rara0894

All about TaeTiSeo and GG

Dear Mom (Chapter 1)

139 Comments

Title          : Dear Mom

Author     : Rara0894

Cast           :

                   Seo Joo Hyun aka Kim Joo Hyun

                   Tiffany Hwang / Hwang Mi Young

                   Kim Taeyeon

Genre       : Family, gender bender

 

CYMERA_20120101_195317

Saat ini Seohyun mondar mandir di depan panti, gelisah memikirkan persidangan hak asuh atas dirinya. Apakah sang ibu yang bernama Jessica Jung yang memenangkan hak asuh atas dirinya ataukah sang Ayah yang bernama Kim Taeyeon yang akan memenangkannya? Kim Seohyun, namanya saat ini yang dulunya bernama Kim Joohyun, nama yang sudah lama dilupakannya. Gadis berumur 12 tahun yang tinggal bersama Jessica di sebuah panti asuhan milik Sunny Lee. Teman Jessica sewaktu sekolah sekaligus sahabatnya sampai saat ini.

” Joohyun, kajja kita pulang.. ” Taeyeon yang baru saja keluar dari mobil langsung menghapiri Seohyun yang berada di depan pintu utama panti. Seohyun menoleh dengan tatapan marah pada Taeyeon dan Tiffany.

” Mwo? Pulang? Rumahku disini ” Ujar Seohyun dingin dan sepertinya Seohyun masih belum mengerti dengan perkataan Taeyeon.

” Mulai hari ini, rumahmu bukan disini lagi. kau akan tinggal dengan appa” ujar Taeyeon.

” Mwo? Shirro!! ” Seohyun menolak mentah-mentah.

” Joohyun, yang dikatakan appa benar. Kau akan tinggal dengan kami. Mommy sudah mempersiapkan kamar dan semua kebutuhanmu. Mommy yakin, kau pasti akan menyukainya ” Ujar Tiffany sambil mengelus pipi Seohyun dengan lembut, namun Seohyun menepisnya. Tiffany Hwang, adalah seorang wanita cantik yang berstatus sebagai istri Taeyeon saat ini. Mereka sudah menikah beberapa tahun yang lalu, namun sampai sekarang mereka belum juga dikaruniai seorang anak. Itulah yang membuat Tiffany sangat menyayangi Seohyun walaupun sekarang gadis itu berubah drastis terhadapnya.

Flash Back

Tiffany terus berjalan menyusuri toko-toko di pasar tradisional, salah satu pasar tradisional yang ada di Seoul. Wanita ini sedikit kesusahan karena harus membawa barang-barang yang berada dikedua tangannya. Namun tanpa dia ketahui, seorang pria bertopi hitam terus mengikutinya. Ingin berbuat sebuah kejahatan. Karena pasar yang begitu ramai oleh pengunjung membuat pria tersebut mengurung niatnya untuk merebut dompet Tiffany sampai keadaan benar-benar mendukung.

” Orang itu mencurigakan “ Gumam seorang gadis kecil yang melihat Tiffany melewatinya dengan diikuti si pria bertopi. Karena diotaknya penuh dengan kecurigaan, si gadis memutuskan untuk mengikutinya. dia terus mengamati gerak-gerik pria bertopi dengan penglihatannya yang tajam, juga melihat gerak-gerik Tiffany yang terfokus melihat-lihat barang-barang yang diperdagangkan dipasar tradisional tersebut. Kemudian si gadis melihat kearah tangan Tiffany, dia mengangguk mengerti. Itulah tujuan pria itu.

” Pencopet pabo! ” Gumamnya tersenyum sombong.

” Untuk mendapatkan itu saja kau tidak bisa, aku tidak akan membiarkanmu mendapatkannya ” Si gadis tidak ingin ada lagi korban. Kemarin saat dia ke pasar ini, dia juga melihat seorang wanita dicopet. Sepertinya pelakunya masih orang yang sama. Gadis yang begitu berani ini terus mengikuti mereka. Saat melewati sebuah toko, matanya yang tajam tertuju pada sebuah kayu panjang. Kemudian si gadis mengambilnya sebagai senjata kalau pencopet itu berhasil mengambil dompet Tiffany. Saat mereka sudah keluar dari pasar tradisional, pencopet itupun memulai aksinya. Ditambah lagi suasana yang sepi diparkiran sangat mendukung.

” Berikan dompetmu ! ” Ujar Pencopet yang berusaha merebut dompet yang berada ditangan Tiffany, namun Tiffany masih bisa mempertahankannya.

” Ya! Lepaskan! Toloong!! ” Tiffany dengan sekuat tenaganya masih terus mencoba mempertahankan dompetnya dan berteriak meminta pertolongan.

” Ya! Lepaskan! ” Teriak gadis itu yang mencoba membantu Tiffany dengan menarik kerah baju pencopet dari belakang. Membuat pria itu tercekik dan merasakan sakit dilehernya. Sehingga tangannya yang tadi terus mencoba menarik dompet Tiffany terlepas.

Buugh!

Gadis itu mendapatkan pukulan dari pencopet tersebut karena emosi. Gadis itu sudah menggagalkan aksinya yang hampir saja berhasil. Tiffany terkejut saat melihat gadis itu mendapatkan pukulan dan tersungkur ke tanah. Si pencopet masih berusaha untuk merebut dompet Tiffany.

” Kau tidak mau memberikannya cantik? ” Pencopet mengeluarkan sebuah pisau kecil dari saku celananya, Tiffany benar-benar takut. Tubuhnya terasa begitu lemah, apakah ini akhir dari hidupnya? Si Gadis yang melihat pisau tersebut berusaha bangkit dan mengambil kayu yang berada disampingnya.

