rara0894

All about TaeTiSeo and GG

Dear Mom (Chapter 7)

131 Comments

Title                    : Dear Mom (Chapter 7)

Author               : rara0894

Genre                 : Family, gender bender

Cast                     :

Seo Joo Hyun aka Kim Joo Hyun

Tiffany Hwang

Kim Taeyeon

Jessica Jung

Kwon Yuri

And other cast

 

CYMERA_20120101_195317

 

” Tiffany Hwang.. ” Bisik seseorang, kemudian memeluk Tiffany dari belakang dengan gerakan cepat. Melingkarkan kedua tangannya di perut Tiffany dengan erat.

” AAAAA ” Tiffany memekik dan refleks mendorong tubuh yang menempel dibagian belakang tubuh rampingnya itu.

BRUGH!

” Aaaww! ” Karena Tiffany yang terkejut, membuat seluruh tenaganya keluar untuk mendorong tubuh itu hingga ambruk ke lantai.

” Ya! Miyoung-ah, Kenapa kau mendorongku? ” Ternyata itu adalah suaminya. Taeyeon mengerucutkan bibirnya sambil mengusap butt-nya yang terasa sakit karena mendarat dilantai dengan hantaman keras.

“Siapa suruh kau mengejutkan seperti itu huh? ” Tiffany megulurkan tangannya, membantu Taeyeon untuk berdiri. Namun..

” AAA YA! ” Tubuh Tiffany kini sudah berada diatas tubuh Taeyeon yang kini sudah menyentuh lantai seutuhnya. Ternyata saat Tiffany mengulurkan tangannya untuk membantu Taeyeon berdiri, Taeyeon malah menarik tangan Tiffany hingga istrinya itu hilang keseimbangan dan ambruk diatas tubuhnya.

” Ya! Kau tidak lihat kita berada dimana? ” Tiffany mencoba untuk melepaskan diri dari Taeyeon yang kini memeluknya dengan erat. Mengecup leher putihnya yang wangi.

” Dikantormu ” jawab Taeyeon sekenanya, kemudian mengecup bibir lembut Tiffany berkali-kali.

” Aakh! ” Taeyeon menjerit, menutup bibirnya yang terasa sakit. Saat Taeyeon kembali mendaratkan bibirnya, Tiffany langsung menggigit bibir itu untuk membuat suaminya yang begitu pervert berhenti melakukan aksinya. Suaminya ini benar-benar tidak tahu tempat. Bagaimana jika semua karyawannya melihat adegan mereka?

Tiffany berhasil melepaskan diri, kemudian berdiri. Merapikan baju kantornya yang sedikit berantakan karena ulah sang suami.

” Siapa suruh kau menciumku seperti itu? Bagaimana jika karyawanku melihatnya? ” Tiffany menatap tajam Taeyeon yang kini merengut karena kesal. Kemudian dia membalikan tubuhnya untuk kembali menuju lemari arsip butiknya.

” Kau tenang saja, karyawanmu tidak akan bisa melihatnya karena aku sudah mengunci pintu ruanganmu ” ujar Taeyeon yang masih duduk dilantai. Memperhatikan gerak-gerik Tiffany yang membelakanginya.

” Dasar byuntae ” Hanya itu balasan dari Tiffany yang terus terfokus pada kegiatannya.

” Biarkan saja, walaupun begitu kau tetap menyukainya bukan? Malah kau menginginkannya berkali-kali ” Goda Taeyeon yang kini beranjak dan menduduki dirinya disofa empuk cream itu. Menyandarkan kepalanya disandaran sofa.

” Heol! ” Tiffany hanya memutar bola matanya tanpa menoleh. Taeyeon tertawa kecil kemudian mengerutkan dahinya yang terus memperhatikan istrinya itu.

” Apa yang kau cari? ” Tanya Taeyeon.

” Aku lupa dimana menyimpan rancangan gaun salah satu clienT- Ahh ini dia! ” Akhirnya Tiffany mendapatkan apa yang dicarinya dan menaruhnya di meja kerjanya. Kemudian Tiffany melirik ke arah Taeyeon yang kini menutup matanya, dengan perlahan Tiffany menghampiri Taeyeon yang sepertinya kelelahan.

” Apa kau lelah? ” Tiffany yang masih berdiri dihadapan Taeyeon menunduk untuk mengusap pipi suaminya itu dengan lembut. Melihatkan senyuman cantiknya saat Taeyeon kembali membuka mata dan membalas senyuman itu. Tangan Taeyeon menarik tangan Tiffany dengan lembut dan tangannya yang lain menepuk pahanya. Mengisyaratkan agar Tiffany duduk dipangkuannya. Tiffany yang mengerti langsung menuruti. Dengan segera Taeyeon menyandarkan kepalanya didada Tiffany, mengeratkan lingkaran tangannya dipinggang istrinya itu.

” Wae? ” Tanya Tiffany yang terus mengusap kepala Taeyeon.

” Ani ” Taeyeon menggeleng. ” Bogoshippo.. ” ujarnya lirih yang semakin membenamkan wajahnya didada Tiffany. Semakin mengeratkan pelukannya yang membuat Tiffany tersenyum. Dia merasa seperti memeluk seorang anak balita yang membutuhkan pelukan hangat dari sang ibu.

” Kau lelah? ” Tiffany mengecup dahi Taeyeon.

” Ne, tapi sudah berkurang karena aku sudah berada dipelukan hangatmu ” Taeyeon tersenyum dorky.

” So cheesy ” Tiffany mengecup cepat bibir Taeyeon yang kini semakin melebarkan senyumannya. Seolah ciuman Tiffany adalah sebuah vitamin yang membuatnya kembali bertenaga. Menghilangkan lelahnya tanpa sisa.

” Bagaimana meetingmu tadi? ” Tanya Tiffany yang kini berpindah duduk ke samping suaminya itu. Menyandarkan kepalanya dibahu Taeyeon.

” Lancar ” jawab Taeyeon sambil mengusap kepala Tiffany dengan sayang.

” Baguslah kalau begitu “

” Oh ya, bagaimana dengan Joohyun saat disekolah tadi? ” Tanya Taeyeon dengan semangat, dia ingin mendengar cerita dari sang istri tentang anaknya yang baru pertama kali masuk sekolah.

