rara0894

All about TaeTiSeo and GG

Love Between Dreams (Chapter 1)

83 Comments

Title        : Love Between Dreams

Author   : 4riesone

Genre     : Romance, Gender bender

Cast        :

Jessica Jung

Kwon Yuri

Kim Taeyeon

Girls’ Generation members and other

LxD cover

First Call

       Yul sudah selesai mengemasi barang-barang dan menaruh tas terakhir di lantai. Dia sekarang sedang memeriksa sekeliling ruangan apakah masih ada barang yang tertinggal atau tidak ketika pintu terbuka.

“Kwon Yul.”

“Ya?” Dia memutar kepalanya dan tersenyum ketika melihat orang tersebut. Perawat Lee sedang menunggunya di pintu. Dia mengenakan seragam putih dan menata rambut hitamnya dalam sanggulan yang rapih. Yul sudah bertemu perawat ini berkali-kali karena dirinya sering sekali bertanggung jawab untuk merawat ibunya.

“Kami butuh anda untuk menangani beberapa dokumen sebelum kalian bisa pergi. Tidak akan memakan waktu lama.”

“Baiklah,” Yul membalas sembari berjalan menuju arah perawat Lee, “darimana aku harus mulai?”

“Anda bisa mulai dengan pergi ke meja utama di lantai dasar. Anggota staff kami akan membantu anda dengan dokumen-dokumennya disana.”

“Aku akan segera datang kalau begitu.” Wanita paruh baya itu mengangguk sebelum meninggalkan Yul sendirian. Dia berbalik dan berjalan menuju tempat tidur.
“Aku harus pergi sebentar.” Dia menepuk bahu seseorang dengan lembut.

“Mau kemana?” tanya seorang wanita berambut coklat.

“Aku harus menandatangani beberapa dokumen sebelum kita pergi.” Dia berputar untuk menghadap ibunya. “Umma, tunggu sebentar disini bersama Sica ya?”

“Iya. Jangan khawatir, Yul,” jawab seorang wanita yang lebih tua. Setelah Yul meninggalkan ruangan, dia bergerak mencoba untuk bangun. Sica langsung membantunya untuk duduk di sisi tempat tidur.

“Terima kasih sayang,” dia tersenyum sambil mengisyaratkan kepada wanita yang lebih muda untuk duduk di sebelahnya.“Well, kita akhirnya pergi juga,” Ny. Kwon bicara sambil memeluk gadis itu dari samping.

“Aku sangat bahagia umma sudah baikan sekarang,” dia menjawab dengan senyuman terpasang di wajahnya.

       Sica merasa lebih dari bahagia bisa merawat ibu pacarnya. Ny. Kwon sangan baik padanya dan sudah seperti ibunya sendiri. Tidak ada hal lain yang diinginkan Sica kecuali melihat dia sehat kembali. Dan setelah sebulan diopname akhirnya ibu Yul mulai pulih. Mereka sangat bahagia ketika dokter memberitahu kalau mereka bisa segera pergi, terutama untuk si pasien.

“Terima kasih Sica. Untuk selama ini,” dia memeluk gadis itu sekali lagi.

“Dengan senang hati, umma,” Sica membalas pelukannya dan melanjutkan mengobrol dengan wanita yang lebih tua itu sambil mereka menunggu Yul kembali.

       Yul sebenarnya sudah berada disana untuk beberapa menit tapi hanya melihat mereka berbicara dengan bahagia satu sama lain tanpa menyadari kehadirannya. Yul tersenyum akan apa yang dilihatnya. Baginya, ibunya sangat berharga. Sang ibu membesarkannya sendirian setelah ayahnya meninggal dan melimpahkan kasih sayang yang begitu besar kepadanya. Dan menyadari bahwa orang yang dikasihinya, pacarnya, menjalin hubungan yang sangat baik dengan ibunya merupakan suatu kebahagiaan untuk dirinya. Memiliki dua orang yang sangat berharga bagi dirinya adalah suatu anugerah terindah. Dia tidak mengharapkan hal apapun lagi.

“Kau sudah kembali,” suara ibunya mengembalikannya ke kenyataan.

