rara0894

All about TaeTiSeo and GG

Love between Dreams (Chapter 7)

49 Comments

Title        : Love between Dreams

Author   : 4riesone

Genre     : Romance, Gender bender

Cast        : 

 Jessica Jung

 Kwon Yuri

 Kim Taeyeon

 Girls’ Generation members and other

LxD cover 2

Bestfriend

Malam itu begitu indah, saat yang tepat untuk berjalan-jalan berkeliling kota, menikmati pemandangan malam ataupun pergi berkencan. Taeng memilih pilihan yang pertama. Dia sudah lama tidak menikmati udara segar malam hari di dekat sungai akhir-akhir ini. Angin malam membelai rambutnya lembut saat dia berjalan sendirian di sepanjang tepi sungai.

Dia berhenti di satu sisi dan memandang air yang mengalir di hadapannya. Air jernih yang merefleksikan keindahan langit malam. Cahaya bulan dan bintang-bintang di angkasa merupakan suatu keindahan tersendiri bagi Taeng.

Klik. Klik.

Terdengar suara saat tombol shutter beradu dengan jari telunjuknya. Taeng melihat kameranya dan kemudian tersenyum, puas dengan hasil yang didapatkannya. Dia menyandangkan tas kamera di bahunya sebelum menghirup nafas dalam. Udara sejuk memasuki paru-parunya dan memberikan sensasi menyegarkan dalam tubuhnya. Dia membutuhkan penyegaran.

Kemudian Taeng kembali berjalan di tepi sungai, langkah demi langkah perlahan, sambil memandang sekitar dan mendengarkan suara menenangkan dari air yang mengalir. Hingga dia melihat seseorang yang familiar di seberang sungai.

Seorang wanita berambut coklat sedang duduk sendirian di bangku taman, mata terpaku pada buku gambar di tangkan kirinya sembari tangan kanannya menggerakkan pensil dengan begitu lihat. Lampu taman menyinari wanita itu dari belakang.

Tanpa disadari, bibir Taeng membentuk senyuman lebar di wajahnya.

“Kau selalu terlihat cantik, Sica,” katanya tidak pada siapa-siapa.

Dia berjalan menuju bangku terdekat dan duduk di sana, tapi matanya tidak pernah benar-benar lepas dari wanita di seberang sungai.

Sebagian dari dirinya ingin menghampiri wanita itu tapi dia tahu kalau Sica tidak akan senang. Oleh karena itu, Taeng memutuskan untuk memandang dari jauh saja. Dan mungkin mengabadikan momen ini, pikirnya.

Setelah puas memotret Sica, Taeng menaruh kembali kameranya di tas dan mengamati wanita itu dari jauh. His soon-to-be-but-he-is-not-sure-anymore fiancee. Tentu saja, Taeng tidak pernah menyukai ide tentang perjodohan sebelumnya. Tapi, wanita yang dia sukai sejak setahun yang lalu ini secara tidak langsung membuatnya menyetujui tentang perjodohan.

Segala sesuatu tentang Sica merupakan suatu masterpiece baginya. Rambutnya yang coklat bergelombang, matanya yang coklat, hidungnya yang mancung, bibirnya yang tersenyum rupawan, kulitnya yang halus dan lembut, tubuhnya yang langsing dan suaranya yang seperti malaikat. Itu semua terkombinasi di dalam seorang manusia cantik jelita bernama Jessica Jung.

Taeng terkadang heran mengapa dirinya begitu terpikat oleh wanita itu. Taeng menyukai dia tersenyum ataupun dia marah. Taeng tetap saja menyukainya.

Wanita itu begitu tenggelam dalam dunianya, mengerjakan sketsanya tanpa mempedulikan segala sesuatu yang terjadi di dunia luar. Dan melihat dia seperti itu sangat menakjubkan bagi Taeng.

Taeng duduk di sana seorang diri, memandangi wanita yang dia cintai dan tersenyum seperti orang bodoh. Untung saja tidak banyak orang yang lewat di sana, atau dia akan dikira sebagai orang gila.