” Aman terkendali ” Tiffany terkekeh. ” Awalnya dia tidak mau keluar dari mobil, tapi setelah aku bujuk dan menariknya keluar, dia mau menurut ” jelas Tiffany yang membuat Taeyeon bernapas lega.

” Aku senang mendengarnya. Sekarang Joohyun sudah mau merespon apa yang kita katakan walaupun masih dingin. Setidaknya usaha kita selama ini sudah membuahkan hasil walaupun belum sempurna. ” Ujar Taeyeon yang terus merangkul Tiffany dalam pelukannya dan semakin mengeratkan lingkaran tangannya dipinggang Tiffany. Mengecup puncak kepala tiffany, menghirup harumnya rambut hitam istrinya yang tudak pernah berubah.

” Kau benar. Setidaknya Joohyun tidak lagi senekat dulu. Itu benar-benar membuatku khawatir karena dia bisa saja melukai dirinya sendiri ” ujar Tiffany.

” Dan akhirnya kau lah yang terluka ” ujar Taeyeon. Untuknya kejadian-kejadian pertengkarannya dengan Seohyun begitu mengerikan dan Tiffanylah yang selalu menjadi korbannya. Berkali-kali Terluka karena membela Seohyun yang waktu itu sering bersikap kasar.

“Kau tahu tae? Hidupku yang sekarang terasa lebih berbeda. Aku bahagia dengan hidupku yang sekarang dan itu semua berkat kau dan Joohyun ” ujar Tiffany, melihatkan senyuman manisnya sambil menatap Taeyeon dengan penuh cinta. ” Aku sangat berterima kasih padamu dan Joohyun karena kalian hadir dikehidupanku “

” Kau juga sayang. Terima kasih karena kau begitu mencintaiku dan terutama pada Joohyun. Walaupun Joohyun bukanlah darah dagingmu, kau- “

” Ssst.. ” Tiffany meletakkan jari telunjuknya di bibir Taeyeon sambil menggeleng. Meminta Taeyeon untuk tidak melanjutkan kalimatnya.

” Jangan bicara lagi tentang masalah darah daging, aku tidak menyukainya ” ujar Tiffany dengan tegas yang membuat Taeyeon mengucapkan maaf. Dia menyesal kembali mengungkitnya, Tiffany begitu sensitif dengan hal itu.

” Huuft ” Tiffany menghela napasnya, mendengar kata-kata yang menyangkut tentang darah daging membuatnya murung. Bagaimana tidak? Sebagai seseorang yang sudah berkeluarga pasti menginginkan kehadiran seorang buah hati. Sampai saat ini Tiffany dan Taeyeon belum memilikinya setelah pernikahan mereka beberapa tahun yang lalu.

” Tae.. ” Panggil Tiffany yang kembali bersandar ditubuh Taeyeon. Merasakan kehangatan tubuh Taeyeon yang membuatnya nyaman.

” Hmm.. ” Taeyeon mengusap rambut Tiffany yang semakin mengeratkan pelukannya. Taeyeon merutuki dirinya sendiri karena membuat istrinya kembali bersedih.

” Wae? ” Taeyeon menundukkan kepalanya mencari wajah Tiffany yang hanya diam. Dengan lembut Taeyeon mengangkat dagu Tiffany agar menatapnya.

” Waeyo? Kwenchana? ” Tanya Taeyeon mengusap pipi Tiffany dengan lembut. Taeyeon bisa melihat dengan jelas mata Tiffany yang sudah berair. Taeyeon Tahu, Tiffany pasti menahan tangisnya.

” Maaf.. Aku tak bermaksud- “

” Kwenchana ” Tiffany memotong kalimat Taeyeon, tidak ingin membuat suaminya merasa bersalah. ” Tae, kenapa tuhan belum memberikan kita seorang anak ya? Jujur, aku iri dengan teman-temanku yang sudah memiliki anak. Mereka terlihat begitu bahagia ” ujar Tiffany.

” Kata siapa kita tidak memiliki anak? Bukankah Joohyun anak kita? ” Ujar Taeyeon yang mencoba untuk menghibur Tiffany.

” Maksudku anak yang lahir dari rahimku tae ” jawab Tiffany.

” Jadi kau menganggap Joohyun bukan anakmu karena- “

” Ani. Bagaimana bisa kau berpikiran seperti itu? Ingat Tae, bagaimanapun Joohyun adalah anakku. Walaupun Joohyun bukanlah darah dagingku, aku mencintainya seperti anak kandungku sendiri ” ujar Tiffany penuh dengan penekanan. ” Hanya saja aku masih sangat berharap untuk bisa hamil tae, itu pasti akan lebih membahagiakan dengan adanya seorang anak lagi dikeluarga kita “

” Mungkin tuhan belum mengizinkannya sayang. Mungkin saja tuhan menyuruh kita terfokus dulu untuk merawat Joohyun ” jawab Taeyeon memberikan pengertian. Mencoba untuk membuat Tiffany tidak terus larut dalam kesedihan. Inilah yang Taeyeon takutkan, melihat Tiffany yang murung jika mengingat hal-hal seperti ini.

” Kau benar ” Tiffany membenarkan. Dia percaya, jika sudah diizinkan pasti tuhan akan memberikannya. Dia hanya perlu menunggu dengan sabar dan terus berdoa. Ya, tidak ada gunamya untuk terus larut dalam kesedihan. ” Tae, bagaimana kalau nanti kita menjemput Joohyun saat pulang sekolah? ” Ujar Tiffany yang kini kembali bersemangat. Taeyeon bernapas lega karena Tiffany tidak lagi murung.

” Aku ada meeting siang ini sayang ” perkataan Taeyeon kembali membuat Tiffany lesu. ” Aku janji, besok-besok kita akan menjemput Seohyun bersama. Bagaimana? ” Taeyeon kembali mencoba membujuk Tiffany agar tidak kembali bersedih. Cukup tadi saja dia melihat wajah Tiffany yang murung.

” Baiklah, kau berjanji padaku taetae ” Tiffany tersenyum sambil memeluk Taeyeon dengan erat.