Yul menghampiri mereka. “Apa kalian sudah siap?” Ny. Kwon mengangguk. Mereka akhirnya meninggalkan ruangan dan menuju rumah Yul.

***

       Suara dari TV bisa terdengar di sekeliling ruangan karena hanya itulah satu-satunya sumber suara yang ada. TV itu sedang mempertunjukkan drama terbaru yang mendapatkan banyak penonton. Akan tetapi, satu-satunya orang disitu tidak memberikan perhatiannya sama sekali. Dia sedang bersandar di sofa dan sudah menutup matanya untuk beberapa menit. Dia terkejut saat suara yang lembut memanggilnya. “Sica?” Matanya bertemu dengan sebuah senyuman saat terbuka. Dia balas tersenyum dan mengisyaratkan pemilik suara itu untuk duduk di sisinya.

“Bagaimana umma?”

“Dia sudah tertidur.” Yul berhenti sejenak. “Apa ada sesuatu yang salah?” Dia menatap gadis itu.

“Hmm?” Gadis itu mengangkat alisnya.

“Apa yang sedang kau pikirkan? Kau terlihat tidak baik-baik saja.”

“Benarkah?”Dia mengangguk.

“Mungkin aku hanya lelah, Yul.” Dia meyakinkannya dengan senyuman.

Yul memeriksa wajahnya dan tidak membahasnya lebih lanjut. “Ayo pulang ke rumahmu kalau begitu.” Dia berdiri. “Come on.”

“Aku bisa menyetir sendiri, Yul.”

“Kau sedang lelah, Sica.”

“Aku bisa naik taksi saja.”

“Tidak. Aku yang akan mengantarmu pulang. Lebih aman begitu. Aku juga tidak ingin hal buruk terjadi. Just let me, okay?”

“Nanti kau kembali dengan apa?”

“Aku bisa naik bus, Sica.” Sica tidak berdebat lagi dan mengikuti Yul.

***

“Dari mana saja?”

Sica sedang menyeret kakinya dengan malas saat suara yang berat menyambutnya. Dia melihat ke sekeliling dan menemukan orang tersebut sedang membaca koran, tidak memandangnya sama sekali.

“Ibunya keluar pagi ini.”

“Bagus.” Suaranya tanpa emosi.

“Like you care,” Sica memutar bola matanya dan berjalan menuju kamarnya. Hal yang diinginkannya hanyalah mandi yang menyegarkan untuk mendinginkan pikirannya dan tidur yang nyenyak. Tapi malam itu dirinya tidak bisa istirahat dengan nyenyak karena terlalu banyak hal yang berkecamuk di pikirannya.

***

“One non-fat latte please,” katanya pada barista sambil mengeluarkan handphone dari sakunya. Dia mengecek pesan masuk dari temannya yang seharusnya sudah ada disini. Sayangnya dia tidak bisa datang tepat waktu. Sica menghela napas dan langsung membalas pesan tersebut.

“Boleh aku mengubahnya ke ukuran large saja?” Sica memberitahu barista.

“Okay.”

Sica mengetukkan jarinya tanpa sadar pada permukaan kayu dekat mesin expresso sambil menunggu pesanannya.

“One large non-fat latte.”

Sica menaruh kembali handphonenya dan mengambil pesanannya. “Terima kasih.” Dia memberikan pria muda di balik meja sebuah senyuman kecil sebelum berpindah untuk membayar kopi miliknya. Dia lalu pergi menuju meja di sudut ruangan.

       Dia menikmati minumannya perlahan, memperhatikan orang-orang yang lalu lalang di depan café. Café itu sendiri tidak terlalu ramai, cukup nyaman untuk dijadikan tempat menghabiskan waktu setelah kerja yang padat. Dia menghela nafas lega ketika akhirnya melihat temannya muncul di pintu dan menghampiri mejanya.

“Hey, sorry Sica. Macet luar biasa.” Seorang wanita berambut pirang duduk di depannya.

“It’s okay. Aku tidak menyangka jika kau datang secepat ini juga. Santai.”

