rara0894

All about TaeTiSeo and GG

Dear Mom (Chapter 4)

222 Comments

Title      : Dear Mom

Author : Rara0894

Cast       :

Seo Joo Hyun as Kim Joo Hyun

Tiffany Hwang / Hwang Mi Young

Kim Taeyeon

Jessica Jung

And other cast

Genre : Family, gender bender

 

Gambar

” LEPASKAN!! ” Seohyun menghempaskan tangannya yang digenggam. Tiffany yang tidak siap dengan perlakuan Seohyun tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya dengan baik.

“ ANDWEE..!! “ Teriak Taeyeon yang melihat Tiffany yang limbung.

“ AAARGGH!! “

Bruugh bruugh

Akhirnya Tiffany terpeleset dan berguling ditangga hingga berada dilantai satu.

” FANY-AH !! ” Pekik Taeyeon yang masih berada dilantai dua rumahnya. Dengan cepat berlari menuruni anak tangga untuk menghampiri Tiffany yan sudah tergeletak dilantai, istrinya tak sadarkan diri. Sedangkan Seohyun hanya bisa diam membeku ditangga, dia merasa tubuhnya tidak bisa digerakkan sedikitpun.

” Fany-ah ireonaa..!! Fany-ah.. ” Taeyeon meraih tubuh Tiffany untuk berada dipangkuannya. Menepuk-nepuk pipi sang istri, berusaha untuk menyadarkannya. Namun sedikitpun Tiffany tidak membuka matanya. Jantung Taeyeon berdetak cepat, takut terjadi sesuatu dengan istrinya.

” Ahjumma suruh Yoona kemari ! ” Shin ahjummapun langsung melaksanakan perintah Taeyeon yang mengangkat tubuh Tiffany untuk dibawa ke kamar.

” Apa kau puas sekarang eoh?! Seharusnya kau berterima kasih karena istriku sangat menyayangimu! Lebih dari apa yang ibumu lakukan! Dan inikah balasanmu?! Tidak tahu terima kasih! ” Teriak Taeyeon pada Seohyun, meninggalkan Seohyun yang masih mematung ditangga. Kalimat terakhir Taeyeon sangat menusuk dihatinya, perih yang dia rasakan saat ini. Matanya terasa panas, air menggenang dipelupuk matanya yang akhirnya mengalir perlahan dipipi chubbynya. Seohyun terduduk lemas di tangga dengan napas yang naik turun, tidak percaya kalau dirinyalah yang mencelakai Tiffany. Dialah yang membuat Tiffany terjatuh dari tangga dan tidak sadarkan diri.

” Mi-mianhae.. ” Lirih Seohyun disela isakannya.

– Dear Mom –

          Seorang wanita cantik begitu sibuk melayani pelanggan yang datang, siapa lagi kalau bukan Jessica Jung. Riuhnya suara tidak membuatnya merasa terganggu sedikitpun. Mungkin wanita ini sudah biasa dengan lingkungan seperti itu. Bagaimana tidak, menghabiskan hari-harinya disebuah club malam bertahun-tahun bukanlah waktu yang singkat. Melayani orang-orang yang ingin mendapatkan kesenangan dan berhura-hura. Bekerja sebagai bartender bukanlah pekerjaan yang mudah, seorang bartender bukan hanya meracik, tetapi juga harus tahu berapa kadar alkohol yang boleh dikonsumsi sesuai aturan. Harus tahu pelanggan yang dia layani mulai mabuk, bahkan seorang bartender juga bertanggung jawab untuk memesankan taxi apabila pelanggannya sudah mabuk . apakah pekerjaan mudah? Itu benar-benar merepotkan karena harus bertanggung jawab atas pelanggannya. Namun harus bagaimana lagi, karena dari pekerjaan inilah dia bisa menghidupi dirinya,menghidupi anaknya yang sekarang sudah tidak lagi tampak oleh matanya.

“ Jung Sooyeon.. “ pergerakan tangan Jessica terhenti setelah mendengar panggilan lirih seorang pria yang tertangkap oleh pendengarannya. Tubuhnya terasa beku. Suara ini.. suara yang begitu familiar untuknya. Seorang pria yang pernah singgah dihidupnya. Seseorang yang membuat garis hidupnya berubah. Garisnya hidupnya yang dulu begitu lurus berubah penuh liku.

“ aku menemukanmu “ Suara pria itu terdengar kembali, sekarang tubuhnya bukan hanya beku tetapi juga bergetar. Jessica perlahan berusaha untuk membalikkan tubuhnya, memberanikan diri untuk menatap pria yang kini berada dibelakangnya.

“ wae? Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa kau terkejut karena melihatku kembali? “ Si pria menatap lekat mata Jessica yang tampak sedikit memerah.

“ da-darimana kau tahu jika aku disini? “ tanya Jessica dengan terbata. Entahlah, apa yang dirasakan hatinya saat ini. takut? Gugup? ataukah senang karena bisa melihatnya kembali? Dia sungguh tidak tahu.

“ itu tidak penting.. kau ada waktu? “

– Dear Mom –

Dirumahnya, Taeyeon masih saja dilanda kekhawatiran. Saat ini Tiffany maasih ditangani oleh Yoona dikamarnya. Rumah Yoona yang sekaligus tempat prakteknya dengan rumah Taeyeon hanya berjarak beberapa rumah saja.

” Bagaimana Yoong? ” Tanya Taeyeon yang khawatir setelah Yoona membalut kaki kiri Tiffany dengan pembalut elastis.

