rara0894

All about TaeTiSeo and GG

Dear Mom (Chapter 3)

136 Comments

Title          : Dear Mom 

Author    : Rara0894     

Cast          :

                        Seo Joo Hyun  as  Kim Joo Hyun 

                       Tiffany Hwang / Hwang Mi Young 

                       Kim Taeyeon

                       And other cast

 Genre     : Family, gender bender

 

 

“ Joohyun.. “ namun orang yang dipanggil Tiffany yang tadinya masih tidur tidak lagi berada diranjangnya, tidak ada dikamarnya. Itu berhasil membuat Tiffany kembali panik. Takut kalau Seohyun kembali  melarikan diri.

 

“ JOOHYUUUN…. “

 

– Dear Mom –

 

Jessica hanya terus termenung di bangku taman, inilah yang selalu dilakukannya semenjak Seohyun tidak lagi berada disisinya, tidak lagi berada dalam jangkauannya. Hati dan pikirannya terasa kosong. Raganya berada di taman ini, namun jiwanya entah berada dimana. Inilah penyesalan terbesarnya. Jessica baru menyadari, beginilah rasanya kehilangan seorang anak. Kehilangan separuh dari nyawanya. Memang jiwanya masih hidup, paru-parunya masih menghirup udara, jantungnya masih berdetak, semua organ tubuhnya masih berjalan semstinya. Namun, hidupnya terasa mati.  Otaknya hanya kembali memutar kenangan saat bersama Seohyun, saat keluarga kecilnya masih utuh.

 Flash Back

Seohyun melonjak kegirangan saat sudah berada di suatu tempat. Tempat yang begitu disukai oleh anak-anak seumurannya, dimana lagi kalau bukan taman hiburan. Tempat itu begitu ramai dikunjungi, apalagi disaat hari libur. Semua raut wajah terlihat begitu senang, bahagia bisa bermain dan berkumpul bersama keluarga. Seohyun hanya pergi bersama Jessica, namun tidak membuatnya bersedih karena Taeyeon tidak bisa ikut bersama mereka.

“ eomma.. hari minggu besok kita ketaman ini lagi ya? Bersama appa juga.. “ mendengar kata ‘appa’ dari bibir sang anak membuat Jessica tertegun, dia teringat Taeyeon. Semalam dia bertengkar dengan suaminya yang sekarang disibukkan dengan pekerjaannya. Taeyeon lebih memilih untuk menghindar jika dia sedang bertengkar dengan Jessica, dan memilih untuk menyibukkan diri dengan pekerjaannya.

“ eomma.. “ Seohyun menggoyangkan tangannya yang berada digenggaman Jessica, membuat Jessica tersadar dan menatap sang anak.

“ wae? “ pertanyaan yang terucap dimulut Jessica membuat Seohyun mengerucutkan bibirnya dengan lucu, mengira sang ibu tidak menyimak kalimatnya tadi. Dia tersenyum kemudian menundukkan tubuhnya agar sejajar dengan tinggi anaknya.

“ kenapa mulutmu? Dicium keroro? “ Jessica tertawa pelan yang membuat Seohyun semakin kesal.

” Eomma bercanda sayang “ Jessica sedikit mengacak-acak rambut panjang Seohyun. “ baiklah, minggu besok kita akan ketaman ini lagi “ Seohyun kembali tersenyum lebar.

“ bersama appa? Tanya Seohyun dengan mata berbinar.

“ tentu “ Jessica kembali menggenggam tangan sang anak. “ kau ingin kemana? “ tanya Jessica yang mengedarkan pandangan kesekelilingnya.

“ aku ingin naik balon besar itu! “ tunjuknya yang melihat Baloon Sky Ride yang berada yang mengudara diatas awan.

“ okay “ merakapun dengan penuh semangat berjalan menuju wahana tersebut. Walaupun akan mengantri lama, mereka tidak mengeluh sedikitpun. Semua akan terbayar jika mereka sudah berada di atas sana. Melihat pemandangan kota Seoul yang indah dari jarak yang cukup tinggi. setelah menaiki Baloon Sky Ride, kemudian mereka beralih untuk menaiki wahana -wahana lainnya yang aman untuk anak-anak seumuran Seohyun.

“ haaah..  melelahkan “ Seohyun sudah terduduk lemas di bangku taman.

“ apa kau senang? “ tanya Jessica, tangannya bergerak untuk menghapus keringat Seohyun.

“ Ne!! Sangat menyenangkan!! “ badannya kembali tegak. “ tapi setelah itu membuatku lelah “ dia kembali lesu dan menyandar di punggung bangku.

“ beristirahatlah dahulu “ Jessica menepuk lembut kepala Seohyun.

“ ice creaam..!!! “ teriak Seohyun yang kembali tegak saat matanya melihat sebuah kedai ice cream. “ eomma.. aku mau ice cream “ rengek Seohyun menarik lengan baju ibunya yang menyandar dipunggung bangku.

“ kau mau ice cream? “ Seohyun mengangguk penuh harapan.

“ poppo.. “ Jessica menunjuk pipi putihnya dengan jari telunjuknya. Seohyun yang begitu menginginkan ice cream, menuruti permintaan Jessica. Apapun akan dilakukannya, asalkan dia bisa mendapatkan ice cream yang begitu disukainya.

“ kajja, kau mau rasa apa? “ tanya Jessica yang menggenggam tangan sang anak, melangkah menuju kedai ice cream tersebut.

“ vanilla!! “ ujar Seohyun dengan girang.

“ arraso.. “

Tanpa Jessica sadari, ada sepasang mata yang  memperhatikan gerak-geriknya. Tersenyum sinis dengan tatapan yang begitu tajam.

“ Jung Sooyeon “  batinnya..

Flash end

“ JOOHYUUUN…. “ teriak Tiffany yang tidak menemukan Seohyun. Saat dia berjalan ke taman belakang, wanita itu bernapas lega karena orang yang dicarinya berada disana. Dengan perlahan Tiffany menghampiri Seohyun yang duduk di bangku panjang taman. Seohyun tidak sedikitpun menoleh saat Tiffany berada disebelahnya. Dia hanya diam sambil memandangi pemandangan yang berada didepannya.