– Dear Mom –

Bel istirahat pun berbunyi, penghuni kelas yang tadinya begitu hening berubah riuh. Dengan gerakan cepat mereka menaruh buku-buku pelajaran dilaci meja, kemudian melangkah keluar menuju kantin yang akan diburu oleh para murid lainnya.

” Joohyun-ah, mau kekantin bersamaku? ” Tanya Hara yang sudah berdiri dari duduknya. Seohyun menggeleng.

” Aku ingin dikelas saja ” jawab Seohyun yang mengambil smartphone terbaru yang baru dibelikan Tiffany untuknya. Kemudian tangannya bergerak memutar lagu yang tersedia untuk didengarnya melalui headset yang dibawanya dari rumah.

” Baiklah, aku mau kekantin dulu. Kalau kau perlu bantuan kau bisa menghubungiku ” ujar Hara sambil merebut smartphone Seohyun yang hanya melongo melihatnya, kemudian jarinya dengan lihai mengetikan nomor ponselnya dan menyimpannya.

” Okay, bye ” Hara melambaikan tangannya dan keluar.

” Sepertinya dia anak yang baik “ batin Seohyun yang tersenyum melihat tingkah Hara. Kemudian kembali terfokus pada smartphone yang berada ditangannya. Tanpa disadari Seohyun, ada seorang teman kelasnya yang memandangnya dengan tidak suka, siapa lagi kalau bukan Hyuna.

” Ck, memiliki ponsel seperti itu saja sudah sombong sekali. Aku bisa membeli yang jauh lebih mahal dari itu “ batin Hyuna yang merasa iri. Dia menganggap kalau Seohyun adalah saingan barunya yang harus dimusnahkan. Dia tidak ingin kalah pamor dari Seohyun.

Seohyun begitu fokus membaca novel yang dibawanya sambil mendengarkan alunan musik klasik yang masih berputar. Tidak lama kemudian konsentrasinya buyar setelah mendengar musik itu berubah menjadi sebuah nada dering panggilan masuk. Matanya beralih menatap smarphonenya yang berada dimeja. Setelah membaca siapa yang menghubunginya, membuatnya begitu malas untuk menyentuh warna hijau yang terpampang dilayar sentuh itu. Namun tetap saja, Seohyun menerima telepon itu.

” Yeobuseyo.. ” Terdengarlah suara lembut yang begitu familiar olehnya. Suara yang sekarang sudah setiap hari bisa didengarnya. Itu suara husky Tiffany. ” Apa bel istirahat sudah berbunyi? ” Tanya Tiffany.

” Ne ” jawab Seohyun singkat.

” Kau dimana sayang? “

” Di kelas ” Seohyun kembali menjawab dengan singkat.

” Kenapa tidak makan dikantin? “

” Nanti saja “

” Wae? “

” Aku sedang malas kekantin ” Disana Tiffany menghela napas beratnya, merasa khawatir jika Seohyun bersikeras untuk tetap berada dikelas dan tidak mau makan. Tadi pagi Seohyun hanya memakan rotinya, itupun tidak dihabiskan. Bisa-bisa Seohyun sakit jika perutnya kosong sampai pulang sekolah nanti. ” Baiklah, kalau kau malas kekantin biar mommy saja yang membelikan makanan untukmu dan mengantarnya kesekolah ” ujar Tiffany yang membuat Seohyun membulatkan matanya.

” Mwo? Shireoyo! ” Tolak Seohyun mentah-mentah. Dia tidak bisa membayangkan jika Tiffany benar-benar mengantarkan makanan kesekolahnya dan bagaimana kalau Tiffany mengantarnya sampai kekelas? Tidak! Itu tidak boleh terjadi. Pasti semua orang akan menertawainya. Apalagi gadis angkuh yang tidak menyukainya, itu akan menjadi sebuah bahan tertawaan untuknya.

“ kalau Joohyun tidak mau, dengarkan apa yang mommy katakan. Sekarang pergi makan kekantin sebelum mommy yang membelikan makanan untukmu dan- “

“ arraseo! “ Seohyun memotong kalimat Tiffany, tahu kemana arah kalimat yang akan dilontarkan Tiffany selanjutnya.

“ good girl.. Ingat sayang, jangan sembarangan membeli makanan karena mommy tidak ingin melihatmu sakit. Jangan coba-coba membohongi mommy karena mommy akan mudah mengetahuinya “ pesan Tiffany panjang lebar yang membuat Seohyun memutar bola matanya.

“ arraseo.. “ Seohyun menurut, dia juga tidak tahu bagaimana bisa dia menuruti apa yang dikatakan Tiffany.

“ oh ya, nanti mommy akan menjemputmu. Kalau mommy belum datang, jangan pergi kemana-mana apalagi kalau pergi sendirian, tunggu mommy di ruangan uncle soo saja. Okay baby? “

“ ne “ jawab Seohyun dengan malas.

“ baiklah mommy harus kembali bekerja. Belajar yang rajin. Love you “ Seohyun sama sekali tidak membalas kalimat sayang Tiffany untuknya, kemudian mematikan sambungannya terlebih dahulu.

“ Cerewet! Menyebalkan! “ gerutu Seohyun sambil melotot kearah smartphone yang berada ditangannya. Seolah benda canggih itu adalah Tiffany. Namun sesaat kemudian, seulas senyuman tipis tertoreh diwajah cantiknya saat mengingat bagaimana Tiffany yang begitu perhatian terhadapnya. Bagaimana Tiffany yang begitu cerewet dan menyebalkan saat mengingatkan ini itu untuknya.

“ oh tidak! “ Seohyun menggelengkan kepalanya berkali-kali, berusaha menghapus pikirannya.

“ gadis gila! “ ujar Hyuna yang kini sudah berdiri dihadapannya.

“ mwo? Bisakah kau kembali mengulanginya? “ ujar Seohyun datar dan dingin. Berusaha menahan kekesalannya yang rasanya ingin meluap. Ingin rasanya dia Melampiaskannya pada gadis angkuh didepannya ini dengan mematahkan tulangnya menjadi beberapa bagian.