Buugh! Buugh!

Gadis tersebut memukul kepala pencopet tersebut dua kali hingga pencopet ambruk ke tanah.

” Toloong..!! ” Teriak Tiffany dengan tubuh yang bergetar. Orang-orang yang mendengar teriakan Tiffany langsung menghampirinya dan langsung mengamankan pencopet yang mulai kehilangan kesadarannya.

” Haaaah.. ” Si gadis terduduk di tanah setelah orang-orang membawa pencopet tersebut ke pihak yang berwajib. Kemudian dia mengusap ujung bibirnya yang mengeluarkan darah. Sekarang barulah dia merasa sakit di ujung bibirnya yang terluka.

” Kwenchana? ” Ujar Tiffany dengan khawatir, mencoba membantu si gadis untuk berdiri kembali.

” Kwenchanayo ahjumma. Hanya sedikit luka ” ujarnya dengan ramah.

” Eottokae? Mani appo? ” Ujar Tiffany dengan khawatir, mencoba untuk mengusap ujung bibir si gadis dengan ibu jarinya. Namun si gadis menghindar.

” Hanya sedikit. Kwenchanayo.. Ahjumma tidak perlu khawatir, besok juga akan sembuh ” si gadis mencoba untuk tersenyum walaupun sedikit susah.

” Oh ya, ahjumma besok-besok harus hati-hati. Disini banyak sekali pencopet, sudah banyak orang-orang yang menjadi korban ” Si gadis mengingatkan.

” Ne, terima kasih karena kau sudah membantu ahjumma dari pencopet itu. Ini untuk ucapan terima kasih ahjumma padamu ” Tiffany mengeluarkan beberapa uang untuk si gadis, namun dia menolaknya dengan lembut.

” Saya tidak bisa menerimanya ahjumma. Saya tidak ingin mendapatkan imbalan untuk menolong orang lain ” Tiffany yang mendengarnya perkatan si gadis membuat hatinya tersentuh. Gadis ini benar-benar baik.

” Kau benar-benar gadis yang baik. Kalau boleh aku tahu, siapa namamu? ” Tanya Tiffany sambil mengusap pipi si gadis dengan lembut.

” Namaku Kim Seohyun “

” Nama yang cantik ” Tiffany tersenyum memperlihatkan eye smilenya.

” Gomawoyo ahjumma. Oh ya, aku harus segera pulang. Permisi.. ” Seohyun membungkukkan badannya.

” Tunggu! ” Tiffany menggenggam pergelangan tangan Seohyun yang akan berjalan meninggalkannya.

” Ne? ” Seohyun Menatap bingung.

” Aku akan mengantarmu sampai rumah ” ujar Tiffany.

” Ne? Tidak usah ahjumma, aku bisa pulang sendiri ” Seohyun kembali menolak.

” Seohyun-ah, tidak baik juga untuk menolak. Ahjumma akan merasa bersalah jika kau masih menolak seperti ini ” Ujar Tiffany memperlihatkan wajah sedihnya. Seohyun yang tidak tega, akhirnya mau menurutinya.

” Baiklah, terima kasih ahjumma ” Seohyun membungkukkan badannya. Tiffany pun tersenyum senang.

” Kajja ” Tiffanypun menggandeng tangan Seohyun menuju mobilnya. Membukakan pintu mobil untuk Seohyun. Mereka duduk bersebelahan dikursi penumpang. Tiffany mengambil kotak obat yang memang sengaja di sediakan dimobilnya.

” Sini, biar ahjumma obati lukamu ” ujar Tiffany yang membasahi kapas dengan obal luka.

” Tidak usah ahjumma, aku baik-baik saja ” Seohyun merasa tidak enak.

” Kau bilang ini baik-baik saja? Lihatlah, pipimu memar ” Tiffany menjauhi tangan Seohyun yang terus berusaha menutupi memar tersebut. Akhirnya Seohyunpun diam, tidak lagi menolak. Dengan cekatan Tiffany mengobati luka Seohyun yang sedikit meringis saat kapas yang berada ditangan Tiffany menyentuh lukanya.

” Selesai ” Tiffany tersenyum. Kemudian meletakkan kotak obat tersebut di tempat semula.

” Gomawoyo ahjumma. Oh ya, kalau aku boleh tahu nama ahjumma siapa? ” Tanya Seohyun dengan ragu, dia ragu apakah sopan menanyakan nama wanita yang sepertinya seumuran dengan ibunya.

” Tiffany Hwang ” Tiffany sedikitpun merasa tidak tersinggung ataupun terganggu dengan pertanyaan Seohyun.

” Sepertinya ahjumma tidak lahir di korea ” Tiffany tersenyum mendengar perkataan Seohyun yang membuat matanya ikut tersenyum.

” Aku lahir dan besar di California “

” Jinjayo, america? ” Seohyun sepertinya tidak percaya.

” Ne. Wae? ” Dahi Tiffany terlihat berkerut melihat ekspresi Seohyun. Menurutnya sangat lucu.

” Aniyo.. Aku hanya tertarik saja saat orang-orang mengatakan america. Dari dulu aku bercita-cita bisa pergi ke sana ” ujar Seohyun dengan antusias.

” Kenapa begitu? ” Tanya Tiffany.

” Kata orang-orang, america itu sangat indah dan keren. Apa itu benar ahjumma? “

” Tidak juga, malahan menurut ahjumma lebih indah Korea ” jawab Tifany.

” Wae? ” Tanya Seohyun. Biasanya orang akan bangga jika bisa tinggal atau liburan dinegara tersebut, seperti yang diceritakan temannya disekolah.

