rara0894

All about TaeTiSeo and GG

Dear Mom (Chapter 2)

133 Comments

Title     : Dear Mom

Author : Rara0894

Cast      :

                Seo Joo Hyun as Kim Joo Hyun

                Tiffany Hwang / Hwang Mi Young

                Kim Taeyeon

                And other cast

Genre : Family, gender bender

 

CYMERA_20120101_195317

 

” Mianhe sayang, mianhe.. Kau akan tinggal bersama appa mulai sekarang ” Seohyun diam membeku. Jessica kembali memeluk Seohyun dengan erat. Ternyata hak asuh Seohyun jatuh ke tangan Taeyeon.

” Mwo? ” Gumam Seohyun.

” Seohyun! Juhyun! ”

– Dear Mom –

Ternyata Seohyun ambruk dipelukan Jessica, dia tidak sadarkan diri.

” Seohyun, ireona.. ” Jessica mencoba menyadarkan Seohyun dengan menepuk-nepuk pipinya, namun tidak berhasil. Dengan segera Taeyeon mengangkat tubuh Seohyun dan membaringkannya dikamar anaknya itu. Taeyeon juga memanggil seorang dokter untuk segera datang ke panti asuhan Gijeog. Jessica terus berada disisi Seohyun, dia menangis sambil mengusap kening sang anak. Sedangkan Tiffany menangis dipelukan Taeyeon. Ingin sekali Tiffany berada disamping Seohyun, tapi tidak akan bisa. Tiffany tahu Seohyun lebih membutuhkan ibunya untuk sekarang. Saat ini Seohyun tertidur pulas karena diberikan obat tidur. Dokter terpaksa memberikannya obat tidur karena kelelahan dan stress yang dialaminya. Bagaimana tidak? Siapa yang tidak akan frustasi saat seseorang harus dipisahkan dari orang yang begitu disayanginya? Bahkan ibu kandungnya sendiri.

” Taeyeon-ah, lebih baik kau bawa Joohyun sekarang ” ujar Jessica di sela isakannya. Namun Taeyeon hanya diam. Laki-laki tidak tahu tindakan apa yang harus dilakukannya melihat keadaan Seohyun saat ini.

” Ta-tapi apa- “

” Cepat Tae! Sebelum Joohyun bangun! ” Ujar Jessica penuh dengan penekanan, bahkan hampir membentak. Taeyeon menghela napas. Sebenarnya dia juga tidak tega membawa Seohyun dengan keadaan seperti ini.

” Baiklah.. ” Taeyeon pun mendekati ranjang Seohyun.

” Sayang, jaga dirimu baik-baik ne? Jangan menyusahkan appa dan Tiffany ahjumma. Saranghae.. ” Jessica mengecup kening dan kedua pipi Seohyun dengan sayang. Mungkin ini adalah terakhirnya untuk bisa melihat wajah cantik anaknya. Hari terakhir dia bisa mengecup wajah anak yang pasti akan dirindukannya. Mungkin entah kapan dia bisa bertemu lagi.

Taeyeon pun mengankat tubuh ringan Seohyun setelah Jessica melepaskan pelukannya pada Seohyun dan mengisyaratkan Taeyeon untuk menggendong gadis itu. sedikitpun anaknya ini tidak terganggu saat tubuhnya diangkat.

” Taeyeon-ah, aku hanya minta.. tolong jaga Joohyun dengan baik ” ujar Jessica. Terus menatap Seohyun yang berada dipelukan Taeyeon.

” Kau tenang saja sica, aku akan menjaganya dengan baik ” ujar Taeyeon. Kemudian Tiffany mendekati Jessica, menggenggam tangan Jessica dengan lembut.

” Gomawoo.. ” Ujar Tiffany lembut, kemudian memeluk Jessica dengan erat. Dia begitu berterima kasih pada wanita ini. hari-harinya akan dimulai kembali. Hidup dengan keluarga kecilnya. Hidup bersama Taeyeon dan tentunya dengan Seohyun yang ada diantara mereka. Jessica hanya mengangguk dipelukan Tiffany. Keterlaluankah mereka memisahkan seorang anak dengan ibu kandungnya?

” Fany-ssi, tolong jaga Joohyun dengan baik. Berikan dia kasih sayang seutuhnya, karena aku tidak bisa melakukan itu semua untuknya ” Jessica terisak. Kembali merasa menyesal. Ini adalah penyesalan terbesar dalam hidupnya. Tiffany semakin mengeratkan pelukannya. Taeyeon yang melihat adegan mantan istri dan istrinya hanya bisa tersenyum.

” Ne, aku akan menjaga Joohyun dengan baik. Aku janji ” ujar Tiffany.

– Dear Mom –

Saat ini Seohyun sudah berada di kamar barunya, Kamar yang khusus di design oleh Tiffany sendiri hanya untuk Seohyun agar gadis itu merasa nyaman dengan kamar barunya. Seohyun sampai saat ini masih tertidur dengan cantik karena masih dalam pengaruh obat tidur yang diberikan dokter, dan Tiffany dengan setia menunggu Seohyun. Terus berada di disamping Seohyun sambil mengelus kepala Seohyun dengan sayang. Berharap perilakunya itu akan membuat tidur gadis itu semakin nyaman. Tiffany sangat bahagia karena dia akan menjadi seorang ibu untuk Seohyun.

” Joohyun-ah, kenapa kau belum juga bangun sayang? Mommy merindukanmu.. ” Tiffany menempelkan dahinya di dahi Seohyun kemudian mengecupnya.

” Chagi-ah.. ” Panggil Taeyeon yang berjalan mendekati ranjang Seohyun.

” Wae? ” mata Tiffany tidak terlepas untuk memandang wajah cantik Seohyun.

” Bersihkan dirimu, setelah itu kita makan. Kau belum makan dari tadi bukan? Kajja..” Tiffany menggeleng.

” Nanti saja tae, aku masih ingin disini ” balas Tiffany.