“Aku harus setengah berlari untuk sampai disini.” Dia berusaha mengambil napas sambil bersandar.

“Tidak perlu berlari seperti itu, Hyo. Sudah terlambat juga bukan?” Ujar Jessica seenaknya sambil meminum lattenya lagi.

“Masis saja,” Hyoyeon masih bernafas terengah-engah. “You and your weird motto.” Hyoyeon tertawa.

“Wae?? Kau sudah terlambat dan aku juga sudah mengatakan tidak apa-apa . Jadi apa gunanya menghabiskan energimu untuk berlari kesini?”

Hyoyeon tertawa lagi. “Terserah kau saja. Aku juga tidak akan pernah mengerti.”

Sica tidak merespons apa-apa, menunggu temannya tenang.

“Aku membeli minuman dulu ya.” Hyoyeon akhirnya pergi setelah bisa kembali bernafas dengan normal. Dia berjalan menuju kasir untuk memesan pesanannya.

Sica mengangguk dan kembali melanjutkan meminum lattenya dengan perlahan, menunggu dengan sabar.

“So,” Hyoyeon duduk kembali dengan minumannya, “how’s life?”

Sica mengangkat bahu. “Seperti biasa. Banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan. The launching is coming soon. Untung saja dia tidak menggangguku belakangan ini.”

“That’s new,” Hyoyeon memperhatikan temannya. Dia melihat sedikit perubahan di wajahnya, entah bagaimana menjadi muram seperti itu.

“Yeah. Ibu Yul sudah keluar dari rumah sakit.” Sica berbicara sambil menyandarkan dirinya. Hyoyeon tidak membalas apa-apa, dia hanya memperhatikan temannya dalam diam.

“Apa kau baik-baik saja?” dia akhirnya bertanya.

Sica mengangkat alisnya. “Tentu saja, kenapa tidak?”

“Apa kau yakin?” dia bertanya lagi.

“Aku selalu ingin dia kembali sehat, Hyo. Dia sudah seperti ibuku sendiri. Jadi sudah seharusnya aku senang bukan?”

“Tentu saja kau seharusnya senang, Sica. Tapi kau tau apa yang aku maksud.”

“Aku baik-baik saja, Hyo. Jangan khawatir.”

“Jangan bohong, Sica. Aku sudah tau dirimu terlalu lama.” Dia mencondongkan tubuhnya. “Kau selalu bisa cerita apapun padaku,” nada suaranya melembut. Sica mengangkat kepalanya dan bertemu dengan tatapan yang bersahabat. Dia mengambil nafas dalam. “Aku mencoba untuk baik-baik saja, Hyo. Aku berusaha.” Temannya bisa melihat ekspresi kesedihan di wajahnya.

“Sica…” Hyoyeon tidak pernah baik dalam mengekspresikan perasaannya dan sekarang dia tidak tahu harus bagaimana. Tapi sebelum dia bisa memikirkan apa-apa, Sica sudah tersenyum kembali.

“Jangan khawatir, Hyo. Aku bisa mengatasi ini,” Sica berusaha untuk tersenyum. “Jadi apa kabar baikmu?” Sica bicara dengan antusias, mencoba melupakan perasaan muram sebelumnya.

Hyoyeon terkejut melihat perubahan mood yang terjadi pada temannya, tapi kemudian ikut tersenyum. Aku tau kau kuat, Sica. “Kau tau kan aku menang kompetisi dance minggu lalu?” Hyoyeon berusaha sama antusiasnya dengan Sica.

Sica mengangguk. “Dan?”

“Kali ini ternyata mereka tidak hanya memberi hadiah uang saja. Aku juga diberi kesempatan untuk kerja di tempat mereka.”

“Mereka itu siapa?” Sica mengangkat alisnya dan mengambil gelasnya untuk kembali minum.

“Mereka itu SM.” Hyoyeon menyeringai bahagia.

“Benarkah? SM yang itu?” Sica hampir tersedak minumannya karena berita mengejutkan tersebut.

“Tenang, Sica,” Hyoyeon memberikannya beberapa tisu. “Iya. SM yang itu. SM Entertainment yang terkenal itu. Dan juga SM yang sama dimana adikmu bekerja sekarang.” Hyoyeon tersenyum bangga.

