rara0894

All about TaeTiSeo and GG

Love between Dreams (Chapter 4)

74 Comments

Title        : Love between Dreams

Author   : 4riesone

Genre     : Romance, Gender bender

Cast        : 

 Jessica Jung

 Kwon Yuri

 Kim Taeyeon

 Girls’ Generation members and other

LxD cover 2

Approaching

“Jessica?”

Sica memutar kepalanya saat mendengar namanya dipanggil. “Oh, Sooyoung,” Sica tersenyum setelah mengetahui orang yang memanggilnya. “Bagaimana kabarmu?” dia bertanya kepada pria tinggi itu.

“Baik, dan kau sendiri?” Pria tinggi itu menghampiri Sica.

“Aku juga baik, Soo. Dan sudah berapa kali aku katakan padamu untuk memanggilku Sica saja?” Sica menatap tajam padanya.

Sooyoung terkekeh. “Maaf, Sica.”

“Nah, begitu lebih baik. Jadi apa yang kau lakukan disini, Soo?”

“Aku sedang menunggu pacarku,” Sooyoung menunjukkan senyuman bahagianya.

“Oh. Apa kau mau bergabung sambil menunggu pacarmu datang?” Sica menawarkan.

“Apakah tidak apa-apa?” Sooyoung sedikit ragu untuk menerima tawaran Sica, apalagi setelah melihat Sica sedang tidak sendirian.

“Tentu saja tidak apa-apa. Iya kan, Hyo?” Sica menoleh ke arah Hyoyeon untuk meminta persetujuan dari sahabatnya itu. Hyoyeon hanya mengangguk sambil meminum jus miliknya.

“Baiklah.” Sooyoung memilih tempat duduk di seberang Sica.

“Apa kamu adalah temannya Sica?” Sooyoung bertanya pada Hyoyeon. “Aku Choi Sooyoung,” dia menjulurkan tangannya pada wanita berambut blonde itu.

Hyoyeon menjabat tangannya. “Iya. Aku Hyoyeon. Kim Hyoyeon.”

“Kim Hyoyeon? Hmm. Rasanya aku pernah mendengar nama itu di suatu tempat.” Sooyoung mencoba untuk mengingat-ingat. Nama Kim Hyoyeon terasa begitu familiar di telinga Sooyoung, walaupun dia sama sekali tidak bisa mengingat kapan dia pernah mendengar nama tersebut.

Hyoyeon tertawa. “Itu tidak mungkin. Kau pasti salah.”

“Mungkin. Aku memang tidak baik dalam mengingat nama orang,” Sooyoung tertawa pada dirinya sendiri. “Ngomong-ngomong, Sica, bagaimana kabar Yul sekarang?”

“Dia baik-baik saja,” Sica tersenyum atas penyebutan nama pacarnya itu. “Aku pikir kalian masih saling berhubungan.”

“Dulu memang begitu. Tapi aku kehilangan kontak dengannya setelah aku pergi ke luar negeri. Aku mengambil beberapa kelas di Perancis,” Sooyoung menjelaskan.

“Oh begitu,” Sica mengangguk. Sica mengenal Sooyoung karena Yul pernah memperkenalkan sahabatnya itu pada dirinya di awal hubungan mereka. Mereka sudah beberapa kali menghabiskan waktu bersama teman SMA Yul tersebut. Sooyoung adalah seseorang yang santai dan sangat pandai bicara, dia juga memiliki passion dalam bidang kulinari, walaupun sebenarnya dia memang tertarik dengan segala jenis makanan. Makanan benar-benar adalah hidupnya. Terakhir kali Sica mengetahui keberadaan Sooyoung, pria itu sedang menjalankan sebuah restoran di Seoul.

Mereka pun melanjutkan perbincangan tentang kursus kulinari Sooyoung di Perancis. Ternyata dia bertemu dengan pacar barunya disana.

