rara0894

All about TaeTiSeo and GG

Dear Mom (Chapter 9)

131 Comments

Title        : Dear Mom

Author   : rara0894

Genre     : Family, gender bender

Cast        :
                   Seo Joo Hyun as Kim Joo Hyun

                   Tiffany Hwang/ Hwang Miyoung

                   Kim Taeyeon

                   Jessica Jung/ Jung Sooyeon

                   Kwon Yuri

                   And other cast

 

CYMERA_20140711_052021

“ suara itu.. “

Seohyun berlari untuk menghampiri, dia benar-benar ingin melihat wajah wanita yang terus saja melangkah semakin jauh darinya.

“ EOMMAAAA..!! “ tanpa ragu Seohyun berteriak lantang untuk memanggilnya, dia begitu yakin wanita itu adalah sang ibu. Sayangnya wanita itu sudah berada diluar restoran sehingga tidak bisa mendengar teriakannya. Semua mata tertuju padanya, tidak terkecuali Tiffany dan Nicole yang tadinya asik berbincang. “ EOMMMAAA..!! “ Seohyun kembali berteriak, dengan sekuat tenaga dia berlari untuk keluar dari restoran.

“ Joohyun, kau mau kemana?! “ teriak Tiffany yang juga beranjak dari duduknya untuk mengejar Seohyun. Sedangkan Nicole dengan segera membayar makanan yang dipesan kemudian menyusul Tiffany yang sudah keluar dari restoran.

“ Eommaaaa..!!!! “ Seohyun terus berteriak yang kini sudah berlinangan air mata. Dia begitu yakin jika itu adalah Jessica dan benar-benar ingin memeluknya. Tubuh Seohyun yang kecil terus berusaha menyelip diantara orang dewasa yang berlalu lalang. Ini sangat menghalanginya. Saat ini jalanan dipusat perbelanjaan begitu padat. Itu menyulitkannya untuk bisa mempersempit jarak dengan wanita yang dikejarnya. Namun, dia tidak akan menyerah, dia harus bisa menemui wanita itu.

“ Eommaa…. aaakh! “Seohyun yang berlari dengan tidak hati-hati dan dengan langkah yang tidak beraturan membuatnya terjatuh. Saat itu juga, wanita yang dikejar-kejar Seohyun menatap ke belakang karena mendengar suara teriakan. Namun menurutnya tidak ada siapapun yang berteriak, dia menghela napas dan kembali menghadap kedepan. Kembali melangkah untuk menyeberangi jalan dan masuk kedalam mobil sedan yang berada diseberang jalan tersebut.

“ JOOHYUN!! “ Pekik Tiffany yang melihat Seohyun terjatuh diantara orang-orang yang berlalu lalang. Dengan secepat mungkin Tiffany berlari, takut jika tubuh Seohyun terluka. Namun Seohyun kembali berdiri dan kembali berlari dengan lutut yang kini mengeluarkan darah karena saat terjatuh tadi lututnya bergesekan dengan jalanan yang kasar.

“ Joohyun-ah.. kau mau kemana?! Tunggu mommy Joohyun! “ Seohyun tidak menghiraukan, dia terus berlari dengan manahan kesakitan. Keringat dingin bercucuran didahinya, lututnya benar-benar menyakitkan. Namun dia tidak peduli karena di pikirannya hanya Jessica. Seohyun terus berusaha, hingga membuat tegananya terasa semakin terkuras karena harus lihai menyelip di antara orang-orang dewasa yang terlihat seperti raksasa untuknya. Seohyun bisa melihat wanita itu sedang menyeberangi jalan, dan dia semakin mempercepat langkahnya. Karena tidak kehati-hatiannya, Seohyun kembali tersandung dan terjatuh berguling dijalan trotoar yang menurun.

“ Joohyun-ah! “ Tiffany yang berhasil mempersempit jaraknya dengan Seohyun akhirnya bisa menahan Seohyun yang kembali berusaha berdiri untuk menyeberangi jalan.

“ lepaskan aku! “ ujar Seohyun yang berusaha lepas dari rengkuhan Tiffany di sela tangisannya yang semakin menjadi-jadi.

“ kau tidak lihat ini sudah lampu hijau?! apa kau ingin tertabrak mobil?! Tolong Joohyun-ah, jangan seperti ini! “ Suara Tiffany meninggi karena melihat Seohyun yang terus berusaha melepas pelukannya. Seohyun bisa saja nekat untuk menyeberang jalan.

“ JOOHYUN! “ Tiffany membentak Seohyun dan ini untuk yang pertama kalinya. Itu berhasil membuat Seohyun terkejut setengah mati. Ini pertama kalinya dia melihat Tiffany yang terlihat murka. Menatap Tiffany dengan nanar. Dia hanya diam, tubuhnya terasa kaku karena keterkejutannya. Tiffany yang menyadari perubahan wajah Seohyun membuatnya menyesal. Dia menyadari jika ini pertama kalinya dia membentak Seohyun.

“ maaf, mommy tidak bermaksud membentakmu “ Tiffany kembali membawa Seohyun kedalam pelukannya. “ mommy hanya khawatir denganmu sayang “ Tiffany membenamkan wajahnya dirambut Seohyun, mengecup puncak kepala Seohyun yang masih diam dengan sayang.

Harapannya pupus, wanita yang tadi dikejarnya sudah tidak terlihat oleh pandangan matanya. Apa yang diharapkannya terbang begitu saja. Saat ini pikirannya melayang, memikirkan tentang semuanya.Tidak bisakah tuhan mempertemukannya dengan orang yang dirindukannya? Tidak bisakah walaupun hanya sesaat, walaupun hanya dengan bertemu pandang saja? Mungkin itu bisa mengurangi rasa rindunya. Walaupun hanya berkurang sedikit saja. Tapi apa yang terjadi saat ini, tuhan tidak mengabulkan harapannya. Apakah tuhan memang mentakdirkannya untuk berpisah dengan ibunya? Tapi jika memang begitu, dia belum bisa menerima. Bukan bermaksud menjadi seorang manusia pengkianat dengan garis takdir yang sudah ditentukan, hanya saja hatinya masih meronta untuk menolak. Belum bisa menerima keadaan.

Dada Seohyun terasa sesak, tubuhnya terasa lemah. Merasa tidak tahan dengan semuanya, ingin melepaskan semua beban yang ditanggungnya. Ini terlalu berat baginya, terlalu berat untuk dipikul oleh tubuh kecilnya. Dia terisak dipelukan Tiffany, tubuhnya terus diam tanpa pergerakan untuk membalas pelukan wanita yang begitu mencintainya.

“ fany-ah “ panggil Nicole yang menghampiri mereka. “ omo! Kakimu Joohyun-ah “ Nicole terkejut saat melihat kearah kedua kaki Seohyun dan Tiffany pun langsung mengarahkan pandangannya kebawah. Terlihat cairan merah mengalir dengan perlahan dari lutut Seohyun yang sedikit tertutupi oleh rok sekolahnya. Sedari tadi Tiffany tidak menyadari jika Seohyun terluka.