” Ahjumma juga tidak tahu. Seperti yang dikatakan orang-orang, hidup di negara sendiri itu lebih nyaman dari pada hidup dinegara orang walaupun negara orang tersebut lebih bagus dan canggih dari pada negara sendiri ” Seohyun mengangguk mengerti dengan apa yang dikatakan Tiffany.

” Ahjussi, di persimpangan kita belok kiri ” Ujar Seohyun pada Sopir dengan sopan.

” Oh ya, kau tinggal dimana? ” Tanya Tiffany.

” Aku tinggal di panti asuhan Gijeog ” jawabnya

” Ne? Orang tuamu? ” Tanya Tiffany dengan ragu. Takut kalau Seohyun tersinggung karena pertanyaannya. Tapi dia begitu penasaran dengan gadis disebelahnya ini. Entah mengapa baru saja dia bertemu dengan Seohyun membuatnya merasa nyaman, sepertinya sayangnya terhadap Seohyun mulai tumbuh.

” Aku tinggal disana bersama eommaku. Panti asuhan itu milik teman eomma dan dia mengizinkan kami untuk tinggal disana ” Jelas Seohyun yang sesekali melihat kearah luar. Memastikan jika panti asuhannya sudah dekat dari posisi mereka saat ini.

” Appamu? ” Tiffany kembali bertanya.

” Mollayo.. Appa dan eomma sudah bercerai sewaktu aku masih kecil ” Seohyun tersenyum pahit.

” Mi-mianhae.. Ahjumma tidak bermaksud- ” Tiffany merutuki dirinya, karena penasarannya membuat gadis yang berada disampingnya itu menjadi murung.

” Kwenchanayo ahjumma ” Seohyun memotong perkataan Tiffany yang merasa bersalah. Seohyun tersenyum, kali ini senyuman yang tulus.

” Ahjussi, aku turun di depan panti asuhan itu ” ujar Seohyun menunjuk kearah panti asuhan.

” Seohyun-ah, sebelum kau turun, bolehkah ahjumma memelukmu? ” Tanya Tiffany dengan ragu.

” Tentu saja ” Tiffany tersenyum, tanpa membuang waktu Tiffany langsung memeluk Seohyun dengan sayang. Seohyun tidak keberatan kalau Tiffany memeluknya, dia serasa dipeluk ibunya. Tanpa terasa air mata Tiffany turun begitu saja, dia ingin sekali mempunyai seorang anak seperti Seohyun. Namun, sampai saat ini tuhan belum juga memberikannya.

” Gomawoo ” Tiffany mengelus pipi chubby Seohyun, kemudian mengecup dahinya. Seohyun tersenyum, entah mengapa dia begitu senang ketika Tiffany mengecup dahinya.

Sejak pertemuan mereka itu, Tiffany sering mengunjungi Seohyun di panti asuhan. Semakin lama hubungan mereka semakin dekat, dan Tiffany semakin menyayangi Seohyun. Begitupun sebaliknya, Seohyun juga begitu bahagia jika Tiffany menunjukkan kasih sayang dan perhatiannya. Memang, Setelah Jessica mendapatkan pekerjaan sebagai bartender disebuah club beberapa tahun lalu membuatnya sibuk, dia akan pergi di siang hari dan akan kembali di pagi hari. Karena begitu lelah sepulang bekerja, dia tidur sampai waktu untuk bekerja kembali datang. Itu membuat Seohyun kurangnya mendapatkan kasih sayang. Namun, semua yang dilakukan Jessica itu hanya untuk Seohyun dan walaupun Seohyun kurang diperhatikan oleh Jessica, ia tetap menyayangi Jessica. Dia tahu sang ibu bekerja seperti itu untuk dirinya. Setelah Tiffany datang, membuat Seohyun tidak lagi merasa kekurangan kasih sayang karena Tiffany memberikan kasih sayang sepenuhnya pada Seohyun. Jessica yang tahu kalau ada seorang wanita yang begitu menyayangi Seohyun, dia tidak merasa keberatan. Malah Jessica sangat bersyukur kalau ada orang yang begitu menyayangi anaknya karena dia menyadari kalau dirinya tidak bisa memberikan kasih sayang pada Seohyun sepenuhnya.

” Seohyun-ah anyeong.. ! ” Seohyun yang sibuk menyapu halaman depan panti menoleh kearah sumber suara. Terlihat Tiffany yang berjalan menghampirinya. Dia pun tersenyum sambil melambaikan tangannya.

” Kenapa sepagi ini ahjumma kemari? ” Ujarnya polos. Tidak biasanya Tiffany datang mengunjunginya sepagi ini. Biasanya Tiffany ke panti setelah makan siang atau sepulang bekerja

” Wae? Jadi ahjumma tidak boleh kemari? ” Tiffany memperlihatkan wajah sedihnya.

” Aniyo.. Hanya saja ahjumma tidak biasanya seperti ini ” jelas Seohyun, dia tidak ingin Tiffany salah paham dengan perkataannya.

” Tidak tahu kenapa ahjumma merindukanmu pagi ini” ujar Tiffany menggoda.

” Ahjumma berlebihan. Perasaan kemarin ahjumma juga mengunjungiku ” ujar Seohyun terkekeh.

” Sayang, ahjumma ada sesuatu untukmu ” Tiffany memberikan sebuah tas kertas yang dia pegang dari tadi.

” Waaah.. Keroro..!! ” Seohyun begitu senang Tiffany membelikannya sebuah boneka keroro yang cukup besar. Tiffany melihat kecerian Seohyun ikut tersenyum.