“ gadis gila “ Hyuna kembali mengulanginya dengan penuh penekanan. Menatap tajam kearah Seohyun dan bersidekap dada dengan angkuhnya.

“ ck, lebih baik kau bercermin di toilet ” Seohyun berdiri, kemudian memasukan novelnya kedalam tasnya. lau dia kembali menoleh untuk menatap Hyuna dan berjalan mendekat. ” Oh ya, kau pasti memiliki kaca yang terus kau bawa kemana-mana bukan? bercerminlah, siapa sebenarnya gadis gila“ ujar Seohyun dengan santai dan melangkah keluar kelas.

“ MWO?!YA! “ Hyuna berteriak kesal. Seohyun tersenyum sinis dan terus melangkah tanpa menoleh kebelakang, menertawai Hyuna yang kesal karenanya.

“ aiigoo.. mengapa mereka memandangiku seperti itu? Apa mereka tidak memiliki kegiatan lain? “ Seohyun terus melangkah dengan canggung karena semua mata tertuju padanya. Memandangnya dengan berbagai macam ekspresi wajah. Seohyun lebih memilih berpura-pura memainkan smartphonenya sambil berjalan seolah tidak mempedulikan sekelilingnya.

“ Joohyun-ah “ panggil seseorang yang membuat Seohyun menoleh kearah sumber suara. Ternyata Hara yang berlari kecil menghampirinya. “ kau mau kemana? “

“ ke kantin “ jawab Seohyun pendek.

“ mau ku temani? “ tanya Hara dengan semangat. Ini adalah peluangnya untuk bisa lebih mengenal Seohyun.

“ tidak usah, aku bisa pergi sendiri “ ujar Seohyun.

“ baiklah “ ujar Hara yang menghela napas karena penolakan Seohyun dan kembali melangkah dengan lesu menuju kelas.

” oh tidak! aku tidak tahu dimana kantinnya! “ batin Seohyun yang menepuk dahinya sendiri.  Jika bertanya itu tidak mungkin karena dia tidak mengenal semua murid-murid disekolah ini. Yang dia tahu hanya Hara dan si gadis angkuh yang dia tidak tahu namanya. Kemudian dengan cepat Seohyun membalikan badannya, terlihatlah Hara yang terus melangkah menuju kelas.

“ Hara-ya! “ panggil Seohyun yang membuat Hara membalikan tubuhnya.

“ wae? “ tanyanya yang kembali melangkah kearah Seohyun.

“ baiklah, kajja.. kita kekantin “ ajak Seohyun yang membuat Hara tersenyum lebar.

“ Kajja! “ ujar Hara dengan penuh semangat dan menarik tangan Seohyun untuk mengikutinya. Orang-orang masih saja memandangi Seohyun, itu membuatnya begitu risih. Seohyun hanya terus mengikuti Hara, melangkah dengan cuek hingga akhirnya mereka berada dikantin.

“ apa kau mau makan? “ tanya Hara menduduki dirinya di kursi kantin yang kosong dan diikuti Seohyun setelahnya. Duduk berhadapan dengan Hara.

“ ne, aku pesan yang sama dengan pesananmu saja “ ujar Seohyun.

“ hmm.. bagaimana kalau ramyeon? “ tanya Hara.

“ ramyeon? “ Seohyun ragu, dia teringat dengan pesan Tiffany. Namun, Seohyun begitu ingin memakannya karena itu adalah makanan kesukaannya.

“ baiklah, aku ramyeon saja “ ujar Seohyun. Dia mengabaikan pesan Tiffany . “ nanti kalau ahjumma menyebalkan itu marah, dengarkan saja “ batin Seohyun.

“ okay, tunggu sebentar ya “ Hara pun bangkit dari duduknya, melangkah untuk memesan dua cup ramyeon. Sedangkan Seohyun menunggu dengan santai sambil melihat-lihat sekeliling kantin. Baru kali ini dia melihat kantin sebesar ini. Tidak ada murid-murid yang berebut untuk memesan. Tidak seperti sekolahnya yang dulu. Ugh! Memesan ramyeon saja seperti bertaruh nyawa untuk mendapatkannya. Disini juga sangat nyaman, tidak ada keributan yang berlebihan yang membuat gendang telinga terasa ingin pecah.

Seohyun masih begitu asik untuk melihat-lihat hingga matanya bertemu pandang dengan sepasang mata yang menatapnya tajam. Pemilik mata itu duduk di bangku yang berjarak dua meja dibelakangnya. Seohyun memutar bola matanya melihat gadis menyebalkan itu kemudian kembali menghadap kedepan.

“ iiish.. gadis itu benar-benar.. “ Seohyun menghela napas beratnya. Dia tidak habis pikir, bagaimana bisa baru sehari sekolah langsung mendapatkan seorang musuh. “ gadis gila! Gadis penguntit! “ Seohyun menggerutu didalam hati, menghentakkan satu kakinya kelantai. Merasa kesal karena gadis menyebalkan itu terus menatapnya dengan tidak suka. Seohyun berpikir, bagaimana bisa gadis angkuh itu begitu membencinya sejak perkenalan tadi. Dia merasa tidak berbuat salah dengannya.

“ ya! Apa yang kau pikirkan? “ Seohyun tersadar setelah Hara menepuk lengannya. Dia baru menyadari kalau Hara sudah kembali dengan membawa dua cup ramyeon.

“ ani “ Seohyun menggeleng.

“ ya sudah, ini ramyeon untukmu dan ini untukku “ ujar Hara meletakkan ramyeon dihadapan Seohyun. “ makanlah sebelum ramyeonnya dingin “

“ gomawo “ Seohyun tersenyum, tangannya mengambil sumpit untuk membantunya memakan ramyeon yang berada dihadapannya. Sedangkan Hara hanya melongo melihat Seohyun yang tersenyum. Ini baru pertama kalinya Seohyun tersenyum padanya.

“ wae? “ Seohyun mengerutkan dahinya melihat ekspresi wajah Hara.

“ ah, ani. Hanya saja aku senang hari ini. Baru kali ini kau tersenyum padaku “ ujar Hara. “ ternyata kau gadis yang menyenangkan. Tapi kenapa tadi kau begitu dingin padaku? “ Hara megerucutkan bibirnya. Kembali melihatkan tingkah kekanakannya.

