rara0894

All about TaeTiSeo and GG

Love between Dreams (Chapter 5)

81 Comments

Title        : Love between Dreams

Author   : 4riesone

Genre     : Romance, Gender bender

Cast        : 

 Jessica Jung

 Kwon Yuri

 Kim Taeyeon

 Girls’ Generation members and other

LxD cover 2

Uncertain

“Oke, terima kasih,” kata Taeng kepada seorang pelayan restoran, mengakhiri pesanannya.

“Aku selalu suka makanan disini. Pasta carbonara mereka enak sekali.” Taeng menatap gadis yang duduk di depannya. Senyuman tidak pernah lepas dari wajah Taeng sejak gadis itu setuju untuk pergi makan malam bersama dengannya.

Sica tidak memberikan respons balik apapun. Dia tidak tertarik dan sama sekali tidak peduli. Dia hanya memandang jendela dengan bosan. Setidaknya, restoran ini masih menyajikan pemandangan yang indah, pikirnya.

“Aku sering makan disini sebelum aku pergi ke luar negeri. Semoga saja rasa makanan mereka tidak berubah.”

Tidak banyak respons yang diberikan oleh teman makan malam Taeng kali ini. Taeng sadar bahwa Sica tidak ingin melanjutkan pembicaraan dan akhirnya Taeng pun mengatupkan mulutnya agar tidak berbicara lebih lanjut. Menit-menit selanjutnya hanya diisi oleh keheningan di antara mereka berdua hingga akhirnya pelayan membawakan pesanan mereka.

“Bagaimana pekerjaanmu? Apa kau sudah menyelesaikan sketsamu?” Taeng memulai pembicaraan kembali.

Sica tetap mengaibakannya kembali.

Tapi itu tidak memupuskan tekad Taeng untuk berkomunikasi dengan gadis di hadapannya. “Bagaimana dengan makan siangmu? Apa kau menyukainya, Sica?”

Sica berhenti makan dan menatap pria di hadapannya. “Kenapa kau memanggilku seperti itu?” Suaranya benar-benar dingin.

“Bukankah kau suka dipanggil seperti itu?”

“Bagaimana kau bisa tahu?” Sica tidak berhenti menatapnya. “Dan bagaimana kau bisa mendapatkan nomorku?”

Taeng tersenyum. “Maaf jika aku mendapatkannya tanpa seijinmu, tapi aku harus mencarinya sendiri. Kau tidak pernah memberikannya setiap kali aku bertanya,” ucap Taeng sejujurnya.

“Aku seharusnya sudah tahu hal ini akan terjadi,” Sica membalas dengan acuh tak acuh.

“Ini satu-satunya cara agar aku bisa mengenalmu dengan lebih baik saat ini.”

Sica memandang tajam padanya. “Apa yang kau inginkan?”

“Huh? Apa maksudmu?” Taeng tidak mengerti dengan pertanyaan Sica yang diajukan pada dirinya.

“Apa yang kau mau? Apa itu perusahaan ayahku?”

“Apa? Tentu saja tidak. Kenapa kau berpikiran seperti itu?” Taeng merasa sedikit tersinggung dengan kata-kata Sica. Bagaimana bisa dia berpikiran seperti itu tentang dirinya.

“Bukankah selalu seperti itu? Kau tidak akan berusaha begitu keras jika kau tidak memiliki motif,” Sica berbicara dengan datar, tapi di telinga Taeng kata-kata tersebut sangat tidak nyaman untuk didengar.

“Tidak. Tidak selalu seperti itu, Sica. Dan tentu saja tidak untuk diriku.” Taeng membalas dengan tegas.

Sica mendengus. “Jangan membodohiku.”

“Oke, kau benar. Aku memang memiliki motif. Kenapa tidak? Aku harus memiliki alasan untuk bisa tergila-gila padamu. Itu karena aku menyukaimu, Sica.”

Sica menyeringai mencemooh. “Tentu saja kau menyukaiku. Pada dasarnya aku adalah putri dari ayahku.”

“Aku benar-benar menyukaimu, Sica.”

“Terserah.”

“Kenapa kau tidak bisa mempercayaiku?”

“Kenapa? Kau bertanya kenapa?” suaranya berubah dingin kembali. “Karena aku sama sekali tidak peduli dengan apapun yang ayahku atur untukku. Semuanya hanyalah kebohongan belaka.”