” Kau menyukainya? ” Tiffany mengelus rambut Seohyun, sedangkan Seohyun mengangguk. Senyum Tiffany memudar saat melihat perubahan dari wajah Seohyun.

” Ahjumma ” panggil Seohyun.

” Hmm? ” Tiffany mengerutkan dahi, mencoba membaca raut wajah Seohyun saat ini.

” Ahjumma sudah terlalu banyak membelikanku barang-barang. Aku mohon besok-besok jangan lagi, aku merasa tidak enak dengan ahjumma ” ujarnya dengan jujur. Dia tidak ingin Tiffany membuang uangnya dan lebih banyak lagi membelikannya barang-barang dalam bentuk apapun.

” Kenapa kau berbicara seperti itu? Ahjumma membelikannya karena ahjumma sayang padamu ” Tiffany menatap Seohyun dimanik matanya.

” Gomawoyo ahjumma.. ” Seohyun tiba-tiba saja memeluk Tiffany. Dia begitu bersyukur bisa bertemu dengan Tiffany yang begitu menyayanginya. Tiffany tersenyum, mengelus kepala Seohyun dan sesekali mengecup puncak kepalanya. Kemudian Tiffany sedikit melonggarkan pelukannya agar bisa menatap wajah cantik Seohyun.

” Jangan lagi mengatakan kalau kau merasa tidak enak, ahjumma tidak suka mendengarnya. Arra? ” Seohyun mengangguk dan tersenyum. Tiffany membalasnya, kemudian mengecup dahi Seohyun. Dia tidak mengerti kenapa dia bisa begitu menyayangi Seohyun.

Hari sudah semakin sore. Tiffany dan Seohyun tidak menyadarinya karena terlalu asyik bermain bersama.

” sayang, Ahjumma harus pulang. Hari sudah semakin sore ” mereka pun berjalan menuju halaman, tidak lupa Tiffany terlebih dahulu berpamitan dengan Sunny pemilik panti.

” Ahjumma, hati-hati membawa mobilnya ” nasehat Seohyun.

” Iya sayang.. ” Tiffany mengecup dahi dan kedua pipi Seohyun sebelum masuk ke mobil.

Dirumah Tiffany dan Taeyeon..

” Kau sudah pulang tae? ” Tanya Tiffany yang sudah berada didalam rumah mereka yang mewah dan melihat Taeyeon yang duduk di sofa ruang tengah sambil membaca koran.

” Ne, kau dari panti asuhan? ” Tanya Taeyeon tersenyum yang tahu kebiasaan sang istri yang sering mengunjungi panti asuhan. Dia mengerti perasaan Tiffany, maka dari itu dia mengizinkan Tiffany yang sering mengunjungi panti asuhan tersebut.

” Ne ” Tiffany tersenyum bahagia dan menduduki dirinya di sebelah Taeyeon, memeluk Taeyeon dari samping, menyandarkan kepalanya di lengan Taeyeon yang berotot.

” Hidupku memang menyedihkan, pulang kerja tapi istriku tidak ada dirumah. Aku jadi penasaran dengan gadis di panti asuhan yang sering kau ceritakan padaku itu, yang berhasil membuat istriku begitu menyayanginya. She makes me jealous ” Taeyeon memperlihatkan wajah sedihnya, hanya berpura-pura. Sebenarnya Taeyeon tidak keberatan kalau Tiffany sering mengunjungi gadis yang sering diceritakan Tiffany padanya. Malah dia begitu senang. Sejak Tiffany bertemu dengan gadis itu, membuat sang istri kembali ceria seperti dulu.

” Jinjayo? Aah.. Aku ada fotonya ” Tiffany mengambil i-phone didalam tas tangannya.

” Ini..” Tiffany melihatkan fotonya bersama Seohyun. Di foto tersebut terlihat Tiffany yang memeluk Seohyun. Taeyeon yang melihat foto tersebut membuat tubuhnya terasa kaku, napasnya terasa tercekat.

” dia se-seperti.. “ Taeyaon membatin. Masa lalu itu kembali berputar di otaknya.

” Tae, kwenchana? ” Tanya Tiffany yang melihat ketegangan di raut wajah Taeyeon.

” Fany-ah, si-siapa nama gadis ini? ” Tanya Taeyeon terbata-bata.

” Namanya Kim Seohyun. Taeyeon-ah, waegeure? ” Tiffany sedikit mengguncang tubuh Taeyeon, suaminya ini membuatnya khawatir.

” Kim Seohyun.. Kim Joohyun.. “ Batin Taeyeon.

” Fany-ah.. ” Taeyeon kembali berusara walaupun sedikit sulit, tubuhnya bergetar.

” Tae, ada apa denganmu? ” Tanya Tiffany khawatir sambil menggenggam tangan Taeyeon. Kemudian Taeyeon menatap Tiffany dan balik menggenggam kedua tangan Tiffany.

” Aku yakin.. Dia adalah Joohyun Fany-ah. Dia sangat mirip dengan Joohyun ” Ujar Taeyeon.

” M-mwo? Apa kau yakin? Namanya Seohyun bukan Joohyun ” ujar Tiffany. Ya, Tiffany sudah tahu bagaimana kehidupan Taeyeon sebelum menikah dengannya. Taeyeon sudah bercerai dengan istri pertamanya dan mempunyai seorang anak bernama Kim Joohyun. Saat mereka berpacaran Taeyeon sudah menceritakan semuanya pada Tiffany, dia tidak ingin membohongi Tiffany. Tidak ingin hidup bersama dalam kebohongan dan itu akan menyakiti Tiffany nantinya. Taeyeon tidak ingin itu terjadi, tidak ingin menyakiti wanita yang paling dicintainya. Tanpa disangka Tiffany bisa menerimanya dan sampai saat ini terus menolong Taeyeon untuk mencari keberadaan sang anak yang dibawa lari tanpa sepengetahuannya.