“ sayang, mommy sudah siapkan sarapan untukmu “ ujar Tiffany dengan lembut sambil mengelus rambut panjang Seohyun. Namun tidak ada sedikitpun respon dari gadis disebelahnya ini. Tiffany menghela napas beratnya. Sudah hampir satu minggu Seohyun tinggal bersamanya, namun sikap Seohyun masih saja dingin terhadapnya.

” Kau tenang saja, mommy tidak akan menganggumu. Tapi kau harus janji akan menghabiskan sarapanmu. Mommy sudah menyiapkannya dimeja makan. Ya sudah, mommy harus kekantor. Saranghae.. ” Sudah dua kali Seohyun mendengar kata-kata ‘saranghae’ dari Tiffany. Sebelum Tiffany pergi, tidak lupa dikecupnya dahi Seohyun terlebih dahulu. Dan tetap saja, Seohyun masih saja diam. Gadis itu tidak mau menepis tetapi juga tidak mau membalasnya, yang di lakukan hanya diam ditempat tanpa pergerakan, tanpa balasan. Entahlah ada apa dengan perasaannya saat ini.

” Ahjumma, tolong jaga dan  perhatikan apa yang dilakukan Joohyun selama saya pergi. Kalau ada apa-apa dengannya segera hubungi saya ” pesan Tiffany pada pelayan rumahnya yang akan ditugaskan untuk menjaga Seohyun selama dia tidak berada disamping Seohyun. Pelayan rumah mengangguk paham, kemudian Tiffany pun pergi meninggalkan rumah.

” Haaah.. Membosankan. Ck! percuma tinggal di rumah seperti istana tapi sangat sepi. Mending dipanti asuhan. Walaupun  tidak seluas ini tetapi begitu ramai ” Seohyun menggerutu. Dia sudah berpikir untuk pergi dari rumah ini.  Apalagi Taeyeon dan Tiffany sedang tidak berada dirumah, tetapi tetap saja. Itu tidak akan bisa. Penjagaan dirumah ini terlalu ketat, para penjaga sepertinya begitu susah untuk dikelabui. Itu tidak akan berhasil. Sudah lama-lama bermenung di taman belakang akhirnya perutnya menimbulkan sebuah alunan merdu. Menandakan jika perutnya meronta-ronta minta diisi. Seohyun beranjak dan melangkah pelan memasuki rumah.

” Oh nona, kau ingin makan? ” Tanya Shin ahjumma yang melihat Seohyun yang sudah berada di pantry.

” Ne ” ujarnya datar.

” Duduklah nona, sarapan sudah disiapkan oleh nyonya di meja ” Seohyun pun duduk dikursi dan memandang sejenak makanan yang dibuatkan oleh Tiffany. Perlahan tangannya bergerak untuk memasukan sesuap nasi kemulutnya dan saat suapan ke empat, dia menjauhkan piring yang berada dihadapannya itu. Tidak ingin lagi menghabiskannya.  Hari ini dia merasa tidak nafsu makan. diakuinya, sarapan Tiffany yang dibuatkan untuknya sangat enak. Namun, lidahnya tidak ingin lagi untuk mengunyah.

” Aku sudah selesai “

” Tapi sarapan – ” Shin ahjumma tidak bisa lagi melanjutkan perkataannya karena Seohyun sudah berdiri dan berjalan meninggalkan pantry dan sang pelayan yang hanya melongo melihat sikap Seohyun.

” Aiigoo.. Nona Joohyun benar-benar dingin. Dingin seperti es ” Shin mendelik ngeri.

” Haaah.. Aku benar-benar bosan ” Seohyun menghela napas. Disandarkan tubuhnya di kepala ranjang, mengamati setiap sudut kamarnya yang berwarna hijau lembut dan dipenuhi dengan aksesoris yang berbau Keroro kesukaannya. Siapa lagi kalau bukan Tiffany yang membelikannya.

” Hwaaa.. Inikan limited edition ” mulutnya menganga melihat aksesoris keroro yang hanya diproduksi beberapa buah saja dan itu hanya bisa didapatkan dari negara sakura, Jepang. Jadi, tidak sembarang orang yang bisa mendapatkannya karena harganya yang begitu mahal. Bukan hanya itu, hampir semua barang-barang yang dibelikan Tiffany berlabel limited edition. Dia tidak menyangka Tiffany membelikannya barang-barang semahal ini. Kemudian matanya tertuju pada lemari pakainnya yang panjang dan tinggi, memiliki tiga pintu dan tentunya saja lemari tersebut memiliki tiga ruang. Ada dua buah pintu yang tidak pernah sama sekali dibukanya. Betapa terkejutnya dia saat membuka salah satu pintu tersebut, ada banyak gaun-gaun seukurannya yang tergantung dengan rapi.  semua gaun-gaun tersebut Tiffanylah yang mendesignnya sendiri dan tidak akan ada orang yang memilikinya. Kemudian dia membuka satu pintu lagi yang membuatnya juga terkejut, ada banyak berbagai macam sepatu, sandal dan aksesoris wanita yang berejejer rapi dilabirin-labirin lemari. Seohyun tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ini benar-benar membuatnya terkejut setengah mati. Seohyun bertanya-tanya kenapa Tiffany rela menghabiskan uangnya untuk membelikan semua barang-barang mahal ini untuknya? Inilah bukti lain kalau Tiffany begitu menyayangi Seohyun, dan Seohyun kembali menyadarinya.

– Dear Mom –

 

Saat ini Tiffany berada disebuah restoran Jepang yang tidak jauh dari butiknya. Setelah membicarakan mengenai gaun pengantin yang akan dibuat, Tiffany memutuskan untuk pergi makan bersama asisstennya, Nicole Jung. Teman sekaligus sahabat semasa kuliahnya di amerika.

” Kau mau pesan apa? ” Tanya Tiffany sambil mengode pelayan agar menghampirinya.

” Seperti biasa ” balas Nicole. Setelah memesan, sang pelayan pun pergi meninggalkan meja mereka.

“ bahan apa yang akan kita pakai untuk gaun Jaehwa-ssi fany-ah? “ tanya Nicole pada Tiffany yang sibuk dengan i-phonenya.