“Aku tidak berbohong, Sica. Berikan aku kesempatan untuk membuktikannya.”

Sica mengambil nafas yang dalam sebelum berbicara kembali. “Aku tidak tahu apakah aku bisa mempercayaimu atau tidak. Tapi dengar ini, Kim Taeng. Biarlah kau mengetahuinya dengan jelas. Jika kau menginginkan perusahaan ayahku, aku sama sekali tidak peduli. Aku akan bersandiwara denganmu di depan keluargamu.”

“Berapa kali harus kukatakan padamu kalau bu—“

Sica memotong kata-katanya, “tapi kau sebaiknya tidak memiliki perasaan apapun terhadapku. Aku mohon, tinggalkan aku sendiri. Karena aku sama sekali tidak tertarik padamu.”

Taeng sedikit terkejut atas penolakan langsung Sica terhadap dirinya.

Sica mengambil tasnya dan bersiap-siap untuk meninggalkan meja makan. “Aku akan pergi sekarang dan terima kasih untuk makan malamnya,” katanya sebelum pergi dan menghilang dari pandangan Taeng.

Taeng tidak bergerak sama sekali. Dia sekarang bisa mengerti mengapa Sica selalu begitu dingin padanya dari apa yang baru saja disampaikan olehnya. Tapi ada satu hal yang tidak dapat dia mengerti. Mengapa Sica setuju untuk bersandiwara juga dia tidak suka padanya.

“Mengapa ini semua begitu memusingkan?” katanya frustasi.

Taeng kemudian meminum minumannya dalam sekali teguk dan langsung pulang ke rumahnya.

***

“Satu pizza sedang, dua beef spaghetti dan 2 lychee spring. Apa ada yang lain?” Yul bertanya. Dia sedang bekerja di salah satu restoran pizza di kota Seoul. Dia menghabiskan sebagian besar siang harinya disini, melayani para pengunjung di meja mereka atau kadangkala mengantar pesanan ke luar.

Pekerjaan lain sudah menunggunya di akhir pekan. Dia bersama teman-temannya memiliki jadwal tampil di salah satu café. Yul sebagai vokalisnya, atau terkadang dia juga akan bermain gitar. Dan ada kalanya Yul akan menyanyikan lagu yang dia ciptakan sendiri. Mereka sudah melakukan pekerjaan ini bertahun-tahun dan Yul sangat menyukainya. Walaupun penghasilannya memang tidak begitu besar tapi bermusik adalah passionnya.

Beberapa bulan yang lalu, sebelum ibunya diopname, Yul akan mengambil pekerjaan lain setelah jam kerjanya di restoran pizza. Dia tidak kuliah sehingga tidak ada banyak pilihan pekerjaan baginya. Tapi dia selalu bekerja keras apapun pekerjaan yang dilakukannya karena keluarganya membutuhkan uang. Setelah ayahnya meninggal dalam kecelakaan mobil ketika Yul masih kecil, ayahnya meninggalkan hutang-hutang yang harus dibayar. Dan pengobatan ibunya pun tidak membutuhkan biaya yang sedikit. Untung saja, itu semua sudah dibayarkan, terima kasih padanya. Jadi sekarang pun Yul memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan tambahannya tersebut agar dia memiliki waktu lebih untuk merawat ibunya.

Yul sudah menyelesaikan pekerjaannya dan bersiap untuk pulang ke rumah ketika handphonenya bergetar.

Hi handsome ^^ Apa kau sudah selesai bekerja? Aku sedang di rumahmu sekarang. Aku merindukan dirimu dan juga umma. Kapan kau akan kembali?

Yul tersenyum membaca pesan di handphonenya itu.

Aku merindukanmu juga, sayang *hug* Aku baru saja selesai. Aku akan segera pulang. Sampai jumpa 😀

Dia mengucapkan selamat tinggal pada rekan-rekan kerjanya dan Tn. Park, mengambil tasnya dan pergi ke halte bus. Dia lelah, tentu saja, setelah bekerja seharian, tapi mengetahui bahwa dia akan segera bertemu dengan kekasihnya sudah cukup untuk mengembalikan moodnya.

“Aku pulang,” Yul berteriak gembira begitu dia sampai di rumah. Sica sedang tertawa senang dengan Ny. Kwon ketika mereka melihat Yul.