“ kau ingin aku kembali bersikap dingin padamu? “ Seohyun kembali melihatkan wajah dinginnya.

“ andwe! “ Hara menggeleng keras. “ Kau bisa membuatku membeku ditempat Joohyun-ah “

“ kau berlebihan sekali “ jawab Seohyun sambil terkekeh. “ Hara-ya.. “ panggil Seohyun pada Hara yang kini sibuk dengan makanannya.

“ wae? “ sahutnya dengan mulut yang penuh dengan makanan. Tingkah Hara benar-benar seperti anak kecil.

“ kau tahu siapa nama gadis yang berada dibelakangku itu? “ tanya Seohyun. Hara pun memiringkan kepalanya untuk melihat gadis yang berada dibelakng Seohyun.

“ Oh, Namanya Lee Hyuna “ ujar Hara yang sudah kembali pada posisi semula. “ dia murid terpopuler di sekolah karena kekayaan dan kecantikannnya. “ Jelas Hara.

“ jeongmal? “ Hara mengangguk. “ sepertinya dia tidak menyukaiku. Menurutmu apa yang membuatnya membeciku? Aku merasa tidak berbuat kesalahan apapun. Baru beberapa jam berada disekolah ini saja aku sudah mendapatkan musuh “ ujar Seohyun.

“ itu karena dia merasa tersaingi dengan keberadaanmu disini “ ujar Hara yang membuat Seohyun bingung.

“ untuk apa dia merasa tersaingi? Aku merasa tidak melakukan apa-apa“ ujar Seohyun.

“ kau kan juga berasal dari keluarga yang sangat kaya. Kau juga sangat cantik. Bahkan mengalahkan kecantikannya yang mungkin akan membuatnya kalah pamor. Kau saja yang baru beberapa jam berada disekolah ini sudah sangat terkenal. Bahkan sebelum kau bersekolah disini. Semua orang membicarakanmu dari beberapa hari yang lalu “ penjelasan Hara membuat Seohyun membulatkan matanya.

“ mwo? Darimana mereka semua tahu? “ tanya Seohyun yang tidak percaya. Hara hanya mengangkat kedua bahunya, mengatakan jika dia juga tidak tahu.

“ hanya saja berita tentangmu yang berstatus sebagai keponakan dari kepala Choi yang akan bersekolah disini sudah tersebar “ Seohyun mengangguk mengerti. Itulah mengapa sejak pertama dia memasuki gedung sekolah ini semua orang memperhatikannya. Ternyata mereka semua tahu jika dia adalah keponakan dari kepala sekolah. Namun, dia sangat tidak menyukai dengan pamornya yang kini menjadi seorang murid terkenal disekolah. Itu sangat membuatnya terganggu karena hidupnya tidak akan tenang selama berada disekolah.

“ Aaaaaaa..!! YA! “ Pekik Seohyun yang langsung berdiri dari duduknya, seseorang menjatuhkan minuman kearahnya hingga membaut bajunya hampir basah seluruhnya.

“ Ups.. sorry.. aku tidak sengaja “ ujar gadis yang menumpahkan minuman kebaju Seohyun. Lagi-lagi Lee Hyuna, si gadis angkuh yang terus mencari masalah dengannya.

“ Ya! Kenapa kau suka sekali mencari masalah denganku eoh?! Apa aku pernah berbuat salah padamu?!“ teriak Seohyun yang melepaskan kemarahannya. Hara yang tadinya duduk langsung berdiri untuk berjaga-jaga jika Seohyun yang sedang murka melakukan  tindakan yang tidak diinginkan.

“ Joohyun, tidak usah diladeni. Kajja, kita kembali kekelas saja “ ujar Hara yang mencoba meredakan emosi Seohyun.

” Shireo! ” Seohyun melepaskan genggaman Hara dipergelangan tangannya, terus menatap Hyuna yang tidak merasa bersalah sedikitpun. Tidak mempedulikan orang yang kini mengerubunginya untuk melihat keributannya dengan Hyuna. ” Apa kau tidak mempunyai mata? ” Seohyun menunjuk Hyuna dengan tidak sopan sambil menatap dengan tajam.

” Aku kan sudah mengatakan kalau aku tidak sengaja. Kenapa kau masih mempermasalahkannya? ” Ujar Hyuna dengan santai. Itu membuat Seohyun naik pitam. Dengan segera dia melangkah untuk mendekati Hyuna, ingin melampiaskan kemarahannya pada gadis yang sudah membuat baju seragam sekolahnya basah dan sudah membuatnya malu didepan murid-murid lainnya. Namun baru selangkah saja, Hara langsung menahan Seohyun dengan memeluk Seohyun dari belakang.

” Joohyun-ah, aku mohon. Jangan mencari masalah dengannya. Kau mau ditegur wali kelas dan apa kau mau orang tuamu dipanggil kesekolah karena kau bertengkar? ” Mendengar itu membuat Seohyun tidak lagi berniat untuk kembali melangkah. Hara benar, bisa-bisa Taeyeon atau Tiffany akan dipanggil kesekolah karena masalah ini. Apalagi Taeyeon pasti akan marah padanya karena baru masuk sudah membuat onar disekolah.

” Cantik-cantik tidak punya mata! Matamu didengkul ya? Besok pindahkan ditempat seharusnya agar kau tidak lagi membuat masalah! ” Sindir Seohyun dengan kata-kata tajam yang membuat Hyuna tidak lagi berkutik. Kemudian meninggalkan Hyuna yang masih terdiam dan mengepalkan tangannya. Hyuna kembali kalah melawan Seohyun yang membuatnya selalu kehilangan kata-kata.

” Uggh! ” Hyunamenghentakkan kakinya dilantai. ” Lihat saja nanti apa yang akan kulakukan padamu. Akan kupastikan kau tidak akan betah sekolah disini “ batin Hyuna yang terus menatap Seohyun yang sudah berada jauh dari pandangannya.