“ sepertinya Duchesse satin lebih bagus. Bahannya lebih lembut, gaun akan terlihat lebih elegan” jawab Tiffany.

“ bagaimana dengan dekorasinya? “ Nicole kembali bertanya.

“ hmm.. Kalau itu belum aku pikirkan. Itu yang akan kita bicarakan nanti dikantor “ Tiffany mendekatkan i-phone ketelinganya. “ tunggu sebentar “ ujarnya pada Nicole sambil menunggu panggilannya terhubung.

“ Yoboseyo.. “ ujar seseorang dari seberang telepon.

“ ahjumma,  dimana Joohyun? “ tanya Tiffany pada Shin Ahjumma.

“ ada dikamar nyonya “ jawabnya.

“ apa dia menghabiskan sarapannya? “

“ Nona Joohyun makannya sedikit sekali, tadi itu saya baru saja ingin membujuknya tapi nona langsung pergi begitu saja “ jelas Shin ahjumma yang membuat Tiffany menghela napas.

“ ya sudah, yang penting perutnya sudah terisi. Ahjumma, nanti tolong buatkan Seohyun makan siang karena hari ini  saya tidak jadi pulang cepat “

“ Ye, nanti saya akan membuatkannya “

“ terimakasih ahjumma “ Ujar Tiffany, kemudian memutuskan sambungannya.

” Apa Joohyun masih bersikap dingin padamu? ” Tanya Nicole yang sudah tahu semua tentang Joohyun.

” Ne, aku tidak tahu harus berbuat apalagi agar sikapnya berubah padaku ” ujar Tiffany lesu.

” Aku selalu berbicara padanya, tapi sedikitpun tidak ada respon darinya ” tambah Tiffany.

” Dengan Taeyeon bagaimana? “

” sama saja, malah lebih parah. Kalau denganku dia masih mau menurut saat aku menyuruhnya makan walaupun dia sedikitpun tidak berbicara padaku. Tapi kalau dengan Taeyeon sedikitpun tidak pernah didengarkannya, bahkan Joohyun pernah berteriak padanya “

” Jeongmal? Kenapa bisa? ” Nicole sepertinya tidak percaya, kemudian Tiffany mengangguk meyakinkan.

”  aku juga tidak tahu kenapa. Dia begitu dingin “ Tiffany menghela napas beratnya.

” Aku yakin, Joohyun juga bersikap seperti itu padamu karena kau adalah istri dari ayahnya ” Nicole sudah tahu apa yang membuat Seohyun bersikap dingin pada Tiffany sebelum Tiffany menjelaskannya.

” Ne, kau benar ” Tiffany membenarkan.

” Kau harus sabar Fany-ah, aku yakin dia seperti itu karena belum bisa menerima semua keadaan. Cepat atau lambat pasti Joohyun akan bisa menerimamu dikehidupannya. Yang terpenting kau harus sabar menghadapinya dan terus berusaha untuk meluluhkan hatinya. Kau mengatakan saat kau baru mengenalnya, Joohyun adalah anak yang baik bukan? ” Tiffany mengangguk.

” Sifatnya baiknya tidak akan pernah berubah karena itu sudah ada didirinya, percayalah itu ” Tiffany kembali mengangguk dan tersenyum.

– Dear Mom –

Taeyeon saat ini sedang mengendarai mobilnya menuju ke sebuah Sekolah yang akan menjadi tempat Seohyun bersekolah nantinya, Sekolah yang didirikan oleh ayah dari sepupunya yang bernama Choi Sooyoung. Seorang pria tinggi yang tampan dan masih muda tentunya, memiliki kepintaran yang memukau. Siapa yang tidak akan menyukai seorang pria sempurna seperti Choi Sooyoung? Begitu banyak wanita yang menyukainya, bahkan hampir semua guru-guru yang berstatus single yang mengajar disekolah menyukainya. Namun satupun tidak ada yang menarik perhatiannya. Dia saat ini lebih nyaman dengan statusnya yang masih single. Dia tidak ada waktu untuk menjalin sebuah hubungan yang serius. Bukan, mungkin belum saatnya.

” Anyeonghaseyo Kepala Choi ” ujar Taeyeon menyembulkan kepalanya di balik pintu ruangan Sooyoung.

” Oh Taeyeon-ah! masuklah ” ujar Sooyoung yang sudah mengetahui kalau sepupunya yang sedikit kurang tinggi itu akan menemuinya.

“ kenapa saat jam bekerja kau kemari, Kau tidak bekerja? ” Tanya Sooyoung seperti sedang mencurigai. “ apa yang akan dikatakan bawahanmu jika presiden direkturnya menghilang saat jam kerja uh? “ baru saja dia menyelesaikan kalimatnya, Sooyong langsung mendapatkan jitakan dari Taeyeon, walaupun sedikit berjinjit.

” kalau ini tidak menyangkut anakku, aku tidak akan keluar kantor jika waktunya belum pulang. Aku baru saja datang kau sudah membuatku naik darah. Tidakkah kau membuatkan minuman untukku terlebih dahulu? “ ujar Taeyeon panjang lebar yang membuat Sooyoung tertawa. Jujur, Taeyeon memang sangat kehausan saat ini. sejak beberapa jam yang lalu dia sedikitpun belum minum, setegukpun tidak.

“ bilang saja jika kau memang haus. Memamang apa yang kau lakukan eoh? “ Sooyoung menyipitkan matanya, mendekatkan wajahnya ke wajah Taeyeon. “ apa kau melakukan itu dengan Tiffany dikantor? “ Sooyoung kembali mendapatkan jitakan jitu Taeyeon.

“ Ya! Kenapa kau suka sekali memukul kepalaku?! “ kesal Sooyoung yang mengusap kepalanya yang terasa sakit.

“ itu pantas untukmu. Siapa suruh kau berbicara seperti itu eoh? “ Taeyeon mendudukan dirinya disofa. “ aku heran, kenapa laki-laki berotak yadong sepertimu bisa menjadi kepalas sekolah? “

“ ck, jangan munafik.. kau lebih dariku “ Kali ini Sooyoung mendapatkan tatapan tajam dari Taeyeon. Sooyoung menyengir lebar.