“Ah, dia sudah datang ternyata,” Sooyoung menghadap ke arah barat dan melambai pada pacarnya.

Seorang wanita bertubuh pendek datang mendekat, senyuman tampak di wajahnya. “Maaf, kau jadi menungguku.”

“Tidak apa-apa, sayang. Ngomong-ngomong, aku bertemu dengan teman lamaku. Bagaimana kalau kita bergabung saja?”

“Oh ide bagus, Soo.” Wanita itu sama sekali tidak merasa terganggu dengan keberadaan dua wanita lain di antara pacarnya itu.

“Ayo, duduk bersama kami kalau begitu,” dia menepuk kursi di sebelahnya.

“Hi, Aku Jessica, teman lama Sooyoung, tapi kamu bisa memanggilku Sica saja,” Sica menjulurkan tangannya pada wanita itu yang segera disambut dengan jabatan yang penuh rasa senang. “Dan ini temanku, Hyoyeon.” Wanita itu pun menyapa Hyoyeon juga.

“Senang bertemu dengan kalian,” dia memberikan senyuman lebarnya yang unik. “Dan aku Lee Sunny.”

***

“Ya, masuk.” Sica berbicara sambil sibuk mencoret-coret di atas kertas.

“Hey,” Taeng tersenyum padanya.

Sica melihat sekali tapi kemudian melanjutkan kembali pekerjaannya. “Apa yang kau lakukan disini?” dia bertanya dengan dingin.

“Hanya ingin melihatmu,” katanya dengan terus terang. Sica mendengus mendengar ucapan Taeng tersebut, dengan sangat jelas menunjukkan ketidaksukaannya.

“Dan aku juga ingin mengajakmu makan siang. Kita belum bertemu lagi setelah makan malam minggu yang lalu.”

“Aku memang tidak mengharapkan untuk bertemu kembali denganmu,” Sica berkata datar.

“Setidaknya aku ingin,” Taeng membalas dengan tenang. Sica pun memutar bola matanya, merasa apa yang diucapkan pria itu sangat konyol.

“Aku akan menunggu sampai kau selesai,” Taeng duduk di sofa, bersandar disana.

Sica menghentikan kegiatannya dan memandangi pria yang sudah seenaknya menginvasi ruang kerjanya itu. “Aku sibuk,” kataya tajam. “Dan aku tidak mau makan siang denganmu. Jadi lebih baik kau pergi saja.” Wajahnya menunjukkan perasaan yang sangat terganggu akibat pria itu.

“Aku harus mengakui kalau kau memang benar-benar manis.” Taeng terkekeh atas apa yang dilihatnya. Wajah Sica yang dingin itu tampak sangat manis bagi Taeng. Ekspresi yang dipancarkan oleh wanita itu benar-benar menarik baginya.

“Tapi aku bilang bahwa aku akan menunggu. Jadi silahkan saja kau mengabaikanku sampai kau menyelesaikan pekerjaanmu itu.” Dia tersenyum kembali dan tidak peduli dengan apa yang diminta oleh si pemilik ruangan.

Sica menghembuskan nafas dengan kesal dan tidak berkata apa-apa lagi. Dia berusaha untuk mengabaikan kehadiran Taeng dan melanjutkan kembali sketsanya. Lagipula dia akan segera pergi, pikirnya.

Sudah berlalu satu jam dan Taeng belum juga menunjukkan tanda-tanda akan segera pergi. Dia dengan senang hati memandangi Sica melakukan pekerjaannya. Bagi Taeng, sangat menyenangkan untuk menghabiskan waktu memandangi wanita yang dia cintai. Sejam terakhir, dihabiskan Taeng untuk memandangi wanita pujaannya, tersenyum pada dirinya sendiri serta bersyukur akan kesempatan langka ini. Tapi, berbeda untuk Sica. Hal ini sangat mengganggu baginya. Akhirnya dia tidak tahan juga. Dia meletakkan pensilnya dengan frustasi.

