rara0894

All about TaeTiSeo and GG

Dear Mom (Chapter 6)

153 Comments

Title         : Dear Mom

Author    : Rara0894

Cast          :

                     Seo Joo Hyun as Kim Joo Hyun

                     Tiffany Hwang / Hwang Mi Young

                     Kim Taeyeon

                     Jessica Jung

                     Kwon Yuri

                     And other cast

Genre      : Family, gender bender

CYMERA_20120101_195317

“ aku akan mendaptakanmu kembali Sooyeon-ah “ Batin Yuri yang terus menatap kepergian Jessica yang semakin lama semakin mengecil dalam padandangan matanya. Yuri menyandarkan tubuhnya yang terasa lemah disandaran bangku taman yang didudukinya setelah Jessica tidak lagi tampak. Menghela napas berat dan memijit dahinya karena pusing yang melanda kepalanya.

“ Sooyeon-ah, mianhae.. “ Yuri terus mengucapkan kata maaf. Dirinya benar-benar menyesal. Itulah tujuannya untuk kembali ke kota kelahirannya, ingin memperbaiki semuanya. Ingin kembali menggenggam cinta pertamanya yang terlepas. Apakah dia mampu? Mampu untuk memperbaiki semuanya? Mampu untuk mengembalikan kebahagian cinta pertamanya? Mungkin tida sepenuhnya, namun dia bertekad untuk bisa melakukannya. Walaupun akan terus mendapatkan penolakan, dia akan terus bertahan. Bertahan demi cinta pertamanya?

Flash Back…

 “ eenggh.. “ Yuri sedikit menggeliat, sinar matahari yang masuk dicelah jendela kamar hotel itu membuatnya mulai tersadar dari tidurnya yang begitu nyenyak namun melelahkan. Bagaimana tidak lelah setelah bercinta semalaman dengan seorang wanita yang begitu dicintainya, Jessica Jung. Perlahan dia membuka matanya yang masih terasa begitu berat, menyipitkan matanya karena cahaya yang menembus pupil matanya. Yuri baru menyadari jika tubuhnya terasa hangat dan nyaman, kemudian tersenyum lebar ketika melihat wanitanya masih terlelap dengan nyaman didadanya. Yuri membenamkan wajahnya dirambut harus Jessica, kembali memeluk wanita itu sejenak sebelum beranjak dari ranjang dan membersihkan diri. Banyak yang harus dikerjakannya hari ini, menyangkut dengan perusahaan yang kini dipimpinnya.

“ Terima kasih untuk semalam sayang, kau benar-benar membuatku semakin mencintaimu “ ujar Yuri setelah melepaskan pelukan Jessica ditubuhnya, merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik itu. “ Love you “ Yuri mengecup bibir lembut Jessica yang masih saja berada dialam mimpinya. Yuri bergerak untuk turun dari ranjang mengambil selimut yang sudah berada dilantai dengan tidak berbentuk. Diselimutinya tubuh polos Jessica yang kini tidak tertutup sehelai benang pun sebelum melangkah kekamar mandi untuk membersihkan diri. Kemudian Yuri mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.

“ Bawakan baju kantorku ke hotel, 10 menit baju itu sudah berada ditanganku dan akan kupastikan kau tidak akan menjadi pengangguran! “ perintahnya pada anak buahnya, kemudian memutuskan sambungannya. Setelah itu Yuri melangkah melangkah masuk kedalam kamar mandi.

Sudah 30 menit terlewat, Jessica belum juga membuka mata sedangkan Yuri sudah rapi dengan pakaian kantor yang dibawakan anak buahnya. Saat ini Yuri sedang menulis sebuah catatan di kertas kecil, kemudian diletakkan dimeja lampu yang berada disamping ranjang agar Jessica mudah menemukannya. Yuri duduk ditepi ranjang, menatap setiap inci wajah Jessica agar terus melekat di memory kepalanya. Seolah bayangan wajah Jessica di otaknya adalah vitaminnya saat bekerja nanti.

“ nanti aku akan menemuimu lagi “ ibu jari Yuri mengusap lembut pipi Jessica, menatap dengan mata yang berlumur cinta. “ aku mencintaimu “ Yuri mengecup dahi Jessica dengan penuh sayang sebelum meninggalkan kamar hotel dan melesat menuju kantornya.

Setelah sampai dikantornya dari dua jam yang lalu, Yuri terus saja berkutat dengan pekerjaannya yang segunung. Dia terus saja terfokus tanpa adanya gangguan sedikitpun. Seketika konsentrasinya buyar setelah ponselnya bergetar dan senyumannya mengembang setelah mengetahui orang yang mengirimkannya sebuah pesan singkat. Dengan segera dipakainya kembali jas kantornya yang menggantung disandaran kursi kerjanya kemudian keluar dari ruangan, masih dengan senyuman yang mengembang. Karyawan yang melewatinya hanya menatap heran, bagaimana bisa seorang CEO seperti Kwon Yuri yang terkenal keras dengan raut sinisnya bisa melihatkan senyuman yang mempesona seperti itu. Benar-benar peristiwa yang langka!

Yuri sudah berada ditempat tujuannya, menunggu seseorang yang tadi mengirimkan pesan singkat padanya. Tidak lama kemudian Yuri tersenyum lebar saat seseorang yang ditunggunya melangkah menghampiri dengan wajah yang dingin dan itu sudah menjadi pemandangan yang biasa bagi Yuri. Kemudian di berdiri untuk meyambut kedatangan orang itu.

“ chagi-ah.. “

PLAK!