” Apa kau tahu nama ibunya? ” Tanya Taeyeon.

” Nama ibunya Jessica Jung ” Taeyeon terdiam. Kali ini dia benar-benar yakin kalau Seohyun adalah Joohyun.

” Tae, apa kau yakin? Bukannya kau bilang kalau ibu Joohyun bernama Sooyeon? ” Tanya Tiffany kembali memastikan.

” Ne, aku sangat yakin fany-ah. Gadis ini benar-benar Joohyun yang kita cari selama ini. Jessica Jung adalah nama america Jung Soo Yeon ” Tiffany membungkam mulutnya karena keterkejutannya. Dia tidak menyangka dengan semua ini. Di satu sisi dia begitu bahagia mendengar Seohyun adalah Joohyun. Seohyun yang selalu membuatnya nyaman ternyata adalah anak tirinya yang selama ini dicarinya.

” Fany-ah, kajja.. Kita ke panti asuhan itu sekarang juga. Aku tidak ingin kehilangan Joohyun lagi Fany-ah ” Tiffanypun mengangguk dan mereka langsung melesat pergi ke panti asuhan.

Setelah menempuh perjalan yang tidak sampai 30 menit, akhirnya mereka sampai di panti asuhan dan terlihatlah Seohyun yang berjalan memasuki gerbang panti. Dengan segera Taeyeon dan Tiffany keluar dari mobil dan menghampirinya.

” Joohyun-ah ” Teriak Tayeon. Itu berhasil membuat langkah Seohyun terhenti.

” Nama itu.. “ Batin Seohyun, mendengar seseorang memanggil nama Joohyun membuat tubuhnya kaku. Kemudian dengan perlahan dia memberanikan diri untuk berbalik melihat siapa yang memanggil nama itu.

” A-appa ” lirihnya terbata. Dengan segera dia berbalik kembali, menpercepat langkahnya untuk masuk ke panti yang berjarak cukup jauh karena halaman panti yang luas. Langkahnya terhenti karena sebuah tangan menahannya. Itu adalah tangan Taeyeon, dengan segera Taeyeon memeluk tubuh kecil Seohyun.

” Juhyun-ah.. Ini appa sayang ” ujar Taeyeon lirih. Dia benar-benar bahagia bisa bertemu dengan anaknya kembali. Seohyun hanya diam, dia kembali teringat masa sewaktu dirinya berumur tujuh tahun, saat ayahnya bertengkar dengan ibunya. Dia melihat Jessica yang dibentak Taeyeon dan mendengar kalau Taeyeon ingin menceraikan Jessica. Seohyun yang waktu itu masih kecil dan tidak tahu apapun tentang masalah yang terjadi , dia menganggap kalau Sang ayah sudah menyakiti dan mengecewakan ibunya. Dari saat itu dia begitu membenci Taeyeon.

” Lepaskan! ” Berontak Seohyun yang sudah kembali sadar dari bayangan masa lalunya, namun sedikitpun Taeyeon tidak melepaskannya.

” Lepaskan! Namaku Seohyun bukan Joohyun! Dan aku bukan anak anda tuan ” Seohyun semakin memberontak, tanpa terasa air matanya jatuh begitu saja. Hatinya sakit, dengan sekuat tenaganya dia mencoba melepaskan diri dari pelukan Taeyeon. Usahanya tidak sia-sia, dia bisa meloloskan diri dari pelukan Taeyeon dan membuat Taeyeon tersungkur ke tanah. Seohyun mencoba kembali untuk berjalan, namun langkahnya kembali terhenti. Sekarang Tiffanylah yang menahan tangan Seohyun dan dengan segera ditepisnya kembali. Tiffany menatap Seohyun dengan air mata yang membanjiri pipinya. Namun sebaiknya, Seohyun menatapnya dengan tajam.

” Apa hubungan ahjumma dengannya? “ Tanya Seohyun dingin.

” Aku istri dari appamu Joohyun-ah. Aku ibu tirimu” Tiffany menangkupkan kedua tangannya dipipi Seohyun. Mata Seohyun membulat karena keterkejutannya, dia tidak menyangka kalau orang yang dekat dengannya adalah istri ayahnya sendiri.

” Anda harus ingat nyonya Kim yang terhormat, Aku bukan Joohyun, dan kau bukan ibu ku! ” Dada Tiffany sesak mendengar perkataan Seohyun, seperti tertusuk bambu runcing, begitu sakit.

” Dan ingat, anda jangan pernah lagi menemuiku disini! Karena sekarang aku membencimu ” ujar Seohyun penuh dengan penekanan. Tiffany menggeleng, tidak setuju dengan perkataan Seohyun. Dengan segera dia memeluk gadis yang begitu disayangi itu. Berharap Seohyun menarik kembali kata-katanya.

” Joohyun-ah, jangan seperti ini sayang. Aku mohon.. Jangan membenciku, aku sangat menyayangimu” Lirih Tiffany yang terus memeluk Seohyun. Sunny yang mendengar keributan dari arah luar panti dengan segera bangkit dari duduknya dan keluar.

” Tae-taeyeon..” tubuhnya membeku, bagaimana bisa Taeyeon berada di pantinya. Mendengar suara Sunny, Taeyeon dan Tiffany pun menoleh. Terlihatlah olehnya Sunny yang berdiri membeku. Sedangkan Seohyun, inilah kesempatannya untuk lepas dari pelukan Tiffany.

