rara0894

All about TaeTiSeo and GG

Love between Dreams (Chapter 3)

52 Comments

Title        : Love Between Dreams

Author   : 4riesone

Genre     : Romance, Gender bender

Cast        : 

 Jessica Jung

 Kwon Yuri

 Kim Taeyeon

 Girls’ Generation members and other

LxD cover 2

Old Friend

“Persilahkan dia masuk,” Taeng berbicara kepada sekretarisnya melalui receiver.

Seorang wanita bertubuh pendek dalam balutan setelan yang elegan dan rapih masuk ke dalam ruangan. Wanita itu memiliki potongan pendek untuk rambut pirangnya dan juga kulit yang indah. Taeng menghampiri wanita yang lebih pendek darinya itu dan memeluknya. “Akhirnya aku bertemu lagi denganmu, Soonkyu.”

Wanita itu melepaskan pelukannya dan memukul bahu Taeng. “Yah, jangan panggil aku seperti itu. Aku Sunny. Berapa kali harus kukatakan padamu untuk memanggilku Sunny. S-U-N-N-Y!” protesnya.

Taeng tertawa. “Okay okay, Sunny bunny.” Dia berjalan ke sofa dan duduk disana, Sunny mengikutinya di belakang.

“Aku tidak percaya denganmu, Kim Taeng. Bagaimana bisa kamu tidak memberitahuku tentang keberadaanmu di Seoul? Aku tidak akan tahu apa-apa kalau aku tidak mendengar berita mengenai promosimu.”

“Maafkan aku. Banyak hal yang harus aku tangani disini,” dia tersenyum polos. “Aku akan mentraktirmu makan malam sebagai permintaan maafku.” Taeng tersenyum pada sahabatnya itu.

“Baiklah. Kumaafkan dirimu kali ini Taeng. Tapi ingat kau berhutang makan malam padaku,” ucap Sunny yang dibalas dengan senyuman pria di sampingnya. Sunny bersandar di sofa dan melihat-lihat ke sekeliling ruangan. Ruangan tersebut berada di lantai ke-27 menara utama Jeguk corp yang juga menghadap pusat kota Seoul. Ruangannya tertata dengan sangat rapih dan ada beberapa gambar yang tergantung di dinding, kebanyakan adalah foto milik Taeng yang diambilnya sendiri.

“Apa kau sekarang masih melakukan fotografi?”

“Iya. Sulit untuk melepaskan hobi lamaku begitu saja. Lagipula aku bisa melepas penat dengan melakukannya. Pemandangan di California sangat berbeda dengan di Seoul. Banyak hal baru yang kulihat disana,” Taeng tersenyum sendiri mengingat-ngingat kenangannya saat tinggal di negeri paman Sam itu. “Ngomong-ngomong, apa kau ingat apa yang kuceritakan padamu setahun yang lalu, tentang gadis cantik yang aku temui di taman?”

“Hmm,” Sunny mengetuk-ngetukkan jarinya di dagu, mencoba untuk mengingat perbincangan mereka berdua setahun yang lalu itu. “Gadis yang kau foto bersama dengan anak kecil yang sedang menangis itu?”

“Iya, itu dia.”

“Oh. Iya, aku ingat. Kenapa?”

“Aku bertemu dengannya kemarin malam.” Taeng tersenyum lebar seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah.

“Benarkah?” Mata Sunny membelalak terkejut. “Wow, itu benar-benar kejutan, Taeng. Apakah dia orang Korea?”

Taeng mengangguk. “Sepanjang yang aku tahu memang begitu. Dan kami juga makan malam bersama,” dia tersenyum.

“Wow, cepat sekali, Taeng. Aku tidak tahu kalau dirimu ini seorang pria yang agresif dan cepat tanggap,” Sunny terkekeh.

“Aku juga tidak tahu hal itu,” Taeng tertawa atas kata-kata sahabatnya itu. “Dan bagian yang paling mengejutkan adalah gadis itu ternyata putri sulung pemilik perusahaan ini.”

“Sulit dipercaya. Kau benar-benar mengejutkanku dalam sekejap, Kim Taeng,” dia tertawa lagi.

“Aku pun sulit mempercayainya, Sunny.”