Yuri membelalakan matanya saat tangan itu mendarat dipipinya.

“ Ya! Sooyeon-ah.. kau kenapa? “ Yuri meringis kesakitan sambil menyentuh pipinya yang sudah memerah.

“ kau bilang kenapa? “ Jessica meninggikan suaranya, menatap tajam kearah Yuri?

“ ada apa sayang? kita bicarakan baik-baik ya? “ Yuri berkata lembut sambil menggenggam kedua tangan Jessica, berusaha untuk meredakan emosi wanitanya itu. Namun, Jessica menepisnya dengan kasar.

“ Kenapa kau melakukannya? “ tanya Jessica dengan suara bergetar.

“ melakukan apa? “ Yuri tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Jessica.

“ Tidak usah berpura-pura bodoh! Kenapa tidak kau antar saja aku pulang eoh? Kenapa kau malah membawaku kekamar hotel?! “ Suara Jessica yang tadinya meninggi berubah berteriak.

“ Sooyeon-ah, tenang dulu. Biar ku jelaskan “

“ apa yang ingin kau jelaskan eoh? “ Napas Jessica tak beraturan karena kemarahan dan keresehaannya setelah apa yang terjadi semalam.

“ aku tidak mungkin mengantarmu pulang dengan keadaanmu yang mabuk berat seperti itu. Kau mau jika suamimu marah besar? Makanya aku memutuskan membawamu untuk menginap dihotel- “

“ dan meniduriku disaat aku setengah sadar? “ Jessica memotong kalimat Yuri. “ bagaimana kau bisa melakukan itu padaku Yuri-ah? “ Jessica terduduk lemas ditanah dengan terisak. Percuma dia memaki ataupun memukuli pria dihadapannya ini. Semuanya sudah terjadi, tidak bisa untuk diperbaiki.

“ aku hanya tidak ingin suamimu marah besar denganmu Sooyeon-ah “ Yuri memeluk Jessica erat, kali ini Jessica tidak menolak tetapi sedikitpun tidak bergerak untuk membalas pelukan Yuri yang biasanya menenangkan baginya. Dia tidak tahu apa perasaanya kini, semua sudah bercampur aduk hingga tak mengenali rasa untuk saat ini.

“ lebih baik aku ketahuan pergi denganmu daripada ketahuan bercinta denganmu! “ ujar Jessica lirih namun tegas dan dingin di telinga Yuri. Untuk beberapa saat hanya mereka hanya diam, yang terdengar hanya isakan Jessica yang berada dipelukan Yuri.

“ ini sudah tidak benar “ Jessica kembali membuka suara. Melepaskan kedua tangan Y

uri yang melingkar ditubuhnya, kemudian berdiri yang diikuti oleh Yuri setelah itu.

“ maksudmu? “ Perkataan Jessica membingungkan untuk Yuri.

“ ya, ini sudah tidak benar. Lebih baik kita akhiri saja hubungan terlarang ini “ ujar Jessica dengan keyakinan penuh yang membuat mata Yuri membulat.

“ k-kau bercanda kan? “ Yuri berharap jika itu hanya candaan Jessica.

“ apa kau lihat aku bercanda? “ Jessica balik bertanya dengan raut serius. Yuri tidak lagi berkata, lidahnya begitu kelu untuk berucap. “ aku tidak bercanda Kwon Yuri. Aku tidak ingin terikat hubungan apapun denganmu lagi. Ini benar-benar salah. Aku sudah memiliki seorang suami dan anak dan aku tidak ingin menghancurkan rumah tangga yang sudah kubina bertahun-tahun dengan tanganku sendiri, dengan hubungan ini “ Jessica menatap Yuri yang hanya membeku dengan lekat. Meyakinkan Yuri jika dia benar-benar serius dengan ucapannya.

“ ta-tapi a- “

“ akhiri dan jangan l

agi pernah menemuiku “ Jessica memotong sebelum Yuri menyelesaikan kalimatnya. Dia tidak ingin lagi mendengar penjelasan Yuri, tidak ingin lagi terpikat oleh pesona pria ini.

“ Tolong.. Kita bicarakan ini baik-baik “ Yuri menahan pergelangan Jessica yang akan melangkah meninggalkannya.

“ Tidak ada lagi yang harus kita bicarakan yul, lepaskan aku dan lupakan aku. Biarkan aku bahagia dengan hidupku yang sekarang“ ujar Jessica.

“ tidak akan, aku tidak akan pernah melepaskanmu “ Yuri menatap lekat Jessica dan semakin mengeratkan genggamannya dipergelangan tangan Jessica.

“ ya! Appo! “ Jessica meringis karena tangannnya yang terasa sakit. Dengan sekuat tenaga dia melepas genggaman tangan Yuri yang menyakiti tangannya dan berhasil. Jessica melangkah mundur saat Yuri terus mendekatinya untuk kembali menahannya.

“ Lupakan aku dan cari kebahagianmu Yul. Selamat tinggal “ Jessica mengecup singkat bibir Yuri dan berlari cepat sebelum Yuri kembali menahannya.

“ Jung Sooyeon! “ Yuri mengejar Jessica, dai tidak percaya bagaimana bisa Jessica berlari secepat itu. Dia juga berusaha untuk berlari lebih cepat lagi. namun sia-sia, Jessica masuk kedalam taxi yang sudah menunggunya dipinggir jalan dan melesat pergi.