” Fany-ah, ayolaah.. Kau tega melihatku makan sendirian? Apalagi Joohyun masih tidur, dia masih dalam pengaruh obat ” Taeyeon melihatkan wajah sedihnya dan itu membuat Tiffany menjadi tidak tega.

” Sayang, mommy tinggal sebentar ne? Saranghae..” Tiffany kembali mengecup dahi dan kedua pipi Seohyun sebelum keluar dari kamar gadis yang kini menjadi anaknya. Begitu juga dengan Taeyeon yang melakukan hal sama dengan pada anak gadisnya itu. Setengah jam kemudian Seohyun mulai sadarkan diri. Dia mencoba mengumpulkan tenaganya kembali, mencoba menyeimbangkan beban kepalanya yang terasa berat.

” Eomma.. ” Gumamnya, dia mengedarkan pandangannya kesekeliling ruangan. Bertanya-tanya dimana dia berada saat ini. Ruangan ini terlalu asing untukmya. Di pikirannya terlintas kejadian sore tadi yang membuatnya takut. Tubuhnya bergertar, apa yang ditakutkannya terjadi. Dia sepertinya benar-benar akan terpisah dari sang ibu. Tanpa berpikir panjang, Seohyun keluar dari kamar tersebut. Saat sudah berada diluar kamar, dia melihat sebuah foto pernikahan Taeyeon dengan Tiffany. Seohyun baru menyadari kalau saat ini dia berada di rumah sang ayah. Dengan segera dia berlari menuruni anak tangga untuk bisa keluar dari rumah tersebut. Bagaimanapun caranya dia harus bisa keluar dari rumah itu, dan kembali bersama sang ibu di panti asuhan.

” Joohyun! ” Teriak Tiffany yang melihat Seohyun yang berlari menuju pintu utama. Tiffany langsung beranjak dari meja makan untuk mengejar Seohyun yang diikuti dengan Taeyeon .

” Han ahjussi! tahan Joohyun! Jangan sampai dia keluar! ” Teriak Taeyeon yang masih jauh berada dibelakang Seohyun. Penjaga rumah yang dipanggil ‘ Han Ahjussi’ oleh Taeyeon langsung melakukan perintah.

” Ya! Lepaskan! ” Teriak Seohyun pada Han ahjussi yang menahan kedua tangannya. Namun Han ahjussi tidak mengindahkan perkataannya. Seohyun berpikir, dia harus melakukan sesuatu!

” Aaaargh.. ” Han Ahjussi menjerit saat tangannya digigit oleh Seohyun, dia berhasil lepas. Namun, saat mencoba untuk kembali melangkah sepasang tangan kembali menahannya. Usahanya sia-sia. Baru saja dia terlepas, Taeyeon berhasil mengunci tubuh Seohyun.

” Kajja, kita masuk ” ujar Taeyeon setenang mungkin yang terus menahan tubuh Seohyun.

” Shiero! Lepaskan aku! Aku tidak mau tinggal di rumah ini! ” Teriak Seohyun memberontak sambil memukul-mukul tubuh Taeyeon dengan kepalan tangannya. Namun tetap saja tidak berhasil. Akhirnya semakin lama pukulannya semakin melemah. Energinya benar-benar terkuras untuk melawan Taeyeon. dia tidak lagi mempunyai tenaga untuk melawan.

” Appa tidak akan membiarkanmu pergi dari sini ” ujar Taeyeon.

” Aku mohoon.. Biarkan aku pergi ” mohon Seohyun dengan lirih. Mungkin saja itu bisa membuat Taeyeon luluh karena tidak tega dan membiarkannya pergi. Namun tetap saja.

” Wae? Ini rumahmu.. Jangan seperti ini sayang. Ini hanya akan menyakiti dirimu ” ujar Tiffany dengan lembut.

” Tidak! Ini bukan rumah ku! Rumahku di panti asuhan! ” Seohyun kembali memberontak, dia menggigit tangan Taeyeon, rahang Taeyeon mengeras menahan sakit. Itu tidak membuat Taeyeon meringis dan tidak membuat Taeyeon melepas kunciannya pada tubuh Seohyun. Tiffany dan Han Ahjussi yang melihat aksi Seohyun hanya bisa menatap tak percaya. Tiffany benar-benar tidak percaya jika Taeyeon bisa menahan sakit dengan apa yang dilakukan Seohyun. Taeyeon sepertinya mulai tidak kuat untuk menahan sakit dari gigitan Seohyun. sebelum hal buruk terjadi, dengan terpaksa Taeyeon mengeluarkan sisi kekerasannya. Dia menggendong Seohyun dengan paksa untuk membawanya kembali kedalam rumah.

” Ahjussi, tolong kunci semua pintu dan suruh penjaga lainnya untuk berjaga-jaga” perintah Tiffany pada Han ahjussi sebelum menyusul Taeyeon masuk kedalam.

” Lepaskan! Aku tidak mau tinggal disini! Aku mau pulang! ” Berontak Seohyun digendongan Taeyeon yang menuju kekamar anak gadisnya itu. Taeyeon mendudukkan Seohyun ke ranjang.

” Joohyun! Dengar appa! ” Ujar Taeyeon memegang kedua bahu Seohyun. Mencoba tenang, berusaha untuk mengontrol emosinya yang sedikit meninggi.

” Shiero!! Lepaskan! ” teriak Seohyun. Dia tidak memikirkan siapa yang dia teriaki saat ini. Masa bodoh! Dia hanya ingin keluar dari tempat ini sekarang.

” Joohyun! Appa punya dua pilihan untukmu ” ujar Taeyeon tenang. Seohyun hanya menatap Taeyeon tajam, napasnya naik turun karena lelah memberontak. Tatapan dinginnya benar-benar seperti tatapan Jessica.

” Kau pilih, akan pergi dari rumah ini tapi appa akan mengadukan semua apa yang eommamu lakukan ke pihak yang berwajib atau kau akan tinggal disini, dan appa janji tidak akan menyeret masalah yang telah eommamu lakukan? ” Itu semakin membuat Seohyun geram dengan ancaman Taeyeon. Kedua tangannya mengepal karena menahan emosinya yang terasa semakin memuncak dan bisa saja meledak sewaktu-waktu.