“Ini benar-benar berita yang luar biasa, Hyo. Aku bangga sekali,” Sica tersenyum dengan tulus. “Kapan kau akan mulai bekerja?”

“Mereka mengatakan jika aku bisa datang besok.”

“Kau benar-benar beruntung, Hyo. Tidak semua orang bisa masuk perusahaan itu.”

“Yeah, aku tahu.” Hyoyeon tersenyum.

“Dan mungkin suatu hari nanti kau juga bisa kerja sama dengan Krystal.”

“Aku harap begitu, Sica. Tapi aku masih harus membuktikan diriku dulu. Mereka bilang masa percobaanku selama 6 bulan.”

“Kau dancer terbaik yang aku tahu dalam hidupku. Aku yakin kau pasti bisa.”

“Kau kan tidak tahu banyak dancer, Sica.”

“Yah,” Sica cemberut. “Itu pujian tahu.”

“Aku tahu, hanya saja aku senang menggodamu.” Hyoyeon tertawa. Sica melempar balik tisu ke Hyoyeon dan langsung berdiri untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah. “Aku tidak akan memberimu tumpangan hari ini, Kim Hyoyeon,” katanya sebelum meninggalkan temannya dalam keadaan bingung.

“Yah, Jessica Jung!!”

***

 

Ruangannya tampak begitu rapih, dengan sekilas cahaya langit sore yang masuk melalui celah-celah jendela yang memberikan kehangatan pada dirinya. Dia berjalan ke sekeliling ruangan. Sudah lama sejak ruangan ini kehilangan pemiliknya, namun sekarang sudah terasa hidup kembali setelah pemiliknya kembali. Ruangan itu tampak lebih segar dan terang walaupun masih ada beberapa koper di sudut ruangan. Dia berhenti di meja dan bibirnya mulai tersenyum, menyukai apa yang dilihatnya di atas meja. Setumpuk foto dengan fokus yang sama.

 

***

Ding dong.

“Ya.” Ny. Kwon berteriak dari dapur. Dia sedang memotong sayuran untuk makan malam ketika bel berbunyi. Dia meletakkan pisaunya dan menuju pintu.

“Hello, umma.” Ny. Kwon disambut dengan senyum yang lebar. “Bring some desserts for you,” Sica menyeringai sambil mengangkat kotak kue di tangan kanannya dan beberapa buah di tangan kirinya.
Ny. Kwon pergi ke dalam diikuti oleh Sica.

“Terima kasih, Sica. Apa kau sudah makan malam?” Dia sudah kembali menyiapkan makan malam. Sica meletakkan barang bawaannya di atas meja dan menghampiri Ny. Kwon. “Sebenarnya belum. Ada yang bisa dibantu, umma?”

“Tidak usah. ini sudah mau selesai.” Ny. Kwon tersenyum. Sica membalas senyumannya dan memperhatikan ibu kekasihnya memasak. Dia suka dengan bau dapur ini. Selalu mengingatkannya pada memori bertahun-tahun yang lalu.

Sebuah pelukan dari belakang menyadarkannya kembali. “Sedang apa gadis cantik ini disini?” Yul menciumnya di pipi. Dia mengambil sebuah stroberi dan langsung memakannya.

“Menunggumu, silly.”

“Dan kau mencintai si silly ini kan?” Dia menjulurkan lidahnya yang membuat Sica tertawa. Yul mengacak-acak rambutnya. Dia tidak tahan dengan suara Sica yang terdengar seperti melodi di telinganya.

“Makanan sudah jadi, anak-anak”

“Kari ayam favoritku!!” Yul berteriak dengan semangat sambil menghirup aroma sedapnya dalam-dalam.

“Taruh tasmu dulu, Yul.” Ibu Yul melihat tasnya yang tergeletak di meja.

Yul menyeringai. “Iya, umma. Go away,” dia mencium pipi ibunya dengan cepat dan pergi.

“My silly son,” dia menggelengkan kepalanya dan Sica hanya tertawa kecil melihat percakapan ibu dan anak tersebut.