“ Aarrgh! Sial! “ Yuri mendaratkan pukulan tangannya ke pohon beringin yang berada disampingnya. Meluapkan kemarahannya karena keputusan sepihak Jessica. Napasnya menderu, mengepalkan tangannya yang kini memutih. “ Lihat saja, kau akan tahu akibatnya. Benar, kau tidak akan menghancurkan rumah tanggamu dengan tanganmu sendiri, aku yang akan menghancurkannya dengan tanganku sendiri “ Guman Yuri dngan penuh amarah.

Flash End.

“ Mianhae Sooyeon-ah “ hanya itu yang terus diucapkan Yuri walapupun Jessica tidak lagi berada dihadapannya, “ aku janji, aku akan melakukan apapun jika itu bisa membuatmu bahagia. Walalupun aku merasa sakit dengan terus mendapatkan penolakan darimu. Aku akan bertahan karena aku memang pantas mendapatkannya dan karena kau tetap wanita yang paling kucintai “ Yuri menghapus air matanya yang sempat jatuh. Kemudian mengambil napas sedalm-dalamnya dan kembali membuangnya. Merilekskan tubuhnya yang terasa lelah. Dengan langkah perlahan dia meninggalkan taman.

 

– Dear Mom –

Di pagi yang cerah, wajah gadis cantik berumur 12 tahun dikeluarga kim itu tidak terlihat cerah seperti pagi ini. Seohyun memasukan perlengkapan sekolahnya dengan gerakan malas kedalam tas. Seohyun akan kembali bersekolah setelah beberapa minggu terhenti, namun bukan disekolah lamanya. Seohyun akan sekolah ditempat yang sudah ditentukan Taeyeon dan itu membuatnya kesal karena Taeyeon tetap memaksanya. Setelah menyiapkan semuanya, Seohyun melangkah keluar menuju pantry. Dimeja makan terlihatlah Taeyeon yang sedang membaca koran dan menyesap teh buatan Tiffany yang kini sedang sibuk membuat sesuatu di pantry.

“ Joohyun sudah siap? “ tanya Tiffany lembut setelah berbalik dan melihat Seohyun yang menghampiri.

“ ne.. “ Seohyun mendudukan dirinya yang berhadapan dengan Taeyeon yang kini memandangnya dengan senyuman lebar. Dipikir-pikir wajah Seohyun mirip dengannya. Mulai dari wajahnya yang cute hingga kulit putih susunya.

“ ini susu dan rotimu sayang. habiskan biar kau tidak lapar saat belajar nanti “ Tiffany meletakkan sepiring roti dengan segelas susu coklat hangat dihadapan Seohyun. K

emudian mengusap kepala Seohyun sebentar seraya melihatkan senyumannya yang cantik sebelum kembali duduk disamping Taeyeon. Namun Seohyun sedikitpun tidak menoleh. Dia tidak tahu, suasana seperti saat ini sekarang membuatnya gugup dan begitu canggung.

 “ kau sudah menyiapkan semua perlengkapan sekolahmu? “ kali ini Taeyeon yang bertanya.

“ ne “ Seohyun hanya menjawab singkat. Menggerakkan tangannya untuk mengambil roti yang sudah di potong kecil oleh Tiffany agar Seohyun mudah untuk memakannya. Itulah kebiasaan dilakukan Tiffany untuk dirinya sendiri, juga dilakuaknnya untuk Taeyeon dan Seohyun.

“ mianhae, appa tidak bisa mengantarmu kesekolah. Appa ada meeting pagi ini. mommy yang akan mengantarmu “ ujar Taeyeon setelah melirik jam tangannya. Ini sudah waktunya dia berangkat.

“ kwenchanayo “ adakah yang berbeda dengan Seohyun yang sekarang? Ya, sekarang dia sudah mulai merespon kata-kata Tiffany dan Taeyeon walaupun masih terkesan dingin dan datar. Sejak kejadian sebelumnya, Seohyun sudah sedikit berubah walaupun masih belum sepenuhnya. Hanya sedikit perubahan. Taeyeon dan Tiffany tidak mempermasaahkannya, malah mereka bersyukur melihat Seohyun yang kini menanggapi setiap perkataannya walaupun hanya satu kata. Mereka akan terus berusaha untuk kembali mencairkan hati Seohyun dan tetap sabar saat menghadapi Seohyun yang memang sering membuat mereka emosi. Namun Seohyun tidak separah dulu lagi.

“ Fany-ah, aku pergi dulu. Titip salamku untuk Choi Shikshin “ Taeyeon terkekeh kemudian mengecup dahi Tiffany yang tertawa mendengarnya.

“ arraseo “ Tangan Tiffany bergerak untuk kembali merapikan dasi Taeyeon agar suaminya terlihat lebih tampan lagi. Kemudian Taeyeon berjalan menghampiri anaknya yang masih menunduk, terfokus dengan makanannya.

“ belajar yang rajin dan habiskan sarapanmu “ ujar Taeyeon yang sedikit menunduk sambil mengusap kepala sang anak dengan sayang. Kemudian mengecup puncak kepala Seohyun yang masih saja dengan state-nya. Taeyeon bersyukur, sekarang Seohyun tidak lagi menolak saat Taeyeon mendekati ataupun menunjukkan kasih sayangnya. Namun tetap saja, Seohyun belum mau membalasnya. Tiffany yang memandangi ayah dan anak itu tersenyum lebar. Ini adalah pemandangan yang membahagiakan untuknya.

Satu jam kemudian Seohyun sudah berada SM Interntional School, sekolah barunya. Matanya begitu takjub melihat sekolahnya yang begitu besar. Sekolah elite ini lebih besar dan luas berkali lipat dari sekolahnya yang dulu. Bagaimana tidak, ini hanya bisa dimasuki oleh anak-anak dari kalangan atas saja. Kini Tiffany sudah memakirkan sedan mewahnya, dia yang akan mengantarkan Seohyun keruangan Sooyoung.