” Pikir baik-baik, appa melakukan ini semua hanya untukmu. Untuk kebaikanmu Joohyun-ah. Kau jangan egois, kalau kau tidak ingin eommamu masuk penjara, bersikaplah dengan baik dan tetap tinggal disini bersama appa dan mommy ” Taeyeon pun bangkit dari duduknya dan meninggalkan Seohyun yang masih geram, wajahnya sudah memerah menahan kemarahan.

” APA SALAH KU EOH? KENAPA KALIAN SETEGA INI PADAKU? ” Teriak Seohyun, emosinya yang tadi tertahan akhirnya meledak.

” Joohyun, dengarkan mommy sayang ” Tiffany mencoba untuk menyentuh Seohyun, namun tangan langsung ditepis dengan kasar. Tiffany benar-benar tidak menyukai tatapan tajam dari Seohyun.

” Harus berapa kali aku katakan? Anda bukan ibuku nyonya Kim ” ujar Seohyun dingin. Benar-beanr dingin.

” Kenapa kau menjadi seperti ini padaku huh? Cukup Joohyun-ah, hatiku sakit melihat sikapmu yang dingin padaku ” ujar Tiffany frustasi.

” Kalau anda tidak ingin sikapku seperti ini, biarkan aku pergi dari rumah ini ” Tiffany menggeleng keras. Menegaskan itu tidak akan pernah dilakukannya.

” Tidak akan, kau harus ingat Joohyun-ah. Sekarang kau adalah anakku karena aku istri dari Kim Taeyeon! ” Tiffany membalas tatapan tajam pada Seohyun yang mengisyaratkan bahwa kalau dia serius dengan perkataanya yang tidak akan melepaskan Seohyun sampai kapanpun. Seohyun tidak menghiraukan perkataan Tiffany.

” Tinggalkan aku sendiri, aku ingin tidur ” Seohyun membaringkan dirinya, membelakangi Tiffany yang duduk disampingnya. Percuma untuk melawan saat ini. dia benar-benar lelah. Tubuhnya terasa lemah tak bertenaga.

” Baiklah, Mommy akan membuat makan malam untukmu, nanti mommy akan membangunkanmu. Selamat tidur sayang ” ujar Tiffany mengecup pipi Seohyun dan meninggalkan kamarnya. Setelah pintu kamarnya tertutup, dia kembali mendudukan dirinya. Menyandar di tubuhnya di kepala ranjang.

” Eomma, kenapa kau tidak menahanku saat aku dibawa oleh appa? Apa eomma tidak menginginkanku lagi? ” Seohyun mulai terisak. Dia menekuk lutut, menyembunyikan wajahnya di kedua tangannya yang terlipat diatas lutut.

” aku ingin bersama eomma ” tangisannya semakin menjadi.

Flash Back

Seohyun kecil yang duduk bersila di karpet begitu asik bermain dengan boneka keroronya, ditemani Jessica yang duduk disofa . Sibuk membaca majalah fashion yang berada dikedua tangannya.

“ Sersan Keroro beraksi!! Hyaaaaa!! “ Jessica menoleh saat mendengar Seohyun berteriak semangat, tersenyum melihat Seohyun yang menirukan dialog kartun kesukaan anaknya itu.

“ Seraaang..!! “ Jessica terkejut saat Seohyun tiba-tiba saja menyerangnya, bukan menyerang musuh Sersan keroro. Seohyun menggerakkan kedua tangan keroro untuk memukul lengan Jessica.

“ Kenapa eomma yang diserang? “ Jessica tertawa melihat aksi anaknya yang lincah yang terus memukul lengannya dengan boneka tersebut.

“ karena eomma adalah musuh keroro! “ jawabnya.

“ kenapa eomma yang menjadi musuhnya? “ Tanya Jessica bingung.

“ karena eomma selalu mengejeknya. Eomma mengatakan kalau sersan keroro yang lucu ini adalah kodok hijau berlendir yang jelek! Hyaaaaa..!! siapa saja yang mengatakannya jelek! Berlendir! Akan menjadi musuhnya! “ Seohyun kembali menyerang Jessica yang tertawa lepas mendengar perkataan anaknya.

“ Aiigoo.. baiklah, eomma tidak akan mengejeknya lagi “ ujar Jessica yang menahan tangan Seohyun yang terus menyerang, kemudian mendudukan Seohyun dipangkuannya.

“ jangan banyak bergerak seperti tadi. Lihatlah! Kau jadi berkeringat sayang “ Jessica mengusap dahi Seohyun yang sudah meyandarkan kepalanya di bahu Jessica.

“ haaah.. aku lelah karena melawan eomma “ ujarnya polos, karena aksinya tadi membuat tenaganya terkuras.

“ Siapa suruh kau melawan eomma? Eomma itu bukan musuhnya keroro “ jawab Jessica mengecup pipi anaknya.

“ anyeoong..!! “ terdengar sapaan dari seseorang yang membuat mereka langsung menoleh bersamaan.

“ anyeong appa!! “ balas Jessica dan Seohyun serentak. Ternyata itu adalah suara Taeyeon yang berjalan menghampiri mereka yang duduk disofa. Taeyeon baru saja pulang dari kantornya.

“ appa tadi mendengar ada keributan.. apa yang kalian ributkan huh? “ Taeyeon mendudukan dirinya disamping Jessica. Mengecup dahi istri dan anaknya bergantian.

“ Sersan keroro menyerang eomma!! “ jawab Seohyun dengan semangat. Kemudian dia berpindah kepangkuan Taeyeon.

“ wae? Kenapa eomma? “ tanya Taeyeon sambil merapikan anak rambut Seohyun yang menutupi wajah cantiknya.

“ karena eomma selalu mengejek keroro, mengatakan kalau keroro kodok jelek! Berlendir!” Seohyun beralih menatap sang ibu yang sedang meregangkan dasi yang melingkar dileher sang ayah. Menatap dengan tatapan tajam dan tangan yang bersidekap, seolah sekarang sang ibu juga menjadi musuhnya. Sedangkan Taeyeon tertawa lepas mendengar penuturan sang anak.

