rara0894

All about TaeTiSeo and GG

Love between Dreams (Chapter 6)

45 Comments

Title        : Love between Dreams

Author   : 4riesone

Genre     : Romance, Gender bender

Cast        : 

 Jessica Jung

 Kwon Yuri

 Kim Taeyeon

 Girls’ Generation members and other

LxD cover 2

Sisters

“Unnie!!” Sica langsung disambut oleh adiknya segera setelah dia tiba di rumah. Adiknya pun memeluknya dengan erat.

Sica membalas pelukan adiknya itu.

“Aku merindukanmu, unnie. Kenapa kau pulang malam sekali?” katanya dengan tatapan sedih.

Sica tertawa kecil melihat adiknya. “Maafkan aku, my cute baby. Aku juga merindukanmu,” katanya sambil tersenyum. Sica berjalan menuju kamar tidurnya sambil Krystal mengikutinya di belakang.

Sica meletakkan tasnya dan duduk di tempat tidur. Dia menepuk ruang kosong di sebelahnya dan Krystal menurutinya.

“Apa unnie pergi berkencan dengan Yul oppa?” tanya Krystal.

Sica mengangguk. “Kenapa belum tidur?” Sica bertanya balik.

“Aku diberi waktu libur beberapa hari dan ingin menghabiskannya bersamamu. Tapi ternyata unnie terlalu sibuk berkencan dengan pacarmu,” katanya dengan wajah cemberut.

Sica tersenyum. “Oww, maafkan aku, Soojung-ah. Aku juga ingin menghabiskan waktuku denganmu. Kenapa kamu tidak memberitahuku kalau kau pulang hari ini?”

“Aku berencana untuk mengejutkanmu,” dia meyeringai.

“Gadis nakal,” Sica tertawa. “Bagaimana kalau kita pergi shopping besok?” dia menyarankan.

“Yes, unnie!” balas Krystal dengan antusias.

“Hmm, bagaimana pekerjaanmu, Soojung?”

“Waktu promosi baru saja selesai minggu ini, unnie. Itulah mengapa mereka memberikan libur pada kami. Tapi kami akan mendapatkan lagu baru lagi minggu depan.”

“Secepat itu?”

“Iya, unnie.”

“Jangan memaksakan tubuhmu ya. Jaga kesehatanmu,” Sica memandang adiknya dengan penuh rasa cemas.

“Jangan khawatir, unnie. Aku mencintai pekerjaanku, unnie. Aku bahagia melakukan ini semua. Jadi tidak peduli betapa melelahkannya, aku tidak akan pernah merasa lelah,” Krystal meyakinkan.

“Okay, aku mempercayaimu my little baby,” Sica tersenyum. “Aku akan mandi dulu. Lebih baik kau segera tidur,” Sica berdiri dan menuju lemari bajunya.

“Aku akan menunggumu, unnie. Ada banyak sekali hal yang ingin aku sampaikan padamu,” Krystal bersikeras.

“Baiklah, jangan tertidur kalau begitu.”

“Tidak akan,” Krystal tersenyum dan berbaring di tempat tidur.

Sica pun pergi untuk membilas tubuhnya di bawah shower yang hangat. Tapi ketika dia keluar dari kamar mandi, dia menemukan kalau adiknya sudah tertidur pulas di kasurnya. Dia pun menghampiri Krystal.

“Kau pasti sangat lelah,” Sica menatap wajah adiknya tersebut. Dia mengambil selimut dan menyelimuti adik kecilnya itu. Dia membelai lembut wajahnya.

“Tidur yang nyenyak, Soojung-ah.”

Sica selalu menganggap Krystal sangat berharga dalam  hidupnya. Dia menyayangi adiknya itu melebihi dirinya sendiri. Krystal adalah hal yang paling berharga yang ibunya berikan pada dirinya di dunia ini. Ibunya meninggal ketika Krystal masih sangat kecil dan Sica sudah merawatnya sejak itu. Itulah mengapa mereka sangat dekat walaupun mereka memiliki perbedaan umur sebesar 5 tahun.