“ Kajja “ ujar Tiffany sambil membuka pintu mobilnya. Namun Seohyun hanya diam. Sekolah ini memang bagus, lebih bagus berkali lipat dari sekolahnya yang tidak memiliki lapangan olah raga seluas itu. Bahkan disekolahnya dulu hanya memiliki satu lapangan, itupun kecil dan tidak dilapisi lantai beton yang terlihat mulus itu. Namun tetap saja, dia hanya ingin seolah ditempatnya dulu. Ditempatnya menempuh ilmu bersama teman-temannya. Tffany yang tidak melihat Seohyun yang juga belum keluar dari mobil, melangkah untuk membuka pintu mobil penumpang.

“ sayang, ayo.. “ Tiffany menarik tangan Seohyun dengan lembut agar mau keluar dari mobil. Seohyun menghela napasnya, melihatkan wajah malasnya.

“ Hei, jangan memperlihatkan wajah seperti itu. nanti anak mommy terlihat buruk “ goda Tiffany agar Seohyun tidak lagi melihatkan raut kekesalan yang kini tampak diraut wajah Seohyun. Kemudian Tiffany menggandeng tangan Seohyun untuk melangkah memasuki gedung sekolah. Saat berjalan menuju ruangan Sooyoung, semua mata tertuju pada ibu dan anak itu. Mereka begitu asing karena baru pertama kali melihat keduanya dan berdecak kagum melihat kecantikannya. Mereka yakin kalau Seohyunlah murid baru yang mereka dengar beberapa hari yang lalu dan mereka juga tahu kalau murid baru itu adalah keponakan dari pemilik sekolah ini. Mereka juga tahu jika ayah dari murid baru itu adalah seorang pengusaha kaya di Seoul dan kakak sepupu dari pemilik sekolah. Bagaimana bisa itu semua menyebar kesemua murid SM? Siapa lagi kalau bukan dari staf-staf yang mengurusi kepindahan Seohyun dan akhirnya menyebar ke bagian staf pengajar, kemudian dari staf pengajar menyebar ke siswa-siswa dan itu menggemparkan seisi sekolah. Seorang keponakan dari pemilik sekolah dan anak dari pengusaha kaya dan terkenal di Seoul akan bersekolah di SM Internasional School! Itulah yang terucap dari bibir-bibir mereka yang saling memberikan informasi. itu sudah umum terjadi disekolah manapun.

“ Selamat pagi kepala Choi “ goda Tiffany setelah membuka pintu ruangan Sooyoung.

“ Ya! Kau sama saja seperti si mindget itu Fany-ah “ kesal Sooyoung yang dibuat-buat. Tiffany hanya tertawa kecil.

“ Omo! Ini keponakanku? Joohyun kecilku dulu? “ tanya Sooyoung yang begitu senang bisa kembali melihat keponakannya yang sudah bertahun-tahun hilang.

“ ne. ini Joohyun kecilmu dulu soo, tapi sekarang dia sudah besar “ Ujar Tiffany yang mengusap kepala Seohyun sambil melihatkan senyumannya yang membuat matanya juga ikut tersenyum. “ Sayang, ayo beri salam” perintah Tiffany pada Seohyun.

“ anyeonghaseyo kepala Choi, Kim Joohyun imnida ” ujar Seohyun dengan sopan. Seohyun kembali dengan nama aslinya.

” Aiigoo.. Kalau hanya kita saja disini, kau panggil uncle saja. mengerti? “

” Ne ” Seohyun mengangguk.

” Fany-ah, Taeyeon oddiga? ” Tanya Sooyoung.

” Dia ada meeting pagi ini ” jawab Tiffany

” Oh.. Kau tidak kekantor? ” Tanya Sooyoung kembali.

” Setelah dari sini aku langsung kekantor ” Sooyoung mengangguk kemudian mengambil sebuah buku diatas meja kerjanya.

” Joohyun-ah, ini buku peraturan sekolah yang harus kau taati ” Ujar Sooyoung memberikan sebuah buku yang berisikan peraturan-peraturan sekolah. Mata Seohyun membulat saat melihat buku peraturan yang diberikan Sooyoung.

” Ini peraturan atau novel? Berlebihan sekali “ Batin Seohyun yang melihat sekilas peraturan-peraturan yang segunung banyaknya.

” Sooyoung-ah, aku haris kekantor sekarang. Perhatikan dan jaga anakku dengan baik ” pesan Tiffany sambil melirik jam tangannya.

” Kau tenang saja. Aku yakin, anakmu akan betah sekolah disini ” ujar Sooyoung dengan angkuhnya yang membuat Tiffany tertawa kecil. Sifat Sooyoung sedikit mirip dengan suaminya. Kemudian dia menoleh pada Seohyun, menatap anaknya dengan sayang seraya menangkupkan kedua tangannya di pipi anaknya.

” Sayang, kau harus ingat. Belajar dengan baik ya? Kau juga harus bisa menyesuaikan diri dengan teman-teman barumu. Jangan lupa makan saat jam istirahat agar staminamu tidak hilang untuk kembali belajar dan perhatikan makanan yang kau makan. Jangan makan makanan yang tidak higienis, mommy tidak mau kau sakit. Arra? ” Pesan Tiffany panjang lebar. Sooyoung hanya tersenyum mendengar ocehan Tiffany pada keponakannya. Dia begitu bersyukur karena Taeyeon mendapatkan istri seperti Tiffany yang begitu sayang pada keluarganya.