“Bisakah kau berhenti memperhatikanku, Kim Taeng-ssi? Aku tidak suka itu.” Dia menatap tajam padanya.

“Oh, maafkan aku. Aku tidak bisa menahannya. Dirimu terlalu manis untuk bisa kuabaikan,” Taeng tersenyum lebar. “Tapi aku pun tidak memiliki pekerjaan yang bisa kukerjakan disini, jadi hanya itulah hal yang terbaik yang bisa kulakukan.”

Sica merasa sangat tidak nyaman mendengar kata-kata gombal pria itu dan kembali memutar bola matanya. “Ada satu pilihan yang lebih baik, Kim Taeng-ssi. Kau bisa meninggalkan tempat ini sekarang juga.”

“Panggil aku Taeng saja. Aku sudah mengatakannya padamu. Dan itu kasar, Jessica. Bagaimana bisa kamu mengatakan hal seperti itu pada seseorang yang sudah menyetir jauh-jauh ke tempat ini dan menunggu dirimu selama berjam-jam?”

“Aku tidak peduli. Aku hanya ingin kau pergi sekarang.” Sica mencoba untuk terpancing emosi dan tetap berbicara dengan tenang.

“Aku tidak punya alasan untuk melakukannya,” Taeng membalas dengan acuh tak acuh, membuat Sica menghela nafas kekalahan.

“Bukankah kau harus bekerja? Bagaimana bisa seorang kepala manajer sepertimu meninggalkan kantor dengan begitu mudah?”

“Proyekku sudah selesai jadi aku bebas hari ini,” jawabnya sambil mengangkat ringan bahunya.

Dia menghela nafas lagi. “Apa yang sebenarnya kau inginkan?”

“Aku hanya ingin makan siang, Jessica,” dia tersenyum. “Apakah itu terlalu sulit untuk dikabulkan?”

“Aku sudah mengatakanya padamu. Aku sedang si—“

“Itu sebabnya aku sedang menunggumu sekarang, Jessica,” dia memotong. “Aku tidak akan pergi sampai kau menyelesaikan pekerjaanmu,” katanya dengan tegas.

Oh god, Sica mengerang pada dirinya sendiri. Pria ini benar-benar membuatnya frustasi.

“Tidak bisakah kau pergi saja? Sangat sulit bagiku untuk berkonsentrasi sekarang.”

Taeng berpikir sejenak. “Bagaimana kalau makan malam saja? Aku akan pergi kalau kau setuju,” dia bersikeras.

Sica tidak menyukai ide tersebut tapi menurutnya itu lebih baik dibandingkan pria itu mengganggunya sepanjang hari. Sica akhirnya mengangguk setuju.

“Great,” kata Taeng bahagia. “Sampai jumpa nanti malam, Jessica.”

***

“Senang bertemu denganmu kembali, Kim Taeng.” Tn. Jung memanggil Taeng secara pribadi untuk datang ke kantornya. Taeng mendapatkan panggilan itu sesaat setelah dia meninggalkan kantor Sica. Sejujurnya dia sudah bisa memperkirakan bahwa atasanya tersebut akan memanggilnya dalam waktu dekat. Dia cukup memperhatikan saat makan malam minggu lalu bahwa atasannya itu begitusemangat dengan hal yang terjadi di antara dia dan putrinya.

“Senang bertemu dengan anda juga, Sir,” Taeng membungkuk dengan sopan pada atasannya itu.

“Aku ingin bertemu denganmu untuk membicarakan masalah pribadi, jadi kau tidak perlu bersikap formal sekarang. Anggaplah aku sebagai ayah dari gadismu, bukan sebagai atasanmu,” Tn. Jung berbicara dengan nada yang bersahabat.

“Baiklah, Sir. Panggil aku Taeng kalau begitu.”

Dia mengangguk. “Jadi bagaimana dengan putriku?”