Hatinya sedikit terluka ketika Krystal memutuskan untuk meninggalkan rumah untuk mencapai impiannya sebagai seorang penyanyi 6 tahun yang lalu. Tapi Sica akhirnya rela melepaskan adiknya itu pergi, karena dia tidak ingin menjadi penghalang bagi impian adiknya tersebut. Bahkan Sica menjadi pendukung luar biasa bagi adiknya. Dan sekarang dia sangat bangga akan Krystal. Dia sudah debut dalam sebuah girl group bernama f(x) dan reaksi masyarakat terhadap mereka sangat baik. Masyarakat mengantisipasi karya-karya mereka.

“Aku akan selalu menjagamu, adik kecilku. Unnie menyayangimu,” dia mencium pipi adiknya lembut dan tersenyum.

***

Dia berdiri disana, menatap sekelilingnya. Dia sedang berada di ruangan yang gelap dimana hanya ada cahaya merah yang meliputi. Ada beberapa baki berisi air di depannya dan beberapa gambar digantungkan pada seuntai tali.

Dia mengambil sebuah penjepit dan berjalan maju. Dia memilih salah satu gambar, membalikkannya beberapa kali dan menggantungkannya pada tali di hadapannya. Dia memandang gambar tersebut, menatapnya lekat.

Gambar itu adalah seorang wanita, tersenyum dengan elok sambil melambai pada sesuatu atau mungkin seseorang di depannya.

“Apa yang harus kulakukan untuk memenangkan hatimu? Atau setidaknya agar kau percaya dengan perasaanku padamu?” dia berbicara tidak pada siapa-siapa tapi pada gambar di hadapannya.

“Apa yang harus kulakukan?”

***

Krystal dan Sica sudah pergi jalan-jalan bersama sejak pagi hari. Mereka menghabiskan waktu bersama seperti layaknya saudara perempuan pada umumnya. Mereka tidak memiliki banyak waktu bersama belakangan ini. Sudah lama sejak mereka bisa pergi bersama-sama seperti ini. Krystal sibuk dengan promosi mini album pertama grupnya yang mendapatkan respon baik di pasar musik dan Sica pun sibuk dengan peluncuran produk fashion terbaru perusahaannya.

Mereka sampai di rumah ketika langit sudah senja, tangan dipenuhi dengan tas belanjaan. Mereka sedang tertawa bersama saat Krystal melihat ayahnya.

“Dad!” dia berlari dan memeluknya.

Tn. Jung terkekeh dan mengelus kepalanya. “Ow, my little daughter. Dad sangat merindukanmu.” Pria itu tersenyum.

“Aku juga merindukanmu, Dad. Bagaimana kabarmu? Dad tidak ada di rumah kemarin malam.”

“Maafkan aku, baby. Oleh karena itu sekarang Dad ingin makan malam di luar bersamamu.”

“Benarkah?” mata gadis berambut panjang itu bersinar. “Sempurna. Tidak ada yang kami kerjakan pula.” Krystal memutar badannya. “Unnie juga ikut kan?” dia bertanya pada Sica.

Sica tidak langsung mnjawab. Dia tidak ingin bersama ayahnya tapi itu akan mengecewakan adiknya jika dia menolak untuk pergi.

“Ya, lebih baik kau juga ikut, Sica,” Tn. Jung tersenyum padanya. Sebuah pemandangan yang sangat langka bagi Sica.

Sica tersenyum canggung. “Tentu saja, Soojung-ah. Aku akan pergi.”

***

“Aku akan merindukanmu, unnie,” Krystal memeluk Sica. Sudah waktunya Krystal kembali ke dormnya. Manajernya sudah datang untuk menjemputnya.

Sica menepuk punggungnya pelan. “Aku juga, Soojung-ah. Jaga dirimu ya,” dia melepaskan pelukannya.

