki dapur.

Kedua pasangan segera menghentikan ciuman mereka dan berakting normal, berpura-pura seperti tidak terjadi apa-apa, walaupun pipi Sunny sudah sangat memerah.

“Taeng, apa kamu ingin bergabung dengan kami? Kami akan makan malam.” Pria tinggi itu menghadap sahabat kekasihnya itu dengan senyuman di wajahnya.

Taeng tersenyum. “Tidak perlu repot-repot. Lagipula aku harus segera pulang. Terima kasih.”

“Oh, baiklah kalau begitu.”

“Dan maaf tentang yang baru saja terjadi. Itu benar-benar bukan apa-apa.”

Sooyoung tersenyum. “Iya. Aku mempercayai my Sunny, jadi jangan khawatir.”

“Baiklah. Dan senang akhirnya bisa berjumpa denganmu. Aku selalu ingin tahu siapakah pria yang sudah berhasil merebut hati sahabatku ini,” Taeng tertawa.

“Aku juga. Aku tidak bisa percaya dia benar-benar jatuh hati padaku.” Sooyoung ikut tertawa yang membuatnya mendapatkan cubitan dari sang kekasih.

“Oke. Aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa lagi di lain waktu,” Taeng melambaikan tangan sampai jumpa dan meninggalkan kedua pasangan itu.

***

Pelanggan bertepuk tangan setelah Yul menyelesaikan baris terakhir dari lagu yang dinyanyikannya. Yul dan teman-teman bandnya tersenyum puas, kerja keras mereka terbayarkan. Pelanggan menyukai penampilan mereka dan itu sudah lebih dari cukup bagi mereka. Mereka menunduk kepada penonton sebelum turun dari panggung.

Yul ber-highfive dengan teman bandnya, Jisoo, si pemai drum.

“Malam yang menyenangkan, hyung. Kamu selalu membuat semua lagu menjadi mengagumkan.”

Yul tertawa. “Terima kasih. Kamu juga hebat.” Dia menarik bahunya dan memberikan tepukan penyemangat.

“Bagaimana kuliahmu?” tanya Yul.

“Aku akan segera lulus, hyung.”

“Wow. Selamat, selamat!” Yul tersenyum.

“Yup, terima kasih, hyung.”

Yul hendak pergi ke belakang panggung ketika seseorag memanggil namanya. Dia memutar badannya untuk mencari sumber suara. Ternyata itu adalah sahabatnya.

“Sooyoung!” dia menyambutnya dalam pelukan.

“Lama tidak berjumpa, Yul.”

“Iya, bagaimana dirimu sekarang? Aku dengar kamu baru saja pulang dari Perancis,” dia bertanya sambil mereka berjalan menuju meja terdekat.

“Tidak pernah lebih baik dari ini. Yup, saat-saat yang sangat menyenangkan disana.”

“Kamu memiliki pacar baru, bukan?” isyarat Yul.

Sooyoung tertawa. “Jadi Sica memberitahumu.” Yul hanya menyeringai.

“Itu benar. Namanya adalah Sunny. Kalian harus segera bertemu. Dia pasti akan menyukai lagumu.”

“Apa dia menyukai musik?”

Sooyoung mengangguk. “Sangat.”

“Bagus!” kata Yul.

Mereka menghabiskan sisa malam mereka dengan membicarakan mengenai pacar baru Sooyoung dan pengalamannya selama di Perancis. Mereka juga menceritakan kehidupan mereka masing-masing. Sekarang Sooyoung sedang bertanya mengenai ibu Yul.

“Dia semakin membaik setiap harinya.”

“Bagus sekali. Aku akan mengunjunginya jika aku punya kesempatan di lain waktu,” Sooyoung berjanji.

“Terima kasih Soo,” Yul memeluk pria tinggi itu. “Dan untuk bantuan ayahmu juga.”

“Appa?”

Yul mengangguk. “Iya, dia sangat membantu kami. Terutama ibuku.”

Tapi Sooyoung tampak tidak mengerti seperti dia tidak tahu apa-apa.

“Mengapa kamu terlihat begitu bingung, Soo?”

“Karena aku memang benar-benar bingung, Yul. Aku tidak mengerti apa yang kamu bacakan.”

Yul mengernyitkan dahinya. “Kamu tidak tahu?”

“Jika kamu membicarakan tentang ayahku, dia memang tidak biasa menceritakan segala sesuatunya padaku jadi itu normal jika aku tidak mengetahuinya. Aku juga sedang di Perancis. Kami tidak banyak berkomunikasi ketika aku disana,” Sooyoung menjelaskan.