Taeng sedikit terkejut akan pertanyaannya yang tidak segan-segan. “Ahh, dia sangat cantik dan pintar walaupun memang sedikit pendiam,” dia berkata jujur.

“Apa dia baik padamu?”

“Iya, Sir,” Aku harap begitu.

“Benarkah?” Tn. Jung mengangkat alisnya, menyangsikan perkataan pria muda itu. “Aku tahu seringkali putriku bisa sedikit tidak bersahabat dengan orang-orang yang tidak begitu dikenalnya.”

“Dia baik, Sir. Tapi memang tidak setiap saat.”

Tn. Jung mengangguk. “Aku tahu itu.”

“Tapi itu tidak apa-apa. Aku pikir dia hanya membutuhkan beberapa penyesuaian,” Taeng tersenyum.

Tn. Jung menatap mata Taeng, mencari sesuatu di balik refleksi bola mata coklat milik pria muda itu. “Apa kau menyukai putriku?”

Taeng langsung mengangguk tanpa ragu. “Iya, Sir. Bahkan sebelum pertemuan minggu lalu itu.”

Senyuman kecil merekah di wajah pria tua itu. “Baiklah kalau demikian. Tapi sekarang aku akan memberitahumu sesuatu. Putriku tidak akan memberikanmu kemudahan sama sekali. Tapi aku benar-benar berharap agar kau tidak menyerah padanya.”

“Aku tidak akan, Sir.”

“Aku akan mempercayaimu, anak muda. Jangan mengecewakanku.”

***

“Apa yang ingin kamu minum? Es teh?” Sooyoung menawarkan dari dapur pada Sunny yang sedang mengunjungi apartemennya.

Sunny mengangguk dan duduk di kursi dapur.

“Ini dia,” Sooyoung meletakkan minuman dan duduk di seberang Sunny.

“Boleh aku bertanya sesuatu, Soo?”

“Apapun yang kau mau. Apa itu?”

“Ini mengenai temanmu. Kita bertemu dengannya beberapa hari yang lalu.”

“Jessica?”

“Iya.”

“Kenapa? Apa kau cemburu,” dia menggoda Sunny.

Sunny mencubit lengan lelaki itu. “Ouch,” Sooyoung mengerang. “Oke, oke, maaf.”

Sunny tersenyum dan melanjutkan pertanyaannya. “Apa nama keluarganya adalah Jung?”

“Iya. Namanya Jessica Jung,” jawabnya sambil mengelus-elus lengannya. “Ini sakit tahu.”

“Itu karena kau menggodaku,” Sunny menjulurkan lidahnya keluar. “Apa kau mengenalnya dengan baik?”

“Hmm, kurang lebih. Kami sudah kenal satu sama lain cukup lama.”

“Seperti apa dirinya?”

“Dia orang yang baik tapi tidak begitu membaur dengan orang-orang yang tidak dia kenal, tapi bagaimanapun juga dia selalu baik padaku. Kenapa kau begitu penasaran dengan dirinya?” Sooyoung memandangi pacarnya.

“Aku pernah mendengarnya di suatu tempat. Hanya penasaran,” dia tersenyum.

“Sangat mungkin memang. Keluarganya adalah pemilik Jeguk Corp.”

“Jeguk Corp?”

Sooyoung mengangguk.

Sunny ingat Taeng mengatakan bahwa gadis itu adalah putri sulung dari atasannya. Kau benar-benar kelas atas, Taeng, mengejar putri pemilik perusahaan tempatmu bekerja. “Dan bagaimana kau bisa mengenalnya? Apakah dia teman SMAmu ataukah teman kuliahmu?”

“Bukan dua-duanya. Temanku memperkenalkannya padaku. Dia adalah pacarnya.”

Mata Sunny melebar mendengar kata-kata Sooyoung. Itu benar-benar mengejutkannya. Jessica Jung memiliki pacar?

“Benarkah?”