“Jangan khawatir unnie. Member yang lain selalu menjagaku,” dia meyakinkan. “Janji padaku kalau kau akan mengunjungiku kapan-kapan.”

Sica mengangguk.

“Tolong jaga dirinya, oppa,” kata Sica pada manajer oppa.

“Iya, Sica. Maaf, kami harus pergi sekarang.”

“Bye unnie,” Krystal memeluknya sekali lagi dan masuk ke dalam mobil.

Sica melambai dan melihat mobil Krystal pegi menjauh.

Setelah Krystal sudah pergi, Sica masuk kembali ke dalam rumah dan menuju ruangannya untuk menghempaskan dirinya berbaring di kasur. Dia menutup matanya dan mencoba membersihkan pikirannya. Tapi ingatan dari makan malam  yang baru saja terjadi itu tidak dapat pergi dari pikirannya.

Dia tahu kalau ayahnya tidak peduli akan dirinya lagi. Itu tidak masalah baginya untuk diabaikan olehnya atau jika dia bersikap dingin padanya. Dia bisa menerimanya. Tapi melihat betapa hangat dan perhatian dirinya pada Krystal saat makan malam beberapa waktu yang lalu itu sangat sulit baginya. Dia tidak bisa mengingkari bahwa ada bagian dari hatinya yang cemburu, menginginkan perhatiannya juga. Seperti bertahun-tahun yang lalu.

+++

“Dad!!”

Seorang gadis kecil berteriak dari jauh ketika dia melihat ayahnya dan langsung berlari ke arah ayahnya tersebut dari taman bermain.

Ayahnya menyambut anak perempuannya dengan pelukan yang lebar.

“Hey, my princess. Dad merindukanmu,” dia memeluknya erat.

Gadis kecil itu terkekeh bahagia.

“Aku juga merindukanmu, Dad,” katanya sambil tetap terkekeh.

“Jadi apa yang putriku lakukan hari ini?”

“Aku melakukan banyak hal menyenangkan hari ini, Dad. Tadi ada beberapa orang dengan pakaian putih yang menunjukan pada kami bagaimana cara menyikat gigi. Lalu mereka juga bermain bersama kami.”

“Apa kau senang?”

Gadis kecil itu mengangguk. “Sangat senang, Dad.” Dia menunjukkan gigi susunya. “Lihat gigiku, Dad.”

Ayahnya melihatnya. “Coba Dad lihat. Aaaa, Dad melihat sesuatu disini.” Dia menggoda gadis kecil itu.

“Benarkah, Dad? Aku tidak melakukannya dengan benar kalau begitu. Ayo pulang, Dad. Aku harus melakukannya lagi dengan benar,” dia menarik lengan ayahnya tapi ayahnya itu hanya tertawa melihat tingkah anak perempuannya.

Dia memandang pria yang sedang tertawa di hadapannya dengan bingung.

“Dad hanya bercanda, Sica.”

“Yah, Dad!” gadis kecil itu langsung cemberut.

“Sorry, honey. Tapi kamu begitu manis. My little princess,” dia mencubit pipinya dan mencium batang hidungnya.

“Tidak adil,” dia masih saja cemberut.

“Aww, daddy’s girl is mad. Bagaimana kalau kita mencari coklat untuk meluluhkan hatinya?”

Gadis itu langsung menyerah pada tawarannya. “Coklat, Dad? Baiklah!”

Pria itu tertawa lagi. “Okay, okay. Kita ambil tasmu dan pergi berburu coklat untukmu,” dia berdiri dan berjalan bergandengan dengan gadis kecilnya.

+++

Setelah mendapatan coklat yang ayahnya janjikan, Sica tertidur dalam perjalanan menuju rumah. Ayahnya tersenyum melihat anak perempuannya tertidur seperti malaikat kecil di kursi belakang. Oleh karena itu, setibanya di rumah, dia tidak membangunkan anaknya tapi malahan menggendongnya.