Sebelum kegilaannya semakin bertambah, handphonenya berdering, membawanya kembali ke kenyataan. Dia menjawabnya setelah melihat identitas penelepon.

“Ada apa, Sunny?”

“Apakah kau sibuk?”

Taeng sedikit memiringkan kepalanya,”yah, sedikit.”

“Aku membutuhkan pertolonganmu, Taeng. Ini darurat.” Suaranya penuh dengan kecemasan.

“Apa itu, Sunny?” Taeng pun mulai cemas.

“Datang saja ke apartemenku dahulu, aku akan memberitahumu setelahnya.”

“Baiklah. Aku akan segera datang. Jangan khawatir, oke?”

“Oke. Sampai jumpa.”

“Sampai jumpa,” katanya sebelum menutup telepon.

Dia menyandangkan tas kameranya dan memandang untuk terakhir kalinya ke seberang sungai sebelum meninggalkan tempat itu.

Segera setelah Taeng pergi, wanita itu disambut oleh kekasihnya dan mereka pun pergi dengan saling bergandengan.

***

Taeng mengetuk pintu.

“Sunny, ini-“

Wanita berambut pirang itu sudah membuka pintu sebelum Taeng bisa menyelesaikan kalimatnya. Wanita itu tersenyum lebar.

“Masuk, Taeng.”

Taeng pun mengikutinya masuk dengan tatapan penuh pertanyaan di wajahnya.

“Ada apa ini, Sunny? Dan kenapa kau tersenyum begitu lebar seperti itu?”

Sunny tertawa. “Aku sejujurnya tidak menyangka kau akan datang secepat ini. Aku hanya membutuhkan bantuanmu dalam memasak,” dia tersenyum polos.

“Yah!” Taeng menjitak kepalanya.

Sunny pun berteriak. “Kenapa kau begitu kasar, Taeng. Sakit sekali.”

Taeng menjulurkan lidahnya dengan tidak peduli. “Itu karena kau membuatku berlari jauh-jauh kesini. Aku pikir sesuatu terjadi padamu.”

“Maaf,” Sunny tersenyum polos lagi. “Tapi aku benar-benar membutuhkan bantuanmu.”

“Kenapa kau membutuhkan bantuanku dalam memasak? Bukankah pacarmu itu seorang koki? Kenapa kau tidak bertanya padanya saja?” tanya Taeng.

“Itulah alasannya. Dia selalu memasak untukku, sekarang sebagai gantinya aku ingin memasakkan sesuatu untuknya. Dia sangat menyukai masakan Korea dan aku tahu kau sangat hebat dalam hal itu.”

“Oh. Kau tiba-tiba saja menjadi sangat manis seperti ini,” goda Taeng.

Sunny tertawa. “Banyak hal sudah berubah, Taeng. Dan tentu saja penampilanmu juga. Aku pikir kau orang yang rapih. Kenapa kau terlihat begitu berantakan?” dia menyentuh rambutnya yang berantakan dan wajahnya yang kusut.

“Dan kau juga tidak bercukur. Kau terlihat sangat berantakan, Taeng.”

“Bukan apa-apa, Sunny. Hanya saja aku begitu sibuk belakangan ini. Dan aku berlari jauh-jauh kesini, ingat?” katanya sambil tertawa.

“Itu alasan yang valid,” dia menjentikkan jarinya.

“Sudah kubilang. Apa kau sudah menyiapkan bahan-bahannya?” Taeng mengubah topik pembicaraan dengan cepat.

“Sudah.”

“Bagaimana kalau kita memulainya sekarang?” saran Taeng.

Sunny tersenyum. “Baiklah,” dia berjalan menuju dapur sambil diikuti oleh Taeng dan memulai sesi masak mereka malam itu.

***

Taeng merebahkan tubuhnya di sofa dan menghembuskan nafas panjang.

“Akhirnya.”

Sunny tertawa dan duduk di sampingnya. Dia menawarkan secangkir teh pada pria itu.

“Minumlah.”