“Apakah dia gadis yang baik?” Sunny menyuarakan keingintahuannya. Dia sudah tahu bahwa gadis itu cantik dari apa yang dikatakan Taeng dan juga dari foto yang ditunjukkannya sebelumnya, jadi sangatlah penting untuk mengetahui apakah gadis ini baik untuk Taeng atau tidak. Bagaimanapun juga, Sunny sangat peduli tentang Taeng. Dia sudah mengenal sahabatnya ini sejak mereka masih mengenakan popok dan mereka sudah melalui banyak sekali rintangan dalam persahabatan mereka hingga bertahan sampai sekarang ini. Sunny mengerti Taeng dengan sangat baik, juga tentang kehidupan percintaannya.

       Taeng tidak memiliki banyak hubungan sebelumnya, dia hanya memiliki satu orang pacar ketika dia masih di universitas. Selama Taeng berpacaran dengan gadis itu, Taeng bahagia dan tidak memiliki banyak konflik dalam hubungannya. Tapi akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah. Mereka tahu kalau mereka memiliki jalannya masing-masing sehingga hubungan mereka pun kandas begitu saja. Taeng tidak memiliki gadis yang menarik baginya lagi setelah hubungan tersebut, kecuali gadis yang dia lihat di taman satu tahun yang lalu itu.

“Tentu saja. Aku bisa langsung mengetahui kebaikan hatinya sejak pertama aku melihatnya. Dan walaupun dia sedikit pendiam saat kami bertemu tapi ketika dia sudah berbicara, suaranya benar-benar luar biasa, merdu sekali. Aku tidak menyangka kalau aku bisa mendengar suara seperti miliknya secara langsung di dunia ini. Kupikir itu adalah suara malaikat,” Taeng mengenang makan malam sebelumnya. Walaupun dia tidak mendapatkan perlakuan yang baik dari Sica, tapi dia merasa sangat senang karena pada akhirnya berhasil bertemu dengan gadis pujaannya dan berkesempatan untuk memperkenalkan dirinya. Itu merupakan salah satu malam yang menakjubkan, jika bukan yang terbaik, untuknya setelah sekian lama.

“Baguslah kalau bagitu. Dan siapa namanya?”

“Jessica. Jessica Jung.” Bibir Taeng membentuk senyuman saat dia mengucapkan nama gadis itu. Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Taeng tahu. Taeng yakin, bahwa dia jatuh cinta pada gadis itu. Gadis yang bernama Jessica Jung.

***

“Dia sangat menyebalkan, Hyo. Dia tidak berhenti mengangguku sama sekali,” Sica sedang mengeluh pada Hyoyeon. Sica akan pergi bersama Yul nanti, tapi karena Yul masih harus menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu maka Sica memutuskan untuk makan malam bersama Hyoyeon sebelum menemui Yul. Sica dan sahabatnya itu sangat sibuk akhir-akhir ini dan belum memiliki waktu untuk bercerita satu sama lain. Oleh karena itu, setelah bertemu, banyak sekali hal yang ingin mereka ceritakan. Dan sekarang mereka sedang membicarakan tentang makan malam Sica seminggu yang lalu.

“Benarkah? Aku pikir dia pria yang baik,” balas Hyoyeon.

Sica memutar bola matanya. “Itu yang dibicarakan semua orang.”

“Dia putra perdana menteri kita kan? Apa kau bertemu dengan Tn. Kim?” tanya Hyoyeon.

“Iya aku bertemu dengannya. Begitu juga istrinya.”

“Oh. Apa lagi yang kau ketahui tentang dirinya? Pasti ada alasannya mengapa ayahmu memilih pria itu.”

“Dia benar-benar tipe ayahku, Hyo. Dia muda, pintar dan sopan. Dan keluarganya memiliki posisi. Pasti itu semualah alasannya.”

“Apakah dia tampan?”

“Huh? Mengapa kamu bertanya hal seperti itu? Apa kau suka padanya?” Sica mengangkat sebelah alisnya, menunjukkan tatapan curiga pada gadis berambut blonde itu.

“Yang benar saja, Sica. Tentu saja tidak. Aku hanya bertanya. Jangan berpikiran yang tidak-tidak.” Hyoyeon tertawa atas prasangka aneh sahabatnya itu.

Sica pun ikut tertawa. “Tidak setampan Yul tentunya, Hyo.”

“Whipped girlfriend,” Hyoyeon menggelengkan kepalanya.

        Sica hanya tersenyum atas sebutan tersebut. Girlfriend. Setelah makan malam minggu yang lalu, Sica berjanji akan menikmati setiap kesempatan yang dia miliki bersama Yul, memanfaatkan setiap waktu yang dia miliki untuk menjadi kekasih yang baik bagi pria yang sangat dia cintai itu. Karena dia tahu, bahwa tidak banyak lagi waktu yang tersisa untuk mereka.

“Jessica?”