“ Ya tuhan! Kakimu berdarah Joohyun-ah “ ujar Tiffany panik yang sedikit menyingkap rok Seohyun. saat itu juga Seohyun baru menyadari jika kini lututnya terasa perih.

“ kenapa kau tidak mengatakannya dari tadi? Kau terluka sayang “ Tiffany masih panik, dia bisa melihat jika kini Seohyun menggigit bibir bawahnya karena menahan kesakitan.

“ mani appo? “ Tiffany mengusap pipi Seohyun yang masih saja diam. “ Eottokae? “ Lirih Tiffany yang kembali menyingkap rok Seohyun dengan tangan yang sedikit bergetar. Dia tidak bisa melihat Seohyun terluka, karena itu juka akan menyakitinya.

“ ah, kau tunggu disini saja. Biar aku yang membawa mobilmu kemari. Kita bawa Joohyun ke klinik “ Nicole meminta Tiffany memberikan kuci mobilnya kemudian melangkah cepat untuk kembali keparkiran restoran.

“ sayang.. “ Tiffany mengusap dahi Seohyun yang berkeringat, menatap Seohyun yang masih diam dengan lekat. Tiffany bertanya-tanya, apakah orang yang dikejar-kejar Seohyun memang Jessica? “ tidak mungkin, Seohyun pasti salah orang “ batin Tiffany menggelengkan kepalanya, membuang pikirannya yang hanya akan membuat hatinya gusar. Jujur, melihat Seohyun seperti tadi membautnya takut. Takut jika kehilangan Seohyun. gadis yang kini bersamanya ini bisa saja nekat untuk kabur dan Tiffany tidak menginginkan itu.

“ eommaaa… “ Tiffany kembali menoleh kearah Seohyun yang terisak. Dia bisa dengan jelas mendengar Seohyun yang menggumam. Kemudian dia menunduk untuk mengecup dahi Seohyun. Mengeratkan pelukannya tanpa berkata-kata. Dia tidak tahu apa yang harus dikatakannya untuk menenangkan anaknya itu. Jujur, ada sedikit kecemburuan dihatinya. Tidak lama kemudian mobil Tiffany sudah terlihat, dengan segera Tiffany menyelipkan tangannya dikedua lipatan lutut Seohyun dan mengangkat tubuh Seohyun untuk masuk kedalam mobil. Seohyun pasti sulit untuk berjalan.

” Nic, kita ke klinik adikku saja ” Ujar Tiffany yang mendapatkan anggukan dari Nicole yang kini menjalankan mobil. Menurutnya Yoonalah yang bisa dipercaya untuk merawat luka Seohyun.

 

– Dear Mom –

Jessica hanya menatap kedepan dengan tatapan kosong. ” Aku seperti mendengar suaranya “ hanya itu yang ada dipikiran Jessica saat ini.

” Sooyeon-ah ” Jessica tersadar dari pikirannya, kemudian menoleh kearah Yuri yang tadi memanggilnya.

” Wae? “

” Kwenchana? Apa yang kau pikirkan? ” Tanya Yuri yang terlihat khawatir dan masih terfokus pada jalanan dihadapannya.

” Tidak ada yul ” Jessica mencoba tersenyum, namun Yuri tidak bisa dibohongi. Dia tahu jika Jessica tidak baik-baik saja.

” Aku tidak bisa kau bohongi, aku tahu ada yang menganggu pikiranmu. Apalagi aku sudah memanggilmu berkali-kali dan kau tidak mendengarnya. Itu yang kau bilang tidak ada? ” Ujar Yuri yang sesekali melirik kearah Jessica yang duduk disampingnya. Bisa dilihat Jessica yang menghela napas.

” Yul.. ” Panggil Jessica.

” Hmm.. Wae? “

” Saat kita menyeberangi jalan setelah dari restoran tadi, aku seperti mendengar suara Joohyun yang memanggilku ” ujar Jessica pelan yang masih menatap jalanan.

” Ne? ” Yuri seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Jessica yang kini menoleh kearahnya.

” Aku mendengarnya memanggilku berkali-kali. Namun saat aku menoleh kebelakang, aku tidak menemukannya ” suara Jessica terdengar bergetar seperti menahan tangisannya. Yuri yang sedang mengendarai mobil dengan segera menepikan mobilnya kemdian mengubah posisi duduknya agar bisa menatap Jessica dengan lekat.

“ Sooyeon-ah, apa kau begitu merindukannya? “ tanya Yuri yang kini sudah menggenggam tangan Jessica dengan lembut.

“ bohong jika aku tidak merindukannya yul “ Jessica tersenyum miris. Yuri menghela napasnya.

“ maka dari itu kau bisa mendengar suaranya “ Perkataan Yuri membuatnya mengerutkan dahi karena tidak bisa mencerna dengan baik apa maksud dari perkataan Yuri tadi. Yuri tersenyum mengerti, tahu jika Jessica sedang berusaha untuk mencerna perkataannya. “ aku yakin, itu hanya halusinasimu saja sayang “ Yuri mengusap pipi Jessica yang kini terdiam dengan kata-kata Yuri yang terakhir dan perlakuannya. Yuri yang menyadari merutuki dirinya, bagaimana bisa dia bisa lepas kendali seperti itu. “ aaish.. Yuri pabo! “

“ y-yul “ ujar Jessica yang terbata.

“ pabo! “ Yuri menyentil dahi Jessica, mencairkan suasana agar tidak canggung seperti tadi.

“ ya! Ini sakit! “ Jessica mengusap dahinya sambil mengerucutkan bibir. Kemudian menatap tajam kearah Yuri yang tertawa lepas dan itu berhasil membuat Yuri terdiam.

“ hmm.. mianhae, aku hanya bercanda “ Yuri melihatkan aegyonya yang membuat Jessica memutar bola matanya.

“ Yul, apa benar itu hanya halusinasiku? Tapi aku bisa mendengarnya dengan jelas .

“ aku yakin. Itu karena kau sangat merindukan Joohyun Sooyeon-ah. aiish.. bagaimana bisa Taeyeon melarangmu untuk bertemu anakmu sendiri? Itu keterlaluan “ ujar Yuri yang sedikit kesal jika membahas tentang Taeyeon.

“ aku tidak tahu apa Taeyeon membolehkanku bertemu dengan Joohyun atau tidak, hanya saja aku memang tidak ingin bertemu dengan Joohyun. Aku takut itu akan membuatku semakin merindukannya, membuatku semakin menginginkannya. Joohyun tidak akan pernah bisa lagi berada dipelukanku yul, jadi aku tidak ingin membuat diriku semakin tersiksa karena merindukannya. Itu sangat menyakitkan “ Kini Jessica kembali terisak, sudah ribuan kali dia menangis jika itu menyangkut anaknya.

“ Begitu juga dengan Joohyun. Aku yakin dia juga sepertiku yang merindukannya dan aku tidak ingin dia semakin menginginkanku jika aku muncul dihadapannya. aku tidak ingin Joohyun merasakan apa yang ku rasakan. Biarlah seperti ini. perlahan dia pasti akan bisa melupakanku “ Yuri menghela napasnya, Jessica benar-benar rapuh saat ini. rasa bersalah didirinya kembali muncul. Mengingat apa yang telah terjadi dulu diantara mereka.