“Yup,” Sooyoung mengangguk. “Pacarnya adalah teman SMAku. Mereka sudah bersama selama 3 tahun saat ini.”

Sunny tidak tahu harus merespons apa. Berita ini akan menghancurkan hati Taeng dan Sunny tidak suka hal itu. Tapi apa yang harus dilakukannya? Dia juga tidak ingin Taeng berkencan dengan wanita kekasih orang lain. Itu tidak akan baik untuknya.

“Sunny?”

“Ya—aa?” Sunny membalas dengan terbata-bata.

“Apa ada yang salah?”

“Tidak,” dia menggelengkan kepalanya. “Aku hanya melamun sebentar,” dia tersenyum untuk menyembunyikan keresahannya.

“Apa kamu mau pasta, sayang?” Sooyoung menuju lemari es dan mengambil beberapa bahan masakan.

“Ayo kita masak bersama saja, Soo,” Sunny menyarankan dan menghampiri Sooyoung dan merangkulkan tangannya di lengan pria tinggi itu.

Apapun yang akan dilakukannya kemudian, Sunny ingin berfokus pada saat kini. Sooyoung sudah membawakan kesegaran dalam kehidupan Sunny yang membosankan.

Pertama kali dia bertemu Sooyoung di Perancis, dia tidak pernah menyangka akan jatuh cinta pada pria itu. Dia sangat berbeda dengannya. Sooyoung selalu ceria dan sangat terbuka dibandingkan dirinya yang cenderung tertutup, bukan karena dia tidak mau berbagi, tapi dia terbiasa untuk menyimpan segalanya seorang diri. Tapi Sooyoung memahami Sunny dengan caranya sendiri, dan kepribadiannya yang ceria mampu menghilangkan semua stress yang Sunny dapatkan dari pekerjaannya sebagai direktur musik eksekutif. Sunny tahu, hidupnya sudah lengkap, sepanjang dia bersama Sooyoung.

***

Sica masih mengerjakan sketsanya yang baru saja terganggu akibat tamu yang tidak diinginkan ketika seorang pekerja pengantar makanan membawakan beberapa makanan ke kantornya. Sica bingung karena dia yakin kalau dirinya tidak memesan apa-apa. Tapi pekerja pengantar makanan itu bersikeras bahwa alamat yang dituju memang benar adalah kantor tersebut dan pesanannya pun sudah dibayar. Sica akhirnya menerima makanan-makanan itu dan menaruhnya di atas meja. Tak lama kemudian handphonenya berdering.

Satu pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal.

Jangan lewatkan makan siangmu. Kamu harus makan supaya bisa berkonsentrasi pada pekerjaanmu. Good luck on your sketch. Fighting! 🙂

Kim Taeng

Sica melihat ke arah makanan di atas meja untuk beberapa saat namun memutuskan untuk mengabaikannya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.

“Lagipula aku tidak memintanya,” Sica beralasan. “Tapi bagaimana caranya mendapatkan nomorku?”

 

To be continued…

Halo semuanya! Gimana nih? Taeng udah pdkt ke Sica sekarang hahaha Ayo2 yg mw taengsic silahkan merapat, yg mw yulsic jg silahkan merapat wkwk next chapter bakalan ada dua duanya. so stay tune for next chapter! jgn lupa tinggalin komen kalian ya,, supaya authornya bahagia dan bsa perbaikin diri lg hahaha dan jangan lupa buat nonton MV Holler ya!! Holler to me~

Advertisements

Author: 4riesone

SONE. Follow me on Twitter @4riesone for updates and questions

74 thoughts on “Love between Dreams (Chapter 4)

  1. Gw suka taengsic disini , ayo tae usaha rebut hati sica . Gw suka sikap taeng disini .

  2. gueeee mau taengsiiiicccc…. ampun DJ, susah bgt ya liat taengsic nempel bareng. nggak di khdpn nyata, nggak di ff semuanya susah. sebenarnya ada apa sih dgn taengsic thor?? gregetan deh gue.. bertahun2 jadi sone tetep aja gak nemu jawabannya. #ehCurcol 😀
    makin seru nih taeng nekat pdkt sama sica. yulpa sama miyoung aja gmana? aaaa smoga taengsic ^^ #ngarep