***

“Lanjutkan kinerja baikmu, Yul,” kata Tn. Park sembari dia menyerahkan amplop yang berisi gaji Yul.

Yul mengangguk. “Tentu saja, ahjussi. Aku akan terus melakukan yang terbaik,” dia memberikan hormat pada atasannya tersebut.

“Dork,” lelaki itu tertawa.

Yul ikut tertawa. “Semoga malammu indah, ahjussi. Sampai jumpa minggu depan,” Yul melakukan high five dengan atasannya itu dan berlalu menuju ruangan pegawai untuk mengganti pakaiannya. Dia mengambil handphonenya dari saku dan memeriksanya. Ada satu pesan masuk yang belum dibaca.

Hi Yul, bagaimana pekerjaanmu? 🙂 Aku minta maaf karena aku tidak bisa pergi bersamamu malam ini. Aku harus menyelesaikan sesuatu di kantor. Ini penting sekali. Maaf ya 😦

Yul segera mengetik balasannya.

Aku baru saja mendapatkan gajiku =D Tidak apa-apa, Sica. Jangan khawatir. Jangan memaksakan dirimu ya?

Dia mendapatkan balasannya semenit kemudian.

Tidak akan, Yul 🙂 Terima kasih sudah mengerti aku. Ayo kita cari waktu lain untuk makan malam. Aku sangat ingin makan malam berdua denganmu *hug* I miss you, Yul.

Pesan itu diakhiri dengan emoticon cium dan banyak gambar hati.

Miss you too, beautiful. Dia menambahkan emoticon cium dan peluk. Tidak sabar dengan makan malam kita 🙂 Aku harus pergi sekarang. Umma pasti sudah menunggu di rumah sakit. See you soon, Sica. Love you. Dia mengakhirinya dengan emoticon cium dan menekan tombol kirim.

Pesan balasannya diterima dalam sekejap.

See ya. Love you too, Yul.

Yul membaca pesan itu kemudian menaruh kembali handphonenya. Dia mengambil tasnya dan meninggalkan ruangan, pergi menuju ke rumah sakit.

***

“Apa yang kamu dapatkan?”

Pria dengan jas hitam menyerahkan sebuah map pada seseorang di hadapannya.

Orang itu menegakkan tubuhnya dan mengeluarkan isi map yang diserahkan pria berjas itu. Dia melihat dokumen-dokumen tersebut dengan cepat. Sejenak dia mengangkat alisnya secara tiba-tiba, namun segera melanjutkan ke berkas selanjutnya detik kemudian.

“Siapa dia?”

“Dia adalah teman lamanya, Sir.”

Dia mengangguk. “Baiklah, kerja yang baik.”

Pria itu membungkuk padanya.

“Ah,” katanya menghentikan pria berjas hitam itu untuk keluar dari ruangan. “Aku ingin kau menemukan segala informasi tentang wanita ini.”

“Baiklah, Sir.”

“Kau bisa pergi sekarang.”

Pria itu membungkuk sekali lagi sebelum meninggalkan ruangan.

***

Yul sedang duduk di sebuah kursi di ruang tunggu sambil menunggu ibunya ketika perawat Lee memanggilnya. Dia mengatakan bahwa dokter ingin bertemu dengannya. Yul bergegas menuju ruangan dokter dan mengetuk pintu ruangaan tersebut.

“Selamat malam dr. Kim,” Yul menyapanya.

Dokter itu pun tersenyum. “Selamat malam juga. Silahkan duduk,” dokter paruh baya itu menunjuk kursi di hadapannya.

“Bagaimana kondisi ibuku, dok?”

“Dia baik-baik saja. Itulah mengapa saya memanggilmu. Saya ingin mendiskusikan perkembangan kesehatan ibumu.” Dr. Kim mengeluarkan beberapa dokumen dan menyerahkannya pada Yul.

“Apa ini, dok?” Yul membuka beberapa dokumen yang diserahkan padanya namun tidak mengerti apa yang tertera di dalamnya. Terdapat banyak tabel dan grafik dengan deskripsi di bawahnya yang ditulis dalam istilah-istilah medis yang Yul sama sekali tidak mengerti.

“Itu merupakan laporan tes terakhir ibumu. Kami melakukan beberapa pengecakan padanya untuk melihat perkembangan atas tindakan yang sudah dilakukan. Dan dia menunjukkan tanda-tanda yang baik. Tidak ada indikasi penolakan atau pun komplikasi.” Dokter itu tersenyum.

“Benarkah, dok? Apakah itu berarti ibuku bisa sehat kembali,” Yul bertanya dengan penuh harap.