“Apa yang kau tertawakan?” tanya Yul sambil dia duduk disebelah gadis itu.

“Ah bukan apa-apa,” Sica terkekeh, mencoba untuk menyembunyikan tawanya.

“Benarkah? Aku merasakan ada kejanggalan disini,” goda Yul.

Sica mengangguk tapi dia tidak mampu menahan tawanya lebih lama. Sica tertawa, melihat ke arah Yul sebentar, lalu tertawa lagi.

“Apa ini, umma? Apa yang umma katakan padanya?”

“Aku memberitahunya rahasia kecilmu ketika kau masih anak-anak,” ibunya memberi kedipan pada putranya tersebut.

“Umma!” protes Yul.

“Kamu manis sekali, Yul. Lagipula dia menyukainya,” Ny. Kwon terkekeh.

“Jangan rusak harga diriku, umma,” Yul cemberut.

Ny. Kwon tersenyum dan mengacak-acak rambut putranya itu.

“Aku ingin istirahat sekarang. Makan malam sudah kusiapkan, Yul.”

Yul menghadap ibunya. “Baiklah, umma. Tidur yang nyenyak. Selamat malam,” dia mengecup ibunya di pipi.

“Selamat malam, Yul. Selamat malam, Sica.”

“Iya, umma. Selamat malam juga,” Sica tersenyum padanya.

Setelah Ny. Kwon meninggalkan mereka berdua, Yul mulai menggeitiki Sica.

“Apa yang umma katakan padamu, Sica?”

“Yah, Yul,” Sica tertawa. “Hentikan,” dia berusaha untuk melepaskan diri dari serangan Yul.

“Apa itu, Sica?” Yul tidak berhenti menggelitikinya tetapi tersenyum senang melihat kekasihnya tertawa sambil menahan rasa geli.

“Oke oke, hentikan, Yul,” Sica sudah kehabisan nafas akibat tertawa terlalu lama.

Yul akhirnya melepaskannya. “Jadi apa itu?”

“Umma menunjukkan foto masa kecilmu. Kau sedang dikuncir dua.”

Yul menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

“Kau manis sekali, Yul.” Sica mencubit pipinya gemas.

“Tentu saja aku manis, Sica, tapi…” Yul menunjukkan wajah cemberutnya.

“Ayolah, Yul. Jangan cemberut lagi.” Sica menarik kedua ujung bibir Yul dan membentuk senyuman di wajahnya. “ayo makan, umma sudah menyiapkannya untukmu.”

Yul tersenyum lebar. “Yes, maam. Apapun untukmu.” Dia mengecup kening Sica cepat kemudian berdiri dan menuju dapur untuk menyantap makan malamnya.

Sica memandang punggungnya dan tersenyum. Dia diam-diam berterima kasih pada Yul atas kehadirannya. Berhadapan dengan ayahnya dan Taeng benar-benar membuatnya lelah. Yul adalah satu-satunya alasan baginya untuk kembali tersenyum.

Terima kasih, Yul.

***

Sica merindukan jalan-jalan malam bersama Yul seperti yang biasa mereka lakukan sebelum Sica mendapatkan promosi yang membuatnya menjadi lebih sibuk daripada sebelumnya. Sica seringkali menonton penampilan Yul di café dan mengajaknya berjalan-jalan di dekat sungai setelah jam kerjanya. Mereka bisa menghabiskan berjam-jam di tempat itu, menikmati kehadiran satu sama lain, mengobrol atau sekedar mendengarkan suara air.

Sica menghirup udara malam yang segar. Tangannya aman berada dalam genggaman Yul. “Aku merindukan ini, Yul.”

“Aku juga.” Yul mengeratkan genggamannya. “I love it,” dia tersenyum.

Kehangatan dari tangan Yul menjalar ke tubuh Sica, memberikan kenyamanan baginya.

“Maaf, aku terlalu sibuk belakangan ini.”

“Tidak apa-apa, Sica. Aku sudah sangat senang karena kau selalu mengusahakan waktu untukku dan umma.” Mereka masih berjalan berdampingan, tangan saling tergenggam erat.

“Aku akan selalu menyediakan waktu untukmu, Yul.” Sica tersenyum. Mereka menemukan sebuah bangku dan memutuskan untuk berhenti sejenak.