” Arraso.. ” Ujar Seohyun singkat dan dingin. Tiffany tersenyum, ini sudah suatu kebiasaan untuknya dengan sikap dingin Seohyun.

” Ternyata sikapnya masih dingin “ batin Sooyoung.

” Baiklah, mommy harus kekantor sekarang ” Ujarnya sambil merapikan kembali seragam dan rambut Seohyun. “ ingat pesan mommy tadi “ kemudian mengecup kening Seohyun. Seohyun sama sekali tidak menolak saat Tiffany memperlihatkan kasih sayangnya.

” Sooyoung-ah aku pergi, anyeong ” Tiffanypun keluar dari ruangan Sooyoung.

” Kajja, kita kekelasmu ” ujar Sooyoung yang membimbing Seohyun menuju kekelasnya yang berada dilantai dua.

” Anyeonghaseyo.. ” Sapa Sooyoung pada penghuni kelas yang akan menjadi kelas baru keponakannya itu.

” Anyeonghaseyo kepala Choi ” balas mereka serentak dan penuh dengan semangat. Mereka begitu menyambut kedatangan Seohyun yang akan menjadi teman baru mereka.

” Selamat pagi Guru Park ” sapa Sooyoung membungkukkan badannya pada Guru bahasa yang sudah berada dikelas.

” selamat pagi kepala Choi ” balas Guru Park.

” Ini murid baru, tolong dibimbing “ Guru Park mengangguk sambil tersenyum ramah. “ baiklah, Saya harus kembali keruangan ” Guru Park membungkukkan badannya. Kemudian Sooyoung pun menoleh ke Seohyun yang berada disampingnya.

” Belajar dengan baik ” ujar Sooyoung sambil mengusap-usap bahu Seohyun sebelum keluar dari kelas, Seohyun mengangguk.

” Perkenalkan dirimu nona kim ” Seohyunpun mengangguk. Kemudian menatap teman-temannya yang berada dihadapannya. Jujur, dia sedikit gugup karena semua mata tertuju padanya. Semua penghuni kelas diam menunggu Seohyun yang akan memperkenalkan dirinya dan itu semakin membuatnya semakin gugup. Seohyun menghirup udara sebanyak-banyaknya dan membuangnya kembali sebelum berbicara.

” Anyeonghaseyo, Kim Joohyun imnida “ Seohyun membungkukkan tubuhnya. “ Kalian bisa memanggilku Joohyun. Mohon bimbingannya ” ujar Seohyun dingin tetapi terlihat berwibawa. Kelaspun riuh, ada yang begitu senang dengan kedatangan Seohyun, ada juga yang ingin bertanya-tanya tentang pribadi Seohyun yang lain. Ada juga yang sepertinya tidak menyukai kehadiran Seohyun dikelasnya.

” Ada perta- “

“ Saya! “ Guru Park yang belum menyelesaikan kalimatnya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah muridnya yang memotong perkataanya. Lebih dari setengah yang mengangkat tangan karena ingin bertanya pada Seohyun.

“ Kang Sora, Silahkan “

“ Terima kasih Sonsaengnim. Joohyun-ssi, sebelumnya kau sekolah dimana dan apa alasanmu untuk pindah? “ Seohyunpun gugup dibuatnya. Dia tidak mempersiapkan ini sebelumnya. Hanya saja dia teringat dengan pesan Taeyeon agar tidak memberitahukan dimana sekolahnya dulu. Seohyun berusaha untuk tetap berlagak tenang.

“ ada satu alasan yang membuatku harus pindah ke sekolah ini dan ayahku berpesan agar tidak memberitahukan dimana aku bersekolah sebelumnya “ Jawab Seohyun dengan nada datar. Berusaha untuk tetap tenang.

“ wae? “ itu respon yang terdengar dari sebagian murid.

“ karena itu sebuah privasi “ jawab Seohyun yang menimbulkan kerutan dahi dari semua siswa karena bingung. Bagaimana bisa itu disebut sebagai privasi? Tapi Seohyun hanya mengikuti pesan yang Taeyeon katakan padanya.

“ ck, sombong sekali “ batin seorang murid yang terkenal angkuh disekolah. Bisa dikataan dia adalah murid terpopuler di SM. Murid itu bernama Hyuna, Lee Hyun Ah.

“ bagaimana bisa itu dikatakan privasi? Itu bukalanlah hal yang pribadi bukan? Ah, Apa Joohyun-ssi memiliki masalah disekolah sebelumnya hingga harus pindah?“ Hyuna membuka suara dengan nada sombongnya, bisa dikatakan perkataan itu untuk menyindir Seohyun. Menatap Seohyun dengan tatapan mengejek. Seohyun bisa menebak kalau teman barunya ini adalah seorang gadis yang angkuh. Bisa dilihat dari cara berkata dan sikapnya. “ angkuh sekali gadis ini. Kenapa harus dipermasalahkan? Tidak juga ada keuntungan untuknya “

“ saya juga tidak tahu dan memang, itu sebenarnya bukanlah hal yang dikatakan privasi. Hanya saja itu adalah pesan dari ayah saya. Jadi anda tidak perlu mempermasalahkannya karena tidak ada untungnya untuk anda bukan? “ Hyuna tertegun, baru kali ini ada orang yang membuatnya mati kutu. Menatap Seohyun dengan sebal dan tersirat kebencian dari tatapannya itu. Seohyun hanya melihatkan senyuman sinis karena berhasil untuk membuat seorang gadis angkuh tidak bisa lagi berkutik. Hanya Hyuna yang bisa melihat senyuman sinis Seohyun, yang lain hanya terlihat kagum dengan perkataan Seohyun tadi. Termasuk guru yang berada disamping Seohyun. Ya, Guru Park sudah tahu bagaimana perangai dari Hyuna disekolah dan menganggap itu adalah sebuah pelajaran untuk gadis angkuh itu.