“Saya tidak bisa memastikan 100%. Tapi kami akan melakukan yang terbaik untuk menolong ibumu. Tapi ingat, sangatlah penting untuk menjauhkan ibumu dari stress dan infeksi. Jangan lupa pula untuk tetap mengkonsumsi obat-obatannya secara teratur.”

“Saya akan mengingatnya. Terima kasih banyak dr. Kim. You’re the best,” Yul menjabat tangan dokter itu dengan sangat kuat karena terlalu bahagia. Dr. Kim hanya terkekeh atas tingkah laku Yul.

“Oh, saya ingin bertanya sesuatu jika kau tidak keberatan,” kata dr. Kim sesaat setelah Yul melepaskan jabatan tangannya,

“Silahkan dok. Dokter bisa bertanya apa saja,” Yul membalas dengan gembira.

“Ada seorang lelaki yang menanyakan keadaan ibumu belakangan ini. Saya ingin tahu apakah mungkin kau mengenal seseorang dari keluarga Choi.”

“Iya, dok. Saya tahu dia. Dia adalah teman ibuku.”

“Oh baiklah. Apakah kau keberatan jika saya memberitahukan padanya mengenai kondisi ibumu?” tanya dr. Kim.

“Tidak, itu tidak apa-apa, dok. Dokter bisa memberitahunya apa saja,” Yul meyakinkan.

“Baiklah kalau begitu. Terima kasih atas waktumu. Sepertinya ibumu sudah selesai sekarang.”

Yul mengucapkan selamat tinggal dan meninggalkan ruangan dokter. Dia melihat ibunya sedang menunggu dirinya di luar.

“Umma,” dia memanggil ibunya.

“Apa yang dikatakan dokter, Yul?” ekspresinya tampak sedikit khawatir.

“Jangan khawatir, umma,” dia merangkul bahu ibunya. “Dokter mengataka kalau umma menunjukkan perkembangan yang baik. Mereka akan mengurangi sesi kontrolnya sekarang.”

“Itu melegakan. Aku pikir dia akan memberitahumu berita buruk.”

“Jangan takut, umma. Umma akan segera sehat kembali,” Yul meyakinkan ibunya.

Ibunya tersenyum. Dia sangat bersyukur bahwa anaknya selalu ada untuknya selama ini, walaupun di masa-masa yang sulit.

“Ayo pulang, umma. Aku lapar,” Yul merengek seperti anak kecil.

“Alright, kid. Let’s go.”

Mereka langsung menuju ke rumah sambil mendiskusikan apa yang akan mereka santap untuk makan malam nanti.

 

To be continued…

Annyeong!

setelah baca komen2 kalian di chapter sebelumnya, trnyata ada yg dukung yulsic ada yg dukung taengsic. Haha Itu masih rahasia sih, tp apapun endingnya, yg pasti sica akan pilih pria yg terbaik buat dia ^^ okelah cuap cuapnya segitu aja ya, ga tau mau ngmg apaan lagi haha jgn lupa komen ya semua 🙂 thank you and see ya in next chapter~

Advertisements

Author: 4riesone

SONE. Follow me on Twitter @4riesone for updates and questions

52 thoughts on “Love between Dreams (Chapter 3)

  1. Annyeong !!!!

    D lnjut jga … kkee
    Yul, good Son ya buat ibunya ,,, klo tau yng sbnernya mngenai sica gmna y, byangin nya gk tega …
    Sngat berharap akhirnya akn YulSic ,,,><
    Dtunggu aj lah …….
    SEMANGAAAAATT!!

  2. i hope yulsic. ga suka yg di couplein sama sica selain yul

  3. Mantannya taeyeon pas kuliah siapa dah??fany kah??.-.
    Terus pria2 berjas hitam yg misterius itu nyari siapa??sunkyu??
    Yang manggil sica di kafe apa itu taeyeon??
    Terlalu banyak pertanyaan yg mengendap di otak/? Ditunggu next chap :3

  4. Taeng dagh bener-bener jatuh cinta ma sica nich
    Yul baik banget ma ibunya gimana jadinya kalau yul tau sica dijodohin

  5. Taeng bner” udah suka bnget sama sica dan dia nggak mngkin nolak di jodohin sama sica trus sica jg kya’x nggak bsa nolak perjodohan itu hwaa gmna sama yul dong kasian dia mna disni yul baik bnget lgi syang bnget sama ibunya, jessica tega…