“ arraseo.. Uljima. Kau harus kuat Sooyeon-ah “ Yuri memeluk Jessica dengan erat, berusaha untuk menenangkan juga menguatkan. “ Jeongmal mianhae “ bisik Yuri.

“ kenapa kau minta maaf yul? “ tanya Jessica.

“ ani.. “ Yuri melepaskan pelukannya dan tersenyum lebar. “ kajja.. kita jalan kembali “

– Dear Mom –

 

“ aakh “ Seohyun terbangun dan mengerang kesakitan saat merasakan sesuatu yang menyentuh lukanya. Ternyata saat dalam perjalan ke klinik Seohyun tertidur karena merasa kelelahan. Dia benar-benar tidak memiliki tenaga hingga luka yang begitu perih terasa sedikit menghilang. “ appo! “ tangannya yang ingin menepis tangan Yoona yang menyentuh lukanya langsung ditahan Tiffany.

“ jangan sayang, tahan sebentar “ Ujar Tiffany yang menggengam tangan Seohyun.

“ aku tidak mau diobati! “ Seohyun menghentakkan kedua kakinya yang membuat Yoona menghentikan kegiatannya dan dengan cepat Tiffany memeluk Seohyun sebelum gadis yang begitu keras kepala itu berencana untuk bangun dari posisinya yang duduk di tempat tidur pasien.

” Joohyun-ah, lukamu bisa infeksi jika tidak diobati. Lihatlah kedua lututmu, ini bukan luka yang bisa dianggap sepele ” ujar Yoona mencoba memberikan pengertian, namun Seohyun tetap saja bersikeras untuk tidak diobati. Itu sangat menyakitkan untuknya.

” Aku tidak mau! Ini sakit! ” Teriaknya yang masih berusaha memberontak. Untung saja Tiffany sudah bersiaga untuk mendekap tubuh Seohyun dengan erat.

” Joohyun, tahan sebentar sayang. Sebentar lagi Aunty selesai mengobati lukamu ” namun tetap saja Seohyun memberontak. Akhirnya Yoona mengode kedua perawatnya untuk menahan kaki Seohyun.

” Ya!  apa yang kalian lakukan?! Appooo..!! ” Seohyun berteriak dan tidak bisa lagi memberontak karena kedua kaki dan tubuhnya ditahan dengan kuat. Tanpa sadar dia memeluk Tiffany dengan erat, menenggelamkan wajahnya dibahu Tiffany yang kini terdiam. Seohyun memeluknya! Sebuncah rasa bahagia muncul dihati Tiffany. Inilah moment yang paling dirindukannya. Dia bisa merasakan Seohyun yang membalas pelukannya seperti saat ini.

” Peluk mommy.. Jangan pikirkan rasa sakitnya ” Tiffany mengeratkan pelukannya, mengecup dahi Seohyun yang berkeringat karena menahan kesakitan. ” Uljima.. ” Tiffany terus berusaha menenangkan. Tiffany tahu, hanya saat ini dia bisa merasakan balasan dari Seohyun dan mungkin selanjutnya tidak akan pernah lagi dirasakannya. Tiffany tidak menyinyiakan kesempatan itu untuk merasakan dan merekam agar selalu bisa mengingatnya. Tiffany juga tidak mengerti mengapa bisa seperti ini, mungkin saja karena dia begitu menginginkan seorang anak dikehidupannya. Tidak beberapa lama kemudian, Seohyun sudah selesai diobati. Yoona memberikan obat antiseptik untuk mencegah infeksi yang bisa saja terjadi. Setelah itu mereka berpamitan untuk pulang.

Taeyeon berjalan perlahan memasuki rumah setelah keluar dari mobilnya yang kini sudah terpakir di garasi. Seperti Tiffany, hal yang pertama dilakukannya jika baru saja berada dirumah adalah menanyakan keberadaan anak dan juga istrinya pada pelayan rumah.

” Ahjumma, Joohyun dan Tiffany dimana? ” Tanya Taeyeon yang melepaskan sepatunya dan menggantinya dengan sandal rumah.

” Ada dikamar nona Joohyun tuan ” jawab pelayan yang mengambil sepatu dari tangan Taeyeon yang mengangguk. Kemudian dengan langkah santai Taeyeon berjalan untuk menemui anak dan istrinya. Setelah berada diambang pintu, kedua sudut bibirnya mengembang melihat istrinya terus memperhatikan Joohyun yang sedang tertidur, terus mengusap kepalan Joohyun yang terlihat nyaman dalam tidurnya. Namun seketika matanya membulat saat melihat kedua lutut anaknya yang diperban. Dengan langkah cepat dia berjalan menghampiri keduanya.

“ miyoung-ah, waegeure? “ Tiffany sedikit tersentak karena tiba-tiba saja Taeyeon menghampirinya.

“ aiigoo tae.. “ Tiffany mengatur napasnya. Kemudian berdiri untuk menggapai dasi Taeyeon, melonggarkannya. Taeyeon pasti merasa tidak nyaman memakai dasi yang melingkar berjam-jam dilehernya.

“ ada apa dengan Joohyun? Kenapa kakinya diperban seperti itu? “ tanya Taeyeon dengan raut khawatir.

“ kita bicarakan diluar saja. Apa kau akan kembali kekantor? “ Tanya Tiffany yang mendapatkan anggukan dari suaminya yang cute itu. “ aiigoo.. kasihan sekali suamiku “ Tiffany mengusap kedua pipi Taeyeon dengan lembut kemudian mengecupnya yang membuat Taeyeon tersenyum lebar. Dipeluknya istrinya itu dengan erat. Pelukan Tiffanylah yang mampu mengobati rasa lelahnya, meningkatkan kembali tenaganya yang terkuras karena pekerjaannya dikantor. Untuknya Tiffany seperti vitamin yang akan selalu membuatnya kembali bertenaga.

“ kajja.. kita kekamar. Kau harus mnembersihkan diri dan makan sebelum kembali kekantor “ Tiffany melepaskan pelukannya.

“ tunggu sebentar “ Taeyeon mendekati Seohyun, menduduki dirinya disamping anaknya itu. Diusapnya dahi Seohyun dengan sayang, menatap wajah cantik anaknya yang memang terlihat lelah. “ apa yang terjadi? kenapa lututmu seperti itu hmm? Apa kau tidak hati-hati saat berjalan? “ Ujar Taeyeon dengan suara lembutnya, seolah Seohyun mendengarkan perkataannya.

“ kau membaut appa dan mommy khawatir sayang “ Taeyeon perlahan menunduk yang kemudian mencium dahi dan kedua pipi Seohyun yang kini sedikit menggeliat karena perlakuan Taeyeon. Itu membuat Taeyeon tersenyum, begitu juga dengan Tiffany yang terus memperhatikan keduanya. Wajah tidur Seohyun begitu lucu sama seperti Taeyeon. Menurut Tiffany sangat menggemaskan saat melihat suami dan anaknya yang sedang  tertidur. Itu membuatnya harus menahan diri untuk tidak mengecup wajah mereka.