Yul yakin bahwa ayah Sooyoung membantu ibunya atas permintaan Sooyoung. Dia tidak mungkin salah mendengar. Dia yakin 100%. Dan sekarang, Sooyoung bertingkah aneh seperti ini. Apakah seseorang berbohong?

“Hmm, sepertinya begitu.” Pada akhrnya Yul memutuskan untuk tidak membicarakannya lebih lanjut. Setidaknya, mereka sudah sangat membantu ibunya. Yul sudah seharusnya bersyukur mengenai hal itu.

***

Yul sedang bersandar di dinding, bersiul seorang diri sambil menunggu kekasihnya keluar dari kantor. Sudah waktunya Sica selesai bekerja sehingga Yul pun menunggunya dengan sabar di dekat mobil miliknya agar Sica bisa menyadari kehadirannya dengan mudah. Mereka berencana untuk pergi ke rumah sakit bersama untuk menjemput Ny. Kwon.

“Yul!”

Dia langsung tersenyum begitu melihat kekasihnya. Sica menghampiri dan memeluknya.

“Apa yang kamu lakukan disini, Yul? Aku pikir kamu masih bekerja,” kata Sica setelah melepaskan pelukannya.

“Aku bolos bekerja karena merindukanmu,” Yul menyeringai.

Sica menunjukkan tatapan mematikannya.

“Tatapanmu tidak berpengaruh padaku, kamu tahu itu,” Yul menjulurkan lidahnya.

“Kwon Yul!”

Yul tertawa. “Hanya bercanda, Sica.”

Sica masih tetap pada posisi tatapan mematikannya.

“Baiklah. Baiklah. Pekerjaanku seesai lebih cepat jadi aku pikir sekarang lah saatnya untuk lebih bertanggung jawab padamu, Sica. Selama ini aku adalah pacar yang tidak baik,” jelas Yul.

Sica melembut setelah mendengar kata-katanya. “Tidak, kamu tidak seperti itu Yul.”

“Kamu selalu ada untukku, Sica. Dan melakukan apapun untukku. Tapi aku tidak pernah melakukan apapun untukmu. Jadi aku ingin memulainya sekarang. Aku akan menjaga dirimu dengan segala sesuatu yang mampu kulakukan,” dia tersenyum.”

Sica memukul lengannya pelan.

“Aww, kenapa kamu memukulku?” dia mengelus-elus lengannya.

“Mengapa kamu begitu mellow di basement seperti ini?” suaranya parau. Sica tersentuh akan segala perhatian dan niat kekasihnya itu.

Yul tersenyum dan melingkarkan lengannya di sekeliling gadis itu. “Karena aku sangat mencintaimu, Sica.”

Sica melepaskan pelukannya. “Cheesy seobang.” Mereka pun tertawa bersama.

“Ayo pergi, Sica. Sesi kontrol umma akan segera selesai,” kata Yul.

Sica mencari kunci mobilnya dan memberikannya pada Yul. Yul membukakan pintu mobil untuk Sica terlebih dahulu sebelum beranjak ke kursi pengemudi. Dia menyalakan mesin dan menyetir langsung menuju ke rumah sakit.

***

“Terima kasih, oppa. Aku akan mengunjungi keluargamu lain waktu,” Ny. Kwon tersenyum pada pria di dalam mobil.

“Sama-sama. Sampai jumpa lain waktu,” pria itu tersenyum balik dan menyalakan mobilnya.

Ny. Kwon melambai padanya saat mobil itu sudah pergi menjauh. Dia tersenyum sebentar sebelum masuk ke dalam rumah. Tidak lama kemudian, pintu rumah kembali terbuka.

“Umma, mengapa kamu pergi terlebih dahulu?” Yul bertanya dengan khawatir. Dia bergegas dari rumah sakit begitu mendapatkan pesan dari ibunya bahwa dia sudah berada di jalan pulang. Perawan juga mengatakan bahwa ibunya sudah pergi dahulu bersama dengan seorang pria paruh baya. Yul mengampriri ibunya segera setelah dia tiba di rumah. Kekasinya mengikuti di belakang.

“Jangan khawatir, Yul. Aku baik-baik saja,” Ny. Kwon membalas dengan tenang. Dia duduk di sofa dan menyalakan tv. Yul duduk di sebelahnya.

“Apakah Choi ahjussi yang mengantar umma pulang?”

“Hmm,” ibunya mengangguk.

Yul menghela nafas lega.