“Aku bertemu Sooyoung beberapa hari yang lalu.”

“Oh. Bagaimana dirinya? Aku kehilangan kontak dengannya beberapa bulan yang lalu.” Yul bertanya sambil matanya menatap air yang tenang di hadapannya.

“Dia baru saja kembali dari Perancis?”

“Untuk kuliner?”

“Hmm,” Sica mengangguk. “Dan dia membawa pulang pacarnya,” dia tertawa kecil.

“Gadis Perancis?” suara Yul menandakan ketertarikannya.

“Bukan bukan. Dia orang Korea. Menarik, bukan?”

“Dia benar-benar beruntung,” Yul tertawa. “Aku penasaran siapa gadis itu.”

“Aku sudah bertemu dengannya.”

“Benarkah?”

“Ya. Aku sedikit terkejut ketika tahu bahwa dia adalah seorang wanita karir. Dan sejujurnya tingginya di bawah rata-rata.”

“Sepertinya seleranya sudah berubah,” Yul mencoba untuk membayangkan temannya itu bersama dengan pacarnya. “Dia selalu memilih wanita yang seksi dan tinggi sebelumnya.”

“Tapi dia juga seksi menurutku,” balas Sica.

“Tidak seseksi dirimu tentu saja,” Yul mulai menggoda pacarnya.

Sica memukul lengan pria di sebelahnya dan menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah.

“Ow, my baby is shy.”

Yul terkekeh.

Sica mencoba untuk tenang kembali. “Kau jahat, Yul,” Sica mencebil.

“Your meenie boyfriend,” Yul mencubit ujung hidung Sica dan menjulurkan lidahnya.

Sica diam-diam menyukainya setiap kali Yul mengucapkan kata-kata tersebut.

“Apa lagi yang dia katakan padamu?” Yul bertanya kembali ke topik utama.

“Dia menanyakan dirimu. Dia juga ingin memperkenalkan pacarnya padamu.”

“Oh. Apa dia masih mengelola restorannya sekarang?”

“Sepertinya begitu,” dia mengangguk. “Mungkin kita bisa mengunjunginya kapan-kapan.”

“Ide bagus,” wajah Yul merona. “Ini membuatku ingat tentang anniversary kita yang pertama. Bagaimana aku berusaha begitu keras untuk memasak makanan favoritmu darinya.” Yul tersenyum.

“Aku sangat menyukai masakanmu.”

“Sudah seharusnya. Aku mempelajarinya selama seminggu untuk membuatnya dengan sempurna. Aku bisa menangis kalau kau tidak menyukainya.”

Sica tertawa. “Selalu saja berlebihan, Yul.” Dia memukulnya lagi dengan pelan.

“Ouch, kenapa kau selalu kasar padaku?” Yul berpura-pura menunjukkan wajah sakitnya.

“Because you’re my boyfriend,” Sica menjulurkan lidahnya pada Yul.

Yul pun mengacak-acak rambut Sica gemas sebelum merapikannya kembali. “Ngomong-ngomong, anniversary kita sebentar lagi. Apa kau percaya itu, Sica?” Yul berbalik dan menghadap Sica. “Kita sudah bersama hampir selama 3 tahun.” Senyumannya tampak sangat tulus dan bahagia yang tampak sangat ironis untuk Sica.

“Aku ingin kita terus bersama selamanya, Sica,” Yul mengambil tangan Sica dan menggenggamnya. “Aku bisa membayangkan menjadi tua bersama denganmu.”

Tangisan pelan-pelan membasahi pelupuk mata Sica.

Yul menyadari mata Sica yang sudah berkaca-kaca. “Hey Sica, kenapa kau menangis?”

Sica menggelengkan kepalanya. “Aku bahagia, Yul.”

Yul menatap kekasihnya itu lalu memeluknya dengan erat. “Ssshh, jangan menangis Sica. Aku disini untukmu.”

“Aku ingin bersamamu juga, Yul,” kata Sica dengan lemah tapi cukup keras untuk didengar oleh Yul.

“Aku tahu, aku tahu,” Yul mengelus punggung Sica dengan lembut. “Kita akan selalu bersama.”

Sica mengangguk dalam pelukannya, mencoba untuk mempercayainya. Dia sangat berharap seperti itu.