“ ada apa kau menemuiku kemari? Bukankah kau bisa kerumahku? “ tanya Sooyoung.

“ seperti yang kukatakan kemarin, aku ingin mendaftarkan Joohyun untuk sekolah disini “ jawab Taeyeon “

” Kau tenang saja, aku akan mengurus semuanya untuk keponakanku itu. kau tidak perlu untuk repot-repot berulang datang kemari. Kau juga pasti sibuk dengan pekerjaanmu bukan? ” walaupun Sooyoung seorang saudara yang begitu menyebalkan, namun dia begitu pengertian.

” Gomawo Sooyoung-ah, kau memang adik sepupu terbaikku ” Taeyeon tersenyum lebar.

” itu sudah pasti “ Sooyoung tersenyum sombong. “ Taeyeon-ah, apa Joohyun tahu kalau kau memasukkannya di sekolah ini? ” Taeyeon menggeleng.

” Nanti malam akan ku beri tahu ” jawabnya

” Apa Joohyun masih bersikap dingin terhadapmu dan Tiffany?  “ Kali ini Taeyeon mengangguk pada Sooyoung yang hanya berbeda beberapa tahun saja dibawahnya.

” Aku dan Tiffany terus berusaha untuk merubah sikapnya. Tapi sepertinya begitu sulit, dia masih belum bisa menerima semuanya ” Taeyeon menghela napas beratnya.

” Kau jangan pernah putus asa tae, terus lihatkan kasih sayang kalian padanya ” nasehat Sooyoung .

” Ne, aku dan Tiffany terus berusaha memberikan kasih sayang padanya. Malah Tiffanylah yang paling perhatian pada Joohyun. Sejak ada Joohyun dirumah, dia lebih sering pulang cepat dari biasanya hanya untuk Joohyun. Tiffany begitu sabar menghadapi Joohyun yang tidak pernah meresponnya, tidak sepertiku. Kadang aku emosi melihat tingkah Joohyun yang keterlaluan “

” Kau beruntung mempunyai istri seperti Tiffany Tae. Walaupun Joohyun bukan anaknya, tapi dia begitu sayang dengan Joohyun. Ingat satu hal, Kau harus bisa mengontrol emosimu. Kalau kau keras, Joohyun juga akan semakin keras. Cobalah berbicara baik-baik dengannya ” Sooyoung benar-benar dewasa, tidak seperti tadi dengan perkataanya seperti seorang remaja labil.

” Sudah ku lakukan, tapi sama saja ” balas Taeyeon

” Setidaknya jangan berbicara dengan emosi atau bentakan. Itu akan mempengaruhi jiwanya. Ditambah lagi keadaan kalian yang seperti ini ” tambah Sooyoung.

” Arraso, aku akan mencobanya. Sooyoung-ah, aku juga  minta bantuanmu untuk merubah sikapnya. Sering-seringlah menasehatinya saat dia sudah bersekolah disini “

” Ne, aku akan mencobanya “

Ditempat lain, Tiffany begitu asik memandangi aksesoris-aksesoris wanita yang dijual di toko yang didatanginya saat ini. Sebelum pulang kerumah, Tiffany memutuskan untuk membelikan sesuatu untuk Seohyun dan toko inilah pilihannya. Sesaat kemudian i-phonenya berdering. Tiffany tersenyum lebar setalah membaca nama yang tertera. Siapa lagi kalau bukan panggilan dari Kim Taeyeon suaminya.

“ Taetae.. “ Tiffany membuka pembicaraan.

“ Miyoung-ah.. kau dimana? “

“ aku sedang di toko aksesoris tae “

“ apa setelah itu kau langsung pulang? “

“ hmm.. wae? “ Mata Tiffany kembali memandangi aksesoris-aksesoris tersebut.

“ ani, hanya saja aku begitu merindukanmu dan Joohyun hari ini “ balas Taeyeon yang membuat Tiffany terkekeh geli mendengarnya.

“ menggelikan, kalau memang seperti itu segeralah pulang “ ujar Tiffany.

“ masalahnya itu.. hari ini aku pulang sedikit lebih sore “ suara Taaeyeo terdengar lesu.

“ pekerjaanmu masih banyak? “

“ ne, masih banyak yang harus kukerjakan hari ini “

“ arraso.. jangan terlalu memasakan diri jika kau merasa lelah. Apa kau sudah makan siang? “ tanya Tiffany penuh perhatian.

“ sudah, kau bagaimana baby? “ Taeyeon balik bertanya.

“ Sudah “

“ Joohyun? “ Taeyeon kembali bertanya.

“ Sudah, tadi aku menyuruh ahjumma membuatkan makan siangnya “ jawab Tiffany.

“ apa dia mau memakannya? “

“ tapi hanya sedikit, sama seperti tadi pagi “ kini raut wajah Tiffany berubah, sedikit terlihat sedih. Sedangkan Taeyeon hanya menghela napas yang bisa didengar Tiffany.

“ tidak apa-apa. Yang penting dia sudah mau makan dan perutnya sudah berisi. Ya sudah, aku tutup dulu. Aku harus kembali bekerja. Saranghae miyoung-ah.. “ Tiffany tersenyum mendengarnya.

“ nado saranghae taetae.. “ Taeyeonpum memutuskan sambungannya dan Tiffany kembali dengan kegiatannya.

“ aaah… kyeopta!“ ujarnya yang hampir seperti teriakan saat melihat salah satu aksesoris itu.

“ Joohyun pasti akan lebih cantik memakai ini. Mudah-mudahan saja dia menyukainya “ gumam Tiffany. Berharap Seohyun mau menerima pemberiannya dan memakainya.

– Dear Mom –

 

Disisi lain kota Seoul, seorang pria sedang memandangi sebuah foto yang bertahun-tahun disimpan didalam dompetnya. Foto yang selalu dipandanginya, dimanapun kakinya melangkah, dimanapun keberadaannya saat itu, setiap hari, setiap jam, bahkan setiap detik.

Tok.. tok..

Sebuah ketukan pintu yang terdengar digendang telinganya membuat konsentrasinya buyar.