” Joohyun! ” Tiffany mencoba untuk mengejar Seohyun namun ditahan oleh Taeyeon.

” Biarkan.. ” Ujar Taeyeon menahan tangan Tiffany tanpa menoleh kearah Tiffany sedikitpun, Taeyeon masih menatap Sunny tajam.

” Kenapa kau membunyikan semua ini dariku Sunny-ah? ” Ujar Taeyeon dingin.

” Mi-mianhae.. aku terpaksa melakukannya. Karena ini permintaan Sooyeon ” Ujar Sunny menunduk. Dia benar-benar bersalah pada Taeyeon, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti permintaan Jessica untuk membunyikan identitasnya dan Seohyun.

” Aku perlu bicara dengan mu Sunny-ah, aku ingin kau menjelaskan semuanya ” ujar Taeyeon tegas. Sunny menghela napas, mungkin sudah waktunya dia mengatakan semuanya. Menghindarpun tidak akan bisa, dia sudah terperangkap dengan keadaan.

” Baiklah, lebih baik kita bicara didalam ” Taeyeon, Tiffany, dan Sunny pun masuk kedalam panti. Sunny menceritakan semuanya apa yang telah terjadi selama ini. Dia tidak bisa lagi mengelak dari Taeyeon. Semua yang diceritakan Sunny membuat Taeyeon geram karena apa yang telah dilakukan Jessica selama ini. Mulai dari Jessica yang membawa Seohyun tanpa sepengetahuannya, Jessica yang memalsukan identitas Seohyun dan Jessica yang tidak pernah memberikan kasih sayang pada Seohyun sepenuhnya karena dia lebih memilih bekerja sampai larut. Memang, semua yang dilakukan Jessica hanya untuk Seohyun, namun menurut Taeyeon apa yang dilakukan Jessica sudah keterlaluan.

” Aku akan membawa semua ini ke jalur hukum karena Jessica sudah membawa Joohyun tanpa sepengetahuanku dan tindakan penipuan yang dilakukannya karena menyembunyikan identitas Joohyun. Kau tahu Sunny-ah, aku sudah bertahun-tahun mencari Joohyun. Malah sampai saat ini aku masih mencarinya bersama Tiffany, dan ternyata ini yang dilakukan Jessica. Aku akan mempermasalahkan hak asuh Juhyun” Ujar Taeyeon dengan penuh emosi.

” Kajja fany-ah.. Kita pulang ” Taeyeon berdiri dan menarik tangan Tiffany yang masih duduk. Sedangkan Sunny hanya bisa diam membeku. Dia tidak tahu harus berbuat apa lagi, masalah ini sudah semakin rumit.

” Aku ingin bertemu Joohyun Tae.. Aku tidak ingin dia membenciku ” Tiffany terisak sambil memohon, menahan tangan Taeyeon yang akan menariknya untuk pergi dari panti.

” Fany-ah biarkan Joohyun menenangkan dirinya dahulu. Besok kau masih bisa menemuinya lagi ” bujuk Taeyeon dan akhirnya Tiffany mau diajak pulang.

” Aku pulang Sunny-ah, tolong beritahu semuanya pada Jessica ” ujar Taeyeon dan keluar dari panti.

Dua hari kemudian..

Sejak konflik dua hari yang lalu membuat Tiffany frustasi. Dia benar-benar merasa kehilangan Seohyun karena gadis itu tidak ingin bertemu dengannya lagi. Tifany sering melamun dan tidak mau keluar dari kamar, bahkan tidak mau makan sedikitpun. Yang dibutuhkannya saat ini adalah seohyun. Dia benar-benar merindukan gadis itu, ingin sekali memeluknya. Sedangkan Taeyeon terus berusaha mengurus semuanya untuk bisa mendapatkan hak asuh Seohyun. Ini benar-benar membuatnya pusing, ditambah lagi keadaan Tiffany yang drop saat ini.

” Fany-ah, aku mohon makanlah.. Dari kemarin kau belum makan sayang ” Taeyeon menyodorkan sesendok nasi. Namun Tiffany hanya diam. Hatinya begitu sakit melihat Tiffany seperti ini. Tidak ada lagi keceriaan yang terlihat diwajah cantiknya, hanya air mata yang terus membanjiri pipi putihnya.

” Aku tidak lapar Tae ” ujar Tiffany datar. Menjauhkan wajahnya dari suapan yang diberikan Taeyeon untuknya. Taeyeon menghela napas, apa yang harus dilakukan agar istrinya ini mau makan walaupun hanya sedikit. Yang terpenting perut Tifany terisi.

” Chagi-ah, jangan seperti ini. Kau bisa sakit kalau seperti ini terus. Kau tidak kasihan denganku? Kau tahu fany-ah, hatiku sakit melihatmu seperti ini ” Tiffanypun menatap Taeyeon lekat, dia merasa bersalah pada suaminya ini. Dengan perlahan dimendekat, memeluk Taeyeon dengan erat. Menyandar ditubuh Taeyeon sepenuhnya.

” Fany-ah dengarkan aku. Aku akan terus berusaha untuk mendapatkan hak asuh Joohyun, dan kau akan bisa menjadi ibu Joohyun seutuhnya ” Taeyeon mencoba meyakinkan Tiffany. Meyakinkan bahwa Seohyun akan menjadi miliknya dan Tiffany.

” Benarkah? ” Lirih Tiffany, Taeyeon pun mengangguk.

” Jadi sekarang kau harus makan, kalau kau sakit bagaimana kau bisa hadir dipersidangan, apa kau tidak ingin menghadirinya? ” Taeyeon menghapus air mata yang membanjiri pipi istrinya itu.