Tanpa disangka, Sica terbangun ketika mereka sedang berjalan masuk ke dalam rumah. Dia mengusap-usap matanya dan merenggangkan badannya. Lagi-lagi, ayahnya terkekeh melihatnya. “Oh Dad? Apa kita sudah sampai di rumah?”

“Iya, sayang. Do you have a good sleep?”

Gadis kecil itu mengangguk. “And good chocolate too,” dia menyeringai.

“Aigoo, my little choco maniac,” dia mencubit hidungnya yang membuat gadis itu terkekeh.

“Mom dimana, Dad?” Sica bertanya saat mereka sudah sampai di dalam rumah.

“Hmm, dimana ya? Bagaimana kalau kau memberitahunya jika kita sudah di rumah?”

Dia mengangguk. “Mom, kami sudah di rumah.”

“Mom, kami sudah di rumah.” Ayahnya meniru sahutannya.

“Dad dan Sica sudah di rumah, Mom,” dia berteriak sekali lagi.

“Dad dan Sica sudah di rumah, Mom,” ayahnya meniru suaranya lagi.

Sica menatap ayahnya dan terkekeh. “Jangan mengulanginya.”

“Jangan mengulanginya,” ayahnya tidak berhenti menggodanya.

Sica tertawa akan godaan ayahnya tersebut. Dia menyukainya setiap kali ayahnya membuatnya tertawa. Ayahnya seperti tidak pernah kehabisan akal untuk membuatnya tertawa. Dan terutama setelah ibunya melahirkan adik kecilnya, dia menghabiskan lebih banyak waktu  bersama ayahnya dibandingkan dengan ibunya.

“Gadis kecilku dan ayahnya sudah di rumah ternyata,” ibunya muncul dari dapur.

Sica meloncat dari gendongan ayahnya dan berlari menuju ibunya. “Mom!” Wanita itu memeluknya segera. “Hey, hey easy girl. Hati-hati.”

Sica tersenyum bahagia.

“Kemana saja kau pergi bersama Dad hari ini?”

“Kami makan coklat, Mom,” Sica berseru bahagia.

“Coklat, lagi?” dia menatap suaminya dengan penuh tanya.

Pria itu menggaruk belakang kepalanya tanpa sadar. “She is just too cute to resist. Bukankah begitu?”

Wanita itu menatap anak perempuannya, memperhatikannya dari ujung kepala ke ujung kaki. “Hmm, let me see, is this choco maniac cute or not?”

“Yah, Mom. I am your cute little daughter, right?” dia mengeluarkan jurus utamanya untuk memenangkan hati orang lain. Dia mencebilkan bibirnya.

“Dad, dia cemberut lagi, apa yang harus Mom lakukan?” goda ibunya.

“Hmm, apa yang harus kita lakukan?” pria itu melangkah mendekati keluarganya.

Dia tersenyum nakal pada istrinya. Istrinya pun membalas dengan senyuman nakal pula. Dan tidak lama kemudian mereka sudah meluncurkan serangan gelitikan pada anak perempuan mereka. Sica tidak bisa berhenti tertawa. Tentu saja itu sangat menggelikan tapi entah mengapa dia menikmatinya. Dan mereka bahagia. Tawa bahagia mereka mampu membuktikannya. Orang tuanya memang sering melakukan hal itu, menggoda anak mereka dan seterusnya hingga akhirnya berhenti ketika mereka sudah kehabisan nafas karena tertawa terlalu banyak.

+++

“Mom! Mom!”

“Tidak apa-apa, Sica.”

“Tidak, Mom. Tidak!!”

“Sica, Dad ada disini. Semua baik-baik saja.” Dia bisa mendengar suara yang sangat lembut di telinganya. Belaian lembu di wajahnya membangunkannya dari mimpi buruk yang baru saja dialaminya.

“Dad?” dia memanggil pria di hadapannya dengan sangat pelan.