” Tidak apa-apa oppa, Fany eonnie tidak sadarkan diri karena kondisi fisiknya yang sedang lemah. Ditambah lagi karena jatuh dari tangga. Kau tidak usah khawatir, eonnie akan segera pulih. ” jelas Yoona. Melihatkan senyumannya agar pria cute yang sudah dianggap seperti kakaknya sendiri itu menjadi lebih tenang. Mereka melangkah keluar meninggalkan Tiffany yang tertidur setelah diberikan obat oleh Yoona.

” Jeongmal? Kau yakin tidak ada yang membahayakan? Eonniemu jatuh dari tangga yoong ” Taeyeon kembali bertanya apakah keadaan Tiffany benar baik-baik saja. Bahkan dia berharap jika Yoona kembali untuk memeriksanya. Bagaimana Taeyeon tidak khawatir, kecelakaan tadi benar-benar mengerikan melihat orang yang dicintainya terjatuh dan berguling ditangga.

“ aku yakin oppa “ Yoona tertawa pelan melihat raut wajah Taeyeon saat ini . “Kau meragukanku? “ Yoona menyipitkan matanya, berpura-pura terganggu dengan pertanyaan Taeyeon tadi. Dia mengerti, siapa yang tidak akan khawatir melihat istrinya yang terjatuh dan tidak sadarkan diri. Taeyeon menggeleng cepat, tidak mau Yoona salah paham dengan pertanyaannya tadi. Dia hanya khawatir.

“ hanya saja eonnie akan merasakan sakit di kakinya yang terkilir. Tapi sakitnya tidak akan lama, aku akan memberikan obat untuk mengurangi sakitnya “ Taeyeon mengangguk mengerti. “ satu lagi, sepertinya fany eonnie sedang banyak pikiran. Untuk saat ini dia tidak boleh memikirkan hal-hal yang terlalu membebaninya karena itu akan berpengaruh pada kondisinya. Kau harus menjaganya dengan baik “ Jelas Yoona panjang lebar.

“ Aku mengerti. Gomawo yoong “ Yoona tersenyum.

“ ya sudah aku harus kembali ke klinik. Nanti Perawatku yang akan mengantar obat Fany eonnie “ Taeyeon mengangguk.

“ baiklah, sekali lagi terima kasih “

“ kau tidak usah berterima kasih seperti itu oppa. Kalian adalah keluargaku, sudah kewajibanku sebagai dokter untuk merawat keluargaku sendiri “ ujar Yoona, dia tidak suka jika Taeyeon seperti itu. Walaupun tidak ada hubungan saudara dengan Taeyeon ataupun Tiffany, namun Yoona sudah menganggap Taeyeon dan Tiffany seperti kakaknya sendiri.

“ Arraso.. “ Taeyeon menepuk lembut bahu Yoona.

“ aku pulang dulu oppa, anyeong “

Saat ini Seohyun sudah berada didepan kamar Tiffany. Dia hanya menatap Tiffany dari ambang pintu yang terbuka lebar. Bisa dilihatnya dengan jelas Tiffany yang sedang tertidur dengan wajah yang pucat, terlihat begitu lemah dan lelah. Seohyun teringat dengan apa yang dikatakan oleh Yoona tadi saat bersama Taeyeon, Tiffany tidak boleh banyak pikiran. Apa Tiffany banyak pikiran karena sikapnya? Apa karena kelakuannya yang selalu membuat Tiffany dan Taeyeon menjadi kesal dan marah? Tapi dia juga tidak ingin disalahkan, dia seperti itu juga karena mereka, yang memisahkannya dari Jessica.

” Omo! ” Dia terkejut, tangannya ditarik seseorang sehingga mereka saling berhadapan.

” Apa yang kau lakukan disini huh? Kau masih belum puas mencelakai istriku? Apa sekarang kau ingin membunuhnya? ” Tuduh Taeyeon dengan nada tinggi. Kedua kalinya kata-kata Taeyeon yang menusuk hatinya. Seohyun benar-benar sakit hati mendengarnya, dia mengepalkan kedua tangannya untuk melampiaskan kekesalannya. Bagaimana bisa Taeyeon menuduhnya seperti itu.

” Apa alasan anda munuduhku seperti itu tuan Kim? ” Balas Seohyun dengan nada tenang.

” Itulah yang terjadi. Kau sudah mencelakai istriku. Aku yakin kelakuanmu seperti ini karena ibumu yan tidak bisa mendidikmu dengan baik. Bagaimana bisa seorang anak perempuan bersikap kasar seperti yang kau lakukan padaku dan Tiffany selama ini, jika itu bukan dari didikan ibumu eoh? ” ejek Taeyeon dan itu semakin membuat Seohyun geram.

” Mwo? ” Hanya itu yang terlontar dari bibir Seohyun, tubuhnya terasa lemah mendengar perkataan Taeyeon barusan. Namun dia berusaha untuk tetap terlihat kuat. Dia tidak menyangka Taeyeon bisa melontarkan kalimat seperti itu, perkataan yang menghina ibunya dan dia tidak bisa terima itu. Hatinya yang terasa sakit membuatnya hanya bisa mengeluarkan air mata. Benar-benar sakit mendengar sang ayah yang menghinanya dan ibunya.

” Tae.. Taeyeon-ah ” Panggil Tiffany lemah. Taeyeon dan Seohyun yang sedang berdebat langsung menoleh kearah Tiffany yang berusaha untuk duduk, menyandarkan tubuhnya yan terasa begitu lemah di kepala ranjang.