  6. gw ska couple taengsic
    lanjut thor

  7. akhirnya bisa komen juga semoga yulsic

  8. hiii kak thor..
    tampaknya sica dapet tantangan berat nih dari si taeng..
    perjuangkan cintamu nak!!
    anyway, keluarga yul tampakknya emang keluarga bahagia tentram sejahtera deh…
    wait for next chapter ye tor~ :3

  9. di part ini masih adem2 aja yulsic…kayaknya org2 misterius ini berhubungan dgn yul. curigaaa
    kekekeke.
    pengen sih klo taengsic tp kasian yulpa.. nah looh

  10. trnyata sunny sahbt taeng ya,nungguin yulsic kencan nih hehehe

  11. suka yulsic , tp kyanya di sini lbh baik low taengsic
    heheheee

    msh byak ngt yg jd pertanyaan…. jd tunggu part selanjutnya ja deh
    semangaaat thor…”

    comment q msk ga ci…?

  12. Kalau terjadi cinta segita kak mau jadi org ke empat deh biar satux gak galau gitu ditolak ma sica hahahahah… Semangat thor…

  13. Wih.. Spa perempuan yg mau di selediki , sunny kha ?
    Duh, lebih milih taengsic sih drpda yulsic klo di cerita ini ._.

  14. haha npa taengsic? ^^ author cinta dua duanya, gmana dong? wkwk

  15. Next thor..smoga endingnya yulsic

  16. itu yg pake jas hitam sp ya???
    yul emng cowk yg baek bngt, gak tega kl ntr yul tau sica di jodohin sm ortunya
    yulsic aja deh, ntr taeng temuin sm panny

  17. Rupanya sica siwanita misterius yg disukai abang taeng.. Bakalan rumit nih kisah percintaan yulsic kan abang taeng adalah menantu idaman appa jung.. Hhhuuuhhh kecewa jadinya tak pikir ada bakalan moment yulsic saat kencan rupanya ngak jadi ketemuan karna kesibukan masing2…

    • betul banget… emang sica si wanita pujaan si abang taeng hahaha
      serumit benang kusut deh, tapi tenang aja, kekusutannya akan diurai satu persatu kok ^^ btw thank you komennya 🙂

  18. Sp org misterius it?Jgn blg klo dy mencari informasi ttg yuri n ibunya
    yahhh jgn blg klo sica bkln trima taeng..
    ahhh author mndgn munculin fany dh biar taeng m fany n sica m yuri

    • klunya: “Dia adalah teman lamanya, Sir.” ^^
      terima ga ya terima ga ya?? haha jawabannya ada di chap2 selanjutnya kok.. dilanjutin aja ^^
      thank you komennya 🙂

  19. Bolehh dooong taengsic,,, hahaha

  20. Msh hrus liat nextx chap dlu,msh bingung

  21. Kasian nanti yul kalo tau sica dijodohkan sabar ya yul ,klo taengsic ok jg

  22. Yul berbakti bgt sama orang tuanya aku aja smp kalah.. hahahaha
    Mudah2 yul sama sica ttp bersatu smpe kakek nenek..
    Lanjut thor.

  23. yaaa bersambung dechhh,, ,!!!
    yul pekerja keras n pengertian ma pacarnya , bener” pria idaman dech, , , ,hihihi

  24. Taeng kayaknya suka banget sama sica…
    tp sicanya lebih cinta sama yul…
    ya berharap nggak akan ada yg sakit hati…

  25. makin penasaran ttg taengsic….salut bwt yuri yg sbr merawat ibuny.

  26. kayaknya tae senng banget bisa ketemu orang kaya sica, tapi sayang sekali sepertinya sica kurang menyukai tae. itu yang nyelidikin seseorang siapa tuh? jangan” dia punya niat jahat lagi. selamat yaa bua eomma yul yang udah mulai sehat, walaupun aku ga tahu penyakitnya apa. lanjut deh.

  27. kayaknya tae senang banget bisa ketemu orang kayak sica, tapi sayang sekali sepertinya sica kurang menyukai tae. itu yang nyelidikin seseorang siapa tuh? jangan” dia punya niat jahat lagi. selamat yaa buat eomma yul yang udah mulai sehat, walaupun aku ga tahu penyakitnya apa. lanjut deh.

  28. Taengsic😍😍😍😍😍😍😍😍

  29. kenapa tae senang sangat temu sica ni .apa muslihat tae sebenar ..

  30. taeng udah jatuh Cinta ama sica. tapi sica membenci taeng. krn menurut nya dia sangat mengganggu.
    cinta dan benci. hhhh….. 😔😔

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s