“ jeongmal? Eomma berkata seperti itu? “ Seohyun mengangguk keras. “kalau begitu appa juga akan menjadi musuhnya eomma karena sudah mengejek keroro “ Taeyeon membela.

“ Ya! “ teriak Jessica yang memukul lengan Taeyeon yang tertawa melihat reaksinya. Kemudian Taeyeon kembali menatap Seohyun, memberikan kode untuk melakukan sesuatu.

“ Seraaang..!! “ teriak Seohyun dan Taeyeon serentak kemudian menyerang Jessica dengan menggelitiki pinggangnya.

“ kyaaaaaa….!!!! “ Jessica mengeluarkan dolphin scream-nya yang membuat gendang telinga siapun akan sakit jika mendengarnya.

“ aiigooo.. “ Taeyeon dan Seohyun menutup telinganya sebelum gendang telinga mereka benar-benar pecah.

“ teriakan eomma luar biasa “ ujar Seohyun polos.

“ siapa suruh menyerang eomma seperti itu “ Jessica menjulurkan lidahnya. “ sekarang Joohyun kembali kekamar untuk mandi, sebentar lagi eomma akan menyusulmu “ perintah Jessica yang mendapat anggukan dari Seohyun.

“ lelah? “ tanya Jessica yang mengusap wajah Taeyeon dengan ibu jarinya. Taeyeon mengangguk. “ mandilah, aku akan membuatkanmu teh hangat “ Taeyeon kembali mengangguk. Sebelum melangkah, Taeyeon mengecup cepat bibir Jessica.

“ Ya! Byuntae! “ Jessica tidak jadi mengomel karena Taeyeon sudah berlari memasuki kamar. Wajah Jessica memerah karena perlakuan sang suami. Namun tidak lama kemudian raut wajahnya berubah, wajah Jessica terlihat sendu dengan mata yang berkaca-kaca.

“ mianhae taeyeon-ah.. mianhae.. “ batinnya lirih.

Flash End

 

“ eomma.. bogoshippo.. “

Di pantry rumahnya yang besar dan mewah, Tiffany sedang disibukan dengan kegiatannya memasak makan malam untuk Seohyun. Saat ini dia begitu bersemangat, ingin membuatkan makan malam yang lezat untuk Seohyun.

” Chagi-ah.. ” Tiba-tiba saja Taeyeon memeluk Tiffany dari belakang yang berhasil membuat sang istri terkejut.

” Tae! kau mengejutkanku! ” Tiffany menghela napasnya. Kemudian tersenyum melirik Taeyeon yang bersandar dibahunya. Memutar kepalanya untuk mengecup bibir sang suami.

” aku sedang memasak tae. Masakanku bisa hancur jika kau terus memelukku seperti ini “

” Biarkan saja ” ujar Taeyeon santai.

” Ya! aku membuat makan malam untuk Joohyun. Aku tidak mau makan malam Joohyun menjadi tidak enak ” omel Tiffany. Kesal dengan jawaban entang sang suami.

” Arraso.. Aku akan menemanimu disini ” Taeyeon melepaskan pelukannya. Membalas kecupan yang tadi Tiffany lakukan sebelum beranjak dari sisi Tiffany dan duduk dikursi meja makan sambil memandangi sang istri.

” Tae, coba kau cicipi sup daging yang ku buat..” Taeyeon pun kembali menghampiri Tiffany yang baru saja mematikan kompornya.

” Ottokae? ” Tanya Tiffany.

” Mashita.. ” Taeyeon memberikan dua jempolnya.

” Jinja? ” Tiffany masih belum yakin dengan masakannya apakah rasanya sudah pas atau belum.

” Ne, sup yang kau buat sangat enak fany-ah ” Tiffany merasa lega. Entah mengapa jantungnya sedikit berdetak cepat saat memasak makan malam untuk Seohyun. Tiffany takut kalau Seohyun tidak menyukai masakannya.

” Haah.. Mudah-mudahan Seohyun menyukai masakanku tae ” ujar Tiffany menatap sup buatannya.

” Fany-ah, gomawo karena kau begitu sayang dengan anakku ” Taeyeon meraih pinggang Tiffany, merapatkan tubuh Tiffany ke tubuhnya. Memeluknya dengan erat. Dia bersyukur mendapatkan istri seperti Tiffany. Istrinya beanr-benar berhati emas.

” Bukan anakmu Tae, tapi anak kita. Dia juga anakku ” ujar Tiffany mengklarifikasi perkataan Taeyeon. Dia tidak mau kalau Taeyeon mengatakan kalau Seohyun hanya anak Taeyeon, Seohyun juga anaknya mulai sekarang dan seterusnya. Taeyeon tersenyum mendengar perkataan Tiffany. Dia begitu senang karena Tiffany mau menerima Seohyun, bahkan dia merasa Tiffany lebih menyayangi Seohyun daripada dirinya.

” Ne, anak kita ” Taeyeon mengulanginya, Tiffany tersenyumsenang.

” of course! “ ujar Tiffany dengan kepercayaan diri yang tinggi. “Aku juga berterima kasih padamu tae, kau dan Joohyun sudah memberikan warna dalam hidupku. Kalian adalah nyawaku ” Tiffany memeluk Taeyeon.

” Aku akan kekamar Joohyun ” ujar Tiffany setelah melepaskan pelukannya dan membawa nampan untuk makan malam Seohyun.

” Kau sudah bangun sayang? ” Tiffany terkejut setelah membuka kamar Seohyun dan melihatnya sedang menyandar di kepala ranjang. Seohyun tidak menghiraukan keberadaan Tiffany, dia hanya menatap lurus kedepaan dengan tatapan kosong.

” Cha, sekarang Joohyun makan ya? Mommy yakin kau pasti lapar ” ujar Tiffany lembut dan tersenyum. Meletakkan nampan yang tadi dibawanya di meja samping ranjang.