“ masuk “ sahutnya, mengizinkan orang yang tadi mengetuk pintu ruang kerjanya.

“ bagaimana? Apa kau sudah menemukan orang yang kucari? “ tanya pria itu to the point pada dua orang anak buahnya yang sepertinya sedikit gugup. Atau mungkin ketakutan.

“ apa kau sudah menemukannya? “ Pria itu kembali bertanya.

“ saya minta maaf  tuan. Kami belum menemukan petunjuk sedikitpun “

BRAAAK!!

Pria  itu memukul meja kerjanya dengan kasar. Wajahnya memerah, rahangnya mengeras. Begitu emosi dengan apa yang dikatakan anak buahnya

“ kalian ini bodoh atau apa?? Aku sudah membayar kalian! Tapi apa yang kuminta tidak sedikitpun kalian temukan! “ dua orang yang dibentak itu hanya bisa menunduk, menerima kemarahan dari pria tersebut.

“ maaf tuan, kami berjanji. Kami akan menemukannya secepatnya. Kami- “

“ KELUAR! “ bentak pria itu kembali. Dia tidak ingin mendengarkan alasan membosankan, alasan yang tidak membuat hatinya senang. Dengan langkah terbirit-birit kedua anak buahnya itu keluar dari ruangannya. Sebelum mereka mati konyol di tangan si pria itu.

“ AARGGH!! “ si pria itu mengacak-acak rambutnya yang kini sudah berantakan karena ulah tangannya sendiri. Dia benar-benar frustasi. Kemudian tangannya kembali mengambil foto itu, kembali memandanginya. Namun, kini dengan tatapan kemarahan. Bukan tatapan kelembutan seperti tadi dilakukannya.

“ Ya! Bagaimana caranya agar aku bisa menemukanmu eoh?! Katakan padaku!! Kau membuatku gila! “ teriaknya. Sesaat kemudian dia kembali terduduk dikursi kerjanya. Terduduk lemas karena ulahnya sendiri.

“ aku pasti akan menemukanmu, lihat saja! Apa yang tidak akan bisa dilakukan seorang pria sepertiku? “ Dia tersenyum sinis.

“ lihat saja.. kau hanya milikku “ batin si pria berwatak keras itu.

 

– Dear Mom –

 

Tiffany sudah memakirkan sedan putihnya di garasi. dengan langkah santai dia memasuki rumah.

“ Ahjumma, Joohyun dimana? “ itulah pertanyaan yang selalu dilontarkan Tiffany pada sang pelayan jika baru saja sampai dirumah. dia selalu ingin melihat gadis yang begitu disayanginya itu.

“ tadi saya lihat ada ditaman belakang nyonya “

“ baiklah “ Tiffany berjalan memasuki kamar untuk menaruh tas tangannya sebelum menemui Seohyun ditaman. Dia lebih memilih untuk menemui Seohyun terlebih dahulu daripada menukar baju kantornya. Saat sudah berada dipintu kaca yang langsung menembus taman belakang, mata Tiffany membulat dengan apa dilihatnya.

” Joohyun..! ” Pekik Tiffany yang menghampiri sebuah pohon magnolia yang begitu tinggi ditaman belakangnya yang luas. Penjaga rumah yang saat itu berjalan ke taman dari arah samping rumah langsung menghampiri Tiffany, begitu juga dengan pelayannya yang berada di pantry. Ternyata Seohyun berada diatas sana. Diranting yang hampir mendekati puncak. Seohyun hanya memutar bola matanya mendengar pekikan Tiffany. Dia terus saja memperhatikan dua ekor burung yang terlihat mesra disarangnya.

” Joohyun, mommy mohon turunlah.. Kau bisa jatuh sayang ” Tiffany mencoba untuk membujuk Seohyun dengan lembut, berharap Seohyun menuruti perkataanya. Dia benar-benar khawatir, Seohyun seorang gadis yang nekat, bagaimana jika Seohyun terjun dari atas? Oh tidak! Itu tidak boleh terjadi!

” Sayang, jangan seperti ini.. Jangan membuat mommy khawatir. Ayo turun..” ujar Tiffany frustasi.

” Ck, Berlebihan! Ini belum seberapa, dipanti saja aku memanjat lebih tinggi dari ini. Apa mereka tidak pernah melihat seorang perempuan memanjat?  ” batin Seohyun. Menurutnya Tiffany begitu berlebihan.

” Kau tidak mau turun? ” Tanya Tiffany sekali lagi, tetap saja tidak ada respon. Tiffany menghirup udara sebanyak-banyaknya kemudian membuangnya kembali.

” Baiklah, kalau kau tidak mau turun, biar mommy yang menyusulmu keatas ” ujar Tiffany yang mencoba untuk melepas  high heelsnya namun ditahan oleh pelayannya.

” Nyonya, apa anda bercanda? Anda tidak bisa memanjat nyonya ” namun Tiffany tidak menghiraukan Pelayannya.

” Apa yang ahjumma lakukan? ” Barulah Seohyun mengeluarkan suaranya setelah mendengar perkataan pelayan kalau Tiffany tidak bisa memanjat dan itu membuatnya sedikit khawatir. Tiffany bisa jatuh dan dia pasti akan di marahi oleh Taeyeon.

” Mommy akan menemanimu ” Tiffany yang sudah melepas high heelsnya mendekat kearah pohon.

” Andwe! Baiklah, aku turun sekarang. Menyebalkan!” Dengan hati yang kesal, perlahan-lahan Seohyun turun dari pohon. Tiffany tersenyum, akhirnya Seohyun kembali mendengarkannya.

” Hati-hati..” Ujar Tiffany yang sedikit cemas melihat Seohyun yang menuruni pohon. Sesampainya dibawah Tiffany langsung memeluk Seohyun.

” Jangan pernah memanjat lagi ya? Itu sangat berbahaya ” ujar Tiffany, Seohyun kembali tidak merespon perkataan Tiffany. Dia juga tidak membalas pelukan hangat Tiffany padanya.