” Fany-ah, kwenchana? ” Ujar Taeyeon yang langsung duduk ditepi ranjang, disebelah Tiffany. Sedangkan Seohyun masih saja diam, dia masih tidak terima dengan perkataan Taeyeon.

” Jangan lagi.. Jangan lagi bicara seperti itu pada Joohyun, aku mohon.. ” Ujar Tiffany dengan lemah, air matanya yang mengalir langsung diseka oleh Taeyeon.

” Itu pantas untuknya fany-ah ” jawab Taeyeon. Rahang Seohyun mengeras, dia tidak tahan lagi untuk menahan amarahnya yang ingin meluap.

” ANDA TIDAK BERHAK MENUDUH EOMMAKU TUAN!! KAU BOLEH MENUDUH APAPUN PADAKU! KAU BOLEH MENGHINAKU SESUKA HATIMU, TAPI JANGAN PERNAH KAU MENGHINA EOMMAKU! ” Seohyun yang sepertinya tidak bisa lagi menahan tangisnya, mememutuskan untuk berlari meninggalkan kamar Taeyeon dan Tiffany.

” Joohyun.. ” Tiffany yang hendak turun untuk menyusul Seohyun langsung ditahan oleh Taeyeon.

” Tae! Tolong.. Biarkan aku menemui Joohyun ” ujar Tiffany frustasi. Dia merasa masalah ini semakin rumit.

” Kau masih sakit fany-ah, kau harus banyak istirahat. Kau tidak usah memikirkannya dahulu “

” Bagaimana bisa aku tidak memikirkannya setelah apa yang kau katakan padanya Taeyeon-ah? Kau keterlaluan! Aku saja yang mendengarnya sakit hati, apalagi kalau perkataan itu langsung kau tujukan untuknya! Dia anakmu! Bagaimana bisa kau berkata seperti itu padanya?! Aaaargh..” Tiffany merasakan kepalanya yang berdenyut kencang, menutup matanya menahan sakit yang luar biasa.

” Fany-ah kwenchana? Lebih baik kau istirahat ” Tiffany menepis tangan Taeyeon yang berada dipipinya.

” Tolong tinggalkan aku sendiri ” ujar Tiffany dengan dingin. Saat ini dia benar-benar marah dengan suaminya. Taeyeon sudah keterlaluan.

” Tapi- “

” Jebal.. Tinggalkan aku sendiri ” potong Tiffany.

” Haah.. Baiklah aku akan keluar, istirahatlah. Jangan pikirkan dahulu masalah ini. Saranghae.. ” Taeyeon mengecup dahi Tiffany sebelum keluar. Tiffany hanya diam.

Dikamar, Seohyun menangis sejadi-jadinya. Berharap dengan itu bisa menghilangkan rasa sakit dihatinya. Tapi tetap saja, rasa sakit itu masih terasa. Dia tidak tahu lagi dengan cara apa untuk menghilangkan rasa sakit yang begitu perih.

 

Flash Back..

Seohyun terbangun dari tidur siangnya yang tadinya begitu lelap setelah mendengar sebuah keributan. Dengan mata yang masih sedikit mengantuk dia perlahan turun dari ranjangnya dan berjalan keluar dari kamar sambil memeluk boneka kodoknya. Melangkah menuju sumber keributan yang menganggu tidurnya. Langkah kakinya berhenti, dia sudah berada dihadapan sumber keributan tersebut. Ternyata keributan tersebut berasal dari dua orang dewasa yang saling bentak dan berteriak di sebuah kamar yang ada dihadapannya saat ini. Siapa lagi kalau bukan kedua orantuanya. Dia terus memperhatikan mereka yang sama sekali tidak menyadari keberadaannya. Memandangi kedua orangtuanya bergantian saat bentakan dan teriakan itu keluar dari bibir mereka.

PLAAAK

Seohyun melihat tangan Taeyeon sudah mendarat dipipi Jessica. membuat sang ibu ambruk keranjang yang berada dibelakangnya. Seohyun benar-benar takut dan tubuhnya bergetar, ini baru pertama kalinya dia melihat sang ayah yang memukul ibunya dengan kasar. Pertama kalinya melihat kedua orangtuanya bertengkar hebat. Baru kali ini Seohyun melihat raut Taeyeon yang murka. Taeyeon tidak pernah seperti ini sebelumnya, tidak pernah main tangan ataupun membentak.

“ Jadi ini yang selama ini kau lakukan dibelakangku eoh?! “ Teriak Taeyeon dengan emosi yan sudah memuncak. Jessica kembali bangkit.

“ itu tidak seperti yang kau pikirkan tae! Kau salah paham! “ Jessica balas membentak, tidak ingin dituduh seperti apa yang dikira Taeyeon.

“ Kau masih ingin mempertahankan alasan sampah mu itu? Kau tidak lihat, ini sudah ada buktinya dan aku sudah melihat semuanya! Aaarghh.!! “ Taeyeon membuang bukti yang dituduhkannya pada Jessica ke lantai. Semuanya berserakan. “ kau tahu? Dimataku sekarang kau hanyalah seorang wanita murahan. Like a bitch! “ Taeyeon menekan kata-kata terakhirnya, membuat Jessica naik pitam. Tangannya perlahan terangkat untuk balik menampar pipi Taeyeon. Seohyun menutup matanya saat melihat adegan kedua orangtuanya yang semakin memanas. Namun dia tidak mendengar apa-apa. Tidak mendengar suara tamparan seperti sebelumnya. Perlahan matanya kembali terbuka dan saat itu juga air matanya jatuh yang tadi tertahan oleh kelopak matanya yang tertutup rapat. Ternyata, Taeyeon berhasil menahan tangan Jessica yang sudah terangkat diudara.