“ ada lagi? “ Guru Park berusaha mencairkan suasana yang sempat sedikit tegang, tidak ingin perdebatan itu semakin sengit. Dia bisa membaca jika Joohyun bukanlah seorang gadis seperti murid yang lainnya yang hanya menerima perkataan dari Hyuna. Tidak berani untuk membantah perkataanya. “ Silahkan Kim Taemin “ Ujar Guru Park setelah memutuskan untuk memilih satu dari mereka yang mengangkat tangan. Kim Taemin, seorang murid laki-laki yang terkenal dengan kekonyolannya di kelas. Sangat hiperaktif, apalagi dihadapan seorang murid yang cantik dan disukainya. Dia akan terus bersaha untuk mencari perhatian.

“ Anyeonghaseyo Joohyun “ sapanya dengan melihatkan senyuman konyol.

“ anyeonghaseyo “

“ hmm.. “ Taemin menggaruk kepalanya yang mungkin tidak gatal sama sekali. Sedangkan Seohyun hanya menatapnya dengan kerutan dahi. “ ada apa dengannya? “ batin Seohyun.

“ Joohyun-ah, apa hobimu dan apa kau sudah memilik kekasih? “ Pertanya frontal dari Taemin membuat Seohyun membulatkan matanya. laki-laki itu hanya melihatkan sikap malu-malunya.

“ Huuuuu” yang lain hanya bersorak mengejek dan sebagian menjitak kepala Taemin yang berada dekat dari jangkauan mereka. Itu berhasil membuat Taemin merengut karena jitakan yang didapatnya berkali-kali. Mengeluarkan aegyo andalannya yang berhasil membuat Seohyun teringat bagaimana kekonyolan Taeyeon dulu, saat keluarga mereka masih utuh.

“ ya! Wajahmu memerah “ teriakan salah satu murid laki-laki membuat Seohyun tersadar, kemudian menoleh untuk menatap Taemin dan benar, wajah Taemin memerah seperti tomat. Sedangkan yang lainnya tertawa keras melihat wajah Taemin semakin memerah karena malu.

“ sudah jangan tertawa lagi “ Guru Park sedikit memukul penghapus papan tulis ke mejanya. Menyuruh murid-muridnya untuk diam dan mendengar jawaban dari Seohyun.

“ hobiku menyanyi dan yang berhubungan musik. Aku tidak m

emiliki kekasih karena belum ingin untuk berpacaran dengan umurku saat ini “ jawab Seohyun. Kemudian Seohyun menoleh kearah seorang murid perempuan yang mengangkat tangannya. Gadis berambut sebahu yang duduk disebelah Hyuna. Seohyun yakin itu pasti adalah teman dekat Hyuna yang sama angkuhnya. Gadis itu bernama Jang Nara.

“ apa benar kau keponakan kepala Choi? “ tanya Nara. Nara sudah tahu, hanya saja berpura-pura tidak tahu. Sebenarnya ini bukanlah pertanyaan yang timbul dari otaknya. Namun dari Hyuna yang terlalu gengsi untuk bertanya. Jadi Hyuna menyuruh Nara untuk menanyakannya. Memastikan apakah Seohyun memang keponakan pemilik sekolah dan anak seorang pengusaha kaya, pemilik Kim Corp. Hyuna selama ini tidak percaya dengan berita yang beredar tentang Seohyun, dia yakin tidak yang lebih kaya darinya di sekolah ini. Gadis ini benar-benar angkuh!

“ ne, saya keponakan dari kepala Choi. Apa ada yang salah dengan itu? “ Seohyun balik bertanya dengan nada dinginnya membuat Nara terdiam. Sama seperti Hyuna tadi. Kemudian dia menggeleng menjawab pertanyaan Seohyun.

“ baiklah, sepertinya sudah cukup perkenalannya. Kalian semua bisa bertanya-tanya lebih banyak lagi pada Joohyun saat jam istirahat “ ujar Guru Park yang mnembuat mereka cemberut. “ Joohyun, kau duduk disana. Disebelah Hara “ Guru Park menunjuk sebuah bangku kosong yang berada nomor tiga dari depan.

“ Terima kasih sonsaengnim “ Seohyun membungkukkan badann

ya, kemudian melangkah pelan menju bangku yang dikatakan Guru Park. Semua mata tertuju padanya, apalagi para murid laki-laki yang tidak lepas untuk memandangi Seohyun yang begitu cantik. Malah mereka berpikir kalau Seohyun lebih cantik dari Hyuna yang terkenal dengan kecantikannya di sekolah ini. Hanya beberapa orang saja yang tidak berdecak kagum seperti yang lainnya, siapa lagi kalau bukan Hyuna and the gank.

“ Ck, apa bagusnya gadis seperti itu? Tidak ada yang lebih cantik dan kaya dariku disekolah ini “ ujar Hyuna dengan keangkuhannya sambil melirik Seohyun dengan tatapan tidak suka. Memang, Hyuna terkenal dengan kecantikan dan kekayaanya di SM namun orang tidak suka dengan sifatnya yang angkuhn dan suka pamer. Melihat Seohyun membuatnya merasa tersaingi.