Yul melonggarkan pelukannya dan menatap Sica dalam.

“Bisakah aku menemui ayahmu, Sica?”

Sica mengangkat alisnya. “Mengapa kau ingin bertemu dengannya?”

“Tidak bolehkah aku  menemui ayah dari kekasihku?”

“Kau tahu dia tidak menyukaimu, Yul,” suara Sica penuh dengan kecemasan.

Yul mengangguk. “Ya, aku tahu. Tapi aku harus mencoba jika aku ingin bersamamu.” Yul mencoba untuk meyakinkan Sica.

Sica menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak, Yul. Jangan dirinya.”

“Kenapa?”

“Hanya saja….,” Sica mencoba untuk menemukan kata-kata yang tepat. “Jangan sekarang, Yul. Moodnya sedang tidak baik belakangan ini. Tidak akan ada manfaatnya jika kau menemuinya saat ini.” Sica beralasan. Sesungguhnya, Sica tidak ingin Yul tahu tentang perjodohan antara dirinya dan Taeng. Ayahnya akan segera memberitahunya jika mereka bertemu. Dan Sica tidak ingin hal itu terjadi. Dia tidak ingin melukai Yul.

Yul meletakkan tangannya di pipi Sica dengan lembut. “Aku sangat menginginkan restu dari ayahmu, Sica. Walaupun dia membenci diriku sekarang tapi apa salahnya jika aku mencoba? Mungkin suatu hari dia tidak akan membenciku lagi.”

“Aku mengerti. Tapi… tapi ini sangat rumit, Yul.” Sica menghela nafas.

“Apa kau tidak menginginkan restunya juga?”

“Aku ingin, Yul. Aku juga menginginkannya. Tapi,” dia menggeleng. “Tunggu waktu yang tepat.” Dia meletakkan tangannya di atas tangan Yul dan menggenggamnya perlahan. “Please.”

Yul mempertimbangkannya kemudian mengangguk. “Baiklah kalau begitu. Kita harus mecari waktu yang tepat itu dengan segera.”

“Yeah. Nikmati waktu-waktu kita bersama sekarang juga,” Sica mengembangkan bibirnya menjadi bentuk favorit Yul, senyuman yang sangat dia kagumi. Yul tidak bisa menolak wajah indah kekasihnya itu. Dia menciumnya perlahan dan dengan sangat lembut.

Sica membalas ciuman kekasihnya itu, menikmati setiap momen yang masih ada. Dia akan selalu mengingat setiap momen ini. Dia pasti akan mengingatnya.

“I love you, Sica.”

“I love you too, Yul.” Sica mendekatkan tubuhnya pada kekasihnya itu dan Yul pun melingkarkan lengannya di sekeliling tubuh Sica, mendekapnya erat. Mereka menikmati dan menghabiskan sisa waktu mereka di tempat itu, memandangi langit yang jernih sambil merasakan kehangatan satu sama lain.

To be continued…

Annyeong everybodeehh~ Momen yulsic pertama nih, how how how? hahaha Dan taengsic juga! hahaha authornya minta digampar piring, ga jelas mau dukung yg mana hahaha

ngomong2, banyak banget nemu pendukung taengsic nih di chapter lalu, pada jatuh cinta ya sama taengsic? hahaha supporternya yulsic mana nih? #provokator wkwk

anyway jangan lupa tinggalkan komenmu, semakin heboh semakin senanglah author, semakin senang author semakin menyenangkan lah endingnya haha oke? dan jangan lupa dukung TTS ya, nntn MV nya dan beli albumnya 😀 see you~

Advertisements

Author: 4riesone

SONE. Follow me on Twitter @4riesone for updates and questions

81 thoughts on “Love between Dreams (Chapter 5)

  1. Taeng sabar yaa sma i aja sni *ditimpukfany+LS
    Sica udh suka sma yul jdi gimna yaa
    Thor bkin tae buktiin cintanya ke sica dong hahaha
    Love taengsic pokokny *ego
    Lahjut dh

  2. Gw dukung yulsic aja deh yul baik bnget soalx tpi gw rada kessal sama sica dia kya’x bkalan ttp mau di jodohin sama tae