– Dear Mom –

Mobil Yuri memasuki pekarangan panti asuhan tempat Jessica tinggal saat ini, bertujuan untuk bertemu wanita dicintainya itu. Terus berusaha untuk meminta maaf. Apapun akan dilakukannya agar Jessica mau memaafkan, walaupun harus mempertaruhkan nyawanya sendiri. Hidupnya tidak akan tenang jika Jessica belum juga memaafkannya. Itu seperti mimpi buruk yang akan selalu mendatanginya dimalam hari saat dirinya tertidur.

Dengan melangkah pelan Yuri mendekati seorang wanita yang sedang menemani beberapa anak asuhnya bermain. Wanita itu adalah Sunny.

” Anyeonghaseyo ” ujar Yuri yang membuat Sunny membalikkan tubuhnya, menoleh kearah Yuri yang berada dibelakangnya.

” Oh, anyeonghaseyo ” Sunny membungkukkan tubuhnya. Dia bertanya-tanya siapa pria ini, apakah pria ini berniat untuk mengasuh salah satu anak asuhnya? ” Ada yang bisa saya bantu tuan? ” Tanya Sunny dengan sopan.

” Hmm.. Saya ingin bertemu dengan Jessica Jung. Apa Jessica ada didalam? “

” Kalau saya boleh tahu anda siapa? ” Sunny kembali bertanya.

” Saya Kwon Yuri, teman Jessica ” jelas Yuri yang membuat Sunny mengangguk mengerti.

” Baiklah saya akan memanggilnya, silahkan masuk “

” Tidak usah, saya tunggu disini saja ” tolak Yuri dengan lembut. Sepertinya lebih aman jika berbicara berdua saja dengan Jessica di halaman depan panti ini. Sunny sudah masuk kedalam bersama dengan anak-anak asuhnya, menyisakan Yuri yang memandangi taman yang begitu rimbun dipanti ini.

“ ada perlu apa kau datang kemari? “ Yuri membalikkan tubuhnya setelah mendengar suara dingin itu. Dia berusaha tenang. Jujur, jantungnya saat ini berdetak lebih cepat dari biasanya. Takut jika mendapatkan penolakan kembali.

“ sama seperti tujuanku sebelumnya, aku ingin meminta maaf padamu “ ujar Yuri yang terus berusaha untuk tenang.

“ harus berapa kali ku katakan padamu eoh? Aku tidak akan pernah memaafkanmu! Lebih baik sekarang kau pergi dari sini “ Jessica yang mencoba melangkah untuk masuk kedalam panti langsung ditahan oleh Yuri dengan memeluk kaki Jessica.

“ a-apa yang kau lakukan? “ ujar Jessica mencoba untuk membuat Yuri berdiri. Dia tidak ingin orang-orang melihat mereka seperti itu.

“ Sooyeon-ah, aku mohon padamu. Maafkan aku “ Jessica bisa mendengar suara Yuri yang bergetar. Apa Yuri menangis? Itulah yang ada dipikiran Jessica. “ Sooyeon-ah, aku janji aku akan menebus semua kesalahanku. Aku akan melakukan apapun untukmu asalkan kau mau memaafkanku. aku sangat memohon padamu. Tolong.. “ Yuri mengadahkan kepalanya untuk menatap Jessica dengan lekat. Meyakinkan wanita itu bahwa dia serius dan tulus mengatakannya. Mata Jessica membulat saat dia melihat mata Yuri yang seikit memerah.

“ tidak! Aku tidak boleh termakan lagi oleh perkataannya. Tidak lagi untuk yang kesekian kalinya “ batin Jessica. Menguatkan hatinya untuk tidak percaya dengan pria yang kini berlutut dihadapannya. “ lepaskan kakiku Yuri-ssi! “ Jessica menghentakkan kakinya. Berusaha melepaskan kakinya yang dipeluk oleh Yuri.

“ aku tidak akan berdiri sebelum kau benar-benar memaafkanku Sooyeon-ah “ Yuri terus bertahan dengan posisinya.

“ Ya! Kenapa kau kekanakan seperti ini?! lepaskan!“ ujar Jessica dengan nada tinggi dan terus berusaha untuk melepaskan diri. Namun tetap saja, tenaga Yuri jauh melebihi tenaganya.

“ Ne, aku memang kekanakan jika itu menyangkut dirimu Sooyeon-ah. karena aku sangat mencintaimu “ ujar Yuri dengan tegas.

“ ck, percuma kau terus mengatakan kalimat itu karena aku tidak akan lagi percaya “ ujar Jessica.

“ tidak bisakah kau memberikanku kesempatan satu kali lagi untuk memperbaiki semuanya? Tidak bisakah kita memperbaiki hubungan kita kembali? Aku benar-benar tulus untuk meminta maaf padamu Sooyeon-ah. tidak ada sedikitpun niat burukku, aku hanya ingin mendapatkan maaf tulus darimu. Aku benar-benar menyesali semuanya “ suara Yuri semakin bergetar, bahkan sekarang terisak. Jarang-jarang Yuri seperti ini, menangis dan memohon pada seorang wanita. Tapi Yuri tidak lagi peduli. Biarlah harga dirinya jatuh daripada harus kehilangan wanita yang dicintainya untuk kesekian kalinya.

“ kau tahu Sooyeon-ah, aku merasa hidupku tidak tenang setelah apa yang kulakukan dulu padamu. Penyesalan ini bagaikan mimpi buruk yang selalu mendatangiku “ Jessica terdiam setelah melihat setetes air lolos dari mata Yuri. Sekalipun dia tidak pernah melihat Yuri sampai seperti ini. Apa Yuri benar-benar tulus dengan ucapannya? “ Sooyeon-ah.. aku mohon maafkan aku. Maafmu lah yang akan membuatku terbebas dari mimpi buruk itu. Aku tersiksa Sooyeon-ah. Aku benar-benar tersiksa dengan penyesalan yang begitu besar ini. Aku tidak sanggup jika terus membawanya lebih lama lagi “ Ujar Yuri yang semakin lirih. Dia menundukkan kepalanya dengan tubuh yang bergetar karena isakannya yang tertahan.