Taeng meregangkan punggungnya dan mengambil cangkir itu.

“Terima kasih.”

“Yup,” Sunny tersenyum. “Terima kasih sudah membantuku. Aku harap Sooyoung akan menyukainya.”

Taeng menyeruput tehnya. “Tentu saja dia akan menyukainya. Jangan khawatir. Tidak ada seorang pun yang tidak menyukai masakanku.”

“Bragging dork,” Sunny menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Aku ingin bertemu dengan Sooyoungmu,” ujar Taeng tiba-tiba.

“Huh?”

“Ya. Aku sangat penasaran dengannya. Kau tidak pernah seperti ini sebelumnya.”

Wajah Sunny memerah.

“Dia berbeda, Taeng.”

“Ya, tentu saja. Aku bisa melihatnya,” Taeng mengangguk.

“Aku akan memperkenalkannya padamu nanti. Dia akan segera datang.”

“Baiklah.”

“Ah, mungkin kamu juga bisa bertanya tentang Sica.” Sunny segera menyesali perkataannya. Dia tidak bermaksud untuk membicarakan Sica, kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya.

“Kenapa dengan Sica? Apa kamu mengenalnya?”

Sunny menggaruk-garuk belakang kepalanya. “Dia adalah temannya Sooyoung. Aku bertemu dengannya sekali.”

“Benarkah? Temannya Sooyoung?”

Sunny mengangguk. “Dia baik hati dan cantik. Aku bisa mengerti kenapa kamu bisa jatuh cinta pada pandangan pertama padanya.”

“Sudah kubilang,” Taeng tertawa. “Segala sesuatu tentan dirinya begitu sempurna bagiku. Aku tahu ini gila. Aku baru bertemu dengannya beberapa kali. Tapi kau tahu, Aku sudah memikirkan tentang dirinya semenjak setahun yang lalu. Momen di taman setahun yang lalu itu begitu berbeda. Aku bisa merasakan kasihnya pada gadis kecil itu. Dan sekarang setelah aku bertemu dengannya, segala sesuatunya terasa begitu tepat. Dia begitu cantik, luar dan dalam.” Taeng mencurahkan isi hatinya pada sahabatnya itu, matanya bersinar di setiap kata yang diucapkannya dan dia tidak berhenti tersenyum setiap kali menyebutkan wanita pujaan hatinya itu.

“Aku tahu kau sudah jatuh cinta padanya, Taeng.”

“Aku juga berpikir seperti itu,” Taeng mengangguk. “Aku tidak bisa berhenti memikirkannya, Sunny. Aku memikirkannya setiap hari. Dan aku begitu ingin melihatnya sekarang ini.”

“Aku tahu. Persis seperti itulah yang kurasakan tentang Sooyoung,” dia tersenyum menyeringai.

Taeng tertawa. “Oh, aku lupa midget yang satu ini juga sedang jatuh cinta.”

“Yah! Lihat siapa yang bicara,” Sunny memukul lengannya, protes akan ejekan yang dilontarkan sahabatnya itu.

Taeng hanya membalas dengan juluran lidahnya. “Aku lebih tinggi dari padamu.”

“Hanya lebih tinggi 2cm.”

“Tetap saja membuat kita berbeda.” Taeng tertawa akan gurauan mereka.

“Taeng,” tiba-tiba saja Sunny serius kembali.

“Apa?” Taeng dapat merasakan perubahan atmosfer. “Kenapa kau tiba-tiba menjadi serius seperti ini?”

“Apa dia menyukaimu kembali?”

“Huh?” pertanyaan Sunny mengembalikannya ke kenyataan. Entah mengapa itulah fakta yang harus dihadapinya setiap hari. Dia bisa mengingatnya dengan jelas. Sica mengatakan bahwa dirinya tidak tertarik pada Taeng. Sica tidak suka padanya.

“Maksudku, dalam sebuah hubungan harus ada perasaan yang sama satu sama lain, bukan?” Sunny memandang ke bawah, merasa bersalah telah menanyakan pertanyaaan seperti itu.