” Omo! Kenapa dengan lenganmu uh? ” Tanya Tiffany melihat lengan Seohyun yang tergores dan mengeluarkan darah, namun Seohyun malah pergi dan tidak menjawab. Tiffany menutup matanya sejenak untuk mengontrol emosinya menghadapi Seohyun saat ini. Dengan segera dia mempercepat langkahnya menyusul Seohyun yang berjalan duluan kemudian menggenggam pergelangan tangannya.

” Biar mommy obati lukamu ” Seohyun langsung menepisnya.

” Tidak usah ” Seohyun yang akan melangkah ditahan kembali oleh Tiffany.

” Joohyun, please! Tolong dengarkan aku! Aku seperti ini juga untuk kebaikanmu! ” Suara Tiffany sedikit meninggi dan itu berhasil membuat Seohyun terdiam. Dia tidak pernah melihat Tiffany membentaknya. Tiffany yang menyadari itu membuatnya menyesal, tetapi ini semua dilakukannya karena khawatir dengan Seohyun. Dia tidak ingin melihat anaknya terluka.

” Mianhae.. Mommy tidak sengaja membentakmu. Mommy hanya khawatir denganmu. Kajja.. ” Tiffany menuntun Seohyun yang akhirnya hanya menurut untuk duduk di sofa ruang tengah. Dengan segera Tiffany mengambil kotak obat dan kembali. Tiffany mulai membersihkan luka Seohyun dan memberika obat luka agar cepat mengering. Dia begitu telaten saat mengobati Seohyun agar anaknya itu tidak meringis kesakitan.

” Selesai.. ” Tiffany tersenyum pada Seohyun yang hanya memperihatkan wajah dinginnya. Seohyunpun berdiri.

”  Ahjumma jangan merasa menang karena aku menuruti perkataanmu. Aku hanya tidak ingin berdebat dengan suami ahjumma ” ujar Seohyun datar, menatap Tiffany tajam. Ya, kalau saja dia berbuat yang tidak sopan pada Tiffany maka Taeyeon akan memarahinya dan akhirnya mereka pun akan berdebat nantinya.

” Kau jangan pernah bicara seperti itu Joohyun-ah! Dia itu appamu ” Tiffany mulai emosi dengan perkataan Seohyun yang menurutnya keterlaluan. Matanya terasa panas.

” Aku tidak peduli ” Seohyun berjalan meninggalkan Tiffany yang terduduk lemas di sofa. Kata-kata Seohyun benar-benar tajam.

” Sabar fany-ah.. Kau harus tetap berusaha untuk membuat Joohyun tidak dingin lagi padamu ” batin Tiffany yang menyemangati dirinya sendiri. Meyakinkan dirinya untuk tetap bertahan. Apapun akan ditempuhnya, walaupun itu menyakitkan.

– Dear Mom –

  

Taeyeon, Tiffany dan Seohyun saat ini berada dimeja makan. Mereka hari ini makan malam bersama. Inilah yang begitu diinginkan Tiffany, bisa makan bersama keluarga kecilnya.

” Kau mau apa sayang? Biar mommy ambilkan ” ujar Tiffany lembut.

” Tidak usah, aku bisa sendiri ” Tiffany menghela napas dan melirik kearah Taeyeon. Taeyeon tersenyum lembut saat beradu pandang dengan istrinya itu. Tiffany bisa mengartikan senyum Taeyeon bahwa dia harus tetap sabar untuk menghadapi Seohyun.

” Joohyun-ah, mulai minggu depan kau akan sekolah di SM International School. Appa sudah mengurus semuanya ” ujar Taeyeon.

” aku tidak akan mau ” ujar Seohyun datar.

” Wae? Kenapa kau tidak mau sayang? ” Tanya Tiffany.

” Aku akan tetap sekolah di sekolahku dulu “

” Sayang, disekolahmu yang sekarang lebih besar dan pendidikannya sangat bagus. Disana juga fasilitasnya sangat lengkap. Mommy yakin, kau pasti betah sekolah disana. Apalagi pemilik sekolah adalah adik sepupu appa ” jelas Tiffany

” pokoknya aku tidak mau ” ujar Seohyun yang sedikit meninggikan nada suaranya.

” Kau tidak akan bisa lagi sekolah disana Joohyun-ah, karena appa sudah mengurus surat kepindahanmu ” tambah Taeyeon.

” Mwo? ” Seohyun yang tadinya yang hanya memandangi makanannya kini menoleh, menatap Taeyeon dengan tajam.

” Appa tidak mau tahu, kau harus tetap sekolah disana karena Appa sudah menyiapkan semuanya ” tegas Taeyeon.

BRAAAK!!

Seohyun mendobrak meja dengan kasar yang membuat Taeyeon dan Tiffany terkejut. Dia berdiri dari duduknya, menatap Taeyeon dengan tajam. Taeyeon yang melihat kelakuan Seohyun membuatnya tersulut emosi.

” JOOHYUN!! ” Bentak Taeyeon yang ikut berdiri. Tiffany begitu takut berada dalam suasana seperti ini. Dia tidak ingin suaminya emosi yang akhirnya membuat Seohyun akan melakukan hal yang nekat seperti sebelum-sebelumnya.

” AKU SUDAH KATAKAN KALAU AKU TIDAK MAU! Teriak Seohyun yang tidak kalah kencangnya. Dengan reflek Taeyeon menghampiri Seohyun yang berada disamping Tiffany.

” Jangan Taeyeon-ah!! ” Pekik Tiffany yang sudah berada diantara mereka sambil menahan tangan Taeyeon yang sudah terangkat untuk menampar pipi Seohyun.

” Aku mohon, jangan lakukan itu ” mohon Tiffany yang sudah sudah berurai air mata.

” Wae? Kenapa tidak menamparku? Ayo tampar aku sepuasnya!! Kalau bisa sampai nyawaku hilang!! ” Tantang Seohyun.

” Joohyun, jangan bicara seperti itu sayang. Appa tidak bermaksud- ” Tiffany tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena Seohyun berlari kekamarnya setelah menepis tangan Tiffany yang menyentuhnya. Tiffany terduduk dikursi, lututnya terasa begitu lemah dan bergetar. Kaki jenjangnya tidak bisa lagi menompang berat badannya. Tiffany menangis, dia tidak bisa membayangkan kalau tangan Taeyeon benar-benar menyakiti pipi Seohyun.