“ sudah taetae, nanti Joohyun bisa terbangun karenamu “ ujar Tiffany yang mengusap punggung suaminya dengan lembut. Taeyeon kembali tersenyum melihat Seohyun. sejak Seohyun hadir disisinya dan Tiffany, hidupnya terasa begitu berbeda. Keluarga kecil mereka terasa lebih hidup dan bahagia, walaupun mereka harus sabar untuk menghadapi tingkah laku Seohyun yang sering membuat mereka naik darah. Taeyeon tidak peduli itu, yang terpenting dia bisa melihat anaknya setiap hari. Tidah seperti dulu yang harus membuatnya menahan kerinduan terhadap Seohyun bertahun-tahun. Taeyeon tidak akan bisa membayangkan jika Seohyun kembali jauh dari penglihatannya, jauh dari sisinya dan Taeyeon tidak akan membiarkan itu terjadi. Dia akan terus mempertahankan Joohyun untuk selalu ada dipelukannya. Apa dia egois? Ya, dia memang egois. Namun semua ini dilakukannya bukan saja untuk dirinya. Tetapi juga untuk Seohyun. Dia tidak ingin lagi Seohyun diterlantarkan seperti yang dilakukan Jessica. Dengan umur Seohyun yang masih belia, dia masih membutuhkan kasih sayang dan Jessica mengabaikan itu semua. Mengabaikan apa yang dibutuhkan Seohyun dalam menjalani kehidupan.

“ appa mencintaimu “ Taeyeon kembali mencium dahi Seohyun kemudian berdiri dari duduknya. Menunggu Tiffany yang juga ingin melakukan apa yang baru saja dilakukannya pada Seohyun.

“ mommy juga mencintaimu “ ujar Tiffany setelah mencium dahi Seohyun. “ kajja tae “ Tiffany menarik Taeyeon untuk keluar dari kamar Seohyun.

“ apa yang terjadi dengannya? “ tanya Taeyeon menatap Tiffany yang membantunya membuka jas dan baju kemejanya. Bisa dilihatnya dengan jelas jika Tiffany menghela napas beratnya.

“ saat berada direstoran tadi, Seohyun yang baru saja keluar dari toilet langsung saja berlari mengejar seseorang, dan itu membuatnya terjatuh dua kali “ jelas Tiffany yang membuat Taeyeon mengerutkan dahinya. Terus memandangi Tiffany yang berjalan untuk meletakkan baju yang dipakai Taeyeon tadi.

“ siapa yang ingin dikejarnya? “

“ seorang wanita yang dianggapnya Jessica. Joohyun terus berteriak memanggilnya karena dia begitu yakin jika itu adalah Jessica. “ jawaban Tiffany berhasil membuatnya membulatkan mata. Degup jantungnya kini terasa lebih cepat, ada sedikit kegusaran dihatinya.

“ a-apa itu benar-benar Jessica? “ tanya Taeyeon dengan terbata. Napasnya terasa sedikit berat.

“ aku tidak tahu pasti. Tapi menurutku itu hanya perasaan Joohyun saja. Mungkin saja postur tubuh wanita itu mirip dengan Jessica yang membuat Joohyun mengira jika itu adalah ibunya “ jelas Tiffany yang kini berjalan untuk mengambil baju kantor Taeyeon yang baru.

“ apa wanita itu menoleh kearahnya? “ Tiffany mengangkat bahunya, seolah mengatakan jika dia juga tidak tahu.

“ aku saja tidak tahu siapa yang dikira Joohyun itu. Semua orang melihat kearahnya saat dia berlari dan berteriak. Tapi jika itu memang Jessica, pasti dia akan langsung menghampiri Joohyun yang terjatuh. Itulah yang membuatku yakin kalau wanita itu bukan Jessica tae “ Kini Taeyeon bisa bernapas lega setelah mendengar penjelasan Tiffany. Kemudian dia mendudukan dirinya ditepi ranjang menunggu Tiffany menyiapkan bathrobe dan air hangat untuknya dikamar mandi. Tidak lama kemudian Tiffany menghampirinya dan duduk disampingnya.

“ mianhae tae, tadi aku tidak bisa menjaga Joohyun dengan baik hingga membuatnya terluka seperti itu. Tadi aku sudah berusaha mengejarnya namun orang-orang yang begitu ramai membuatku begitu sulit untuk bisa cepat menahannya “ Tiffany memeluk Taeyeon dari samping, meyandarkan kepalanya dibahu suaminya itu. “ andai saja aku bisa lebih sigap, Joohyun pasti tidak akan terluka seperti itu. Aku tidak kuat melihatnya terluka dan menahan kesakitan seperti itu tae “ ujar Tiffany lirih dengan mata yang kini sudah berkaca-kaca. Taeyeon mengeratkan pelukannya, berusaha untuk menenangkan hati istrinya.

“ kau tidak perlu meminta maaf seperti itu sayang. itu bukan kemauan kita. Jadi jangan merasa bersalah seperti ini “ Taeyeon mengusap air mata Tiffany yang mengalir perlahan. “ Yang terpenting Joohyun baik-baik saja walaupun tidak dengan lututnya “ Taeyeon melepaskan pelukan Tiffany ditubuhnya agar bisa menatap istrinya itu dengan lekat.

“ aku menyesal, aku hmmph.. “ Taeyeon langsung mengunci bibir lembut Tiffany dengan bibirnya. Menyuruh Tiffany diam dan tidak lagi mengatakan kata-kata penyesalan seperti yang baru saja dikatakan. Dia tidak ingin mendengar lagi dari bibir Tiffany. Taeyeon terus melumat bibir lembut itu yang kini mendapat balasan. Dengan cepat tangan Tiffany menarik tengkuk Taeyeon untuk mempedalam ciuman mereka yang semakin panas.

“ tae.. “ panggil Tiffany disela ciuman mereka, namun sedikitpun Taeyeon tidak memberi celah untuk Tiffany mengucapkan kata-kata. Taeyeon terus saja melahap Tiffany yang mulai kehabisan napas dan membutuhkan udara. Akhirnya Taeyeon melepaskannya, dia juga butuh udara sebelum kembali melanjutkan. Ditatapnya wajah cantik istrinya yang masih berusaha mengatur napas, begitu juga dengannya.

“ jangan lagi berkata seperti itu, aku tidak suka mendengarnya “ ujar Taeyeon dengan lembut, mengusap pipi Tiffany dengan sayang yang kini tersenyum melihatkan eye-smilenya yang cantik.

“ arraseo “ Tiffany memberikan wink andalannya. Itu membuat Taeyeon semakin menginginkan Tiffany sekarang juga. Namun saat ini dia sedang dikejar waktu, banyak pekerjaan kantor yang harus diselesaikannya hari ini juga. Tapi tetap saja Taeyeon tidak bisa menahan, dia kembali melahap bibir istrinya itu dan mendorong tubuh istrinya hingga jatuh keranjang.

“ sudaah taee.. “ Tiffany berusaha melepaskan ciumannya setelah cukup lama bermain. Namun sedikitpun Taeyeon tidak menghiraukannya.