” Aku tidak lapar ” ujar Seohyun datar saat Tiffany menyodorkan sesendok. Sedikitpun Seohyun tidak menoleh ke arah Tiffany yang berada disampingnya.

” Joohyun-ah, kau dari tadi belum makan. Perutmu bisa sakit kalau terlambat makan ” Tiffany dengan sabar membujuk Seohyun yang dingin.

” Aku tidak peduli ” Tiffany menutup matanya sejenak, mencoba untuk meredakan emosinya. Matanya terasa panas mendapatkan penolakan mentah-mentah dari Seohyun.

” Joohyun-ah ayolah, kau tidak akan bisa menelan obatmu jika kau belum makan ” Tiffany kembali membujuknya dan mencoba menyodorkan sendok yang masih ditangannya.

PRAAANG

Sendok yang berada ditangan jatuh kelantai karena Seohyun menepisnya.

” JOOHYUN! ” Bentak Taeyeon yang sudah berada diambang pintu. Taeyeon mendekat dengan penuh amarah yang tertahan melihat kelakuan sang anak. Ini benar-benar keterlaluan, Seohyun tidak menghargai Tiffany yang begitu baik. Sedangkan Seohyun masih memperlihatkan wajah datar dan dinginnya.

” Taeyeon-ah.. jangan emosi. Aku mohon ” Tiffany memohon pada Taeyeon agar ia tidak emosi dan membentak anaknya. Dia tidak ingin keadaan semakin kacau kalau Taeyeon melepaskan emosinya. Itu akan membuat Seohyun semakan keras dan terus melawan.

” Joohyun, sekali ini appa maafkan kelakuanmu pada mommy. Tapi tidak untuk lain kali ” Taeyeon pun keluar dari kamar dengan kekesalan yang masih ada didirinya. Lebih baik dia keluar dari pada emosinya semakin tak terkendali nantinya. Dia tidak tahu bagaimana caranya agar hubungannya dengan sang anak menjadi baik.

” Tinggalkan aku sendiri ” ujar Seohyun pada Tiffany yang masih berada dikamarnya.

” Joohyun-ah, mommy mohon makanlah. Kau harus minum obat ” Tiffany kembali membujuk Seohyun, bahkan memohon. Dia benar-beanr khawatir dengan gadis ini. Namun Seohyun tetap tidak mendengarkannya. Tiffany menghela napas beratnya. Sebelum kembali mengeluarkan suara.

” Baiklah, mommy akan keluar jika kau berjanji akan menghabiskan makan malammu dan minum obat. Mommy tidak akan menganggumu ” Dengan kesal Seohyun mengambil piring yang berada dinampan. Seohyun menuruti semua perkataan Tiffany dan itu membuat Tiffany tersenyum lega. Sebenarnya Seohyun hanya tidak ingin mendengar Tiffany yang terus cerewet, dia merasa telinga akan sakit jika terus mendengar Tiffany yang menyuruhnya untuk makan dan berharap Tiffany akan keluar meninggalkannya sendiri. Apalagi.. sebenarnya perutnya juga sudah lapar.

” Apa dia mau makan? Tanya Taeyeon pada Tiffany yang sudah duduk disampingnya.

” Haaah.. Dia sudah berjanji akan makan jika aku keluar dari kamarnya ” ujar Tiffany menghela napas beratnya, dia menyandarkan tubuhnya disofa. Matanya mulai panas dan memerah, dia menahan tangisnya yang ingin meluap. Hatinya sakit, benar-benar sakit saat mengingat sikap Seohyun yang begitu dingin. Tiffany merindukan saat-saat dia bersama Seohyun dipanti asuhan seperti sebelumnya.

” Kwenchana? ” Tanya Taeyeon khawatir yang melihat raut wajah sang istri. Dia mengusap pipi Tiffany dengan lembut. Itu membuat Tiffany begitu nyaman, memejamkan matanya sejenak untuk menikmati sentuhan tangan Taeyeon dipipinya.

” Kwenchana.. ” Lirihnya, menggenggam tangan Taeyeon yang berada dipipinya sambil tersenyum. Tiffany berpikir bahwa dia harus kuat menghadapi semua ini. meyakinkan dirinya bahwa tuhan pasti akan selalu membuatnya kuat, dia akan terus berusaha untuk membuat hati Seohyun kembali melunak.

” Apa kau memikirkan Joohyun? ” Taeyeon sudah tahu apa yang ada dipikiran Tiffany saat ini. Tiffany mengangguk pelan.

” Aku merindukan sikapnya yang hangat padaku seperti dulu. Hatiku sakit melihatnya yang dingin terhadapku ” air mata Tiffany jatuh dengan sendirinya, dengan segera Taeyeon mengusap air mata itu.

” Kau harus sabar menghadapinya fany-ah, Joohyun seperti itu karena terpukul dengan apa yang telah terjadi. Aku yakin lambat laun Joohyun akan kembali seperti saat pertama kau mengenalnya. Aku yakin itu ” Taeyeon mencoba untuk menenangkan Tiffany yang gusar, Mencoba untuk memberikan semangat untuk sang istri.

” Yang terpenting kau terus menyayanginya dan memberikan kasih sayangmu seutuhnya pada Joohyun. Aku yakin, hatinya akan melunak ” Taeyeon menarik Tiffany untuk masuk kepelukannya.

” Itu pasti tae, aku akan terus menyayanginya sampai kapanpun “

– Dear Mom –

Tengah malam yang begitu sunyi, dimana orang-orang yang sudah terlelap untuk beristirahat panjang setelah melakukan kegiatan rutin mereka yang begitu melelahkan. Begitu juga dengan Seohyun yang sudah tertidur beberapa jam yang lalu setelah menelan dua butir obat yang diberikan dokter. Namun, tidurnya terasa tidak tenang. Tubuhnya yang mungil sedikit begetar dan mengeluarkan keringat dingin yang begitu banyak. Dahinya berkerut dan mulut mungilnya bergumam yang tidak jelas, entah apa mimpi yang sedang dia hadapi saat ini. Semakin lama gumamnya semakin terdengar, malah sekarang berubah menjadi teriakan dengan mata yang masih terpejam rapat. Kamar Seohyun yang berada tidak jauh dengan kamar Tiffany, membuat wanita itu tersadar dari tidurnya. Dengan segera dia berlari ke kamar Seohyun dengan wajah yang khawatir.