” Mianhae.. Tadi aku emosi ” Taeyeon memeluk Tiffany.

” Kau tidak seharusnya melakukan hal seperti tadi tae. Itu akan membuatnya semakin keras ” ujar Tiffany disela tangisnya.

” Jeongmal mianhae.. ” Hanya itu yang bisa keluar dari bibir Taeyeon. Dia  semakin mempererat pelukannya dileher Tiffany. Mengecup puncak kepala Tiffany dengan sayang. Tiffany hanya bisa mengangguk, mengangkat tangannya untuk mengusap tangan Taeyeon yang melingkar dilehernya.

Dikamarnya, Seohyun melepaskan tangisannya yang sudah tidak bisa lagi ditahannya. Dia tidak tahu begaimana bisa menjadi cengeng saat Taeyeon membentaknya. Dia tahu, Taeyeon membentaknya juga karena kelakuannya. Tapi dia benar-benar tidak ingin diatur-atur seperti itu dan juga tidak ingin pindah ke sekolah yang Taeyeon inginkan. Ini akan membuatnya semakin jauh dengan sang ibu yang begitu dirindukannya. Orang yang ingin ditemuinya saat ini.

Matanya yang sudah lebih dari setengah jam menangis membuatnya tertidur dengan mata sembab, meninggalkan aliran air mata yang sangat jelas. Sesaat kemudian Tiffany masuk kekamar Seohyun, bermaksud untuk melihat keadaan Seohyun yang selalu  membuatnya dilanda kekhawatiran. Sebenarnya dia juga ingin memberikan benda yang tadi siang dibelinya, Tiffany terpaksa mengurungkan niatnya melihat Seohyun yang tertidur.  Dengan hati-hati Tiffany merapikan selimut Seohyun yang berantakan. Kemudian mendudukan dirinya disebelah Seohyun, menatap wajahnya yang cantik. Seohyun terlihat sangat polos saat tertidur seperti ini. Tidak seperti dia bangun yang selalu memperlihatkan wajah dinginnya.

” Apa dia menangis? ” Batinnya. Tiffany menghapus aliran air mata Seohyun dengan lembut agar tidak menganggu tidurnya.

” Jangan lagi.. mommy tidak kuat melihatmu seperti ini terus ” lirih Tiffany.

” Kenapa ahjumma disini? ” Ujar Seohyun yang  terbangun saat Tiffany menyentuh pipinya tadi. Tiffany yang terkejut melihat Seohyun yang menatapnya langsung mengusap air matanya.

” A-ani.. Hanya.. Oh ya, mommy ada sesuatu untukmu ” Tiffany memperlihatkan benda itu, sebuah bando dengan pita hijau yang sangat lucu. awalnya Seohyun hanya diam, perlahan tangannya meraih bando yang diberikan Tiffany. Kemudian dia turun dari ranjangnya. Mata Tiffany membesar dengan apa yang dilakukan Seohyun.

” Ke-kenapa kau mematahkannya Joohyun-ah? ” Ujar Tiffany yang ingin menangis melihat Seohyun yang mematahkan bando tersebut menjadi empat bagian, kemudian menginjaknya berkali-kali.

” Aku sudah pernah bilang bukan kalau aku tidak pernah  suka dengan semua pemberian ahjumma! Jadi tidak usah memberikan apapun padaku kalau tidak ingin melihatnya hancur! ” Tiffany hanya terpaku, setetes air jatuh dari matanya yang kini memerah.

” KAU BENAR-BENAR KURANG AJAR JOOHYUN-AH! “

PLAAAAK..!!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus Seohyun, meninggalkan jejak merah disana. Tangan Taeyeonlah yang menyakiti pipinya. Tiffany yang tidak sempat menahan Taeyeon hanya bisa menutup mulutnya dengan tangannya yang bergetar, tidak percaya atas apa yang dilakukan suaminya. Akhirnya apa yang selalu ditahannya agar itu tidak menyakiti Seohyun kini sudah terlepas. Sudah terjadi..

” NE!! BENAR! AKU MEMANG ANAK KURANG AJAR! WAE? KENAPA KAU MASIH MENAHAN ANAK KURANG AJAR INI DISINI EOH? KENAPA TIDAK KAU BIARKAN AKU PERGI DARI SINI? KAU BISA MEMBUANGKU ” Teriak Seohyun disela tangisannya. Taeyeon hanya diam membeku mendengar perkataan sang anak dan menyadari apa yang telah dilakukannya, ini benar-benar diluar kendalinya.

” Joohyun! Kau mau kemana?? ” Teriak Tiffany mengejar Seohyun yang keluar dari kamarnya.

” Joohyun, tolong dengarkan mommy. Kita bisa bicarakan ini baik-baik” Tiffany terus berusaha mengejar Seohyun.

” Lepaskan! ” tegas Seohyun karena Tiffany berhasil menahannya, mengenggam tangan Seohyun erat. Tiffany menggeleng keras.

” Mommy tidak akan membiarkanmu pergi ” Tiffany tak kalah tegasnya dari Seohyun.

” Wae? Kalau aku pergi, hidupmu mu akan tenang ahjumma. Tidak akan ada keributan yang akan terjadi dirumah ini. Tidak akan ada yang akan membuatmu marah dan sakit hati ” ujar Seohyun dengan napas yang tidak beraturan. Tiffany kembali  menggeleng.

” Sedikitpun tidak pernah ” Tekan Tiffany. Seohyun tersenyum menyeringai.

” Ahjumma tidak perlu berpura-pura seakan-akan kau tidak sedikitpun merasa baik-baik saja. Jadi sekarang lebih baik lepaskan tanganku ” tekan Seohyun.

” Tidak akan ” Tiffany tetap bersikeras.

” LEPASKAN!! “

“ ANDWEEE..!!! “

” AAAAARRGH “

BRUUUGH

BRUUUGH

TBC

Happy Birthday to IM YOONA..!!

Bagaimana readers?? Apa pendapat kalian pada chapter 3 ini? semoga readers semua suka dengan chap 3 ini..

Jangan lupa dikomen yaa… anyeoong..!!!