“ Aaw! Ya! “ Pekik Taeyeon yang tadinya terus menyerang Tiffany. “ appo.. kenapa kau mencubit pinggangku miyoung-ah? “ Taeyeon mengerucutkan bibirnya sambil mengusap pinggangnya yang tadi dicubit. Tiffany mengecup cepat bibir itu karena Taeyeon begitu menggemaskan untuknya.

“ kenapa cepat sekali? “ rutuk Taeyeon yang kemudian kembali mendekatkan wajahnya, berniat untuk kembali melanjutkan. Namun tangan Tiffany dengan sigap membungkam mulut Taeyeon yang hampir saja menyentuh bibirnya kembali. “ waeeee? “ rengek Taeyeon seperti anak kecil.

“ kau tidak akan berhenti jika aku terus membiarkanmu. Cepat mandi! “ Tiffany mendorong bahu Taeyeon yang masih menindihnya.

“ aku tidak mau! “

“ YA! “ Tiffany menahan kepala Taeyeon yang berusaha untuk menjangkau lehernya “ jika kau tidak segera bangkit dan mandi, aku jamin kau tidak akan mendapatkan jatah dalam waktu yang lama! “ ancam Tiffany yang membuat Taeyeon langsung bangkit dari posisinya

“ arraseo! “ Taeyeon langsung berlari kekamar mandi sebelum Tiffany benar-benar menghukumnya. Tidak mendapatkan jatah dalam waktu yang lama? Oh no! Itu sangat menyiksa.

Tiffany yang melihat tingkah Taeyeon hanya tertawa kecil sambil menggeleng kepala. Suaminya itu benar-benar kekanakan saat bersamanya. Tapi jangan salah, walaupun seperti itu Taeyeon adalah seorang pria yang tegas dan bertanggung jawab sebagai kepala keluarga dan sebagai pemimpin diperusahaannya. Itulah yang membuat semua karyawannya begitu kagum dan segan padanya. Sambil menunggu Taeyeon selesai, Tiffany memutuskan untuk menyiapkan makanan untuk Taeyeon sebelum suaminya itu kembali kekantor. Tidak lupa sebelum itu Tiffany kembali melihat Seohyun dikamarnya sebentar. Seohyun masih tertidur dengan lelap, mungkin Seohyun benar-benar lelah. Kemudian Tiffany kembali melangkah menuju pantry.

Setengah jam berlalu dan Taeyeon sudah selesai membersihkan diri. Melangkah menuju pantry untuk menemui istrinya yang sedang menyiapkan makanannya.

“ kau sudah siap tae? Duduklah kau harus makan sebelum kembali kekantor“ Tiffany mendudukan dirinya disebelah Taeyeon dan menyiapkan semuanya. Taeyeon hanya tinggal memakannya saja. Begitu beruntungnya Taeyeon memilik istri seperti Tiffany bukan? Tiffany seorang istri yang sempurna untuknya.

“ tae “ panggil Tiffany dengan ragu pada Taeyeon yang sibuk mengunyah. “ apa aku harus mengatakannya? “ batin Tiffany. Dia sedikit ragu untuk mengatakan sesuatu yang kini ada dibenaknya pada Taeyeon.

“ wae? kwenchana? “ tanya Taeyeon yang kini bersuara, dia sedikit khawatir melihat Tiffany yang menatapnya.

“ hmm.. Tae, jika besok kau tidak sibuk.. ba-bagaimana kalau kita menemui Jessica di panti asuhan? “ Tanya Tiffany dengan sedikit ragu dan itu berhasil membuat Taeyeon tidak jadi memasukan sesuap nasi kemulutnya.

“ kenapa kau ingin menemuinya? “ tanya Taeyeon yang kini terlihat dingin.

“ Joohyun begitu merindukan Jessica tae. Sebelum tertidur tadi dia terus saja menangis dan memanggilnya. Lebih baik kita pertemukan Joohyun dengan Jessica “ jelas Tiffany.

“ jadi kau ingin menyerahkan Joohyun padanya? Apa kau tidak ingin lagi untuk merawat Joohyun dan memutuskan untuk melepasnya? “ tanya Taeyeon yang berusaha tenang, emosinya sedikit meninggi saat ini.

“ ani.. “ Tiffany menggeleng keras. “ bukan seperti itu tae, kita hanya sebentar. Hanya untuk membuat Joohyun melepas rindu dengan ibunya. Aku tidak tega melihatnya menangis seperti tadi “ Tiffany tahu, Taeyeon saat ini berusaha untuk menahan kemarahannya karena dia kembali mengungkit tentang Jessica. Sebenarnya dia tidak menginginkan semua ini. Namun melihat Seohyun yang menangis hampir dua jam seperti tadi membuatnya merasa tidak tega. Dia tidak kuat jika melihat Seohyun yang menangis sejadi-jadinya, melihat wajah Seohyun yang sembab.

“ apa kau yakin Joohyun mau pulang dengan kita setelah bertemu dengannya? “ Kini Tiffany menunduk, dia juga tidak yakin jika Seohyun mau pulang kalau sudah bersama Jessica.

“ diammu itu sudah menjawab pertanyaanku jika kau tidak yakin fany-ah. Jadi tidak usah berencana untuk mempertemukan mereka “ ujar Taeyeon dengan nada yang masih dingin. bagimana bisa Tiffany merencanakan hal bodoh seperti itu. Mustahil jika Seohyun akan mau diajak pulang setelah bertemu dengan ibunya.

“ Tapi Tae, kau juga harus memikirkan perasaan Jessica. Tidak ada seorang ibu yang tidak akan merindukan anaknya. Jessica pasti menderita- “

” Dan bagaimana dengan perasaanku eoh?! Dia yang tidak pernah memikirkan perasaanku! Tega mengkhianatiku dan menjuhkan Joohyun dariku! Siapa yang lebih menderita sebenarnya?! Aku fany-ah! Aku yang lebih tersiksa. Dia hanya beberapa bulan saja tidak melihat joohyun. Sedangkan aku? bertahun-tahun aku tidak bisa menatap dan memeluk anakku. Betahun-tahun aku terus merindukannya! Apa aku pantas untuk memikirkan perasaannya setelah apa yang dilakukannya padaku?! ” Tiffany hanya diam terpaku dengan menatap Taeyeon dengan nanar. Dia tidak menyangka jika Taeyeon meninggikan suaranya, bahkan berteriak padanya. Namun dia berusaha untuk tidak ikut tersulut emosi karena hanya akan semakin memperburuk suasana.

“ tapi- “ perkataan Tiffany kembali terhenti saat Taeyeon menaruh sendok dengan sedikit kasar.

“ sudahlah Fany-ah! aku tidak ingin membahas ini lagi “ Taeyeon menghela napas beratnya. Mencoba mengontrol emosinya, dia tahu Tiffany pasti tersakiti karena bentakannya dan Taeyeon tidak ingin lagi menambahkannya.