“Dia datang berkunjung dan menawarkanku pulang. Sudah cukup lama sejak aku bertemu dengannya, jadi aku setuju. Dia benar-benar seorang oppa yang sangat baik,” Ny. Kwon menyampaikan pada Yul. Dia tahu putranya terkadang bisa menjadi sedikit terlalu khawatir tentang dirinya, terutama setelah dia jatuh sakit.

“Iya, terakhir kali kita melihatnya adaah di hari operasimu.”

“Apakah kalian sedang membicarakan ayah Sooyoung?” Sica bertanya setelah mendengarkan percakapan mereka.

Yul mengangguk pelan. “Iya.”

“Oh, jadi umma mengenalnya?” dia bertanya polos.

Ny. Kwon terkekeh. “Tentu saja aku mengenalnya, Sica. Dia adalah sunbae-ku. Dia sangat baik padaku di SMA. Aku tidak bisa percaya aku bertemu kembali dengannya setelah sekian tahun.”

Sica tiak pernah tahu mengenai hubungan antara ibu Yul dan Tn. Choi. Dia benar-benar tidak memiliki petunjuk mengenai hal ini.

***

Yul dan Sica pergi berjalan di pinggir sungai kembali malam ini. Tempat ini sudah menjadi tempat yang spesial bagi mereka dan cuaca yang baik tidak boleh dibiarkan begitu saja. Mereka berjalan-jalan di sepanjang tepi sungai.

“Bagaimna keadaan umma belakangan ini, Yul?”

“Dia baik-baik saja dan sangat bersemangatseperti biasa. Lebih daripada yang diperkirakan oleh dokter,” kata Yul bahagia.

“Benarkah?”

“Yup,” dia mengangguk. “Dokter mengatakan perkembangan umma sangat baik. Tapi mereka masih harus memantau keadaan umma, untukmengantisipasi komplikasi di masa yang akan datang.”

“Aku percaya dia akan baik-baik saja,” Sica meremas lengan Yul pelan.

Yul memandang gadis di sampingnya dan tersenyum. “Aku juga. Untung saja ahjussi sangat-sangat membantu kami.”

“Dia memang sangat membantu,” balas Sica. Iya, dia benar-benar membantu.

Mereka berhenti di tengah perjalanan dan menghadap ke sungai.

“Aku juga bertemu dengan Sooyoung.”

“Oh, kamu pasti merindukannya.”

“Sahabat saling merindukan satu sama lain, Sica,” Yul terkekeh. “Dia mengunjungi café minggu yang lalu.

“Oh begitu.” Sica menatap ke kejauhan, pikiranberkelana jah.

Yul mengambil tangan Sica dan mengenggamnya dalam tangannya sendiri. “Sica.”

Sica dapat merasakan kehangatan darinya. Menyenangkan seperti biasanya.

“Hmm.”

“Maukah kamu pergi bersamaku Kamis ini?”

“Kamis?”

“Kamu tahu bukan kalau itu adalah hari anniversary kita. Dan kita pun tidak pernah benar-benar pergi berkencan selain di sungai ini akhir-akhir ini,” kata Yul malu-malu. Walaupun dia sudah berpacaran dengan Sica selama hampir 3 tahun, tapi terkadang kegugupan menghampirinya.

Sica tidak segera menjawab.

“Sica?”

Sica menatapnya. Harapan tertulis di seluruh wajah Yul.

“Hmm, oke, Yul. Aku akan pergi,” dia tersenyum, canggung.

Tapi Yul tidak menyadarinya. Dia terlalu senang mendengar Sica menyetujuinya. Dia memeluk Sica dengan erat.

“Untuk beberapa saat aku berpikir bahwa kamu akan menolaknya, Sica,” Yul menyeringai.

“Aku tidak akan, Yul. Itu anniversary kita,” Sica meyakinkannya dan menunjukkan senyuman terbaik yang dimilikinya.

“Yeah, kamu benar. Mengapa juga aku berpikir seperti itu.” Yul tertawa. “You’re my one and only,” dia memeluk Sica sekali lagi.

Kata-katanya menusuk hatinya. Itu seperti pedang menghujam menembus jantungnya. Tapi dia benar-benar menginginkan hal yang dikatakan Yul itu. Jika dia bisa berharap. Tapi terkadang kenyataan tidak sejalan dengan keinginamu. Terkadang kamu harus berhadapan dengan hal yang tidak kamu inginkan. Dan untuk Sica, hal itu benar-benar berat. Setiap kali dia memeluk Yul, seperti selalu adapengingat konstan tentang kenyataan yang harus dihadapinya.