” Andwe, kau harus membawaku dipersidangan Tae “

” Kalau begitu makanlah, jika kau sakit aku tidak akan mengizinkanmu untuk hadir dipersidangan ” ancam Taeyeon, akhirnya Tiffanypun mau dan membuka mulutnya agar Taeyeon menyuapinya.

” Tae, bagaimana dengan Jessica? Bagaimanapun Jessica adalah ibunya ” lirih Tiffany. Mengingat Seohyun adalah milik Jessica, anak kandung Jessica.

” Dan aku ayahnya fany-ah, aku juga berhak atas Joohyun “

” Tapi bagaimana dengan perasaannya? “

” Aku tidak lagi mempedulikannya. Yang aku pedulikan sekarang adalah Joohyun. Aku tidak ingin masa depan anakku hancur jika bersamanya. Kau tahukan fany-ah apa pekerjaannya selama ini? Dan kau juga tahu bukan kalau Jessica menelantarkan Joohyun selama ini? Aku tidak ingin Joohyun terpengaruh dengan apa yang dilakukan ibunya ” Tiffanypun mengangguk mengerti dengan apa yang dikatakan. Akhirnya, Semakin hari keadaan Tiffany semakin membaik sampai nantinya saat persidangan. Semua yang dilakukannya hanya untuk Seohyun.

Flash End

 

” Mwo? Ck.. Aku bukan anak anda nyonya Hwang. Kau bukan ibuku! Ibuku Jung Soo Yeon bukan Tiffany Hwang, Anda harus ingat itu! ” Tiffany menutup matanya, meredakan emosinya. Hatinya terasa begitu sakit, matanya terasa memanas. Dia tidak boleh menangis didepan Seohyun.

” Eomma.. ! ” Seohyun langsung berlari memeluk ibunya yang berjalan memasuki halaman panti bersama Sunny. Entah mengapa Tiffany begitu cemburu melihatnya.

” Seohyun-ah, mianhae.. ” Jessica membalas pelukan Seohyun ditubuhnya. Dia menangis, mungkin ini adalah hari terakhirnya bersama Seohyun karena anaknya ini akan dibawa oleh mantan suaminya. Jujur, ada penyesalan didirinya. Menelantarkan putri semata wayangnya. Mungkin ini adalah hukuman yang diberikan tuhan untuknya, memberikan Seohyun pada mantan suaminya. Ayah kandung dari putrinya.

” Eomma kenapa meminta maaf? Aku akan terus bersama eomma bukan? “ namun Jessica hanya diam.

“ Jawab aku eomma! Kenapa eomma menangis terus? ” Tanya Seohyun bertubi-tubi sambil mengguncang tubuh sang ibu yang terus menangis. Tiffany dan Sunny melihat pemandangan ibu dan anak ini ikut menangis. Sedangkan Taeyeon hanya diam, sepertinya tidak ada maaf lagi untuk mantan istrinya.

” Eomma! Jawab aku! ” Teriak Seohyun yang akhirnya meledakkan tangisannya.

” Mianhe sayang, mianhe.. Kau akan tinggal bersama appa mulai sekarang ” Seohyun diam membeku. Jessica kembali memeluk Seohyun dengan erat. Ternyata hak asuh Seohyun jatuh ke tangan Taeyeon.

” Mwo? ” Gumam Seohyun.

” Seohyun! Joohyun! “

TBC

Anyeeooonng..!! author baru disini… bagaimanakah? apakah cerita menarik??  maaf kalau ceritanya kurang menarik. bahkan tidak menarik sedikitpun (author nangis darah) ahaha..  walapun kurang menarik, tolong tetap di coment ya. aku perlu kritik dan sarannya untuk menjadi lebih baik. oh ya, kenapa aku membuat ff tentang kim family.? itu karena taetiseo adalah biasku. baiklah, hanya itu cuap-cuap author kali ini. aku akan melanjutkan chap 2 sesegera mungkin. anyeoong..!!!

Advertisements

139 thoughts on “Dear Mom (Chapter 1)

  1. sedih bnget thor critanya, kasian seohyun:'(
    jd pensran knp taengsic bs cerai?
    seohyun psti sedih bngt kl hrs pisah sm ummanya
    nih epep bgus kok, lnjut deh

  2. Malam thorr…. Gue readers baru thor, maaf wktu itu bacanya chap 4 dulu… Ff ini seru asli, penasaran juga

  3. Wah bakal complicated juga nih ff serba slah nih mau ngebelain yg mana -__- ngikutin alurnya aja deh

    Ppany sayang banget ye ama joohyun ampek nangis sesunggukan gtu pdhal bukan eomma kandung tp syang bingit smoga ntar seohyun pda akhirnya dbukain mata hatinya and mau nrima ppany sbgai ibunya juga :3

  4. Shahaha baiknya belain author aja 😀 ga bakaaln rugi deh..
    terima kasih udh mampir 🙂

  5. hallo authorrr,, reader baru nih,, salam kenal 🙂
    pas gua baca ff nya gua langsung dapet feel nye thor,, seruuuu wkwkwk

  6. Yahhh knp taeng bz jht gt?pdhl sica jg g da krn dy krj bwt hyunnie bkn mkzd utk menelantarkan anknya tp kasian jg c m fany krn dy syg bnrn m hyunnie hhhh
    author ff mu bgz utk seorang pemula
    semangat author
    ganbatte

  7. Anyeong,,
    Seo anak taengsic,, tapi knpa mrka cerai?

  8. Aku malah kesel sama tae, sicakan kerja buat seohyun kenapa mesti disalahin coba

  9. pngen nangis…
    ksian seo..