“ Aku tahu jika kau juga tersakiti! tapi Apa yang kita lakukan ini terlalu egois tae. Terlalu egois untuk memisahkan hingga Joohyun tidak bisa melihat Jessica hanya sekali. Aku juga seorang wanita dan aku bisa merasakan bagaimana perasaan Jessica “ mata Tiffany memerah. Bahkan kini air matnya sudah mengalir dipipi putihnya. Ini pertama kalinya dia bertengkar hebat dengan Taeyeon, pertama kalinya mereka bertengkar dengan saling membentak dan berteriak.

“ dan kau tidak tahu dengan persaanku! “ Tiffany kembali terdiam. Taeyeon benar-benar emosi saat ini. “ kalau memang wanita itu merindukan anaknya, dia pasti akan berusaha untuk bisa bertemu. Dia juga bisa datang kerumah ataupun menghubungiku. Tapi apa? Sedikitpun tidak terlihat usaha darinya. Apa itu yang kau bilang jika dia merindukan Joohyun? “ Tifffany masih saja diam. Dia tidak tahu harus berkata apa di saat suasana menenganggkan yang terasa. Ini baru pertama kalinya dia bertengkar dengan saling membentak seperti saat ini.

“ Apa aku pernah melarangnya untuk bertemu dengan Joohyun? Tidak pernah fany-ah! aku hanya melarangnya membawa Joohyun kembali bersamanya karena dia tidak akan pernah becus untuk merawat Joohyun “ Napas Taeyeon menderu, bisa dilihat dengan jelas jika bahunya naik turun karena napasnya yang terasa berat.

” Kalian benar-benar manusia licik! ” sebuah suara yang penuh penekanan menghentikan pertengkaran mereka. Tiffany dan Taeyeon menoleh dengan bersamaan, terlihatlah Seohyun yang berdiri tidak jauh dari mereka dengan tatapan tajamnya.

” Siapa yang mengajarimu berbicara seperti itu?! ” Bentak Taeyeon dengan emosi yang semakin tinggi.

” Seperti yang anda katakan Taeyeon-ssi, tidak kebecusan ibukulah yang membuatku bisa bicara seperti ini ” Seohyun berbicara begitu tenang. Taeyeon mengepalkan tangannya dengan kuat, amarahnya kini benar-benar memuncak. Tiffany yang berada disamping Taeyeon hanya bisa membungkam mulutnya karena ketidakpercayaannya mendengar Seohyun berbicara dengan begitu tidak sopan. Sangat keterlaluan.

” Jo-johyun-ah bagaimana bisa kau bicara seperti- “

” Dan anda Tiffany-ssi, tidak usah berpura-pura baik padaku “ Seohyun menunjuk Tiffany dengan tidak sopan. Seohyun tidak lagi memikirkan tentang sopan santun. Kini amarahnya juga memuncak karena perkataan Taeyeon yang selalu saja menghina dan menganggap rendah ibunya. Anak mana yang tidak akan marah saat ibu kandungnya dihina? Apalagi yang menghina adalah ayah kandungnya sendiri? Tidak ada! Tidak ada yang akan diam jika seorang anak mendengar ayahnya sendiri menghina ibunya langsung dihadapannya. Cukup selama ini dia hanya diam dan menangis. Kali ini tidak akan lagi.

“ Aku tahu, kau sama liciknya dengan suamimu. Bahkan lebih licik karena kau dengan mudah menghasutnya untuk memisahkanku dari ibuku! “ suara Seohyun semakin tinggi dan penuh dengan penekanan. Sedangkan Tiffany merasakan tubuhnya lemas setelah mendengar perkataan Seohyun yang tajam dan terasa menusuk dihatinya. Ditambah lagi perlakuan Seohyun yang menunjuknya dengan tidak sopan. Dada Tiffany terasa sesak, seolah udara tidak bisa masuk melalui alat pernapasannya. Tubuhnya yang lemah terasa semakin tidak bertenaga hingga membuatnya sedikit limbung. Beruntung Taeyeon yang berada disampingnya dengan sigap menahan tubuh ramping itu.

“ m-mwo? Bagaimana bisa kau berkata seperti Joohyun-ah? apa salahku? “ lirih Tiffany yang kini terisak. Hatinya benar-benar sakit saat Seohyun mengatakannya seorang wanita licik.

“ masih bertanya apa salahmu? “ Seohyun balik bertanya.

“ cukup Joohyun! Masuk kekamarmu sekarang! “ Perintah Taeyeon dengan tegas yang masih menahan tubuh Tiffany yang tidak kuat untuk menopang tubuhnya sendiri. Seohyun tidak menghiraukan, dia terus menatap Tiffany dengan tajam dan lekat.
“ apa kau benar-benar tidak tahu atau kau berpura-pura bodoh? “ Seohyun tersenyum sinis, seolah mencemooh.

“ ANAK KURANG AJAR! “ Taeyeon yang naik pitam melangkah cepat menghampiri Seohyun dengan tangan kanannya yang terangkat keudara.

“ Taeyeon-ah, andweee! “ Pekik Tiffany menahan tubuh Taeyeon dengan memeluknya dari belakang. Dia tahu apa yang akan dilakukan Taeyeon pada Seohyun dan itu tidak boleh terjadi. Tidak untuk yang kedua kalinya pipi Seohyun tersakiti karena tangan Taeyeon. Namun, tenaga Taeyeon yang kuat didukung dengan amarahnya yang memuncak, dengan mudah dia melepaskan tangan Tiffany yang melingkar diperutnya hingga membuat istrinya itu tersungkur kelantai.

“ Andwee..!! “ Tiffany menutup rapat matanya sambil menutup kedua telinga dengan tangannya saat tangan Taeyeon terangkat semakin tinggi untuk menampar pipi kiri Seohyun yang masih berlagak tenang. Tiffany tidak akan kuat jika mendengar bunyi tamparan itu “ andwee.. “ lirih Tiffany yang masih menutup rapat matanya dan menunduk. Dia terisak. Namun beberapa detik kemudian tidak ada bunyi apapun yang terdengar olehnya pendengarannya. Apakah itu karena telinga ditutup? Apa Taeyeon sudah mendaratkan tangannya dipipi Seohyun? untuk memastikan dan dengan keberanian yang penuh, perlahan Tiffany membuka matanya yang kembali mengeluarkan air yang tadinya tertahan. Ternyata tangan Taeyeon masih terangkat, namun tidak akan bisa menyentuh pipi putih Seohyun karena kedua tangan Seohyun menahannya. Mereka saling menatap tajam dan seolah ingin saling membunuh.

“ kau pikir aku akan membiarkan tanganmu menyakiti pipiku untuk yang kedua kalinya? “ Seohyun masih berusaha menahan tangan Taeyeon dengan sekuat tenaganya.

“ itu tidak akan terjadi! Cukup selama ini aku hanya diam, tapi tidak untuk kali ini. cukup selama ini aku menderita karena harus menahan hatiku yang setiap detik merindukan ibuku. dan aku tidak akan membiarkan ini akan semakin berlanjut. Kau tahu? Sakit rasanya! Bagaimana bisa kau tega membuatku seperti ini? “ Taeyeon membeku mendengar setiap kata-kata yang dilontarkan anaknya itu. Bisa dilihat mata cantiknya yang memerah karena menahan tangis. Ya, Seohyun berusaha kuat dihadapan Taeyeon, berusaha untuk tidak terlihat lemah dihapan pria yang berstatus sebagai ayah kandungnya itu. Dia akan dianggap lemah jika harus melepas tangisnya. Seohyun berpikir itu akan membuat Taeyeon merasa menang dan semakin percaya diri untuk terus menjauhkannya dari Jessica.