“ Anyeong, namaku Goo Hara “ ujar teman sebangku Seohyun dengan ramah. Seohyun hanya memperlihatkan senyum dinginnya dan terfokus pada Guru Park yang sedang menerangkan didepan. Goo Hara, seorang gadis yang dikenal dengan tingkah kekanak-kanakan. Namun Hara ada seorang gadis yang ramah dan mempunyai hati yang baik. Teman-teman sekelasnya juga sangat menyukainya.

“ Aigo.. dinginnya. Tapi sepertinya Joohyun gadis yang baik. Ah, mungkin karena dia belum terbiasa dengan suasana dan teman-teman barunya “ Batin Hara yang berpikir positif saja sambil mengangguk-anggukan kepalanya. Hara berpikir bagaimana agar bisa berbicara dan dekat dengan Seohyun.

“ hmm.. Joohyun-ah “ panggilnya. Dia terkejut saat Seohyun menoleh kearahnya dengant tiba-tiba, ditambah lagi dengan raut dinginnya. Hara hanya mengelus dada, berusaha mengatur napasnya. “ huh, jantungku terasa mau lepas “ ujar Hara dengan berlebihan didalam hati.

“ wae? “ Tanya Seohyun sambil mengerutkan dahinya, menunggu Hara kembali berbicara. Tidak lama kemudian dia kembali menoleh kearah depan karena Hara tidak juga berbicara.

“ ta-tadi kau bilang kalau kau suka menyanyi dan yang berhubungan dengan musik. Kalau begitu apa kau bisa bermain musik? “ Seohyun hanya mengangguk tanpa menoleh. Matanya terfokus pada papan tulis yang berada didepan kelas.

“ apa kau bisa bernyanyi? “ tanya Hara?

“ sedikit ”

“ apa kau bisa bermain piano ? “

“ ne “

“ Bermain gitar? “

“ ne “

“ bernyanyi sambil bermain piano atau gitar? “ Seohyun yang merasa terganggu langsung menatap Hara dengan tajam. Membuat Hara kembali mengelus dada karena keterkejutannya.

“ Tidak bisakah kau diam? “ ujar Seohyun datar dan dingin. Itu berhasil membuat nyali Hara menciut. Hara menundukkan kepalanya.

“ Mi-mianhae.. “ Lirihnya dengan suara yang sepertinya ingin menangis. Ya, Hara sedikit cengeng jika seseorang memarahinya. Itu membuat Seohyun merada bersalah karena ucapannya tadi. Seohyun tahu kalau Hara hanya ingin lebih mengenal dirinya, namun waktunya tidak tepat.

“ Kwenchana.. “ Seohyun membuka suara, berbicara dengan lembut. Dia takut jika Hara benar-benar akan menangis karenanya. Ini akan menjadi masalah karena seorang Kim Joohyun membuat teman sebangkunya menangis. “ aku tidak marah padamu “ Hara pun mendongakkan kepalanya dan tersenyum manis.

“ Gomawo “ Harapun kembali terfokus kedepan. Sepertinya lebih baik dia kembali berkenalan saat jam istirahat.

 

– Dear Mom –

               Dibutik, Tiffany disibukkan dengan pekerjaannya yang begitu banyak. Setelah mengantar Seohyun, Tiffany langsung menuju kantornya untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Memeriksa berkas-berkas kantor tentang penjualan produksi butiknya bulan ini. tidak lama kemudian dia mengingat sesuatu, dengan segera dia mencarinya dilaci meja kerjanya, namun tidak ada. Kemudian melangkah menuju lemari untuk menyimoan semua arsip-arsip butiknya. Tanpa Tiffany sadari seorang pria mengendap-ngendap masuk keruangannya. Mengunci pintu ruangan tersebut tanpa suara, kemudian melangkah dengan hati-hati untuk mendekati Tiffany.
“ Tiffany Hwang.. “

TBC

Anyeooooong..!! Miss me?? Hahaha #tertawadengantampangtakberdosa

Maaf ye gue baru muncul lagi.. ckckck . seminggu ini gue sibuuuuuuk banget dan otak gue juga lagi buntu utk melanjutkan cerita DM ini. bagaimana tidak?? Otak gue udah konslet gara-gara ujian yg menyebalkan. Tapi tenang aja, ujian udh kelar dan mood gue untuk melanjutkan DM udah kembali.

Okay hanya itu cuap-cuap gue kali ini..

Bagaimana readers dengan chapter 6 ini?? tolong komennya yaaaaa

Coming Soon!! DM Chapter 7 !! 😀

Advertisements

153 thoughts on “Dear Mom (Chapter 6)

  1. eww,
    Siapa itu?

  2. Siapa tuh yang dibutik fany, jangan2 mau “gituan” nih sama fany

  3. Siapa tuh pria yg masuk ruangan fany pnsrn di tnggu next chapny

  4. Siapa tuh yang dtengin fany 😮

  5. Songong bgt tuh Hyuna and the gank wkwkwk..
    Smoga aja Joohyun makin lama bisa nerima TaeNy & gak dingin lg..
    Ditunggu kelanjutannya thor (y)

  6. fany sayang banget ma seo,kira2 siapa lgi tuh yang nongol di butiknya fany…awas di marahin taeyeon bru tau rasa.