“Bagaimana dengan makanannya, Sica?” tanya Ny. Kwon saat mereka akhirnya menyantap makan malam mereka.

“Seperti biasa, umma. Like it,” Sica mengangkat kedua jempolnya.

“Dia tertular seleraku, umma.” Yul mengedip pada Sica.

“Hentikan, Yul,” Sica menyenggol Yul. Ny. Kwon tertawa melihat pasangan di hadapannya.

“Jangan malu-malu, Sica. Umma tau kau juga suka kan,” dia tertawa kembali.

“Umma!” Sica menyembunyikan wajah merahnya. Si anak lelaki dan ibunya tertawa karena tingkah lucu Sica dan mereka senang sekali menggodanya. Tapi suara dering handphone mengentikan tawa mereka.
Sica melihat layar handphonenya.

“Sebentar,” dia berjalan menjauh dari meja makan dan menjawab teleponnya.

“Umma, sepertinya aku harus pergi sekarang. Maaf aku tidak bisa menyelesaikan makan malamnya,” Sica memberitahunya dengan wajah yang terlihat sedikit sedih.

“Tidak apa-apa, sayang. Hati-hati ya.”

“Iya, umma,” Sica mengangguk dan mengambil barang-barangnya. Yul mengikuti di belakangnya.

“Ada apa, Sica?”

“Panggilan kerja,” kata Sica.

“Oh,” Yul mengangguk. “Hati-hati ya.” Katanya dari balik punggung Sica. Tapi Sica tidak membalas ucapannya malah mencium dirinya.

“Iya, Yul. Jangan khawatir.”

Yul tersenyum. “Baiklah.”
“Aku harus pergi sekarang. I love you, Yul,” Sica mengecup Yul sekali lagi sebelum menghilang ke balik pintu.

“Apa dia sudah pergi?” tanya ibu Yul. Yul mengangguk dan melanjutkan makan malamnya. “Apa yang terjadi?”

“Tidak tau, umma. Sica tidak mengatakan apa-apa,” Yul mengangkat bahu. “Mungkin rapat dadakan.”

Yul tidak terlalu peduli dengan hal itu, tapi apa yang dilihat Yul di mata Sica ketika dia mengucapkan tiga kata tersebut lah yang mengganggu pikirannya.

Apa yang terjadi, Sica?

 

 

To be continued…

Anyeong readers *bow*

ini ff baru dari author 4riesone.. say hi untuk author barunyaaa…

bagaimana dengan chapter awal ini?? ada yang penasaran?? okee tunggu aja chapter selanjutnyaa.. gue ga banyak cuap hari ini hehe.. jangan lupa tinggalkan komentar setelah baca ya..

Dikarena authornya baru pertama kali buat ff, jadi si author sangat membutuhkan kritik dan saran 🙂

byebye..

Advertisements

Author: 4riesone

SONE. Follow me on Twitter @4riesone for updates and questions

83 thoughts on “Love Between Dreams (Chapter 1)

  1. Kya’x jessica nyembunyiin sesuatu dari yul tpi apaan yah, ini bner” blum jelas ceritax di tunggu aja deh next chaptx, tpi gw penasaran bnget sama jessica…

  2. Annyeong …
    New reader ,akhirnya ak nemu jga YulSic nih stelah cari ksana kmari… kkee
    Ceitanya bkin penasaran,dan juga sbnernya msih smar” jga ..lol
    YulSic nya pacaran ,tpi kyaknya ada bnyak rahasia nya sica ? Dtunggu next chap nyah ..
    SEMANGAAAAAT !!!

    • hai hai! thank you komennya 🙂
      lg krisis yulsic kah belakangan ini? hahaha
      ya bner, emg masih samar2, bayang2, masih bnyk rahasia lah. wkwk
      see you in next chapter~ semangat jg!!

  3. Always yah yulsic slalu romantis,,, dr sini udh bisa kebaca kalau hubungan yulsic gak d restui ma ortu sica atau ada yang lain yah?????