“Tidak apa-apa, Sica. Dad ada disini.”

“Aku merindukan Mom, Dad.” Suara Sica begitu lemah. Tidak lama sejak ibunya meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Seorang pengemudi sembrono yang sedang mabuklah yang menyebabkan semuanya. Tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan ibnya karena dia sudah meninggal di tempat kejadian. Sica yang hanya berusia 10 tahun tidak bisa menahan rasa sedih dan kerinduannya dan seringkali mengalami mimpi buruk dalam tidurnya.

“Dia juga merindukanmu, sayang.”

“Tapi mengapa Mom meninggalkanku, Dad?”

Ayahnya memandangnya dengan penuh kasih sayang. Dia membelai rambut gadis itu pelan. “Karena ibumu harus menjadi seorang malaikat, sayang. Tuhan ingin dirinya selalu menjagamu dan adikmu”

“Benarkah, Dad? Mom adalah seorang malaikat sekarang?”

Dia mengangguk. “Iya, Sica. Dad yakin sekarang dia sedang memperhatikanmu,” katanya dengan senyuman.

“Oh ya?” Sica memandang ke sekeliling ruangan untuk mencari ibunya.

“Kau belum bisa melihatnya, Sica. Kau harus jadi kuat dan berani dulu untuk bisa melihatnya.”

“Lalu aku akan bisa melihatnya?” tanya gadis itu penuh dengan rasa ingin tahu.

“Tentu saja, sayang.”

“Okay, Dad. Aku akan jadi kuat dan berani kalau begitu.”

“Gadis pintar.” Pria itu menepuk kepalanya pelan.

Sica tersenyum pada ayahnya.

“Sekarang tidurlah lagi.”

“Iya, Dad.”

Ayahnya membelai rambutnya sekali lagi dan menciumnya di dahi. “Selamat malam, sayang. Dad mencintaimu.”

“Aku juga mencintaimu, Dad.”

Tapi itu semua hanyalah masa kanak-kanaknya. Waktu-waktu di masa lalunya yang tidak bisa terulang kembali. Dan orang pun berubah. Begitu pula perilaku dan perasaannya.

Semua berubah sejak hari itu, ketika Sica memutuskan jalannya sendiri untuk mengejar cita-citanya. Dia mengorbankan segalanya untuk meraih mimpinya termasuk hubungannya dengan ayahnya. Mimpinya adalah sesuatu yang terdengar tidak masuk akal di telinga ayahnya. Tapi dia melakukan apa saja, benar-benar apa saja untuk meyakinkannya.

Pada waktu itu, Sica tidak menyadari bahwa keputusan besarnya untuk mengejar mimpinya hanya akan membawa kekacauan dalam hidupnya. Dan bahwa dia akan sangat menyesali hari itu untuk waktu yang sangat lama dan bagaimana itu akan sangat mempengaruhi hidupnya.

+++

“Tapi apa lagi yang bisa kulakukan? Aku juga tidak mempunyai banyak pilihan,” Sica berkata pada keheningan yang meliputinya.

To be continued…

Holla holla!! No yulsic no taengsic kali ini haha jangan salahin author ye,, lgi butuh break dr drama yulsic dan taengsic, lagian author cinta jungsis stengah mati, jd ga tahan buat ga masukin mereka 😛 Ya udh lah sebelum makin ngelantur kemana2, kabur dulu ya! jangan lupa tinggalin komen2 kalian jg ^^ annyeong~

Advertisements

Author: 4riesone

SONE. Follow me on Twitter @4riesone for updates and questions

45 thoughts on “Love between Dreams (Chapter 6)

  1. Lanjutt
    Klo liat chap ini kesian juga liat jessi
    Hahaha au ahh

  2. Annyeong!!!!
    Wahh ,maap ak koment dsni,,, abisnya ngebut sih ktinggal bbrapa chap ….kkee
    Yahh,ksni mkin galau aku ,liat btapa mkin smpit ksemptan YulSic buat brsama….><
    Tpi dchap ini JungSis sweet bngt,jdi kngen mreka . Kkee ok see Next !!