” ANDWEEEE..!! ” Igauan Seohyun semakin kencang.

” Joohyun.. Kau kenapa sayang? ” Tiffany mencoba untuk membangunkannya , mengusap keringat dingin di dahinya yang berkerut.

” Ya tuhaan.. Badannya panas sekali ” Tiffany benar-benar khawatir.

” Andwee.. ” Lirih Seohyun. Setetes air mengalir di sudut matanya. Tiffany dengan segera mengambil baskom kecil dan handuk untuk mengompres dahi Seohyun. Tiffany mulai merawat Seohyun dengan telaten.

Sudah satu jam Tiffany berada disamping Seohyun untuk terus menjaganya. Seohyun tidak lagi mengigau karena Tiffany terus mencoba menenangkannya. Menggenggam tangannya yang dingin dan mengusap dahinya yang masih berkerut. Karena Tiffany yang tidak tahan dengan kantuk yang melandanya, akhirnya Tiffany pun ikut tertidur. Baru saja dia terlelap, Seohyun kembali mengigau dan membuatnya kembali membuka mata.

” Andwee.. ” Tidur Seohyun benar-benar tidak tenang , terlihat dari pergerakan tubuh Seohyun yang gelisah dalam tidurnya. Satu pertanyaan muncul dari benak Tiffany, apa yang membuat Seohyun seperti ini? Apa yangd ia mimpikan sampai-sampai badannya panas? Apakah itu sebuah trauma? Tiffany benar-benar tidak bisa menebaknya.

” Joohyun, kwenchana.. mommy disini sayang. Kau jangan takut ” Tiffany kembali megusap air mata Seohyun yang keluar. Dia menyelipkan lengannya diceruk leher Seohyun agar bisa memeluk anaknya. Menjadikan lengannya sebagai bantal. Hingga Tiffany kembali tertidur dengan terus memeluk Seohyun yang kembali tenang.

Matahari yang kembali bersinar terang masuk kecelah-celai tirai kamar yang begitu besar. kamar yang sekarang sudah menjadi milik Seohyun seutuhnya. Sinar matahari yang sedikit mengenai kulit Seohyun membuatnya terbangun dari tidurnya, ditambah lagi tubuhnya yang terasa hangat. Dengan mata masih terpejam, dia mengambil sebuah benda didahinya yang membuatnya terasa terganggu. Ternyata sebuah handuk kecil yang tertempel didahinya. Seohyun bertanya-tanya, apakah semalam dia demam? Dan siapa yang mengompres dan merawatnya? Setelah merasa sadar sepenuhnya, dia terkejut. Saat membuka mata selebar-lebarnya, yang terlihat olehnya adalah wajah Tiffany yang masih tertidur. Ternyata Tiffanylah yang memeluknya saat tidur dan merawatnya. Dia sadar, inilah yang membuat tidurnya terasa begitu nyaman. Jessica yang sebagai ibunya saja tidak pernah memeluknya saat tidur, bahkan hanya untuk menemaninya saja tidak pernah sekalipun. Entah mengapa dia merasa begitu bahagia saat Tiffany memberikan perhatian lebih padanya? Apakah hatinya mulai melunak pada Tiffany dan perlahan bisa menerima Tiffany sebagai ibunya? Dia tidak tahu..

Seohyun kembali menatap wajah Tiffany yang cantik walaupun saat tidur sekalipun. Tahu gelagat Tiffany yang akan terbangun, dengan segera dia menutup matanya kembali. Berpura-pura masih tertidur.

” Eengh.. ” Tiffany sedikit meregangkan tubuhnya, dengan perlahan membuka matanya yang sedikit perih. Ketika matanya sudah terbuka seutuhnya dan penglihatannya kembali jernih, yang terlihat olehnya dengan jelas adalah wajah cantik Seohyun. Dia tersenyum, membelai rambut Seohyun dengan hati-hati agar tidak membangunkannya.

” Haaah.. Suhu tubuhnya sudah normal ” Tiffany bernapas lega setelah menempelkan punggung tangannya didahi Seohyun dan bisa merasakan dahi Seohyun yang tidak lagi panas seperti malam tadi.

” Sayang, kau tahu? mommy sangat takut saat kau demam seperti malam tadi. Jangan lagi buat mommy khawatir.. Mommy baru tahu, itulah yang dirasakan seorang ibu jika anaknya sakit. Joohyun, walaupun kau masih belum bisa menerima mommy sebagai ibumu, mommy akan selalu menyayangimu sampai kapanpun dan akan terus berusaha sampai kau menerimanya. Apapun akan mommy lakukan jika itu membuatmu bahagia dan senang. Asalkan kau tidak meminta mommy untuk jauh darimu. Satu hal itu yang tidak pernah bisa mommy lakukan untukmu. Saranghae.. ” Seohyun merasakan dahinya yang terasa hangat. Tiffany mengecup keningnya, sedikit mempererat pelukannya. Seohyun juga bisa merasakan setetes air hangat yang jatuh di matanya yang tertutup. Apa Tiffany menangis karenanya? dia merasa bersalah dengan sikapnya yang membuat Tiffany menangis. Seohyun baru sadar jika Tiffany benar-benar menyayanginya. Apakah sikap dinginnya sangat keterlaluan? Tapi dia masih tidak bisa menerima saat dipisahkan dari Jessica, ibu kandungnya.

” Aaiigoo.. Aku ketiduran ” Tiffany dengan hati-hati melepaskan pelukannya dan merapikan selimut Seohyun yang sedikit berantakan sebelum keluar dari kamar Seohyun.

” Mianhae.. ” Gumam Seohyun kembali membuka mata setelah Tiffany keluar dari kamarnya.