“ kau ingin balik menamparku eoh? Apa kau pikir aku pantas menerimanya? Apa yang kukatakan benar adanya dan tamparan itu pantas untukmu. Kau sudah melukaiku. Kau tahu? Ini terlalu sakit dan luka yang kau torehkan dihatiku terlalu dalam “ Taeyeon menunjuk dada kirinya. Jessica bisa melihat mata Taeyeon yang mulai merah saat dia menatapnya. Taeyeon terduduk lemas ditepi ranjang. Dia tidak benar-benar percaya dengan semua ini. Bagaimana bisa istri yang begitu dicintainya menyakitnya seperti ini. “ apa salahku sampai kau melakukan ini padaku? “ lirih taeyeon dengan suara yang bergetar. Hatinya benar-benar sakit. Mungkin tidak akan ada obat untuk menyembuhkannya.

Jessica hanya bisa diam, berdiri membeku melihat Taeyeon yang benar-benar terlihat terluka oleh perbuatannya sendiri. Dia Menyesal, sangat menyesal dengan apa yang sudah dilakukannya pada Taeyeon. Menyakiti perasaan suaminya sendiri. Perlahan Jessica duduk di samping Taeyeon yang menunduk, berusaha untuk mengenggam tangan suaminya itu. Namun, Taeyeon menepisnya, menjauhkan jaraknya dengan Jessica.

“ percuma kita mempertahankan rumah tangga ini Sooyeon-ah. Aku akan membebaskanmu. Aku akan melepasmu mulai saat ini. Aku tidak ingin lagi hidup serumah denganmu. aku ingin kita bercerai. “ Mata Jessica membulat, seketika tubuhnya bergetar mendengar kata ‘ Cerai ‘ yang terlontar dibibir suaminya.

“ cerai.. Tidak ingin hidup bersama.. “ Batin Seohyun mengulang beberapa kalimat yang dilontarkan Taeyeon. “ tidak ingin hidup bersama.. “ Seohyun kembali mengulangnya. Berusaha mencerna kalimat tersebut. “ apa eomma dan appa akan berpisah? “ itulah pertanyaan yang timbul diotaknya setelah berhasil mencerna semuanya.

“ M-mwo? Ka-kau tidak serius dengan perkataanmu kan? “ Jessica bertanya, lidah terasa begitu kelu saat berucap. Taeyeon menghirup napas sedalam-dalamnya, menatap mata Jessica lekat.

“ aku serius. Aku serius untuk bercerai denganmu “ Tegas Tayeon, kemudian berdiri dari duduknya. “ aku harap kau pergi dari rumahku sesegera mungkin karena sebentar lagi kau dan aku bukanlah sepasang suami istri “ Taeyeon berbalik untuk keluar dari kamarnya.

“ Ya!! Tidak bisakah kita bicarakan ini dengan baik-baik? Kau egois Taeyeon-ah!! “ Jessica menghampiri Taeyeon dan memukul punggung laki-laki itu berkali-kali. “ kau egois!! “ air mata Jessica sudah membanjiri pipinya. Dia tidak terima dengan keputusan sebelah pihak seperti ini.

“ aku egois? “ Taeyeon menatap lekat sambil menahan kedua tangan Jessica yang tadinya terus memukulinya. “ kau benar, aku memang egois. Tapi keegoisan ku ini karena ulahmu sendiri. Kau sendiri yang membuat keegoisanku muncul. Jika kau tidak melakukan semua ini, aku tidak akan egois seperti apa yang kau katakan. Mungkin sampai saat ini aku masih mencintaimu. Tapi.. nasi telah menjadi bubur. Kau tidak akan bisa merubahnya kembali menjadi nasi. Kau tidak akan bisa merubah semuanya kembali Sooyeon-ah, termasuk cintaku yang kini memudar untukmu. Bahkan sudah menghilang dengan sekejap. Kukatakan sekali lagi, ini semua karena ulahmu “ Jessica tidak lagi bisa berkata-kata. Rahangnya tidak lagi melakukan perintah sesuai dengan apa yang diperintahkan otaknya. Tubuhnya kaku, bibirnya bergetar dan lidahnya kelu. Hanya air yang terus keluar dari matanya, mengalir dipipi putihnya. “ dan ingat, kau tidak boleh membawa Joohyun karena Joohyun akan tetap tinggal disini bersamaku. Aku yang akan merawatnya “

“ mwo? “ hanya itu yang bisa terucap dibibirnya. Menurutnya keputusan Taeyeon ini benar-benar tidak adil untuknya. Dia akan kehilangan Taeyeon dan apakah dia juga harus kehilangan Seohyun? Itu tidak akan pernah terjadi! Jessica akan merelakan Taeyeon, tapi tidak untuk Seohyun. Dia tidak akan bisa hidup tanpa Seohyun karena Seohyun adalah setengah dari nyawanya.