“ jebal “ Yuri memejamkan matanya. berusaha tenang untuk menormalkan detak jantungnya yang kini terasa tidak karuan. “ jika kau tidak ingin menerima cintaku kembali, tidak apa-apa.. aku akan menerimanya dengan lapang dada. Harapan keduaku sudah pupus. Namun harapan pertamaku, yaitu meminta maaf padamu. Aku mohon, kali ini kabulkanlah harapan pertamaku ini“ lirih Yuri yang menunduk semakin dalam. Dia tidak lagi berani untuk menatap Jessica. Untuk beberapa saat hanya keheningan yang terjadi, sampai akhirnya Yuri merasakan sepasang tangan melingkar ditubuhnya. Yuri memejamkan matanya, merasakan kehangatan tubuh itu yang kini menempel ditubuhnya. apa ini Sooyeon? Batinnya. Namun pikiran itu langsung ditepisnya. Dia tidak ingin berharap terlalu banyak, orang bejat sepertinya mungkin tidak pantas lagi untuk mendapatkan pelukan hangat dari seorang Jung Sooyeon. Lalu siapa pemilik tubuh ini? Yuri terus menutup matanya tanpa berani melihat wajah orang yag kini memeluknya. Bisa dikatakan dia belum siap untuk menerima jika itu memang bukan Jessica lah yang memeluknya.

“ aku memaafkanmu Yul “ Jantung Yuri semakin berdetak lebih cepat. apa dia tidak salah dengar? Itu seperti suara Jessica, dan panggilan itu.. panggilan sayang Jessica padanya yang sudah lama tidak pernah didengarnya lagi. tapi apakah ini benar?

Yuri bisa merasakan pelukan itu semakin mengerat. Perlahan Yuri membuka matanya, memberanikan diri untuk manatap orang yang memeluknya.

“ Soo..yeon..ah “ panggilnya terbata. ‘ apa aku bermimpi? ‘ itulah pertanyaan yang timbul dibenaknya saat ini. Bukan, ini bukan mimpi, ini kenyataan. Ya.. ini bukan mimpi. Yuri meyakinkan dirinya. “ bi-bisakah kau mengulangnya kembali? Aku merasa belum yakin kalau kau memaafkanku “ ujarnya terbata. dia tidak percaya dengan semua ini.

“ aku memaafkanmu yul “ Jessica kembali mengulang kalimatnya, membisikan kalimat itu dengan lembut ditelinga Yuri.

“ jeong-jeongmal? A-aku tidak salah dengar kan? Kau benar-benar memaafkanku? “ Yuri ingin memastikan sekali lagi. Jessica mengangguk pasti. Mungkin memang sudah saatnya dia memaafkan Yuri. Dipikir-pikir tidak ada gunanya untuk terus membeci karena tidak akan merubah apapun. Jessica yakin, kali ini Yuri benar-benar tulus meminta maaf padanya. Bisa terlihat dari tatapan mata Yuri yang melihatkan keseriusan, begitu pun dengan ucapannya. Jujur, dia begitu tidak tega melihat Yuri yang memohon seperti tadi. Perlahan tangan Jessica bergerak membantu Yuri untuk berdiri. Membimbing Yuri untuk duduk di bangku panjang taman yang berada tidak jauh dari posisi mereka.

“ Sooyeon-ah aku masih belum percaya. Bisakah kau tunjukkan apapun agar aku bisa memastikan jika aku tidak bermimpi? jika itu memang benar yang terdengar oleh telingaku? Ah, atau mungkin telingaku bermasalah? “ ujar Yuri tanpa jeda. Dia masih belum percaya. Perkataan Yuri berhasil membuat Jessica tersenyum, tidak ada perubahan didiri Yuri dengan kekonyolannya yang dulu sering membuat Jessica tertawa lepas.

“ kau tidak salah dengar yul. Aku benar-benar sudah memaafkanmu. Aku pikir percuma untuk terus membencimu karena itu tidak akan merubah semuanya kembali. Aku yakin kau tulus dalam perkataanmu tadi. Ituah yang membuatku memaafkanmu. Tapi kau harus ingat, jangan lagi melakukan kesalahan yang sama, walaupun itu dengan orang lain. Jika itu sampai terjadi, aku akan menarik perkataanku lagi dan aku akan membencimu. Bahkan lebih dari itu “ ancam Jessica.

“ andwe! Kau tidak boleh membenciku. Itu akan membuatku tersiksa “ Yuri menggeleng keras. “ aku janji, aku tidak akan pernah mengulanginya lagi. Aku sudah berubah Sooyeon-ah. dan.. terima kasih karena kau sudah memaafkanku. “ Yuri menarik Jessica kedalam pelukannya. Memeluk wanita dicintainya itu dengan erat. “ gomawoo.. “ bisik Yuri ditelinga Jessica yang mengangguk untuk membalas perkataan Yuri. Tidak beberapa lama kemudian, Yuri melepaskan pelukannya. Menatap Jessica dengan lekat.

“ Sooyeon-ah.. “ panggil Yuri, dia sangat gugup saat ini. apakah dia harus menanyakan apa yang ada dibenaknya kini? Dengan lembut Yuri menggenggam tangan Jessica. “ tentang harapan keduaku, tidak adakah harapan lagi? Tidak bisakah kita kembali seperti dulu? Sebagai sepasang kekasih? “

“ a-aku… “

 

TBC

Sesuai janji gue kemarin, akhirnya DM chap 7 publish!! bagaimana pendapat readers untuk chap 7 ini??

kalo gue pikir2, sepertinya dari chap 5 sampai chap 7 ini konfliknya belum muncul ya? wkwkwk dan kapankah konfliknya muncul kembali?? author juga ga tau!! #plaaak

huuh.. gue masih sedikit galau nih walaupun tidak separah sebelumnya sampai2 gue seminggu lewat 1 hari nulis  chap 7 ini. baru aja mood gue kembali setelah ujian, eh ternyata ada yang membuat mood gue kembali hilang. gara2 berita taeyeon teeeet (disensor).. gue ga mau nyebutnya lagi. bagaimana dengan readers semua?? masih galau kah?? dan kalian tau ga tadi gue kembali galau gara2 liat foto taeyeon yang di airport itu ( gue baru tadi taunya). Taeyeon terlihat menahan air matanya untuk meminta maaf dan itu berhasil membuat mata gue juga ikut panas dan memerah! huuh.. gue kasian banget liat Taeyeon 😥   kenapa harus meminta maaf seperti itu… tapi gue salut dan bangga dengan Taeyeon. menurut gue ga ada leader dari girl band korea yang seperti itu.

oh ya, sekarang  tanggal 27 bukaan??