” Mianhae tae, aku ketiduran ” ujar Tiffany menghampiri Taeyeon yang sedang meneguk kopi panas dengan koran dipangkuannya. Taeyeon sudah rapi dengan pakaian kantornya.

” Kwenchana, Joohyun masih tidur? ” Tiffany mengangguk. Dia berjalan menuju wastafel yang berada di pantry sebelum mengoleskan selai pada roti untuk sarapan pagi Taeyeon.

” Kenapa kau bisa tidur dikamarnya? ” Tanya Taeyeon. Saat dia terbangun dari tidurnya tadi, Taeyeon tidak melihat Tiffany disampingnya. Ternyata sang istri tidur dikamar anaknya.

” Tadi malam badannya panas, Joohyun mengigau sambil berteriak dan menangis. Taeyeon-ah, apa Joohyun pernah mengalami trauma? ” Tanya Tiffany dengan raut kekhawatiran. Taeyeon berpikir sejenak, kemudian menggeleng.

” Aku rasa tidak ada ” namun Taeyeon ragu. Dia sudah bertahun-tahun tidak bertemu Seohyun. mungkin saja Seohyun pernah mengalami peristiwa yang membuat trauma setelah berpisah dengannya dulu.

” Haaah.. Tadi malam benar-benar membuatku takut tae. Aku khawatir dengan keadaan Joohyun. Aku baru merasakan inilah ketakutan yang dirasakan seorang ibu ketika anaknya sedang sakit ” Taeyeon tersenyum mendengar perkataan Tiffany. dia merasa begitu beruntung mempunyai seorang istri yang baik seperti Tiffany, perhatian, penuh kasih sayang, dan sangat menyayangi Joohyun anaknya.

” Apa perlu kita panggil Yoona untuk memeriksanya? ” Tanya Taeyeon yang mendapatkan gelengan dari Tiffany. Yoona adalah dokter pribadi untuk keluarga Taeyeon sekaligus sahabatnya.

” Tidak usah tae, panasnya sudah turun. Sekarang suhu badannya sudah normal kembali ” Tiffany menaruh roti yang sudah dilapisi selai pada piring Taeyeon..

” Kenapa kau tidak membangunkanku? Aku kan bisa membantumu merawat Joohyun “

” Aku tidak tega membangunkanmu, kau kan baru tidur dua jam. Aku yakin kau pasti lelah.. Apalagi aku masih bisa melakukannya sendiri ” Tiffany menjelaskan. Taeyeon tersenyum lebar.

” Chagi-ah, aura keibuan sudah terlihat sekali. Itu terlihat saat kau memikirkan dan mengkhawatirkan Joohyun dan itu membuatmu semakin cantik dengan aura keibuanmu itu ” Taeyeon menggoda.

” jangan menggodakuku dengan kata-kata cheesymu itu tae” ujar Tiffany, ia merasa wajahnya memerah karena malu. Sebenarnya dia begitu senang mendengarnya.

” Arraso.. Ya sudah aku berangkat, kalau ada apa-apa dengan Joohyun langsung hubungi aku. Kau tidak ke butik hari ini?” Tanya Taeyeon. Ya, Tiffany mempunyai beberapa butik yang tersebar di beberapa wilayah di kota Seoul. Setelah Menamatkan sekolahnya di bidang design di Amerika, dia memutuskan untuk membuka sebuah butik di Seoul dan semakin lama butiknya semakin berkembang dengan rancangan- rancangan yang dibuatnya.

” Ne, tapi aku hanya sebentar saja. Aku sudah ada janji dengan clienku untuk membicarakan konsep gaun pernikahannya. Tae, hati-hati dijalan dan nanti jangan lupa makan siang ” Tiffany mengecup pipi Taeyeon sebelum mengantar Taeyeon sampai didepan pintu utama rumah. Setelah Taeyeon pergi, Tiffany memutuskan untuk membuatkan sarapan pagi untuk Seohyun dan mandi untuk bersiap-siap ke butiknya.

Satu jam kemudian Tiffany sudah selesai masak dan mandi, dia juga sudah menghidangkan sarapan pagi Seohyun di meja makan dengan cantik. Setelah semuanya dia lakukan, Tiffany berjalan menuju kamar Seohyun.

“ Joohyun.. “ namun orang yang dipanggil Tiffany yang tadinya masih tidur tidak lagi berada diranjangnya, tidak ada dikamarnya. Itu berhasil membuat Tiffany kembali panik. Takut kalau Seohyun kembali melarikan diri.

“ JOOHYUUUN…. “

TBC

 

I’m baaack..!! bagaimanakah?? Please komentarnya.. aku sangat membutuhkan komentar dari kalian. Terimakasih sebelumnya.. anyeoong!!! 😀

Advertisements

133 thoughts on “Dear Mom (Chapter 2)

  1. eh?.
    sica bergumam minta maaf ma tae, wah sica punya salah apa nih ma tae, jngn” itu yg menyebabkan mereka cerai?
    wahhh fany bner” perhatian bingit ma seo, ealaupun bkn anak kandung.
    makin menarik n penasran nihh. .
    lanjuut
    keepwriting
    fighting (Y)

  2. yah seo kabur lagi ya???
    please jgn bikin fany kawatir lagi
    buat taeny sabar sabar aja buat ngadepin kelakuan seobaby
    trus selama ini sica nggak pernah nemenin seo kalau tidur
    duh kasian jg seo

  3. Waduuh seohyun kemana tuh ?
    Apakah kabur dari rumah appa tae dan eomma fany ?
    Next next yah

  4. hyunnnnn ayolah kasian mon fany mommy sampe nangis

  5. lo bikin joohyun out of character bgt thor..
    good job..
    btw lo twitternya apa? maybe we can chat in kakao.. wa or bbm hehe
    gw author juga.. i’d like to discuss about ff with you hahaha
    nice to read your ff thor