    • always selalu tidak pernah never ka kalo yulsic sih hehe
      tebakannya bener ka, dan emg masih ada yg lain ^^
      thank you ka komennya.. see youn in next chapter 🙂

  4. Haii thorr ^^
    Disni sica nyimpen rahasia apa yaa
    Tae lom muncul apa udh muncul wkwkw
    Lanjut

  5. Ceritanya kurang panjangggggggg thorrrrrrrr
    Gw penasaran dengan apa yg d bicarakan sica ama hyo,
    Awalnya masih belum ngerti sih,,
    D tunggu next chap nya,,gw berharap yulsic ga terpecahkan,hahahahhaah

    • ga sanggup nulis panjang2 ka wkwk
      iya masih samar2 di awal, masih bnyk rahasia hehe
      semoga next chapter bsa lebih ngerti ya ka ^^
      thank you komennya and see you in next chapter~ annyeong!

  6. Ceritanya msh blm jelas jdi bikin penaran. Next part ditunggu

  7. jujur ceritanya itu msh abstrak ..blm ada konflik. krna bru part 1 mgkn.. jd kyk pengenalan tokoh gtu kali.
    mudhan nti critany tdk mengecewakan.

  8. hallo author gw pnasaran apa yg di smbunyiin sica ya

  9. sepertinya sic menyembunyikan sesuatu.curiga sama umma sica gk ngerestuin hubungan yulsic,taeng apa bakalan jadi penggangu yulsic?.next chapter di tunggu thor kalau bisa lebih panjang.

  10. Keren cerita’ny
    Okk next thor

  11. Msih bingung dgan skapy sica…
    Lnjut dah…

  12. Hi thor, new reader nih 😀
    Ditunggu lanjutan ceritanya 🙂

  13. Berhubung yul ngak membalas ungkapan cinta sica, biar gw aja yg balas I love you tu sica
    Masih abu-abu thor hehehe moga capt 2 udah tau bayangan jalan ceritanya seperti apa

  14. Jessica kenapa tuch?kayaknya sica nyembunyiin sesuatu dari yul

  15. halo author.. salam kenal 🙂
    huwaaaa yulsic. makasih udah bikin fanfic yulsi. semuanya serba perdana buat gue disini.

    senang ya liat yul sama sica adem ayem kayak gini, momentnya mereka tuh sweeeeet bgt. tp agak was2 sama sikapnya sica yg kyk nyembunyiin sesuatu apalg di cover ada si taeng. biasanya ada cinta segitiga, kbñyakan yg trjadi sih sica bakal terpaksa nyakitin yul tp brharap sih disini jangan. huhuhu kasiañ yulpaa. semangat ya thor lnjutin next chapnya. ditunggu, hwaiting!! 🙂

    • hai hai salam kenal jg.. asik yulsic shipper \m/
      hihihihi ya itulah drama ya,kalo adem ayem aja ntar bkan drama lg dong..
      tepat sekali.. pairingnya yulsic x taengsic ^^
      chapter 2 udh update kok, baca ya. see ya

  16. Anyeongg thor gw reader baru nie,
    ceritany keren
    ditunggu chap selanjutnya

  17. apaka 3 kt itu
    oiy da yg antagonis g di ff ini ky ny seh appa jung hehe

  18. masih blm mudeng sama critanya tp ditggu ya next chap nya.. kya nya bakalan seru ni
    slam kenal thor, trs berkarya ya

    • halo salam kenal jg.. iya sih, di chapter 1 masih sgt sgt sgt sedikit yg diungkap, sdgkn misterinya masih banyak hehe chapter 2 udh update kok, baca ya. see ya~

  19. Belum ngerti karna masih chap 1..
    Tapi agak was-was karna di cover Yul-Sica-Tae :v
    takutnya endingnya tar taengsic :3 jangan deh thor :3

  20. 3 kata yg menganggu pikiran yul itu pas sica ngucapin i love you bukan??
    Masih gangerti jalan ceritanya sih di part ini mungkin karna masih awal kali yaa, banyak pertanyaan yg muncul karna perannya sica disini. Dia tuh kenapa?kenapa hyo pas ketemu sica langsung nanya apa sica baik2 aja

    Ditunggu chap selanjutnya dehh…

  21. Yulsic kyknya akan bnyk badai nh? Hyo di traine sama SM? Chukkae:)

    • ya lumayan banyak sih sepertinya hahahaha
      bukan trainee jg sih sbnernya, dy lebih kaya choreographernya, tp masa percobaan gitu loh. hehe
      thank you ya

  22. hi gw new di sini..
    sica kek na bnyak pikran neh…kyak mo di jdohin aja

  23. apa yg terjadi dg sica ya??