HAPPY TAENY DAY! Taeyeon n Tiffany FOREVER and ALWAYS!

satu lagi.. karena sebentar lagi mau puasa nih, gue rara ingin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalaninya. semoga puasa kita diterima oleh ALLAH SWT. gue minta maaf kalo ada kata-kata gue yang mungkin aja membuat readers semua tersinggung. bisa aja dalam membalas komentar. jadi mohon maaf lahir n batin ya 🙂

okaay readers?? Dear Mom Chap 8.. Coming Soon!!

anyeooong..!!! 😀

Advertisements

131 thoughts on “Dear Mom (Chapter 7)

  1. yuri dikasih hati minta jantung nih.. tpi lanjutkan bang yul 😀

  2. Hyunie keren!!! Nggak prlu dblas prbuatan sindiranya aja udah brsa tamparan wkwkwk top hyunie jjang

    Lah dnger and di inget tuh yul omonganya mpok sica jgn ngulangin lg kesalahn mu dlu ok fighting ye bang buat ngambil hati sica and smoga taeny cepatan dkasih tmbah momongan 😉

  3. yul fighting, udh dpt maaf dr sica nih tinggal dapetin hatinya:-D:-D
    whoaa joohyun keren, pokoknya jgn smape kalah tuh sm hyuna
    byuntae braksi, emng dasar gak tau tempat
    moga aja taeny ceptan di ksh baby

  4. wah mian thor-nim bru sempet bc lg hhe mau kebut bc dlu ya byk tertinggal seperti’a hhe chap ini lucu pas tiff blg mau pesenin makanan bt seo hha pantang nyerah bgt

  5. tiffany perhatian banget ya sama seo, padahal seo udh sering bikin fany sakit hati, semangat fany-ah 😀

  6. Yahhh tbc 😦
    kekurangannya dsni cm kurg panjang j thor hehehehe
    hyuna cr gr2 trz m hyunnie mw nya pa c th ank?klo kecilnya kygy gmn gedenya ckckckck
    hyunnie sbr y ngadepin hyuna yg nakal
    akhrnya yuri d maafin wlw aq mzh agk kesel m yuri 😦

  7. Dih tuh si hyuna mau nyari mati sna seohyun,,, ckck
    Anaknya JessicaJung di lawan jgankan sma katakata nya sama tatapannya ajja bisa mati beku,, jahahah
    Akhirnya yul dpt maaf juga,,

  8. Si taebikin jantungan iiih
    gue suka sama karakter si hara, fans deh

  9. Ahay.. yulsic clbk lagi 😁

  10. Joohyun gue suka gaya lo! Wkwkwk emang ngeselin tuh si hyuna bisa nye sirik aje, merasa tersaingi banget kayaknya-_-
    Dan apa jessica bakal nerima yuri lagi? Kayaknya sih iya wkwk

  11. Yuri udah dimaafin minta lebih. Aigooo…. dasar, yul!
    Btw, seo keren bgt ya ngelawan hyuna. Tu anak selalu mati kutu. Tiffany cerewetnya minta ampun deh. Sampe bikin seo takluk gitu. Haha……

  12. yeeeee yulsic baikan.. ginikan adem thor

  13. Thor minta pw chapter 6 dong,klu lompat gt jd gsk nyambung.
    Klu boleh kirim ke no ku
    085624418578

  14. Akhirny yulsic baikan, sica cpet trima yul dong ..

  15. Thor minta pw part 5 dong…
    maunya bacanya loncat tp part 6 nya nggak ada…
    buka link part 6 yg muncul part 7..
    hehe…
    bagus dech kalo joohyun udh mulai berubah..
    haha joohyun pertama sekolah udh punya musuh..
    ckckck….

  16. horre…ada kwon soebang….chuhwae…:-) 🙂 🙂
    tambah sudah balikan lg, tp gwe pnsarn knp sica dulu pisah ma soebangnya n menikah sm taengo…,
    apa yg sebenrnya terjadi ya????
    arghh gwe lanjut dulu dech…

  17. eng ing eng…. jrg” liat. seo jd cew brandall 😀 hahaha lucu nya 😀 uhh itu yull ngajak balkan. sica jwb ap tyh???

  18. Wah hyuna nyari masalah aja ya sama joohyun 😨😱😒

  19. Huee.. yulsic bersatu lg.. nth gue mau seneng atau mrah 😂
    Bingung 😂

  20. Hati sica terbuat dr ap sih?lelaki yg udh hncrkn bs dimaafkn salut q.sprtny ok klo smuany hrs jls bgt jg tae,krn t spnhny slh sica.
    aduh hyuna jgn main2 deh am seohyun bisa ancur lo…

  21. kirain sp yg misterius itu ga taunya tae taenya fany sendiri yg ngagetin..
    bayangin hyunie itu berandal alias bukan anak polos yg bs di bully kapanpun itu..membuat hati senang xD thx thor..
    berkibar lah bendera yulsic..kasian sica nya slalu sendiri sejak g ad hyunie

  22. untung yul dirimu sudah dimaafkan sma jessica wkwkwkwk
    udh terima aj lgi yuri

  23. Ah gua pikir orang larn yg meluk pani tau nya lakinya sendiri😀😀 wkwkwkwwk
    seo busyet dah😂😂😂

  24. yuri udah baikan..tapi sica mau nerima yuri gak ya..
    hmmm..hyuna cari gara2 aja…

  25. astaga, aku kira tiffany mau diculik ternyata itu taeyeon :v

  26. astaga, aku kira tiffany diculik ternyata itu taeyeon :v

  27. Gua kira siapa eh ternyata tae hadeh
    Gua seneng seo kek gitu ke hyuna wkwk
    Duh yul segitunya minta maaf nya wkwk

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s