“ satu lagi, bereskan semua barang-barangmu yang ada dikamar ini dan kau bisa tidur dikamar tamu. Ingat, saat aku pulang dari kantor nanti semuanya sudah harus beres “ Taeyeon melangkah keluar dari kamar untuk kembali pergi kekantornya. Dia tidak menyadari jika Seohyun ada didekat kamarnya karena anaknya itu bersembunyi disamping meja hias saat dia berjalan keluar. Didalam kamar, Jessica yang sudah luruh kelantai hanya bisa menangis. Kedua kaki jenjangnya tidak kuat lagi untuk menahan beban tubuhnya. Kakinya bergetar dan lemas seperti tak bertulang. “ mianhae Taeyeon-ah.. mianhe.. “

“ eomma.. “ terdengar suara lirih dari Seohyun. Jessica menngangkat kepalanya, bisa dilihatnya Seohyun melangkah perlahan untuk menghampirinya. Jessica berusaha untuk tersenyum dihadapan anaknya, namun tidak berhasil. Seohyun yang cerdas begitu mudah untuk membaca raut wajahnya saat ini. Jessica merentangkan tangannya, mengisyaratkan agar Seohyun masuk kedalam pelukannya.

“ mani appo? “ tanya Seohyun sambil mengusap pipi Jessica yang sedikit memerah. Sekali lagi, air mata Jessica kembali jatuh saat menatap anaknya. Buah cintanya dan Taeyeon.

“ eomma wae? Eomma tidak boleh menangis “ Seohyun mengusap air mata dipipi Jessica dengan ibu jarinya yang mungil. Kemudian beralih memeluknya, melingkarkan tangan kecilnya di leher sang ibu dan membenamkan wajah cantiknya.

“ kwenchana.. “ Jessica menghapus air matanya, berusaha menahan air matanya yang akan mebanjiri pipinya lebih banyak lagi. “ kwenchana.. “ bisiknya di telinga Seohyun yang kini ikut terisak dipelukannya. Menepuk punggung Seohyun dengan lembut, membenamkan wajahnya dirambut Seohyun yang harum. Seohyun sudah melihat semuanya, melihat perlakuan kasar Taeyeon terhadapnya. Jessica takut ini akan mempengaruhi jiwa anaknya.

Seohyun merenggangkan pelukannya, menatap mata Jessica yang sedikit sembab. Tangannya perlahan mengusap kedua mata Jessica, kemudian mengecupnya dan berlanjut dikedua pipi Jessica.

“ appa jahat! “ ujar Seohyun penuh dengan penekanan. Itu membuat Jessica terkejut, inilah yang dipikirkannya sejak tadi. “ appa sudah menyakiti eomma. Joohyun benci appa! “ Jessica menggeleng, mengisyaratkan jika Seohyun tidak boleh berkata seperti itu. Dia membingkai wajah cantik anaknya, menatap anaknya lekat namun terlihat penuh kelembutan yang terpancar dimatanya.

“ appa hanya sedang emosi sayang, tadi appa tidak bermaksud untuk menyakiti eomma “ Jessica mencoba menjelaskan dan memberikan pengertian. Namun Seohyun tidak semudah itu menerimanya. Menurutnya, sang ayah sudah keterlaluan. Masih bisa terlihat oleh Jessica raut kebencian dan kemarahan Seohyun kepada Taeyeon. Seohyun menggeleng keras, tidak terima dengan apa yang dikatakan Jessica. Seolah mengatakan jika dia tidak akan pernah memahaminya.

“ kau mengantuk? “ Jessica mengusap kepala Seohyun yang sudah bersandar ditubuhnya. Seohyun mengangguk, matanya benar-benar terasa berat. ditambah lagi matanya yang tadinya sempat mengeluarkan air mata. Itu membuat matanya terasa tegang dan semakin berat. “ tidurlah “ Jessica bangkit, mengangkat tubuh Seohyun dan membaringkannya diranjang. Dia ikut berbaring, memeluk Seohyun agar sang anak cepat tertidur. Ada sesuatu yang harus dilakukannya sebelum Seohyun terbangun dari tidurnya. Ya, membereskan semua barang-barangnya seperti apa yang dikatakan Taeyeon. Dia tidak lagi berharap untuk bisa mempertahankannya karena Taeyeon sudah bulat dengan keputusannya. Tidak lagi bisa untuk merubah semuanya. Seperti dikatakan Taeyeon tadi, nasi telah menjadi bubur. Tapi.. apakah Taeyeon benar-benar tidak mencintainya lagi? Jujur, Jessica benar-benar menyesal. Menyesal dengan semuanya. Menyesal sudah menyakati suaminya.

Sudah dua jam terlewat, Seohyun masih berada di alam mimpi indahnya. Mimpi indah? Bisakah Seohyun bermimpi indah setelah apa yang dilihatnya sebelum dia kembali tidur tadi? Tidak. Yang hanya ada kegelisahan dihatinya. Mungkin ini bisa dikatakan sebuah trauma untuknya. Anak kecil mana yang tidak akan trauma melihat kejadian seperti apa yang dilihat Seohyun. tidak ada. Mungkin saja ada, karena memang lingkungannya yang keras atau bahkan setiap hari melihat kekerasan dikeluarganya. Tapi tidak untuk Seohyun. sekalipun dia belum pernah melihatnya. Selamat ini keluarganya sangat harmonis dan begitu hangat. tidak seperti yang terjadi sekarang. Ini membuatnya trauma.

“ eomma.. “ Seohyun perlahan membuka matanya, terbangun dari tidurnya setelah merasakan beberapa kali goncangan kecil ditempatnya berada saat ini. Wajah Seohyun terlihat bingung, saat akan kembali tidur tadi dia berada diranjang kamar sang ibu, tapi bagaimana bisa dia dan ibunya berada didalam taxi saat ini?