  24. Jangan jangan sica selingkuh sama tae wkwk

  25. bagus nih critanya, bikn pensran tingkat kronis:-D:-D
    sica sebnarnya knp ya?kyknya ada yg disembunyikn sica dr yul
    ok thor di lnjut

    • aduh kronis ato akut nih? 😛
      ya itulah sica main sembunyi2an, bkin pusing aja hahaha
      sip, chapter 2 udh update kok. thank you 😀

  26. sweet yulsic, tp ada apa sbnrnya sm sica, yg tlp sica siapa tuh.. penasaran ada apa dgn sica?

  27. hi aku new reader ka hahaa
    ok.. ini kayanya ada sesuatu yg sica sembunyiin
    please bring taengsic out author-shi… hehee
    jujur penasaran sama taengsicnya sumpsh

  28. Di chap pertama sica ma yul msih kurang romantis mungkin krna keadaannya kali yahh . .
    Hmmm kyanya sica udh mulai main boong2an nih sma yul, mdah2an aja mereka bisa terus bertahan . .

    Nexttt

  29. wahh,, such a happy family… tapi apa yang terjadi pada sica ya? hope she will be alright ya 😉

  30. Sica knp tuh?
    Penasaran ma ni cerita
    Ijin baca ya thor

  31. Appa nya sica knp?kynya g sk bgt m hub yulsic?n sica knp c?ky da sesuatu yg ia sembunyiin
    aq tnggu kelanjutannya y thor

  32. Annyeong new reader,,,
    Sicca bnyak nympen rahasia kayanya,,,

  33. baru baca part 1 lngsng suka n penasaran
    ijin lnjut ya thor n lam kenal^^

  34. Sprtinya jessica mnyembunykan sesuatu dngn yul

  35. Oh di chap awal my taetae blom muncul,yah hyo np gak jd namja dsni,

  36. Wow yulsic walaupun gak terlalu feel karna aku locksmith tp oleh ceritanya menarik ya dibaca

  37. Sica merahasiakan sesuatu dari yul oppa ya..
    Mudah2an itu hal baik dan gak buruk..
    Seneng banget liat keakraban sica sama calon mertuanya. Hehehe sweet bngt..izon lanjut baca ya thor.. eh iya salam kenal ya saya New readers.

  38. sica misterius,, apa yg disembunyikannya ya. , ,,,???
    smoga bkn hal yg merugikn, .,kepo kepo….:-) :-)!!

  39. Slam kenal thor…
    aq reader baru…
    Pasti ada sesuatu yg disembunyiin sica dari yul…
    Yulsic sweet banget ya…
    hihi…
    Ijin baca selanjutnya ya thor…

  40. berhubung part awal blom jelas cuss lh part selanjutnya 😀
    yakin nih ff bgus.. yulsic jjang 😀

  41. Annyeong slm knl reader baru.crtny menarik,kykny siap bc yg part 2.

  42. sedikit membingungkan, sica kenapa? trus yang dirumah sica itu siapa? penasaran deh.

  43. owww yulsic langsung sudah pacaran di chapter pertama .. suka banget .. belum muncul konflik yg serius nih , adem ayem trus aja yulsicnya .. hahhaha .

  44. penasaran nih..ada sesuatu kah yang sica sembunyikan..

  45. hai author saya reader baru ,saya dari malaysia .salam kenalan ni.gomawa…

  46. masih part awal jadi masih banyak yg di penasarin. tapi kaya nya daddy jung ga setuju ama hubungan yulsic. mungkin krn itu jessi terlihat sedih dan banyak pikiran.

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s