  3. taeng sabar ya supaya tambah sexsi hehe.
    sica a udah cinta mati ya ma yul

  4. YULSIC
    YULSIC
    YULSIC
    YULSIC
    YULSIC
    hahaha harus YULSIC pokonya

  5. knpa sica sllu mkir negativ ma taeng…
    pdhl taeng kan bnr” tulus

    yul baik bgt , sica uga kyanya dah cinta mti ma yul…

    tp te”p berharap taengsic

  6. YULSIC!!! I WANT YULSIC YEAHHH XD

  7. Diabet baca yulsicnya:-D YULSIC 9×8-)

  8. dukung yulsic harus yulsic thor

  9. taengsiiiiiiiiiiiiiiic!!!!!!!
    wohohohoho…tapi kasian yul tapi pengen juga liat taengsic. gimana dong thor?? apa sica poliandri aja, biar sama yultae? gak mgkn kan endingnya yultae. #plaak hahahhaa peace V
    oke oke, chap ini tuh romantis bgt yulsicnya tp apalah daya kalau di ff ini gue mendukung taeyeon sama sica. coba aja sica tàu alasan kenapa taeng jatuh cinta sama dia, mgkn sedkit meluluhkan hati sica.
    mana sunny mana sunny, cuma dia nih yg tahu alasan taeng jatuh cinta sm sica. hehehe

    • wkwkwkwk ga ada polioandri disini hahaha
      kocak sih kalo akhirnya yultae, ga kebayang LOL
      haduh, jd maunya apa nih, yulsic ato taengsic??? kalo dukung taengsic harus sabar2 ya,, progressnya panjang ^^

  10. buat sica dilema aja kxknya seru tuh taeng nunjukin rasa cinta nya ma sica
    tapi sicanya cinta cma ma yul ?????
    tapi gw ttp dukung yulsic……
    pokoknya yulsic……

  11. sica ksh tw yul aj lbh cpt lbh baek dr pd tw dr org itu lbh mnyakitkn buat yul nntiny yulsic j thor tae ksh fany j.tp smw trserah sm authornya.klo author pgn taengsic ydh gpp yul wad fany j hee

  12. i want taesic!!! gw pengn ending.y ntar taesic tpi gimna ama si yul ntar… Aaaaa taesic aja dh thor..skali2 kan yaaa

  13. Lebih cepat lebih baik, kenapa sica gak coba buat jujur aja sama yul tentang perjodohan itu siapa tau yul bisa ngebantu ato malah bikin hubungan kalian semakin kuat. Daripada yul taunya nanti dan dia sakit hati karna ngerasa diboongin malah lebih parah nanti…

    Aduhh taeng udah dijutekin sama sica juga masih aja mau ngedeketin. Udahlah gausah deketin lagi, cari yg lain. Biar sica bisa bahagia sama yul

    YULSIC YEAHH!!!!

  14. Kyaa sica jutek amat buu kasian taeng main tuduh” ajah lagi .haduuuhh …
    Yah yulsic’a kuat amat cinta’a tapi tetep masih berharap Taengsic 😀

  15. anneyong haseo mian Bru koment hhe…
    suka nie ma jln crta na……
    pgn na cey taengsic Tp kshan ma yul..dsni yul kere ya??tmbh kshan lagi
    taengsic juseyo. .

  16. Sica udagh cinta banget ma yul tapi kenapa sica mu pura-pura nerima taeng

  17. YULSIC YULSIC YULSIC YULSIC YULSIC YULSIC Th0r b0k0nya

  18. Yulsic dong yulsic!!!
    THE LAST ROYAL STANDING!!!

    WKWKWKW

  19. inih ff yulsic kan thor?
    Kalo taengsic saya tdk bisa menemukan feelnya,
    Saya sudah sangat sulit untuk membaca ff taengsic,
    Kn kalo yulsic dua2nya blum taken :v
    Jadi klo lgi baca ff yulsic lebih adem githu di banding ngbaca ff taengsic or taeny…
    Upps

    • ya namanya jg ff, mau taken kek mau single kek, masa bodo wkwk soal yulsic ato taengsic, ya diikutin aja ya hahaha btw thank you komennya ^^

  20. yaaa owloh,
    Mdh” yulsicc happy ending,

    Gw kgakk mw hubngn yulsic d ganggu gugat olehh siapapun!!!

    Tolongg dong sii bekoon di panggil bwtt bwahh plg nona taengg :3

    YULSIC!
    YULSIC!
    YULSIC!