    • hahaha.. iyaa, biasanya kan joohyun selalu jd anak kalem n penurut.. jd gue buat beda aja 😀

      gue cma punya wa, line sama bbm.. bisa di liat koq di ” contact me ” di menu atas

      lu author?? apa nama wp lu??
      gue seneng banget klo ada yg mau diskusi dengan gue ttg ff 🙂
      gue tunggu ya invite dri lu 🙂

  6. Duh ini joohyun pingin tak pites loh ka hahaha greget sungguh. pany nya udah baik loh tp joohyunnya tega banget

  7. Pdhal kluarga kim dlunya bhagia tp di akhir knpa sica mnta maaf mang apa yg dia lkuin smpe mrsa brslah gtu and sprtinya itu yg bkin sica ama taeng cerai deh

    Ppany bener2 syang ama hyunie, dia jgain hyunie ampek ktiduran gitu smoga hyunie cepet2 nrima ppany coz nggak tega liat ppany dgituin ama hyunie 😦

  8. itu sica knp kok mnta maaf?kyknya ada sesuatu yg di sembuyikn sica
    mommy panny emng perhatian dn sayang bnget sm seo, udh kyk anaknya sndiri
    kasian seo jg sih, mn ada anak yg mo pisah sm ibu kandungnya
    nah lho seo kabur ya, duh jgn buat mommy panny nangis trus donk

  9. sica kenapa ya? apa karena kesalahan sica makanya mereka bercerai?
    joohyun kemana tuh? diagak kabur kannnn

  10. Sbnrnya g rela jg hyunnie dpisahin m oemma kandungnya jessica tp g tega jg m fany yg kliatannya syg bgt m hyunnie ohhh jd dilema aq 😦
    btw knp jg jessica mnt maaf m taeng?pakah da sesuatu
    author ttp semangat otte 😉

  11. Knpa sica minta maaf??
    Ciyeeee panny bisa masak WOW,,,
    DUH! itu juhyun kmnas lagi?

  12. Kasian si seo di pisahin dari sica, lo jahat thor

  13. tae nya emosian ya..
    kalo fany sbar bgt..
    seonya marah2 krna gk terima ya..
    kq dia benci bgt ma appanya??

  14. Fany baik banget sama seo,tp sayang seo masih sama sikap dingin nya kaya jessie 😁

  15. eoh? Sica pasti selingkuhin taetae yaaa? kkk~ Tippany macam malikat aja, baikk banget semoga seo melunak yaa hatinya.. nggak tega ngeliat pany ku 😦 Ijin baca next part ya thorr.. anyeong !! 😀

  16. Aahhhh seruuu, tapi masih penasaran kenapa jessica sama taeyeon nya bisa cerai gitu? Apa jessica berbuat sesuatu kah? Soalnya di bilang maaf gitu ke tae.
    Itu please ya joohyun jangan kasar2 sama mommy tiff, kasian dia sayang banget sama kamu ituuu

  17. Makin penasaran. Kira2 apa yg membuat taengsic cerai ya? Apa jessica yg bersalah disini? Kasian tiffany, dicuekkin sama seo trus. Tp taeng jg salah sih misahin seo dgn sica.

  18. Tiffany bener” ibu yg sangat baik, seo hanya perlu waktu aja, lantas kemana jessica? Belum banyak muncul di part ini kkkk yaaak ternyata seo berani jg ya disini XD

  19. Biasanya ibu tiri lbh kejam dech.
    Tp fanny bedah,baek bangat.
    Kasihan fanny slalu di tolak ma seohyun.
    Kemana seo,jgn’ kabur dianya.

  20. Fany sabar bgt ngadepin seo yg kras kpla, kan ksian moomy ppany di kasarin ma seo ..

  21. Tenang fany seo udah mulai luluh koq…
    Mungkin lagi di kamar mandi..
    Kakak koq gak ada yulsic moment

  22. Joohyun udh mulai berubah walaupun blom diketahui ama fany…
    sica punya salah apa sama tae sampe dia minta maaf???
    itu joohyun kenapa lagi sampe fany teriak gitu???

  23. knp jessica minta maaf dgn tae? hmmm… apakah jessica selingkuh?

    #next part selanjutnya ^^

  24. biasanya seohyun perannya tuh anak baik hati gak pernah kasar kaya gitu, ini peran baru buat seohyun ..
    agak lucu kalo ngebayangi seohyun kaya gitu, soalnya muka dia terlalu polos 😀

  25. Seobaby lagi be’ol 😂

  26. Fany sgt keibuan,q mw lo jd ankny ha..ha..mimpi..
    sbr fany q ykn seo pasti akn kmbli sprt dl…

  27. Apa yg terjadi sama taengsic di masa lalu??? Knp sica bergumam minta maaf sama tae???

  28. sedih bngt tiffany 😢
    semoga aj seohyun menerima tiffany sbg mommy. jessica knpa ya kyk udh mlakukan keslahan sma taeyeon?

  29. keluarga taengsic dulu kayaknya bahagia bgt tp entah apa yg di lakukan si njess… keingin pany buat pny anak besar banget, mudah2an dgn kasih syg yg di berikan pany membuat joohyun sadar, klo pany bener2 sayang….

  30. Gila sifat seohyun, segitu bencinya kah sama taeyeon.
    Dan knpa sica minta maaf? apa sica buat kesalahan ama taeyeon?

  31. Knpa jeesica mnta maaf ketaeyeon yah…emang dia slah pa..??

    Seohyun….ksian tuh mommy fanynya kmu gtuin,,dia kan bneran syang bnget ma kmu…
    Pi seohyun kmna ya…??
    Kok gak da dikmarnya…??

  32. ya tuhaann tiffany baik banget,sumpah aku nangis thor waktu baca bagian tiffany mengungkapkan isi hatinya ke seo,kasih sayangnya tiff tulus bgt.penasaran knp taengsic bisa cerai,apalgi td sica sempet blng maaf,pasti ada sesuatu deh

  33. ckckck…jessica buat kesalahan apa ya kok sampai tae mau masukin ke penjara..
    kasih sayang tiffany sama seohyun tulus bnget..semoga seohyun cepat sadar ..

  34. penasaran kenapa taengsic bisa cerai

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s