“Aku tahu, Sunny. Kau benar. Apapun yang kau katakan itu tepat. Tapi dia selalu saja dingin kepadaku hingga saat ini. Aku tahu ini baru beberapa minggu sejak kami mengenal satu sama lain, tapi aku berharap dia akan mulai menghangat sedikit padaku. Walaupun hanya sedikit,” Taeng memerosotkan bahunya dan bersandar.

“Taeng,” Sunny bergeser mendekati Taeng dan menepuk bahunya.

“Tdak, tidak apa-apa, Sunny,” Taeng tiba-tiba saja kembali ceria, mengagetkan sahabatnya. “Tidak semua kisah cinta dimulai dengan mudah. Mungkin saja begitu pula dengan kisah cintaku. Tapi aku akan memastika bahwa kisah ini akan berakhir dengan indah,” dia tersenyum dengan yakin.

“Aku akan melakukan apapun untuk memenangkan hatinya, Sunny. Aku tidak akan menyerah.”

Sunny tersenyum balik kepada sahabatnya itu. Dia setuju dengannya. Semua orang harus membentuk kisah cinta mereka masing-masing dan jika Taeng ingin melakukan yang terbaik, siapakah dia untuk menghentikannya.

“Aku berbicara kepada Sooyoung beberapak hari yang lalu, mengenai dia.”

“Sooyoung? Apa dia mengenal baik dirinya?” Taeng menatap Sunny dengan antusias.

“Iya. Mereka sudah berteman cukup lama. Dia memberitahuku beberapa hal tentang Sica. Mungkin ini dapat membantumu.”

“Dan apakah tips kecil itu?”

“Sooyoung bilang kalau dia itu sangat baik tapi tidak terlalu dekat dengan orang-orang yang tidak dikenalnya dengan baik. Mungkin dia hanya butuh beberapa waktu untuk menghangat padamu.”

“Kau benar. Kita memang belum mengenal satu sama lain dengan baik. Terima kasih, Sunkyu.” Taeng memeluk sahabatnya erat, merasa sedikit lebih ringan dan bahagia setelah mendapatkan dukungan dari teman terdekat yang dia miliki.

Sebelum Taeng melepaskan pelukannya, seseorang memasuki ruangan itu sambil membawa tas plastik di kedua tangannya.

“Sunny, aku membawakan beberapa cemilan malam ini.”

Sooyoung berhenti saat dia melihat pemandangan di depannya.

To be continued…

Yuhuuu~ double update reader-reader sekalian ^^ Jangan lupa dikomen ya, terutama mengenai dandyu kita tercinta ini hahaha Thank you and see you soon~

Advertisements

Author: 4riesone

SONE. Follow me on Twitter @4riesone for updates and questions

49 thoughts on “Love between Dreams (Chapter 7)

  1. jiahaha double update good job thor.. y)
    thor…….. pls jgn php in gw yaaaaaa gw dh bner2 nge fly bner ama taesic disini..n skali2 my taesic happy ending gitu napaaa
    ini harus taesic loh thor yaaa yul biar buat gw aja hihi

  2. Apa salah tae coba di gtuin sma sica
    behh cwo cakep gtu sica yaampun wkwkw
    lanjut aja dh thor

  3. Knp Sunny gk kash tau tntang sesuatu yng dia ktahui tentang Sica. Ckck
    Mngkin dg gtu,taeng akn sdikit mngerti knpa sica brsikp gtu dingin .. argh bkin gemes dah … kkee
    Nahh loh kyaknya Soo bklan salah paham nih …
    Gak ada Yulsic yaa .T_T
    Dtunggu next chap. Nyah ….
    SEMANGAAAAAAAAT

  4. ah ky nya autjor pgn lbh mngedepankan taengsic nh hmpir sm chap ad taengsuc di bnding yulsic….udh bs ktbk dh endingnya taengsic
    knp jg sunny g blg klo sica dh pny yul

    ah trserah author dh endinya siapa kn author yg jd sutradarany hehw

  5. Aduh duh jangan sampe sooyoung salah paham deh sama taeng 🙂
    Oh jadi cowok itu taeng toh 😀 😀 😀
    Kirain seorang pysco 😀

  6. Wiihh sering” deh double update kaya gini .hahaha
    Kyaa kenapa abu” gini sini aahh ,gue pengen taengsic bersatu ,sica ah jgn sia-siakn taeng yg begitu mencintaimu ^_^
    OKsiplah cepet update lagj ..