“Iya, aku milikmu, Yul. Hatiku adalah milikmu. Selalu,” Sica membisikkan lembut. Aku benar-benar berharap, Yul.

To be continued…

Ternyata Soosun cuma hasil keisengan author semata hahaha plis jangan lempar apa2 #kabur oke jangan lupa komen ya ^^

Advertisements

Author: 4riesone

SONE. Follow me on Twitter @4riesone for updates and questions

38 thoughts on “Love between Dreams (Chapter 8)

  1. kangen ma moment yulsic

    yul bnr” cinta mati ma sica
    dan bgtu pun sica
    tp gimana sm perjodohan antaro taeng ma sica
    duh kyanya makin ribet
    n bkn penasaran

  2. Annyeong …..

    Akhirnya d lnjut jg ….
    Aduh, kirain bklan drama antara SooSun …. ><
    YulSic nya bner" sweet … d saat akn mnghdpi mslah besar ,mreka mkib dekat.. bneran ksian ntar Yul nya klo ampe tau … TT
    double update yaa,, next

  3. Yulsic’a sweet bgt tapiiii gue lebih suka taengsic .haha
    Ok next 😀

  4. Jdi sica bner” nggak bsa batalin perjodohannx dengan taeng gitu? Aduh gmna sama yul entar yah mna yul syang bnget lgi sama sica.

  5. ada rahasia besar terselubung… TAPI APAAA?? ya ampun, sica menyembunyikan sesuatu. yakin deh!! huwaaaaa nggak tega liat yul. apa ini karena ayahnya sica y?? hmmm, klo yul tau dy psti sedih bgt nih 😦
    aigoo~pengennya taengsic tp kasian yul… tiffany bisa muncul ga ya?? biar yulti gituu hehheeh

  6. hmm knp sicablm jujur klo di jodohin.dy pgn mnhabiskn wkt m yul sblm hri itu tiba dan mutusin sicap g lbh nyakitin yul

  7. Gue penasaran sama maksud kata2 sica yg dia sangat membantu dan penasaran juga sama apa yg dipikirin sica. Ada hubungan apa tuan choi sama sica, masih abu2 dan belom bisa ngebayangin…

    Ahayy yulsic manis nya kalian, tapi kalian bakal ngadepin badai. Semoga aja kalian bisa ngadepinnya. Gaboleh terpisah ya kalian :p

  8. Yulsic so sweet:) yulsoo sahabat karib..berharap lancar hub.nya

  9. taeng na kurang….knp sica ga ngomong jujur aj ttg perjodohan na??klaupun mank sica bnran cinta ma yul harus na sica berani nolak perjodohan na dong…
    tp aq pgn na taengsic hhe..

  10. Yulsic bener-bener saling mencintai kasian taeng gimana kelanjutan perjodohannya

  11. waw yulsic mau kencan.. semoga lancar yaa.. jangan diganggu lagi lho thor :p

  12. duh kasian si yul kl sica emng nerima prjodohan itu, kwon yul dah cinta mati bnget deh sm sica, tp knp sica blm jujur soal taeng

  13. Untung aja soo ga salah paham ama taesun wkwk
    Haduh yul ga modal bnr kencan di sungai mulu pcran hmpr 3 thn wkwkwk

    • emang.. yul itu pacar paling ngga modal sedunia wkwk ngga lah canda, ya mereka senengnya pacaran disitu, soalnya ada suatu kenangan disana hahaha

  14. Yulsic slg mcintai jd jgn pisahkan mereka

  15. Yul bener bener cinta banget sma sica,,,
    Untung ajja soo nya ga cemburu,,,

  16. Bingung mw komen pa lok castx mrk,pasalx sy lbh suka taengsic,couple paporit k2 hehe,

  17. Sweet moment yulsic tp kenyatasnnya sica akan menikah dgn taeng 😈

  18. Hahaha.. untung aja gak ada badai buat soosun..
    Iya sica aku juga berharap begitu..

  19. pengennya taengsic tapi kalo liat yul cinta mati gini ke sica jadi nggak tega…

  20. yulsic enjoy bgt hubny.soosun always sweet.tp knp sica blm ksh th yuri perihal perjodohanny???

  21. wkwkwk.. soosun sweet banget, tapi lebih sweet lagi couple yulsic meskipun sedikit menyakitkan kalo mengingat keadaan sica.

  22. kasian soosun yg hanya menjadi keisengan nya author. 😁😁😁
    hhhhh… apa yg harus jessi lakukan. benar2 pilihan yg berat.

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s