    • wkwk sama kok, author jg desperate pgn liat taengsic di kehidupan nyata wkwkwk
      yulpa sm miyoung? gmana ya? hahahaha

      • kekeke udah tingkat frustasi thor gue pgn liat taengsic lg… ya mulai dari tts debut itulah. atau jgn2 mereka emg sngaja bikin kita penasaran, trnyata dblkang kita mrka nempel kyk perangko cuma gak diliatin ke media. haha #soktau
        tp gue yakin ini bakal taengsic –>> lirik author 😀

      • kekeke udah tingkat frustasi thor gue pgn liat taengsic lg… ya mulai dari tts debut itulah. atau jgn2 mereka emg sngaja bikin kita penasaran, trnyata dblkang kita mrka nempel kyk perangko cuma gak diliatin ke media. haha #soktau
        tp gue yakin ini bakal taengsic –>> 😀

    • taengsic tuh diam2 menghanyutkan gitu wkwk

      • semoga….. ^_^
        kita mah tinggal nunggu mereka berdua bikin kejutan. hahha #ngarep
        sering2 ya thor bikin taengsic 🙂 sukses buat karyanya.

    • amin.. sekalinya mereka bkin kejutan sih taengsic shipper langsung pada bahagia semua wkwk

  3. Sica jgn gtu dong sma taetae kn kesian…
    Tae sabar bngt yaa
    Taengsic atai yulsic nih thor wkwkwk
    Lnjut dah

  4. Gue mau taengSic ajahlah lbh terlihat cute ^_^
    Yuhuuu buat taeng hangatkan hati sica 😀
    Cepet lanjuuuttt lg ..

  5. Yuri kemana di chap ini gak keliatan batang idungnya??
    Taeyeon agresif banget ya ngedeketin sicanya padahal mah sama sica malah dijutekin. Walaupun dijutekin tetep aja usaha hahaha. Yulsictaeng ketemu gitu dan sica ngelamun yul itu pacarnya, mau liat reaksinya taeng. Apa bakal lanjut pdkt ato berhenti.-.

    Ditunggu next chap :3

    • lagi maen sm hani deh haha
      iya emang, semangat 45 si taeng buat ngerebut hati si taeng, tp apa akan tetap begitu? hmmmm #spoiler

  6. Gw pengen taengsic tp nggak mau jg klo yulsic pisah, yul baik bnget soalx trus dia syang bnget lgi sama jessica dan mreka jga udah 3 tahun..

  7. Taeng pantang nyerah banget buat dapetin sica walau sica terang-terangan nolak

  8. Gua suka taengsic thor dan ngarepin ini bakal jadi ff taengsic tapi kalau endingnya bakal yulsic iya……….gua bisa apa :D.
    Kalau nantinya bakal yulsuc please thor pany masukin ff ini yaaaaakk kasian taeng sendirian.. *tetep komen minta begitu trus hahaha*

  9. Ekhem.. Minggir-minggir aku mau lewat#sinting
    gue suka bagian yang soo ma sica ktmu,, dan paling no. 1 YulSic paling ku suka,, please thor jgn psahkn yulsic,, meskipun aku suka taengSic juga

  10. taeng jgn menyerah trs rebut hati nya sica
    hwaitaeng lnjt thor

  11. bakalam alot nehh si taeng bwt dptin sica

  12. woahhhh taesic!!!!! ini bner” langka bngt lohhh
    taeng ngejar” sica?? woahhh DAEBAK!! biasa.y pan kebalik kan yaaa hihi
    ini ff biasa kali yaaa ntar ending.y taesic.. plssssss jarang” kan ada ff taesic.. itung” kasian buat gw jg lh thorrrr gw skarang bner” haus akan ff.y taesic hehehe