  7. Soo kayaknya bakalan salah faham nich sama taeng karena meluk sunny
    Taeng pantang menyerah banget buat dapetin sica jadi kasian ke taengnya

  8. Yahhh salah paham deh tuh, berantem dah tuh entar soosun. Semoga aja Sunny sempet ngejelasin sebelum sooyoung pergi atau marah, dan taeyeon bantuin Sunny dulu tuh abis itu baru deh cari tau sica lewat sooyoung. Antisipasi badai buat soosun’-‘

  9. Knp sunny nggak ngasih tau taeng aja sih klo sica udah punya yul..

  10. waaaah taeng nihh… dasar cowo mata keranjang.. sobat sendiri mau diembat juga… udahlah taeng emang ga pantes buat sica *siul siul*

  11. Taesun emang dork..Cie yg double update, great job thor:-D, yulsic kmana?

  12. YULSIC YULSIC YULSIC p0k0nya huaaaa

  13. taeng semangat ya untuk dapetin hati nya sica hwaitaeng!!
    lnjt thor

  14. jeng jeng…. dan sooyoung pun muncul. agak kejam ke taeng kalo kayak gini thor, masa entar syoo salah paham terus malah berantem soosun ya cuma gara2 taeng meluk sunny. aigoo~ kasian taengpa. kapan sica jatuh cnta sama dya ya? hemmm atau adakah wanita yg bakal membuat dia bahagia? tiffany?? aaaak tapi berharapnya ini taengsic. kekekeke

  15. Taengsic…..taengsic……taengsic….♡♡

    Waaah dua capt seksligus thor
    Daebak…. gomawoo
    Mga taengsic ya thor..
    kasihan taegoo… pliiiis satukan mereka #mohon-pke-bageeet
    Heheee

  16. soo pasti salah paham nie?

    moga taesun bisa jelasin kepda soo

  17. Hahaha ga kebayang gmna reaksi soo 🙂

  18. shiksin psti salah paham tuh liat sunny pelukan sm taeng;-)
    sunny knp gak bilng kl sica udh pnya yuri
    kl taeng tau sica udh pnya cowok, taeng tetep deketin sica gak ya?

  19. Wahh sooyoung bkl slh paham nh hahahaha

  20. Woaahhhjj,, oow ketauaaannn hahahaaa

  21. Ihh mulai deh taesun bhs tnggi bdan,tdk bisakah tae di tinggikan dikit lok dy jd cwok,
    tuh soo sprtix akn cembukur

  22. Dunia memang sempit gue suka pertanyaan sunny ke taeng ‘apakah dia menyukaimu?’ Wow belum tau lg taeng yg sebenarnya hihihi

  23. Wuih hahha bakal ada badai gak ya…soosun..
    Taeng menyerahlah terima kenyataan sica cuman cinta sama yul seorang
    Hahahhaa

  24. taengsic taengsic taengsic…
    tae terus berusaha supaya dapeting sica..
    jangan menyerah..
    wah wah wah kayaknya bakal jadi keributan nie..

  25. sebgt cintakh taeng pd sica,tp q setuju utk perlahan meluruhkan ice princess.taeng mj trus hwaiting..

  26. O’ow.. sepertinya bakalan ada yang salah paham nih..

  27. sunny belum berani mengatakan yg sebenarnya ke pada taeng, tentang jessi, kalau jessi sdh punya kekasih.
    taeng benar2 di mabuk Cinta, tapi sayang Cinta nya bertepuk sebelah tangan. dan untung taengoo ga ngeliat waktu yul menjemput sica.
    uri taengoo yg Malang. 😔😔

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s