Advertisements

136 thoughts on “Dear Mom (Chapter 3)

  1. waduh fany jatuh
    seo knp u bgt kejam padahal kan fany udah baik banget ma u
    duh taetae pasti bkl tambah marah marah deh

  2. Siapa ituh yang jatuuh ?
    Tiffany kah ?
    Omongan taeyeon kasar banget yah padahal sama anak kandung sendiri.. hufft
    Emh oh iya siapa laki laki yang cari jessica yah .. penasaran xixixi

  3. joohyun keras kepala banget loh gue greget sama ini bocah

  4. Aduh itu apaan ada brak bruk brak bruk segala ka? wkwk sama penasaran cowo misteriusnya sapa… haha

  5. Taeng dsuruh sbar malah main tampar haduh skrang hyunie makin mnjadi2 dah udahlah prtemukan aja hyunie ama mpok sica biar dkasih pngertian ama emaknya :3

  6. ya ampyunn taeng jgn main tampar donk, kasian kn joohyun, dia msh marah krn udh pisah sm eommanya
    mommy panny kasian jg, padahal dia sayang bngt sm joohyun, tp joohyun emng keras kepala, duuhh pusing
    tuh cowok yg marah2 sp ya??

  7. aduh taeng udah lepas kendali,, makin susah dah buat ngambil hati seohyun 😥
    seohyun gimana tuh ya? kenapa itu?

  8. Ada pa?pa yg trjd????
    Y ampun sedih bgt c jd hyunnie.sbnrnya mahhh hyunnie syg m fany tp gr2 dpisahin hyunnie jd dingin dh n taeng knp pk tampar segala c???ank kcl g blh dkasarin huhhhh
    n sp lg it pria misterius n sp yg dcarinya?pa pria it yuri????

  9. Itu siapa yg buntutin sica,, trs siapa yg dicari cwo misterius itu,,,
    Duh,, tuuhh kaann kena tamparkann,,itu yg jatoh jgnjgb panny??

  10. Si tae datang2 main tampar aje

  11. Siapa yang jd tokoh antagonis diatas tuh thor? Yul kah?
    Err…tae emosinya udah ga bisa ditahan ya. Sampe seo ditampar.

  12. andai saja aku yg jd juhyun. duh tinggal nerima tippany jd umma mu aja kok kudu makan ati dulu sih fany nya 😦 kasiannn! Tp Sica plesbeknya juga kasian bgt huaa.. Chap ini campur aduk kak.. haha lanjut baca dulu dehh 😀 Anyeongggg!!

  13. Aahhh seohyun jangan begitu dong sama mommy fany yaampun kasian itu dia, dia sayang banget aahh gakuat liat tiffany beginiii:(
    Eh itu siapa cowok misterius? Duhh tambah penasarannn ini.
    Seohyun ayolah luluhkan sedikit hati mu untuk mommy, kasian dia sakit hati sebenernya dengan kelakuanmu ituu

  14. Agak ngakak liat polahnya seo di chapter ini. Pdhl karakter aslinya dia polos n baek. Disini kok jadi kyk anak cowok ya. Bisa2nya manjat pohon gitu. Waks….. :v

  15. Tiffany sayang banget ya , keibuan banget … Seo belum kebuka aja ya … Coba aja kalo seo gk keras kepala .kkkk .tae kenapa jadi kasar bgtu? Makin rumit deh . Sica ,siapa tuh yg ngeliatin dia dari jauh?

  16. Udh dingin keras kepala lagi,ampun dech.
    Sama kyk sisca..hehe.
    Na loh siapa yg jatuh..
    Iisssshhh kdg lht seo tu nyebelin.

  17. Itu ppany yg jtuh, seo kjam bgt ma ppany pdhal pany dah baik bgt ma seo ..

  18. Fany.. ya fany knp…. seo jahatnya..
    Kasian juga sica…

  19. Tae jangan terlalu keras..
    kalian itu sma2 keras..
    yg paling kasian dsini ya mommy fany…
    yang sabar ya.. nanti juga joohyun bakalan baik kok..

  20. gile si fany berani aja mau naek ke atas pohon gitu 😀
    wah tae jangan galak begitu, harus bisa nahan emosi, kasian seohyun sama fany 😦

  21. apaan tuh yg jatuh????? ooo :o??? berasa drama bgt ye ff nya… krrennn…. sica mana sica… penasaran sm cow yg nyari seseorang.. yuri kah????

  22. Waduh apaan itu?

  23. watak yg berbeda seo yg biasany.ap fany yg jatuh…
    smg ini jd awalny..

  24. pas adegan jatoh..gw deg2an.. :v
    masih penasaran sm penyebab taengsic bubar.. #eh di ff maksudnya hehehe

  25. What’s going on??? Jdi bingung gua sama ceritanya???

  26. sedih bngt thor seohyun jahat bngt sma tiffany. itu siapa lgi lelaki misterius wkwk

  27. ya ampun joohyun keras kepala bgt, jd gedek sama si joohyun…mending pulangin aja taeng ke emaknya hehe

  28. Sabar taeng.
    Ah seohyun siapa itu yg jatuh?

  29. Wahhhhh,,,mkim prah ja nih sikap seohyun ke fany dan taeyeon…

    Walaupun taryeon sdah memisahkan dia dri jessica,,pi tdak shrusnya dia bersikap bgtu dengan appanya dan fany…

    Klw dia bersikap baik,,kan bisa dia mntak izin tuk ngunjungi ommanya…

    Oh ya,,spa sih yg nge stalk jessica..

  30. sikap seohyun kok gitu bgt sih ke tiffany,jadi sebel kan aku nya,kasian bgt sm tiff selalu dikasarin trs sm seohyun.btw yg ngeliat sica ditamannitu siapa?trs laki2 yang marah2 itu siapa thor?

  31. joohyun ko keras kepala bnget sih..gk kasian apa sama tiffany yg syg bnget sm dia…

  32. gue jadi gak ngerti..

  33. duh sempet kesel waktu seohyun matahin bando pemberian tiffany -_-

  34. duh sempet kesel pas seohyun matahin bando pemberian tiffany -_-

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s