“ kau sudah bangun? “ ujar Jessica melihatkan senyumannya. Merapikan rambut panjang Seohyun yang sedikit berantakan.

“ kita mau kemana? Appa benar-benar mengusir kita? “ ujar Seohyun polos yang berhasil membuat mata Jessica kembali terasa panas. Ingin sekali dia menangis kembali. Namun ditahannya, dia tidak boleh menangis dihadapan anaknya. Berusaha melihatkan senyumannya walaupun begitu berat.

“ bukan kita, tapi hanya eomma.. “ Jessica tidak bisa bertahan, akhirnya dia melepaskan semua yang tadi ditahannya. Untuk tidak menangis. Untuk tidak terlihat rapuh. “ mianhe, eomma harus membawamu karena eomma tidak akan bisa hidup tanpamu sayang. Eomma tidak akan bisa jauh darimu “ Jessica semakin terisak, memeluk anaknya dengan begitu erat sambil menciumi pipi anaknya berkali-kali. Dia tidak akan bisa membayangkan jika harus terpisah dari Seohyun. Maka inilah yang dilakukannya. Pergi dari rumah dan membawa Seohyun bersamanya sebelum Taeyeon pulang dari kantornya. Sebelum semuanya terlambat, sebelum dia benar- benar akan kehilangan Seohyun. Sebelum Taeyeon mengambil Seohyun darinya.

“ uljima.. eomma tidak boleh menangis lagi untuk appa “ Seohyun menghapus air mata Jessica. “ walaupun appa hanya mengusir eomma, aku akan tetap ikut dengan eomma karena aku juga tidak akan bisa jauh dari eomma. Karena Joohyun begitu menyayangi eomma “ ujarnya tulus, menatap Jessica dengan tatapan polos yang begitu menenangkan untuk Jessica. dengan kejadian tadi, kebencian Seohyun mulai tumbuh. Memang dia tidak tahu apa alasan Taeyeon menyakiti dan mengusir ibunya. Dia tidak peduli itu dan tidak mau tahu sedikitpun. Yang terlihat oleh matanya, sang ayah sudah menyakiti ibunya dan dia tidak bisa memaafkan itu. Ditambah lagi sang ayah yang mengusir ibunya.

“ gomawo “ ujar Jessica, mengecup dahi, kedua pipi chubby dan bibir mungil Seohyun dengan lembut. Seohyun kembali melingkarkan tangannya dileher Jessica, memeluk ibunya itu dengan erat sebelum kembali melepaskannya.

“ kita akan kemana? “ tanya Seohyun.

“ kita akan pergi kesuatu tempat “ jawab Jessica.

“ apakah itu jauh? Biar appa tidak bisa menemukan kita nanti “ ujar Seohyun yang mendapatkan anggukan dari Jessica. kemudian Seohyun beralih menatap kearah luar, menikmati pemandangan jalanan kota Seoul yang sedikit padat. Matanya menerawang.

“ appa, kenapa appa menyakiti eomma? Kenapa appa mengusir eomma? Apa tidak lagi menyayangi eomma? Jika tidak, itu sama saja appa tidak menyayangiku lagi. Selamat tinggal appa, karena kita tidak akan pernah bertemu lagi. Appa.. aku membencimu “ batin Seohyun, menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya yang masuk melalui celah kaca yang setengah terbuka. “ benar-benar membencimu.. “

Flash End.

Seohyun terus saja menangis, semakin membenamkan wajahnya dikedua lututnya. Otaknya yang tadi berputar memory lama, masa lalunya yang pahit, peristiwa yang membuat kebenciannnya tumbuh terhadap Taeyeon, kini beralih memutar kejadian yang baru saja terjadi . otaknya kembali merekam Perkatan Taeyeon yang begitu tajam. Perkataan yang menghina dirinya dan ibunya. Itu membuat hati Seohyun semakin sakit, dadanya terasa semakin sesak. Napasnya semakin tidak beraturan. Dia harus meluapkannya, sebelum ini akan berdampak pada dirinya sendiri. Saat itu juga dia kembali mengangkat kepalanya, berdiri dari duduknya. Menatap sekeliling kamarnya. Dia harus melepaskan rasa sakitnya, harus ada pelampiasan untuk membuang sakitnya ini. kemudian matanya tertuju pada beberapa benda di salah satu sisi kamarnya, melangkah untuk mendekat dan mengambil salah satu benda itu.

PRAAANGG

Seohyun melemparkan benda yang terbuat dari kaca tersebut kedinding yang kini sudah bercerai berai dilantai. Tiffany yang mendengar bunyi pecahan kaca yang berasal dari kamar Seohyun langsung bangkit dari tidurnya. Melangkah dengan susah payah untuk menemui Seohyun dikamarnya. Dia tidak peduli lagi dengan kakinya yang kini terbalut kain elastis. Memang, kakinya begitus sakit saat melangkah. Tapi dihiraukannya, kekhaswatiran dan kecemasannya lebih terasa daripada sakit dikakinya.

“ Joohyun-ah kwenchana? Apa yang terjadi sayang? “ Tiffany mengetuk pintu kamar, namun tidak ada respon sedikitpun dari Seohyun. Tiffany meraih kenop pintu mencoba untuk membukanya. Ternyata dikunci. Itu membuat Tiffany panik. Kini dia berpikir yang tidak-tidak. Bagaimana jika Seohyun melukai dirinya sendiri? Tidak.. Itu tidak boleh terjadi!