  13. knp appa jung ky nya g setuju yul m sica ya msh j bersikeras wad jodohin m taeng gmn kli yul tw ap lg sica cpt ato lmnt bkln trima prjodohan itu ksian bgt yul…..cm krn status sosial tp ntr pst yul yg nyerah dh krn mrs g bs bhgiain sica kn dy g kya

  14. W pengen taengsic ,,taengsic,,taengsic ,,,taengsic,susah bgett taengsic ff nyA,
    Mau lihat yg nyata gk bisa ,,,,
    Ayo dumk bikin yg gk nyata harus bisa taeng sama sica harus bersatu,,
    Ini cerita bgus bgett klw taengsic peran utama nyA,,plizzz

  15. please gue mau nya yulsic

  16. yulsic ya yulsic ya liat gue sampe komen 2 kali nih. gue paling ga suka sica di pasangin sama yg lain selain yul

  17. anyeong sorry thor bru coment di chap ini.
    wow taeng pantang menyerah ya cayo taeng.
    tp yul a kemna ini ko ga nongol sih

  18. mga taengsic deh , kyanya lbh gimana gtu…

    tae manis bgt di sini , jgn nyerah buat dpt’in sica…

  19. Aku mau yulsic yulsic ! ! ! yulsic t0hr ko di part ini gak ada yuri sih.

  20. sica cuek bgt sm taeng ya, yul kmn sih.. taeng mending cari yg lain aja deh, dr pd gangguin sica yg gak suka sm taeng kan, apa lagi sica kan dah py yul

  21. duh taeng mah emang keras kepala ya… cari yang lain kenapa sih?! ganggu hubungan orang aja sih…

  22. Thor jangan sampe yulsic kepisah fufu semoga sica g akan tergoda sama taeng

  23. whoaaa taeng bnr2 cinta bngt nih sm sica, udh di tolak2 msh aja nempel2
    kl ntr sica sm taeng, duh kasian donk yul, mereka kn udh lama sma2, gak tega kl yulsic pisahan

  24. Sica m yuri j dh krn mereka kn udh jdian sgt lm
    taeng jgn ganggu hub yulsic

  25. Ciyeeeee taeng,,, semangat hahahh

  26. Ya ampun tae ditanya suka sica kok langsumg jwb tnpa ragu sih,tp suka liat taengsic slama pany gak da di antara mrk haha,

  27. Sebegitu besarkah taeng kau mencintainya ,,yulsic memang jjang binggung jg tp semangatin taeng aja deh

  28. Gak ada scene yulsic ya…
    Berharap yulsic lanjut aja thor.

  29. yul jarang muncul sich. apa dia semedi ya hahaha….
    ihhh,,,,taeng, geli banget lihat dia,,agresif n sksd ma sica,,,,
    jng ladeni dia sica,,ingatt!!!! hatimu hnya milik yul oppa,,,okey

  30. dunia bgt smpit,sunny jd th sdkt ttg sica mgkin hasl ini akn diberitahukan ke taeng.about taeyeon hwaiting kejar trus sica..he..he..

  31. sepertinya taeng sudah memulai aksinya untuk mendekati sica, semanget taeng..!!

  32. sepertinya taeng sudah memulai aksinya untuk mendekati sica, semanget taeng..!!

  33. sepertinya taeng sudah memulai aksinya untuk mendekati sica, semanget taeng..!!

  34. taeng udah mulai beraksi tuh, semangat ya taeng.

  35. tae udah mulai pdkt sama sica..
    tapi sica tetap untuk yuri aja deh..hehe

  36. taengooo semangat, jangan pantang menyerah. udah dapat dukungan penuh dari camer. 😁😁
    apa sunny akan mengatakan nya pada tangoo kalau jessi punya kekasih. ?.

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s