“ aku tahu, kau begitu sakit hati karena eommaku mengkhianatimu dan aku tahu ini adalah caramu membalas dendam padanya bukan? tapi bagaimana bisa kau melampiaskan semuanya padaku?“ tanya Seohyun dengan begitu tenang.

“ bagaimana kau bisa menuduh ayahmu sendiri seperti itu Joohyun-ah? dan kenapa kau begitu membenciku? “ tanya Taeyeon yang kini tidak lagi kuat untuk meninggikan suaranya.

“ itu memang kenyataannya! Dan kenapa aku membencimu? “ Seohyun berhenti sejenak. “ itu karena kau begitu tega menyakiti pipi ibuku seperti apa yang kau lakukan padaku sebelumnya dan kau tega mengusir ibuku. Kau pasti mengira jika waktu itu aku tidak melihatnya. Benar bukan? “ Taeyeon hanya diam. Dia tidak menyangka jika waktu pertengakarannya dengan Jessica saat itu ternyata Seohyun melihatnya.

“ Dan kau tahu? Sejak itu muncul kebencian dihatiku terhadapamu. Dan semakin lama semakin membesar setelah aku hidup berdua bertahun-tahun dengan ibuku! “ Taeyeon tidak lagi bisa berkata. Seohyun benar-benar mengeluarkan isi hatinya yang selama ini tidak pernah diungkapkannya. Sedangkan Tiffany yang berada dibelakang mereka terus menyimak setiap kalimat yang terlontar dari bibir mungil itu. Dia sesekali mengusap air matanya yang terus saja keluar dari matanya. dia merasa ini begitu rumit untuknya.

“memang benar, eomma tidak pernah lagi memperhatikanku sejak dia mendapatkan pekerjaan. Tapi aku yakin, dia bekerja keras untuk menghidupiku. Untuk membuatku bisa makan setiap hari. Untuk membuatku bisa terus bersekolah walaupun aku pernah meminta untuk berhenti, berkeinginan untuk membantunya mencari uang dan dia tidak mengizinkanku. Memang, istrimu bisa memperlakukanku dengan baik dan aku akui, aku tidak pernah mendapatkannya dari eomma. Tapi aku tidak membutuhkannya, yang aku butuhkan hanya ibuku! Walaupun eomma tidak becus merawatku seperti apa yang kau katakan bahkan mentelantarkanku, tapi dia tetaplah ibuku. Jadi, aku tidak akan membiarkanmu lagi untuk menjauhiku dari eomma! Jadi jangan lagi menghalangiku untuk pergi dari rumah ini “ Seohyun melepaskan tangan Taeyeon dan membalikkan tubuhnya untuk melangkah secepat mungkin.

“ Joohyun-ah “ panggil Tiffany yang tahu kalau Seohyun akan keluar dari rumah mereka.

“ kau mau kemana? ini sudah malam“ Taeyeon menahan lengan Seohyun. “ kau tidak boleh pergi kemanapun! “ tegas Taeyeon yang membuat Seohyun geram.

“ Lepaskan! “ Entah dari mana dia mendapatkan kekuatan untuk terlepas dari genggaman Taeyeon, bahkan Taeyeon tersungkur karenanya. Ini adalah kesempatan besar untuknya. dengan segera dia berlari untuk keluar sebelum Taeyeon berhasil menahannya kembali.

“ Joohyun-ah!! berhenti! Jangan pergi dari rumah ini sayang, mommy mohon! “‘ Teriak Tiffany memohon yang mengejar Seohyun yang berlari dengan menahan kesakitan yang luar biasa. tapi dia tidak akan peduli. tidak lagi peduli jika luka dilututnya aka semakin parah. yang terpenting untuknya saat ini adalah bisa keluar dari rumah itu dan menemui Jessica yang dia yakin saat ini sedang bekerja.Taeyeon yang tadinya tersungkur kini bangkit dan segera menyusul Tiffany. Taeyeon mempercepat larinya untuk mempersempit jaraknya dengan Seohyun. beruntung halaman depan rumahnya begitu luas sehingga gerbang rumah masih berada jauh dari jarak Seohyun saat ini.

“ Ahjussi!! “ Teriak Taeyeon untuk memanggil penjaga keamanan rumahnya. Namun orang yang dipanggilnya tidak melihatkan batang hidungnya. Itu berhasil membuat Taeyeon panik karena menyadari jika penjaga keamaan tidak berada dipos keamanan rumahnya. Taeyeon semakin mempercepat larinya hingga bisa melewati Tiffany yang tadinya berada didepannya. Mencoba meraih tubuh Seohyun yang kini berada dekat dari jangkauannya. Berhasil. Taeyeon berhasil menarik lengan Seohyun yang membuat Seohyun tidak lagi bisa berlari.

“ ya! Lepaskan! “ Seohyun meronta untuk mencoba melepaskan dirinya dari Taeyeon.

“ sudah berapa kali appa katakan padamu? Appa tidak akan melepaskanmu, karena hak asuhmu jatuh padaku Joohyun-ah. bukan pada ibumu. Percuma kau menghabiskan tenagamu untuk kabur seperti ini, karena aku juga akan kembali mendapatkanmu. Kau harus tahu, appa seperti ini untuk kebaikanmu bukan untuk balas dendam seperti apa yang kau katakan “ Taeyeon mencoba untuk memberikan pengertian pada Seohyun dan terus terus berusaha untuk menahan Seohyun yang terus meronta.

“ aku tidak percaya padamu. Jadi lepaskan aku! “ Seohyun memukul dada Taeyeon berkali-kali, namun tidak dihiraukan oleh Taeyeon.

“ Joohyun-ah, jangan seperti ini. kita bicarakan ini dengan baik-baik. Mommy janji, kita akan bertemu dengan eomma. jadi cukup, jangan main kabur seperti ini dan jangan membuat luka dilututmu semakin parah jika kau terus berlari seperti itu “ Tiffany mencoba untuk menggenggam tangan Seohyun yang terus bergerak memukuli Taeyeon.

” aku tidak peduli! “

BUGH!

“ AAKH! “ Taeyeon memekik hingga kembali tersungkur karena Seohyun berhasil menendang alat vitalnya yang membuatnya refleks melepaskan Seohyun dari rengkuhannya. Itu benar-benar menyakitkan untuknya.

“ tae kwen- Joohyun-ah!! “ Tiffany yang tadinya khawatir pada Taeyeon kini tidak lagi peduli, dia berlari untuk mengejar Seohyun yang kembali mencoba untuk kabur. Dan sialnya, pintu gerbang tidak terkunci yang membuat Tiffany panik. Di tambah lagi tidak akan ada yang bisaa menahan Seohyun selain dirinya.