“ Joohyun-ah, buka pintunya!! “ teriak Tiffany, mengetuk pintu Seohyun berkali-kali. Terus berusaha memutar kenop pintu dengan tangan yang bergetar, berharap pintu tersebut bisa terbuka. Sudah berkali-kali dilakukannya, tapi tetap saja tidak bisa. Taeyeon yang tadinya berada di pantry langsung melangkah cepat setelah mendengar teriakan Tiffany dari lantai dua.

“ apa yang terjadi Fany-ah? “ tanya Taeyeon yang ikut panik melihat Tiffany yang tidak menghiraukannya. Istrinya itu terus memanggil-manggil anaknya dengan panik. dia yakin ada sesuatu yang terjadi didalam.

PRAANGG

Pecahan benda kedua kembali terdengar, itu membuat Tiffany dan Taeyeon semakin panik.

“ Joohyun.. mommy mohon, buka pintunya sayang. Jangan seperti ini “ ujar Tiffany yang mulai menangis. Entah berapa banyak air mata yang sudah dikeluarkannya jika itu meyangkut tentang Seohyun.

“ Joohyun.. kau mendengar appa? Buka pintunya, appa minta maaf. Kita bicarakan ini baik-baik ne? Taeyeon berusaha membujuk Seohyun, namun tetap saja tidak bisa membuat Seohyun membuka pintunya. Dengan segera Taeyeon berlari kekamarnya untuk mengambil kunci cadangan yang berada dilemari dan kembali. Taeyeon membuka kunci itu dengan tergesa karena begitu khawatir dengan Seohyun. pikirannya sama dengan apa yang dipikirkan Tiffany. Takut jika Seohyun melukai dirinya sendiri.

“ Joohyun-ah.. “ panggil mereka serentak setelah pintu berhasil terbuka. Bisa mereka lihat Seohyun yang menekuk lutut dilantai. Kamar Seohyun sudah berantakan, begitu banya pecahan kaca yang berserakan.

“ Keluar! “ teriak Seohyun saat melihat Taeyeon yang mendekat sambil menuntun Tiffany agar tidak terkena serpihan kaca. Taeyeon menahan langkah Tiffany saat melihat Seohyun melempar barang apapun untuk membuat mereka keluar dari kamarnya. Tiffany yang mengerti tidak jadi melanjutkan langkahnya.

“Joohyun-ah, mianhae.. appa tidak bermaksud menghina eommamu. Mianhae.. “ Taeyeon terus berusaha mendekati Seohyun dengan perlahan, namun Seohyun malah semakin melangkah mundur.

“ Keluar! “ Seohyun kembali berteriak.

” Joohyun.. Mommy mohon, jangan lakukan itu sayang ” Tiffany perlahan mencoba mendekati Seohyun dengan tubuh yang bergetar. Dia takut Seohyun menyakiti dirinya sendiri dengan benda yang berada ditangannya.

” Jangan mendekat kalau ahjumma tidak mau celaka lagi ” ancam Seohyun dengan tubuh yang juga bergetar. Seohyun memegang sebuah benda untuk mengancam Tiffany agar menjauh darinya. Mengancam akan melemparkan benda itu ke tubuh Tiffany.

” Tidak apa-apa, asal kau tidak menyakiti dirimu ” balas Tiffany. Seohyun dengan perlahan mengangkat tangannya yang menggenggam benda tersebut. Jujur, jantung Tiffany berdetak cepat. Apakah Seohyun benar-benar akan menghantamkan benda tersebut padanya? Dia tidak tahu, pikiran Seohyun begitu sulit terbaca oleh matanya. Dia perlu menguatkan hatinya, harus siap dengan perlakuan Seohyun selanjutnya.

“ Joohyun-ah.. jangan lakukan itu. Jebal.. “ Taeyeon memohon agar Seohyun tidak melakukan hal nekat tersebut saat tangan Seohyun yang benar-benar terangkat diudara, Tiffany menutup matanya agar dia secara langsung tidak melihat benda tersebut yang akan menghantam tubuhnya.

PRAAANG

Apakah Seohyun benar-benar menghantamkan benda tersebut ke tubuh Tiffany? Apakah Seohyun senekat itu?

 

TBC

ATTENTION PLEASEE.. ( Tolong dibaca ampe habis ya, karena ini penting)

Anyeoong readeers..!!! gue terlalu lama publish ya? Hehe mianhee.. bbrapa hari yang lalu gue sedikit sibuk. Bagaimana dengan chapter 4 ini? hehe gue sedikit melakukan perubahan untuk lebih menarik lagi dengan menampilkan cover dear mom, walalupun jelek, tapi menurut gue itu bagus karena gue yang mengeditnya sendiri haha (bangga dengan buatan tangan sediri 😀 )

Okee. Gue sedikit cuap2 disini. Setelah gue liat dan gue amati statistik wp gue.. ternyata banyak juga yang membaca ff gue, yang mengunjungi wp gue lebih dari 200an, Tapi kenapa commentnya hanya sedikit ya?
Setelah gue pikir-pikir selama 7 hari 7 malam di gua #authorlebay haruskah gue memprotect chap 5 nantinya? Karena gue sangat menghargai readers gue yang rajin mengomentari ff gue dan gue bakalan senang hati memberikan pw dengan cuma2 karena itu bentuk dari pengharagaan dan terima kasih gue pada readers yang selalu mengomentari setiap apa yang gue publish. Gue tidak akan memberikan clue2 untuk mendapatkan pw karena gue tidak ingin terlalu mikir2 banyak untuk membuat cluenya hehehe.. (gue suka males mikir)

Nanti gue bakalan update lagi untuk menginformasikan bagaimana caranya agar readers setia gue bisa menghubungi gue nantinya dengan mudah.