    • annyeong!!
      ga apa, komen dimanapun tetap membuat author senang kok ^^
      hihi ff ini emg ceritanya pgn bkin galau sih :p
      kyaaa emang jungsis sweet banget, cinta mati sm mereka hahaha

  3. ini crtnya msh blm da lika likuny y thor msh blm tw jg sm kbr prjodohn itu

  4. Gw sedih liat jessi di abaikan sama daddynya…

  5. Kenapa tiba2 siCca di benci yah sama bapaknya ??? Emng impian sicca apa sich ????? Trus kira2 siapa toh cowok yg di ruang itu2 udh kaya pysco aje ini cowok ska yg gelap2(?) 😀 😀

  6. Ok lanjutlah 😀

  7. Kasian sica hubungan ma daddynya jadi dingin duch semoga hubungan mereka cepet baikan lagi dech

  8. Keputusan apa yg diambil sica sampe bisa ngerubah semuanya gini?? Apa gegara keputusan itu juga daddy Jung jadi berubah ke sica??

    Cowo yg ngomong ke lukisan itu pasti taeyeon, iya bukan??.-. Gue sangat sotoy wkwkwk

  9. aigoo sica kecil lucu sekaliiii… boleh di fotokopi terus dijadiin dede buat aku gaaaaa~ *puppy eyes*;)

  10. Jungsis seneng bgt kalo udh shopping..sica pke topengnya hebat.

  11. Yulsic yulsic huaaaa kasian sama jessica

  12. jadi gara2 sica punya impian yg gak disukai ayahnya, terus mr jung malah gak respect ataupun pedululi sama sica.. aigoo~ sabar ya unn. kasian liat sica, berarti ibaratnya dia emg cm pnya yul sama mrs. kwon dan krystal sih tp krystalnya jrg bareng sica. huhuhuhu T^T

  13. Penasaran bkl jd taengsic pa yulsic
    dua”y suka….
    Di tunggu part” selanjutnya ja deh thor
    Semangaaaat…

  14. ternyata kasian ya sica
    di blik ke dinginan nya tersimpan sesuatu

  15. suka bngt sm jungsis, suka iri liat kedekatan mereka
    kasian sica di cuekin sm daddy nya:-(

  16. Hmm ff dsni aq g bz bnyk bkomentar
    next chap y thor

  17. Hmmmm,, tapi ga bisa gtu jga dad nya sica memebedakan prlakuan nya trhadap anak anaknya,,

  18. Flesbek yah,msh bingung blom jls smuax,bca slanjutx ja deh

  19. Taengsic gue dukung kckckc oh jungsis berhenti sejenak utk drama mereka bikin melo

  20. Sica sica kasian kau nak.. salah apa sampai kamu di benci sama daddymu..
    Sabar ya sayang.. selalu ada yul disampingmu.. klok boleh nyaranin… kawin lari aja sama yul..
    Klok capek biar aku yang mijitin hahahahaha

  21. masa kecil sica bahagia banget sama daddynya..
    tapi kenapa sekarang berubah???
    taeng yang sabar terus berusaha siapa tau sica bisa berpaling..

  22. mkn seru thor.prihatin ttg hub sica dan ayahny smg cpt kmbli sprti dulu.

  23. masa lalu sica indah banget ternyata, daddy nya juga baik sama sica, terus kenapa sekarang mereka ga akur lagi? jungsis emang kompak drh kalo nasalah shopping.

  24. tae sllu brusaha tapi ujung-ujungx kasian juga..sica gk nerima..cinta sica hnya sama yuri..
    indah bnget mimenx sica d masa lalu..

  25. apa yg di pertaruhkan jessi untuk mencapai impian nya, sampai dia menyesalinya.
    jungsis emang selalu cute.

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s