  7. Semoga Seohyun gak dingin lagi sama semuanya, huft. kalo kayak gitu pengen nabok jadinya(???)

    Next, semoga yang dateng bukan Yul lagi, dasar pleboy :’3

  8. se masih dingin aja. kasian fanynya
    semoga selanjutnya udah engga begutu. yul baru nyari sica lagi

  9. gw msh kesel ma kata2 tayeoN k seohyun d part 4 .
    part 5 gk dpt pw.. gk tw mau minta Lwt mana.
    trxt sica slingkuh, pantes d cerai ma taeyeoN, untung aja dy sLingkuh ma yuri..#yulsic_forever . . kLo kagak makin kesel gw ma authour na.
    bkalan seru neh,, hyuna vs joohyun.. aksi vs kata

  10. idih hyuna jdi orang sirikan bgt
    seo msh ttep mempertahankan coolnya walaupun sama hara
    pasti turunan dari sica ya

  11. joonhyun dingin banget uy hahaha tapi keren waktu jawab pertanyaan pertanyaannya itu

  12. Huhuhu gatega ngeliat ppany sam taeng digituin mulu sama seo :'((

    Semagat thor!!!!!

  13. keren and seru banget thor ,ngebuat penasaran
    kok seo masih aja dingin sihh 😦

  14. Good good seohyun sudah mulai menjinak sm taeny #dikatahewan hahaha tapi itu seohyun bner2 anaknya sica ya, dingin sama XD

  15. Ga salah seobaby anak ny Sica.. memiliki gen ice princess nurun..

  16. lagian jessica gmna sih.. udh tau dah punya anak sama suami. . tpi diajak pacaran sama yuri.. kok mau.. piyee toh njess njess

  17. Hyunie selain mewarisi sifat kerasnya taeng dia jg mwarisi sifat dingin emaknya, dsini krakter hyunie beda dri krakter2 di ff lainya biasanya hyunie lugu, lemah lembut polos tp dsini hyunie dingin berwtak keras pede and sdkit angkuh tp gue suka sih dri pda hyunie yg lemah ntar hyuna seenaknya ngbully dia lg ckck

    Ni pasti si kwon yuri yg nemuin ppany plis yul dlu lu udah hancurin hbungan taengsic skrang elu mau hancurin hbungan taeny mau lu apa sih… 😦

  18. waduh hyuna and the genk mnta di jitakin ya, msh kecil songong bngt
    seneng liat seo udh mulai berubah, ya meskipun msh agk dingin
    tuh cowk sp ya?
    ooohhh jd itu alasan taeng marah sm sica, ya iyalah istrinya tidur sm pria lain, suami mn yg bs trima

  19. seo plis jangan terlalu dingin jadi orang, kembalilah jdi seo yg ceria yaaaa
    aduh tiffany ibu yang sabar banget dah, bisa tahan digituin sama seo

    oh iya, makasih ya thor pw chapter 5 nya^^

  20. Yeahhh hyunnie mulai melunak m taeny yahhh wlwpun aq gtw c pa yg trjd d chap sblmnya soalnya k skip 😦
    owhhh jd jessica selingkuh th tp it jg gr2 taeng sibuk c dkantor
    wahhhh sp lg th co d blkg fany
    semangat author

  21. semakin penasaran sama ceritanya hehe 😀

  22. Lumayan lahh seo sedikit dengerin dan ga jaga jarak agii,,
    Owhhhhh pria itu yul dan ber… cinta? Whut?? Sial si kwon,,
    Hahahah hyuna mau lawan seo,,
    Duh siapa itu yg msuk ruangan tiffany?

  23. Si seohyun keseringan sama sica, jadi ice nya sica nular

  24. Wahhhh joohyun udah mulai sadar ye wkwk.
    Eh itu siapa yang di butiknya fany? Aigo please ya bikin deg2an-_-

  25. Langsung lompay chapter 6 karena sudah tidak sabar untuk tau kelanjutannya meski kelewatan chapter 5. Ditinggu password chapt 5 nya, author-nim ^^

  26. sebenarnya aku belum mengerti karena blm baca chap 5…. tapi udah ngeh sih masalhnya tangsic hahahh…. terus itu siapa yg datengin tiffany?

  27. ternyata nemu chapter 6 nya..
    blom baca chap 5..
    untunglah juhyun udh mulai berubah sedikit demi sedikit..
    walaupun masih dingin..
    jadi beneran sica selingkuh da itu yg nyebabin tae marah…

  28. pantes ye seo jd ank sica… mirip bgt klo udh dingin… hahaaa mati kutu semua… ah… aroma per bullyan kaya nya bakal nongol nih. seo vs hyuna 😀

  29. Omo siapa tuh yg masuk diam” dan ngunci ruangan fany?

  30. Ok jngn blg itu yuri atau nikunㅡㅡ

  31. ternyt yuri penyebbny sica jd selingkuh,tp sprtny yuri yg sgt maksa sica.kasihn sica.ampe chap ini blm dijlskn ttg sosok sica. fany akhirny seo bisa ubh skpny.
    smg seo g dpt musuh diskolh…

  32. genk2 sekolahan dimulai… suka..suka..suka..
    asal joohyun harus ngelawan jangan jd bahan bullyan.
    oke chap 5 dilangkahin dulu meski penasaran.. g tau minta pw dimana..
    authornya bikin peenasaran dgn kedatangan org misterius.-.-

  33. soehyun dingin bnget tpi dinginnya bikin lucu haha

  34. fany sayang banget sama joohyun..jadi yuri itu selingkuhanx sica..pantas aja tae marah banget..

  35. author minta pw yg part 5 dong, hehehe

  36. Thor bagi pw part 5 dong:v
    Btw itu siapa yg masuk keruangannya fany?

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s