Jadi, gue harapkan untuk siders.. mulailah untuk menghargai tulisan orang yang sudah kalian baca dengan cara mengomentarinya. Walaupun baru sekarang kalian muncul tidak apa2.. gue akan menerimanya. Bahkan gue bakalan senang karena kalian tidak lagi menjadi siders dan mau mengomentari tulisan gue, gue sangat menghargai itu. Setelah itu mulailah untuk selalu mengomentari apa yang sudah kalian baca.

tapi itu terserah kalian aja, gue juga tidak mau memaksa. .

Memang, tulisan gue tidak bagus seperti fanfiction2 lainnya, tapi balik lagi.. kita harus saling menghargai.
Baiklah, hanya itu cuap2 gue di sini.. gue harap semuanya mengerti 🙂

Anyeooong..!!!

 

 

Advertisements

222 thoughts on “Dear Mom (Chapter 4)

  1. Abis kata end, langsung meluncur ke kolom komentar. Stlh baca lagi cuap2nya author abis kata END tenyata pemberitahuan kalo chapt selanjutnya di pw.
    Author, minta pwnya donk TT

  2. sedihhhhh…. emang tangsic? kenapa thor?

  3. Jangan blng sisca selingkuh ya.
    Kenpa semakin rumit.
    Bnr2 parah.

  4. Saya sider baru salam kenal /.\

  5. Hy thor slam knal, ijin yach acak2 wp kmu .. 🙂

  6. Next si pw thor, bagi pw’ny dong thor ..

  7. Gak nyangka seo bisa ngamuk….
    Tae bisa semarah itu.. sica selingkuh kah..

  8. Sbenernya ada maslah apa antara taengsic??
    sampe tae semarah itu??
    Sepertinya joohyun menuruti sifat apppanya yg keras…
    kasian mommy fany…

  9. gilaa…soehyun menakutkan kalo marahh…
    biasanya dia kan lembut n penyabar….
    bnr emang macan kalo dibangunkan akan semakin menjadi…weleh..weleh,,,
    trus gimn tuh nasip fanyah jadi dilukai lg kah??? wah gk.bisa dibayangkan kasian mommy…

  10. oh my gosh seohyun tega bgt sampe” fany jatuh dari tangga gitu 😦
    woaahhh gue penasaran apakah seohyun bener berani ngelempar benda yg ada di tangannya ke fany ? :O

  11. sikap nya baby seo sama ye kek emaknya 😀 sica.. keraas kepala…. ais benci gue tae kasar bgt sm ank… gue yakin itu yuri yg nemui sica.

  12. seohyun bakal beneran ngelempar benda itu ke tiffany gk?

  13. Itu pasti seobaby banting k lantai
    Wkwkwk

  14. ap yg dilakukn sica ampe tae murka? ap hub sica dgn pria td? bkn hny fany yg tertekn tp sica jg. ibu emg sgt berharg ao yg diajrknny slm itu bnr sgt bsik buat kita kedpnny.tp sp yg diktkn tae emg keterlaluan. smg ap yg dilakukn seo tdk mencelakai fany lg.seo ntr lo nyesel!!!

  15. trauma masa kecil memang melekat bgt dipikiran anak kecil terlebih macem joohyun.. kasian dia..
    tp penyebabnya apa ya terjadi cekcok di taengsic.. sampe2 taeng minta cerai?? hmmm pdhl sica g minta.

  16. ff dear mom taeny membuat semua orang nangis ngeliat seohyun yg kepengen liat jessica ommanya

  17. Permisi gue new reader ^^ Baru nemu Wp author.

  18. Penasaran sama masalalu nya taengsic

  19. penasaran bngt kenala taengsic bercerai
    mnurut dri chap yg gue baca sepertinya jessica menghianati tae wkwk

  20. penasaran bngt kenapa taengsic bercerai
    mnurut dri chap yg gue baca sepertinya jessica menghianati tae wkwk

  21. Seohyun korban broken Home makanya dia bgt,, kasian juga sama sica tp itu juga gara2 dia selingkuh kayaknya hehe

  22. seo Dendam+benci bgt kek nya ke taeyeon.
    Itu siapa lagi yg nyari sica? sih itemkah?😀

  23. Ya ampun fany smpek jatuh dri tngga gtu krna seohyun….

    Pi ksian juga seohyun klw dibntak taeyeon…taeyeon rdak ktrlaluan omngannya…wlau bgaimnaoun juga,,seohyun kan anaknya..
    Knpa dia smpek tega ngomong gtu cba ke seohyun..

  24. taeyeon jg sih ya orangnya terlalu emosian,wajar kalo seohyun benci sm appanya krna dr dulu seo udh ngeliat kekerasan yg dilakukan appanya ke eommanya.bener2 sedih thor ngeliat seo n tiffany

  25. batu ini aq baca joohyun jadi anak yg bandel..kasian tiffany sampai jatuh gitu..untung gak parah..
    trnyta taengsic punya mslah yg berat..mkx tae marah bnget n ngusir sica..selingkuh kah sica??

  26. jahat sekali anda kty 😦

  27. astaga seohyun nakalnya kelewat batas, kasihan mommy pany 😢

  28. Itu cowo yg ketemu sica yul?:v
    Taengsic kenapa pisah sih?
    Taenya jahat-_- fany sayang bett sama seo:( semoga aja fany gapapa

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s