“ Joohyun-ah.. Kajimaa!! Jebal Kajimaa!! “ Tiffany berteriak disela tangisnya. Apakah dia benar-benar akan kehilangan Joohyun? Apakah tidak ada kesempatannya untuk bisa merawat dan melimpahkan kasih sayangnya pada anak tirinya itu? Memang, Joohyun bukanlah anak kandungnya, bukanlah anak yang lahir dari rahimnya. Namun dia begitu mencintai gadis yang terus berusaha kabur darinya, yang terus membencinya.

“ Fany-ah, jangan sampai Joohyun keluar dari gerbang! “ teriak Taeyeon yang kembali berlari dengan menahan kesakitannya.

“ Joohyun-ah!! “ Ternyata Seohyun berhasil keluar dari gerbang yang membuat Tiffany benar-benar mengeluarkan tenaganya yang terisisa untuk mempercepat larinya. Saat ini Seohyun sedang berusaha untuk menyeberangi jalan. Awalnya jalanan begitu lengang. Namun, tiba-tiba saja dari arah kiri sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi yang membuat pengemudinya tidak lagi bisa mengendalikan mobil yang melaju cepat.

TIIIIN TIIIIIN

“ AAAAAAAAAAAAAAA “

“ ANDWEEEEEEE..!!! “

 

TBC

Fiuuh.. akhirnya kelar juga DM chap 9..

wow! ini rekor tercepat gue untuk update haha! #plaaaaak

maaf ya readers karena gue terlalu lama update..

bagaimana dengan chap 9 ini?? untuk readers yang suka taeny couple apakah kalian PUAS dengan adegan panas mereka? (gue ga tanggung jawab ya, dosa gue aja udh berat -_-“) dan bagaimana dengan readers yang suka yulsic couple?? maaf karena adegan romantisnya bener2 sedikit, tapi tetap romantis bukan??

ya udah deeh gue ga tau lagi mau ngomong apa.. kepala gue udah konslet gara2 nih wp. (maklum gue masih krg ngerti cara makenya)  okaay?? gue mau kabur duuluuu aaah..

jangan lupa dikomen ya.. and coming soon -> DM chap 1o (mungkin aja gue bakalan update setahun lagi) #tersenyumevil

Aaanyeoooong..!!!! *bow

Advertisements

131 thoughts on “Dear Mom (Chapter 9)

  1. Ngak nyangka seo orgnya pedendam.. Maafknlah tae appa pa lg moment nya pas skrg pan puasa.. Kita hrs slg memaafkan..
    Tp gw gram lht sikap seo, lu tega thor ngerubah sifat seo.. Pan dya orgnya kalem2 ja tp d tgan lo seo jd seraaammm.. Iiihhh atut

  2. thor yang 10 cepetin gur gak sabar
    ff nya kerenn

  3. Gue tegang banget baca chap ini
    Seohyun keren…
    Batin mereka sama2 tertekan

  4. Panny sabar bagt y hadapin sifat’a seo..moga seo cepat sadar kalu sebenar’a panny i2 tulus sayang sma dia…

  5. aduh itu yg ktabrak pasti johyun
    ksihan kpn ini akan berakhir knpa jhyun ga prnah nerima funny hufff ayolah johyun bklah htimu untuk my funny kasihan kan

  6. Hmm keras kepala ny seo nurun dri siapa y.. bnr2 deh ah seobaby.. klo udh ke ilangan salah satu dri orngtua ny pasti bakal nyesel dah seobaby..

  7. Tuh kan lagi2 hyunie gagal paham deh ama mksud ppany, sprtinya trjadi lg deh pristiwa kcelkaanya ah bener2 mnguras emosi nih ff (“˘͡ε ˘͡”) huft smoga nggak trjadi hal yg fatal

    Jessica udah deh tmuin aja hyunie nya noh hyunie jd brpkiran lok taeny yg nglarang kamu buat nemuin hyuni 😦

  8. nah loh siapa yg ketabrak itu..kasian bgt fany udh care sm seo tp ya gtu akhr’a..lanjut bc lg

  9. itu yang dipanggil johyun beneran jessica, johyun gak salah liat pasti..
    siapa itu yang ke tabrak?

  10. Hhhh knp hrz tbc thor?????
    Knp hrz tbc dsaat aq lg sedang sedih2nya?????knp????????huwaaaaa 😦
    y Allah complicated bgt c critanya mna sedih pula 😦
    udh donk thor temuin hyunnie dg sica krn mereka sm2 kgn.aq g tahan bgt liat hyunnie nangis trz huhuhuhu
    OMG mdh2n g trjd pa2 antara hyunnie n tiffany..pliss y thor

  11. Udh ketinggalan jauh kekeke. Aigoo seo msh blm bisa nerima fany fany tiffany dan blm bisa maafin taeng. Seo bklh mata dan hti mu fany bnr2 tls sm dirimu.

  12. Duhhh baca chap ini mesti berkali kali nahan nafas,,, haahha

  13. Yaampun seobaby jangan begitu dong aahhh kenapa masalah ada lagi gini sih? Joohyun nya udah bener2 benci banget kayaknya sama taeyeon, tapi tiffany yang juga kena yaampun:(

  14. Aduh…… sumpah deh, part ini bikin tegang. Siapa kira2 yg ketabrak itu? Penasaran….. ><

  15. buseeetttt seo serem jugaaa… aduhh kenapa mangkin2 dramanya thor aku gatau mau bela siapa disini karena sama2 egois

  16. Astaga naga knp bs serumit ini.
    SiApA yg ditabrak mobil.
    T_________T

  17. Kasihan ppany ketabrak, seo kpan sadarny sih ..

  18. tae sama joohun sama sama keras..
    jadi susah buat didinginin…
    itu siapa yang ketabrak mobil???

  19. anaknya taengsic emg bnr” ya… batu kali… keraas beneer py sifat kek gue 😀 nah loh itu yg ketabrak siapa??? seo??? apa tiphachan???

  20. Wah apa yg bakal terjadi itu 😱

  21. Aarrrgghhhh btrei gue abis mana udh jam sgini
    Lanjut bsok dah thor
    Btw gue chat d line minta pw yg part 5 tp blm d buka” 😦

  22. akhirny bom dlm hati seo meledak n yg ditakutkn terjadi.trauma seo krn pertngkran ortuny. bhkn ketulusan fany blm bs smbhkn,aplg dia g bs ktm ibuny.pastilh kita mrh klo ibu dihina aplg bkn org lain tp ayah yg jstru jd plindungny.smg bs sgr diatasi
    fany andwee jgn fany lg korbanny q g reka fanyku luka lg😭😭😨😨

  23. ya ampunn benar2 banyak drama… joohyun mulai berontak… itu sp yg kira2 tertabrak -.-
    bodyguardnya minta dipecat semua itu.. pada saat genting malah kagak ad ..

  24. seohyun salah paham trus jdi kesal wkwk

  25. ya ampunn..ni semakin seru..siapa yg trtabrak tuh??
    joohyun sadis banget ya kalau marah..

  26. seohyun salah paham mulu deh, wkwkwk

    omo yg tertabrak tiffany atau seo?

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s