  10. Annyeong thor 😀
    Reader baru, seru nih ff.a thor..
    Smoga seo bisa nerima fany. suka karakter.a fany disini sabar banget .. 🙂
    Salam kenal thor..

  11. Wah…genrenya family ya,tp suka sama alur ceritanya walaupun br awal 😁

  12. Waaaa terharu sama tippa disini walopun seo bukan anak kandungnya tp dia sayang banget sama seo.. Ahh Anyeong kakak! Aku readers baru, mampir uda lama sih tp baru sekarang baca ini kekekek.. tp klo nggk salah beberapa minggu yg lalu aku pernah baca cuman lupa, link wp nya nggak kesimpen sih.. hehe anyeong !! 😀

  13. Thorr aahh kenapa aku baru nemu wp ini ya yaampunnn. Seru banget ini ceritanyaa, sedih ah baca nya, kasian tiffany nya ituuu, seohyun nya juga benci bgt sama fany padahal kan dia gak salah hufftt:(
    Izin baca ff ini ya thor hehe

  14. Agak menyesal aku terlambat menemukan ff ini. Baru chapt pertama udah bikin jatuh cinta aja. Mohon ijin utk membaca chapter2 selanjutnya ya ^^

  15. haloo thor izin baca ffnya yaa

  16. Sambil nunggu update chaper 18nya jadi baca ulang lagi aja thor hehe

  17. Woah rumit ya , ternyata mereka pernah bersama taengsic bercerai dan punya anak juhyun … Kira” apa yg ngebuat mereka bisa bercerai ,kkkk salam ijin ya thor 😉

  18. Hallo thor aku reader baru..
    Minta ijin baca ffmu ini..
    Crta taengsic n taeny.
    Pasti. Seru bngt dech.hehe.

  19. Omo sica udah punya anak seohyun rada aneh… biasanya anaknya yoong… seohyun ikutlah sama Appa nak.. biar kmu jadi anak yang sukses..

  20. Salam kenal thor..
    aq reader baru..
    ijin baca ya.. hehhe…
    pengen tau kenapa tae ma sica pisah..
    dan sampe sica menutupi identitasnya sama seohyun..
    pasti ada sesuatu kan???

  21. anyeong thor….kenalin gwe reader baru….
    ceritanya neh about taengsic yg kandas di perceraian ya,, kasian pasti dampaknya sama anak smata wayang…tp fanny biarpun ibu tiri tp dia baik kok soehyun…
    memang butuh waktu penyesuaian …
    btw nt ada kwon yul gk thorrr???

  22. annyeong.. knalin thor, gue reader.baru, oh iya, sbelum baca gue izin save ff lu ya thor, hehehw… biar hemat paket internet wkwkwk… ><
    oh iya thor, gue td sempet ngliat klo part 5 d proteck, hihihi… gue boleh ya thor mnt pw part 5?
    please thor, bleh ya?

    #puppyEyes

  23. hei thor izin baca ff ini yoo, gak sengaja nemu ini WP tadi .. hehehehehe 😀

  24. kayaknya pernah baca tapi lupa jadi bc ulng ajh 😀

  25. Weh taengsic adalah masalalu dan masa kini sampai masa depan adalah taeny 😂
    Kok gue jd sama bingung kyak seobaby 😂
    Maklum gue the next anak taeny

  26. awk yg mengharukn.Apa sbb Taengsic cerai n knp sica bw lari seohyun?next..

  27. iseng2 googling pengen nemu ff taengsic yg baru g taunya ketemu ni ff..meski telat..pengen baca ..tp setelah tau taengsic end..muncul taeny ..yah ga pa2 lanjut..tetep seru..kasian seo ..
    salam kenal author yg baik sudah buat ini cerita yg bikin nyentuh hati #macemdrama

  28. Salam kenal. Saya new reader baru tadi nemu wp authornya. ^^

  29. Hi kak aku new readers,ceritanya bagus kak 👍🏻

  30. Hi kak aku new readers,ceritanya bagus kak,bakalan serin mampir nih

  31. sedih jg thor ceritanya wkwk
    seohyun jdi berubah gitu setelah tau tiffany istri tae 😢

  32. hallo thor…salam kenal…maaf nih terlambat mampir ke sini hee…
    sepertinya seru, pengen ngikutin jalan ceritanya gimana, knp taengsic bisa cerai? tp baguslah cerai krn taeng hanya unt pany hehe

  33. Annyeong author😀
    Izin jelajah ff nya yaakk😀 readee baru😀
    deabak keren thor ceritanya, & kenapa seohyun benci bgt ama taeyoen?

  34. Kenpa dlu jessica ma taeyeon cerai ya..??

    Seohyun benci bnget ma appanya krna telah mnceraikan ommanya…
    Mesti dksih pnjelsan nih si seohyun sebab ortu nya cerai..

    Mdah2an dia bisa mnerima tiffany sbgai ibunya..

  35. re-read lg dari chapter 1,
    kedekatan seohyun sama tiffany harus dihadapkan dengan situasi seperti ini.. kasihan

  36. wah ternyata nih ff udh dr tahun 2014,waktu itu aku blm suka sm kim family,hehhee.ceritanya kereen bgt thor,feelnya jg dapet,ikutan sakit waktu tiba2seohyun nolak tiffany,krna biasanya kan mereka deket bgt

  37. annyeong thor..reader baru ni..
    izin baca ya..
    aq suka ceritax..kim family tapi belum kompak nih..msih ada konflik..

  38. anyeong… kenalan dulu aku reader baru izin baca ffnya ya thor 😃

Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s