    GO YULSIC!

    • aduh apaan ada bekon segala, hush hush pergi sana bekon wkwkwk lagian taeng disini cowo kok, kalo sama bekon, ntar jeruk makan jeruk dong :p
      btw thank you komennya ^^

  21. Thorrr !!! #teriakkk
    Ini ff taengsic ap yulSic seh???

    konsisten dong thor #digampar +,+

    Klo ff yulsic aq bkal setia nongkrongin ni ff 😀
    Tpi klo ini ff taengsic aq gak mampu baca,,,,gimana dong ? -_-

    YULSIC PWLEASEEE :::

    • emang authornya bermaksud minta digampar wkwk
      kenapa gak mampu baca taengsic?? hahaha
      ini double pairing 😛 so, it’s yulsic and also taengsic ^^

  22. YULSIC
    YULSIC
    YULSIC
    Sica hnya buat yul.. \(‘0’)/
    Tae sma tante fany aja thor… J

  23. gua @vote utk ”YULSIC”
    KaLO d PKir2 LbIh Baxk yg mlih yulsekk dri pda taengsic,,,
    Jdi YULSIC Ajh yiaa thor…. #mohon2sambilsujud (?)

  24. Aurhor jgn pisahin papah yuri sama mama sica :O !!
    Yoona ga mw papa dan mama yoona bercerai,
    Trus yoona bakal brokenhome dong >.<

    Pkokknya ni ff happy endingnya harus YUlSiC! #titik #ngancem #purapurapolos

  25. YULSIC!
    YULSIC STILL ALIVE!
    HIDUP YULSIC!

  26. Mending di yulsic-in dr pd di taengsic-in :v

    #YULSIC

  27. all hail yulsic!! momen nya yulsic jauh bikin hati jadi adem.. lanjutkan!! 😉

  28. Yulsic thor soalnya Yul and Sica mutlak saling memiliki! Jgn pisahkan yulsic trus taeng kasih fany aja yah yah*pupy eyes*.yulsic momentnya romantiiiiissss yul emang selalu memanjakan sica, author jjang, inget jgn pisahin yulsic

  29. Yeaaay kayanya sica udah cinta mati bangt ama yul

  30. bingung jg nih sm sica, ntr takutnya sica gak bs nolak keinginan ayahnya bwt di jodohin sm taeng
    tp bs jg sih sica nolak keinginan ayahnya soalnya sica udh cinta bngt sm yul dn gak mngkin sica ninggalin yul
    yulsic aja deh, ikhlas lahir batin:-D:-D

  31. Yahhh yuri bkln skt ati bgt nh klo tw sica bkln djodohin m appanya huhuhuhu 😦
    mdh2n sica g trima perjodohan it papun yg trjd

  32. Poor tae,,, come to me,,,,

  33. Swiitx yulsic,tae yg gigit jari,

  34. Dingin amat sica ama taeng salut lanjutkan perjuangan mu taeng . Disatu sisi yulsic memang so sweet bgt

  35. Thor… keluarin fany aja gih… biar tae sama fany.. yul ttp sma sica.
    Biar gak gak saling berebut..
    Hehehhe

  36. only one yulsic,,,,no otherrr…okey, ,
    pokoknya yulsic….
    hanya yulsic….
    selalu yulsic …
    forever yulsic…
    harus dan wajib yulsic (.)gk pake (,)hehe…

  37. taeng kecewa karna sikap sica..
    yulsic lagi sweet2an..
    gmana nasib yuri kalo tau sica bakal dijodohin???

  38. hadeh … sakt hati depan mata.. klo yul tau sica udh djodohkan 😦

  39. huh… sweet moment yulsic.tempel trus sica taeng….

  40. sedih banget sih moment yulsic nya, meskipun sweet nya bener” nge’feel banget. aku dukung kedua pairing tersebut. yang penting diakhir happy ending

  41. Min aku baru baca ,ko part 5nya gak ada

  42. kasian amat si yulsic..cinta terhalang restu orang tua sica..

  43. moment yulsic bikin nyesek. krn itu akan menjadi moment terakhir mereka kalau jessi jadi menikah dgn taeng, di samping moment taengsic yg bikin bapeeeeeerrrrrrr….. 😞😞😞😞

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s